cover
Contact Name
Agus Mailana
Contact Email
agus.mailana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agus.mailana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
ISSN : 24069582     EISSN : 25812564     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir: is a peer review of a national journal published by the Tarbiyah Department of Al Hidayah Islamic High School in Bogor in an Islamic Education study program. This journal focuses on issues of Qur'anic science and interpretation.
Arjuna Subject : -
Articles 210 Documents
MAKNA IHSAN DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS SEMANTIK PERSPEKTIF TOSHIHIKO IZUTSU Ade Naelul Huda; Hawwa Nasywa Aqillah; Khoiriah Malinda Ritonga; Muhammad Encep Jaelani; Muhammad Alwan
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10247

Abstract

Konsep ihsan adalah salah satu istilah penting dalam al-Qur'an yang memiliki peran besar dalam membentuk nilai-nilai etika Islam. Meskipun umumnya dianggap sebagai bentuk kebaikan atau kesempurnaan dalam beribadah, makna yang terkandung dalam al-Qur’an menunjukkan makna yang lebih rumit dan terkait erat dengan sistem nilai wahyu. Penelitian ini bertujuan untuk memahami arti ihsan dengan menggunakan pendekatan semantik yang dikembangkan oleh Toshihiko Izutsu. Penelitian ini juga mempertimbangkan beberapa aspek seperti makna dasar, makna relasional, makna oposisi, sinkronik dan diakronik, serta analisis secara bersamaan dan sepanjang waktu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang didasarkan pada studi kepustakaan dengan pendekatan semantik struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna akar ḥ-s-n tidak hanya meliputi kebaikan secara umum, tetapi semakin diperkuat dalam al-Qur’an melalui hubungannya dengan istilah-istilah seperti 'adl, iman, dan taqwa, serta melalui perbandingan dengan kata-kata seperti sayyi’ah dan zulm. Dalam kontkes penggunaannya, ihsan menunjukkan tingkatan nilai yang melebihi standar keadilan dan mempertunjukkan kualitas tindakan yang terarah pada kesadaran akan keagamaan. Analisis diakronik menunjukkan adanya perubahan dari makna sosial dan estetis yang ada sebelum munculnya al-Qur'an menuju makna yang lebih bersifat etis dan teologis, yang terpadu dalam sistem keyakinan satu Tuhan. Dengan demikian, ihsan berperan sebagai konsep yang menggambarkan tingkat kualitas keagamaan dalam struktur pandangan dunia al-Qur'an yang memiliki tingkatan dan saling terkait.
TRADISI MENGAJI TUJUH HARI TUJUH MALAM DI KUBURAN: Studi Living Qur’an Pada Masyarakat Desa Sei Berombang Kab. Labuhanbatu Masliani Masliani; Muhammad Akbar Rosyidi Datmi
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10264

Abstract

Masyarakat Desa Sei Berombang memiliki tradisi mengaji tujuh hari tujuh malam di kuburan yang dilaksanakan pada saat salah satu warga meninggal. Tradisi ini dilakukakan sebagai bentuk menjaga warisan leluhur sehingga perlu dilakukan kajian untuk menilai tradisi tersebut menurut pandangan al-Qur'an. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah melakukan wawancara, peneliti menemukan bahwa tokoh agama memandang tradisi ini merupakan tradisi yang baik dan tidak bertentangan dengan al-Qur'an. Praktik tradisi ini dilakukan oleh 4 orang dengan mengaji secara keseluruhan, setiap orangnya minimal 3 kali khatam. Tradisi ini dilangsungkan oleh ahli umpan yang terkena musibah dengan memberikan upah kepada mereka yang melakukannya. Kemudian masyarakat setempat menganggap bahwa tradisi ini adalah hal yang positif untuk dilakukan dan mereka tidak pernah terganggu akan tradisi ini. Peneliti menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Sei Berombang telah mengamalkan al-Qur'an dengan bentuk melestarikan tradisi mengaji tujuh hari tujuh malam di kuburan.
NATUROPATI QURANI SEBAGAI PARADIGMA KESEHATAN HOLISTIK: KAJIAN TAFSIR AYAT-AYAT KESEHATAN Cecep Supriadi; Ahmad Thib Raya; Nur Arfiyah Febriani
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10266

