cover
Contact Name
Unitomo
Contact Email
fs@unitomo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rahadiyan.duwi@unitomo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24068268     EISSN : 25802984     DOI : -
Jurnal AYUMI adalah jurnal budaya, bahasa dan sastra yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Sastra, Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal ini memuat hasil penelitian, artikel ilmiah, dan studi pustaka tentang budaya, bahasa, dan sastra Jepang. Kami mengundang para dosen prodi bahasa dan sastra Jepang, peneliti dan praktisi untuk mengirimkan karyanya baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Jepang. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yakni setiap bulan Maret dan September. Batas akhir pengiriman naskah untuk edisi Maret adalah bulan Januari dan untuk edisi September pada bulan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Hasrat Kepribadian Skizofrenik Tokoh Utama dalam J-Dorama: Bokura wa Kiseki de Dekite iru「僕らは奇跡でできている」Perspektif Skizoanalisis Deleuze dan Guattari Ulfah Sutiyarti; Haris Supratno; Tengsoe Tjahjono; Yulia Hapsari
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 8 No 1 (2021): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.28 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v8i1.3915

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasrat kepribadian tokoh utama yang terdapat dalam J-Dorama Bokura wa Kiseki de Dekite iru karya sutradara Hoshino Kazunari dan Kono Keita (2018). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah skizoanalisis Deleuze dan Guattari. Penelitian ini menggunakan metode analisis teks berupa deskripsi adegan dalam film dan kutipan dialog antartokoh. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik metode analisis teks dengan mengambil bentuk kutipan percakapan dalam drama. Data diperoleh dari data percakapan pelaku utama dari drama Jepang dengan judul Bokura wa Kiseki de Dekite iru yang mengidentifikasikan hasrat kepribadian berdasarkan kajian skizoanalisis Deleuze dan Guattari. Kutipan percakapan pada drama yang diambil adalah kutipan yang mengandung unsur-unsur hasrat kepribadian berdasarkan kajian teori Deleuze dan Guattari. Langkah selanjutnya adalah menganalisis kutipan percakapan dari drama tersebut untuk mendeskripsikan hasrat kepribadian apa saja yang ditemukan dalam drama Bokura wa Kiseki de Dekite iru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh utama dalam drama ini menunjukkan hasrat kepribadaian sesuai dengan yang dideskripsikan oleh Deleuze dan Guattari yaitu, 1) hasrat manusia sebagai manusia kreatif dan bereksperimen, 2) hasrat manusia yang bergerak menolak untuk mematuhi dan tunduk pada kode-kode sosial, 3) hasrat manusia menciptakan koneksi baru, membuka pengalaman, permulaan baru, dan memungkinkan berpikir secara berbeda. Kata kunci: hasrat kepribadian; J-Dorama; skizoanalisis Deleuze dan Guattari
Makna Verba Miru dalam Bahasa Jepang Meidariani, Ni Wayan
AYUMI : Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra Vol 8 No 1 (2021): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Japanese Literature Study Program, Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.623 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v8i1.3916

Abstract

Tulisan ini membahas tentang makna verba miru dalam bahasa Jepang yang dituliskan dengan kanji 観る、診る、看る dan 視る. Keempat kanji tersebut dibaca miru dan memiliki makna yang berbeda berdasarkan konteks penggunaan dalam kalimat. Berdasarkan fenomena inilah tulisan ini mengkaji makna verba miru dengan kanji 観る、診る、看る dan視るyang tergolong dalam homofon dengan menggunakan teori Natural Semantic Metalanguage (NSM) yang dikembangkan oleh Anna Wierzbicka (1996). Analisis NSM oleh Wierzbicka dilakukan dengan teknik parafrase untuk menemukan makna dasar verba miru sehingga diketahui perbedaannya. Data berupa korpus yaitu kalimat bahasa Jepang yang menggunakan verba miru di dalamnya yang diperoleh dari sumber berita online melalui pencarian google. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa verba miru ‘melihat’ dalam bahasa Jepang yang ditulis dalam 4 variasi kanji yang berbeda mengandung unsur makna 1) melihat dan merasakan, 2) melihat dan mengetahui, 3) melihat dan melakukan tindakan upaya penyembuhan. Melalui analisis ini dapat diketahui perbedaan verba miru dengan 4 variasi kanji yang berbeda berdasarkan pelaku dan efek yang ditimbulkan dari pengalaman subjek. Kata kunci: makna; semantik; verba miru
Tema dan Amanat Lirik Lagu dalam Lagu Anata yang Dipopulerkan oleh L`Arc~en~Ciel Rahadiyan Duwi Nugroho; Zid Zid Akhmad Fatoni
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 8 No 1 (2021): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.56 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v8i1.3917

