cover
Contact Name
Fathurrahman
Contact Email
fathurphysics@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fathurphysics@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Abdimasa
ISSN : -     EISSN : 26218100     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Pengembangan Profesi Pendidikan Pada Sekolah Pengegrak Era Merdeka Belajar Di Provinsi Papua Barat Daya waskito aji suryo putro; Sugiono Sugiono; Wahyu Retno Widiyaningsih
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v6i2.4348

Abstract

Menurut Undang-undang Sisdiknas No 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Program Merdeka Belajar merupakan suatu Program yang lebih menitik beratkan bagaimanaseorang Pendidik bisa melihat lebih dekat kepada para anak didik yang di hadapi di satuan Pendidikan. Hal ini mendorong parapendidik untuk lebih memahami apa kemauan dari anak didik, mengarahkan anak didik dan menjadi pengayom bagi anak didik untuk lebih memantabkan apa yang akan dilakukan dimasa mendatang, khususnya dengan pendekatan yang humanis dan persuasif. Kemudian dikawinkan dengan keprofesian seorang pendidik di lingkungan satuan Pendidikan, Profesi Pendidikmerupakan profesi yang sangat penting dalam kehidupan suatu bangsa, hal ini tidak lain karena posisi pendidikan yang sangatpenting dalam konteks kehidupan bangsa. Pendidik merupakan unsur dominan dalam suatu proses pendidikan, sehingga kualitas pendidikan banyak ditentukan oleh kualitas pendidik dalam menjalankan peran dan tugasnya di masyarakat. Dengan mengingat hal tersebut, maka jelas bahwa upaya-upaya untuk terus mengembangkan profesi pendidik (Guru) menjadi suatu syarat mutlak bagi kemajuan suatu bangsa, meningkatnya kualitas pendidik akan mendorong pada peningkatan kualitas pendidikan baik proses maupun hasilnya.
Pelatihan Pembuatan Business Plan Menggunakan metode BMC (Business Model Canvas) Pada Bunda Paud Kabupaten Raja Ampat Satria Lintang; Yolan Marjuk; Pahmi Pahmi; Hamsiah Hamsiah; Sabaria Sabaria; Nur Afni Khairunisa; Andi Sismar; Hardiman Faramit Sanaba; Musriani Musriani
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v6i2.4376

Abstract

Perbaikan perekonomian pasca pandemi Covid-19 menjadi sorotan utama hingga sekarang. Program pemerintah untuk kembali mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejak tahun 2021, yang meliputi bantuan untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Selain memiliki faktor wisata yang menjadi destinasi unggulan dan menjadi perhatian pengembangan dari pemerintah darah, Kabupaten Raja Ampat juga berupaya meningkatkan kualitas SDM masyarakatnya. Terlihat dari adanya kerjasama dengan Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong pada pengembangan tenaga pendidik yang ada di Kabupaten Raja Ampat. Pada kondisi proses perbaikan perekonomian pasca pandemi Covid-19 yang meluluh lantahkan semua sektor, tidak mengherankan jika berbagai kalangan masyarakat memiliki keinginan mengambil pekerjaan tambahan sebagai pengusaha (Rachmadana,2021), guru salah satunya atau yang lebih sering disebut sebagai teacherpreneur. Business plan adalah dokumen tertulis yang disiapkan oleh calon pebisnis yang menggambarkan semua unsur-unsur yang relevan baik internal maupun eksternal mengenai perusahaan untuk memulai suatu bisnis yang isinya sering merupakan perencanaan terpadu menyangkut pemasaran, permodalan, manufaktur dan sumber daya manusia. Salah satu perencanaan yang dapat digunakan sebagai aplikasi model bisnis adalah Business Model Canvas (BMC). Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian adalah peningkatan kemampuan dalam pembuatan perencanaan bisnis menggunakan BMC
Teknologi Biogas Purifier dengan metode Water Washing-adsorption) sebagai Optimasi Gas Metan untuk Efisisensi Produksi Usaha Rumah Tangga di Kabupaten Sorong Nurfitri Rahim; Ivan Agustian Efendi; syaiku syaiku; rika tundan iriani; Nurul Meishah; annisa Sholikatin; suhria suhria; Sri Wahyuni Firman; Dheni Rossarie; Risfany risfany; aldila mawanti athirah
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v6i2.4621

