cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JFIOnline
ISSN : 14121107     EISSN : 2355696X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Indonesia yang diterbitkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Isi website memuat seluruh jurnal yang telah diterbitkan mencakup semua aspek dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kefarmasian antara lain farmakologi, farmakognosi, fitokimia,farmasetika, kimia farmasi, biologi molekuler, bioteknologi, farmasi klinik,farmasi komunitas, farmasi pendidikan, dan lain-lain.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
Efek Kronis Minuman Berenergi pada Ginjal Suharjono, .; Izzah, Zamrotul; Andarsari, Mareta Rindang; Budiatin, Aniek Setya; Rahmadi, Mahardian
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 4 (2015)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.533 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v7i4.259

Abstract

Abstrak Penggunaan minuman berenergi telah meluas di masyarakat hingga menjadikannya sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Perubahan pola hidup seperti kurang minum air putih dan sering mengkonsumsi minuman berenergi memicu terjadinya penyakit ginjal kronik. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh penggunaan beberapa jenis minuman berenergi dalam jangka waktu tertentu terhadap fungsi ginjal tikus berdasarkan parameter hematologi, urinalisis dan histopatologi ginjal. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok dan mendapatkan 3 jenis minuman berenergi (ED1, ED2 dan ED3) dan air sebagai kontrol selama 30 hari. Sehari setelah pemberian minuman bernergi berakhir, tikus dimasukkan dalam kandang metabolik untuk menampung urin 24 jam. Kemudian tikus dianastesi dan diambil darah dan dikorbankan dan kemudian diambil organ ginjal untuk pemeriksaan histopatologi. Hasil urinalisis menunjukkan penurunan ekskresi kreatinin urin diiringi peningkatan rasio albumin terhadap kreatinin di urin. Pemeriksaan hematologi menunjukkan peningkatan kadar serum kreatinin, sedangkan pemeriksaan histopatologi ginjal menunjukkan abnormalitas pada medulla ginjal.
PRODUKSI ASAM GALAT DARI LIMBAH BUAH LOKAL DI PULAU LOMBOK SECARA ENZIMATIS JUNAIDI, EKA; ANWAR, YUNITA ARIAN SANI
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4476.959 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v9i1.559

Abstract

ABSTRAK : Asam galat merupakan salah satu bahan obat yang belum dapat diproduksi dalam jumlah besar di dalam negeri. Senyawa ini berperan sebagai bahan sintetis antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan asam galat menggunakan limbah buah lokal di Pulau Lombok secara enzimatis. Terdapat 3 jenis limbah buah lokal yang digunakan yaitu kulit buah juwet, kulit buah kepundung dan kulit buah manggis. Hasil penelitian menunjukkan enzim yang digunakan adalah tanase dengan aktivitas sebesar 57,827 U/mg. Asam galat tertinggi diperoleh pada konsentrasi enzim tanase sebesar 1% dan waktu reaksi sebesar 60 menit untuk kulit buah kepundung sedangkan kulit buah manggis dan kulit buah juwet menghasilkan asam galat tertinggi pada konsentrasi enzim tanase sebesar 1,2% dengan waktu reaksi yang sama. Jenis kulit buah lokal yang paling baik sebagai penghasil asam galat adalah kulit buah kepundung.
DAYA ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT YANG DIISOLASI DARI DAUN DAN RIMPANG LENGKUAS (Alpinia galanga Sw.) Sinaga, Ernawati; Noverita, .; Fitria, Dinah
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 4, No 4 (2009)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v4i4.23

