cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. manggarai,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
RANDANG TANA - Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 26220636     DOI : -
Randang Tana-Journal of Community Service (JRT) was published since July 2018 by the Santu Paulus Ruteng School of Teacher Training and Education (STKIP). JRT Publishes twice a year in January and July.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
From FORM OF THE CONCERN TO RESIST COVID-19 THROUGH THE DISTRIBUTION OF 5,000 MASKS AND HAND SANITIZERS TO THE SOCIETY IN TRADISIONAL MARKET PUNI RUTENG - MANGGARAI Petrus Sii; Priska Filomena Iku; Yuvantinus Effrem Warung; Angela Klaudia Danu; Antonius Nesi
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2020): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v3i2.439

Abstract

This article is motivated by the increasing of covid-19's cases in Indonesia in general and the concern to society of Manggarai who are not wearing masks when they are outside the home, especially in public places such as markets, terminals, and shopping areas. The distribution of the masks for free also depends on the limitations of masks in the markets, and if there is still some stock, they are cost higher than normal prices. The distribution of those masks for free is done to build public awareness to overcome covid-19. This activity was on May 7, 2020 at Puni traditional market of Ruteng. The target of this activity were all people living around Puni Ruteng. The method used is the distribution of masks for free to all levels of the society, while hand sanitizer only distributed to the driver of public transportations which often did direct contact with the passengers every day. In addition to that, the team of PKM gives some explanation about how to wash hands by using hand sanitizer for health, how to wear a mask and the duration of time wearing masks. In this activity, each person has received 2 pieces of masks given by PKM's team so they can be replaced every day. The result of this activity can increase people's awareness of the importance of maintaining health, and tackling the spread of covid-19 in the district of Manggarai in general
PENYULUHAN KESEHATAN :”STUNTING DAN CARA PENCEGAHAN” DI DESA LENDA KEC.CIBAL BARAT, KAB.MANGGARAI, NTT Oliva Suyen Ningsih
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2020): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v3i3.430

Abstract

Abstract. Health Education: "Stunting and Prevention" in Lenda Village, West Cibal District, Manggarai Regency, East Nusa Tenggara. This community service activity aims to identify the incidence of stunting in children aged 1-5 years and increase the knowledge of mothers who have stunting children in order to know about stunting and prevention methods. The targets of this activity are children aged 1-5 years and parents who have children aged 1-5 years in Lenda Village, West Cibalung District, Kab. Manggarai. This activity was carried out on March 30, 2019. The methods used included the preparation, implementation and evaluation stages. The preparatory stages include the licensing process, field observations, coordination with the Lenda Village Officials, the local health center and pustu as well as the preparation of counseling material. Stages of the implementation of the activity include identifying children aged 1-5 years who experience stunting and providing health education about stunting and how to prevent it. The third stage is the evaluation stage which involves interpreting the results and evaluating the knowledge of mothers with children aged 1-5 years regarding stunting and how to prevent it. Keywords: health education, stunting. Abstrak. Penyuluhan Kesehatan :”Stunting Dan Cara Pencegahan” Di Desa Lenda Kecamatan Cibal Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian stunting pada anak usia 1-5 tahun dan meningkatkan pengetahuan ibu yang memiliki anak stunting agar mengetahui tentang stunting dan cara pencegahan . Sasaran kegiatan ini adalah anak usia 1-5 tahun dan orang tua yang memiliki anak usia 1-5 tahun di Desa Lenda, Kec.Cibal barat, Kab. Manggarai. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2019. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi . Tahapan persiapan meliputi proses perizinan , observasi lapangan, koordinasi dengan Aparat Desa lenda , puskesmas dan pustu setempat serta persiapan materi penyuluhan. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi mengidentifiasi anak usia 1-5 tahun yang mengalami stunting dan memberikan pendidikan kesehatan tentang stunting dan cara pencegahannya. Tahapan ketiga adalah tahapan evaluasi meliputi interpretasi hasil dan evaluasi pengetahuan ibu yang memiliki anak usia 1-5 tahun mengenai stunting dan cara pencegahannya Kata Kunci : pendidikan kesehatan, stunting.
MEMBANGUN KESADARAN KRITIS ORANG MUDA MANGGARAI DALAM MENANGGAPI FENOMENA BUNUH DIRI DENGAN PENDEKATAN CATEGORICAL GROUP GUIDANCE Marselus Ruben Payong; Marianus Mantovanny Tapung; Maksimus Regus
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2020): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v3i3.586