Abstract

Kabupaten Sorong merupakan kabupaten yang memiliki industri makan dan minuman terbesar di provinsi Papua Barat dengan total 26 usaha industri makanan dan minuman (BPS, 2019). salah satu desa yang terkenal memiliki usaha industri kuliner yang berkembang yaitu berada di desa Klasmelek. Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh bakteri apabila bahan organic mengalami proses fermentasi dalam reactor (biodigester) dalam kondisi anaerob (tanpa udara). Kandungan CO2 pada biogas masih cukup besar. Tahap pembuatan biogas purifier terdiri dari tiga tahap yaitu Tahap input, Tahap Black Box, Output setelah pembuatan biogas purifier selanutnya yaitu Penerapan alat kepada mitra dilakukan dengan metode penyuluhan. Persiapan pertama yang dilakukan dalam perancangan desain biogas purifier yaitu persiapan alat dan bahan contohnya pembelian stik las, amplas dan perakitan. Penyuluhan ini dilakukan kepada masyarakat yang memiliki usaha dibidang kuliner di Kampung Klasmelek. Penyuluhan dilakukan dengan metode presentasi. Pada saat presentasi dijelaskan tentang deskripsi alat, cara pemakaian alat melalui buku pedoman serta uji coba secara langsung pada sampel. Teknologi biogas purifier dengan metode water washing – adsorption dapat memaksimalkan kualitas gas yang dihasilkan sehingga dapat menekan biaya proses produksi olahan makanan mitra.
Gerakan Literasi Baca Tulis Bagi Siswa SD Negeri 17 Kabupaten Sorong Abdul Hafid; Abdurahman Hatsama; Ari Mustia; Febrianto Febrianto; Isni Irna Jaya; Halisah Halisah; M. Fathur Ardiansyah; Tri Yuyanti
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v6i2.4665

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pengajaran baca tulis bagi siswa kelas IV SD Negeri 17 Kabupaten Sorong. Metode pelaksanaan terdiri dari persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan penyusunan laporan. Pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dengan judul Gerakan Literasi Baca Tulis Bagi Siswa SD Negeri 17 Kabupaten Sorong dapat meningkatakan kemampuan membaca dan menulis siswa, khususnya siswa kelas IV.
Sosialisasi Motor Learning Melalui Permainan Edukatif Bean Bag Sensory Target di SLB Karya Ibu Palembang Selvi Atesya Kesumawati; Bangkit Seandi Taroreh; M. Haris Satria; Noviria Sukmawati; Dewi Septaliza; Nur Azizah
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengatasi masalah belum optimalnya pemahaman motor learning melalui permainan edukatif bean bag sensory target di SLB Karya Ibu Palembang adalah dengan kegiatan sosialisasi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat tersusun tiga tahap antara lain: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan dan 3) evaluasi. Pengambilan data melalui observasi berlangsung selama 2 hari. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif. Subjek terdiri dari siswa, orang tua dan guru berjumlah 26 orang. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu adanya peningkatan pemahaman sebesar 100% (26 orang). Selama pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat siswa menunjukkan kegembiraan, rasa senang dan menikmati permainan.
Pemberdayaan Masyarakat Papua Melalui Program Ekopesantren Berbasis Pelestarian Lingkungan di Panti Asuhan Muhammadiyah Malasom santoso, budi; Jaharudin, Jaharudin; Triono, Mukhlas; Irawan, Muhammad Hadi
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v7i1.4851

