cover
Contact Name
Eggy Fajar Andalas
Contact Email
andalaseggy@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
andalaseggy@gmail.com
Editorial Address
Institute of Culture, University of Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial
ISSN : 25808567     EISSN : 2580443x     DOI : 10.22219
Core Subject : Humanities, Art,
Satwika (Kajian Budaya dan Perubahan Sosial) publishes scientific papers on the results of studies/research and reviews of the literature in the fields of cultural studies and social change. The journal is oriented towards research on cultural phenomena and the current social changes. With the aim of dialogue in contemporary socio-cultural conditions, journals encourage cultural analysis and social change that challenge ideological modes and share inequitable justice, contribute to broad theoretical debates, and help stimulate new and progressive social involvement.
Arjuna Subject : -
Articles 280 Documents
Analisis Geopark Ciletuh – Palabuhanratu sebagai Daya Tarik Wisata Berbasis Edukasi Ibrahim, Muhammad Maulana; Adiputra, Agung
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.28037

Abstract

Geopark di Indonesia saat ini telah menunjukkan perkembangan yang pesat, hal ini terjadi dikarenakan pengembangan Geopark dilakukan melalui intergrasi konsep perlindungan, pendidikan dan pembangunan ekonomi lokal secara holistik. Potensi pariwisata di Kabupaten Sukabumi, khususnya daerah bagian selatan, memberikan macam - macam keragaman wisata dan edukasi, salah satunya adalah wisata UNESCO Global Geopark Ciletuh – Palabuhanratu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh stakeholder di geopark ciletuh-palabuhanratu dalam mengembangkan kawasaan objek wisata berbasis edukasi, dan menganalisis suatu fenomena yang terjadi dan mencoba memahami perilaku manusia dari sudut pandang partisipan yang berkaitan dengan pengembangan wisata berbasis edukasi. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan studi fenomenologi. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi, wawancara, literatur studi, dan studi dokumentasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pariwisata yang dilakukkan di Geopark Ciletuh - Palabuhanratu kini telah menjadi andalan bagi Kabupaten Sukabumi. Kebutuhan terhadap wisatawan dan masyarakat lokal menjadi alasan utama stakeholder - stakeholder atau elemen pariwisata untuk terus mengembangkan kawasan ini menjadi lebih baik. Hal ini dikarenakan penerapan konsep eduwisata dalam pengembangan pariwisata berbasis edukasi menunjukkan adanya peningkatan yang baik, dan dapat memberikan manfaat secara langsung maupun tidak langsung terhadap wisatawan dan masyarakat lokal, serta dapat merubah pandangan masyarakat lokal, dan wisatawan terhadap upaya pelestarian alam serta untuk mendapatkan pengalaman berwisata yang berkesan dan bermanfaat.   Geoparks in Indonesia are currently showing rapid development, this is because Geopark development is carried out through the integration of the concepts of protection, education and local economic development in a holistic manner. The tourism potential in Sukabumi Regency, especially the southern region, provides a wide variety of tourism and education, one of which is the UNESCO Global Geopark Ciletuh - Palabuhanratu. The purpose of this research is to find out the efforts made by stakeholders in the ciletuh-palabuhanratu geopark in developing education-based tourism objects, analyze a phenomenon that occurs and try to understand human behavior from the perspective of participants related to the development of education-based tourism. The research conducted by researchers is qualitative research using phenomenological studies. Data collection was done through observation, interviews, literature studies, and documentation studies. The sampling technique in this study used the snowball sampling technique. The results showed that tourism activities carried out in the Ciletuh - Palabuhanratu Geopark have now become a mainstay for Sukabumi Regency. The need for tourists and local communities is the main reason for stakeholders or tourism elements to continue to develop this area for the better. This is because the application of the concept of edu-tourism in education-based tourism development shows a good increase, can provide direct and indirect benefits to tourists and local communities, and can change the views of local communities, and tourists towards nature conservation efforts and get a memorable and useful travel experience.
Analisis Kepemimpinan Politik BUMDes Kerto Raharjo dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Ekowisata Boonpring Umar, Fatyah Qonita; Tawakkal, George Towar Ikbal; Sobari, Wawan
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.28072

