cover
Contact Name
Sarkadi
Contact Email
sarwahita@unj.ac.id
Phone
+6285881133995
Journal Mail Official
sarwahita@unj.ac.id
Editorial Address
Kampus A Universitas Negeri Jakarta Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6 - 7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 02167484     EISSN : 25978926     DOI : https://doi.org/10.21009/sarwahita
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Sarwahita, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 296 Documents
PERAN GANDA IBU RUMAH TANGGA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA Widya Parimita; Munawaroh; Intan Maulida Rizaldy
Bahasa Indonesia Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.182.3

Abstract

Many women today have two roles at the same time, the domestic role in charge of taking care of the household and the role of the public who are in charge outside the home or work to meet the needs of family life. The dual role as a woman in this case must be handled wisely and must maximize her duties in both aspects. The partners of this program are representatives of education personnel of The State University of Jakarta with a female gender. The purpose of this devotion is for women to have an overview and input about online business and to invite partners to become independent women through dual roles as housewives and maximize their ability to help the family economy in online business activities as career women. Classic methods with lecture and discussion approaches are applied in this activity. The end result achieved from this activity is increased motivation and knowledge of partners to double role, namely becoming a housewife and becoming a career woman through online business activities. Abstrak Perempuan masa kini banyak yang memiliki dua peran sekaligus, yakni peran domestik yang bertugas mengurus rumah tangga dan peran publik yang bertugas di luar rumah atau bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Peran ganda sebagai perempuan dalam hal ini harus disikapi dengan bijak serta harus memaksimalkan tugasnya dikedua aspek tersebut. Mitra program ini adalah perwakilan tenaga kependidikan Universitas Negeri Jakarta berjenis kelamin perempuan. Tujuan dari pengabdian ini agar wanita mempunyai gambaran dan masukan tentang bisnis online serta untuk mengajak mitra menjadi wanita yang mandiri melalui peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya untuk membantu perekonomian keluarga dalam kegiatan bisnis online sebagai wanita karir. Metode klasikal dengan pendekatan ceramah dan diskusi diterapkan dalam kegiatan ini. Hasil akhir yang dicapai dari kegiatan ini adalah meningkatnya motivasi dan pengetahuan mitra untuk berperan ganda yaitu menjadi ibu rumah tangga serta menjadi wanita karir melalui kegiatan bisnis online.
PENDAMPINGAN PENERAPAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI STRATEGI MARKETING PADA UMKM BAKPAO IJO LUMER Dina Mahesti; Andhita Risko Faristiana
Bahasa Indonesia Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.182.5

