cover
Contact Name
Bachtiar
Contact Email
tiarfpug@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journalofforestry@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Gorontalo Journal of Forestry Research
Published by Universitas Gorontalo
ISSN : 26142058     EISSN : 2614204X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Gorontalo Journal of Forestry Research (GJFR) is a media publication for academics, researchers and practitioners to publish the results of research or scientific articles. GJFR is published 2 (two) periods each year, ie every April and October.
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
EFFECTIVENESS TEST OF ARBUSCULAR MYCORYHZA BIOBERTESTIN ON THE GROWTH OF MATOA SEEDLINGS (Pometia pinnata J.R.FORST. & G.FORST.) IN POST-GOLD MINING SOIL MEDIA safitri, ikraeni; Supriatna, Supriatna; Puspaningrum, Dian; Dzulhajjah, Rahmah
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2025 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v8i1.3827

Abstract

Arbuscular Mycorrhiza Fungi (AMF) can be used as a biofertilizer or biological fertilizer so that it increases the absorption of nutrients needed by plants such as P, K, Ca, Mg, Fe. The purpose of this study was to test the effectiveness of the use of arbuscular mycorrhizal fungi fertilizer on the growth of matoa seedlings in post-gold mining soil media. This study used a Randomized Block Design (RAK) with arbuscular mycorrhizal fungi treatment on each plant, including: Control (A), 5 g AMF (B), 10 g AMF (C), 15 g AMF (D). The results showed that the inoculation treatment of 15 g AMF was able to increase the average percentage of root colonization (72.21%), plant height (5.19 cm), diameter (0.80 mm), dry weight of shoots (1.93 g), and seedling quality index (0.26). Therefore, AMF can play a role in increasing the growth of matoa seedlings in nutrient-poor soil, especially post-gold mining soil on a plastic house scale. Therefore, FMA can play a role in increasing the growth of matoa seedlings in nutrient-poor soil, especially post-plastic house-scale gold mining soil.
OPTIMASI BIAYA PRODUKSI DALAM INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU (Studi Kasus Usaha Jepara Meubel Kayu Jati Majene) Indhasari, Fitri; Ramli, Muhammad Agusfartham
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2024 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v7i1.3300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi produksi optimum dengan memperhatikan keterbatasan sumberdaya sehingga diperoleh keuntungan Usaha Jepara Meubel yang maksimum di Lingkungan Labuang Kecamatan Banggae Timur Kabuptaen Majene Sulawesi Barat. Analisisdata yang dilakukan adalah analisis biaya produksi untuk setiap jenis produk kayu jati dan analisis optimum produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi setiap meter kubik produk besarnya bervariasi antara Rp.105.000 hingga Rp.2.045.000 per meter kubik produk. Solusi optimum menunjukkan bahwa dari 20 produk kayu jati yang dianalisa, ada 3 produk utama yang dihasilkan yaitu produk X9, X13 dan X16, sementara produk yang lain yang diproduksi pada tingkat minimum. Jumlah produksi optimum adalah 10.169,81 m3 per bulan lebih tinggi dibandingkan jumlah produksi pada kondisi aktual. Pada kondisi optimum keuntungan Usaha Jepara Meubel per bulan meningkat.
PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP PRODUKTIFITAS AREN (Arenga pinnata) Puspaningrum, Dian; Sandalayuk, Daud; Wolinelo, Mega SNH
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 2 NOMOR 2 TAHUN 2019 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v2i2.1095

Abstract

Tanaman Aren (Arenga pinnata) merupakan pohon sejuta manfaat, batang hingga daun dapat digunakan dan diolah menjadi bahan bernilai ekonomi. Desa Dulamayo merupakan salah satu desa penghasil nira aren yang cukup besar. Nira diolah menjadi gula semut oleh masyarakat sekitar dan dapat memenuhi pesanan hingga 1 Ton dalam waktu 1 minggu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap produktifitas aren. Data diperoleh manggunakan metode Line transek dan membuat plot sampling di ketinggian 400 mdpl – 700 mdpl. Pada ketinggian 400 mdpl dan 700 mdpl diambil sampel tanah untuk dianalisis sifat fisiknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik dan tempat tumbuh tanaman aren memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap nira yang dihasilkan. Produksi nira yang paling tinggi adalah 1012 liter dalam waktu 2 (dua) bulan pada ketinggian 600 mdpl dan yang paling rendah 394.5 liter pada ketinggian 600 mdpl. Hasil analisis sifat fisiknya berupa berupa tekstur, warna, Bulk Density Particle Density, ruang pori dan permeabilitas tanah menunjukkan kondisi tanah tempat tumbuh tanaman aren mendukung pertumbuhannya. Analisis uji pH tanah di ketinggian 700 mdpl menunjukkan tanah terlalu masam sehingga mempengaruhi pertumbuhan tanaman aren. Tanaman aren yang subur dapat menghasilkan nira yang banyak. 
STUDY OF LAND COVER AND BIODIVERSITY IN RELATION TO ROAD DEVELOPMENT IN MUARA KAMAN SEDULANG NATURE RESERVE Apansyah, Apansyah; Kristiningrum, Rochadi Kristiningrum; Aipassa, Marlon Ivanhoe; Pardosi, Jawatir; Sarwono, Edhi; Duakaju, Nella Naomi
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2024 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v7i2.3743