Abstract

Bunuh diri adalah fenomen yang mencemaskan masyarakat beberapa tahun terakhir di wilayah Manggarai Raya. Angka bunuh diri cenderung meningkat selama tiga tahun terakhir. Sebagai dosen di Universitas Katolik Indonesia St. Paulus, kami terpanggil menanggapi fenomena ini dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini menggunakan pendekatan bimbingan kelompok kategorial. Pendekatan ini dilaksanakan dengan bentuk ceramah, diskusi, curah pendapat, dan berbagi pengalaman. Bimbingan dilakukan pada komunitas-komunitas orang muda di asrama atau tempat tinggal. Dampak dari kegiatan ini adalah: 1) orang muda semakin sadar akan eksistensi dirinya sebagai harapan keluarga, masyarakat, gereja dan bangsa; (2) Munculnya kesadaran kritis orang muda dalam memosisikan diri di tengah perubahan dan perkembangan yang begitu pesat; (3) Bertumbuhnya sikap optimis akan hidup yang lebih baik dalam diri orang muda dengan mulai merencanakan masa depan dengan baik sejak saat ini.
UPAYA EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN MANGGARAI NTT Nur Dafiq dafiq; Claudia Fariday Dewi; Nai Sema; Sahrul Salam
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2020): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v3i3.610

Abstract

Kasus bullying di Indonesia menduduki peringkat teratas. Perilaku bullying sering kali terjadi apabila seseorang mempunyai kekurangan dalam dirinya baik itu secara fisik maupun mental.Dampak bullying bagi siswa dapat berupa menurunnya nafsu makan, sakit kepala, dan malu serta merasa takut unruk bergaul di lingkungan sosial. Peningkatan pemahaman siswa dan siswi terkait perilaku bullying dapat menurunkan kasus bullying.Kegiatan pengabdian dilakukan pada 4 sekolah di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat yaitu MAN 2 Langke Rembong, MAN Salahudin Nagalili, SMA Familia Lembor dan SMA Negri 1 Rahong Utara.Kegiatan dilakukan pada tahun 2019 dengan rentang waktu 1 Minggu.Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman serta meningkatkan pengetahuan remaja mengenai perilaku bullying serta konsekuensi dampak psikologis. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan cara penyuluhan, dirancang dalam bentuk pemaparan materi serta diskusi dan tanya jawab. Kegiatan dilakukan dalam jangka waktu yang bebeda untuk tiap sekolah. Melalui kegiatan ini remaja mendapatkan pengetahuan tentang bullying, mengetahui bentuk dan faktor-faktor yang mempengaruhi bullying, jenis-jenis bullying serta cara melawan bullying agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kondisi psikis. Manfaat pelaksanaan kegiatan ini bagi sekolah yaitu adanya kesadaran pihak sekolah terhadap dampak buruk perilaku bullying sehingga dapat dilakukan berbagai kebijakan untuk mengurangi dan mencegah terjadinya kasus bullying di sekolah
Asuhan Keperawatan Komunitas Pada Masalah PHBS dan COVID-19 pada Warga Dusun Rejeng Desa Bangka Lelak Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur Claudia Fariday Dewi; Kornelia Romana Iwa; Bonavantura Nursi Nggarang
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2020): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v3i3.631

Abstract

Salah satu penyebab utama peningkatan masalah penyakit menular adalah kurangnya kesadaran dalam menjalankan hidup bersih dan sehat (PHBS). Mencuci tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun, memberikan ASI eksklusif, tidak merokok, beraktifitas fisik, mengkonsumsi air bersih, jamban dan memberantas jentik nyamuk, merupakan indikator PHBS dalam rumah tangga. Peningkatan masalah kesehatan seperti covid-19 dapat dicegah dengan menjalankan perilaku hidup bersih sehat. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan PHBS dalam tatanan rumah tangga dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas. Pengabdian ini dilakukan terhadap 50 keluarga di Dusun Rejeng Desa Bangka Lelak, Kabupaten Manggarai selama 4 minggu. Hasil pengkajian terhadap sikap dan perilaku masyarakat menunjukkan 48% warga memiliki sikap negatif terhadap PHBS dan 42% warga memiliki perilaku PHBS kurang baik. Sikap warga dalam menghadapi covid-19 cenderung positif ditunjukkan dengan Sebagian besar warga menyatakan setuju dan sangat setuju terhadap upaya pencegahan penularan covid-19. Kegiatan pelayanan masyarakat bertujuan mengatasi masalah kurangnya perilaku hidup bersih sehat yang dapat berakibat pada mudahnya penularan covid-19. Pelaksanaan pengabdian didasarkan pada pemberian asuhan keperawatan komunitas berupa pengkajian, analisa data, rencana intervensi, implementasi hingga evaluasi. Intervensi pengabdian yang dilakukan berupa pendidikan kesehatan tentang perilaku hidup bersih sehat serta pendidikan kesehatan tentang cara pencegahan penularan virus corona. Dampak dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kesadaran warga dalam menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat berawal dari lingkungan keluarga
PEMBUATAN TONG SAMPAH BERBAHAN DASAR BAMBU: PEGUATAN BUDAYA HIDUP BERSIH DAN SEHAT MASYARAKAT DESA KAKOR Adriani Tamo Ina Talu; Maria Disriani Vista Banggur
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2020): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v3i3.632