Abstract

The development of technology today has been increasingly advanced and developed, especially social media that greatly impact and affect people's lives. The development of technology also has an impact on marketing, especially in the process of buying and selling, Digital Marketing is one of the marketing strategies that can reach the wider community from the top to the bottom. Research in this training uses the ABCD method or this training using the ABCD approach that is Asset Based Community Development, which prioritizes the utilization of assets and potential that exist around and owned by the community. Marketing planning in this study aims to develop MSMEs Bakpao Ijo Lumer in Milangasri District Panekan which due to pandemic vovid-19 began to decrease sales, the problems faced by bakpao ijo sellers one of them is in marketing or marketing, With this research bakpao ijo sellers can better know the benefits of technology, especially digital marketing to advertise or sell their bakpao ijo lumer food products, so that with this digital marketing sales turnover and public interest to buy bakpao ijo lumer increases, besides that sellers also get a lot of useful knowledge about digital marketing technology to be able to compete with the market and compete with other bakpao ijo products or other food products that are similar or different. Abstrak Perkembangan teknologi saat ini sudah semakin maju dan berkembang, terutama media sosial yang sangat berdampak dan mempengaruhi kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi juga berdampak pada pemasaran terutama dalam proses jual beli, Digital Marketing merupakan salah satu strategi pemasaran yang dapat menjangkau masyarakat luas mulai dari kalangan atas sampai bawah. Penelitian dalam pelatihan ini menggunakan metode ABCD atau Pelatihan ini menggunakan pendekatan ABCD yaitu Asset Based Community Development, yang mengutamakan pemanfaatan aset dan potensi yang ada di sekitar dan dimiliki oleh komunitas masyarakat. Perencanaan marketing dalam penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan UMKM Bakpao Ijo Lumer didesa Milangasri Kecamatan Panekan yang akibat pandemic vovid-19 mulai menurun penjualannya, permasalahan yang dihadapi penjual bakpao ijo salah satunya adalah dalam pemasaran atau marketing, dengan penelitian ini penjual bakpao ijo bisa lebih mengetahui manfaat dari teknologi terutama digital marketing untuk mengiklankan atau menjual produk makanan bakpao ijo lumer miliknya, sehingga dengan digital marketing ini omset penjualan dan minat masyarakat untuk membeli bakpao ijo lumer meningkat, selain itu penjual juga mendapat banyak sekali ilmu yang bermanfaat mengenai teknologi digital marketing untuk bisa bersaing dengan pasar dan bersaing dengan produk bakpao ijo lain ataupun produk makanan lain yang serupa maupun berbeda.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER MELALUI MEDIA VIDEO TUTORIAL DALAM MENSOSIALISASIKAN POLA HIDUP BERSIH DI LINGKUINGAN KELURAHAN JAKASAMPURNA, BEKASI BARAT DALAM UPAYA MENYIKAPI PANDEMI COVID-19 Neneng Siti Silfi Ambarwati; Mari Okatini Armandari; Nurul Hidayah; Chanar Mutiara Putri; Siska Marlina
Bahasa Indonesia Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.182.1

Abstract

COVID-19 is an infectious disease caused by a newly discovered type of coronavirus. The new virus and the disease it causes were unknown before the outbreak began in Wuhan, China, in December 2019. COVID-19 is now a pandemic affecting many countries around the world. The best way to avoid getting infected with the corona virus is to wash your hands or use a hand sanitizer. Another alternative is to use local natural ingredients as antiseptic ingredients or hand sanitizers, namely the use of betel leaf and aloe vera. The purpose of community service for the national competitive community partnership program is to improve thinking skills, make antiseptic products, and direct product marketing. This program is expected to motivate PKK women and young women to be able to make their own antiseptic products made from betel leaf and aloe vera. Furthermore, they can market the antiseptic products through cooperatives in the Jatisampurna Village, Jakasampurna Village. The output targets of this community service program are one scientific article obtained through an indexed National Journal, a hand sanitizer product, a video that is HAKI right, and increasing the empowerment of PKK mothers and young women in the Jakasampurna Village, West Bekasi District in the ability to create and develop manufacture of antiseptic preparations made from natural ingredients of betel leaf and aloe vera. This guidance is also continued by encouraging and marketing these antiseptic products through the Jakasampurna Village area. Abstrak COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona virus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID- 19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia. Cara terbaik menghindar dari infeksi virus corona adalah mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Alternatif lain dengan memanfaatkan bahan alam lokal sebagai bahan antiseptik ataupun hand sanitizer yaitu pemanfaatan daun sirih dan lidah buaya. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat kompetitif nasional program kemitraan masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan berpikir, membuat produk antiseptik serta keterampilan memasarkan produk. Program ini diharapkan dapat memotivasi Ibu-ibu PKK dan remaja puteri untuk mampu membuat produk antiseptik sendiri yang berbahan dasar daun sirih dan lidah buaya. Selanjutnya dapat memasarkan produk antiseptik tersebut melalui koperasi di wilayah Kelurahan Jatisampurna Kelurahan Jakasampurna. Target luaran dari program pengabdian masyarakat ini adalah satu artikel ilmiah yang dipublikasikan melalui Jurnal Nasional terindeks, satu produk hand sanitizer, video yang di HAKI kan, dan peningkatan keberdayaan Ibu-ibu PKK serta remaja puteri di Kelurahan Jakasampurna Kecamatan Bekasi Barat dalam kemampuan membuat dan mengembangkan pembuatan sediaan antiseptik berbahan dasar bahan alam daun sirih serta lidah buaya. Binaan ini juga dilanjutkan dengan mempromosikan dan memasarkan produk antiseptik tersebut melalui koperasi di wilayah Kelurahan Jakasampurna.
Penyuluhan Kesehatan untuk Meningkatkan Pemahaman Kader Tentang Penanganan Stunting pada Balita Agusta Saraswati; Suharmanto; Bayu Anggileo Pramesona; Susianti
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.18

