cover
Contact Name
Arimurti Kriswibowo
Contact Email
arimurti.adne@upnjatim.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arimurti.adne@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Gedung Adi Krita, FISIP. UPN Veteran Jawa Timur. Jl.Raya Rungkut Madya, Gununganyar. Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara
ISSN : 23030089     EISSN : 26569949     DOI : https://doi.org/10.33005
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal DINAMIKA GOVERMANCE (JDG) diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Jurnal ini menyajikan hasil penelitian dan artikel mengenai Manajemen dan Kebijakan Publik, Pemerintahan, dan Pemberdayaan Masyarakat serta relasi sektor privat terhadap publik yang bersifat terbuka terhadap pendekatan multi dan interdisipliner. JDG terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 343 Documents
Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Di Kabupaten Banyumas: Model Pergeseran Paradigma Pengelolaan Potensi Desa Sutikno, Chamid; Atika, Zaula Rizqi; Wijaya, Shadu Satwika; Mujib, Mujib
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 2/Juli (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v12i2.3143

Abstract

AbstrackThe formation of BUMDes has been in accordance with the direction of the development of the paradigm of public administration, because there has been a paradigm shift from Old Public Administration to New Public Management which is implemented in the village government. Therefore, the establishment of Village Owned Enterprises (BUMDes) is one model of utilizing village financial capacity to utilize village potential and assets. The purpose of this study is to compare the traditional management of village potential through the village government and management based on public enterprises (public enterprise). The results of the study indicate that there are fundamental differences in the management of village potential. Therefore, the shift in the village potential management model from the government to a public enterprise for managing village potential has been on the right path. BUMDes as a form of public enterprise at the village level is moving from a bureaucratic paradigm to the business sector, but not just pure business but social business.  Keywords: Local Competitiveness, New Public Management, Public Enterprise, Social Businesses Model. AbstrakPembentukan BUMDes telah sesuai dengan arah perkembangan paradigma administrasi publik, karena terjadi pergeseran paradigma dari Old Public Administration ke New Publik Management yang diterapkan di pemerintah desa. Oleh karena itu, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan salah satu model pemanfaatan kapasitas finansial desa untuk pemanfaatan potensi dan aset desa. Tujuan penelitian ini membandingkan pengelolaan potensi desa secara tradisional melalui pemerintah desa dan pengelolaan berbasis badan usaha publik (public enterprice). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mendasar dalam pengelolaan potensi desa. Oleh karena itu, pergeseran model pengelolaan potensi desa dari pemerintah ke arah public enterprise untuk pengelolaan potensi desa telah berada di jalan yang benar. BUMDes sebagai bentuk public enterprise di level desa bergerak dari paradigma birokratik ke sektor bisnis, namun bukan sekadar bisnis murni melainkan bisnis sosial.  Kata Kunci: Local Competitiveness, New Public Management, Public Enterprice, Social Businesses Model. 
Pikiran Talcot Parsons Terhadap Fenomena Pasca Bencana Alam Jondar, Aloysius; Widodo, Agus Purbo; Hakim, Lukman; Laleat, Yoram Oddang; Sujudi, Muhammad; Susanto, Susanto
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 2/Juli (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v12i2.3243

