cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaconmw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, STIKES Mandala Waluya Kendari Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
ISSN : 24426032     EISSN : 25989979     DOI : 10.35311
Core Subject : Health,
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : 2442 - 6032 dan ISSN online : 2598-9979 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia terbit 2 kali setahun (Bulan Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Pasta Gigi Ekstrak Daun Murbei (Morus alba L) dengan Variasi Na-CMC Sebagai Gelling Agent Muhammad Aris; Andi Nur Ilmi Adriana; Syarifuddin Katjo Arsyad
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun murbei (Morus alba L) memiliki efek sebagai antioksidan, antibakteri, antivirus dan anti inflamasi. Ekstrak daun murbei memiliki aktivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans sebagai penyebab karies gigi (Djamaan,2014). Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun murbei (Morus alba L) menjadi pasta gigi dengan memvariasikan Na-CMC sebagai gelling agent. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu dengan cara maserasi menggunakan etanol 96%. Formula dibuat dalam 4 sediaan. Ekstrak etanol daun murbei yang digunakan yaitu kosentrasi 4% serta kosentrasi Na-CMC yang digunakan yaitu 3%,4%,5% dan 6%. Kemudian dilakukan uji stablilitas fisik terhadap sediaan pasta gigi tersebut meliputi uji organoleptik, homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan uji viskositas. Pengujian dilakukan selama penyimpanan 4 minggu. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan ekstrak etanol daun murbei dapat diformulasikan menjadi pasta gigi. Semakin tinggi kosentrasi Na-CMC yang digunakan maka semakin meningkat pula viskositas sediaannya. Pada formula 3 dengan kosentrasi Na-CMC 6% sebagai gelling agent dapat membentuk pasta gigi yang memenuhi syarat uji stabilitas fisik.
Optimasi Formula Nanoemulsi Antioksidan Minyak Nilam (Pogostemon cablin Benth.) dengan Metode Box Behnken Design Ferdy Firmansyah; Widia Wulandari; Wildan Khairi Muhtadi; Nofriyanti Nofriyanti
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v8i2.259

Abstract

Minyak nilam (Pogostemon cablin Benth.) yang memiliki konstituen utama patchouli alcohol menunjukkan aktivitas antioksidan. Karakteristik khusus dari minyak nilam yaitu memiliki sifat volatilitas yang tinggi sehingga perlu untuk diformulasi menjadi bentuk sediaan yang lebih stabil seperti nanoemulsi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan konsentrasi optimum dari masing-masing komponen penyusun nanoemulsi yang melibatkan proses yaitu waktu pengadukan yang menghasilkan sediaan nanoemulsi dengan karakteristik yang baik   menggunakan Box Behnken Design (BBD) serta melakukan uji aktivitas antioksidan nanoemulsi minyak nilam. Konsentrasi Smix (surfaktan dan kosurfaktan), air, dan waktu pengadukan merupakan faktor yang diamati dalam optimasi formula dan sebagai respon digunakan persen transmitan. Karakteristik yang diamati antara lain rata-rata ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan zeta potensial. Berdasarkan data diagram fase digunakan minyak nilam 5%. Data hasil optimasi diperoleh nilai konsentrasi Smix 24%, air 35,511%, dan waktu pengadukan 5,516 menit, memberikan nilai rata-rata ukuran partikel 12,76 nm, indeks polidispersitas 0,162, dan zeta potensial -26,1 mV. Aktivitas antioksidan nanoemulsi minyak nilam menunjukkan nilai IC50 >1000 ppm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Box Behnken Design (BBD) dapat digunakan untuk optimasi nanoemulsi minyak nilam yang menghasilkan nanoemulsi dengan karakteristik yang baik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan konsentrasi minyak nilam yang diformulasikan sebagai nanoemulsi untuk penggunaan sebagai antioksidan.
Formulasi Emulgel Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Poiret) Dengan Variasi Gelling Agent Alfiyani Bakri; Santi Sinala; St. Ratnah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubi jalar ungu mengandung senyawa antosianin yang berkhasiat sebagai antioksidan. Ubi jalar ungu diformulasikan menjadi sediaan topical emulgel. Sediaan emulgel memiliki keuntungan dibandingkan sediaan gel atau sediaan emulsi saja karena emulgel merupakan gabungan dari emulsi dan gel yang terdiri atas dua fase yaitu fase minyak dan fase air sehingga dapat melarutkan bahan-bahan yang bersifat hidrofobik. Selain itu adanya fase minyak dapat membuat bahan obat akan menempel lebih lama pada kulit dengan daya sebar yang baik dan mudah dalam pengaplikasiannya di kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi gelling agent terhadap stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak ubi jalar ungu. Dibuat 3 formulasi emulgel ekstrak ubi jalar ungu. Formula 1 mengandung Carbopol 1%, formula 2 mengandung Carrageenan 1% dan formula 3 mengandung Carbopol 1% dan Carrageenan 1%. Uji fisik meliputi uji organoleptik, uji pH, uji   daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, uji tipe emulsi dan uji hedonik. Hasil dari pengujian stabilitas mutu fisik didapatkan formula 1 memenuhi semua syarat dalam pengujian dan merupakan formula paling baik diantara formula 2 dan formula 3. Pada formula 2, tidak memenuhi persyaratan untuk uji homogenitas dan uji viskositas. Dan formula 3, tidak memenuhi persyaratan untuk uji homogenitas. Namun, pada pengujian hedonik didapatkan nilai tertinggi dan yang paling banyak disukai oleh panelis adalah formula 3. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan Carbopol sebagai gelling agent dapat memberikan stabilitas fisik yang baik pada sediaan emulgel ekstrak ubi jalar ungu dibandingkan dengan penggunaan Karagenan.
Uji Efektivitas Sediaan Gel Biji Muda Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) Radhia Riski; Ismail Ismail; Harlyanti Muthma'innah Mashar; Nurfahmi Ruslan; Michrun Nisa; Maria Ulfa; Sitti Rahimah; Dwi Anggara Putri Usman
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i1.282