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya. Jumlah kasus stunting di Indonesia pada tahun 2013 mencapai 37,8% sedangkan tahun 2019 menurun menjadi 27,67%. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman kader tentang penanganan stunting pada balita. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian stunting pada balita. Sasaran kegiatan ini adalah kader berjumlah 16 orang. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 Oktober 2021 pukul 08.00-12.00 WIB di Aula Puskesmas Karang Anyar Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari pemberian materi oleh pakar dan diskusi. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Sebelum diberikan materi, dilakukan pre-test dan setelah materi diberikan post-test. Hasil sebelum dan sesudah dibandingkan untuk mengukur pemahaman kader tentang penanganan stunting pada balita. Tim pengabdian masyarakat yang dilibatkan adalah dosen dan mahasiswa pada Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman para kader tentang penanganan stunting pada balita. Saran yang dapat diberikan bagi Puskesmas adalah membuat program yang dapat mempertahankan dan meningkatkan pemahaman kader tentang penanganan stunting seperti penyuluhan kesehatan dan seminar kesehatan. Kata kunci:,,, ,
Workshop (Pelatihan) Pembuatan Proposal “Penelitian Quasi Eksperimen” Bagi Guru dan Calon Guru dan Budidaya Ikan Lele bagi Masyarakat Rangka meningkatkan Pendapatan untuk Kesejahteraan di Kel. Mekarsari, Kec. Jatisari, Kab. Karawang, Prov. Jawa Barat Etin Solihatin; Raharjo; Roby Ibnu Syarifain; Esa Aryo Kuncoro
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.3

Abstract

Abstract (10pt) The purposes of devotion to the community activities are to develop teacher and teacher candidate ability to create research draft proposals, also Catfish cultivation using biofloc technique. Proposal making workshop activities consist of providing information, practice, and intensive consultation. Catfish cultivation activities consist of cultivation practice, marketing, and simple accountancy record, also evaluation. Based on those activities proposal making workshop was able to improve teacher and teacher candidates ability to create a quasi-experiment proposal final draft. Activity documentation and material were published on the YouTube platform https://www.youtube.com/watch?v=ogfgRQJUE7w.While catfish cultivation with biofloc technique is able to to improve community income because catfish could be harvested after three months and sold. Catfish cultivation can increase community prosperity in the COVID-19 pandemic because it could produce alternative income through the primary sector (food). Activity documentation was published on the YouTube platform https://m.youtube. com/ watch?v=G542rOJuzrc. Abstrak Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru/ calon guru dalam membuat draft proposal penelitian quasi eksperimen dan pengenalan budidaya lele sistem bioflok. Pelaksanaan workshop pembuatan proposal dilakukan melalui pemberian informasi, praktek dan pendampingan konsultasi yang intensif. Budidaya ikan lele sistem bioflik diaksanakan melalui berbagi pendapat dan praktik budidaya yang diikuti dengan kegiatan pemasaran, pembukuan sederhana, dan evaluasi kegiatan. Berdasarkan hasil pengabdian dapat disimpulkan bahwa workshop/ pelatihan pembuatan proposal penelitian Quasi eksperimen dapat meningkatkan kemampuan guru/ calon guru dalam membuat proposal penelitian. Dokumentasi kegiatan dan QR Code materi pembuatan proposal dapat dilihat pada platform YouTube https://www.youtube.com/watch?v=ogfgRQJUE7w. Setelah itu, budidaya ikan lele teknik bioflok dapat meningkatkan pendapatan masyarakat karena dalam waktu + tiga bulan ikan dapat dipanen, dan dijual. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan di masa pandemi yang identik dengan tingginya angka PHK. Berdadarkan hal tersebut penghasilan alternatif dapat menjadi solusi menjaga kesejahteraan ekonomi di tengah masa pandemi. Dokumentasi kegiatan dan langkah budidaya lele dapat dilihat pada platform YouTube https://m.youtube.com/watch?v=G542rOJuzrc..
Pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tiram Tambun dalam Mengembangkan Desa Wisata Mentawir Kabupaten Panajam Paser Utara Yogiana Mulyani; Saiful Ghozi; Henry Winnarko
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.17