Abstract

Desa Sanankerto merupakan salah satu desa di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang yang memiliki destinasi wisata Boon pring. Strategi yang dilakukan pemerintah desa Sanankerto untuk mengembangkan destinasi wisata Boon pring  adalah memberikan mandat kepada Badan BUMDes Kertoraharjo sebagai pengelola. Penelitian ini membahas kepemimpinan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kerto Raharjo dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar ekowisata Boom Pring di Desa Sananketo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku politik kepemimpinan BUMDes, mengidentifikasi kualitas personal kepemimpinan politik, dan mengamati implementasi nilai-nilai politik dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari - November tahun 2022 di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang bersifat induktif, dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan 12 informan terdiri dari informan pemandu, informan kunci, dan informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Langkah-langkah analisis meliputi pengkodean terbuka, pengkodean aksial, dan pengkodean selektif untuk membentuk konsep. Pengujian keabsahan data dilakukan melalui uji kredibilitas, transferabilitas, depenabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan politik BUMDes Kerto Raharjo memiliki perilaku yang positif, termasuk kemampuan pengambilan keputusan, motivasi bawahan, dan komunikasi yang baik. Pemimpin BUMDes juga menunjukkan tanggung jawab, kontrol emosi, dan kharisma dengan kepercayaan diri serta pelayanan masyarakat. Nilai politik terimplementasi melalui penyediaan berbagai usaha bagi masyarakat, peran dalam pengembangan ekowisata Boom Pring, dan pemberdayaan masyarakat di Desa Sananketo.   Sanankerto Village is one of the villages located in the Turen District, Malang Regency, known for its tourism destination, Boon Pring. In efforts to develop Boon Pring as an eco-tourism destination, the village government has delegated the responsibility to the Village-Owned Enterprises (BUMDes) Kerto Raharjo to manage its development. This study aims to analyze the political leadership behavior of BUMDes, identify the personal qualities of political leadership, and observe the implementation of political values in achieving community welfare. The research was conducted from January to November 2022 in Sanankerto Village, Turen District, Malang Regency. A qualitative, inductive approach was utilized for this research, employing purposive sampling to select 12 informants, including guides, key informants, and supporting informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentary studies. The interactive model of data reduction, data presentation, and conclusion drawing was employed for data analysis, including open coding, axial coding, and selective coding to form concepts. Data validity was tested through credibility, transferability, dependability, and confirmability assessments.The results revealed that the political leadership of BUMDes Kerto Raharjo demonstrated positive behaviors, including effective decision-making, motivating subordinates, and excellent communication skills. BUMDes leaders also exhibited responsibility, emotional control, charisma, self-confidence, and a strong commitment to public service. Political values were effectively implemented through the provision of various community-oriented initiatives, active involvement in the development of Boon Pring eco-tourism, and community empowerment efforts in Sanankerto Village.
Potensi Pariwisata Situs Candi Jiwa Batujaya Kabupaten Karawang Muhamad Ridwan; Meitasari, Indah
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.28126

Abstract

Situs Candi Jiwa merupakan bentuk wisata Cagar Budaya dimana keberadaannya patut dilestarikan sebab mempunyai nilai esensial terhadap sejarah, pengetahuan, pendidikan, agama,serta budaya. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau potensi dari sudut pandang Ilmu Geografi Parwisataa terhadap keadaan penawaran dan permintaan pariwisata serta keadaan geografis pada objek wisata Situs Candi Jiwa.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pengunjung, pengelola, dan orang yang berkegiatan di Situs Candi Jiwa. Pengambilan sampel dengan cara Sampling Insidental untuk pengunjung serta orang yang berkegiatan disekitar Candi Jiwa, dan Sampling Purposive untuk pengelola. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut: objek wisata Situs Candi Jiwa memiliki potensi pariwisata, karena terdapat beberapa indikator yaitu atraksi, fasilitas pelayanan, dan infrastruktur yang sudah mendukung, serta kondisi geografis yang menunjang karena topografi yang berbentuk dataran dan merupakan kawasan yang relatif aman dari bencana gempa bumi. Maka dari itu, diperlukannya pengembangan objek wisata agar dilakukan peningkatan kapabilitas dan perawatan secara rutin terhadap Situs Candi Jiwa Batujaya.   The Soul Temple Site is a form of Cultural Heritage tourism where its existence should be preserved because it has essential values for history, knowledge, education, religion, and culture. This study aims to review the potential from the point of view of Tourism Geography on the state of tourism supply and demand as well as the geographical conditions of The Soul Temple Site tourist attractions. This research is a descriptive research with a qualitative approach. The population in this study are visitors, managers, and people who are active at The Soul Temple Site. Sampling by Incidental Sampling for visitors and people who are active around The Soul Temple Site, and Purposive Sampling for manager. Data collection techniques used are observation, interviews, questionaires, and documentation. Data analysiss techniques were carried out interactively. The result of the study show the following: the tourist attraction of The Soul Temple Site has tourism potential, because there are several indicators, namely attractions, service facilities and supporting infrastructure, as well as geographical condition that support it because the topography is in the form of plains and is an area that is relatively safe from earthquakes earth. Therefore, it is necessary to develop tourist objects in order to increase the capability and routine maintenance of The Soul Temple Site Batujaya.
Pengaruh Elemen Visual terhadap Ketertarikan Khalayak Sasaran terhadap Karakter Fiksi menggunakan Pendekatan Mise-En-Scene pada Video Game Trailer ‘Final Fantasy XIV: Endwalker’ Atsabit, Muhammad Fikrul Hadi; Irfansyaha, Irfansyaha
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.28140