Abstract

Panti Asuhan Muhammadiyah Malasom was founded as a form of awareness among community organizations and religious figures of the importance of education for the progress of the Papuan people. With all its limitations and with this awareness, the Muhammadiyah Malasom Orphanage has a vital role in the sustainability of education and the future, especially in skills education that are not obtained in formal education. Applied learning includes leadership, Muhammadiyah, and classical books. The most basic problem at the Muhammadiyah Malasom Orphanage is that the presence of this non-formal educational institution is not environmentally friendly. This can be seen from the students who throw rubbish carelessly in the orphanage area. The condition of the land at the Panti Asuhan Muhammadiyah Malasom is barren land so farming activities cannot be carried out. Even though farming is a basic skill when the students return to their hometowns. Apart from that, there is no waste management so rubbish is scattered around. Apart from that, the problem of difficulty in finding donors is also a serious problem that must be immediately found a solution. Because up to now, donors are the key to the organization's operational activities. The lack of awareness is what makes the Panti Asuhan Muhammadiyah Malasom not environmentally friendly. Even though partners have great potential in carrying out environmental conservation movements that have a positive impact on Islamic boarding schools and Papuan society in general. Community service aims to improve partners' skills in the curriculum aspect of strengthening character education and eco-Islamic boarding school practices. The Environmental Conservation Based Eco-Islamic Boarding School Implementation program at Panti Asuhan Muhammadiyah Malasom, is divided into two main activities, namely strengthening character education and the environmental care movement (with three movements: reforestation, soil enrichment, and waste management). The results of this dedication are: The result of this service is that the students' environment-loving character will be formed when the students gain direct experience (habituation practice) at the Orphanage. This means that effective learning is the practice of preserving the environment in the orphanage in addition to learning in the classroom.
Pengembangan Jiwa Kewirausahaan/ Enterpreneurship Di Kalangan Generasi Muda Pada Era Digitalisasi Husriah, Husriah
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v7i1.4967

Abstract

Perkembangan ekonomi kreatif tidak dapat terlepas dari generasi muda sebagai “gudang”kreativitas. Generasi muda adalah sumber daya produktif yang dengan ide keratifnya dapat membuka sebuah usaha (wirausaha) yang juga membantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran di angkatan kerja produktif. Semakin banyak anak muda yang berkecimpung di dunia wirausaha, semakin banyak pula produktifitas yang dihasilkan sehingga berdampak pula pada meningkatnya perkembangan ekonomi nasional. Salah satu bentuk kreatifitas bisa melalui kewirausahaan. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melalui beberapa tahapan diantaranya 1) Ceramah. Berisi kegiatan ceramah tentang pengetahuan Pengembangan kewirausahaan/entrepreneurship dikalangan generasi muda. 2) Problem solving dan creative thinking Berisikan praktik pemecahan masalah bisnis dan berpikir kreatif. 3) Diskusi. Berisi kegiatan diskusi tentang topik-topik yang dapat diangkat dalam pelatihan jiwa kewirausahaan/ entrepreneurship. Tanya jawab. Berisi kegiatan tanya jawab tentang permasalahan atau kendala dalam pelatihan kewirausahaan.
Optimalisasi Manfaat Ruang Terbuka Hijau Sebagai Tempat Edukasi Energi Terbarukan Masyarakat Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari Finali, Asmar; Handoko, Rudi Tri; Umar, Mega Lazuardi
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v7i1.4977

Abstract

RTH atau Ruang Terbuka Hijau, ruang terbuka hijau merupakan salah satu pendukung kenyamanan bagi kehidupan masyarakat sekarang ini. Kebutuhan akan tempat yang asri dan menyejukkan, sangat penting untuk aktivitas disuatu Desa. Salah satu RTH dimiliki oleh Desa Gintangan, yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan merupakan salah satu desa wisata kreatif yang ada di Indonesia. Desa ini juga disebut dengan desa Bambu, karena menjadi sentra kerajinan dari bambu, mulai dari berbagai kerajinan anyaman bambu hingga wayang bambu. Sebanyak 80% warga desa merupakan pengrajin bambu. Permasalahan yang terjadi dari kondisi RTH Desa Gintangan yang seperti diabaikan oleh masyarakat, minat warga Desa untuk memanfaatkan RTH masih minim. Oleh karena itu untuk meningkatkan daya tarik RTH Desa Gintangan maka direncanakan langkah-langkah sebagai berikut : pemanfaatan pohon taman untuk pemasangan penerangan lampu tenaga surya. Tujuan yang ingin diharapkan dalam pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan energi surya dan merawat taman desa, meningkatkan minat pengunjung ke RTH dengan menambahkan media penerangan yang menarik untuk mengedukasi masyarakat. Secara tidak langsung mengembangkan dan menata kembali RTH Gintangan dengan memberikan fasilitas berupa penerangan untuk memudahkan wisatawan.
Pelatihan Pengolahan Keladi Menjadi Tepung Keladi Santri Ma’had Bilal Bin Rabah Muzakki, Muhammad; Umamah, Wulan Mafrihatul; Hikmah, Nurul; Pinasih, Sari; Matdoan, Ida; Nuryanto, Aris
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v7i1.5020