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tema dan amanat dalam lagu Anata (あなた) yang dipopulerkan oleh L`Arc~en~Ciel (Laruku). Dalam menentukan tema, peneliti menggunakan teori Nurgiyantoro dan Shipley. Selanjutnya, dalam menentukan amanat, peneliti menggunakan teori Nurgiyantoro dan Sudjiman. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tema dan amanat dalam lirik lagu Anata (あなた) tersebut. Manfaat penelitian ini yakni, diharapkan memberi wawasan pembaca tentang tema dan amanat yang muncul dalam lirik lagu Anata dan menjadi referensi penelitian selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data berupa lirik dalam 7 bait lagu Anata. Hasil penelitian ini yakni, tema lagu Anata (あなた) adalah perjuangan dan cinta yang tergolong dalam tema tingkatan sosial menurut Shipley, karena pada hakikatnya manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan dan mengharapkan kehadiran orang lain seperti para penggemar (fans) atau keluarga serta pasangan hidup untuk tetap bertahan dan mengembangkan diri. Lalu, amanat dalam lagu ini adalah hendaknya seseorang senantiasa tidak putus asa melainkan terus berjuang mengatasi masalah hingga selesai. Kata kunci: amanat; L`Arc~en~Ciel; lagu Anata; lirik; tema
Struktur Dake dan Nomi dalam Karya Sastra Seinen Zaman Meiji dan Rashoumon Zaman Taisho Dwi Anggoro Hadiutomo
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 8 No 1 (2021): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.309 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v8i1.3918

Abstract

Penelitian terkait bahasa tidak hanya dapat dilakukan dengan mengambil objek bahasa di masa kini saja. Penelitian dengan objek bahasa di masa lalu juga sangat menarik untuk dilakukan, dan hingga saat ini masih sangat jarang dilakukan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian mengenai kajian penggunaan bahasa Jepang di masa lalu dengan menjadikan dua karya sastra, yakni Seinen yang merupakan karya Mori Ogai dari zaman Meiji dan Rashoumon yang merupakan karya Akutagawa Ryunosuke dari zaman Taisho sebagai sumber data. Kedua sastrawan tersebut merupakan sastrawan terkemuka pada masanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pola ungkapan dake dan nomi digunakan pada masa lalu. Hasilnya akan sangat berguna untuk mengidentifikasi perkembangannya hingga pemakaiannya saat ini. Penelitian dengan teori linguistik bandingan historis yang dipadukan dengan teori tata bahasa terkini tentang pola ungkapan dake dan nomi seperti ini dapat dilakukan terhadap karya yang dihasilkan oleh masyarakat pengguna bahasa pada masa lalu dalam kurun waktu tertentu. Metode penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik bagi unsur langsung untuk melihat dengan detail struktur penggunaan kedua pola ungkapan. Analisis penggunaan kedua pola ungkapan dalam kalimat-kalimat di kedua karya sastra tersebut dapat ditemukan dan dipahami bagaimana keduanya digunakan dalam struktur kalimat di masa tersebut. Sebagai hasilnya, kedua karya sastra tersebut lebih banyak menggunakan pola ungkapan dake dan nomi dalam gaya penulisan tidak formal. Kata kunci: dake; karya sastra; nomi; Rashoumon; Seinen
Inkarnasi Manusia Pemberontak pada Tokoh Toru Okada dalam Novel Nejimaki Dori Kuronikuru Karya Haruki Murakami Yohanes Arif Kuncoro; Listyaningsih
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 8 No 1 (2021): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.207 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v8i1.3919

