cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2025)" : 12 Documents clear
REVIEW ARTIKEL: PENGARUH PENAMBAHAN KONSENTRASI MALTODEXTRIN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN TABLET Ash Shidiq, Muhammad Ja'far; Ratnasari, Devi
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.643

Abstract

Sediaan Tablet merupakan sediaan paling dikenal sebagai sediaan takaran tunggal yang dikempa cetak sehingga padat dan berbentuk tabung pipih atau sirkuler dengan permukaan rata ataupun cembung. Proses pembuatan tablet memerlukan eksipien (bahan tambahan) untuk memfasilitasi pengempaan, karena zat aktif dalam tablet tidak dapat langsung dikempa tanpa tambahan eksipien. Maltodextrin merupakan eksipien yang sering digunakan dalam pembuatan tablet, karena sifatnya menguntungkan dan memiliki harga yang relatif murah, lebih komersil, serta mudah didapat dibandingkan dengan eksipien lain. Namun, penambahan maltodextrin sebagai pengisi, pengikat dan penyalut, dapat menyebabkan timbulnya sifat fisik tablet yang kurang optimal sehingga mempengaruhi sediaan tablet yang dibuat. Oleh karena itu, perlunya pengkajian mengenai pengaruh penambahan Maltodextrin terhadap karakteristik fisik tablet dan konsentrasi optimalnya, agar tablet yang dihasilkan memiliki spesifikasi yang baik. Bahasan tersebut kemudian dituangkan dalam systematic literature review yang didasarkan jurnal internasional atau nasional pada google scholar, dan pubmed. Didapatkan 10 jurnal masuk kedalam kriteria inklusi review artikel dan dilakukan pembahasan. Hasilnya dari penambahan konsentrasi maltodextrin dapat mempengaruhi hasil Karakteristik tablet seperti bobot tablet, persentase disolusi tablet, kekerasan tablet, friabilitas, waktu larut, penampilan tablet dan kandungan kimia dalam tablet. Dimana konsentrasi maltodextrin yang digunakan oleh para peneliti dalam jurnalnya ada pada rentang 2-40% untuk penyalut, 5-35% untuk pengikat dan ≤40% untuk pengisi. Dari ketiga fungsi maltodextrin tersebut, paling banyak digunakan sebagai eksipien pengisi dan pengikat pada sediaan tablet.
INTENSIFIKASI DAN KETAATAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GERIATRI DI RSUD X BALI Asri, Ni Komang Intan Prima; Virginia, Dita Maria
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.700

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang umum di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat terutama pada kelompok usia lanjut. Kasus hipertensi di Provinsi Bali mengalami peningkatan dari sejak tahun 2013. Hal tersebut menunjukkan urgensi penanganan yang lebih baik pada kelompok geriatri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensifikasi dan ketaatan terapi antihipertensi terhadap terkontrolnya tekanan darah pada pasien geriatri di RSUD X Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui rekam medis meliputi pengukuran tekanan darah dan riwayat terapi antihipertensi, serta dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik antara intensifikasi terapi (OR = 0,290; 95% CI, 0,051-1,639; p-value = 0,143) dan ketaatan terapi (OR = 1,214; 95% CI, 0,427-3,452; p-value = 0,716) terhadap terkontrolnya tekanan darah pasien. Meskipun analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan, ketaatan terapi tetap dianggap penting karena sebagian besar pasien yang mematuhi terapi menunjukkan tekanan darah terkontrol. Pendekatan yang lebih personal dan komprehensif, termasuk edukasi pasien dan pemantauan yang teratur, tetap penting dalam pengelolaan hipertensi pada pasien geriatri.  
REVIEW ARTIKEL: INTERVENSI mHEALTH TERHADAP KEPATUHAN TERAPI PASIEN TUBERKULOSIS DI ASIA Andanalusia, Mahacita; Saputra, Yoga Dwi; Megadendra, Arindatasya Irana; Huda, Rifky Arafahtul
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.652