Abstract

Artikel ini bertujuan merumuskan paradigma Naturopati Qurani sebagai pendekatan kesehatan holistik berbasis Al-Qur’an melalui metode tafsir tematik (maudhu‘i). Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya gangguan fisiologi dan penyakit degeneratif manusia kontemporer yang tidak memadai ditangani oleh paradigma biomedis reduksionistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kesehatan, penyembuhan, keseimbangan, kebersihan, dan fitrah manusia, kemudian dianalisis secara tematik-integratif dengan teori naturopati dan kesehatan holistik modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memuat prinsip-prinsip fundamental kesehatan yang selaras dengan naturopati, antara lain konsep asy-syifā’ (penyembuhan), thayyib (kebaikan dan kesehatan), thahārah (kebersihan), mīzān (keseimbangan), tazkiyah (penyucian diri), dan fitrah (potensi alami manusia). Sintesis ini melahirkan model Naturopati Qurani yang mengintegrasikan dimensi biologis, psikologis, sosial, spiritual, dan lingkungan dengan wahyu sebagai dasar epistemologis. Artikel ini menegaskan bahwa Naturopati Qurani berkontribusi pada pengembangan tafsir tematik kesehatan serta menawarkan paradigma alternatif yang holistik, preventif, dan bermakna dalam diskursus kesehatan Islam kontemporer.
FENOMENA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DALAM PERSPEKTIF TAFSIR AL-AZHAR KARYA BUYA HAMKA: Analisis Tematik Ayat-Ayat Tentang Kecemasan Sosial Luthviyah Romziana; Arini Hikmati Shofiyah
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10271

Abstract

Fenomena Fear Of Missing Out (FOMO) di era digital tidak hanya dipahami sebagai kecemasan psikologis akibat kecanduan media sosial, tetapi juga menyimpan dimensi spiritual yang memerlukan pendekatan normative-religius. Penelitian ini bertujuan menganalisis penafsiran Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan FOMO serta mengkontekstualisasikannya dengan realitas masyarakat digital kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan metode tematik (maudu’i). Data primer bersumber dari Tafsir Al-Azhar jilid 2,3, dan 6 pada QS. An-Nisa’: (32), QS. Thaha: (131), QS. Al-An’am: (116), sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah dan literatur psikologi sosial, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka menafsirkan FOMO sebagai manifestasi dari kelemahan spiritual. Tiga nilai utama ditemukan: syukur sebagai terapi kecemasan, qana’ah sebagai benteng perbandingan sosial, dan pengendalian diri sebagai filter arus informasi. Dengan penelitian ini, penafsiran Hamka menawarkan rekontruksi konseptual FOMO dengan menggeser locus of control dari validasi eksternal media sosial menuju keteguhan tauhid, sehingga relevan sebagai landasan literasi digital berbasis nilai keagamaan.
THE RULES OF HAZFUL OF RASM UTHMAN'S LETTERS: An Analytical Study of the Book of Al-Muqni' Fi Ma'rifati Marsumu Mashahifi Ahlul Amshar Li Abu Amr Uthman Ibn Sa'id Ad-Dani Herman Herman; Aceng Zakaria; Muslim Muslim; Budi Setiawan
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10272

