cover
Contact Name
arief yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
suhartini.ismail@fk.undip.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Perawat Indonesia
ISSN : -     EISSN : 25487051     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Perawat Indonesia (e-ISSN 2548-7051) diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah. Jurnal Perawat Indonesia atau disingkat JPI ini terbit 2 kali setahun. Jurnal ini mempublikasi artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan. Jurnal Perawat Indonesia menerima artikel-artikel dalam bidang ilmu keperawatan, meliputi: keperawatan anak; keperawatan maternitas; keperawatan medikal-bedah; keperawatan kritis; keperawatan gawat darurat; keperawatan jiwa; keperawatan komunitas; keperawatan gerontik; keperawatan keluarga; dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 192 Documents
EKSPLORASI PERAN PERAWAT DAN AHLI GIZI DALAM PEMBERIAN NUTRISI PADA PASIEN KRITIS Pitri, Angela Dwi; Ismail, Suhartini; Erawati, Meira
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.749 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i2.316

Abstract

Kesuksesan dukungan nutrisi pasien terletak pada kesinambungan antara terapi obat, perawatan, diet dan peran interdisipliner tim diantaranya perawat dan ahli gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pandangan perawat dan ahli gizi tentang peran mereka dalam gizi. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologis yang menghadirkan peran perawat dan ahli gizi dalam mendukung nutrisi pasien kritis melalui sumber informasi dari perawat dan ahli gizi melalui wawancara mendalam dengan teknik wawancara semi-terstruktur.Perawat menyatakan perannya sebagai 1)first line dalam dukungan nutrisi, 2)memaksimalkan asupan makan dengan modifikasi lingkungan, 3)ahli gizi sebagai konselor dan perawat sebagai asesor. Perawat bertanggungjawab agar target nutrisi tercapai meliputi kualitas dan kuantitas. Perannya sebagai first linedidefinisikan sebagai manager yang memiliki otonomi untuk mengatur pengelolaan nutrisi yang didukung oleh faktor lingkungan. Ahli gizi berperan sebagai konselor dan berinteraksi dengan perawat yang memiliki peran sebagai asesor. Perawat dan ahli gizi saling berinteraksi dan saling membutuhkan untuk mencapai satu tujuan ahir sebagai bentukkolaborasi interdisipliner. Kata kunci: peran perawat; peran multidisipliner tim; nutrisi care Abstract Exploration of nurse and nutritional role in nutrition in critical patients. The successful of nutritional support in patients lies in the continuity between drug therapy, patient care, diet and the interdisciplinary role of the team including nurses and nutritionists. This study aims to determine the views of nurses and nutritionists on their role in nutrition. Qualitative research with a phenomenological study approach that presents the role of nurses and nutritionists in nutritional support of critical patients through information sources from nurses and nutritionists through in-depth interviews with semi-structured interview techniques.The nurse stated his role as 1) first line in nutritional support, 2) who maximizing food intake with environmental modification, 3) nutritionists as counselors and nurses as assessors.The nurse is responsible for achieving the target nutrition including quality and quantity. The role as first line is defined as a manager who has the autonomy to regulate the management of nutrition supported by environmental factors. Nutritionists act as counselors and interact with nurses who have roles as assessors. Nurses and nutritionists need to interact with each other to achieve an ultimate goal as a form of interdisciplinary collaboration. Keywords: nurse's role; multidisciplinary role of the team; nutrition care
Pengaruh Intervensi Psikoedukasi Berbasis Spiritual terhadap Kecemasan Anak Presirkumsisi Estria, Suci Ratna; Trihadi, Dayat
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.604 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.433