Abstract

Endophytic fungi has becoming a potensial source of bioactive compounds. In this work we had isolated 10 endophytic fungi isolates from leaves and rhizomes of Alpinia galanga Sw., and investigated its antibacterial properties. Results of the experiments showed that 7 out 10 of endophytic fungi isolates from leaves and rhizomes of Alpinia galanga Sw. had significant antibacterial properties toward Escherichia coli and Staphylococcus aureus. This result suggest that endophytic fungi isolates from leaves and rhizomes of Alpinia galanga Sw. can be further explored as new sources of antibacterial compounds. ABSTRAK Sumber baru bahan bioaktif yang akhir-akhir ini banyak dieksplorasi adalah jamur endofit. Hal ini disebablan karena kemampuan jamur-jamur endofit memproduksi bahan-bahan bioaktif yang potensial untuk dikembangkan menjadi bahan baku obat. Dalam penelitian ini dilakukan percobaan untuk mengisolasi jamur endofit dari daun dan rimpang lengkuas (Alpinia galanga Sw.) dan kemudian menguji daya antibakterinya. Dari percobaan yang dilakukan diperoleh 10 isolat jamur endofit, 7 isolat dari daun lengkuas dan 3 isolat dari rimpangnya. Dari 10 isolat jamur endofit ini, 7 isolat di antaranya menunjukkan daya antibakteri yang cukup tinggi terhadap 2 bakteri uji yang digunakan yaitu Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jamur endofit di dalam daun dan rimpang lengkuas memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi sumber baru bahan baku obat-obat antibakteri.
AKTIFITAS REPELLENT NYAMUK LOTION KOMBINASI EKSTRAK BATANG Vitex trifolia L. DAN N,N-DIETIL-META-TOLUAMIDA Mustanir, .; Harifsyah, Ikhsan
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 5, No 4 (2011)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v5i4.53

Abstract

Study on repellency of Vitex trivolia stem bark combined with DEET in the lotion formula to mosquitoes have been done. Extract of V. trifolia was combined with DEET to produce the lotion. The combined lotion is brown, no odor, with pH of 6,7. This lotions are not irritated, gaves emulsion type of o/w (oil in water) and homogenous, stable during 3 months observation. The effective repellency to Aedes aegypti mosquitoes of combined lotions are 78.8, 83.9 and 84.3% for 5% methanol with 1, 3 and 5% b/v of DEET, respectively. The time protection of the combined lotions are 9.2, 116.3 and 169.0 minutes. ABSTRAK Telah dilakukan penelitian uji aktifitas repellent nyamuk dari lotion kombinasi ekstrak metanol batang Vitex trifolia L. dan DEET. Hasil ekstrak batang V. trifolia dikombinasikan dengan DEET dibuat dalam bentuk lotion. Lotion kombinasi ini berwarna coklat, tidak berbau, pH rata-rata 6,7. Lotion ini tidak merusak kulit, mempunyai tipe emulsi m/a (minyak dalam air) dan merupakan sediaan yang homogen, sangat stabil selama 3 bulan masa pengamatan. Hasil uji daya tolak efektif lotion terhadap nyamuk Aedes aegypti, masing-masing 78,8 ; 83,9; dan 84,3% untuk lotion kombinasi 5% ekstrak metanol dengan 1% DEET, 5% ekstrak metanol dengan 3% DEET dan 5% ekstrak dengan 5% DEET. Sementara lama proteksi rata-rata dari lotion kombinasi tersebut secara berurutan adalah 9,2; 116,3; dan 169,0 menit.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK DAUN DEWANDARU DAN DAUN KELADI TIKUS TERHADAP PEMOTONGAN DNA SUPERKOIL UNTAI GANDA Indrayudha, Peni; Wijaya, Abdul Rosyid Thoyib; Iravati, Susi
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 3, No 2 (2006)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v3i2.85