Abstract

Biji muda pepaya (Carica papaya L.) diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri terhadap bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dengan adanya kandungan terpenoid, karpain, dan flavonoid sehingga dapat diformulasi menjadi sediaan gel antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sediaan gel ekstrak biji muda pepaya sebagai antibakteri terhadap bakteri MRSA. Ekstrak biji muda pepaya diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri ekstrak dibuat dalam 3 seri konsentrasi yaitu 7,5%, 10% dan 15%, kemudian diujikan pada bakteri MRSA. Ekstrak dengan konsentrasi 10% dengan diameter zona hambat 12,1 mm kemudian diformulasi dalam bentuk sediaan gel dengan menggunakan variasi konsentrasi gelling agent, FI (Carbopol 0.5%), FII (Carbopol 1%) dan FIII (Carbopol 2%). Berdasarkan hasil penelitian formula II sebagai formula stabil diuji efektivitasnya sebagai sediaan gel terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus dengan hasil diameter zona hambat sebesar 11,34 mm.
Formulation and Physical Stability of Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) Antiaging Lotion with Natural Colorant from Strawberry Extract (Fragaria vesca L) Muhammad Alfian; Mochamad Luqni Maulana; Muhammad Mustainin
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i1.289

Abstract

Skin protection is needed to reduce the unwanted effects of free radicals, such as antiaging lotions. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) contains curcumin which has antioxidant activity with the potential to antiaging. Strawberries (Fragaria vesca L) contain anthocyanins known used as natural dyes. This study aims to determine the antioxidant activity of temulawak extract then formulated as a lotion with the addition of natural colorant from strawberries and tested for physical stability. Curcuma extraction was carried out by maceration using 70% ethanol solvent to obtain a thick extract, infundation method was used to extract a strawberry. Determination of the antioxidant activity of temulawak extract using the DPPH method is expressed by the IC50 value. The antioxidant activity of temulawak extract is included in the moderate category with an IC50 value   of  144.126   ppm.  Evaluation  of  physical  quality characteristics of temulawak lotion with natural colorant strawberry included organoleptic observations, spreadability, adhesion, pH test, viscosity, emulsion stability as well as stability to temperature and humidity. The results of the study after temperature and humidity treatment showed that the temulawak lotion was in the form of semi-solid, pink in color, the spreadability values were, respectively in centimeter 7.95 ; 7.35 ; 6.8 ; 7.05 ; 5.45 ; 5.85 ; 5.25 ; and 5.5 , the adhesive values are respectively in second 0.52 ; 0.56 ; 0.46 ; 0.51 ; 0.52 ; 0.50 ; 0.82 ; and 0.48, the pH value are 7; 6; 7; 7; 7; 7; 7; and 7, the viscosity values are in Pa.S  0.017; 0.031; 0.113; 0.055; 0.352; 0.263; 0.18; and 0.324. The conclusion of this study shows best formulation stability was formulas E, F, and H.
Formulation and Pharmaceutical Quality Evaluation of Tablets Containing Extract of Cinnamomum burmannii BARK and Colocasia esculenta (L) Schott Leaves Erni Rustiani; Rina Agustina; Septia Andini
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i1.292