Abstract

This study evaluates the environmental impact of road construction in the Muara Kaman Sedulang Nature Reserve (CAMKS), with a particular focus on land cover changes and biodiversity loss. The 8.189 km road construction aims to connect the isolated areas between Kupang Baru Village and Liang Buaya Village. Satellite imagery was used to analyze land cover changes due to road construction, while field surveys were conducted to assess the biodiversity of flora and fauna affected by the development. Findings research indicate that  majority of land covers consist of shrub/swamp thicket. Additionally, no protected plant species were found in either village, but naturally growing tree species were identified, and approximately 26% of protected wildlife were located within the CAMKS area. This means the impacts include habitat loss, disruption of natural behaviors, and increased risk of vehicle-related fatalities, and that the area holds high conservation value.
PENGARUH FMA DAN PUPUK SUPERNASA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAYU KUKU (Pericopsis mooniana THW) Dzulhajjah, Rahmah; Safitri, Ikraeni; Umar, Mazfia; Hafili, Sri Inrawaty; Zahrimah, Zahrimah
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 6 NOMOR 2 TAHUN 2023 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v6i2.3202

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi FMA dan pupuk supernasa terhadap pertumbuhan bibit kayu kuku (P. mooniana THW) umur tiga bulan. Rancangan penelitian yang digunakan berdasarkan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor pertama FMA (A) yang terdiri dari dua perlakuan antara lain A0 (Kontrol), A1 (Septoglomus constrictium), factor kedua yakni pupuk supernasa (B) yang terdiri dari tiga perlakuan yaitu B0 (kontrol), B1=1 g/1 L air, B2 = 1,5 g/1 L air, B3 = 2 g/1 L air, B4 = 2,5 g/1 L air. Anaalisi data pada penelitian ini menggunakan analisis sidik ragam (uji F) dan jika hasil menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa perlakuan interaksi FMA dan pupuk supernasa 1.5 g/liter air meningkatkan pertumbuhan diameter bibit dengan persen peningkatan terhadap kontrol sebesar 110%, interaksi FMA S. constrictum dan pupuk supernasa 1 g/liter air cenderung memiliki rata-rata tertinggi pada peubah tinggi (4.60 cm) dan untuk peubah jumlah daun perlakuan interaksi FMA S. constrictum dan tanpa pupuk supernasa (4.18 helai). Factor Tunggal FMA perlakuan FMA S. constrictum berbeda nyata terhadap kontrol pada peubah tinggi, diameter dan jumlah daun. Factor tunggal pemupukan menunjukkan perlakuan pupuk supernasa 1 g/liter air meningkatkan pertumbuhan tinggi, diameter dan jumlah daun bibit kayu kuku umur tiga bulan dengan nilai berturut-turut 4.09 cm, 1.07 mm, 3.85 helai. Sehingga penggabungan FMA dan pupuk supernasa untuk menguji hubungan ketersediaan unsur hara dan serapan hara yang dibuthkan oleh tanaman.ABSTRACTThis research aims to determine the effect of application of AMF and supernasa fertilizer on the growth of three-month-old Kuku wood (P. mooniana THW) seedlings. The research design used was based on a Completely Randomized Factorial Design. The first factor is AMF (A) which consists of two treatments including A0 (Control), A1 (Septoglomus constrictium), the second factor is supernasa fertilizer (B) which consists of three treatments namely B0 (control), B1=1 g/1 L water, B2 = 1.5 g/1 L water, B3 = 2 g/1 L water, B4 = 2.5 g/1 L water. Data analysis in this study used analysis of variance (F test) and if the results showed a real effect, it was continued with the Duncan test. The results of the research showed that the interaction treatment of AMF and supernasa fertilizer 1.5 g/liter of water increased the growth of seed diameter with a percent increase compared to the control by 110%, the interaction of AMF S. constrictum and supernasa fertilizer 1 g/liter of water tended to have the highest average for the high variable. (4.60 cm) and for the variable number of leaves in the interaction treatment of AMF S. constrictum and without supernasa fertilizer (4.18 pieces). Single Factor AMF S. constrictum AMF treatment was significantly different from the control in the variables height, diameter and number of leaves. The single fertilization factor showed that 1 g/liter of water supernasa fertilizer treatment increased the growth in height, diameter and number of leaves of three-month-old Kuku wood seedlings with values respectively 4.09 cm, 1.07 mm, and 3.85 strands. So combining AMF and supernasa fertilizer to test the relationship between nutrient availability and nutrient uptake needed by plants. 
NILAI KONTRIBUSI SISTEM AGROFORESTRI DI DESA KOKOTU, HALMAHERA SELATAN Mahdi Tamrin; Abdul Kadir Kamaluddin
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 6 NOMOR 1 TAHUN 2023 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v6i1.2483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah dan jenis tanaman tahunan serta tanaman musiman yang ditanam pada lahan pekarangan dengan sistem agroforestri, dan mengukur pendapatan keluarga dari sistem pekarangan yang diterapkan di Desa Kokotu, Kecamatan Bacan Barat Halmahera Selatan. Analisis pengusahaan pekarangan yang diterapkan dengan sistem agroforestri dilakukan untuk mengetahui proses pengembangan yang selama ini telah dilakukan masyarakat Desa Kokotu, Selanjutnya dilakukan analisis deskriptif meliputi jumlah jenis dan jumlah individu tanaman per hektar sesuai luas lahan yang diusahakan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat Desa Kokotu sebagian besar berprofesi sebagai petani, dengan menanam berbagai jenis  tanaman pada lahan pekarangan seperti jenis ubi-ubian, sayuran, bebuahan, rempah, kayu, dan tanaman hias serta tanaman obat yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga maupun untuk tujuan komersil jika produksinya lebih.
PHYSICAL AND MECHANICAL PROPERTIES OF ROYAL PALM (Roystonea regia (Kunth O.F.Cook) as a COMPOSITE REINFORCING MATERIAL Adzkia, Ulfa; Hasanuddin, Hasanuddin; Nugroho, Naresworo; Karlinasari, Lina
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2025 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v8i1.3995

