cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 2 (2024)" : 12 Documents clear
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIKA & KIMIA SEDIAAN LIP CREAM DENGAN KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum) DAN EKSTRAK UMBI BIT (Beta vulgaris L) SEBAGAI PEWARNA ALAMI Ghiffari, Habibie Deswilyaz; Utami, Rury Trisa; Budiasih, Sri; Julianto, Tommy; Putri, Reggy Melati
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.640

Abstract

Kegemaran wanita dalam berhias menyebabkan banyaknya inovasi baru dalam bentuk sediaan kosmetik guna menutupi kekurangan yang ada pada wajah sehingga menghasilkan penampilan yang lebih menarik serta menimbulkan efek psikologis yang baik seperti percaya diri (self confidence), salah satu inovasi yang dibuat adalah lip cream. Kulit terong belanda (Solanum betaceum) mengandung senyawa antosianin dan umbi bit (Beta vulgaris L.) mengandung pigmen betasianin yang menghasilkan zat warna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi ekstrak kulit terong belanda (Solanum betaceum) dan umbi bit (Beta vulgaris L.) yang dapat digunakan sebagai pewarna alami pada sediaan lip cream dan mengetahui stabilitas fisika dan kimia sediaan lip cream. Sediaan lip cream diformulasikan dengan konsentrasi F1 (3%:3%), F2 (5%:5%) dan F3 (7%:7%). Parameter uji stabilitas fisika dan kimia meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji stabilitas, uji daya oles, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, uji iritasi dan uji kesukaan. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa ekstrak kulit buah terong belanda (Solanum betaceum) dan ekstrak umbi bit (Beta vulgaris L.) dapat dikombinasikan sebagai pewarna alami pada sediaan lip cream. Stabilitas fisika dan kimia ketiga sediaan lip cream untuk pengujian organoleptis, uji homogenitas, uji stabilitas, uji daya oles, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH dan uji iritasi sudah memenuhi persyaratan formulasi lip cream yang baik. Pada uji kesukaan, F3 lebih di sukai oleh responden. Perbedaan konsentrasi sediaan lip cream mempengaruhi nilai pH dan lamanya waktu daya lekat.
KAJIAN NUTRISI DAUN SINGKONG SEBELUM DAN SESUDAH FERMENTASI Kamal Uyun, Hendri Satria; Bakhtiar, Amri; Nurdin, Hazli
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.634

Abstract

Daun singkong (Manihot esculenta Crantz) adalah salah satu sayuran yang digunakan oleh suku Minangkabau di Sumatera Barat, Indonesia. Selain sebagai sayuran, daun singkong telah dimanfaatkan sebagai sumber bioflavonoid rutin, sedangkan ampasnya difermentasi menjadi “daun singkong tempe”. Nilai gizi tempe daun singkong menunjukkan kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan sebelum fermentasi dari 23,06% menjadi 28,55% ;, sedangkan kandungan lemak menurun dari 10,72% menjadi 8,07%, serta karbohidrat (serat kasar) menurun dari 61,45% menjadi 57,76%. Diharapkan tempe daun singkong dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk perbaikan gizi masyarakat.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FORMULA KRIM EKSTRAK METANOL DAUN JERUK KASTURI (Citrus microcarpa Bunge.) Sari, Yeni Novita; Rosaini, Henni; Yuliani, Silvia; Octavia, Maria Dona
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.671

Abstract

Radikal bebas dari sinar matahari sepanjang waktu dimana kandungan radiasi sinar ultraviolet dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit. Daun jeruk kasturi mengandung flavanoid yang berfungsi sebagai antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk memformulasi sediaan krim antioksidan dengan menggunakan ekstrak daun jeruk kasturi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol yang diperoleh diformulasikan menjadi sediaan krim antioksidan dengan konsentrasi 9% dan 12%. Formula krim diuji fisik dan stabilitasnya dan dilakukan uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim memenuhi syarat kestabilan fisik seperti uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, stabilitas (cycling test), tipe krim, dan iritasi. Pada uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH sebagai radikal bebas menunjukkan hasil bahwa formula 1 dengan konsentrasi ekstrak 9% memberikan nilai IC50 sebesar 20,4729 μg/mL dan pada formula 2 dengan konsentrasi ekstrak 12% memberikan nilai IC50 sebesar 18,5499 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formula 1 dan formula 2 memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Dari kedua formula tersebut formula 2 memiliki aktivitas antioksidan yang paling besar.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN METODE DDD (DEFINED DAILY DOSE)/ 100 PASIEN-HARI RAWAT DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS MATARAM TAHUN 2021 Putri, Enda Desideria; Hasina, Raisya; Andanalusia, Mahacita; Deccati, Rizqa Fersiyana; Dewi, Ni Made Amelia Ratnata
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.601