Abstract

Cinnamon bark (Cinnamomum burmannii) is used traditionally and has an ingredient containing cinnamic acid compounds. Colocasia esculenta (L) Schott leaves contains of flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids, and terpenoids. Both of the plants C. esculenta and C. burmannii plants have the potential as anti-diabetics because they can lower blood glucose levels. This study aims to make combination tablets of C. burmannii bark and C. esculenta leaves extract with various concentrations of PVP K30 binder. This research made four formulas with the concentration of PVP K30, namely F1 (2%), F2 (3%), F3 (4%), and F4 (5%). Tablet preparations were prepared by the wet granulation method. Tablet analysis used flavonoids quercetin and cinnamic acid as markers. The results showed that the tablets were flat, round in shape, light green, had a slightly bitter taste, and had a distinctive aromatic odor. The differences in the concentration of PVP K30 binder 2-5% could affect the hardness, friability, disintegration time, and tablet dissolution (p<0.05). The tablet's hardness was 3.65-5.01 KP; friability was 0.705%, disintegration time was <15 minutes, and dissolution was 84.61% in 40 minutes. The levels of the flavonoid quercetin in the tablets were 4.21% and 8.03% cinnamic acid. A tablet combination of C. burmannii bark and C. esculenta leaves extract with a PVP K30 concentration of 5% (F4) has the best quality.
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik Di Provinsi Sulawesi Tenggara Restu Nur Hasanah Haris; Hesti Trisnianti Burhan; Wa Ode Masrida; Nur Fitriana Muhammad Ali; Hizrah Hizrah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i1.294

Abstract

Infeksi bakteri bisa diobati dengan antibiotik. Masyarakat cenderung menggunakan antibiotik dengan irasional, hal tersebutlah yang menimbulkan masalah resistensi dari penggunaan antibiotik sehingga memerlukan tingkat pengetahuan karena dapat mempengaruhi terjadinya resistensi. Tujuan penelitian untuk melihat tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap penggunaan antibiotik. Penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan survey online dengan tekhnik snowball sampling. Total sampel yang ikut dalam penelitian ini  berjumlah 1013 responden yang diperoleh dari wilayah kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Kuesioner disebarkan sejak Desember 2020 hingga  Februari  2021. Analisis  data  dilakukan   secara  univariat  dengan mendeskripsikan kedalam uraian tabel. Hubungan karakteristik dengan pengetahuan dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (59,7%) dengan umur 21-40 tahun serta berpendidikan sedang (65%). Tingkat pengetahuan masyarakat Sulawesi tenggara terhadap penggunaan antibiotik tergolong cukup (38,2%) selanjutnya dengan kategori baik (32,6%) dan kategori kurang (29,1%). Perilaku masyarakat terhadap penggunaan antibiotik antara lain ; 67% masyarakat mendapatkan antibiotik di apotek dan 28,3% diantaranya menerima informasi penggunaan antibiotik oleh apoteker. amoksisilin (45,7%) adalah antibiotik dengan penggunaan tertinggi. Masyarakat menyimpan antibiotik didalam wadah tertutup rapat (89%). Perilaku pembuangan obat antibiotic masyarakat yaitu langsung dibuang ke tempat sampah. Ada hubungan yang bermakna antara usia, pendidikan dan pekerjaan terhadap tingkat pengetahuan masyarakat Sulawesi Tenggara terhadap penggunaan antibiotik (p?0,005).
Aktivitas Antioksidan Fraksi Etil Asetat Daun Meistera chinensis dengan Metode DPPH (1,1 –difenil-2-pikrilhidrazil) Nirwati Rusli; Muh. Syaiful Saehu; Fatmawati Fatmawati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i1.296