Abstract

WHO memaparkan bahwa terdapat lebih dari 10 juta kasus TB baru yang ditemukan di dunia setiap tahunnya dengan negara-negara Asia menjadi kontributor terbesar pada kasus. Dalam tatalaksana terapi, aplikasi kesehatan secara seluler (mHealth) dapat mengatas tantangan dalam pengobatan TB. Studi ini merangkum efek dari intervensi mHealth terhadap kepatuhan terapi pasien TB di Asia. Database yang digunakan dalam studi adalah melalui google scholar. Artikel mengenai intervensi mHealth terhadap kepatuhan pasien TB, penelitian orisinil, penelitian yang dilakukan di negara-negara di Asia, artikel tersedia dalam bentuk full paper, sudah dilakukan proofread, artikel yang dapat diakses terbuka, dan terpublikasi dari tahun 2014 hingga 2024 merupakan kriteria inklusi pada studi ini. Sebanyak 12 artikel terpilih untuk dikaji. Berdasarkan hasil, diketahui bahwa jenis intervensi yang sering digunakan adalah SMS, telepon, sosial media chat, video, dan aplikasi/website untuk monitor pasien. Intervensi dilakukan di beberapa negara, yakni di Cina, India, Indonesia, dan Pakistan. Hasil studi literatur ini menujukkan bahwa sebagian besar intervensi mHealth dapat meningkatkan kepatuhan terapi pasien TB di Asia. Pada penelitian intervensi mHealth, perlu mempertimbangkan penggunaan metode dan desain studi yang dapat memberikan hasil yang kuat.
KARAKTERISASI SIFAT FISIKOKIMIA DAN PENINGKATAN LAJU DISOLUSI PIPERIN-ASAM SINAMAT DENGAN TEKNIK PENGUAPAN PELARUT Octavia, Maria Dona; Santi, Ella; Effendy, Sanezea; Sari, Yeni Novita; Zafrul, Addina
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.706

Abstract

Piperin merupakan senyawa golongan alkaloid yang terdapat pada buah dan akar dari tumbuhan lada hitam atau Piper nigrum L. Piperin telah diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri, antioksidan, antikanker dan antiinflamasi. Piperin tergolong ke dalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II dengan kelarutan rendah dan permeabilitas yang tinggi. Untuk meningkatkan kelarutan senyawa piperin dilakukan modifikasi sifat fisikokimia piperin dengan pembentukan multikomponen kristal piperin menggunakan koformer asam sinamat perbandingan 3:7 mol dengan metode penguapan pelarut. Karakterisasi sampel dilakukan dengan Spectrum FT-IR menunjukkan terjadi pergeseran yang tidak signifikan pada bilangan gelombang, Difraksi Sinar-X menunjukkan terjadi penurunan intensitas, Differensial Scanning Calorimetry (DSC) menunjukkan terjadinya penurunan titik lebur, Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan morfologi bentuk kristal yang berbeda dengan piperin murni maupun asam sinamat. Laju disolusi piperin meningkat ditunjukan oleh persentase terdisolusi pada menit ke-60 piperin = 7,9487%, campuran fisik = 16,5503%, dan multikomponen kristal = 23,7222%. Dapat disimpulkan bahwa penambahan asam sinamat dapat mempengaruhi laju disolusi dari piperin.
PENGUJIAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIKETOMBE EKSTRAK ETANOL DAUN JATI MERAH (Tectona grandis Linn. F) Salasanti, Citra Dewi; Aprilia, Ade Yeni; Sari, Finda
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.657