Abstract

AbstractThe article that discusses Talcot Parsons' thoughts and their implementation in post-earthquake natural disasters, has its own uniqueness and becomes a serious problem. Starting from that, the problems that need to be answered in this study are 1). What changes will occur after the disaster? 2). Is Talcot Parsons' way of thinking still relevant in seeing changes in society in post-disaster social life? The findings obtained conclude that the phenomenon of natural disasters in Indonesia brings changes in social, cultural behavior, economy, infrastructure for disaster victims. The concept of social system change developed by Talcot Parsons is still relevant to be developed in Indonesia because disaster victims can make social changes through adaptation mechanisms, achieve goals, can integrate, can maintain elements of togetherness in building disaster victims and have a high civilization. In managing disaster victims, the government is responsible for building new communities through the construction of new houses for disaster victims as well as through repairing damaged houses and building infrastructure to launch the economy of the victims. The government also always improves maximum service to disaster victims by increasing disaster anticipation training and comparative studies for disaster victims who have succeeded in building new villages for disaster victims. Key person: Disasters and Safety, Goal, Adaptasi, Integrasi,Laten.AbstraksiArtikel yang membahas pikiran Talcot Parsons dan implementasinya terhadap bencana alam pascagempa, memiliki keunikan tersendiri dan menjadi permasalahan yang serius. Bertolak dari hal itu, maka masalah yang perlu dijawab dalam penelitian ini adalah 1). Perubahan apa yang akan terjadi setelah bencana? 2). Apakah cara berpikir Talcot Parsons masih relevan dalam melihat perubahan masyarakat dalam kehidupan sosial pascabencana terjadi? Temuan yang diperoleh menyimpulkan fenomena bencana alam di Indonesia membawa perubahan sosial, perilaku budaya, ekonomi, infrastruktur bagi masyarakat korban bencana. Konsep perubahan sistem sosial yang dikembangkan Talcot Parsons masih relevan untuk dikembangkan di Indonesia karena korban bencana dapat melakukan perubahan sosial melalui mekanisme adaptasi, pencapaian tujuan, dapat melakukan integrasi, dapat memelihara unsur kebersamaan dalam membangun masyarakat korban bencana dan memiliki peradaban yang tinggi. Dalam mengelola warga masyarakat korban bencana, pemerintah ikut bertanggung jawab dalam membangun komunitas baru melalui pembangunan rumah baru bagi warga korban bencana maupun melalui perbaikan rumah warga yang rusak serta membangun infrastruktur untuk melancarkan roda perekonomian warga korban. Pemerintah juga selalu meningkatkan pelayanan yang maksimal kepada warga korban bencana melalui peningkatan pelatihan antisipasi bencana dan studi banding kepada warga korban bencana yang sudah sukses membangun perkampungan baru bagi korban bencana.Kata Kunci: Bencana, Keamanan, Adaptasi, Integrasi, Laten.
Policy Formulation Of Banyumas Regency Regional Regulation Plan (RAPERDA) Concerning Detailed Spatial Plan (RDTR) Sokaraja District Banyumas Regency Suryoto, Suryoto
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 2/Juli (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v12i2.3241

Abstract

ABSTRACT Policy formulation is one of the efforts used to develop various alternative policies aimed at solutions to problems that are included in the public agenda or policy agenda. This research was conducted in Sokaraja Urban Area. The reason for choosing the location was motivated by various Sokaraja people's rejection of the Sokaraja Urban RDTR, which was considered to be disturbing the community's interests. This led to a prolonged pause in RDTR discussions until 2018 when it again received a recommendation and approval from the Governor from the Ministry of Land and Spatial Planning. Therefore, this study aims to analyze and describe the process of developing regional regulations in more detail. (Raperda) Banyumas Regency on the Detailed Spatial Planning (RDTR) of Sokaraja City using qualitative research methods. Data collection in this study was carried out using in-depth interviews, observation, and recording techniques. The analytical method used is an interactive analysis model. The results of this study indicate the importance of identifying RDTR issues for the Sokaraja urban area in order to support urban spatial planning. The policy development process involves various actors from all walks of life, The results of this study indicate the importance of identifying RDTR issues for the Sokaraja urban area in order to support urban spatial planning. The policy development process involves various actors from all walks of life, The results of this study indicate the importance of identifying RDTR issues for the Sokaraja urban area in order to support urban spatial planning. The policy development process involves various actors from all walks of life, such as the Banyumas Regency Government, DPRD, the community, the private sector, and academics. The Policy Alternative Options Development process is carried out through zone agreements. The spatial planning is carried out to produce a general spatial plan and a detailed spatial plan. The development of urban areas is carried out in areas with high mobility. Urban areas are the center of each region. While at the stage of testing alternative policy options in the development of strategic areas. Keywords; Policy Alternative, Policy Formulation, Green open space ABSTRAKPerumusan kebijakan merupakan salah satu upaya yang digunakan untuk mengembangkan berbagai alternatif kebijakan yang ditujukan untuk pemecahan masalah yang masuk dalam agenda publik atau agenda kebijakan. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Perkotaan Sokaraja. Alasan pemilihan lokasi tersebut dilatarbelakangi oleh berbagai penolakan masyarakat Sokaraja terhadap RDTR Perkotaan Sokaraja yang dinilai mengganggu kepentingan masyarakat. Hal ini menyebabkan pembahasan RDTR terhenti cukup lama hingga tahun 2018 ketika kembali mendapat rekomendasi dan persetujuan dari Gubernur dari Kementerian Pertanahan dan Tata Ruang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses pengembangan peraturan daerah secara lebih rinci. (Raperda) Kabupaten Banyumas tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Sokaraja menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, dan perekaman. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya mengidentifikasi isu RDTR untuk kawasan perkotaan Sokaraja dalam rangka mendukung penataan ruang kota. Proses pengembangan kebijakan melibatkan berbagai aktor dari semua lapisan masyarakat, Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya mengidentifikasi isu-isu RDTR untuk wilayah perkotaan Sokaraja dalam rangka mendukung penataan ruang kota. Proses pengembangan kebijakan melibatkan berbagai aktor dari semua lapisan masyarakat, Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya mengidentifikasi isu-isu RDTR untuk wilayah perkotaan Sokaraja dalam rangka mendukung penataan ruang kota. Proses pengembangan kebijakan melibatkan berbagai aktor dari semua lapisan masyarakat, seperti Pemerintah Kabupaten Banyumas, DPRD, masyarakat, swasta, dan akademisi. Proses Pengembangan Opsi Alternatif Kebijakan dilakukan melalui kesepakatan zona. Penataan ruang dilakukan untuk menghasilkan rencana tata ruang umum dan rencana rinci tata ruang. Pengembangan kawasan perkotaan dilakukan pada kawasan dengan mobilitas tinggi. Daerah perkotaan merupakan pusat dari setiap daerah. Sedangkan pada tahap pengujian alternatif pilihan kebijakan dalam pengembangan kawasan strategis.
Implementation Of Village-Owned Enterprises (BUMDES) In Sibalung Village, Kemranjen District, Banyumas Regency Ma'muri, Johar; Suryoto, Suryoto; Saputra, Anggara Setya; Lestari, Mery
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 2/Juli (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v12i2.3102