Abstract

Adanya peningkatan prevalensi resistensi antibiotik di rumah sakit dapat disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang kurang bijak dan berlebihan. Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk menilai penggunaan antibiotik di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kuantitatif penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Universitas Mataram. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif, dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan memeriksa rekam medis tahun 2021. Populasi penelitian terdiri dari pasien rawat inap yang telah diberi resep antibiotik. Pemilihan pasien dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data penggunaan antibiotik diperoleh dari 121 rekam medis dan dianalisis secara deskriptif dengan metode ATC/DDD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ceftriaxone memiliki nilai kuantitas untuk dosis harian pasti (DDD) tertinggi sebesar 42,75 DDD/100 pasien-hari rawat, diikuti oleh cefixime sebesar 34,16 DDD/100 pasien-hari rawat, levofloxacin (IV) sebesar 20,93 DDD/100 pasien-hari rawat, dan azitromisin pada 15,05 DDD/100 pasien-hari rawat. Di antara seluruh antibiotik yang diperiksa pada penelitian ini, ceftriaxone memiliki nilai kuantitas DDD tertinggi per 100 hari pasien-hari rawat.
STUDI PROFIL KADAR NT-proBNP SEBAGAI LANGKAH AWAL NT-ProBNP GUIDED THERAPY PADA PASIEN GAGAL JANTUNG AKUT Anggraeni, Rieka Nurul Dwi; Nilamsari, Wenny Putri; Alsagaff, Mochamad Yusuf; Ratri, Dinda Monika Nusantara
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.604

Abstract

Selain digunakan sebagai indikator signifikan untuk diagnosis klinis gagal jantung akut, pemeriksaan NT-proBNP juga dapat membantu menentukan tingkat keparahan, memandu strategi pengobatan yang relevan, dan menilai prognosis penyakit jantung. Dari penelitian yang sudah ada sebelumnya diketahui penerapan NT-proBNP guided therapy dapat menurunkan kadar NT-proBNP selama perawatan ≥ 30%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kadar NT-ProBNP sebagai Langkah awal dalam NT-proBNP guided therapy. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan di IGD Rumah Sakit Universitas Airlangga selama periode Juni-Agustus 2023 dengan kriteria inklusi pasien AHF berusia ≥ 18 tahun dan didiagnosis AHF secara klinis dengan adanya satu gejala pada HF (dispnea, ortopnea, atau edema) dan satu tanda (rales, edema perifer, asites, atau kongesti vaskular paru pada radiografi dada. Pemeriksaan kadar NT-proBNP menggunakan prinsip Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) menggunakan metode Chemiluminescent Microparticle Immunoassay (CMI). Analisis data secara deskriptif menunjukkan hasil bahwa daei 39 pasien yang masuk ke dalam kriteria inklusi, terdapat 32 sampel dengan profil kadar NT-proBNP meningkat ≥ 300 pg/mL.
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT PADA JAMU PEGAL LINU DI WILAYAH KULON PROGO SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Nadia, Mayla Eka; Haresmita, Perdana Priya
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.569

Abstract

Jamu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kekayaan Indonesia selama berabad-abad, penggunaan jamu di Kulon Progo tetap mengikuti beberapa prinsip, di mana jamu tidak diperbolehkan mengandung bahan kimia obat (BKO). Hal ini dikarenakan kepercayaan bahwa jamu yang benar-benar alami dan terbuat dari bahan-bahan tradisional akan memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik tanpa efek samping yang berbahaya. Sampel diambil dari 3 pasar di daerah Kulon Progo yaitu Pasar Jagalab, Pasar Bogo, dan Pasar Ndekso. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kandungan bahan kimia obat pada jamu pegal linu di wilayah Kulonprogo sehingga dapat dijadikan sebagai acuan keamanan obat dan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian  berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya, dengan analisa kualitatif menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Fase diam yang digunakan pada saat penelitian ini adalah silika gel 254 dan fase gerak yang digunakan etil asetat: heksana (4:1), kloroform: etil asetat (4,5: 0,5), klotoform: etanol (4,5:0,5), dan etil asetat: kloroform (4:1). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 4 sampel terdapat 4 sampel yang positif mengandung prednison dan parasetamol.  
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) Aulia Bakhtra, Dwi Dinni; Fajrina, Anzharni; Wiliantari, Selvia; Puspitasari, Meike
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.646

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Daun alpukat menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antikanker dan aktivitas  antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etil asetat daun alpukat terhadap sel kultur HeLa dan menentukan aktivitas sitotoksiknya. Penelitian ini menggunakan pelarut etil asetat untuk mengekstraksi daun alpukat dan pengujian aktivitas sitotoksik menggunakan metode Microculture tetrazolium test dengan berbagai variasi konsentrasi uji. Dari hasil penelitian, ekstrak etil asetat daun alpukat mempengaruhi pertumbuhan sel HeLa, peningkatan konsentrasi menurunkan persentase viabilitas sel HeLa. Dari hasil pengujian, ekstrak etil asetat daun alpukat memiliki aktivitas sitotoksik yang berada dalam kategori toksik dengan nilai IC50 139,2515 μg/mL. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat daun alpukat dapat mempengaruhi pertumbuhan sel dan memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa
PENGARUH EDUKASI VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) Nilamsari, Wenny Putri; Ratri, Dinda Monika Nusantara; Shinta, Dewi Wara; Afrilla, Dian; Hamdani, Indri Yuliani; Sari, Cinantya Meyta; Handayani, Meuthia
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.598