Abstract

Ketombe merupakan infeksi jamur Pityrosporum ovale pada kulit kepala yang umum terjadi pada masyarakat Indonesia yang beriklim tropis dan kelembaban udara yang tinggi. Flavonoid merupakan metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai antijamur dan terkandung dalam daun jati merah. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar flavonoid total dan aktivitas antiketombe ekstrak etanol daun jati merah. Uji kadar flavonoid total dilakukan dengan metode kalorimetri diukur dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 427 nm. Aktivitas antiketombe dilakukan dengan metode difusi cakram pada jamur Pityrosporum ovale. Kadar flavonoid total ekstrak daun jati merah yang diperoleh sebesar 327,52 μg qe/mL. Kontrol negatif, DMSO, tidak memberikan zona hambat dan kontrol positif, ketokonazol, memberikan zona hambat sebesar 41,66 mm. Ekstrak etanol daun jati merah pada konsentrasi 500 ppm, 750 ppm, dan 1000 ppm masing-masing memberikan zona hambat sebesar 6,55 mm, 13,29 mm, dan 15,22 mm. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh ekstrak etanol daun jati merah mengandung flavonoid total sebsear 3,27% dan aktivitas antiketombe sedang - kuat.
AKTIVITAS ANTIMIKROBA FRAKSI N-HEKSAN DAN FRAKSI METANOL JAMUR ENDOFIT Trichoderma harzianum NT3 TERHADAP PERTUMBUHAN MIKROBA Staphylococcus aureus, Escherichia coli, MRSA, DAN Candida albicans SECARA IN VITRO Usman, Wilda Fhitriany; Handayani, Dian; Rustini, Rustini
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.665

Abstract

Meningkatnya tingkat resistensi terhadap antibiotik mendorong perlunya pencarian sumber antimikroba baru yang potensial. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari studi sebelumnya yang bertujuan untuk mengeksplorasi aktivitas antimikroba dari fraksi jamur endofit Trichoderma harzianum NT3. Isolat murni T. harzianum NT3 dikultivasi pada media beras padat selama 3–4 minggu pada suhu ruang. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etil asetat (EtOAc), kemudian hasil ekstrak diuapkan dengan Rotary Evaporation. Fraksinasi selanjutnya dilakukan dengan metode cair-cair menggunakan pelarut metanol dan n-heksan. Uji aktivitas antimikroba dari masing-masing fraksi dilakukan terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), dan Candida albicans menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan merupakan fraksi paling aktif dibandingkan fraksi methanol, dengan diameter zona hambat sebesar 11,50 mm terhadap S. aureus, 12,35 mm terhadap E. coli, 11,20 mm terhadap MRSA, dan 13,50 mm terhadap C. albicans. Temuan ini menunjukkan potensi fraksi n-heksan dari T. harzianum NT3 sebagai sumber senyawa antimikroba. Namun, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut.
AKTIVITAS ANTIDIABETES DARI FRAKSI ETIL ASETAT BUAH TAKOKAK (Solanum torvum Swartz) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ALOKSAN Erjon, Erjon; Febriyanti, Dita; Sriwijaya, Reza Agung; Sari, Ema Ratna; Lely, Nilda
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.692

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolik, yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah melebihi nilai normal. Buah tokokak (Solanum torvum Swartz) dilaporkan memiliki aktivitas sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiabetes dari fraksi etil asetat buah takokak pada mencit putih Jantan model diabetes. Dosis fraksi etil asetat buah takokak yang digunakan adalah 100, 200, dan 400 mg/kgbb. Sediaan uji diberikan dalam dosis tunggal selama 14 hari. Parameter pengukuran adalah presentase penurunan kadar gula darah dari mencit model diabetes. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat buah takokak dengan dosis 100, 200, dan 400 mg/kgbb berpotensi sebagai antidiabetik. Peningkatan dosis pemberian fraksi etil asetat buah takokak berkorelasi positif yang sangat kuat terhadap peningkatan efek antidiabetes.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP OBAT BERLABEL HALAL PADA PENGUNJUNG APOTEK CAHAYA FARMA KOTA SEMARANG Wilda, Amelia; Santoso, Arifin
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.699

Abstract

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim menaruh perhatian besar pada jaminan kehalalan produk yang beredar di masyarakat. Pemerintah berperan penting dalam memastikan kehalalan produk melalui kebijakan seperti Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UUJPH) dan pemberian label halal pada makanan serta obat-obatan. Penelitian sebelumnya di Jawa Timur menunjukkan mayoritas masyarakat memiliki pengetahuan dan sikap positif terhadap obat halal. Namun, kajian serupa di Kota Semarang belum dilakukan, sehingga penting untuk mengeksplorasi hubungan antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap obat berlabel halal. Metode penelitian ini ialah observasional dengan desain cross-sectional pada masyarakat kecamatan Pedurungan menggunakan kuesioner online dengan google form. Hasilnya diperoleh 53 responden (69.7%) yang memiliki pengetahuan tinggi dan 22 responden (28.9%) yang memiliki pengetahuan sedang tentang obat halal. Sedangkan sikap responden terhadap obat halal sebesar 75 responden (98.7%) memiliki sikap positif dan sisanya hanya terdapat 1 responden (1.3%) memiliki arah sikap negatif terhadap obat halal. Simpulan yang dapat ditarik ialah bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan sikap positif terhadap obat berlabel halal
AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) Dan MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Maulana, Nabilah Rosdiana; Wijayanti, Cicik; Amanda, Lyrra Mirna; Sari, Yuke Pramudita; Abraham, Ali; Ngibad, Khoirul
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.689

Abstract

Staphylococcus aureus, bakteri yang terdapat secara alami di tubuh manusia, dapat berubah menjadi berbahaya dalam kondisi tertentu. Perubahan ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk masalah pada gigi dan mulut, seperti pembentukan karang gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formulasi obat kumur terbaik yang terbuat dari ekstrak kulit pisang kepok dan minyak cengkeh, yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi. Terdapat tiga formulasi yang diuji dalam penelitian ini: Formulasi I terdiri dari 1 gram ekstrak kulit pisang kepok dan 5 ml minyak cengkeh, Formulasi II mengandung 2 gram ekstrak dan 7,5 ml minyak cengkeh, serta Formulasi III berisi 3 gram ekstrak dan 10 ml minyak cengkeh. Evaluasi terhadap sediaan obat kumur meliputi uji organoleptis, pH, homogenitas, stabilitas, serta viskositas. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi cakram dengan kontrol positif menggunakan Listerine dan kontrol negatif menggunakan akuades. Hasil organoleptis menunjukkan bahwa semua formulasi berwarna coklat dan berbentuk cair, dengan rasa manis pada Formulasi I serta rasa sedikit pahit pada Formulasi II dan III. Semua formula memiliki pH stabil 6,5 dan homogenitas yang baik. Zona hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus diperoleh pada Formulasi III dengan ukuran 12,67mm, menjadikannya formulasi terbaik untuk sediaan obat kumur herbal.
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK KATEKIN DARI DAUN GAMBIR (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) TERHADAP SEL MCF-7 Bakhtra, Dwi Dinni Aulia; Sakinah, Nifira; Eriadi, Aried
Jurnal Farmasi Higea Vol 17, No 1 (2025)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v17i1.693

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan bagi wanita. Pengobatan dengan kemoterapi sering menimbulkan efek samping yang merugikan. Katekin dari daun gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) memiliki aktivitas sitotoksik serta antioksidan yang pontensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh katekin terhadap pertumbuhan sel kanker dan aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7 menggunakan MTT Assay. Dari hasil penelitian katekin dari daun gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) mempengaruhi pertumbuhan sel MCF-7 (p<0.05). Dari hasil analisis dengan persamaan regresi, nilai IC50 17,7 μg/mL, yang berada dalam kategori sitotoksik aktif (IC50<30 mg/mL). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa katekin dari Uncaria gambir memiliki aktivitas sitotoksik aktif dan berpotensi untuk dikembangkan dalam terapi alternatif pengobatan kanker payudara

Page 1 of 2 | Total Record : 12