Abstract

Abstract Mentawir Tourism Village is a tourism village located in Penajam Paser Utara, East Kalimantan. This Tourism Village has “Pokdarwis” (Tourism Awarness Group) which has been formally confirmed by the head Department of Culture and Tourism in Penajam Paser Utara on August 7, 2019. However, the development of the Mentawir Tourism Village has not been maximized so it is necessary to empower more of the Pokdarwis Tiram Tambun to strengthen the management and promotion of the Mentawir Tourism Village. Several problems occurred in the Mentawir Tourism Village such as the lack of ability to manage the Pokdarwis Tiram Tambun institutions that were ineffective, inefficient and intransparent. They are also incapable to promote through various media and product of breakfast menu in their own homestay. The approachment methods used in this activities including socialization, training and mentoring. The results of these activities including the knowledge and skills of the management and members of the Pokdarwis Tiram Tambun to increase or to improve in terms of effective, efficient and transparent management through improving the administration or organizational bookkeeping, the development of potential tourism in the Mentawir village can be mapped through tourism products in the form of tour packages that will be offered to the tourists, as well as increasing the promotion of the Mentawir itself through various social media in order to increase the number of tourists visiting there and improvement skill from homestay owners in producing breakfast dishes Abstrak Kelurahan Mentawir merupakan Kawasan berpotensi wisata yang terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Potensi wisata didaerah ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tiram Tambun yang telah mendapatkan pengukuhan secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Panajam Paser Utara pada tanggal 7 Agustus 2019. Namun dalam pengembangan Wisata Mentawir belum maksimal sehingga perlu dilakukan pemberdayaan Pokdarwis untuk memperkuat pengelolaan dan promosi Desa Wisata Mentawir. Beberapa permasalahan di Wisata Mentawir antara lain kurangnya kemampuan dalam mengelola kelembagaan Pokdarwis yang efektif, efisien dan transparan, kurangnya kemampuan dalam melakukan promosi melalui berbagai media, serta kurangnya ketrampilan dalam pengolahan menu makan pagi di homestay. Metode pendekatan yang dilakukan dalam kegiatan ini antara lain sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Hasil dari kegiatan memberikan dampak bertambahnya pengetahuan dan keterampilan pengurus dan anggota Pokdarwir Tiram Tambun yang efektif, efesien dan transparan. Kegiatan pendampingan ini juga menghasilkan pemetaan paket-paket wisata yang akan ditawarkan kepada wisatawan. Selain itu, hasil yang dicapai dibidang pemasaran digital adalah meningkatnya atau bertambahnya promosi desa wisata Mentawir melalui berbagai media sosial dalam rangka mensosialisasikan potensi Mentawir kepada wisatawan, serta bertambahnya ketrampilan dari pengelolaan dan pelayanan di homestay.
Peningkatan Kualitas Dan Kuantitas Produk Umkm Sari Buah Jeruk Sebagai Minuman Imunostimulan Alami Untuk Menarik Daya Beli Masyarakat di Masa Pandemi Tetri Widiyani; Okid Parama Astirin; Elisa Herawati; Shanti Listyawati; Agung Budiharjo
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.16