Abstract

The writing of the Qur'an during the caliphate was a significant phase in Islamic history, where the collection and writing of revelations were carried out to preserve the authenticity of the text. This study aims to analyze the rules of Hazful Huruf Rasm Uthmani in the book Al-Muqni’ by Abu Amr Uthman Ibn Sa'id Ad-Dani, as well as its contribution to the science of Qur'anic rasm. The method used is qualitative research with a literature study approach, which includes an analysis of various works by related scholars. The results of the study indicate that in the book Al-Muqni’ by Abu Daud, the rules of hazf alif, ya, wawu, and lam play a crucial role in maintaining the clarity and beauty of the meanings of the holy verses. Each category of hazf contributes to the preservation of the correct recitation and enriches the language of the Qur'an. Although there are differing opinions among scholars regarding the omission of letters, a deep understanding of these rules is essential to avoid errors in recitation. In conclusion, this study emphasizes the importance of the rules of Hazful Huruf in the writing of the Qur'an and the contribution of the book Al-Muqni’ in preserving the science of rasm, which supports the tradition of correct recitation in Islam.
ETIKA INTERAKSI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN AJNABI SECARA VIRTUAL MENURUT QS. AN-NUR [24]: 30-31 : ANALISIS TAFSIR FĪ ẒILĀL AL-QURʾĀN KARYA SAYYID QUTHB Saffina Sajidah; Muhammad Ali Azmi Nasution
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10275

Abstract

Transformasi pola interaksi dari ruang fisik ke ruang virtual menimbulkan persoalan etis baru, terutama dalam interaksi antara laki-laki dan perempuan ajnabi yang kini berlangsung melalui medium digital. Kerangka etika dalam QS An-Nur [24]: 30-31 yang dirumuskan dalam konteks sosial klasik karenanya memerlukan pembacaan ulang agar tetap relevan dalam realitas kontemporer. Penelitian ini merupakan kajian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan fokus pada analisis tekstual atas penafsiran Sayyid Quthb dalam Tafsir Fī Ẓilāl al-Qurʾān, menggunakan metode tafsir taḥlīlī dengan corak adabī ijtimāʿī. Hasil penelitian mengidentifikasi enam prinsip etika dalam pembacaan Sayyid Quthb, yaitu pembentukan lingkungan moral kolektif, pencegahan antisipatif, pengendalian kesadaran dan arah perhatian, tanggung jawab moral lintas-gender, ekspansi medan etika ke ranah multi-sensorial, dan integrasi sistemik etika. Keenam prinsip ini menunjukkan elastisitas konseptual yang memungkinkan penerapannya dalam ruang digital melalui kerangka kesetaraan struktur relasional antara interaksi fisik dan virtual. Lebih jauh, penelitian ini mengusulkan reposisi konsep ḥifẓ al-faraj sebagai prinsip pengelolaan batas diri dalam ekosistem digital, melampaui pemaknaan anatomis yang sempit. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan tafsir kontemporer dengan menunjukkan bahwa prinsip etika klasik tetap operasional dalam menghadapi fenomena digital yang tidak dibayangkan sebelumnya. Secara praktis, paradigma yang dirumuskan menawarkan empat area aplikasi prioritas, yaitu konsumsi konten visual, komunikasi privat, presentasi diri, dan engagement parasosial, sebagai panduan etis bagi Muslim dalam berinteraksi di ruang digital
PROBLEMATIKA KENAKALAN REMAJA DI DESA MEKAR SARI, KECAMATAN DELITUA, KABUPATEN DELI SERDANG DITINJAU DARI ALQURAN Putri Sagita Anugrah Aini; Maraimbang Daulay
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10283

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui problematika kenakalan remaja di Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua, Kabupaten Deli Serdang, serta cara pandangnya menurut Alquran. Fokus utama dari penelitian ini mencakup masalah penyalahgunaan minuman keras, narkoba, tindakan tawuran, dan perjudian online yang semakin menjadi perhatian di kalangan remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan menerapkan studi kasus, yang menggabungkan analisis literatur dan penelitian lapangan melalui wawancara mendalam dengan para pelaku, tokoh agama, masyarakat, dan pemuda setempat. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa penyebab utama kenaikan kenakalan remaja adalah dampak dari lingkungan sosial, terutama dari teman sebaya, yang diperkuat oleh faktor lain seperti masalah dalam keluarga, kurangnya kontrol diri, serta kurangnya pemahaman tentang agama. Dalam sudut pandang Alquran, perilaku tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip moral dalam Islam yang tercantum dalam Surah Al-Māidah ayat 90–91 mengenai larangan terhadap khamr dan perjudian serta Surah Al-Hujurat ayat 10 yang menekankan pentingnya persaudaraan dan perdamaian. Oleh karena itu, sangat penting untuk melibatkan secara aktif keluarga, masyarakat, institusi pendidikan, dan tokoh agama dalam melakukan upaya pencegahan melalui penguatan pendidikan karakter, peningkatan nilai-nilai religius, dan pengawasan sosial.
ANALISIS PEMANFAATAN FITUR AUDIO MUROTTAL TAJWID DALAM APLIKASI AL-QUR'AN OLEH GENERASI Z DI MEDAN SERTA IMPLIKASINYA BAGI PENINGKATAN KUALITAS TILAWAH AL-QUR'AN Frasiska Sari Juwita; Junaidi Junaidi
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10285