Abstract

ABSTRACT This research is entitled Implementation of Village Owned Enterprise Management (Bumdes) in Sibalung Village, Kemranjen District, Banyumas Regency. That the role of village economic development is very important in building community welfare. Rural development is one way to eradicate poverty. Village development can be improved through developing the potential of the village economy and becoming a forum for rural communities to develop themselves and their environment independently and in a participatory manner. Village communities have the same rights to participate in growing and developing in building an equitable order of life and welfare.  One of the new approaches that is expected to be able to become a driving force for development and the wheels of the village economy is through the establishment of village community economic institutions called Village-Owned Enterprises (BUMDes) as one of the mainstay programs in increasing village economic independence. This study uses a qualitative research method with a case study approach.  Where the location of this research is in Sibalung Village, Kemranjen District, Banyumas Regency, which is a village that has a BUMDes which is currently developing. The results of this study are based on the approach to implementing policies and organizational management. The aspect of policy implementation looks at the management of BUMDes in terms of policies, target groups, and environmental factors, of which the three aspects have been going quite well in the implementation of BUMDes in Sibalung Village.   Keywords: BUMDes, Policy Implementation ABSTRAK Penelitian ini berjudul Implementasi Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Di Desa Sibalung Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas. Bahwa peran pembangunan ekonomi Desa menjadi sangat penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Pembangunan pedesaan merupakan salah satu cara dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Pembangunan desa dapat ditingkatkan melalui pengembangan potensi perekonomian desa dan menjadi wadah bersama masyarakat pedesaan dalam membangun diri dan lingkungannya secara mandiri dan partisipatif. Masyarakat desa memiliki hak yang sama untuk ikut tumbuh dan berkembang dalam membangun tatanan kehidupan dan kesejahtraan secara merata. Salah satu pendekatan baru yang diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan dan roda perekonomian desa adalah melalui pendirian kelembagaan ekonomi masyarakat desa yang disebut dengan istilah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu program andalan dalam meningkatkan kemandirian perekonomian desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dimana lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Sibalung Kecamatan Kemranjen Kabupaten Banyumas, yang mana merupakan desa yang memiliki BUMDes yang saat ini sedang berkembang. Hasil penelitian ini di dasarkan pada pendekatan implementasi kebijakan dan manajemen organisasinya. Adapaun aspek implementasi kebijakan melihat pengelolaan BUMDes dari sisi kebijakan, kelompok sasaran, dan faktor lingkungan, dimana dari tiga aspek tersebut sudah berjalan cukup baik pada pelaksanaan BUMDes di Desa Sibalung.   Kata Kunci: BUMDes, Implementasi Kebijakan
Konflik Dalam Kebijakan Revitalisasi Pasar Tradisional Tunjungan Kota Surabaya: Stakeholder dan Dinamika Lucca, Anggie Parawitha
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 2/Juli (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v12i2.3325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa konflik dalam kebijakan revitalisasi Pasar Tradisional Tunjungan Kota Surabaya. Pendekatan análisis stakeholder dari Mark S. Reed dan Paul Wehr digunakan sebagai pisau analisa untuk melihat peran serta pemetaan bentuk konflik dari para stakeholder yang terlibat pada kebijakan revitalisasi. Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan paradigma interpretatif. Fokus penelitian ini berkaitan dengan konflik kebijakan revitalisasi Pasar Tradisional Tunjungan Kota Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah dua belas orang dengan teknik sampling purposive untuk penentuan informannya. Hasil analisis dengan pendekatan analisis stakeholder menghasilkan beberapa temuan terkait. Pertama, Key players: para stakeholder dari unsur eksekutif, Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Tim Monitoring dan Evaluasi BUMD; kedua, para stakeholder dari unsur Legislatif, DPRD Kota Surabaya, khususnya Komisi B Bagian Perekonomian. Ketiga, para stakeholder dari unsur Direksi PD Pasar Surya Kota Surabaya. Context setters: Pemerintah Kota Surabaya dan Narasumber Pemerintah Kota Surabaya. Subjects: Kepala Pasar Tunjungan dan Pengurus Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan (P3T). Terakhir, Crowd: Pedagang Pasar Tunjungan yang dibagi dalam delapan tipe pedagang. Sementara itu, hasil analisis dengan pendekatan teori pemetaan konflik menghasilkan beberapa temuan terkait dengan dinamika konflik, yaitu penyebab munculnya konflik adalah pada saat Perkumpulan Pedagang Pasar Tunjungan (P3T) melakukan gugatan kepada PD Pasar Surya dan Pemerintah Kota Surabaya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Hasil analisis lain menunjukkan bahwa para aktor yang berkonflik, baik dari unsur Pemerintah Kota maupun Direksi PD Pasar Surya lebih banyak melakukan bentuk-bentuk kolaborasi, akomodasi dan kompromi di dalam niatan menangani konflik yang muncul.
ANALISIS BIBLIOMETRIK: DUA DEKADE NARASI SMART VILLAGE DALAM EKOSISTEM DIGITAL DAN PELUANG RISET DI INDONESIA (1995-2022) Ilman, Ghulam Maulana; Murti, Indah
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3/Oktober (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v12i3.3418