Abstract

The Royal Palm (Roystonea regia) is a type of monocotyledonous plant that is widely planted, especially as an ornamental plant that is part of the urban landscape. However, in its growth, there is a natural cycle where the royal palm leaves will fall and end up as waste. In this case, the royal palm leaf sheath is thought to have potential as a composite reinforcement material. However, in its utilization as a composite reinforcement material, basic information such as the physical and mechanical characteristics of the material needs to be known. The purpose of this study was to evaluate the physical and mechanical properties and potential utilization of the royal palm leaf sheath. The research shows that the green royal palm leaf sheath's water content and density are higher than the brown leaf sheath. In addition, the dimensional stability of the green leaf sheath is higher than that of the brown leaf sheath. The tensile strength of the green conditions is lower than that of the brown conditions, and the strength decreases towards the core of the royal palm leaf sheath. Meanwhile, the tensile strength of the fibers from the two leaf sheath conditions is not significantly different. This test shows that the royal palm leaf sheath fiber is classified into fiber class II. This shows that the royal palm leaf sheath has the potential as a composite reinforcement material.
APPLIKASI BIOCHAR BERBAHAN DASAR LIMBAH KAYU MERANTI (Shorea spp.) UNTUK PERTUMBUHAN MAHONI (Swietenia macrophylla) MENGGUNAKAN MEDIA TAILING EMAS MERANTI (Shorea spp.) BIOCHAR APPLICATION TO MAHONI (Swietenia macrophylla) GROWTH IN GOLD TAILING MEDIA Maulani, Qori; Riniarti, Melya; Duryat, Duryat; Hidayat, Wahyu
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2024 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v7i1.3331

