cover
Contact Name
Edwin Yulia Setyawan
Contact Email
edwin.yulia.setyawan@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsosek.kp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan
ISSN : 20888449     EISSN : 25274805     DOI : -
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dengan tujuan menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah di bidang Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Artikel-artikel yang dimuat diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pelaku usaha dan pengambil kebijakan di sektor kelautan dan perikanan terutama dari sisi sosial ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 349 Documents
ETOS KERJA PEREMPUAN DI SEKTOR PERIKANAN PADA KAWASAN MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (MP3EI) DAN STRATEGI PEMBERDAYAAN DAN PENGEMBANGAN EKONOMI (Studi Kasus Perempuan Pembudidaya Rumput Laut di Nusa Penida, Bali) Nurlaili Nurlaili; Fatriyandi Nur Priyatna
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 1 (2014): Juni (2014)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.889 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v9i1.1184

Abstract

ABSTRAKTulisan ini bertujuan untuk menggambarkan etos kerja perempuan pembudidaya rumput laut di Nusa Penida dan dikaitkan dengan strategi pemberdayaan dan pengembangan ekonomi dalam konsep Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Penelitian dilakukan pada tahun 2013 dengan fokus pada kawasan minapolitan Nusa Penida di 3 (tiga) gugusan pulau: Nusa Besar atau Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data wawancara mendalam (depth interview) dan pengamatan (observasi). Analisis data menggunakan deskriptif eksplanatoris dimana data-data yang dikumpulkan digambarkan secara rinci kemudian digunakan untuk menjelaskan strategi pemberdayaan dan pengembangan ekonomi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pembudidaya rumput laut di Nusa Penida memiliki etos kerja yang tinggi, rajin, memiliki kesungguhan serta kemauan bekerja keras membantu suami dalam mencari nafkah. Pandangan perempuan pembudidaya rumput laut di Nusa Penida tentang pekerjaan yaitu bahwa tidak ada pekerjaan yang berat, sudah ada pembagian kerja dan saling membantu antara laki-laki dengan perempuan sesuai dengan keyakinan yang mereka anut. Strategi pemberdayaan dan pengembangan perempuan pembudidaya rumput laut dalam mendukung percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi yaitu dengan membuat kebijakanyang memihak melalui pengakuan peran dan partisipasi mereka serta melakukan pendampingan dan pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
KONTRIBUSI PERMINTAAN AKHIR DAN TEKNOLOGI TERHADAP PERUBAHAN OUTPUT SEKTOR PERIKANAN Pendekatan Analisis Input Output Risna Yusuf; Tajerin Tajerin
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): DESEMBER (2008)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.246 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v3i2.5850

Abstract

Kajian bertujuan untuk mengetahui kontribusi komponen permintaan akhir dan teknologi terhadap perubahan output sektor perikanan Indonesia selama periode 1990-2000 dengan menggunakan pendekatan Analisis Input-Output (I-O) telah dilakukan pada tahun 2007. Data yang digunakan berupa data sekunder berupa Tabel I-O Tahun 1990, 1995 dan 2000 yang bersumber dari BPS. Hasil kajian menunjukkan bahwa permintaan akhir dan teknologi memberikan kontribusi terhadap perubahan output sektor perikanan. Perubahan teknologi pada perikanan laut sebesar -5,98% berkontribusi terhadap perubahan output sebesar 124,91%, lebih tinggi daripada dampak nasional sebesar 98,22%. Perubahan teknologi sebesar -6,45% pada perikanan darat memberikan kontribusi terhadap perubahan output sebesar 106,3%. Pada sektor industri pengeringan dan penggaraman ikan perubahan teknologi sebesar 40,86% menciptakan perubahan output sebesar 15,37%. Pada industri pengolahan dan pengawetan ikan, perubahan teknologi sebesar 17,32%. Oleh karena itu perlu adanya peningkatan kajian dan pengembangan teknologi menurut dimensi agribisnis komoditas perikanan dalam mendorong peningkatan produsksi dan pengembangan produk sektor perikanan. Tittle: Contribution of Final Demand and Technology to the Fisheries Sector Output : An Input - Output approachResearch intended to ilutrate the contribution of final demand component and technology to the changes in output of the fisheries sector in Indonesia during 1990 - 2000 with Input - Output (I-O) Analytical Approach was carried out in 2007. The I-O tables of 1990,1995 and 2000 from CBS of Indonesia was used in this study. The results showed that there were positive contribution of final demand and technology to fisheries output charge. Technology change of -5,98% in marine fisheries give an output change of 124,91%, higher than national impact of 98,22%. It is similar to inland fisheries which technology change of -6,45% contribute to output change of 106,36%. On the other hand, technology change of 40,86% in drying and salting industres contribute to output change of 15,37% much lower than procesing and preseving industries which output change of 64,26% produced by technology change of 17,32%. In conclusion, assesment and development of technology by commodity dimension in agribusiness must be increased to push the production of fisheries sector.
PERAN JARINGAN SOSIAL NELAYAN PADA PEMASARAN TUNA, CAKALANG DAN TONGKOL: STUDI KASUS DI KOTA KENDARI Riesti Triyanti; Christina Yuliaty; Tenny Apriliani
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 2 (2014): Desember (2014)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.684 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v9i2.1223