Abstract

Final Fantasy XIV dirilis pada tahun 2010 dan menerima banyak kritik dan dianggap sebagai sebuah video gim online yang gagal pada waktu itu. Dirilis kembali pada tahun 2013 dengan nama Final Fantasy XIV: A Realm Reborn dan telah sukses hingga merilis expansion terakhirnya yang berjudul Endwalker yang membuat jumlah pemain Final Fantasy XIV melonjak drastis setelah dikeluarkannya video game trailer pada bulan Februari dan Mei tahun 2021. Video game trailer menampilkan gambaran dari video gim dan memberikan penonton ekspektasi apa yang akan mereka dapatkan pada saat bermain salah satu caranya yaitu dengan menampilkan karakter yang berkaitan dengan narasi dari video gim menggunakan elemen visual yang bertujuan untuk menarik calon pemain. Artikel ini akan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi ketertarikan khalayak sasaran terhadap suatu video gim melalui visualisasi desain karakter yang ditampilkan. Metode analisis konten digunakan untuk membedah video game trailer menggunakan pendekatan mise-en-scene, The Mixed Emotions and Character Appeal (MECA) Model dan kemudian dianalisa menggunakan pendekatan mean value. Penggunaan MECA model sendiri sudah memberikan hasil bahwa desain karakter sangat mempengaruhi pemain dalam menikmati sebuah narasi dan ketertarikan mereka terhadap karakter fiksi. Penelitian ini juga membuktikan bahwa penerapan mise-en-scene yang tepat juga mempengaruhi persepsi ketertarikan terhadap karakter fiksi.   Final Fantasy XIV was released in 2010 and received a lot of criticism and was considered a failed online video game at that time. It was released back in 2013 under the name Final Fantasy XIV: A Realm Reborn and was successful until the release of its last expansion entitled Endwalker which made the number of Final Fantasy XIV players soar after the release of the video game trailer in February and May 2021. The video game trailer shows an overview of video games and giving viewers expectations of what they will get when playing, one way is to display characters related to the narrative of the video game using visual elements that aim to attract potential players. This article will analyze what factors affect the target audience's interest in a video game through the visualization of the character designs displayed throughout the video game trailer. Content analysis method is used to dissect video game trailers using the mise-en-scene approach, The Mixed Emotions and Character Appeal (MECA) Model and then analyzed using the mean value approach. The use of the MECA model itself has resulted in the character design greatly influencing the players' enjoyment of a narrative and their interest in fictional characters. This research also proves that the application of the right mise-en-scene also influences the perception of attraction towards fictional characters.
Depictions of Socio-Cultural Elements in the Anime Series Attack On Titan Through Content Analysis Method Faradilla, Nada; Ahmad, Hafiz Aziz
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.28147