Abstract

Sirkumsisi merupakan intervensi medis yang diwajibkan oleh sebagian ulama khususnya untuk muslim laki-laki. Di Indonesia sirkumsisi biasanya dilakukan ketika anak berusia 5-12 tahun. Prosedur sirkumsisi dengan cara pemotongan kulit penis, sering kali menjadi hal yang menakutkan bagi anak-anak sehingga mempengaruhi kesehatan jiwa seperti kecemasan. Kecemasan pada anak dapat diatasi dengan berbagai metode, salah satunya adalah dengan intervensi psikoedukasi yang berbasis spiritual. Tujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi psikoedukasi berbasis spiritual terhadap kecemasan anak presirkumsisi. Desain penelitian adalah quasi eksperimen dengan menggunakan dua kelompok, responden sebanyak 32 anak, alat ukur menggunakan kuesioner SCARED. Skor kecemasan sebelum dilakukan intervensi pada kelompok kontrol adalah 63,14 dan kelompok intervensi 65,94 dan skor kecemasan setelah dilakukan intervensi pada kelompok control 66,03 dan kelompok intervensi 57,58. Hasil uji t-independent didapatkan p value 0,0001, maknanya terdapat pengaruh intervensi psikoedukasi berbasis spiritual terhadap kecemasan responden. Kecemasan  pada anak yang akan dilakukan tindakan medis jika tidak diatasi dapat menyebabkan masalah psikologis yang berkepanjangan, salah satu untuk mengatasi kecemasan tersebut adalah dengan intervensi psikoedukasi berbasis spiritual, hal tersebut merupakan koping yang adaptif karena responden mampu memahami dan menerima rasa sakitnya dengan mindset secara spiritual. Psikoedukasi berbasis spiritual dapat menurunkan skor kecemasan responden. Kata kunci: Psikoedukasi, sirkumsisi, spiritual. Abstract The effect of spiritually based psychoeducation interventions on preschool-related children's anxiety. Circumcision is a medical intervention that is required by some Ulama especially for male Muslims. In Indonesia circumcision is usually done when children are 5-12 years old. The procedure of circumcision by cutting the skin of the penis, often becomes a frightening thing for children that affects mental health such as anxiety. Anxiety in children can be overcome by various methods, one of which is psychoeducation based on spiritual intervention. Objective to determine the effect of spiritually based psychoeducation interventions on preschool-related children's anxiety. The design of the study was quasi-experimental using two groups, respondents are 32 children, measuring instruments using the SCARED questionnaire. Anxiety score before intervention in the control group was 63.14 and the intervention group 65.94 and anxiety scores after intervention in the 66.03 control group and intervention group 57.58. The independent t-test results obtained p value 0,0001, meaning there is an effect of spiritual-based psychoeducation intervention on respondents' anxiety. Anxiety in children can cause prolonged psychological problems, one of which is to handle these anxiety with a spiritually based psychoeducation intervention, this is adaptive coping because respondents are able to understand and accept the pain with a mindset spiritual. Conclusion: Spiritual based psychoeducation can reduce respondents' anxiety scores. Keywords: circumcision, psychoeducation, spiritual.
PENGEMBANGAN PROTOKOL PENGKAJIAN SIRKULASI KAKI PADA PASIEN DIABETES MELITUS Azhar, Bayu; Suza, Dewi Elizadiani; Ariani, Yesi
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.54 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i2.319