Abstract

Abstract The COVID-19 pandemic is not over yet. One way to fight COVID-19 is to increase the body's immunity by consuming various vitamins which have function as an immunostimulant. One of them is vitamin C which is found in many fresh fruits. This opens up the opportunities for people in the informal sector to provide immunostimulants drinks. The Small Medium Enterprise (SME that produce fresh orange juice are considered prospective during this pandemic. However, in reality, their consumers has actually decreased, as experienced by SME Kishi Sari Jeruk Segar in the Surakarta City. This SME also faces several problems, i.e: seasonal stock of oranges so that the cost of supply of raw materials is unstable and juice drink products are not durable. Our community service team helped this SME in 2 aspects. In the production aspect, a refrigerator was provided to store raw fruit materials so that they do not damage quickly and to produce frozen juice. Meanwhile, in the marketing aspect, we designed a nutritional information facts information of the orange juice especially on immunostimulant content. This is expected to increase the MSE product attractiveness. Abstrak Saat ini pandemi COVID-19 belum berakhir. Salah satu cara melawan COVID-19 adalah meningkatkan imunitas tubuh dengan mengkonsumsi vitamin. Jenis vitamin yang terbukti berfungsi sebagai imunostimulan adalah vitamin C. Vitamin C banyak terkandung dalam buah segar seperti jeruk. Hal ini membuka peluang usaha bagi masyarakat di sektor informal untuk menyediakan imunostimulan dalam bentuk minuman. UMKM sari buah jeruk dipandang prospektif di masa pandemi ini. Namun kenyataanya jumlah pembeli produk UMKM sari buah jeruk justru mengalami penurunan seperti yang dialami oleh UMKM Kishi Sari Jeruk Segar di kota Surakarta. UMKM ini juga menghadapi beberapa permasalahan lain berupa stok bahan baku buah jeruk yang bersifat musiman sehingga cost supply bahan baku tidak stabil serta produk minuman sari buah jeruk yang bersifat tidak tahan lama. Usaha yang telah dilakukan oleh tim pengabdian kami meliputi 2 aspek. Pada aspek produksi diberikan almari es untuk menyimpan bahan baku buah agar tidak cepat busuk dan memproduksi sari buah jeruk frozen/beku. Solusi ini akan menjamin harga jual produk yang stabil serta produk yang memiliki daya tahan penyimpanan yang lebih panjang. Sedangkan pada aspek pemasaran dilakukan pencantuman informasi mengenai kandungan nutrisi yang berkhasiat sebagai imunostimulan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik produk UMKM.
Upaya Mereduksi Miskonsepsi Literasi Melalui Pendampingan Produksi Konten Booktube Bagi Peserta Didik SMP Negeri 3 Batang Santi Pratiwi Tri Utami; Usrek Tani Utina; Moh. Iqbal Mabruri; Restu Aditia
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.5