Abstract

Mayoritas nelayan di Indonesia adalah kategori nelayan tradisional yang miskin serta menjadi golongan terpinggirkan. Sulitnya akses finansial ke lembaga keuangan formal menjadikan ketergantungan nelayan terhadap pinjaman dari pemberi modal informal yang berpengaruh pada pemasaran hasil ikan tangkapan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik nelayan, proses dan jaringan sosial antar pelaku usaha penangkapan dan pemasaran. Pengumpulan data primer dilaksanakan melalui wawancara mendalam menggunakan panduan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan di Kota Kendari melakukan aktifitas penangkapan ikan berdasarkan pada jenis alat tangkap yang dimiliki dengan ukuran kapal lebih kecil dari 30 GT. Pemasaran tuna, cakalang dan tongkol dikelompokkan kedalam dua pasar utama yaitu pasar lokal dan ekspor. Bagi nelayan yang memperoleh permodalan untuk melaut dari bos maka pemasaran ikan hasil tangkapan dikendalikan oleh bos. Jaringan sosial yang melibatkan berbagai aktor tidak hanya terbatas pada jaringan kerja pada produksi saja, namun juga atas kehidupan sosial ekonomi lainnya. Diantara berbagai jaringan sosial yang ada, yang paling prospektif untuk dikembangkan dalam komunitas nelayan di Kendari adalah jaringan sosial antara nelayan dengan bos dengan pola kemitraan inti plasma.
SIKAP DAN PERILAKU KONSUMEN IKAN ASAR DI KOTA AMBON Yolanda MTN Apituley; Siahainenia Stevanus; Stacia C Risakotta; Johanis Hiariey
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 12, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.07 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v12i1.2092

Abstract

Potensi sumber daya perikanan yang tinggi di Kota Ambon turut membentuk kebiasaan masyarakatmengonsumsi ikan, baik dalam bentuk segar maupun olahan. Ikan olahan yang sangat terkenal di KotaAmbon adalah ikan asap (dalam bahasa lokal disebut ikan asar) yang sentra produksinya terletak diNegeri Hative Kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen ikan asap,mengkaji sikap dan perilaku konsumen ikan asap serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhitingkat konsumsi ikan asap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan sebanyak100 (seratus) responden diambil secara accidental sampling. Data yang diperoleh di analisis dengananalisis deskriptif kualitatif, analisis sikap dan perilaku konsumen dan analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen yang membeli ikan asap di Negeri Hative Kecildidominasi oleh perempuan berusia separuh baya yang memiliki tingkat pendidikan tergolong baik(sarjana), pekerjaan dan pendapatan tergolong dalam kalangan menengah ke atas serta jumlah anggotakeluarga satu hingga empat orang. Sikap dan perilaku konsumen yang membeli ikan asap di NegeriHative Kecil tergolong baik karena terletak di antara skor positif. Variabel yang memengaruhi respondenmengonsumsi ikan asap adalah harga (X1), pendapatan (X2) dan jumlah anggota keluarga (X3).Title: Attitudes and Behavior of Consumers of Smoked Fish in AmbonHigh potency of fishery resources in Ambon performs the community’s habit in eating fish, bothin fresh and processed forms. Processed fish which very famous in Ambon is smoked fish (in locallanguage called ikan asar) and its central of production is in Hative Kecil village. This study aims toidentify characteristics of consumers of smoked fish, to analyse the attitudes and behaviour of them andto analyse the factors influence the level of consumption. Method used in this research is survey and100 respondents were taken by accidental sampling. Data obtained were analysed by using qualitativedescriptive analysis, consumer’s attitude and behaviour analysis and multiple linear regression analysis.The results show that consumers who buy smoked fish in Hative Kecil village dominated by middleaged women who have good level of education (undergraduate), good jobs, upper middle income leveland small family (number of family members from one to four person). Attitudes and behaviour of theconsumers are quite good and variables that influence the consumption of smoked fish are price (X1),income (X2) and number of family members (X3). 
DINAMIKA NILAI TUKAR : INTERVENSI KEBIJAKAN DALAM RANGKA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN DAN PEMBUDIDAYA IKAN Armen Zulham; Subhechanis Saptanto; Maharani Yulisti; Lindawati Lindawati
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 6, No 1 (2011): Juni (2011)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (991.775 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v6i1.5752

Abstract

Nilai Tukar Rumah Tangga Perikanan (NTP) merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk melihat perkembangan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan. Indeks NTP mengambarkan proporsi harga yang diterima (IT) dan harga yang dibayar (IB) rumah tangga nelayan dan pembudidaya ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika nilai tukar dalam perspektif intervensi kebijakan peningkatan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode desk study dengan menggunakan data sekunder yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Data yang digunakan adalah data bulanan indeks NTP periode 2008-2009. Metode analisis data menggunakan pendekatan ekonometrik persamaan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi dan nilai tukar rupiah merupakan faktor yang sangat berperan dalam mempengaruhi indeks NTP dengan R2=0,90. Hal itu berarti harga barang konsumsi harga faktor produksi dan harga output sangat berperan dalam indeks NTP. Dengan demikian informasi tersebut dapat menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah untuk melakukan intervensi kebijakan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan. Tittle: Dynamics of Term of Trade : The Policy Intervention for Increasing Welfare of Fishers and Fish FarmersFisheries term of trade (NTP) is one of economic indicators usually use to measure the economic welfare of fishers and fish farmers. The NTP index represents the proportion of price received (IT) and price paid by fishers and fish farmers (IB). This research aims to analyze factors causing dynamic of term of trade in relation to policy intervention for increasing welfare of fishers and fish farmer. This research applied desk study method by analyzing secondary data of the Central Bureau of Statistics (BPS). This research used the monthly fisheries term of trade data for 2008 – 2009 period. An econometric approach with a quadratic regression model was used in this study. Results show that inflation an exchanger ate of IDR were an important factors enfluencing NTP index with R2 of 0,90. These mean that consumable good prices input price and output price play an important role in the NTP index. Thus, they can be used as basis for policy formulation by goverment in relation to improving welfare of fishers and fish farmer.
PERUBAHAN STRUKTUR KETERKAITAN SEKTOR PERIKANAN DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA: Analisis Multiplier Product Matrix(MPM), Menggunakan Soni's Technique Tajerin Tajerin
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 1 (2008): JUNI (2008)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.941 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v3i1.5839