Abstract

Attack On Titan (進撃の巨人), adapted from the shonen manga series written and illustrated by Hajime Isayama, was chosen as the subject of study due to its weighty themes and visually appealing presentation. Several elements of this anime touch upon socio-cultural conditions in the real world, allowing viewers to resonate with the fictional world of Attack On Titan. Moreover, its depiction of graphic violence and implementation of social phenomena such as war and politics, provoke controversy among its audience. The purpose of this research is to analyze the visualization and frequency of socio-cultural themes in the anime Attack On Titan, as well as to formulate an understanding of its relevance to the representation of socio-cultural conditions and issues both in Japan and the world. This qualitative descriptive research employs content analysis as the method to analyze the socio-cultural elements present in Attack On Titan and their frequency of appearance.  The research utilizes Mayring's Step Model of Inductive Category Development, employing an inductive approach to identify and categorize the socio-cultural elements within the anime. The research findings show that Attack On Titan uses symbolism to effectively represent Japanese culture and socio-cultural conditions. This adds novelty and depth to the animation while conveying the creator's intentions and cultural themes.   Attack On Titan (進撃の巨人), diadaptasi dari seri manga shonen yang ditulis dan diilustrasikan oleh Hajime Isayama, dipilih sebagai subjek penelitian karena temanya yang berbobot dan presentasi yang menarik secara visual. Beberapa elemen anime ini menyentuh kondisi sosial budaya di dunia nyata, memungkinkan penonton untuk beresonansi dengan dunia fiksi Attack On Titan. Selain itu, penggambaran kekerasan grafis dan implementasi fenomena sosial seperti perang dan politik dalam anime tersebut menimbulkan kontroversi di kalangan penontonnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis visualisasi dan frekuensi kemunculan tema sosiokultural dalam anime Attack On Titan, serta merumuskan pemahaman tentang relevansinya terhadap representasi kondisi dan isu sosiokultural baik di Jepang maupun di dunia. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan analisis isi sebagai metode untuk menganalisis unsur-unsur sosial budaya yang ada dalam Attack On Titan dan frekuensi kemunculannya.  Penelitian ini menggunakan Model Langkah Pengembangan Kategori Induktif Mayring, menggunakan pendekatan induktif untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan unsur-unsur sosial-budaya dalam anime. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Attack On Titan menggunakan simbolisme untuk secara efektif mewakili budaya Jepang dan kondisi sosial budaya. Ini menambah kebaruan dan kedalaman animasi sambil menyampaikan maksud pencipta dan tema budaya.
Strategi Pengelolaan Central Park Meikarta dalam Meningkatkan Daya Tarik Wisata di Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi Putri, Ifti Nanda; Fadiarman, Fadiarman
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.28282

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang penting bagi perkembangan perekonomian daerah, karena pariwisata sangat erat kaitannya dengan semua sektor perekonomian. Industri pariwisata Indonesia sangat berperan penting dalam keberlangsungan perekonomian Indonesia. Pelaku industri pariwisata harus memperhatikan tempat yang akan dijadikan obyek wisata, bagaimana atraksi wahana atau daya Tarik wisata untuk menunjang obyek wisata serta menarik wisatawan, akses menuju tempat wisata yang memudahkan pengunjung ke tempat wisata, fasilitas atau sarana prasarana serta pelayanan tambahan. Tujuan dari penelitan ini adalah mengetahui strategi pengelolaan Central Park Meikarta sebagai Daya Tarik Wisata di Cikarang Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode survey. Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan atau memaparkan sesuatu hal, seperti keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, dan kegiatan. Central Park Meikarta, yang terletak di dekat Kawasan Industri Cikarang, dibangun dengan konsep yang mengutamakan lingkungan. Segala bentuk atraksi wisata baru menunjukkan bahwa pengelola Central Park Meikarta dapat bekerja sama secara efektif dalam mengupayakan suatu hiburan baru untuk menarik lebih banyak minat wisatawan lokal atau mancanegara.   Tourism is an important sector for regional economic development, because tourism is closely related to all economic sectors. The Indonesian tourism industry plays an important role in the sustainability of the Indonesian economy. Tourism industry players must pay attention to the places that will be used as tourist attractions, how the attractions of the rides or tourist attractions are to support tourist objects and attract tourists, access to tourist attractions that make it easier for visitors to visit tourist attractions, facilities or infrastructure and additional services. The purpose of this research is to determine the management strategy of Meikarta Central Park as a Tourist Attraction in South Cikarang. This research is a descriptive research using survey method. Descriptive research aims to describe or explain something, such as circumstances, conditions, situations, events, and activities. Central Park Meikarta, which is located near the Cikarang Industrial Area, was built with a concept that prioritizes the environment. All forms of new tourist attractions show that the management of Central Park Meikarta can work together effectively in seeking new entertainment to attract more local or foreign tourists.
Potensi Alam dan Budaya dalam Pengembangan Ekowisata Pulau Tilan Kepenghuluan Rantau Bais Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau Asriwandari , Hesti; Tantoro , Swis; Nurfahima, Rindiani
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.28541