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan fitur audio murottal tajwid dalam aplikasi Al-Qur`an oleh Generasi Z di Kota Medan serta implikasinya terhadap kualitas tilawah Al-Qur`an. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 partisipan Gen Z (18-15 tahun) yang aktif menggunakan aplikasi Al-Qur`an. Hasil analisis tematik menunjukkan lima tema utama: (1) kemudahan akses mandiri, (2) memperbaiki makharijul huruf dan hukum tajwid, (3) repetition learning, (4) faktor pendorong (fleksibilitas & motivasi), dan (5) hambatan (konsentrasi & kurangnya feedback). Implikasi positif terlihat pada peningkatan ketepatan tajwid, kelancaran bacaan, dan rasa percaya diri, meskipun masih terdapat keterbatasan konsistensi penggunaan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan media pembelajaran Al-Qur`an digital yang lebih efektif bagi generasi muda.
MAKNA PENDIDIKAN DALAM QS. AL-‘ALAQ AYAT 1–5 PERSPEKTIF TAFSIR AL-MISHBĀH DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nurul Amelia Hrp; Abdul Halim
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna pendidikan dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1–5 perspektif Tafsir Al-Mishbah serta relevansinya terhadap pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i). Sumber data primer berupa Al-Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan jurnal ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan analisis deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-‘Alaq ayat 1–5 mengandung konsep pendidikan yang meliputi aspek epistemologi (iqra’ sebagai dasar pencarian ilmu), teologi (bismi rabbika sebagai landasan tauhid), dan antropologi (manusia sebagai makhluk pembelajar). Selain itu, konsep qalam menunjukkan pentingnya literasi sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan. Nilai-nilai tersebut relevan dalam pendidikan agama Islam, khususnya dalam membangun integrasi antara ilmu, iman, dan praktik dalam proses pembelajaran.
PEMIKIRAN GENDER DALAM STUDI AL-QUR’AN: ANALISIS PERSPEKTIF ETIKA MONA SIDDIQUI Maria Al Faradela Zaskia Zanuba; Luthviyah Romziana
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 11 No 01 (2026): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v11i01.10449

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan pembacaan tafsir Al-Qur’an yang lebih kontekstual dalam merespons isu relasi gender kontemporer. Tujuan penelitian adalah menganalisis pemikiran gender Mona Siddiqui melalui pendekatan etika-hermeneutis yang menekankan keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab moral. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik studi kepustakaan (library research), menggunakan karya utama Siddiqui sebagai sumber primer, serta dianalisis melalui pendekatan studi tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siddiqui memandang Al-Qur’an sebagai teks etika dan spiritual, bukan semata produk hukum legalistik. Dalam isu poligami, ia menafsirkannya sebagai intervensi moral dalam konteks sosial untuk melindungi kelompok rentan, sehingga monogami lebih selaras dengan keadilan emosional. Hijab dan niqab dipahami sebagai ekspresi kesadaran moral dan spiritual, bukan sekadar aturan berpakaian. Sementara qiwāmah dimaknai sebagai tanggung jawab moral yang kontekstual, bukan legitimasi dominasi laki-laki. Kesimpulannya, pemikiran Siddiqui berkontribusi dalam pengembangan tafsir gender yang humanistik dan kontekstual, serta menegaskan pentingnya pendekatan hermeneutis-etis dalam menjembatani tafsir klasik dengan tuntutan keadilan gender modern.