Abstract

ABSTRACTTailings are the final result of mining industry activities. Tailings are in the form of sludge waste produced from mining gold, copper, silver and other minerals. Tailings can potentially damage the environment and be dangerous to human life and other creatures. One effort to restore land from tailings is bioremediation technology. Biochar is a soil amendment material that can be used for environmental remediation. Utilizing meranti wood waste as biochar can reduce waste and increase economic value. Mahogany is a type of plant that is known to have potential as a phytoremediation plant. The aim of this research is to determine the effectiveness of meranti wood biochar to improve the growth of mahogany planted in gold tailings media. This research was carried out for four months in a greenhouse. The research was designed using a Completely Randomized Design (CRD) with the treatment of gold tailings and meranti-based biochar in the growing media used. There were 12 treatments with four repetitions. The treatment given is (1) 0% tailings+0% Biochar; (2) 25% tailings+0% biochar; (3) 50% tailings +0% biochar; (4) 0% tailings+5% biochar; (5) 25% tailings + 5% biochar; (6) 50% tailings +5% biochar; (7) 0% tailings + 10% biochar; (8) 25% tailings + 10% biochar; (9) 50% tailings + 10% biochar; (10) 0% tailings + 15% biochar; (11) 25% tailings + 15% biochar; (12) 50% tailings + 15% biochar. The parameters observed were height increase, diameter increase, leaf area and root length. The research results showed that the application of biochar was able to improve the growth of mahogany planted in gold tailings media. Providing 10 and 15% biochar on media with gold tailings even resulted in better mahogany growth compared to those grown on media without tailings. This shows that meranti-based biochar has the ability to become a soil amendment for land contaminated with gold tailings.ABSTRAKTailing merupakan hasil akhir dari kegiatan industri pertambangan. Tailing berbentuk limbah lumpur yang dihasilkan dari pertambangan emas, tembaga, perak maupun mineral lainnya. Tailing dapat berpotensi merusak lingkungan dan berbahaya bagi kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Salah satu upaya restorasi lahan dari tailing adalah dengan teknologi bioremediasi. Biochar adalah salah satu bahan pembenah tanah yang dapat digunakan untuk remediasi lingkungan. Pemanfaatan limbah kayu meranti sebagai biochar dapat mengurangi limbah dan meningkatkan nilai ekonomi. Mahoni termasuk tipe tanaman yang diketahui memiliki potensi sebagai tanaman fitoremediasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan efektifitas biochar kayu meranti untuk memperbaiki pertumbuhan mahoni yang ditanam pada media tailing emas. Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan di rsumah kaca. Penelitian didesign dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan pemberian tailing emas dan biochar berbahan dasar meranti pada media tumbuh yang digunakan.  Ada 12 perlakuan dengan ulangan sebanyak empat kali.   Perlakuan yang diberikan adalah (1) 0% tailing+0% Biochar; (2) 25% tailing+0% biochar; (3) 50% tailing +0% biochar; (4) 0% tailing+5% biochar; (5) 25% tailing + 5% biochar; (6) 50% tailing +5% biochar; (7) 0% tailing + 10% biochar; (8) 25% tailing + 10% biochar; (9) 50% tailing + 10% biochar; (10) 0% tailing + 15% biochar; (11) 25% tailing + 15% biochar; (12) 50% tailing + 15% biochar.  Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi, pertambahan diameter, luas daun dan panjang akar.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar mampu memperbaiki pertumbuhan mahoni yang ditanam pada media tailing emas.  Pemberian biochar 10 dan 15% pada media dengan tailing emas bahkan menghasilkan pertumbuhan mahoni yang lebih baik dibandingkan dengan yang ditanam pada media tanpa tailing. Hal ini menunjukkan bahwa biochar berbahan dasar meranti memiliki kemampuan untuk menjadi bahan pembenah tanah bagi lahan lahan tercemar tailing emas.  
PELUANG KEANEKARAGAMAN JENIS BIOMAS UNTUK ENERGI BIOMAS Naviza, Fania; Winarno, Gunardi Djoko; Hidayat, Wahyu; Yuwono, Slamet Budi
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 6 NOMOR 2 TAHUN 2023 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v6i2.3055

Abstract

ABSTRAK                                                                          Biomassa merupakan senyawa organik yang dihasilkan dari makhluk hidup melalui proses fotosintesis, berupa produk maupun buangan. Biomassa dapat merujuk pada limbah pertanian seperti tongkol jagung, limbah singkong, dan limbah padi. Pemanfaatan limbah belum dilakukan masyarakat. Potensi biomassa di Tegal Yoso bisa digunakan sebagai sumber energi yang jumlahnya sangat melimpah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman jenis biomas yang dapat dimanfaatkan untuk energi biomas, mengetahui perlakuan keanekaragaman jenis biomas, dan mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan keanekaragaman jenis untuk energi biomas. Jenis perlakuan yang dilakukan yaitu dibuang, dibakar, dan pakan ternak. Penelitian ini dilakukan pada 14 Mei 2023 sampai 14 Juni 2023 di Desa Tegal Yoso kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur. Penelitian menggunakan metode wawancara terbuka, wawancara tertutup menggunakan 30 responden dan survei. Data primer yang diperoleh dari wawancara dan survei dengan masyarakat desa Tegal Yoso, data sekunder diperoleh dari jurnal, artikel, dan internet. Data dianalisis dengan menggunakan skala likert. Hasil dari penelitian, persepsi aspek ekonomi menunjukkan nilai tertinggi, sedangkan persepsi aspek ekologi menunjukkan nilai terendah. Potensi biomassa tertinggi yaitu pada tanaman jagung sebesar 1,8 ton dan terendah yaitu tanaman singkong sebesar 1 ton. Kendala terhadap lahan pertanian yang disebabkan oleh gajah yaitu memakan tanaman jagung mendapat kerugian tertinggi sebesar 100%, dan pada tanaman padi mendapat kerugian terendah sebesar 15%. Peluang keanekaragaman jenis biomas untuk energi biomas memberikan peluang positif terhadap aspek ekologi, ekonomi, dan sosial. Kata kunci: Biomassa; Energi Biomas; Persepsi; Skala Likert. ABSTRACTBiomass is an organic compound produced by living creatures through the process of photosynthesis, in the form of products or waste. Biomass can refer to agricultural waste such as corn cobs, cassava waste, and rice waste. The community has not utilized waste. The biomass potential in Tegal Yoso can be used as a very abundant energy source. The aim of this research is to determine the diversity of biomass types that can be used for biomass energy, to understand the treatment of biomass type diversity, and to determine the public's perception of the use of species diversity for biomass energy. The types of treatment carried out are throwing away, burning, and animal feed. This research was conducted from 14 May 2023 to 14 June 2023 in Tegal Yoso Village, Purbolinggo subdistrict, East Lampung. The research used open interview methods, closed interviews using 30 respondents and surveys. Primary data was obtained from interviews and surveys with the Tegal Yoso village community, secondary data was obtained from journals, articles and the internet. Data were analyzed using a Likert scale. The results of the research show that the perception of the economic aspect shows the highest value, while the perception of the ecological aspect shows the lowest value. The highest biomass potential is for corn plants at 1.8 tons and the lowest is for cassava plants at 1 ton. Obstacles to agricultural land caused by elephants, namely eating corn plants, received the highest loss at 100%, and rice plants received the lowest loss at 15%. The opportunity for diversity of biomass types for biomass energy provides positive opportunities for ecological, economic and social aspects. Keywords: Biomass; Biomass Energy; Perception; Likert Scale.
POTENSI EKOWISATA PANTAI KAISOMARU DI LEATO KOTA GORONTALO Papeo, Yolanda; Ngabito, Meriyanti; Adipu, Yulianti; Astuti, Ida
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 7 NOMOR 2 TAHUN 2024 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v7i2.3588

Abstract

Pantai  Kaisomaru  merupakan  objek  wisata  yang  baru  dibuka  di  Kecamatan Leato  Selatan. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang eksotik, selain pemandangannya yang sangat indah, bisa menarik wisatawan baik dari dalam maupun luar pulau. Pantai Kaisomaru juga merupakan tempat dengan perairan yang tenang dan bisa menikmati camping, snorkeling serta diving. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi Ekowisata Pantai Kaisomaru dan tingkat kelayakan potensi pengembangan ekowisata di Pantai Kaisomaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengamatan secara langsung (survey).  Teknik analisis yang digunakan terdiri dari dua analisis yaitu panduan analisis daerah operasi objek dan daya tarik wisata alam (ADO-ODTWA) serta analisis kelayakan potensi objek wisata dengan berdasarkan metode penilaian kelayakan potensi objek wisata menurut Pedoman Analisis Daerah Operasi Objek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) oleh Dirjen PHKA Tahun 2003. Hasil penelitian ini menunjukkan Pantai Kaisomaru memiliki nilai tingkat kelayakan yang berkisar antara 71% - 94% dan termasuk dalam interpretasi kelayakan dengan kategori tinggi pada lima kriteria yaitu 1) Aksesibilitas, 2) Kondisi Lingkungan Sosial Ekonomi, 3) Pengelolaan dan Pelayanan, 4) Sarana dan Prasarana, 5) Ketersediaan Air Bersih. Sedangkan, dua kriteria yang memiliki nilai dengan interpretasi kelayakan Sedang, yaitu 1) Daya Tarik, 2) Akomodasi. Hasil penilaian ODTWA keseluruhan pada kawasan wisata Pantai Kaisomaru memiliki nilai tertinggi yaitu 3.730 dengan indeks kelayakan 79,5% menunjukan klasifikasi tinggi yang berarti objek wisata Pantai Kaisomaru menunjukan layak untuk dikembangkan. Namun, beberapa aspek seperti peningkatan akomodasi serta tambahan sarana dan prasana dapat menjadi fokus dalam upaya pengembangan keberlanjutan wisata.