Abstract

Abstract The implementation of the School Literacy Movement (GLS) at SMP Negeri 3 Batang challenges is interpreted as reading activities. This shows the existence of literacy misconceptions. The main obstacle encountered was the absence of a follow-up program from the GLS. Team's study formulated a solution, namely a post-reading follow-up mentoring program in the form of Booktube (Book Reviews on Youtube). The formulation of the problem in this service activity is 1) what efforts are being made to reduce misconceptions at SMP Negeri 3 Batang?, and 2) how is the implementation of Booktube production assistance at SMP Negeri 3 Batang? This activity was held on August 4, September 2, and September 21, 2021 with 76 students. The results of the activity, namely 1) Efforts made to reduce literacy misconceptions are knowing the post-reading mentoring program in the form of Booktube, 2) Implementation of Booktube production assistance through training in writing interesting book reviews, production of Booktube content, and ends with the practice of producing and uploading book review content on Youtube. The results of this service activity are optimal in an effort to reduce misconceptions with the follow-up of the GLS in the form of a production of 57 Booktubes. Abstrak Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMP Negeri 3 Batang sekadar dimaknai sebagai kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran. Hal tersebut menunjukkan adanya miskonsepsi literasi. Kendala utama yang ditemui ialah belum adanya program tindak lanjut dari GLS. Hasil telaah tim merumuskan solusi berdasarkan kondisi mitra, yaitu pendampingan program tindak lanjut pascabaca berupa produksi konten Booktube (Book Review on Youtube). Perumusan masalah dalam kegiatan pengabdian ini ialah 1) apa upaya yang dilakukan untuk mereduksi miskonsepsi program literasi sekolah di SMP Negeri 3 Batang?, dan 2) bagaimanakah implementasi pendampingan produksi Booktube di SMP Negeri 3 Batang? Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus, 2 September, dan 21 September 2021 bersama 76 peserta didik. Rincian hasil kegiatan, yakni 1) Upaya yang dilakukan untuk mereduksi miskonsepsi literasi di SMP Negeri 3 Batang ialah dengan pendampingan program tindak lanjut pascabaca berupa produksi konten Booktube, 2) Implementasi pendampingan produksi Booktube di SMP Negeri 3 Batang melalui pelatihan menulis review buku yang menarik, pelatihan produksi konten Booktube, dan diakhiri dengan praktik memproduksi dan mengunggah konten review buku di Youtube. Hasil kegiatan pengabdian ini optimal dalam upaya mereduksi miskonsepsi program literasi sekolah di SMP Negeri 3 Batang dengan adanya tindak lanjut GLS berupa produksi sejumlah 57 Booktube.
Pelatihan Pembuatan Film Animasi Menggunakan Aplikasi Toontastic 3D untuk Mendukung Minat Belajar Siswa SMP Mujahidawati; Novferma; Gugun M. Simatupang; Febbry Romundza; Ari Frianto; Diniyah Putri
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.20