Abstract

Kepatuhan terhadap terapi farmakologi menjadi kunci utama dalam pengendalian Penyakit Jantung Koroner (PJK) dimana hal ini akan sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas video animasi sebagai media edukasi terhadap peningkatan pengetahuan pasien terkait penggunaan obat-obatan dan metode meningkatkan kepatuhan pada pasien PJK. Penelitian ini bersifat analisis menggunakan desain pre-post test di Rumah Sakit Universitas Airlangga, Surabaya. Bentuk intervensi yang dilakukan adalah dengan edukasi video animasi yang dibuat oleh peneliti dengan durasi 9 menit 51 detik. Video tersebut berisi materi tentang pengenalan penyakit jantung koroner, obat-obatan jantung koroner, dan cara untuk meningkatkan kepatuhan. Selanjutnya pengetahuan akan dievaluasi menggunakan kuesioner berisi 15 pertanyaan yang terdiri dari pertanyaan seputar terapi PJK, manfaat terapi, dan cara meningkatkan kepatuhan dalam pengobatan. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji statistik menggunakan uji Wilcoxon signed rank test (uji non parametrik) . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari total sampel 50 pasien, video animasi dapat meningkatkan kepatuhan pasien secara signifikan (p-value 0,000)  dengan nilai rata-rata pengetahuan pasien sebelum edukasi adalah 66.0 ± 1,8 dan setelah edukasi menjadi 92.7 ± 1,3. Proporsi pasien yang mempunyai pengetahuan baik juga mengalami peningkatan secara signifikan (p-value 0,000) yaitu sebanyak 14% sebelum edukasi dan 90% sesudah edukasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pasien terkait obat-obat PJK dan metode meningkatkan kepatuhan setelah dilakukan edukasi dengan menggunakan media video animasi.
OPTIMASI DAN FORMULASI SEDIAAN KRIM WAJAH EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Anjani, Fanny Sukma; Rahmawati, Dewi; Yuwanda, Alhara
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.565

Abstract

Pegagan diketahui mengandung antioksidan yang berguna untuk menjaga kecantikan wanita. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui optimasi dan formulasi krim dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) dan menguji aktivitas antioksidannya. Penelitian ini dilakukan secara experimental dengan metode DPPH, menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis untuk melihat aktivitas antioksidan dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) dan sediaan krim wajah ekstrak daun pegagan. Krim dibuat dengan konsentrasi zat aktif 2%, 4% dan 6%. Hasil uji organoleptik terdapat perbedaan warna dari setiap formula. Pengujian homogenitas krim ekstrak pegagan pada hari ke-0 dan ke 21 pada F1, F2, F3 adalah homogen. Hasil pengukuran pH pada ketiga formula sesuai dengan pH fisiologis kulit karena tidak lebih dari 6.5. Dari hasil pengamatan didapat bahwa nilai viskositas dari ketiga formulasi mengalami kenaikan setelah hari ke-21. Pengamatan daya sebar dilakukan pada hari ke-0 hingga ke-21, dimana nilainya tidak mengalami perubahan. Pada uji stabilitas, ketiga formula stabil hingga hari ke-21. Dari uji aktivitas antioksidan krim ekstrak pegagan diperoleh krim dengan konsentrasi ekstrak 2% memiliki persen inhibisi 51.12%, konsentrasi 4% memiliki persen inhibisi 48.24%, dan konsentrasi 6% memiliki persen inhibisi 47.60%. Berdasarkan hasil uji iritasi yang dilakukan pada kelinci setelah 72 jam menunjukan tidak adanya eritema maupun edema.
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES DARI EKSTRAK ETANOL VARIAN DAUN TIN (Ficus carica L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN Mustika, Meilinda; Adriani, Syifa; Muhammad, Putra Restu
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.655

Abstract

Diabetes mellitus adalah sindrom metabolik terjadi ketika produksi insulin tidak mencukupi atau jumlah insulin cukup tetapi kerjanya kurang baik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah. Tanaman tin dengan nama latin (Ficus carica L.) memiliki banyak varietas. Daun Tin memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antidiabetes. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek ekstrak etanol daun tin (Ficus carica L.) terhadap nilai glukosa darah mencit putih jantan yang diinduksi aloksan. Hewan uji dibagi menjadi 8 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak etanol varietas Green Yordan (GY) dosis 700 mg/kgBB, Red Palestine (RP) dosis 700 mg/kgBB, LSU Gold (LG) dosis 700 mg/kgBB, Panache Tiger (PT) dosis 700 mg/kgBB, dan Bajihong (BJ) dosis 700 mg/kgBB, dan pembanding (metformin 1,3 mg/kgBB). Ekstrak etanol diberikan secara per oral selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tin dapat mempengaruhi kadar glukosa darah mencit putih jantan (sig<0,05), dimana varietas Bajihong (BJ) dan Green Yordan (GY) dosis 700 mg/kgBB memberikan efek penurunan glukosa darah paling tinggi.

Page 1 of 2 | Total Record : 12