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa Kakor adala sekitar 80% warga masyarakat pada umumnya tidak menyediakan tempat sampah baik untuk keperluan penyimpanan sampah rumah tangga maupun tempat sampah yang ada di sekitar kampung atau di pinggir jalan. Hal ini mengakibatkan suasana perkampungan menjadi kurang bersih dan sehat. Sampah berserakan di pinggir jalan dan di pekarangan rumah warga. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan menguatkan budaya hidup bersih dan sehat masyarakat desa Kakor Kecamatan Lembor Selatan. Untuk mencapai target/tujuan yang dimaksud, metode yang dilakukan adalah (1) sosialisasi tentang pentingnya mengembangkan budaya hidup bersih dan sehat melalui kegiatan membuang sampah pada tempatnya. (2) Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan membuat tempat sampah berbahan dasar bambu. (3) Praktik memilah sampah organik dan anorganik. (4) Para pelaksana PKM dan peserta melakukan evaluasi. (5) Masyarakat desa Kakor mendiseminasikan tempat sampah ke rumah tangganya masing-masing sebagai model. Hasil yang diperoleh dari PKM ini adalah (1) Terbentuknya kelompok masyarakat yang sadar akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. (2) Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan perangkat desa dan warga masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. (3) Dihasilkan sebanyak 14 set tong sampah berbahan dasar bambu untuk digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi model dalam mengembangkan tong sampah untuk dipakai di rumah setiap warga
PEMBERDAYAAN NAPI PEREMPUAN DI LP TANJUNG GUSTA KECAMATAN MEDAN HELVETIA, MEDAN, SUMATERA UTARA Rina Saraswaty; Suprayitno; Salamiah Sari Dewi
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2020): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v3i3.644

Abstract

Lembaga Pemasyarakatan sebagai wadah pembinaan warga narapidana melalui pendidikan, rehabilitasi dan reintegrasi narapidana. Sistem pemasyarakatan bertujuan untuk mengembalikan Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai warga yang baik, juga bertujuan untuk melindungi masyarakat terhadap kemungkinan diulangi kembali tindak pidana oleh Warga Binaan Pemasyarakatan. Setiap narapidana didalam Lembaga Pemasyarakatan dibina agar dapat menggali potensinya dan mengembangkannya menjadi narapidana yang baik dan taat kepada hukum,menjunjung tinggi nilai-nilai moral sebagai bekal hidup dikemudian hari apabila sudah keluar dari Lembaga Permasyarakatan. Kelompok Dosen Fakultas Teknik Universitas Medan Area telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan mengadakan pelatihan keterampilan menjahit di Lapas Kelas IIa Tanjung Gusta.Tujuan kegiatan pembekalan pelatihan ini untuk memberdayakan Narapidana Perempuan Kelas IIa Tanjung Gusta Medan agar memiliki keahlian sebagai bekal berwira usaha untuk meningkatkan produktifitas dan ekonomi setelah bebas nanti disamping untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Program ini juga diharapkan menjadi program berkelanjutan pada mitra binaan.Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan memberikan pengetahuan dan pelatihan keterampilan berupa mendesain pola (patron) untuk dijahit menjadi pakaian yang dapat dipakai dan dapat dipasarkan.Selanjutnya dilakukan pembinaan secara periodik melalui koordinasi dengan pihak lapas. Kegiatan ini dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Tanjung Gusta Medan dalam waktu 8 bulan efektif dan diikuti oleh narapidana sebanyak 20 orang yang memiliki masa tahanan akan berakhir. Kegiatan dilaksanakan sekali dalam seminggu dengan materi pelatihan dan praktik mendesain dan membuat pola (patron) pakaian dan menjahit. Kegiatan ini akan dievaluasi efektifitasnya dengan mengacu kepada peningkatan keahlian mereka didalam mendesain pola pakaian dan produk hasil jahitan.
PELATIHAN KADER DAN GURU PAUD WILAYAH KERJA PUSTU TENDA UNTUK DETEKSI DINI PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DENGAN DEVELOPMENT DENVER SCRENING TEST (DDST) Maria Getrida Simon Simon; Yohana Hepilita; Lusia Henny Maryati; Alberika S.D. Jehoman; Dorotea Nasvia; Fredheric C. Brosnan; Maria Natasya Madur; Felomena Murni
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2021): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v4i2.737