Abstract

Kajian ini bertujuan menganalisis perubahan struktur keterkaitan sektor perikanan dalam perekonomian Indonesia. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari buku Tabel Input Output (I-O) Tahun 1990, 1995 dan 2000 untuk transaksi domestik dan transaksi total atas dasar harga produsen. Analisis data dilakukan dengan pendekatan model I-O melalui perolehan nilai Multiplier Product Matrix (MPM) dari hasil perhitungan menggunakan Soni's Technique. Hasil analisis menujukkan bahwa berdasarkan kecenderungan rata-rata ketinggian nilai MPM sektor perikanan pada ”economic landscape” transaksi domestik yang meningkat selama periode analisis (1990-2000), diperoleh indikasi secara struktural keterkaitan sektor perikanan mengalami perubahan yang meningkat dengan sektor-sektor lainnya dalam perekonomian Indonesia. Namun sebagaimana ditunjukkan oleh adanya perbedaan ratarata ketinggian MPM yang semakin besar antara transaksi domestik dengan transaksi total, perubahan struktur keterkiatan sektor perikanan tersebut ternyata belum dapat berubah meningkat tanpa menghilangkan ketergantungannya terhadap penggunaan input faktor yang berasal dari luar negeri dalam proses produksinya. Kedua temuan tersebut memberikan implikasi pentingnya mempertimbangkan kembali penerapan kebijakan dan strategi substitusi impor bagi pengembangan sektor perikanan Indonesia ke depan. Tittle: Structural Change of Fisheries Sectors Linkage in The Indonesian Economy:An Analysis of the Multiplier Product Matrix (MPM) Using Soni's Technique.This study was aimed to analyzing the structural change of fisheries sectors linkage in the Indonesian Economy. Secondary data used in this research were obtained from Input Output Table of 1990, 1995 and 2000 for domestic transactions and total transactions based on Producer's Prices. Data analysis was done using I-O approach through Multiplier Product Matrix (MPM) with Soni’s Technique. Results showed that during the analysis period (1990 – 2000), the fisheries sectors MPM of the domestic transactions economic landscapee with the other sectors are rising. However, the analysis also showed that there was a gap of average MPM value between domestic and total transactions by which tend to rise during the analized period. This indicates that the structural change fisheries sector is still heavily depended on import of inputs from abroad. The implication of those two findings was imperative to consider re-applying the old, abandoned import substitution policy and strategy for future fisheries sectors development.
IDENTIFIKASI FAKTOR DAN PENILAIAN RISIKO PADA USAHA PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN SAMBAS Lindawati Lindawati; Rikrik Rahadian
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 1 (2016): Juni (2016)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.005 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v11i1.3175

Abstract

Usaha penangkapan ikan akan selalu dihadapkan pada risiko kerugian yang tinggi, akibat daritingginya tingkat ketidakpastian. Dengan mengambil kasus usaha penangkapan ikan pelagis kecil dandemersal di Kabupaten Sambas, makalah ini bertujuan untuk menilai besaran kemungkinan terjadinyarisiko kerugian pada usaha perikanan tangkap dan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab risiko kerugiantersebut. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh darihasil survey pada tahun 2014 dan 2015 terhadap sampel responden yang diambil secara purposive.Data sekunder yang dikumpulkan berupa data potensi perikanan dan laporan tahunan yang diperolehdari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sambas. Analisis yang digunakan dalam penelitian iniadalah analisis statistik deskriptif dan simulasi Monte Carlo untuk menilai peluang risiko kerugian. Hasilsimulasi Monte Carlo menunjukkan bahwa peluang terjadinya risiko kerugian dari usaha penangkapanikan di Kabupaten Sambas adalah 30%. Berdasarkan persepsi responden, faktor-faktor penyebab risikoyang dominan antara lain: 1) peningkatan biaya operasional (93%); 2) kesulitan permodalan (76%);dan 3) gangguan kesehatan (69%). Sehingga, untuk mengurangi beban risiko yang dihadapi olehpara nelayan, maka diperlukan kebijakan penguatan permodalan usaha dalam bentuk pembentukanlembaga penyedia modal usaha bagi nelayan kecil, yang dapat menggantikan peran agen/toke dalammenyediakan modal usaha.Title:  An Assessment of Contributing Risk Factor and its Measurement on Capture Fisheries in Sambas District Captured fisheries business is daily faced with high risk due to many uncertainties that it has to deal with. This research is mainly aimed at measuring the probability of loss from the captured fisheries business conducted within the Sambas Region. The data used for the measurement done were acquired from both primary sources – a 2014-2015 panel data survey to a sample of purposively chosen 30 fishers – as well as secondary sources – regional fishery statistics and publications. The monte carlo simulation was applied to produce the measurement of loss probability intended. The simulation showed that there is a 30% chance where a captured fisheries business in Sambas Region may result in a loss. According to fishers’ perception, the probable causes of such risks may be due to a few factors, such as: 1) operating cost push (92%); 2) financing difficulties (76%); and 3) health problems (69%). Thus, alleviating the burden of risks of fishers will require a capital strengthening policy through creating a capital provision institution which could substitute the role of rent-seeking Agents/ Tokes as capital providers.
DAMPAK PENINGKATAN KONSUMSI PRODUK PERIKANAN TERHADAP PEREKONOMIAN NASIONAL Tajerin Tajerin
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 4, No 1 (2009): juni (2009)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.575 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v4i1.5816

Abstract

Upaya pemerintah untuk meningkatkan konsumsi rumah tangga khususnya pada produk perikanan merupakan langkah penting dan strategis, terkait dengan peningkatan peran pasar dalam negeri dalam mengatasi tekanan krisis keuangan global yang sedang melanda Indonesia dewasa ini. Kajian bertujuan untuk menganalisis dampak peningkatan konsumsi rumah tangga pada produk perikanan terhadap perekonomian nasional. Kajian ini menggunakan data sekunder Tabel Input-Output 2005, Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi rumah tangga pada produk perikanan sebesar 11,54% akan berdampak meningkatkan output perekonomian sebesar Rp.10.031.490, pendapatan rumah tangga sebesar Rp.1.166.463 dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 151.133 orang. Pemerintah hendaknya dapat mengimplementasi semua kebijakan dan program peningkatan konsumsi ikan dengan lebih sungguh-sungguh dan konsisten, sehingga konsumsi ikan per kapita per tahun dapat lebih ditingkatkan lagi. Di samping berdampak positif terhadap perekonomian, upaya peningkatan peran pasar domestik ini terkait dengan upaya untuk keluar dari tekanan krisis keuangan global. Tittle: Impact of the Increase in the Fisheries Product Consumption to National Economy.Increasing household consumption especially for fisheries sectors' product is an urgent and strategic government effort, since it is heavily linked to the goal of nullifying the threat of the recent global financial crisis through an effective role of domestic marketing. For that purpose, this research is aimed at analyzing the depth of the economic impact of raising household domestic consumption of fisheries sectors toward the Indonesian Economy, using Input Output analysis with secondary data (2005 I-O Table) acquired from BPS. Results showed that an 11.54 % raise in household consumption of fisheries sectors produce, could impact on a Rp. 10,031,490 increase in the total output, a Rp.1,166,463 increase in household income, and a 151,133 increase in new labor absorption. Thus, our government should implement every possible policy and program that increase fish consumption whole-heartedly and consistently, so that the annual per capita fish consumption could be pushed forward, since it is positively affecting the whole economy as well as it is importantly linked to the effort of getting out of the pressure of the global financial crisis.
PENGEMBANGAN KAPASITAS DIRI NELAYAN DALAM RANGKA PEMBANGUNAN PERIKANAN TANGKAP BERKELANJUTAN DI PPN PALABUHAN RATU Rinda Noviyanti; Sugeng Hari Wisudo; Eko Sri Wiyono; Mulyono S. Baskoro; Budi Hascaryo
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 2 (2015): Desember (2015)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.751 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v10i2.1264

Abstract

PPN Palabuhan Ratu terletak di Teluk Palabuhan Ratu yang merupakan kawasan yang memiliki potensi perikanan yang penting di wilayah selatan Jawa Barat serta memiliki arti penting terkait kapasitas diri nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat peran faktor internal, eksternal dan etika diri dalam pengembangan kapasitas diri nelayan. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 126 nelayan responden diambil secara sengaja berdasarkan konten penilaian sesuai persyaratan. Metode analisis Structural Equation Modelling (SEM) digunakan dalam penelitian ini. Analisa terkait pengembangan kapasitas diri nelayan di Teluk Palabuhan Ratu, Sukabumi menunjukan bahwa pengetahuan, keterampilan, kompetensi, mental, dan komitmen merupakan indikator-indikator penting. Faktor internal yang berpengaruh terhadap pengembangan kapasitas diri nelayan adalah pendidikan formal dan etos kerja nelayan; sedangkan faktor eksternal adalah pemahaman terhadap peraturan perundangan perikanan, penyuluhan dan keberadaan koperasi. Dasar pembuatan kebijakan (bottomup) pengembangan kapasitas diri nelayan di kawasan Teluk Palabuhan Ratu menuju perikanan tangkap berkelanjutan adalah melalui pengembangn sistem pendidikan dan pelatihan berbasis pengembangan kapasitas diri (capacity development) serta pelayanan penyuluhan dengan materi yang sesuai dengan kondisi, karakteristik dan kebutuhan nelayan lokal. (Capacity Building of Fishers in the Sustainable Fishery Development in PPN Palabuhan Ratu)PPN Palabuhan Ratu is located in the Palabuhan Ratu Bay which is an area that has potential important fishery in the southern region of West Java and has significance related to the capacity of the fishers themselves. This study aimed to analyze the role of internal factors, external and ethics in developing the capacity of self-fishers. Primary data were used in this study based on 126 respondents with appropriate assessment requirements (purposive sampling). Structural Equation Modeling (SEM) was used in this study. Analysis related to the self-capacity development of fishers in the Palabuhan Ratu Bay, Sukabumi shows that the knowledge, skills, competencies, mental, and commitment are important indicators. Internal faktors that influence the self-capacity development of fishers are formal educationand work ethic; whereas the external factors are the understanding of the laws and regulations relating to fisheries, education and the existence of the cooperative. Basis for policy making (bottom-up) on selfcapacity development of fishers in the region of Palabuhan Ratu Bay towards the sustainable capture fisheries is through the progression education and training system based on the development of selfcapacity as well as extension services to the material in accordance with the conditions, characteristics and needs of local fishers.
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN SOMA PAJEKO DI KECAMATAN SALIBABU KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD SULAWESI UTARA Siska Salatan; Victoria E. N. Manoppo; Suria Darwisito
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.577 KB) | DOI: 10.15578/jsekp.v13i1.6851

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah menentukan strategi pemberdayaan masyarakat nelayan soma pajeko di Kecamatan Salibabu Kabupaten kepulauan Talaud. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Analisis SWOT mempertimbangkan faktor lingkungan internal kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknesses). Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan masyarakat yang paling tepat diterapkan untuk nelayan soma pajeko yaitu (1). Pembangunan/pengoperasian sarana prasarana usaha perikanan, 2) Memberikan akses modal pengembangan usaha, 3) Pendekatan akses perbankan 4) Kebijakan distribusi BBM khususnelayan 5) Pelatihan pengolahan ikan pasca panen, dan 6) Adanya diversifikasi pekerjaan pada nelayan disaat cuaca buruk/ tidak melaut.Title: Strategy for Empowering Purse Seine Fisher’s Community in the Salibabu District of Talaud Islands Regency, North Sulawesi ProvinceABSTRACTThis research aims to determine the empowerment strategy of Purse Seine fisher’s in Salibabu sub district of Talaud Regency. Data were analyzed using SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). SWOT analysis considers the strength and weakness of internal environmental factor. This analysis is constructed upon logical comprehension to maximize the strengths and opportunities, but simultaneously minimize the weaknesses and threats. Results of the research suggests the most applicable empowerment toward Purse Seine fishers are: (1). development/operation of fishery infrastructure, (2) acces to business capital, (3) approach to banking access (4) distribution of fishery fuel policy (5) Post-harvest fish processing training, and; 6) Alternative income for the fishers during bad weather.