Abstract

Keladi tikus (Typhonium flagelliforme (Lodd) BL) is used traditionally as anti cancer and anti virus. Dewandaru (Eugenia uniflora Linn) have known to have antibacterial activity. This experiment was aim to examine whether the extract of Eugenia uniflora Linn and Typhonium flagelliforme (lodd) BL leaves contain protein which had activity to cut double helix supercoiled DNA. The experiment was conduct by incubating DNA plasmid (pUC18) with protein isolated from Eugenia uniflora Linn and Typhonium flagelliforme (lodd) BL leaves extract at room temperature for 1 hour. Crude extracts were made by extraction in 0.14 M NaCl-5 mM sodium phosphate buffer pH 7,2. Extract were considered to have RIPs activity when it was able to cut double helix supercoiled DNA to linear nick circular form. Electrophoretogram was observed under ultraviolet light. Result showed that Typhonium flagelliforme (Lodd) BL) leaves extract contain protein which had activity to cut double helix supercoiled DNA to linear nick circular form. While Eugenia uniflora Linn leaves extract gave negative result.   ABSTRAK Tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme (Lodd) BL) digunakan sebagai antikanker dan antivirus. Tanaman dewandaru (Eugenia uniflora Linn) telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstak gubal daun dewandaru (Eugenia uniflora Linn) dan daun keladi tikus (Typhonium flagelliforme (lodd) BL) mengandung protein yang mampu memotong DNA superkoil untai ganda. Penelitian ini dilakukan dengan cara menginkubasikan DNA plasmid (pUC18) dengan sejumlah protein dari ekstrak gubal daun Eugenia uniflora Linn dan daun Typhonium flagelliforme (Lodd) BL) pada suhu kamar selama 1 jam. Ekstrak gubal daun dibuat dengan ektraksi daun dalam buffer natrium fosfat 5Mm yang mengandung NaCl 0,14 M Ph 7,2. Ekstrak akan memiliki aktivitas RIPs jika mampu memotong DNA superkoil untai ganda menjadi bentuk nick circular dan linier. Hasil elektroforesis dilihat di bawah sinar UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak gubal daun keladi tikus (Typhonium flagelliforme (Lodd) BL) mengandung protein yang mampu memotong DNA superkoil untai ganda menjadi bentuk nick circular dan linier seperti pada RIPs. Sedangkan ekstrak gubal daun dewandaru (Eugenia uniflora Linn) tidak menunjukkan kemampuan memotong DNA superkoil untai ganda menjadi bentuk nick circular dan linier.
Formulasi Nanopartikel Verapamil Hidroklorida dari Kitosan dan Natrium Tripolifosfat dengan Metode Gelasi Ionik Iswandana, Raditya; Anwar, Effionora; Jufri, Mahdi
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 6, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.205 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v6i4.142

Abstract

Nanopraticles can be prepared by several methods and the ionic gelation method is the easiest one. Verapamil hydrochloride is a drug which used as antiarrhythmic, antiangina, and antihypertension therapy. Nevertheless, bioavailability of orally administered verapamil is very low, only about 10 to 23%. Therefore, verapamil hydrochloride was prepared as nanoparticles dosage form to increase its  bioavailability. The purpose of the present study was to optimize ionic gelation method of chitosan and sodium tripolyphosphate to obtain the best nanoparticles formulation. Nanoparticles were obtained from four different methods (formula A, B, C and D). Particle size distribution, zeta potential, entrapment efficiency, morphology, and fourier transform infra red spectrum of each nanoparticles formula were characterized. The chosen formula was formula D which has 62.8 nm of size, 59.15% of entrapment efficiency, ±25.46 mV of zeta potential, spherical shape, and the ionic interaction was confirmed by FT-IR spectrum. The result showed that chitosan-tripolyphosphate succesfully produce the verapamil hydrochloride nanoparticles by ionic gelation method.Keywords: chitosan, ionic gelation, nanoparticles, sodium tripolyphosphate, verapamil hydrochloride
Pengembangan, Evaluasi, dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Akut Sediaan Nanoemulsi Spontan Minyak Jintan Hitam Olii, Audia Triani; Pamudji, Jessie Sofia; Mudhakir, Diky; Iwo, Maria Immaculata
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.215 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v7i2.220