Abstract

This community service aims to provide education to teachers and parents as well as to monitor the growth and development of toddlers. Monitoring child development is useful for finding deviations / obstacles to children's development from an early age, so that prevention, stimulation and healing and recovery efforts can be provided with clear indications as early as possible during critical times of growth and development. And one method that can be used for screening / monitoring child development is the DDST (Denver Development Screening Test) method. The activities carried out were counseling and DDST training. This activity will involve the active role of cadres and teachers who have attended the DDST training. This training is important to do to increase the participation of cadres in increasing knowledge about child development and early detection of any abnormalities experienced by children so that later children can be stimulated more quickly if they feel that they are lacking in one area achievement
BANTUAN SOSIAL DAN EDUKASI MASYARAKAT TERDAMPAK KEBAKARAN RUMAH DI KAMPUNG BEALEBA DESA NENU KECAMATAN CIBAL KABUPATEN MANGGARAI Adriani Tamo Ina Talu; Ingrida Umat; Imelda Siduk; Elfrida R Saputri; Didima Ria; Marselina Ebon; Bibiana Magisra
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2021): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v4i2.749

Abstract

The fire incident had an impact on the community in Bealeba Village, Nenu Village, Cibal District, Manggarai Regency. The fire incident occurred because of the negligence and carelessness of a family member who had a mental disorder. This situation makes family members and some of the residents' houses in the vicinity feel that they have lost both their houses and their assets. This issue is interesting to study and becomes the basis for conducting community service in the form of social assistance and education. This service activity aims to provide social assistance and education to people affected by fires so that the affected people are helped socially and economically and build their critical awareness about the dangers of fires in their homes / residences. Community service activities affected by the fire were carried out by adapting and modifying the IPOAI approach (identifying, planning, organizing, acting, impact).The results of the activity indicated that there was an increase in community awareness about the dangers of house / residence fires. The social assistance provided also helps people meet their daily needs.
REVITALISASI KESADARAN EKOLOGIS ORANG MUDA KATOLIK MELALUI KEGIATAN KONSERVASI TAMAN WISATA ALAM PONGKOR NGGULING DAN LIANG NGGAMA Vitalis Tarsan; Yasinta S. Ental; Dionisius T. Egal; Filomena Jelita; Hermanus Saman; Hildariana S. Risda; Petronela Ratna; Carolina V. Armelia
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2021): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v4i2.750

Abstract

One of the moral obligations in social life is to respect the nature of creation/the environment.This social moral obligation is an inseparable part of the moral obligation to God and human beings. In order to revive awareness of this obligation, the PkM team, together with Catholics Youth, carried out conservation activities at Pongkor Ngguling and Liang Nggama Nature Parks.In the implementation process, this PkM activity goes through several stages: first, the planning; second, organizing; implementation; and evaluation. The results of the activity showed that young people were very enthusiastic about participating in these activities. They are increasingly aware of their responsibility towards nature, especially their responsibility for the preservation of the Pongkor Ngguling and Liang Nggama Nature Park ecosystems. The impact of these activities for partners at the location of the activity is a change in their knowledge, attitudes/commitments, and skills in protecting and caring for nature. In the end, the partners in the location leave the habit of destroying nature and turning to the habit of protecting and preserving nature. The concrete impact is that the number and types of trees in Pongkor Ngguling and Liang Nggama are increasing, the balance of the ecosystem is maintained, coolness, beauty and security are guaranteed, and water infiltration for drinking water and rice fields is still available.

Page 6 of 14 | Total Record : 137