Abstract

Kaki diabetik merupakan komplikasi akibat gangguan sirkulasi dan neuropati. Pasien diabetes melitus memiliki resiko mengalami gangguan penyakit arteri perifer merupakan komplikasi makrovaskuler dan mikrovaskuler mengakibatkan terganggunya sirkulasi pembuluh darah. Diagnostik awal dapat melakukan pemeriksaan pengkajian sirkulasi kaki pasien diabetes. Tujuan penelitian yaitu pengembangan protokol pengkajian sirkulasi kaki pasien diabetes mellitus. Desain penelitian menggunakan action reseach yang dilakukan satu siklus di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia Medan, dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian in-depth interview, focus grup discussion, kuesioner pengetahuan perawat tentang pengkajian sirkulasi kaki pasien diabetes melitus. Partisipan terdiri dari 45 perawat ruangan. Hasil penelitian menghasilkan 4 tema: 1) Strategi penerapan protokol pengkajian sirkulasi kaki pasien diabetes melitus, 2) Manfaat dalam penerapan protokol pengkajian sirkulasi kaki pasien diabetes melitus, 3) Hambatan dalam penerapan protokol pengkajian sirkulasi kaki pasien diabetes melitus, dan 4) Teknik dan penerapan protokol pengkajian sirkulasi kaki pasien diabetes melitus. Hasil analisis kuantitatif tingkat pengetahuan perawat sebelum kegiatan penelitian 86,66%, dan meningkat menjadi 100% setelah kegiatan penelitian. Direkomendasikan pelaksanaan pengkajian sirkulasi kaki pasien diabetes melitus sesuai standar prosedur sehingga dapat mengidentifikasi sirkulasi kaki pasien diabetes melitus, memperbaiki kualitas pelayanan keperawatan, meningkatkan kompetensi perawat. Kata kunci: Protokol, pengkajian sirkulasi kaki, diabetes melitus Abstract Development of protocol assessment of feet circulation in diabetes melitus patients. Diabetic foot is complication caused by circulation disorder and neuropathy in patients who have the risk for peripheral artery disease which is the complication of macro-vascular and micro-vascular which can eventually cause the incidence of circulation disorder in blood vessels. Initial diagnostic can be done to prevent peripheral artery disease by using circulation studying examination on the feet of diabetic patients. Therefore, it’s necessary to develop studying protocol of foot circulation in diabetes mellitus patients at Mitra Medika Hospital, Medan. The research instrument was interviews, in-depth interviews, guidance for focus group discussion, self-report of nurses’ knowledge of studying on foot circulation diabetic patients. Participants from 45 nurse practitioners, taken by using purposive sampling technique. The data were analyzed qualitatively and quantitatively. Qualitative data were analyzed by using content analysis while quantitative data were analyzed by using descriptive statistic test. The result of the research showed that 4 themes: 1) strategy of implementing studying protocol of foot circulation diabetes mellitus patients, 2) the benefit of studying protocol of foot circulation diabetes mellitus patients, 3) obstacles in studying protocol of foot circulation diabetes mellitus patients, and 4) technique and implementation of studying protocol of foot circulation diabetes mellitus patients. The result of quantitative analysis showed that nurses’ knowledge in pre-research of was 86.66% and increased to 100% in post research activity. The output of this research result was the standard of studying foot circulation diabetes mellitus patients. It’s recommended the implementation of studying foot circulation accordance with the standard of procedure so that it can identify diabetes mellitus patients’ foot circulation, nursing care quality should be improved, and nurses’ competence should be increased. Keywords: protocol, assessment of foot circulation, diabetes mellitus
Studi Eksplorasi Manajemen Nyeri pada Pasien Post Operasi dengan Ventilasi Mekanik Haq, Rosma Karinna; Ismail, Suhartini; Erawati, Meira
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.179 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.307