Abstract

Nigela sativa is the plant in which the seeds have a strong anti inflammatory effect. The compound that responsible to perform anti inflammation effect is thimoquinon, that contained in volatile constituents of Nigella sativa oil. Later it was found that even the fixed oil of Nigella sativa has greater anti inflammation ef-fect than thimoquinon. Limited usage of oil or powder have a problems in bioavailability. To overcome this problem, the self nanoemulsion formula development is done to enhance the bioavailability. Nanoemulsion contain 200μL Nigella sativa oil per 1 g mixture of oil phase made by VCO, Cremophor RH40,  polietilen glikol 400 rasio 1:7:2. Disper sibility test showed that SNEDDS is rapidly form a transparent mixture within 9,17 ± 0,015 minutes in HCl 0,1 N, the rate of stirage at 50 rpm, mean globules diameter of 57,6 ± 13.04 nm, polydispersity index of 0,288 ± 0,033, and zeta potential of 0,243 ± 0,136 mV. Stability test of centrifuge test showed that SNEDDS is stable, although at the third cycle of freeze thaw cycle showing a significant difference in polydispersity index and zeta potensial with the previous cycle. Result of anti inflammation acute activity test of Nigella sativa oil which is incorporate in SNEDDS of VCO has no antiinflammation. Keywords:  Nigella sativa oil, Self Nanoemulsion, anti inÏ?lammation   Nigella sativa, tanaman dengan biji yang memiliki efek antiinflamsi yang cukup kuat. Senyawa yang bertanggung jawab memberikan  efek antiinflamasi adalah thimokuinon, senyawa yang terkandung dalam minyak  menguap dari minyak jintan hitam. Namun ditemukan bahwa  bahkan minyak lemak jintan hitam memiliki aktivitas antiinflamasi yang lebih besar dari thimokuinon. Penggunaan yang terbatas pada minyak atau serbuk jintan hitam mempunyai  masalah dalam bioavailabilitas. Untuk mengatasi masalah ini, maka dilakukan pengembangan formula sediaan nanoemulsi  spontan (SNES) dalam usaha meningkatkan bioavailabilitas minyak jintan hitam. Nanoemulsi yang mengandung 200 μL minyak jintan hitam per 1 g fase minyak dibuat dengan menggunakan VCO, Cremophor RH 40 dan polietilen glikol 400 dengan perbandingan 1:7:2. Hasil uji dispersibilitas menunjukkan sediaan teremulsi dengan cepat membentuk campuran transparan dalam waktu 9,17 ± 0,015 menit dalam medium HCl 0,1 N dengan kecepatan pengadukan 50 rpm, dengan ukuran diameter globul 57,6 ± 13.04 nm, indeks polidispersitas  0,288 ± 0,033,  dan zeta potensial 0,243 ± 0,136 mV. Hasil uji stabilitas pada uji sentrifugasi menunjukkan SNES minyak jintan hitam stabil secara fisik, walaupun pada siklus ketiga freeze thaw menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan siklus sebelumnya pada indeks polidispersi dan zeta potensial. Hasil uji aktivitas antiinflamasi akut minyak jintan hitam yang diinkorporasikan dalam SNES VCO tidak memberikan efek antiinflamasi.Kata kunci: minyak jintan hitam, nanoemulsi spontan, antiinϐlamasi akut  
Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis L.) Secara Invitro Kumala, Shirly; Bekti, Novi Dyah Purnama
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.799 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v8i2.514

Abstract

Pecut Kuda leave (Stachytarpheta jamaicensis L.) was one of the many medicinal plants found in Indonesia and it has been widely used by the people in Indonesian to cure infection of tractus urinarius, pharingitis, hepatitis. Although, it has been very popular traditional medicine, very little scientific data were collected until now. This study focused on preliminary studies of antibacterial and antioxidant activity of Pecut Kuda leaves. Extracts were obtained using n-hexane, ethyl acetate and methanol. The antibacterial activity test was performed using the agar diffusion method against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. While antioxidant activity was performed by the colorimetric method using DPPH radical reduction. The results showed that n-hexane extracts did not have either antibacterial or antioxidant activity. The ethyl acetate extract had zone inhibition (DDH) between 7 to 11.67 mm against S. aureus bacteria, whereas against E. coli with DDH between 7.67 to 10.83 mm, and had IC50 value of 182.97%. The methanol extract had DDH between 8.33 to 13.67 mm against S.aureus, whereas against E. coli bacteria with DDH between 9 to 14.67 mm, and IC50 value of 14.28%. In conclusion, ethyl acetate and methanol extract of Pecut kuda leaves have antioxidant and antibacterial activity against S. aureus and E. coli bacteria.
IDENTIFIKASI PROBLEMA OBAT DALAM PHARMACEUTICAL CARE Yulistiani, .; Suharjono, .; Hasmono, Didik; Khotib, Junaidi; Sumarno, .; Rahmadi, Mahardian; Sidharta, Bambang
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v4i1.1

