cover
Contact Name
Miftakhul Muthoharoh
Contact Email
miftakhulmuthoharoh@gmail.com
Phone
+6285733591295
Journal Mail Official
miftakhulmuthoharoh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Dukun No. 21 A Dukun, Gresik 61155
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah
ISSN : 22524436     EISSN : 26546132     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
The scopes of the journal include the following topic areas: Teachers Education of Economy, Curriculum and Teaching, Education of Economy, Learning Media Education of Economy, Leadership and Management of Education of Economy, Information Technology, Communication and Education of Economy, Corporation and Micro, Small and Middle Business, Office Technology, Management, Business, Accounting and Finance
Articles 345 Documents
TRANSFORMASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN SURAH LUQMAN AYAT 12-19 (Dimensi Revolusi Industri 4.0) Maulana, Adhitya Fajar; Masykur H, Masykur H; Abidin, Jaenal
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 33 No 01 (2026): April 2026
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/bjk2vj30

Abstract

Education in Islam is important for the survival and safety of humans in this world and the hereafter. With that seeking knowledge is punished as an obligation that must be done by humans. Entering a new era of Islamic education is faced with a renewal challenge. Challenges such as rationalization, modernization, secularism, and positivism must be anticipated as soon as possible. Surah Luqman verses 12-19 provides a basic reference that must be carried out by education and applied according to the times. So with this the author is encouraged to conduct research and analyze the interpretation of surah Luqman verses 12-19 concerning the transformation of Islamic Education. The research approach in this thesis uses a qualitative approach. Then the method in this study is qualitative research which is library (Library Research). By studying and analyzing the Qur'an, especially the verses and terms related to the transformation of Islamic Education as primary data and commentary books, religious books as secondary data. Data collection techniques in this thesis using the documentation method. By examining various books, interpretations, journals and others related to the research theme. Then the data analysis process is carried out, namely, data reduction, data display, verification or drawing conclusions. Based on the research that has been done, the researcher obtains the results, namely; First. There are three aspects that must be transformed, namely in the inculcation of the values of aqidah, habituation of worship and sharia, and the application of morals in everyday life. Second, facing the Industrial Revolution 4.0, Islamic education is required to carry out renewal and modernization in terms of thinking and institutions as a measure of adjustment and welcoming progress.
KONTRIBUSI GURU AQIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA AKHLAK PESERTA DIDIK DI SDIT AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH KARAWANG Kulsum, Umi; Wahyuddin, Undang Ruslan; Waluyo, Kasja Eki
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 33 No 01 (2026): April 2026
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/0h31n395

Abstract

Sekolah mempunyai tempat untuk menimba ilmu dan mencetak generasi bangsa. Banyak hal yang didapat dari sekolah dengan melalui program atau kegiatan-kegiatan misalnya seperti kegiatan pembinaan akhlak terhadap peserta didik. Pembinaan akhlak adalah kegiatan yang dapat mempertahanan serta menyempurnakan apa yang telah ada dengan cara berulang-ulang dilakukan.  Pembinaan akhlak dapat dilaksanakan sejak anak usia dini yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu seperti orang tua, guru, lembaga pendidikan, pemerintah ataupun pihak lainnya. Dengan cara langsung agar mereka memiliki akhlak yang baik sebagaimana yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan menjauhi akhlak yang buruk. Dengan begitu kontribusi guru sangat dibutuhkan dalam pembinaan akhlak peserta didik dengan menjadi suri tauladan dan dengan memberikan perhatian dan kesabaran kepada peserta didik dengan memberikannya pengajaran pengetahuan, dengan berperilaku yang baik dan juga memberikan contoh yang baik atas keterampilan beribadah untuk menciptakan peserta didik dengan perilaku dan keterampilan yang baik pula. Penelitian yang dilakukan oleh penulis yaitu menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mengambil datanya menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. . Adapun sumber data primer dari penelitian ini adalah, guru aqidah akhlak serta peserta didik SDIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang. Sedangkan untuk data sekundernya penulis menggunakan buku dan jurnal yang berkaitan dengan pembinaan akhlak peserta didik. Data analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kualitatif melalui analisis data yaitu reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan penarikan kesimpulan (verifikasi.) Dalam penelitian ini penulis dapat menyimpulkan pembinaan akhlak peserta didik di SDIT Al-Irsyad Al-Islamiyyah Karawang yaitu menggunakan metode-metode diantaranya pembiasaan, menghukum atau menegur yang berperilaku tidak baik, serta evaluasi. Adapun kegiatan pembinaan akhlak yang dilakukan oleh guru aqidah akhlak yaitu dengan melalui proses sholat berjamaah diantaranya sholah dzuhur dan ashar, serta dhuha bersma, dzikir bersama dan murojaah, kampanye poster No Bulliying yang ditempelkan dikelas ataupun dinding jalan tangga, 3S (senyum, sapa, salam) yang selalu dilakukan peserta didik dilingkungan sekolah, dan juga program unggulan antara lain Motivation Days dan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) yang dilakukan selama setiap semester 2.
KORELASI RELIGIUSITAS DENGAN STRES SISWA KELAS IX DALAM MENGHADAPI UJIAN SEKOLAH DI SMPIT HARAPAN UMAT KARAWANG Nurzaen, Novita; Fauziah, Debibik Nabilatul; Ulya, Neng
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 33 No 01 (2026): April 2026
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/8tamtf63