Abstract

Meistera chinensis merupakan tanaman dari famili Zingiberaceae yang memiliki manfaat sebagai penambah rasa pada makanan, nyeri, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan nilai IC50 pada fraksi etil asetat daun Meistera chinensis dengan menggunakan metode DPPH. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Pembuatan ekstrak daun Meistera chinensis menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol kemudian dilakukan fraksinasi menggunakan metode partisi dengan pelarut etil asetat. Jumlah aktivitas antioksidan pada sampel dapat ditentukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm. Penelitian ini dilakukan dengan dibuat variasi konsentrasi fraksi etil asetat daun Meistera chinensis yaitu 10 ppm, 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm, 50 ppm sebagai kontrol positif digunakan vitamin C dengan variasi konsentrasi 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, 4 ppm, 5 ppm dan sebagai blanko digunakan metanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun Meistera chinensis memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 sebesar 66,71 mg/L dan vitamin C memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 2,05 mg/L. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun Meistera chinensis memiliki aktivitas antioksidan.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rimpang Temu Ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) Metode DPPH Fadli Sukandiarsyah; Indah Purwaningsih; Gervacia Jenny Ratnawaty
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i1.299

Abstract

Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) adalah tanaman obat tradisional yang mengandung senyawa fenol, steroid, triterpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, saponin. Penelitian ini menggunakan pelarut polar yaitu metanol dan nonpolar yaitu n-heksana untuk menarik senyawa sesuai dengan sifatnya. Tujuan penelitian ini untuk melihat aktivitas antioksidan ekstrak metanol dan ekstrak n-heksana rimpang temu ireng. Proses ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi. Metode yang digunakan adalah metode DPPH. Sampel yang digunakan adalah ekstrak metanol rimpang temu ireng variasi konsentrasi 100, 150, 200, 250 dan 300 ppm serta ekstrak n-heksana rimpang temu ireng variasi konsentrasi 1500, 1600, 1700, 1800, 1900 ppm dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian diperoleh IC50 ekstrak metanol rimpang temu ireng sebesar 171 ppm, IC50 ekstrak n-heksana rimpang temu ireng sebesar 1.724 ppm. Pembanding yang digunakan adalah vitamin C dengan IC50 6,175 ppm. Disimpulkan bahwa ekstrak metanol rimpang temu ireng mempunyai aktivitas antioksidan lebih baik dari ekstrak n-heksana rimpang temu ireng.
Evaluasi Pengobatan Covid-19 di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2020-2021 Sunandar Ihsan; Sabarudin Sabarudin; Nuralifah Nuralifah; Rachma Malina; Nita Trinovitasari; Irvan Anwar; Nur Apriani Baharudin; Hasrin Ainun Hikbar
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i1.300

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 yang menginfeksi seluruh dunia di akhir tahun 2019. Data WHO Per April 2021 melaporkan 141.057.106 kasus yang terkonfirmasi COVID-19. Di Indonesia terdapat 1.609.300 kasus dan di Sulawesi Tenggara khususnya Rumah Sakit Bahteramas pasien yang telah di konfirmasi positif sebanyak 609 orang. Dalam pengobatan Covid-19, Rumah Sakit memberikan berbagai macam terapi untuk mengobati berbagai gejala yang ditimbulkan akibat infeksi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran terapi Covid-19 dengan mengikuti kesesuaian pedoman Covid-19 di Rumah Sakit Bahteramas tahun 2020-2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif melalui pengambilan data rekam medik pada pasien Covid-19 di Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara dengan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 154. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan obat pada pasien Covid-19 terdiri dari terapi antivirus; oseltamivir 18% dan favipiravir 5%, golongan antibiotik; azitromisin 17% dan levoflaksasin 2% dan terapi supportif; paracetamol 8%, asetilsistein 16%, deksametason 1%, lanzoprasol 1%, vitamin C 16%, zink 2%, become C® 10%, becefort® 3%, Amlodipine 1%. Pengobatan pasien Covid-19 yang diberikan di Rumah Sakit Bahteramas telah sesuai dengan pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2020.

Page 10 of 29 | Total Record : 284