Abstract

Filsafat eksistensialisme absurditas memandang hidup manusia tidak bermakna, sia-sia, namun bukan berarti manusia harus pasrah, melainkan harus melawan untuk mendapatkan eksistensi. Mereka yang melawan disebut manusia pemberontak. Novel Nejimaki Dori Kuronikuru karya Haruki Murakami menceritakan hal serupa tentang itu. Tokoh Toru Okada berusaha memberontak terhadap absurditas yang dialaminya dan menjadi manusia pemberontak. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan faktor-faktor pemicu pemberontakan Toru Okada dalam novel Nejimaki Dori Kuronikuru dan mendeskripsikan bentuk-bentuk inkarnasi manusia pemberontak pada diri tokoh tersebut. Manfaat penelitian ini berupa sumbangsih bagi apresiasi dunia kesusastraan Jepang dan dapat menjadi acuan dalam kajian filsafat eksistensialisme absurditas dalam karya sastra. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan filsafat eksistensialisme absurditas Albert Camus. Sumber data berupa novel berjudul Nejimaki Dori Kuronikuru jilid 1-3 karya Haruki Murakami yang dirilis pada rentang waktu 1994-1995. Data penelitian berupa narasi atau tindak tutur dalam novel yang berkaitan dengan teori filsafat eksistensialisme absurditas Albert Camus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Simpulan penelitian ini yakni, faktor-faktor yang memicu Toru Okada berupa akumulasi kondisi-kondisi absurd berupa kontradiksi dunia irasional dan naluri akan kejelasan, keterbatasan nalar manusia dengan temuan bahwa kontradiksi dunia irasional dan naluri akan kejelasan menjadi penyebab paling dominan dengan menyumbangkan data terbanyak. Selain itu, Toru Okada dapat dikatakan menyandang predikat sebagai inkarnasi manusia pemberontak. Hal tersebut dikarenakan ia telah memberontak secara metafisik maupun historis. Saran penelitian selanjutnya, novel ini dapat diteliti dengan teori psikologi abnormal, karena terdapat banyak tokoh seperti Kanou bersaudara, Kasahara Mei dan Kumiko Okada yang memiliki kelainan kepribadian. Kata kunci: absurditas; eksistensialisme; inkarnasi; manusia pemberontak
Fase Pembentukan Perubahan Seksual Tokoh Utama Film Serial TV Transit Girls Karya Masato Maeda Dinda Paramitha; Diana Puspitasari; Muammar Kadafi
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 9 No 1 (2022): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.586 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v9i1.4330

Abstract

The sexual orientation of homosexuals who are different from heterogeneous groups triggers identity problems in themselves and in social relations. The process that homosexual individuals go through in facing obstacles to gain legitimacy in society affects the development of their identity. This research aims to describe the process of forming sexual identity so that sexual identity can identify sexual roles. This research is a literature study with descriptive qualitative research with data sources from Masato Maeda's Transit Girls film released in 2015 using Vivienne Cass's model of homosexual identity development. As a result, it is show that Sayuri and Yui can reach six stages of homosexual identity development where they feel comfortable and have fully accepted being a lesbian. Through this research it is hoped that it can become a new knowledge about the process of forming a homosexual individual. Where hetero society is still the biggest influence on the process of developing the individual's identity. Regarding the success of becoming someone with a new identity or going back to the old identity as if it depended on it, that identity will also affect their social. Keywords: homosexual identity development; sexual changes; transit girls; Vivienne Cass.
Struktur Kalimat Perbandingan Berpemarkah -you Bermakna Menyatakan Kesamaan sebagai Reiji (例示) dan Hikyou (比況) Nani Sunarni
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 9 No 1 (2022): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.451 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v9i1.4331

Abstract

This research is within the scope of syntactic studies, focused on the study of comparative sentences marked with -you which express similarities by showing examples or reiji (例示) and which express similarities through comparisons or parables with something or hikyou (比況). The data used are comparative sentences sourced from Manabou Nihongo Shochuukyuu's book (Igari Miho et al., 2006) and self-made sentences (sakurei). The method of this study is a qualitative descriptive method. The sentence pattern mentioned first consists of has five patterns, namely 「V youni V」,「N no youni V」, 「N no youni A」,「V/N no youna N」,「 N no you (da)」. And the second mentioned sentence pattern has two patterns, namely 「N no youna N」and 「N no youni V (A)」. The 「V youni V」 pattern expresses the similarity meaning of the activity. The pattern 「N no youni V」expresses the meaning of similarity related to the activity of a person or object that is a concrete example. The pattern 「N no youni A」 expresses the meaning of the similarity of a condition or nature contained in a person or an object. The pattern 「V/N no youna N」 expresses the meaning of stating the similarity related to the activity or resemblance to an object being exemplified. The pattern 「N no you (da)」 means to express the similarity between an object and the object being exemplified. Then, the pattern 「N no youna N」 states the meaning of resemblance to the comparison between objects and objects. Meanwhile, the pattern 「N no youni V(A)」 expresses the meaning of similarity through comparisons expressed by verbs or adjectives with nouns. This study can be used as teaching material for understanding comparative sentences in Japanese. Keywords: comparison sentences; hikyou; reiji; -you
Teknik Penerjemahan Shift terhadap Data-Data Skripsi Mahasiswa Program Studi Sastra Jepang Universitas Kristen Maranatha Melinda Dirgandini
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 9 No 1 (2022): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.039 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v9i1.4332