Abstract

Nyeri sebagai salah satu respon yang muncul pada pasien post operasi dapat menimbulkan dampak yang tidak adekuat pada pasien seperti  penyembuhan luka yang lama, ketidakpuasan pasien, rawat inap yang lebih lama, dan meningkatnya biaya perawatan. Pasien post operasi dengan indikasi perawatan di ruang ICU seringkali mendapatkan bantuan pernafasan dengan ventilasi mekanik karena masih dalam pengaruh obat anestesi atau terjadi distres pernafasan. Pasien dengan ventilasi mekanik rentan terhadap faktor-faktor yang menimbulkan stres, karena pasien tidak dapat menyesuaikan pernafasan dengan ventilasi mekanik. Kondisi post operasi juga dapat menimbulkan reaksi emosional sehingga menyebabkan perubahan secara fisik dan psikologis, serta mencetuskan ketidaknyamanan pada pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi manajemen nyeri pada pasien post operasi dengan ventilasi mekanik di ICU, yang dilakukan pada perawat ICU dengan indepth interview. Tema yang dihasilkan dalam penelitian ini yaitu : (1) Komponen pengkajian nyeri yang adekuat dilakukan perawat pada pasien post operasi dengan ventilasi mekanik, (2) Tindakan yang dilakukan perawat dalam manajemen nyeri pada pasien post operasi dengan ventilasi mekanik, (3) Evaluasi dan re-evaluasi nyeri yang dilakukan perawat pada pasien post operasi dengan ventilasi mekanik. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah manajemen nyeri pada pasien post operasi dengan ventilasi mekanik dilakukan dengan melakukan pengkajian sesuai dengan standar, intervensi manajemen nyeri lebih dominan dilakukan dengan pemberian terapi farmakologi, evaluasi dan re-evaluasi dilakukan setelah pemberian terapi farmakologi dan non farmakologi. Kata kunci: Nyeri; manajemen nyeri; post operasi; ventilasi mekanik, unit perawatan intensif Abstract Explore study pain management in postoperative patients with mechanical ventilation. Pain as one of the responses that appears in postoperative patients can cause inadequate effects on patients such as long wound healing, patient dissatisfaction, longer hospitalizations, and increased maintenance costs. Postoperative patients with indications of treatment in the ICU often get respiratory assistance with mechanical ventilation because they are still under the influence of anesthesia or respiratory distress. Patients with mechanical ventilation are susceptible to stressful factors, because patients cannot adjust breathing with mechanical ventilation. Postoperative conditions can also cause emotional reactions that cause physical and psychological changes, and trigger discomfort in patients. The purpose of this study was to explore pain management in postoperative patients with mechanical ventilation in the ICU, which was performed on ICU nurses by indepth interview. The themes produced in this study are: (1) Adequate pain assessment components are carried out by nurses in postoperative patients with mechanical ventilation, (2) Actions taken by nurses in pain management in postoperative patients with mechanical ventilation, (3) Evaluation and re evaluation of pain performed by nurses in postoperative patients with mechanical ventilation. The conclusion obtained in this study is pain management in postoperative patients with mechanical ventilation is carried out by conducting studies in accordance with the standards, pain management interventions are more predominantly carried out by pharmacological therapy, evaluation and re-evaluation are carried out after administration of pharmacological and non-pharmacological therapies. Keywords: pain; pain management; post operation; mechanical ventilation, intensive care unit
PENGETAHUAN, SIKAP DAN KESIAPAN MAHASISWA PROGRAM PROFESI NERS DALAM PENERAPAN EVIDENCE BASED PRACTICE Harun, Hasniatisari; Herliani, Yusshy Kurnia; Setyawati, Anita
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.109 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i2.309

Abstract

Kebutuhan perawat profesional dapat dicapai melalui program profesi ners yang merupakan bagian dari program pendidikan keperawatan, dimana didalamnya terjadi proses pembelajaran klinik untuk menciptakan perawat profesional yang kompeten. Salah satu peran perawat professional adalah terus mengupdate keilmuan dengan cara menelaah jurnal terbaru untuk mengekplorasi intervensi keperawatan terbaik bagi pasien sehingga mendapat hasil yang optimal. Mahasiswa program profesi ners pada saat jenjang pendidikan perkuliahan telah terlatih untuk menelaah kasus dengan menggunakan metode EBP, namun belum terdapat evaluasi terkait pemahaman mahasiswa terhadap metode tersebut serta penerapannya pada tatanan praktik klinik. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pengetahuan, sikap dan kesiapan mahasiswa dalam penerapan evidence based practice (EBP) pada pasien kelolaan di stase keperawatan medikal bedah.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa program profesi ners yang sedang menjalankan praktik klinik dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling, yaitu sebanyak 120 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Evidence Based Practice Questionnaire (EBPQ) dengan menggunakan analisis deskriptif (frekuensi, persentase, rata-rata, dll)Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan mahasiswa pada konsep Evidence based practice adalah baik sebanyak (68%), sebagian besar responden memiliki sikap yang positif (85%) dan lebih dari setengah responden mempunyai kesiapan yang cukup sebanyak (59%). Temuan hasil penelitian ini adalah penting untuk rekomendasi masukan terkait mengembangkan bahan ajar pada lingkup pendidikan keperawatan terkait praktik keperawatan dalam memberikan pelayanan terbaik untuk pasien
Hubungan Praktek Menyuntik Aman dengan Kejadian Cedera Tertusuk Jarum Alifariki, La Ode; Kusnan, Adius
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.635 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.315