Abstract

ABSTRACT During the COVID-19 pandemic, the government implemented bold learning at various levels of education, from kindergarten to university. There is a possibility that the applied learning can result in low student interest in learning. This is because the learning process carried out only transfers recordings of learning patterns to WhatsApp text messages, so there is no other innovation to help students' interest in learning become better. As teachers we must be able to make interesting learning media according to the characteristics of students, where one of the learning media is to make animated films that students can see and do while studying at home. The purpose of this activity is to help and train junior high school teachers in making animated film learning media using the Toontastic 3D application so that it can support students' interest in learning. The method used in the implementation of this service activity is to use the method of discussion and question and answer, demo, and expository. Participants in this service activity are partners of MGMP SMP in Muaro Jambi in the field of mathematics as many as 35 teachers and 20 students. The instrument used in this service is a teacher motivation response questionnaire after training and a student interest response questionnaire after learning with learning media in the form of animated films. Based on the results of the training, it was obtained that most of the teachers who participated were very satisfied and happy with this training, this can be seen from the teacher's motivation, most of the teachers answered on average the statements given agreed and strongly agreed agree category. Furthermore, student learning interest can also be said to be good, this can be seen based on the results of the student learning interest questionnaire where the average student on a positive statement is in the agree and strongly agree category, while in the negative statement questionnaire on average are in the category of strongly disagree and disagree. . Therefore, it can be said that this training in making animated films as a learning medium can provide good motivation for teachers and good learning interest for students during the covid-19 pandemic. ABSTRAK Masa pandemic covid-19, pemerintah menerapkan pembelajaran secara daring di berbagai jenjang Pendidikan mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Tidak menutup kemungkinan selama pembelajaran daring diterapkan dapat mengakibatkan minat belajar siswa rendah. Hal tersebut dikarenakan proses pembelajaran yang dilakukan hanya memindahkan pola pembelajaran yang dibuku ke pesan teks WhatsApp saja, sehingga tidak adanya inovasi lain untuk membantu minat belajar siswa menjadi lebih baik. Sebagai pengajar kita harus bisa membuat media pembelajaran yang menarik sesuai dengan karakteristik siswa, dimana salah satu media pembelajaran tersebut adalam pembuatan film animasi yang dapat dilihat dan di toton oleh siswa selama belajar dirumah. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk membantu dan melatih guru SMP dalam pembuatan media pembelajaran berbentuk film animasi menggunakan aplikasi toontastic 3D sehingga dapat mendukung minat belajar siswa. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan metode diskusi dan tanya jawab, demonstrasi, dan ekspositori. Peserta kegiatan dalam pengabdian ini adalah mitra MGMP SMP di Muaro Jambi pada matapelajaran matematika sebanyak 35 orang guru dan 20 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam pengabdian ini adalah angket respon motivasi guru setelah pelatihan dan angket respon minat siswa setelah belajar dengan media pembelajaran berbentuk film animasi tersebut. Berdasar hasil pelatihan diperoleh bahwa kebanyakan guru-guru yang ikut merasa sangat puas dan senang dengan adanya pelatihan ini, hal tersebut dilihat dari angket respon (motivasi) guru menunjukkan bahwa kebanyakan guru rata-rata menjawab pernyataan yang diberikan pada kategori Setuju dan Sangat Setuju. Selanjutnya minat belajar siswa juga dapat dikatakan baik, hal tersebut dilihat berdasarkan hasil angket minat belajar siswa dimana rata-rata siswa pada pernyataan positif berada pada kategori setuju dan sangar setuju, sedangkan pada angket pernyataan negatif rata-rata pada kategori sangat tidak setuju dan tidak setuju. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pelatihan pembuatan film animasi sebagai media pembelajaran ini dapat memberikan motivasi yang baik bagi guru dan minat belajar yang baik bagi siswa dimasa pandemic covid-19.
Peningkatan Pengetahuan, Tingkat Kepuasan dan Daya Terima Produk Peserta Pada Pelatihan Pembuatan Produk Roti Gulung Berbahan Dasar Nanas Cucu Cahyana; I Gusti Ayu Ngurah Singa
Bahasa Indonesia Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.191.11