Abstract

Potensi alam dan budaya Pulau Tilan dapat dijadikan suatu tujuan wisata. Namun belum sepenuhnya dikelola dengan baik oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Perlu adanya modal sosial dalam pengembangan Ekowisata Pulau Tilan. Modal sosial yang tumbuh dalam masyarakat memberikan gambaran menyeluruh tentang semua tujuan bersama yang hendak dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui aktivitas masyarakat dalam pengembangan potensi wisata Pulau Tilan. 2) Mengetahui kekuatan dan kelemahan unsur modal sosial dalam pengembangan ekowisata Pulau Tilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan cara pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap unsur-unsur modal sosial dalam pengembangan Ekowisata Pulau Tilan masih lemah dan perlu diperkuat. Melihat kondisi dan temuan penelitian, jika tidak diperbaiki maka Ekowisata Pulau Tilan akan sulit dikembangkan tidak akan mengalami perubahan lebih baik. Mendorong pengembangan Ekowisata Pulau Tilan, perlu adanya dukungan sarana dan prasarana yang memadai, antara lain jalan yang lebih efesien dan transportasi yang cukup dan representative. Memperluas jaringan sosial dengan berbagai pihak secara terkoordinasi melalui pendekatan terpadu untuk kegiatan promosi dan pemasaraan ekowisata Pulau Tilan. Mengupayakan penerapan manajemen yang baik dalam pengembangan ekowisata Pulau Tilan sesuai dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki, agar destiansi wisata tersebut dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara lestari sebagai aset, sehingga dapat terus berkembang secara berkelanjutan.   The natural potential and cultural heritage of Pulau Tilan can be developed into a tourist destination. However, it has not been fully managed well by the local community and government. There is a need for social capital in the development of Ecotourism on Pulau Tilan. Social capital that grows within the community provides a comprehensive picture of all shared goals to be achieved. This research aims to: 1) Determine the activities of the community in the development of tourism potential on Pulau Tilan. 2) Identify the strengths and weaknesses of social capital elements in the development of ecotourism on Pulau Tilan. This research uses a qualitative research approach with data collection methods including observation, interviews, and documentation. The results of this research indicate that every element of social capital in the development of Ecotourism on Pulau Tilan is still weak and needs strengthening. Considering the conditions and research findings, if not improved, Ecotourism on Pulau Tilan will be difficult to develop and will not experience positive changes. To promote the development of Ecotourism on Pulau Tilan, there is a need for support in terms of adequate infrastructure, including more efficient roads and reliable transportation. Expanding social networks with various parties in a coordinated manner through an integrated approach for promotion and marketing of Ecotourism on Pulau Tilan. Efforts should be made to implement good management practices in the development of Ecotourism on Pulau Tilan in line with the natural and cultural potential it possesses, so that the tourist destination can be utilized and developed sustainably as an asset, allowing it to continue growing in a sustainable manner.
Idiom Anggota Tubuh Manusia pada Masyarakat Agraris Vietnam Ho, Ngoc Hieu
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.28581