Abstract

This study aims to collect, review, and analyze a collection of scientific articles that focus on the discussion of Smart Villages that are spread all over the world. The narrative of Smart Village development is often used as a form of encouragement so that rural areas can be involved in the digital ecosystem. So that digital transformation tends to be forced without actually looking into the capacity and resources of the village. Departing from this argument, the authors think that there is a need for mapping and general descriptions of developing research and research opportunities in Indonesia. Utilizing bibliometric analysis, the data in this study has a time span of 27 years starting from 1995 to 2022. This study uses the Scopus scientific database as a source in article search and VOSviewer is used to perform bibliometric analysis and visualization. The keywords “Smart Village” OR “Digital Village” were chosen to reach relevant publications. All information is exported into CSV format for data analysis purposes, especially word co-occurrence network generated using VOSviewer. The final number of document metadata collected was 354 journal articles indexed by Scopus. Furthermore, the graphical analysis also illustrates the various criteria that have been determined to influence the development of the number of global publications on Smart Villages.Keywords: Bibliometrik, Smart Village, Digital Village, VOSviewer Abstraksi-Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan, meninjau, serta menganalisis sekumpulan artikel ilmiah yang berfokus pada pembahasan Smart Village yang tersebar di hampir seluruh dunia. Narasi pengembangan Smart Village sering digunakan sebagai bentuk dorongan agar kawasan desa (rural area) dapat terlibat ke dalam ekosistem digital. Sehingga transformasi digital cenderung dipaksakan tanpa sebenarnya melihat ke dalam kapasitas dan sumber daya yang dimiliki desa. Berangkat dari argumen ini, maka penulis beranggapan perlu adanya pemetaan dan gambaran umum mengenai riset yang sedang berkembang dan peluang riset di Indonesia. Memanfaatkan analisis bibliometrik, data pada penelitian ini memiliki rentang waktu yang digunakan selama 27 tahun yang dimulai sejak tahun 1995 hingga 2022. Penelitian ini menggunakan database ilmiah Scopus sebagai sumber dalam pencarian artikel dan VOSviewer digunakan untuk melakukan analisis bibliometrik beserta visualisasinya. Penggunaan kata kunci “Smart Village” OR “Digital Village” dipilih untuk menjangkau publikasi yang relevan. Semua informasi diekspor ke dalam format CSV untuk keperluan analisis data, khususnya word co-ocurrence network yang dihasilkan menggunakan VOSviewer. Jumlah akhir metadata dokumen yang berhasil dikumpulkan sebanyak 354 artikel jurnal terindeks oleh Scopus. Lebih jauh analisis grafis juga menggambarkan berbagai kriteria yang ditentukan berpengaruh dalam perkembangan jumlah publikasi global tentang Smart Village
INOVASI PELAYANAN PUBLIK MELALUI APLIKASI SALAK DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN NAGAN RAYA Sonia, Sonia; Ikhsan, Ikhsan
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3/Oktober (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v12i3.3426

Abstract

This article aims to describe the form of service innovation at the Nagan Raya Regency Personnel and Human Resources Development Agency in the form of a digital-based Salak application. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through field observations, interviews and documentation. Research data comes from two sources, namely primary data and secondary data, and data analysis techniques through data reduction, data collection and drawing conclusions. The results of the study show that the Agency for Personnel and Human Resources Development of Nagan Raya Regency has succeeded in running the Salak application as a form of public service innovation, this is because the application has supported the needs of service recipients (State Civil Apparatus) and can be well received. There are several weaknesses that become obstacles in the process of using the Salak application, namely the quality of human resources who have not fully mastered the technology and system errors often occur when the application is used, but these weaknesses or constraints do not reduce the added value of the Salak application because in real terms the application has helped facilitate management of personnel administration in matters of making a Decree on the Promotion of Employee Rank and Decree on the Retirement of Personnel.Abstraksi-Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk inovasi pelayanan publik pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nagan Raya berupa aplikasi Salak yang berbasis digital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian berasal dari dua sumber yaitu data primer dan data sekunder, dan teknik analisis data lapangan berupa model analisis dari Miles dan Huberman yakni meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa BKPSDM Kabupaten Nagan Raya telah berhasil mengoperasionalkan aplikasi Salak sebagai bentuk inovasi pelayanan publik, hal ini disebabkan karena aplikasi tersebut telah mendukung kebutuhan penerima layanan (ASN) dan dapat diterima dengan baik oleh ASN serta para ASN ikut beralih menggunakan aplikasi tersebut. Ada beberapa kelemahan yang menjadi kendala dalam proses penggunaan aplikasi Salak yaitu kualitas sumberdaya manusia yang belum sepenuhnya menguasai teknologi dan kerap terjadi error sistem pada saat aplikasi digunakan, namun kelemahan tersebut tidak mengurangi nilai tambah dari aplikasi Salak karena secara nyata aplikasi tersebut telah membantu memudahkan pengurusan administrasi kepagawaian dalam urusan pembuatan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat Pegawai dan Surat Keputusan Pensiun Kepegawaian.Kata kunci: Inovasi Pelayanan, Aplikasi Salak, Profesionalisme Pegawai.
MANAJEMEN PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI DESA SROWOT KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS Sutikno, Chamid; Atika, Zaula Rizqi; Wijaya, Shadu Satwika; Mujib, Mujib
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3/Oktober (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v12i3.3427

Abstract

The approach in economic development of rural communities is one of the goals in creating national development. The new paradigm is the economic development of rural communities initiated through strengthening economic institutions is one of the efforts carried out in a sustainable manner. This study aims to determine the management system and mechanism in the management of Village-Owned Enterprises (BUMDes) in an effort to develop and develop BUMDes and Increase village original income in the casestudy of BUMDes Ujug, Srowot Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. The focus of the research is the management model aspect which is focused on the management of BUMDes Ujug, Srowot Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The informants of this research are elements of the village government, BUMDes managers, community elements and other parties. Data collection techniques are interview, observation and documentation, while the validity of the data using triangulation to obtain valid data. The results of the study refer to the management aspect in termn of planning, organizing, implementing program, monitoring, budgetingBUMDes and evaluating. It is hoped that it can provide big impacts such as good BUMDes management and be able to ncerease the villages original income which is submitted every through deliberation with the parties involved in it.Keyword: Management, BUMDes, Community Empowerment. ABSTRAKSIPendekatan dalam pembangunan ekonomi masyarakat desa menjadi salah satu tujuan dalam menciptakan pembangunan nasional. Paradigma baru dalam pengembangan ekonomi masyarakat desa yang di inisiasi melalui penguatan kelembagaan ekonomi menjadi salah satu upaya yang dilakukan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem dan mekanisme manajemen dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam upaya pengembangan dan pembangunan BUMDes serta peningkatan pendapatan asli desa dalam studi kasus BUMDes Ujug Desa Srowot Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah aspek model manajemen yang tertuju pada Pengelolaan BUMDes Ujug Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Informan penelitian ini adalah Unsur pemerintah desa, pengelola BUMDes, unsur masyarakat dan pihak-pihak lainnya. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan validitas data menggunakan trianggulasi untuk memperoleh data secara valid. Hasil penelitian merujuk pada aspek manajemen yang dilihat dari sisi perencanaan, perngorganisasian, pelaksanaan program, pengawasan, penganggaran BUMDes, dan evaluasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa BUMDes Ujug Desa Srowot mampu mengembangkan manajemen dalam pengelolaan BUMDes seiring dengan besarnya penyertaan modal yang ditujukan kepada BUMDes dalam pengembangannya yang diharapkan dapat memberikan impek yang besar seperti pengelolaan BUMDes yang baik dan mampu meningkatkan pendapatan asli desa yang diserahkan setiap tahun melalui musyawarah bersama pihak-pihak yang terlibat didalamnya.Kata Kunci: Manajemen, BUMDes, Pemberdayaan Masyarakat2022 UPNVJT. All rights reserved
IMPLEMENTATION OF STUNTING PREVENTION POLICY IN BANYUMAS REGENCY Saputra, Anggara Setya; Suryoto, Suryoto
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3/Oktober (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v12i3.3389

Abstract

Abstract-This study discusses the implementation of policies in an effort to overcome stunting problems in the Banyumas Regency area. The issue of stunting has become a major point of concern for the government that must be resolved starting from the village, regional and central government levels. Banyumas Regency is one of the regions that has a high tendency to commitment in efforts to tackle and reduce stunting that is happening now. This study aims to explain how the policy implementation process is carried out in the hope of being able to overcome and reduce stunting rates in Banyumas Regency. This study also looks at how the government is in carrying out its roles and responsibilities in controlling and accelerating the reduction of stunting in the community. This research method uses descriptive qualitative methods with data analysis techniques using data triangulation techniques and the source of this research informants is focused on the ability according to the data by using sampling purposes. The results of this study look at the aspects of idealized policy where, stunting prevention efforts in Banyumas Regency are in accordance with the rules and procedures contained in regional regulations and the regent’s decree. Target group in this policy is the community that is the target of the stunting prevention program. Implementing organization, namely the implementing group, both from the government, which are members of the relevant agencies, Integrated Healthcare Center community groups, and the private sector, namely the rotary club. Environmental factors faced in the implementation of stunting prevention policies are related to social and economic factors of the community. The condition of malnutrition that causes stunting is also inseparable from the socio-economic conditions of the people with low incomes. AbstraksiPenelitian ini membahas tentang implementasi kebijakan dalam upaya mengatasi masalah stunting di wilayah Kabupaten Banyumas. Masalah stunting telah menjadi titik perhatian utama bagi pemerintah yang harus diselesaikan mulai dari tingkat desa, pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah yang memiliki kecenderungan komitmen yang tinggi dalam upaya penanggulangan dan pengurangan stunting yang terjadi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana proses implementasi kebijakan yang dilakukan dengan harapan dapat mengatasi dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Banyumas. Kajian ini juga melihat bagaimana pemerintah dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya dalam mengendalikan dan mempercepat penurunan stunting di masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan teknik triangulasi data dan sumber informan penelitian ini difokuskan pada kemampuan menurut data dengan menggunakan tujuan sampling. Hasil penelitian ini melihat aspek kebijakan yang diidealkan dimana upaya pencegahan stunting di Kabupaten Banyumas sudah sesuai dengan aturan dan tata cara yang tertuang dalam peraturan daerah dan SK Bupati. Kelompok sasaran dalam kebijakan ini adalah masyarakat yang menjadi sasaran program pencegahan stunting. Organisasi pelaksana yaitu kelompok pelaksana, baik dari pemerintah yang tergabung dalam instansi terkait, kelompok masyarakat Puskesmas Terpadu, maupun pihak swasta yaitu rotary club. Faktor lingkungan yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan pencegahan stunting berkaitan dengan faktor sosial dan ekonomi masyarakat. Kondisi gizi buruk yang menyebabkan stunting juga tidak terlepas dari kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berpenghasilan rendah.Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Pencegahan Stunting 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA (Studi Kasus di Desa Wisata Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes) Kusumaningsih, Oti
Dinamika Governance : Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3/Oktober (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jdg.v12i3.3428