Abstract

Abstract Bakery product innovation is a food that is currently a trend and has a great opportunity to be developed. Another goal is to trigger the productivity of the household culinary business, which is mostly practiced by housewives in Benda Baru Village, South Tangerang, especially in the current state of the COVID-19 pandemic. The method used in this activity is the provision of material, direct practice, and assistance in making rolls with stuffing using pineapple jam as one of the bakery product innovations. The results of the training show that the results of the gain score on knowledge before and after training show a gain value of 0.66 in the range of 0.3 g 0.7, meaning that the increase in knowledge is in the medium category. The results of the satisfaction level of participants showed that in the material aspect 52.6% stated it was very clear, 21.1% stated it was clear and 26.3% said it was quite clear; the suitability of the material 100% states it is very suitable; delivery of explanations of materials, tools and product manufacturing processes 52.6% stated very clear, 21.1% stated clear and 26.3% stated quite clear; the sound and picture quality in the training video showed that 42.1% said it was very good, 36.8% said it was good and 21.1% said it was quite good; the time or duration of the training video shows 94.7% said it was enough and 5.3% said it was too long; 100% interest in making the product stated that they were interested, the feasibility of the roll product for consumption 100% of the participants stated that it was feasible; The feasibility of the product to be marketed shows 100% stating that it is feasible; the attractiveness of bread roll products for practice shows 47.4% said it was very interesting, 47.4% said it was interesting and 5.2% said it was quite interesting; the relevance of the application material 47.4% said it was very good and 52.6% said it was good. Meanwhile, the results of the level of preference for training products show that the average value of the assessment is ; the color aspect of rolls 4.52 which is in the category close to very like; the rating of preference for the aroma aspect of rolls is 4.16 which is in the like category; the texture/softness aspect of the rolls is 4.39 which is in the like category. the taste aspect of rolls is 4.26 which is in the like category; the color of pineapple jam is 4.39 which is in the like category; the color aspect of pineapple jam is 4.12 which is in the like category; The chocolate cheese roll was the most preferred by the trainees. The conclusion in the training participants were satisfied with the increase in the level of moderate knowledge and chocolate cheese rolls as the most preferred training product. Abstrak Inovasi produk bakery merupakan makanan yang sedang trend saat ini dan memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan. Tujuannya lainnya adalah untuk memicu produktivitas usaha kuliner rumah tangga yang banyak digeluti oleh ibu-ibu rumah tangga di desa Benda Baru, Tangerang Selatan terutama dalam kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian materi, praktek secara langsung, dan pendampingan pembuatan produk roti gulung dengan isian menggunakan selai buah nanas sebagai salah satu inovasi produk bakery. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa Hasil nilai gain skor pada pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan nilai gain 0,66 berada pada rentangan 0,3 ≤ g ≤ 0,7 artinya peningkatan pengetahuan berada pada kategori sedang. Hasil tingkat kepuasan peserta menunjukkan bahwa pada aspek materi 52,6% menyatakan sangat jelas, 21,1% menyatakan jelas dan 26,3% menyatakan cukup jelas; kesesuaian materi 100% menyatakan sangat sesuai; penyampaian penjelasan bahan, alat dan proses pembuatan produk 52,6% menyatakan sangat jelas, 21,1% menyatakan jelas dan 26,3% menyatakan cukup jelas; kualitas suara dan gambar pada video pelatihan didapatkan bahwa 42,1% menyatakan sangat baik, 36,8% menyatakan baik dan 21,1% menytakan cukup baik; waktu atau durasi tayangan video pelatihan 94,7% menyatakan cukup dan 5,3% menyatakan terlalu lama; ketertarikan membuat produk 100% menyatakan tertarik, kelayakan produk roti gulung untuk dikonsumsi 100% peserta menyatakan layak; Kelayakan produk untuk dipasarkan menunjukkan 100% menyatakan layak; kemenarikkan produk roti gulung untuk dipraktekkan menunjukkan 47,4% menyatakan sangat menarik, 47,4% menyatakan menarik dan 5,2% menyatakan cukup menarik; keterkaitan materi aplikasi 47,4% menyatakan sangat baik dan 52,6% menyatakan baik. Sedangkat untuk hasil tingkat kesukaan pada produk pelatihan menunjukkan bahwa nilai rata-rata penilaian ; aspek warna roti gulung 4,52 yang berada pada kategori mendekati sangat suka; penilaian kesukaan pada aspek aroma roti gulung adalah 4,16 yang berada pada kategori suka; aspek tekstur/kelembutan roti gulung adalah 4, 39 yang berada pada kategori suka. aspek rasa roti gulung adalah 4,26 yang berada pada kategori suka; warna selai nanas adalah 4,39 yang berada pada kategori suka; aspek warna selai nanas adalah 4,12 yang berada pada kategori suka; Roti gulung cokelat keju adalah yang paling disukai oleh peserta pelatihan. Kesimpulan dalam pelatihan peserta puas dengan kenaikan tingkat pengetahuan sedang dan roti gulung cokelat keju sebagai produk pelatihan yang paling disukai.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 02 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 02 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 01 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 20 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 20 Edisi Khusus Tahun 2023 Vol 20 No 02 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 20 No 01 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022 Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 02 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus) Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 02 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 01 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 02 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 01 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 02 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 01 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 2 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 1 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 2 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 1 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 2 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 1 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue