cover
Contact Name
Asniati Ningsi
Contact Email
aningsihazis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
prodiperikananug@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Gorontalo Fisheries Journal
Published by Universitas Gorontalo
ISSN : 26141132     EISSN : 26142856     DOI : -
Core Subject : Education,
Gorontalo Fisheries Jurnal (GFJ) adalah Jurnal Berkala Ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gorontalo. GFJ terbit 2 kali setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Produktivitas dan Komposisi Hasil Tangkapan Armada Penangkapan Rawai Tuna di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhan Ratu, Sukabumi, Indonesia Annida, Shafira Bilqis; Baihaqi, Faqih; Yanuar, Fahd Sjarifain
Gorontalo Fisheries Journal Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v6i2.3347

Abstract

Rawai tuna merupakan salah satu armada perikanan tangkap yang paling banyak dioperasikan secara umum dalam menangkap berbagai jenis ikan tuna dan ikan-ikan pelagis besar lainnya. Rawai tuna dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dan dapat ditemui di berbagai pelabuhan perikanan seperti Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu, Sukabumi, Indonesia. Pada penelitian ini, kami mencoba mengkaji produktivitas perikanan tangkap armada rawai tuna yang dihitung berdasarkan jumlah tangkapan yang didaratkan pada setiap trip penangkapan. Data hasil tangkapan dan jumlah trip penangkapan selama 10 tahun dikumpulkan sejak 2013 hingga 2022. Kami menemukan bahwa nilai produktivitas hasil tangkapan armada rawai tuna mengalami fluktuasi pada 10 tahun terakhir dengan terendah di tahun 2018 (7,02 ton/trip) dan trend meningkat hingga di tahun 2022 (28,78 ton/trip). Hasil tangkapan armada tuna longline terdiri atas hasil tangkapan utama (64,9%) dan hasil tangkapan lain (35,1%). Target tangkapan utama armada tuna longline terdiri atas tuna albakora (Thunnus alalunga), tuna mata besar (T. obesus), tuna sirip kuning (T. albacares), dan cakalang (Katsuwonus pelamis). Sementara itu, terdapat lebih dari 16 spesies ikan hasil tangkapan lain yang tertangkap dan memiliki nilai ekonomis seperti ikan layaran (Istiophorus platypterus), lemadang (Coryphaena hippurus), pedang-pedang (Xiphias gladius), setuhuk loreng (Kajikia audax), tenggiri (Scomberomorus commerson), dan berbagai jenis tangkapan lainnya.
Kualitas Pakan Pelet Ikan Dari Limbah Ternak Word, Louis Engy; Adipu, Yulianty
Gorontalo Fisheries Journal Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v6i1.3316

Abstract

Pemenuhan pakan dalam kegiatan budidaya merupakan hal terus mendapat perhatian salah satu cara untuk menekan biaya pakan ikan yaitu dengan cara membuat pakan secara mandiri dengan menggunakan bahan baku lokal yaitu dengan pemanfaatan limbah ternak dan limbah industri sehingga menjadi solusi alternatif untuk mengurangi biaya produksi. Tujuan penelitian ini Memproduksi pakan limbah ternak sebagai bahan alternatif pakan ikan lele dan Mengetahui kualitas pakan ikan leleh berbahan dasar dasar campuran limbah ternak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui salah satu formulasi pakan yang optimum meliputi kandungan nutrisi pakan. Terdapat tiga perlakuan yaitu Pakan Komersil, pakan limbah ternak dan pakan limbah industri. Hasil yang diperoleh secara keseluruhan hampir mendekati nilai yang sesuai SNI, Nilai protein antara pakan limbah dan komersil tidak jauh berbeda 15.50 dan 12.39% sama halnya dengan kandungan lemak antara pakan limbah ternak 6.05 tidak jauh berbeda dengan pakan komersil 7.64%, untuk kandungan air terbaik pada pakan limbah 5.44%, abu terbaik pada perlakuan pakan komersil serta kandungan karbohidrat tertinggi pada pakan industri 51.29%. Sehingga dapat dsimpulkan bahwa pakan limbah ternak memiliki kandungan nutrisi yang tidak jauh berbeda dengan pakan komersil.
KEBERLANJUTAN SUMBER DAYA IKAN BUTINI (GLOSSOGOBIUS MATANENSIS) BERDASARKAN DIMENSI KELEMBAGAAN DI DANAU TOWUTI Djuko, Dwiayu Juliati; Satary, Dewi Yanuarita; Nadiarti, Nadiarti
Gorontalo Fisheries Journal Volume 7 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v7i1.3795

Abstract

Butini fish resources are endemic fish that must be sustainably managed in an ecosystem where butini fish require an integrated management plan involving all stakeholders. This study aims to 1) determine the sustainability status of butini fish resources based on the institutional dimension; 2) and determine the sensitive attributes in the institutional dimension of butini fisheries, the research was conducted in Lake Towuti, South Sulawesi Province, during January-March 2023. Data collection was done by field survey method. The institutional dimension was analyzed with Rappid Appraisal for Fisheries Sustainability (RapFISH) analysis to determine management strategies. The results showed that the sustainability status of butini fish resources in Lake Towuti for the institutional dimension is in the good enough category. The sensitive attribute in the institutional dimension is stakeholder participation with a leverage value of 8.78 while the fisheries management plan is 8.71.
Pengaruh Media Penetasan Berbeda Terhadap Fekunditas dan Daya Tetas Telur Ikan Nila Adipu, Yulianty; Ngabito, Meriyanti; Olii, Mohammad Yasin Omsini Putra; Pigome, Jarik
Gorontalo Fisheries Journal Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v6i2.3343

Abstract

Pemenuhan kebutuhan akan ikan perlu adanya penguasaan teknik pembenihan, salah satu kendala yang dihadapi dalam kegiatan pembenihan adalah penguasaan teknologi penetasan. Sistem inkubasi merupakan salah satu teknik penetasan yang dapat diterapkan, teknik ini diharapkan dapat meningkatkan fekunditas dan daya tetas telur ikan nila. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai fekunditas dan daya tetas telur ikan nila yang menggunakan media penetasan yang berbeda. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan yang terdiri dari Perlakuan A. Sistem Inkubasi, B. sistem Air Tenang dan C. Kontrol, terdiri dari tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan nilai fekunditas tertinggi pada perlakuan A.10.700 butir dan terendah perlakuan B. 4.200 butir, daya tetasa telur tertinggi pada perlakuan A. 67% dan perlakuan B sejumlah 20% paling rendah. Kualitas air selama penelitian seluruh perlakuan terdiri dari suhu 23 -310C, pH 6,0 – 7,5 dan kandungan oksigen 3,02 – 5,91 sehingga disimpulkan nilai fekunditas dan daya tetas telur ikan nila yang menggunakan media penetasan yang berbeda menujukkan keberhasilan yang cukup baik pada sistem inkubasi.
Kinerja Enzim Pencernaan Ikan Nila Salin (Oreochromis niloticus) Berdasarkan Lingkungan Budidaya Muh Syahrir; Wayan Kantun; Indra Cahyono
Gorontalo Fisheries Journal Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v3i1.942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas enzim pencernaan (protease, amylase dan lipase) pada ikan nila salin yang dipeliharan pada lingkungan budidaya air tawar, payau dan laut. Penelitian ini menggunakan metode survei dan uji laboratorium untuk memeroleh informasi kinerja enzim pencernaan pada ikan nila salin. Data hasil uji aktifitas enzim pada laboratorium di analisis mengunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas enzim pencernaan tidak dipengaruhi (P > 0.5) oleh lokasi budidaya baik tawar, payau maupun laut. Aktivitas enzim pencernaan ikan nila salin yang dbudidaya pada air tawar, aktifitas tertinggi diperoleh pada enzim α-amilase berkisar  berkisar 0,265-0,715 U/mL/menit (0,51 ± 0,23 U/mL/menit) dan terendah adalah enzim protease berkisar 0,15-0,20 U/mL/menit ( 0,02 ±0,00 U/mL/menit). Aktivitas enzim pencernaan ikan nila salin yang dbudidaya pada air payau yang tertinggi diperoleh pada enzim α-amilase berkisar  berkisar 0,520-0,653 U/mL/menit (0,59 ± 0,07 U/mL/menit) dan terendah adalah enzim protease berkisar 0,024-0,037 U/mL/menit ( 0,03 ±0,01 U/mL/menit). Aktivitas enzim pencernaan ikan nila salin yang dbudidaya pada Karamba Jaring Apung (KJA) di laut yang tertinggi diperoleh pada enzim α-amilase berkisar  berkisar 0.706-0.956 U/mL/menit (0.73 ± 0,19 U/mL/menit) dan terendah adalah enzim protease berkisar 0,15-0,36 U/mL/menit ( 0,03 ±0,01 U/mL/menit). 
ANALISIS KELENGKAPAN ALAT KESELAMATAN KAPAL PENANGKAP IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN TENDA KECAMATAN HULONTHALANGI KOTA GORONTALO Rahim, Rezky Maulana; Olii, Muhammad Yasin Omsini Putra; Ngabito, Meriyanti
Gorontalo Fisheries Journal Volume 7 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v7i2.3800

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan keberadaan peralatan keselamatan di atas kapal penangkap ikan dan mengevaluasi kemahiran nakhoda dalam menggunakan peralatan tersebut untuk menjamin keselamatan awak kapal. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif, sedangkan strategi sampel yang digunakan adalah non-probability sampling, yaitu menggunakan strategi purposive sampling dan aksidental sampling. Penelitian ini memiliki jumlah sampel sebanyak 15 informan/responden, dengan tujuan utama untuk mengidentifikasi peralatan keselamatan yang ada di kapal penangkap ikan dan menilai tingkat kesadaran nakhoda terhadap penggunaan peralatan keselamatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal telah mempunyai peralatan keselamatan sesuai Petunjuk Teknis atau Tata Cara Pelayanan Sertifikat Kelaikan Laut Kapal Penangkap Ikan, sesuai dengan Kriteria Perlengkapan Aspek Kelaikan Laut. Peralatan keselamatan ini meliputi peralatan pemadam kebakaran, sistem navigasi, dan perangkat komunikasi radio. Perlengkapan keselamatan dan kehidupan pribadi yang disertakan di atas kapal meliputi pelampung penyelamat, jaket pelampung, dan sinyal marabahaya. Ketentuan ini mungkin dianggap memadai untuk memenuhi standar yang ditentukan berdasarkan kategori ukuran kapal dan wilayah pelayaran yang ditentukan. Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi mereka yang melakukan aktivitas operasi atau penangkapan ikan saat ini masih belum mencukupi, hanya tersedia sarung tangan. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua kapal dilengkapi dengan sarung tangan tersebut. Alat pelindung diri tidak termasuk dalam parameter persyaratan kualifikasi untuk klasifikasi peralatan. Selain itu, pemahaman nakhoda mengenai penggunaan peralatan keselamatan sebagian besar terbatas pada tingkat keahlian dasar. Hanya sebagian kecil nakhoda yang mengaku memiliki pengetahuan yang cukup, dan tidak ada satupun dari mereka yang tidak familiar dengan pengoperasian peralatan keselamatan di atas kapal.
Selektivitas Alat Tangkap Purse Seine Waring di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Dadap Kabupaten Indramayu Dewanti, Lantun Paradhita; Burhanuddin, Muhmmad Adhietya Ramadhani; Yustiati, Ayi; Ismail, Muhammad Rudyansyah; Apriliani, Izza Mahdiana
Gorontalo Fisheries Journal Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v6i2.3365

Abstract

Purse seine merupakan alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan di Kabupaten Indramayu. Purse seine memiliki hasil tangkapan yang multi species sehingga memiliki tingkat selektivitas yang rendah. Hal ini dapat menjadi salah satu indikasi sumber daya perikanan tangkap di Pantai Utara Jawa berpotensi mengalami overfishing. Riset ini bertujuan untuk menganalisis tingkat selektivitas alat tangkap purse seine waring berdasarkan frekuensi ukuran panjang ikan, proporsi hasil tangkapan, indeks keanekaragaman, dan indeks dominansi alat tangkap purse seine waring di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Dadap Kabupaten Indramayu. Pelaksanaan riset dilakukan di PPP Dadap pada Bulan September – Oktober 2022. Metode riset yang digunakan yaitu metode survey dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil riset menunjukkan bahwa hasil tangkapan utama adalah jenis ikan teri (Stolephorus sp.) dengan total bobot sebesar  30.415 kg. Sedangkan hasil tangkapan sampingan didominasi oleh ikan tembang (Sardinella fimbriata) dengan total bobot sebesar  74.296 kg. Distribusi ukuran Panjang ikan teri berada pada kisaran panjang 2,7 – 8,5 cm dengan proporsi ikan teri layak tangkap sebesar 66,58%. Hasil tangkapan utama berdasarkan bobot memiliki proporsi sebesar 23,32% dan sampingan 76,68%. Nilai indeks keanekaragaman spesies (H') sebesar 0,85 dan nilai indeks dominansi (C) sebesar 0,49. Alat tangkap purse seine waring memiliki sifat selektif positif terhadap ukuran, namun negatif terhadap spesies. Sedangkan berdasarkan indeks keanekaragaman dan indeks dominansi, alat tangkap purse seine waring memiliki nilai selektivitas yang rendah.
Pemanfaatan Limbah Pelelangan Ikan Jembatan Puri Kota Sorong Sebagai Bahan Baku Pangan Ikan Fahrizal, Ahmad; Ratna, Ratna
Gorontalo Fisheries Journal Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v6i1.3317

Abstract

Kegiatan pelelangan ikan di TPI Jembatan Puri berlangsung setiap hari demikian juga dengan limbah hasil pelelangan ikan sebagai hasil sampingan terbuang ke daerah sekitar TPI. Penelitian ini diharapkan dapat menekan beban lingkungan yang disebabkan oleh limbah yang berasal dari TPI Jembatan Puri, Kota Sorong dengan tujuan untuk mengidentifikasi limbah yang dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan tepung ikan dan pellet ikan yang bersumber dari limbah TPI. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen meliputi pembuatan tepung ikan dan pembuatan pellet berbahan limbah ikan dari TPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung berbahan limbah ikan berdasarkan jenis ikan diperoleh kandungan yang berbeda. Pada tepung berbahan limbah ikan tuna (A) diperoleh rata-rata protein 40,69%, ikan cakalang (B) 62,60, ikan teri (C) 47,43%, dan ikan sarden (D) 58,69%. Berdasarkan standar Nasional Indonesia (SNI) kadar air terbaik terdapat pada perlakuan C dengan kandungan rata-rata sebesar 4,57%, selanjutnya berturut-turut perlakuan B, Perlakuan D, dan Perlakuan A. Untuk kadar protein dengan kategori mutu I yaitu 65% terdapat pada perlakuan B dengan nilai rata-rata 62,60%, kemudian berturut perlakuan D yaitu rerata 58,70%, perlakuan C rerata 47,34%, dan terakhir pada perlakuan A yaitu rerata 40,69%. Kadar abu dengan nilai 20% untuk mutu I di jumpai pada perlakuan B yaitu 9,96% dan Perlakuan D sebesar 12,64%, lalu perlakuan C yaitu 47,34%, dan perlakuan A yaitu 38,59%. Kadar lemak adalah 8% diperoleh perlakuan terbaik pada perlakuan C, kemudian Perlakuan A. Sedangkan untuk kadar karbohidrat dengan mutu I yaitu 1,5%. Perlakuan yang mendekati adalah perlakuan A. Untuk pellet berbahan limbah ikan, nilai kandungan pada perlakuan A didapatkan rata-rata protein 21,66%, perlakuan B yaitu 31,66%. Perlakuan C yaitu 25,06%. Serta perlakuan D yaitu 29,87%. Dari hasil penelitian tepung berbahan limbah ikan berdasarkan jenis ikan tuna, ikan cakalang, ikan teri dan ikan sarden layak untuk digunakan sebagai bahan baku pakan pellet ikan.
PENGELOLAAN SANITASI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI UPTD PELABUHAN PERIKANAN GENTUMA KECAMATAN GENTUMA RAYA KABUPATEN GORONTALO UTARA Kau, Prangki; Astuti, Ida; Ngabito, Meriyanti
Gorontalo Fisheries Journal Volume 7 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v7i1.3796