Abstract

     Evaluasi yang dilakukan dengan baik dan benar seharusya dapat meningkatkan mutu dan hasil belajar karena dalam evaluasi tersebut dapat mengetahui kelemahan atau kesulitan dalam memahami materi dan membantu siswa dalam meningkatkan cara belajarnya. Tapi pada kenyataanya, evaluasi berupa ujian ini menimbulkan stres pada siswa. Ujian sekolah dapat dikatakan sebagai hal yang mendebarkan dan menakutkan, karena pada ujian sekolah materi yang diujikan jauh lebih banyak. Biasanya siswa merasa kewalahan dan merasa stres akan ujian yang akan di selenggarakan, belum lagi adanya ujian praktek dalam beberapa mata pelajaran. Faktor yang dapat mengurangi efek stres yaitu faktor internal dan eksternal. Religiusitas termasuk ke dalam faktor internal  yang dapat mengurangi efek stres.      Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui religiusitas siswa kelas IX dalam menghadapi ujian sekolah di SMPIT Harapan Umat Karawang, untuk mengetahui stres siswa dalam menghadapi ujian sekolah di SMP IT Harapan Umat Karawang, dan untuk mengetahui korelasi religiusitas dengan stres siswa kelas IX di SMP IT Harapan Umat Karawang.      Pendekatan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 55 siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala religiusitas dan skala stres dengan  analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat dan uji hipotesis.      Berdasarkan hasil analisis data pada religiusitas siswa kelas IX di SMPIT Harapan Umat Karawang dari 55 responden terlihat bahwa religiusitas siswa kelas IX di SMPIT Karawang memiliki religiusitas yang sedang yaitu 36%  (20 siswa). Stres siswa kelas IX di SMPIT Harapan Umat Karawang dari 55 responden berada dalam kategori sedang 38% (21 siswa). Berdasaran hasil analisis menggunakan teknik analisis korelasi pearson product moment diperoleh hasil bahwa nilai p > 0,05 (0,149 > 0,05), yang artinya H0 diterima dan  Ha ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel religiusitas dengan variabel stres siswa kelas IX di SMPIT Harapan Umat Karawang. Untuk nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,039 yang mengandung arti bahwa pengaruh religiusitas secara simultan terhadap stres adalah sebesar 3,9% dan  sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BERBASIS CINTA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI MADRASAH ULUMUL QUR’AN LANGSA TAHUN AJARAN 2025/2026 Akbar, Muhammad; Anggelina, Gina; Zaifaturridha, Zaifaturridha; Baihaqi, Nazib; Syafrida; Dalimunthe, Tri Wulandari
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 33 No 01 (2026): April 2026
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/7hv4st09

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the love-based Independent Curriculum in the formation of students' character at Madrasah Ulumul Qur'an Langsa for the 2025/2026 Academic Year. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques are carried out through participatory observation, in-depth interviews with teachers and students, and documentation of learning activities. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing using triangulation techniques to ensure data validity. The results of the study show that the implementation of the love-based Independent Curriculum is carried out through the example of teachers, habituation of the value of compassion, collaborative activities, and the integration of spiritual values in the learning process. The application of this approach is able to create a more humane and conducive learning atmosphere and encourage the development of students' character, such as increased empathy, responsibility, discipline, and social concern. In addition, the interpersonal relationship between teachers and students becomes more positive so as to support the active involvement of students in learning. Thus, the implementation of the love-based Independent Curriculum plays an important role in shaping the character of students who have noble character, independence, and social concern in the madrasah environment.
KAJIAN EMOSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (GHADHAB, HASAD, RIYA, HASANAH, SABAR, ZUHUD, QANAAH, KEBAHAGIAAN) Jailani, Miftahul Jannah; Amir, Miftahul Jannah; Syauqy, Ahmad
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 33 No 01 (2026): April 2026
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/3x23ry23

Abstract

Artikel ini membahas enam jenis emosi penting dalam Islam, yaitu ghadhab (kemarahan), hasad (iri hati), riya (pamer), hasanah (kebaikan), sabar, zuhud, qanaah (kepuasan hati), dan kebahagiaan. Emosi adalah elemen mendasar dalam kehidupan manusia yang memengaruhi perilaku, hubungan sosial, dan spiritualitas. Dalam Islam, emosi memiliki dimensi etis dan spiritual yang harus dikelola sesuai ajaran Al-Qur'an dan Hadis. Artikel ini bertujuan memberikan wawasan tentang pentingnya memahami dan mengelola emosi dalam Islam guna menciptakan kehidupan yang harmonis dan bernilai ibadah. Artikel ini juga menyoroti peran penting lembaga pendidikan Islam dalam menumbuhkan karakter positif melalui pembinaan emosi yang baik. Melalui keteladanan guru dalam menunjukkan emosi positif seperti sabar, qanaah, dan kebahagiaan, lembaga pendidikan Islam membangun hubungan positif dan interaksi yang harmonis dengan anak didik. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka (library research), kajian ini menganalisis literatur utama dari Al-Qur'an dan Hadis terkait emosi. Dapat disimpulkan bahwa emosi negatif, seperti ghadhab, hasad, dan riya, ditekankan untuk dikendalikan karena dapat merusak hubungan dengan Allah dan manusia. Sebaliknya, emosi positif seperti hasanah, sabar, zuhud, qanaah, dan kebahagiaan dianjurkan untuk dikembangkan karena berkontribusi pada kesejahteraan jiwa, keberkahan hidup, dan pembentukan karakter Islami yang mulia.
MONOGAMI PENDEKATAN TEOLOGI DALAM SURAH AN-NISA’ AYAT 129 Asrori, Hilmi; Arifi, Ahmad
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 33 No 01 (2026): April 2026
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/cevv2m48

Abstract

This study aims to reveal the concept of monogamy from an Islamic theological perspective by focusing on Surah An Nisa’ verse 129. Although the Qur’an in other verses provides space for the practice of polygamy, this verse contains nuances that emphasize the justice and welfare of wives, which implicitly limits the choice of polygamy and affirms monogamy as the main moral attitude. This research method uses a qualitative library approach, with textual analysis techniques on Qur’anic manuscripts and classical-modern interpretations (Al Thabari, Al Qurtubi, Ibn Kathir, to Sayyid Qutb), as well as contemporary fiqh studies to contextualize the results of the interpretation. The findings show that the theology of monogamy in verse 129 is seen from the emphasis on the husband’s responsibility in fulfilling the emotional, material, and spiritual rights of the wife, as well as the obligation to uphold justice which is often difficult to fulfill in polygamy. Thus, although polygamy is permitted, the Qur’an encourages people to make monogamy the main choice in order to realize a harmonious and just family.
ANALISIS HADIS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHOLAT TARAWIH DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM: PRESPEKTIF AHMAD LUTFI FATHULLAH Yusuf, M. Sofiyullah
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 33 No 01 (2026): April 2026
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/5tbf8t82

Abstract

Hadis adalah sumber hukum Kedua dalam Islam setelah al-Qur’an. Namun, perkembangan teknologi digital memunculkan tantangan baru, yakni maraknya penyebaran hadis palsu (maudhu), terutama pada media sosial seperti Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepalsuan hadis tentang keutamaan shalat tarawih yang tersebar luas di media sosial dan menganalisis respons masyarakat terhadap fenomena tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi (content analysis), pengamatan (observasi), dan dokumentasi terhadap postingan akun-akun Instagram yang memuat hadis palsu tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis keutamaan shalat tarawih yang dinisbatkan kepada Ali bin Abi Thalib, sebagaimana tercantum dalam kitab Durratun Nasihin, merupakan hadis palsu yang tidak memiliki sanad sahih dan tidak terdapat dalam kitab hadis utama yang mu‘tabar. Respon netizen terhadap konten-konten tersebut sangat beragam; sebagian menerimanya secara emosional tanpa mengecek kebenarannya. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan netizen dalam menyaring hadis yang tersebar di media sosial masih rendah, dan banyak yang merespon secara positif tanpa memverifikasi keaslian hadis, baik dari sanad maupun matan hadis. Maka dari itu, penting bagi pengguna media sosial untuk memiliki literasi hadis yang baik serta bersikap kritis terhadap konten keagamaan agar terhindar dari penyebaran informasi yang menyesatkan.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KITAB TADZKIROTUS SAMI’ WAL MUTAKALLIM KARYA BADRUDDIN IBNU JAMA’AH Wahyuni, Riana; Husti, Ilyas; Anwar, Khairil
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 33 No 01 (2026): April 2026
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/69c14947

Abstract

Krisis moral saat ini sangat mengkhawatirkan dan menuntut perhatian serius dari berbagai pihak. Di zaman sekarang bukan hanya seorang murid yang mengalami krisis moral bahkan banyak ditemukan guru juga mengalami hal serupa. Fenomena ini bukan hanya mencerminkan rapuhnya nilai-nilai moral dalam masyarakat, tetapi menyoroti peran pendidikan. Dalam sejarah peradaban Islam, pendidikan tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menekankan pembentukan akhlak dan kepribadian peserta didik. Salah satu karya penting yang memuat konsep pendidikan karakter adalah kitab Tadzkirotus Sāmi’ wal Mutakallim fi Adāb al-‘Alim wal Muta‘allim karya Badruddin Ibnu Jama’ah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab Tadkirotus Sami’ wal Mutakallim serta relevansinya terhadap pendidikan Islam masa kini. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan karakter murid yang terdapat dalam kitab Tadzkirotus Sami’ wal Mutakallim itu ada 6 yaitu: nilai religius, nilai disiplin, nilai sabar, nilai sosial, nilai rasa ingin tahu, dan nilai sopan santun. Sedangkan nilai-nilai pendidikan karakter guru dalam kitab ini ada 9 yaitu: nilai religius, nilai tanggung jawab, nilai sopan santun, nilai sosial, nilai tawadhu’/tidak sombong, nilai disiplin, nilai sabar, nilai kasih sayang, dan nilai keadilan.
FENOMENOLOGI: KARL POPPER (FALSIFIKASI) DAN DEKONSTRUKSI J. DERRIDA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Akbar, Ridho; Mansur, Amril; Dewi, Eva
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 33 No 01 (2026): April 2026
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/9fdby190

Abstract

This paper explores the connection between Karl Popper’s concept of falsification and Jacques Derrida’s notion of deconstruction within the framework of phenomenological philosophy and from an Islamic perspective. Using a literature review approach, the study demonstrates that although Popper and Derrida come from different philosophical backgrounds—science and language respectively—they both reject the idea of absolute truth. Popper’s falsification emphasizes the importance of openness to re-examination in scientific processes, while Derrida’s deconstruction challenges fixed meanings in texts and promotes interpretive plurality. In the context of Islamic religious education, both theories provide a critical foundation for developing learning that is reflective, analytical, and appreciative of diverse meanings and interpretations.  
PENDIDIKAN ETIKA DAN MORAL: ANALISIS ISI KITAB WASHOYA AL AABA LI AL ABNAA SEBAGAI PANDUAN PENDIDIKAN ISLAM BAGI ANAK Achmad, Dimas Maulana; Najib, Muhammad
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 33 No 01 (2026): April 2026
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/5c887607

Abstract

Gagasan pendidikan etika dan moral Muhammad Syakir al-Iskandariyah dalam kitab Washaya al-Aba li al-Abna menyoroti pentingnya pendidikan moral dalam menumbuhkan perilaku terpuji dan berbudi luhur yang menjadi kebiasaan bagi peserta didik yang mencari keridhaan Allah SWT dimanapun berada.  Tujuannya adalah mewujudkan pendidikan Islam sebagai penerus agama, tanah air, dan bangsa. Dalam kajian ini, peneliti akan mengkaji pemikiran Muhammad Syakir al-Iskandariyah dalam kitab Washaya al-Aba li al-Abna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis telaah kepustakaan (library research). pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, sedangkan teknik analisis datanya dilakukan dengan analisis isi (content analysis) dan analisis historis. ada enam tahapan dalam metode analisis isi yaitu: unitizing, sampling, recording, reducing, abductively infering, narating. kemudian dilanjutkan dengan validitas tes terkait keabsahan data yang di kaji. Selain itu penulis juga melihat dalam mengalobarasi konsep pendidikan etika dan moral Muhammad Syakir dalam kitab Washaya al-Aba li al-Abna. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep pendidikan etika dan moral menurut kitab Washaya al-Aba li al-Abna adalah: Pertama, Konsep pendidikan moral: (1) Pendidikan akhlaq kepada Allah SWT; Taqwa kepada Allah SWT, Taubat kepada Allah SWT, Sabar kepada Allah SWT, Syukur kepada Allah SWT, Tawakkal kepada Allah SWT. (2) Pendidikan akhlaq kepada Nabi Muhammad SAW. (3) Pendidikan akhlaq kepada sesama manusia; Akhlaq kepada orang tua, Akhlaq kepada guru, Akhlaq kepada teman. Kedua, Etika peserta didik: (1) Etika Deskriptif; Lebih memuliakan guru dari pada orang tua, Mengharap ridho Allah SWT. (2) Etika Nurmatif; Sungguh-sungguh dan penuh semangat, Mengatur waktu, Membaca-memahami-menelaah materi ajar, Bertanya dan berdiskusi, Belajar sesuai dengan tingkatannya, Patuh pada aturan, Menjadikan keadaan yang damai, Berperilaku yang baik.