Abstract

Sebagai negara agraris, kegiatan tenaga kerja utama masyarakat Vietnam adalah membajak, bercocok tanam, dan beternak. Pada masa lalu, petani mengandalkan tenaga manusia untuk bekerja, tanpa mesin dan sarana modern untuk mendukungnya, sehingga mereka harus bekerja dengan keras. Kehidupan kerja keras telah mendarah daging di dalam pemikiran petani Vietnam. Banyak peristiwa dan kegiatan dalam kehidupan pertanian, menghasilkan produk atau mata pencaharian telah menjadi unsur pokok dalam pembentukan banyak idiom bahasa Vietnam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai budaya agraris Vietnam melalui idiom yang berunsur anggota tubuh manusia (ATM) dengan metode deskriptif kualiatatif. Data penelitian ini adalah idiom yang berunsur ATM dalam bahasa Vietnam dan sumber data adalah kamus-kamus Idiom dan kamus Bahasa Vietnam, dan internet. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai budaya agraris Vietnam melaui idiom yang berunsur ATM, yaitu 1) gambaran citra petani Vietnam; 2) cara kerja petani Vietnam; 3) alat-alat kerja pertanian 4) sikap bekerja petani Vietnam. Citra petani Vietnam adalah citra petani yang bekerja keras dan mereka menggunakan tangan dan kaki serta berbagai aktivitas dalam proses menanam padi basah. Selain itu, alat-alat pertaniannya adalah seperti pacul, canggul, mata bajak, kantong padi berserta dengan sikap bekerjanya terdiri atas sikap individu dan sikap masyarakat. Nilai-nilai budaya pertanian ini terutama diambil dari praktik dalam proses kerja. Hal ini menunjukkan hubungan dan perilaku manusia dengan alam yang sangat erat dan bersahabat, sangat mementingkan tenaga kerja dan menjunjung tinggi hasil kerja.   As an agrarian country, the main labor activities of the Vietnamese people are plowing, farming, and raising livestock. In the past, farmers relied on human power to work, without machines and modern means to support them, so they had to work hard. The hard-working life has been ingrained in the minds of Vietnamese farmers. Many events and activities in agricultural life, producing products or livelihoods, have become the main elements in the formation of many Vietnamese idioms. The study aimed to describe the value of Vietnamese agrarian culture through idioms that contain human body parts, using qualitative descriptive methods. The data for this study were idioms that contain human body parts in Vietnamese, and the data sources were idiom dictionaries, Vietnamese dictionaries, and the internet. The results of this study showed the value of Vietnamese agrarian culture through idioms that contain human body parts, namely: 1) the image of Vietnamese farmers; 2) the workings of Vietnamese farmers; 3) tools of agricultural labor; and 4) working attitude of Vietnamese farmers. The image of Vietnamese farmers is an image of hard-working farmers and they use their hands and feet as well as various activities in the process of planting wet rice. In addition, their agricultural tools include hoes, shovels, plow blades, and rice bags, as well as their work attitude, which consists of individual and community attitudes. These agricultural cultural values are mainly taken from practices in the work process. This shows the relationship and behavior of humans with nature which is very close and friendly, very important for labor and upholding work results.
Who Will Govern the World: New Structure of The International System of Covid-19 Vaccine Producing Countries Sari, Deasy Silvya; Bainus, Arry; Yulianti, Dina; Aditiany, Savitri; Habibullah, Ali Zahid
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.28592

Abstract

In early 2020, the international community was faced with Covid-19. At the global level, the COVAX Facility was established to ensure all countries in the world have equal access to Covid-19 vaccines. However, many vaccine-producing countries have undertaken bilateral ways to distribute vaccines directly. The existence of the Covid-19 vaccine is still determined by vaccine manufacturing companies. This article aims to examine the international structure after the outbreak of the Covid-19 pandemic based on the postulate that Covid-19 vaccine-producing countries will become world hegemons in a non-polar world structure. The concepts used are health diplomacy and hegemony. The evolving operational components used to determine world hegemon are vaccine types, consumer countries, and vaccine production capacity. The method used is pseudo-qualitative. The article concludes that (i) world hegemony in terms of vaccine types is China, Russia, the United States, and India; (ii) the world hegemons in terms of the number of consumer countries are the United States, the United Kingdom and China, and (iii) the world hegemons in terms of vaccine production capacity are China, the United States, Germany, and the United Kingdom. Finally, the world hegemons that meet these all criteria are China and the United States.   Pada awal 2020, komunitas internasional dihadapkan dengan Covid-19. Di tingkat global, Fasilitas COVAX didirikan untuk memastikan semua negara di dunia memiliki akses yang sama terhadap vaksin Covid-19. Namun, banyak negara penghasil vaksin telah melakukan cara bilateral untuk mendistribusikan vaksin secara langsung. Keberadaan vaksin Covid-19 masih ditentukan oleh perusahaan pembuat vaksin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji struktur internasional pasca merebaknya pandemi Covid-19 berdasarkan postulat bahwa negara-negara penghasil vaksin Covid-19 akan menjadi hegemoni dunia dalam struktur dunia non-polar. Konsep yang digunakan adalah diplomasi kesehatan dan hegemoni. Komponen operasional yang berkembang yang digunakan untuk menentukan hegemon dunia adalah jenis vaksin, negara konsumen, dan kapasitas produksi vaksin. Metode yang digunakan adalah pseudo-kualitatif. Artikel tersebut menyimpulkan bahwa (i) hegemoni dunia dalam hal jenis vaksin adalah Cina, Rusia, Amerika Serikat, dan India; (ii) hegemoni dunia dalam hal jumlah negara konsumen adalah Amerika Serikat, Inggris dan Cina, dan (iii) hegemoni dunia dalam hal kapasitas produksi vaksin adalah Cina, Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris. Akhirnya, hegemoni dunia yang memenuhi semua kriteria ini adalah Cina dan Amerika Serikat.
Makna Tradisi Balimau Kasai di Desa Tanjung Berulak Kecamatan Kampar Asriwandari , Hesti; Susanti, Rina; Hidayat, Rian
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v7i2.28629