Abstract

Pharmaceutical care is a colaborative process which goal is to prevent, identify, and solve the  drug problem. Pharmacists is the one who responsible to pharmaceutical care, to assure the safety and effectiveness of drug use. This works was aimed to identify and analyze drug problems happened during pharmaceutical care. Data was collected from Dr.  Syaiful Anwar Hospital Malang, from 1 Januari until 31 August 2006. This was a prospective study (n=138) with descriptive analysis. From the results it can be concluded that drug problems happened during pharmaceutical care in Dr. Syaiful Anwar Hospital Malang consist of: Drug Adverse Reaction (non-elergy side effect 15.22% and toxic effect 3.62%), error in drug choice (untreated indication 18.12%, unappropriate drug to indication 11.59%, unclear drug use 4.35%, unappropriate drug duplication 1.45%), contraindication 0.72%, dosing problem (overtherapy dose 22.46%, overlength therapy 2.90%, subtherapy dose 0.72%), drug interaction (potential interaction 138 cases, manifested interaction 8 cases), and others (patient uncontentment 10.14% and patient unproper care about his/her own disease/therapy 4.35%). ABSTRAKPharmaceutical care merupakan proses kolaboratif yang bertujuan untuk mencegah, mengidentifikasi, dan menyelesaikan problema obat. Dalam pelaksanaan, pharmaceutical care merupakan tanggung jawab profesional farmasis untuk menjamin penggunaan obat yang aman dan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa problema obat yang terjadi dalam pharmaceutical care. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Syaiful Anwar Malang periode 1 Januari s/d 31 Agustus 2006, merupakan penelitian observasional-data prospektif (n=138) dengan analisis deskriptif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa macam problema obat yang terjadi meliputi : Reaksi obat yang tidak dikehendaki terdiri dari: efek samping non alergi (15,22%), efek toksik (3,62%); pemilihan obat terdiri dari: obat tidak diresepkan tetapi indikasi jelas (18,12%), obat tidak sesuai indikasi (11,59%), indikasi penggunaan obat tidak jelas (4,35%),duplikasi obat tidak sesuai (1,45%), Kontraindikasi (0,72%); pemberian dosis terdiri dari: dosis terlalu tinggi (22,46%), durasi terapi terlalu panjang (2,90%), dosis terlalu rendah (0,72%); interaksi obat terdiri dari: interaksi potensial 138 kejadian (n=138), manifestasi interaksi (8 kasus); dan problema lain (ketidakpuasan pasien terhadap terapi yang diberikan (10,14%) dan kurangnya perhatian/kesadaran pasien terhadap kondisi/ penyakitnya (4,35%).
POLA RESISTENSI ANTIBIOTIK TERHADAP ISOLAT BAKTERI SPUTUM PENDERITA TERSANGKA INFEKSI SALURAN NAFAS BAWAH Kumala, Shirly; Pasanema, Dimas A. M.; Mardiastuti, .
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfi.v5i1.34

Abstract

Lower respiratory tract infection (LRTI) was one type of lung infection that is commonly suffered by the indonesion society including â??in patientsâ? in hospital ward.  The percentage of lung infection case was found to be 60-80% of all case of lung related disease while the rest (20-40%) were classified as non-infectious lung disease.  Fast and accurate diagnosis followed by correct choice of antibiotics based on antibiotic resistance test would certainly help to establish accurate diagnosis and treatment. Studies were carried out in clinical microbiology laboratory in the Faculty of Medicine of University of Indonesia.  A total of 124 specimens were used in the study, contained sputtam excreted by patients diagnosed with lower respiratory tract infectious disease. Isolation and identification procedure was performed according to the Laboratory standard operational procedure (SOP).  Antibiotic resistance test was performed using â??CAKRAMâ? diffusion techniques according to CLSI which is abbreviated as Clinical and Laboratory Standards Institute. 76 bacterial isolates were successfully isolated and identified.  Most of the bacteria found were identified as Klebsiella Pneumoniae and they were Erithromycin sensitive and Ticarsilin resistant (75.9%).   ABSTRAK Infeksi Saluran Nafas Bawah (ISNB) merupakan penyakit infeksi paru yang paling sering ditemukan di masyarakat maupun yang dirawat di Rumah Sakit, dan masih merupakan masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Penyakit infeksi paru berkisar 60-80% dari seluruh penyakit paru, sedangkan sisanya (20-40%) merupakan penyakit non infeksi. Penentuan diagnosis secara cepat dan tepat serta pemilihan antibiotik berdasarkan uji resistensi akan sangat membantu dalam petanalaksanaan dan terapi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Spesimen yang digunakan berupa sputum penderita tersangka infeksi saluran nafas bawah, jumlah sampel 124. Isolasi dan identifikasi dilakukan sesuai standard operasional laboratorium, uji resistensi menggunakan difusi cakram menurut CLSI. Dari hasil isolasi diperoleh 76 isolat bakteri, yang terbanyak  adalah Klebsiella pneumoniae yang sangat sensitif terhadap Eritromisin dan resisten terhadap Tikarsilin (75,9%)