cover
Contact Name
Miftakhul Muthoharoh
Contact Email
miftakhulmuthoharoh@gmail.com
Phone
+6285733591295
Journal Mail Official
miftakhulmuthoharoh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Dukun No. 21 A Dukun, Gresik 61155
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah
ISSN : 22524436     EISSN : 26546132     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
The scopes of the journal include the following topic areas: Teachers Education of Economy, Curriculum and Teaching, Education of Economy, Learning Media Education of Economy, Leadership and Management of Education of Economy, Information Technology, Communication and Education of Economy, Corporation and Micro, Small and Middle Business, Office Technology, Management, Business, Accounting and Finance
Articles 327 Documents
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Sikap Keagamaan Siswa di MIN 1 Solok Nuryupa; Fadriati; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 30 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v30i1.531

Abstract

Sikap keagamaan siswa dewasa ini mengalami kecenderungan ke arah yang negatif, diantaranya kurangnya kedisiplinan dalam melaksanakan shalat, malas membaca al-qur’an dan membantah perkataan orang yang lebih dewasa. Hal tersebut dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan lingkungan sekolah. Adapun yang sedang dikaji oleh peneliti di MIN 1 Solok menemukan data bahwasanya permasalahan sikap keagamaan siswa selain dipengaruhi hal di atas juga terdapat faktor lain yaitu pergaulan teman sebaya dan kurangnya perhatian serta kasih sayang dari orang tua mereka, karena kebanyakan anak tersebut ditinggal orang tuanya bekerja. Oleh karena itu, setiap orang tua harus memberikan perhatian dan kasih sayang terhadap anaknya, hal demikian merupakan salah satu strategi dan cara untuk menyemangati anak dalam mempelajari ilmu agama. Orang tua bisa memberikan teladan secara langsung kepada anak bagaimana tata cara melaksanakan shalat, membimbing belajar al-Qur’an, mendampingi anak dalam menghafal do’a-do’a dan orang tua bisa memberikan reward terhadap anak yg berprestasi dalam bidang keagamaan. Selain itu orang tua harus selalu mengawasi anaknya dalam melakukan kegiatan apapun, karena lingkungan itu sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan seorang anak. Apabila lingkunganya baik maka anak tersebut akan berkembang menjadi baik, begitu juga sebaliknya apabila lingkungannya tidak baik maka anak tersebut akan mengikuti hal yang tidak baik. Adapun bentuk sikap keagamaan yang dialami oleh anak saat ini diantaranya percaya dengan turun temurun (adat istiadat), percaya dengan kesadaran, kebimbangan beragama dan tidak percaya kepada Tuhan.
Implementasi Edupreneurship di Perguruan Tinggi Hanik Yuni Alfiyah; Solchan Ghozali; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 29 No. 01 (2022): April 2022
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v29i01.532

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap tentang implementasi edupreneurship di program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Unsuri Surabaya sebagai upaya mempersiapkan mahasiswa menjadi seorang entrepreneur. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dan dokumentasi. Artikel ini menghasilkan beberapa temuan proposisi. Edupreneurship merupakan konsep pendidikan yang berorientasi menginternalisasi nilai-nilai entrepreneurship dalam pembelajaran sebagai upaya mengedukasi hakikat entrepreneuship, menumbuhkembangkan motivasi menjadi entrepreneur, serta menanamkan jiwa entrepreneur, bukan berorientasi menjadikan mahasiswa sebagai pebisnis atau pengusaha. Implementasi edupreneurship di Prodi PGMI Unsuri Surabaya dilakukan melalui dua strategi, yang pertama pemunculan mata kuliah entrepreneurship yang mengantarkan mahasiswa untuk mengetahui hakikat entrepreneurship serta memiliki motivasi untuk menjadi entrepreneur. Kedua, internalisasi nilai-nilai entrepreneurship yang meliputi kreatif, inovatif dan mandiri dalam mata kuliah keprodian dan mata kuliah unggulan program studi. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi secara teoritis bahwa implementasi pendidikan entrepreneurship bukan sekedar pendidikan untuk menjadikan mahasiswa pebisnis atau pengusaha, karena pendidikan entrepreneurship bukan pendidikan usaha (enterprise education). Dalam program studi pendidikan, seperti Prodi PGMI Unsuri Surabaya, pendidikan entrepreneurship berarti pendidikan untuk membangun jiwa entrepreneur bagi calon pendidik agar memiliki jiwa, pola pikir dan perilaku entrepreneur sehingga selalu memiliki kreatifitas, inovasi dan kemandirian untuk menciptakan lingkungan belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan bagi peserta didiknya sehingga dapat berkontribusi pada inovasi pendidikan dimasa yang akan datang.
Perkembangan Sastra Mutakhir ditengah Menjalarnya Kritik Sosial dalam Kajian Pendidikan Bahasa Indonesia Mohammad Amin; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 28 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v28i1.540

Abstract

Pengertian sastra Indonesia Kontemporer itu bemakna sangat relatif. Kerelatifan makna sastra kontemporer itu disebabkan oleh sejarah sastra Indonesia yang belum panjang. Disamping itu, pada pengertian sastra yang benar-benar mutakhir dalam arti hari ini hidup dan esok akan mati, ada pula sastra yang sekarang hidup dan tak sanggup terus bernafas entah sampai kapan. Pengertian mutakhir tidak mungkin semata dibatasi oleh waktu khusus untuk sastra yang benar-benar hebat. Demikianlah, dari segi waktu, "mutakhir" membawakan simpul "paling akhir" atau "masa-masa terakhir. Masalah sosial merupakan gejala-gejala sosial yang meresahkan masyarakat. Setiap perubahan, biasanya, senantiasa menimbulkan masalah, baik masalah besar maupun masalah kecil. Soekanto (2010:365), melihat ada delapan masalah sosial yang terjadi di tengah masyarakat, yaitu: (1) kemiskinan, (2) kejahatan, (3) disorganisasi keluarga, (4) masalah generasi muda, (5) peperangan, (6) pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, (7) masalah kependudukan, dan (8) masalah lingkungan hidup.
Pengaruh Penggunaan Strategi Belajar Afektif terhadap Keterampilan Berbahasa Indonesia Siswa Kelas VII MTs. Al Falah Al Islami Tahun Pelajaran 2017/2018 Mohammad Amin; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 28 No. 02 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v28i02.541

Abstract

Salah satu strategi yang dapat digunakan meningkatkan keterampilan berbahasa adalah strategi afektif, strategi belajar afektif terdiri dari tiga komponin yaitu, (1) merendahkan kegelisahan, (2) mendorong diri sendiri, dan (3) mendapatkan suhu emosi. Penelitian ini menggukan pendekatan kuantitatif dengan rancangan ekpos facto. Data diperoleh dengan menggunakan angkat dan tes, angket digunakan untuk menggali informasi tentang penggunaan strategi afektif, sedangkan tes digunakan untuk menggali data tentang pencapaian kemampuan berbahasa Indonesia siswa. Untuk menganalisi empat rumusan masalah dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka digunakan rumus statistik deskriptif dengan SPSS 20 Bardasarkan hasil analisis data dapat dikemukakan beberapa paparan berikut, yakni (1) Pengaruh penggunaan strategi belajar afektif terhadap keterampilan menyimak masuk katagori kuat atau signifikan dengan nilai koefisien determinasi (R Squere) sebesar 64,5% dan besar nilai pengaruh/korelasi (R) yang mendekati angka 1 (0-1) yaitu 0,803, (2) Pengaruh penggunaan strategi belajar afektif terhadap keterampilan berbicara masuk katagori kuat atau signifikan dengan nilai koefisien determinasi (R Squere) sebesar 62,7%
Dampak Fomo (Fear Of Missing Out) terhadap Pendidikan Mahasiswa Eka susanti; Indriana Dewi Mawarni Marpaung; Putri nur aisyah; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 28 No. 02 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v28i02.546

Abstract

FoMO) disebut kecemasan sosial, yang muncul dari berkembangnya kehadiran teknologi, informasi, dan media sosial. FOMO dapat menyebabkan kecemasan, depresi, rendahnya harga diri, dan bahkan masalah kesehatan fisik terhadap para penggunanya terutama mahasiswa. Penelitian ini akan membahas mengenai Persepsi Mahasiswa Terhadap Fomo (Fear Of Missing Out).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Mahasiswa Terhadap Fomo (Fear Of Missing Out) Yang Berdampak Pada Pendidikan Mahasiswa .Jenis penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif . Dapat diketahui Persepsi Mahasiswa Terhadap Fomo (Fear Of Missing Out) yang mengalami kecanduan media sosial (FoMO) memiliki dampak positif dan negatif pada bidang pendidikan.
Implementasi Metode Pembelajaran Field Trip dalam Menanamkan Pendidikan Akhlakul Karimah Pada Siswa Raudhatul Atfal di ar-Rohmany Nur Imama Jamil; Muhammada; Ahmad Ma’ruf; M. Anang Sholikhudin; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 31 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v31i01.553

Abstract

Masalah yang terjadi dinegara kita saat ini sebenarnya tidak lepas dari persoalan perilaku akhlakul akrimah pada setiap siswa. Terlepas dari ajaran ilmu agama, jika pendidikan anak menyimpang dari akidah Islam dan tidak terkait dengan Allah, tidak diragukan lagi anak akan memperoleh nilai-nilai negatif. Bahkan, didorong oleh nafsu dan bisikan setan, dia akan mengikuti keinginannya. Pendidikan anak usia dini memegang peranan yang sangat penting dan menentukan bagi perkembangan siswa dimasa depan, sebab pendidikan siswa merupakan filosofi bagi dasar kepribadian mereka. perlu untuk mengajarkan mereka untuk melakukan yang terbaik dan berharap bahwa mereka akan memiliki sifat terpuji di masa depan dan dapat menghindari perilaku tercela. Selain proses pembelajaran yang berlangsung di lembaga pendidikan yang mencakup semua proses perkembangan fisik. Mengajarkan sikap siswa dan memberikan bimbingan atau petunjuk dengan Kesabaran diperlukan untuk pembentukan sikap. keteladanan, pembiasaan, dan Implementasi pendidikan akhlakul karimah yang merupakan proses yang panjang dan berkesinambungan. Dan semestinya pendidikan akhlak termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu diperlukan pendidikan sejak dini, khususnya Pendidikan akhlak agar mereka terbiasa berperilaku baik dan mengikuti perintah Allah yang sesuai ajaran al-Qur’an dan Hadist. Tanggung jawab berat yang haris dipikul oleh dunia pendidikan akhirnya memunculkan tuntutan bagi lembaga pendidikan untuk meweujudkan cita-cita untuk membekali peserta didik dengan pendidikan akhlak. Oleh karena itu tulisan ini memberikan wawasan tentang bagaimana cara menanamkan nilai-nilai pendidikan akhlakul karimah melalui pembelajaran metode field trip di ar-Rohmany
Pengaruh model pembelajaran Make a Match terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Landy Arief Syaputra; Debibik Nabilatul Fauziah; Neng Ulya; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 31 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v31i01.554

Abstract

Permasalahan yang terjadi di SMPN 1 Karawang Timur khususnya bagi siswa kelas VII yaitu masih terdapat siswa yang belum menjangkau nilai KKM pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, hal ini disebabkan guru yang sering menggunakan metode konvensional dan model pembelajaran yang monoton. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Make a Match terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam siswa kelas VII di SMPN 1 Karawang Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif jenis ex post facto. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, dan angket/kuesioner. Teknik analisa data yang digunakan adalah uji t. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B dan VII E yang berjumlah masing – masing adalah 40 orang dengan total jumlah siswa 80 orang. Dari hasil penelitian yang didapat penerapan model pembelajaran make a match pada mata pelajaran pendidikan agama islam kelas VII di SMPN 1 Karawang Timur cukup baik dimana terdapat 7 siswa dengan persentase 8,75% dalam kategori baik, 39 siswa dengan persentase 48,75% dalam kategori cukup, 34 siswa dengan persentase 42,5% dalam kategori kurang baik. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran make a match adalah cukup. Untuk hasil belajar pendidikan agama islam terdapat 38 siswa dengan persentase 47,5% dalam kategori baik, 39 siswa dengan persentase 48,75% dalam kategori cukup, 3 siswa dengan persentase 3,75% dalam kategori kurang baik. Dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pendidikan agama islam adalah cukup. Selanjutnya hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran make a match terhadap hasil belajar pendidikan agama islam siswa kelas VII di SMPN 1 Karawang Timur dengan nilai signifikansi sebesar 0.003 sedangkan kriterianya adalah apabila nilai sig < 0.05 maka (Ha) diterima, yaitu terdapat pengaruh antara model pembelajaran make a match terhadap hasil belajar pendidikan agama islam siswa kelas VII di SMPN 1 Karawang Timur. Besar nya pengaruh model pembelajaran make a match terhadap hasil belajar pendidikan agama islam yaitu sebesar 10,5% sedangkan 89,5% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini.
Pendidikan PAI Inklusif Sriwahyuni Pasaribu; Khoridatunnida; Lidya Febrianty; Frezzi Ramadhan Syah; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 31 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v31i01.555

Abstract

Penelitian ini mengulas permasalahan inklusivitas agama, terutama dalam mengembangkan teologi di Indonesia. Timbulnya permasalahan ini disebabkan oleh semakin samarnya kesadaran masyarakat terhadap pluralitas dan multietnis, serta multagama yang berkembang dalam keberagaman masyarakat. Toleransi etnik dan agama menjadi agenda krusial, terutama mengingat meningkatnya kekerasan etnik agama dan insiden teror yang terjadi atas nama agama. Dalam konteks ini, gagasan tentang "Islam Inklusif" muncul sebagai konsep yang mengakui nilai-nilai kebenaran pada agama lain demi terciptanya harmoni dan kedamaian di antara umat beragama. Islam Inklusif tidak bermaksud menggabungkan keyakinan agama lain dengan Islam, melainkan menawarkan Islam sebagai agama rahmat yang melibatkan semua elemen masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan menampilkan hasil pembahasan tentang definisi, konsep, dan dasar teologis, filosofis, serta yuridis dari pendidikan inklusif. Dasar teologisnya dapat ditemukan dalam ajaran Islam, seperti pada surah Al-Hujurat ayat 10-13 yang menekankan persaudaraan dan sikap toleransi antar manusia. Pendidikan inklusif di Indonesia diperkuat oleh dasar yuridis, seperti UUD 1945, UU Perlindungan Anak, dan UU Sistem Pendidikan Nasional, yang menegaskan hak setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan tanpa adanya diskriminasi.
Karakteristik Pendidikan Politik Kh Yusuf Hasyim dalam Mendidik para Santri Laili Agustinaning Galuh Muninggar; Imam Sukardi; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 31 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v31i01.557

Abstract

Political education for students is very important so that students have a broad knowledge of politics. Santri political education starts from those closest to them, including friends, teachers or clerics. The 6th Tebuireng Islamic Boarding School caretaker is KH. Yusuf Hasyim is a person who has been involved in the national political arena. Researchers want to know the characteristics of KH's political education. Yusuf Hasyim in Educating Santri and how KH Yusuf Hasyim's contribution to politics has inspired the santri. This research is library research with a philosophical approach. Data was collected using the documentation method, namely collecting data that is relevant to the research theme with the addition of some interview data to strengthen library data. Based on the research results, it can be concluded that the characteristics of KH Yusuf Hasyim's political education are openness and freedom and when students graduate they will not only be kiai. , but there are also those who are involved in the world of politics.
Kajian dan Tinjauan Pendidikan Islam di Madrasah Dewi Pertamasari; Muhammad Yusron Maulana El – Yunusi; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 31 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v31i01.558

Abstract

We know that Indonesia as a Muslim country. Majority of Indonesia humans are Muslims. So, not only mosque, but also so many Islamic schools in Indonesia too. We called it Madrasah. Madrasah one of places can uses by Muslims to study about Islamic education. Beside it, the important thing of this Islamic study is ontological philosophy. Why? Because from the ontological philosophy there are some several important that we can search like the nature of Islamic study, the goals of this Islamic study, even the people who will be subject of this study and the curriculum in Islamic education at madrasah itself. So, from the explanation before, the writer has the purpose of this research is to examine about Islamic Study especially to Madrasah through ontological philosophy. Descriptive qualitative method used by the writer which is focus on this research and observation so far. The writer hopes this research can be used and will be given some knowledge about Islamic education especially to Madrasah through ontology philosophy to everyone. And also, can be given the best think and understood of Islamic education as like as our hope.