Abstract

Pengelolaan tempat pelelangan ikan, sering mengalami masalah mengenai sanitasi dan pengelolaan limbah menjadi terlupakan. Buruknya penanganan sanitasi dan kurangnya fasilitas sanitasi yang memungkinkan terjadinya kerugian dalam perdagangan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang kondisi sanitasi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) UPTD Pelabuhan Perikanan Gentuma, Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif observasional, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguraikan sanitasi dasar yang terdapat di Pelabuhan tempat pelelangan ikan. Data penilaian kondisi sanitasi yang diperoleh berdasarkan 25 orang responden kemudian ditabulasikan kedalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan pelaksanaan atau kondisi yang ada di Pelabuhan Perikanan Gentuma dengan standar sanitasi pelabuhan perikanan menurut ketentuan nasional yang berlaku. Berdasarkan hasil pengamatan dan penilaian yang diperoleh dari hasil wawancara dengan menyebarkan kuesioner kepada 25 responden terhadap enam variabel objek penelitian di PPI dan tempat pelelangan ikan Gentuma, Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara didapatkan nilai tertinggi yaitu 2 (Sangat Baik) pada tiga variabel yaitu pada variabel lokasi dan lingkungan PPI, kondisi bangunan PPI, dan kontruksi pemeliharaan alat sedangkan nilai sedang (1,88) termasuk saluran pembuangan, tanda peringatan area TPI dan wadah khusus tahan karat.
Analisis Pendapatan Nelayan Gill Net dan Pukat Pantai di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Korompot, Fajri; Auliyah, Nurul; Ngabito, Meriyanti
Gorontalo Fisheries Journal Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2 2023
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v6i2.3344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, membandingkan dan menganalisis pendapatan nelayan berdasarkan alat tangkap yang digunakan seperti jaring insang dan pukat pantai di Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Parameter yang diukur adalah Total Biaya, Total Pendapatan, Provit, BEP (Break Event Point), R/C Ratio (Return Cost Ratio), dan PBP (Payback Period). Penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik wawancara (kuesioner). Sampel ditentukan berdasarkan jumlah nelayan yang menggunakan alat tangkap Gillnet dan Pukat Pantai di Kecamatan Kaidipang. Sampel yang digunakan berjumlah 13 responden yang terdiri dari 9 orang nelayan Gillnet, 2 orang nelayan Pukat Pantai, 1 orang Nelayan Pukat Insang serta Nelayan Pukat Pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan yang diperoleh nelayan Gillnet adalah Rp. 15.524.233 dan keuntungan yang diperoleh nelayan pukat pantai sebesar Rp. 9.847.667. Secara finansial baik nelayan jaring insang maupun nelayan pukat pantai sangat diuntungkan dimana R/C kurang dari 1, yaitu 0,88 untuk nelayan jaring insang dan 0,58 untuk nelayan pukat pantai. Namun nelayan jaring insang lebih diuntungkan dibandingkan nelayan pukat pantai. Uji-t Sampel Berpasangan menunjukkan nilai yang sama yaitu 0,085. Payback period bagi nelayan jaring insang sebesar 1,02 yang berarti modal akan kembali dalam waktu 1 tahun 2 hari. Sedangkan payback period nelayan pukat pantai adalah 1,58 yang berarti modal akan kembali dalam waktu 1 tahun 5 bulan 8 hari.