Abstract

Perawat dapat memiliki risiko pada saat berinteraksi dengan pasien salah satunya yaitu tertular atau menularkan infeksi. Infeksi adalah masuk dan berkembangnya mikroorganisme dalam tubuh yang menyebabkan sakit yang disertai dengan gejala klinis baik lokal maupun sistemik. Cedera akibat tusukan jarum pada petugas kesehatan merupakan masalah yang signifikan dalam institusi pelayanan kesehatan dewasa ini diperkirakan lebih dari satu juta jarum digunakan setiap tahun oleh tenaga perawat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan praktik menyuntik aman dengan kejadian cedera tertusuk jarum di RSUD Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 45 orang yang diambil secara proportional random sampling dengan menggunakan uji chi square test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan praktik menyuntik aman (X2hit= 7,487, p value = 0,006) dengan kejadian cedera tertusuk jarum di RSUD Kota Kendari. Kesimpulan penelitian adalah semakin rendah penerapan praktik menyuntik aman maka peluang kejadian cedera tertusuk jarum akan lebih tinggi. Disarankan agar pihak Rumah Sakit dapat memberikan sosialisasi tentang menyuntik aman pada perawat pelaksana dan melakukan tindakan sesuai SPO dan adanya pelatihan serta supervisi dari atasan secara berkesinambungan. Kata kunci: Praktik menyuntik aman, kejadian cedera tertusuk jarum Abstract The Relationship Between the Practice of Safe Injections and The Incidence of Needle Stick Injuries. Nurses can have a risk when interacting with patients, one of which is contracting or transmitting an infection. Infection is the entry and development of microorganisms in the body that cause pain accompanied by clinical symptoms both locally and systemically. Injury from needle puncture to health workers is a significant problem in institutions of health care today estimated at more than one million needles used every year by nurses. The purpose of this study was to analyze the relationship between the practice of safe injections and the incidence of needle stick injuries in Kendari City Hospital. This study used observational analytic with cross sectional approach with a sample of 45 people taken by proportional random sampling using the chi square test. The results showed that there was a correlation between the practice of safe injections (X2hit = 7.487, p value = 0.006) with the incidence of needle stick injuries in Kendari City Hospital. The conclusion of the study is that the lower the application of safe injecting practices, the higher the chance of the occurrence of needle puncture injuries. It is recommended that the Hospital can provide socialization about safe injections to the implementing nurses and take action according to the SPO and the existence of training and supervision from superiors on an ongoing basis. Keywords: Practical safe injection, needle-injured incidence
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN GAYA PEMECAHAN KONFLIK PERAWAT Wijayanti, Endah Tri; Mudzakkir, Muhammad
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.41 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i2.324

Abstract

Perawat merupakan profesi yang berhubungan dengan banyak orang yang mempunyai latar belakang berbeda. Hubungan tersebut beresiko memicu terjadinya konflik. Konflik dapat diselesaikan dengan manajemen konflik melalui pendekatan gaya manajemen konflik. Penyelesaian konflik mempunyai korelasi dengan kecerdasan emosional seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level kecerdasan emosional dan pemilihan gaya manajemen konflik serta menganalisis hubungan antara kedua variabel. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan pada 30 responden perawat pelaksana di RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri. Adapun instrument yang digunakan adalah data demografi, kecerdasan emosional, dan pilihan gaya manajemen konflik. Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata gaya kompetisi (M=1,2), kolaborasi (M=1,93), menghindar (M=2), kompromi (M=2,2), akomodasi (M=2,867); sedangkan kecerdasan emosional dengan nilai tinggi (43%), rendah (57 %). Terdapat hubungan negative antara dimensi kesadaran diri dengan gaya kompetisi (r = -0,667; p = 0,00); dan hubungan positif antara dimensi manajemen diri dengan gaya akomodasi (r = 0,473; p = 0,008). Terdapat hubungan antara dimensi kesadaran diri dengan gaya kompetisi, serta manajemen emosi dan gaya akomodasi. Pelatihan tentang strategi manajemen konflik dan manajemen kecerdasan emosi penting bagi perawat untuk menjaga motivasi kerja. Kata kunci: Kecerdasan emosional, gaya pemecahan konflik perawat Abstract Relationships of emotional intelligence with nursing conflicts of nursing conflicts. This study analyzes the level of emotional intelligence and conflict management styles and correlation between them. This study used a cross sectional design with a descriptive approach with 30 nurses at Ahmad Dahlan Hospital in Kediri. Demography instrument, emotional intelligence, and Thomas Killman instruments (TKI) was used to collect data. The results of this study were competition style (M = 1.2), collaboration (M = 1.93), avoidance (M = 2), compromise (M = 2.2), accommodation (M = 2.867); while emotional intelligence with high scores level (43%) and low level (57%). There was a negative correlation between self awareness and competition style (r = -0.667; p = 0.00); positive correlation in managing emotion with accommodation style (r = 0,473; p = 0,008). There was a corelation between self awareness and competition style, also managing emotion and accomodation style. Training in skill of conflict management and emotional intelligence was important for nurses to maintain work motivation. Keywords: Emotional intelligence, conflict management style of nurse
PENGARUH PERAN KELUARGATERHADAP REGULASI KADAR GULA DARAH PENDERITA DM Setyowati, Novita; Santoso, Puguh
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.196 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i2.312