Abstract

In several traditional markets, many Papuan mama/mace sell taro tubers that are still raw or have not been processed into food, and housewives also only manage taro or taro by frying or steaming it. However, taro contains quite a lot of nutritional content. Therefore, society needs to optimize the use of taro in an innovative and high-value manner. Ma'had Bilal Bin Rabah is an Islamic educational institution that focuses on developing Arabic and Islamic studies in Sorong district. If you look at the curriculum that Ma'had Bilal Bin Rabah has applied to his students so far, it only focuses on cultivating a deep understanding of the Islamic religion. However, they have not paid attention to other aspects which are no less important, such as soft skills which can support students in preaching in society. Meanwhile, if you look further, parents hope that their children will not only understand religious knowledge, but will also be skilled and independent. The PKM-K team will carry out service that focuses on processing taro or taro into taro flour as a substitute for wheat flour in making cakes. Meanwhile, the method used by the service during training uses active learning. The results of this service are that the students are trained to process taro into taro flour and are trained in strategies to market this product to the public.
Penyuluhan Dan Pelatihan Pembuatan Tanaman Hidroponik Sebagai Solusi Ketahanan Pangan Di Kampung Klalin Kabupaten Sorong Amatihuta, Bili; Firman, Sri Wahyuni; Rossarie, Dheni; Rahim, Nurfitri; Risfany, Risfany; Goa, Yusnita La; Athirah, Aldila Mawanti; Samual, Siti Hadija; Difinubun, Muh Ishar; Kasim, Muh
Jurnal Abdimasa Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Jurnal ABDIMASA Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalabdimasa.v7i1.5558

Abstract

Abstrak Hidroponik adalah cara bertanam tanpa menggunakan media tanah, media yang digunakan yaitu larutan mineral bernutrisi yang mengandung unsur hara sebagai media pengganti tanah. Hidroponik dapat memanfaatkan lahan sempit di halaman rumah. Banyak masyarakat yang masih belum ada yang belum mengetahui mengenai pemanfaatan lahan secara optimal salah satunya yaitu hidroponik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan pembuatan hidroponik, selain dapat memanfatkan lahan sempit hidroponik juga bisa menjadi upaya untuk ketahanan pangan keluarga. Peserta kegiatan pengabdian ini masyarakat di Klalin Kabupaten Sorong. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan semonstrasi pembuatan hidroponik. Dari hasil pengabdian yang telah dilakukan maka kesimpulan yang didapatkan yaitu dapat menambah pengetahuan warga tentang pentingnya pemanfaatan lahan yang sempit dengan sistem hidroponik, sehingga hasil dari teknologi hidroponik dapat dimanfaatkan sebagai ketahanan pangan keluarga. Kata Kunci : Hidroponik, Pelatihan, Penyuluhan. Abstract Hydroponics is a way of growing plants without using soil. The media used is a nutrient mineral solution that contains nutrients as a substitute for soil. Hydroponics can take advantage of narrow land in the yard. Many people still don't know about optimal land use, one of which is hydroponics. This service activity aims to provide socialization and training in making hydroponics, apart from being able to utilize narrow land, hydroponics can also be an effort for family food security. Participants in this community service activity are people in Klalin, Sorong Regency. This service activity is carried out in the form of counseling and demonstrations on making hydroponics. From the results of the service that has been carried out, the conclusion obtained is that it can increase residents' knowledge about the importance of using small areas of land with a hydroponic system, so that the results of hydroponic technology can be used for family food security. Keywords: Hydroponics, Training, Extension.