Abstract

This study aims to determine community empowerment through the development of tourist villages in an effort to increase the ability of human resources in terms of their capacity and quality in a case study in Winduaji Tourism Village, Paguyangan District, Brebes Regency. With the policy regarding the empowerment of rural economic communities based on the Village-Owned Enterprises (BUMDes) regulations in the Law of the Republic of Indonesia of 2014 and Law Number 6 of 2014. This regulation explains the top-down policies related to economic development. local through the village. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. The focus of the research is the aspect of the concept of community empowerment which is focused on tourism awareness groups and other community elements in Winduaji Village, Paguyangan District, Brebes Regency. The informants of this research are elements of the government, tourism awareness groups, elements of the community and third parties. Data collection techniques are interviews, observation and documentation. The data analysis technique uses a Cresswell analysis model, while the validity of the data uses triangulation to obtain valid data. The results showed that tourism awareness groups and community elements were able to develop community empowerment in increasing the capacity and quality of tourism village development management which could be used as a form of stimulant step to change the economic welfare of the community around Winduaji Village, Paguyangan District, Brebes Regency.Keywords: Community Empowerment, Tourism Dssa, Tourism Awareness GroupAbstraksi-Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata dalam upaya peningkatan kemampuan sumberdaya manusia dalam hal kapasitas dan kualitas yang dimilikinya dalam studi kasus di Desa Wisata Winduaji Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes. Dengan adanya kebijakan mengenai pemberdayaan masyarakat ekonomi desa didasarkan atas dengan adanya peraturan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014. Peraturan ini menjelaskan terkait dengan kebijakan yang bersifat top-down dalam pembangunan perekonomian bersifat lokal melalui desa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah aspek konsep pemberdayaan masyarakat yang tertuju pada kelompok sadar wisata dan unsur masyarakat lainnya Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Informan penelitian ini adalah Unsur pemerintah, kelompok sadar wisata, unsur masyarakat dan pihak ketiga. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis cresswell, sedangkan validitas data menggunakan trianggulasi untuk memperoleh data secara valid. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok sadar wisata dan unsur masyarat mampu mengembangkan pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan kpasistas dan kualitas pengelolan pengembangan desa wisata yang dapat dijadikan sebagai salah satu bentuk langkah stimulant merubah keseahteraan ekonomi masyarakat sekitar Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2026): Dinamika Governance - JANUARI (On Going) Vol 15, No 3 (2025): Dinamika Governance - OKTOBER Vol 15, No 2 (2025): Dinamika Governance - JULI Vol 15, No 1 (2025): Dinamika Governance - APRIL Vol 14, No 4 (2025): Dinamika Governance - JANUARI Vol 14, No 3 (2024): Dinamika Governance - OKTOBER Vol 14, No 2 (2024): Dinamika Governance - JULI Vol 14, No 1 (2024): Dinamika Governance - APRIL Vol 13, No 4 (2024): Dinamika Governance - JANUARI Vol 13, No 3 (2023): Dinamika Governance- OKTOBER Vol 13, No 2 (2023): Dinamika Governance - JULI Vol 13, No 1 (2023): Dinamika Governance - APRIL Vol 12, No 4 (2023): Dinamika Governance - JANUARI Vol 12, No 4/Januari (2023): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 3/Oktober (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 2/Juli (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 12, No 1/April (2022): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 2 (2021): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 1 (2021): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 2 (2020): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 1 (2020): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 2 (2019): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 9, No 1 (2019): Dinamika Governance: Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Dinamika Governance Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Dinamika Governance Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Dinamika Governance Vol 7, No 1 (2017): Jurnal Dinamika Governance Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Dinamika Governance Vol 6, No 1 (2016): Jurnal Dinamika Governance More Issue