Abstract

Pencegahan komplikasi penyakitpada Penderita DM memerlukan peran keluarga sebagai mitra petugas kesehatan denganmengontrol regulasi kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  pengaruh peran keluarga terhadap regulasi kadar gula darah. Penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah penderita diabetes mellitus di Puskesmas Balowerti kota kediri sebanyak 90 orang. Sampel penelitian yang ditentukan menggunakan teknik purposive  sampling.Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji chi squarePenelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2019 sampai dengan Juni 2019. Hasil pengujian dengan menggunakan uji korelasi sederhana , dengan chi square menunjukkan (p=0,005) yang berarti ada hubungan peran keluarga  mempunyai hubungan yang signifikan terhadap  regulasi kadar gula dalam darah penderita DM. Disarankan perlunya bimbingan dan penyuluhan pada penderita tentang latihan jasmani, diit yang sehat, berhenti merokok, penggunaan obat antidiabetik dan efek sampingnya, serta pentingnya control gula darah, meningkatkan informasi tentang DM, komplikasi, dan penanggulangannya. Kata kunci: Peran keluarga, regulasi kadar gula darah, diabetes melitus Abstract The Effect Of Role Of Family On Regulation Levels Of Sugar Blood Patients DM. Prevention of disease complications in DM sufferers requires the role of the family as partners of Health workers by controlling the regulation of blood glucose levels. The purpose of this study was to determine the effect of the role of the family on the regulation of blood sugar levels.This research is a quantitative descriptive correlation with the cross approach sectional. The study population was people with diabetes mellitus at the health center Balowerti city of Kediri as many as 90 people. The research sample was determined using a purposive sampling technique. The collection of research data using a questionnaire, while the analysis of data using the chi square test The study was conducted in May 2019 to June 2019.   The test results using a simple correlation test, with chi square shows (p = 0.005) so that Ho is rejected and Hı is accepted, which means there is a relationship between the role of the family has a significant relationship to the regulation of blood sugar levels in patients with DM. Suggested the need for guidance and counseling to sufferers about physical exercise, healthy diet, smoking cessation, the use of antidiabetic drugs and their side effects, as well as the importance of blood sugar control, increasing information about DM, complications, and prevention. Keywords : The role of the family, regulation of blood sugar levels, diabetes mellitus
Persepsi Keluarga terhadap Partisipasi Keluarga dalam Merawat Pasien di Ruang ICU: Studi Kualitatif Makmun, Muhamad; Ismail, Suhartini; Utami, Reni Sulung
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 3 (2019): November 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.604 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i3.232