Abstract

The language reflects the society and culture of the language user, so that in the translation process it is inevitable that there will be shifts from the source language (S.L.) to the target language (T.L.). This study aims to describe the types of shifts in the thesis data of students of the Maranatha Christian University Japanese Literature Study Program and describe the effect of these changes on the meaning of the translation of thesis data for Japanese Literature Study Program students. The object of this research is the students' linguistic thesis data. The data on the student thesis is written in Japanese using Japanese letters, then Japanese using Latin letters, and then translated into Indonesian. This research is a qualitative descriptive study that aims to complete the translation shift in form and meaning. In the analysis process, the method used is the translational equivalent method. The theories used include Nida and Taber and J.C. Catford (1965). The translation shift is divided into two types, namely level shift and category shift, to achieve a good level of equivalence for the quality of the resulting translation. Category shift is divided into four subsections: structure shift, class shift, unit shift, and intrasystem shift. The conclusion obtained from this research is the shift translation that occurs in the form of class shift, structure shift, and intrasystem shift. Shifts are unavoidable to get easy-to-understand translation results in the target language (T.L.). Keywords: Catford; translation shift; equivalence.
Campur Kode dan Stereotip Masyarakat Kansai yang Tercermin dalam Lirik Lagu Kanjani Eight Gresia Eliona; Titien Wahyu Andarwati
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 9 No 1 (2022): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.354 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v9i1.4333

Abstract

Kanjani Eight is a Japanese idol group which all members are from the Kansai area. The songs of Kanjani Eight have a unique characteristic, namely the existence of code mixing and also imply the stereotypes of Kansai society in the song lyrics. The purpose of this study is to describe the kind of code-mixing and stereotypes of the Kansai society that implied in the lyrics of the Kanjani Eight song. The theories used in this study are sociolinguistic theory, code-mixing, and stereotypes of Kansai society. This study used qualitative research methods. The data sources of this research are the lyrics of the songs Takoyaki in My Heart and Osaka Obachan Rock which were popularized by Kanjani Eight. The data collection procedure in this study used the listening method and the advanced technique used was the note-taking technique. Then to analyze the data, the researcher used content analysis techniques. After conducting an analysis, it was known that the most dominant code mixing in the 2 lyrics of the song was internal code mixing. Inner code mixing found as many as 27 data while outer code mixing as many as 12 data. The stereotypes found in the 2 lyrics of the song are 12 out of 15 stereotypes, namely: likes joke, stingy, knowledgeable about food, gaudy, vulgar, never give up, folksy, traditional, friendly, shameless, proud of their dialect and love their home town. The domination of inner code mixing from 2 songs confirm stereotypes that Kansai society proud of their dialect. Keywords: code mixing; Kansai dialect; sociolinguistic; song; stereotype.
Hubungan Interaksi Kelompok terhadap Pencapaian Tujuan dan Perkembangan Karakter Okabe Rintarou dalam Anime Steins;Gate 0 Aditya Permana; Ethel Deborah Lewerissa
Ayumi : Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Vol 9 No 1 (2022): AYUMI: Jurnal Budaya, Bahasa dan Sastra
Publisher : Faculty of Letters, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.395 KB) | DOI: 10.25139/ayumi.v9i1.4334

Abstract

This study aims to prove the effectiveness of the interaction process in groups on goals achievement and character development in Anime Steins;Gate 0. This study used a descriptive qualitative method regarding the theory of interaction process analysis by Robert F. Bales. This study uses data on interpersonal communication between group members dialogues categorized according to interaction process analysis theory (positive socio-emotional area, neutral task, and negative socio-emotional area). The writer found that interaction and communication between group members in the story were carried out during problem-solving through discussion and exchanging ideas, opinions, assessments, suggestions, and input. Both aspects are shown through delivery and interpretation to become the fruit of thought that unites their perception of purpose. Interaction and communication affect character development and their success in solving problems they face. Keywords: interaction; character development; communication; Okabe Rintarou.