Abstract

Kebudayaan selalui melekat pada suatu daerah kebudayan yang dilakukan secara turun temurun kemudian menjadi tradisi dan ciri khas suatu daerah. Tradisi balimau bakasai sebagai upacara penyambutan bulan suci ramadhan yang dilaksanakan 1 hari sebelum bulan suci ramadan dengan cara mandi bersama di sungai Kampar yang bertujuan untuk menyucikan diri dan bersilaturahmi saling memaafkan dalam menyambut bulan ramadhan. Seiring berjalannya waktu tradisi ini kian menipis dan habis keasliannya hal itu dikarenakan tujuan awal balimau kasai berubah dengan ajang mencari jodoh bagi anak muda , mabuk-mabukan dan perbuatan tercela lainnya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata laksana balimau kasai dan makna sosial, budaya dan ekonomi bagi masyarakat desa Tanjung Berulak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa tata laksana tradisi balimau bakasai dimulai dari berziara h kubur, tablig akbar dan santunan anak yatim piatu. Adapun makna yang terkandung dalam tradisi balimau bakasai antara lain dijelaskan makna sosial balimau bakasai adalah sebagai suatu interaksi sosial antara masyarakat di Desa Tanjung Berulak dengan adanya silaturahmi dan gotong royong, selain itu juga terdapat makna budaya yang menyebutkan bahwa balimau kasai adalah budaya masyarakat di daerah tersebut dan rutin dilaksanakan setiap tahun dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang dipercaya masyarakat untuk pembersihan diri dari hadas kotor yang melekat dan adanya permainan-permainan rakyat seperti panjat batang pinang dan pacu goni. Terakhir dengan banyaknya antusias masyarakat untuk mengikuti tradisi balimau kasai juga membawa berkah untuk masyarakat yang berjualan di tempat.   Culture is always attached to a cultural area which is passed down from generation to generation and then becomes a tradition and characteristic of an area. The Balimau Bakasai tradition is a ceremony to welcome the holy month of Ramadan which is held 1 day before the holy month of Ramadan by bathing together in the Kampar river which aims to purify oneself and stay in touch to forgive each other in welcoming the month of Ramadan. As time goes by, this tradition becomes thinner and loses its authenticity, this is because the original purpose of balimau kasai has changed to finding a mate for young people, drinking and other despicable acts. This research aims to determine the management of balimau kasai and its social, cultural and economic meaning for the people of Tanjung Berulak village. This research uses descriptive qualitative research methods. Data collection was carried out using in-depth interview techniques and documentation. . The results of the research explain that the implementation of the balimau bakasai tradition begins with visiting graves, tablig akbar and providing compensation for orphans, then ends with bathing with balimau kasai in the Kampar river, bringing kasai, kaffir lime, lime and pandan as well as various potpourri flowers which are used as body fragrance with the aim of cleansing oneself from dirty hadas and as a form of mutual forgiveness before the month of Ramadan. The meaning contained in the balimau bakasai tradition, among others, explains the social meaning of balimau bakasai as a social interaction between the people in Tanjung Berulak village with friendship and mutual cooperation, apart from that there is also a cultural meaning which states that balimau kasai is the culture of the people in the area and is routinely carried out every year to welcome the holy month of Ramadan which is believed by the community to cleanse themselves of the dirty hadas that sticks to them. Besides that, there are also folk games such as climbing areca nut sticks and spurting jute. Lastly, the enthusiasm of many people to follow the Balimau Kasai tradition also brings blessings to the people who sell at that place with an increase in income of 400-1000,000 when the tradition lasts.