Abstract

Pasien di Intensive Care Unit (ICU) memberikan dampak kecemasan dan depresi pada pasien dan keluarga. Keluarga tidak dapat menemani selama pasien di ICU salah satu faktor pemicu, disisi lain keluarga mempunyai peran untuk merawat pasien. Partisipasi keluarga dalam perawatan memberikan dukungan psikologis dan emosional kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi keluarga terkait partisipasi dalam perawatan di ICU. Penelitian studi kualitatif ini dilaksankan dengan cara indepth interview dengan 5 subjek anggota keluarga terdekat yang menunggu pasien selama menjalani perawatan di ICU. Tema penelitian ini adalah keluarga membutuhkan kedekatan dengan pasien sehingga mampu membantu untuk memenuhi kebutuhan pasien. Hasil penenilitian ini adalah keluarga untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan petugas. Penelitian ini bermanfaat bagi keluarga untuk selalu menjalin hubungan yang baik dengan petugas sehingga dapat berpartisipasi dalam perawatan. Kata kunci: ICU, keluarga, partisipasi, persepsi Abstract Family Perception Of Family Participation Caring For Patients In ICU Room: Qualitative Study. Patients in the Intensive Care Unit (ICU) have an impact on anxiety and depression in patients and families. Families cannot accompany as long as the patient in the ICU is one of the trigger factors, on the other hand the family has a role to care for the patient. Family participation in care provides psychological and emotional support to patients. This study aims to determine family perceptions regarding participation in ICU care. This qualitative study was conducted by way of in-depth interviews with 5 closest family member participants who waited for patients during ICU care. The theme of this research is that families need closeness to patients so they can help meet patients' needs. The results of this research are families to always establish good relationships with officers. This research is beneficial for families to always have good relationships with officers so they can participate in care Keywords: ICU, family, participation, perception
MOTIVASI KADER KESEHATAN DALAM MENGKAJI SELF-CARE PADA PASIEN HIPERTENSI Sari, Eka Afrima; Mirwanti, Ristina; Herliani, Yusshy Kurnia
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2019): August 2019
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.19 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v3i2.310

Abstract

Penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab utama kematian nomor satu di dunia adalah hipertensi. Hipertensi yang tidak terkontrol akan menyebabkan terjadinya komplikasi sehingga salah satu upaya untuk mencegahnya adalah dengan pengendalian hipertensi. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan perawatan diri (self-care) hipertensi sehingga kualitas hidup dan derajat kesehatan pasien akan meningkat. Dalam pelaksanaannya, pengendalian hipertensi ini memerlukan keterlibatan unsur masyarakat, salah satunya kader. Agar kader mampu berperan serta dalam mendampingi dan mendukung pasien dalam self-care hipertensi, diperlukan adanya suatu kemampuan dan motivasi yang kuat untuk melaksanakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motivasi kader dalam mengkaji self-care pasien hipertensi. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel pada penelitian ini adalah 37 orang  kader kesehatan yang didapatkan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi aktif sebagai kader. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner motivasi. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kader dalam mengkaji self-care pasien hipertensi hampir setengahnya berada pada kategori tinggi dan sebagian besar berada pada kategori rendah. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besari dari kader memiliki motivasi yang rendah dalam mengkaji self-care pasien hipertensi. Sehingga perlu adanya pelatihan khusus dari pihak puskesmas mengenai self-care pada pasien hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, kader kesehatan, motivasi, self-care Abstract Motivation of health care in assessing self-care in hypertension patients. Hypertension is one of the cardiovascular diseases that causes death number one. Uncontrolled hypertension will cause complications, so that efforts are needed to prevent it, one of which is by controlling hypertension. Control of hypertension can be done with self-care, so that it can improve the health status and quality of life of patients.In its implementation, controlling hypertension involves community elements, one of which is a health cadre. There needs to be strong motivation and ability  from cadres to be able to participate in helping and supporting patients in self-care. This study aimed to identify health cadre motivation in studying self-care for hypertensive patients. It used a descriptive quantitative approach. Participant consisted of 37 health cadre, acquired through purposuve sampling with inclusion criteria is active as cadre. Motivation was measured using a questionnaire. Data were analyzed using frequency distribution. The results showed that cadre motivation in studying self-care for hypertensive patients wa in the high category (48.6%) and in the low category (51.4%). Can be concluded that most of cadres have low motivation in studying self-care for hypertensive patients. There needs to be training from health center regarding self-care in hypertensive patients. Keywords: Health Cadres, Hypertension, Motivation, Self-Care

Page 5 of 20 | Total Record : 192