cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PENGARUH METODE MENDONGENG EDUTAINMENT TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Tien Sutini; Sharina Munggaraning Westhisi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i3.p219-226

Abstract

Social emotional is one aspect of development in children who have a connection between knowing about themselves and the surrounding environment. Field research shows that this level of development is still low, some of the children are not able to do activities with their friends, when the teacher gives activities that must be done together or in groups, then the child prefers to work individually and does not listen to orders from the teacher. Efforts in providing learning to children can be applied by storytelling. The method in this study uses a quantitative descriptive factual exposure model. The research subjects were conducted on two teachers and on 21 students. Data collection techniques using observation, interviews and documentation while data analysis techniques using the t-test model where the analysis process involves data to determine the relationship between variable Y (edutainmet storytelling method) and X variable (emotional social intelligence). Based on the analysis and the results of the test of normality, it can be concluded that the data is normally distributed with the sig value obtained. 0.114 ≥ 0.05 with the level of sig (2-tailed) 0,000 ≤ 0.05, so it can be concluded that there is a significant change with the application of the method of storytelling edutainment to the social emotional development of children aged 5-6 years.Sosial emosional merupakan salah satu aspek perkembangan pada anak yang memiliki keterkaitan antara mengenal tentang dirinya dan lingkungan sekitarnya. Penelitian dilapangan menunjukan bahwa hal tersebut masih rendah tingkat perkembangannya, sebagian dari anak tidak mampu melakukan kegiatan dengan temannya, pada saat guru memberikan kegiatan yang harus dikerjakan bersama-sama atau berkelompok, maka anak lebih memilih bekerja sendiri-sendiri dan tidak mendengarkan perintah dari guru. Usaha dalam memberikan pembelajaran kepada anak dapat diterapkan dengan cara mendongeng. Metode dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif model ekspos fakto. Subjek penelitan dilakukan kepada dua orang guru dan kepada 21 orang peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data menggunakan model uji-t dimana proses analisis ini melibatkan data untuk menentukan keterhubungan antara variabel Y (metode mendongeng edutainmet) dan variabel X (kecerdasan sosial emosional). Berdasarkan analisis dan hasil test of normality didapatkan kesimpulan bahwa data terdistribusi normal dengan diperoleh nilai sig. 0,114 ≥ 0,05 dengan taraf sig(2-tailed) 0,000 ≤ 0,05, sehingga dapat disimpulkan terjadi perubahan yang cukup besar dengan diterapkannya metode mendongeng edutainment terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun.
KREATIVITAS ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERMAIN PASIR AJAIB Chyntia Ruth Takahopekang; Fifa Erivia Kristianita Danjie; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i2.p%p

Abstract

Children are social creatures as well as adults. Children neen other people to be able to help develop their abilities, because children are born with all the weaknesses so that without someone else the child is unable to reach a normal level of humanity. To explore the children's potential is needed a stimulus in learning that is by creativity by creating new things through the magic sand game. Aims to find out to what extent the creativity of young children who use the method of playing magic sand compared to children who use ordinary learning media and want to see the results of the creativity ability of children who use learning methods to play magic sand in Group B. Using a quasi-experimental method with a comparison of the control class and the experimental class. The results show that 31,7500 in the control class and treatment giving experimental class get 32,0,025.Anak merupakan makhluk sosial seperti juga orang dewasa. Anak membutuhkan orang lain untuk dapat membantu mengembangkan kemampuannya, karena anak lahir dengan segala kelemahan sehingga tanpa orang lain anak tidak mampu dapat mencapai taraf kemanusiaan yang normal. Untuk menggali potensi anak tersebut diperlukan sebuah stimulus dalam pembelajaran yakni dengan kreativitas dengan menciptakan hal baru melalui permainan pasir ajaib. Bertujuan untuk mengetahui sampai dimana kreativitas anak usia dini yang menggunakan metode bermain pasir ajaib dibandingkan dengan anak yang menggunakan media pembelajaran biasa dan ingin melihat hasil kemampuan kreativitas anak yang menggunakan pembelajaran metode bemain pasir ajaib di Kelompok B. Menggunakan metode kuasi eksperimen dengan pembanding kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil menunjukkan bahwa 31.7500 pada kelas kontrol dan pemberian treatment kelas eksperimen mendapatkan 32.0625.
PERMAINAN MEDIA KERIKIL BERWARNA TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA ANAK USIA DINI PADA ANAK KELOMPOK B Upita, Pipit; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i2.p%p

Abstract

Early childhood education is the most important phase in a child's life. Where at the age of these children the basic abilities in the thought process and the formation of a child's personality are developing rapidly. To support the results of quality education, optimal stimulation is needed in developing various aspects of early childhood development such as religious and moral values, physical motor, cognitive, language, social-emotional and arts. One aspect of early childhood development that is important for stimulation is the aspect of cognitive development. Aspects of cognitive development are aspects of intellectual development oriented to the ability to think logically and symbolically, starting from the absorption of information in the form of knowledge and understanding of early childhood to the ability to solve problems. After conducting research into learning activities using pebbles, the color of children's curiosity increases quite well, this is indicated by the number of questions or increased courage of children to ask the teacher on things that make children curious about a form or concept. Particularly with regard to color gravel media, after the results of a pre-test of children's curiosity in recognizing geometric shapes of 8.36 and after treatment (treatment) using a color gravel media (post-test) the results were 13.36 so conclusions can be drawn from the data there was a significant increase of 5.00. So the conclusion was that the use of color gravel media was quite effective in increasing children's curiosity about recognizing geometric shapes.Pendidikan anak usia dini merupakan fase yang paling penting dalam kehidupan seorang anak. Dimana pada usia anak-anak ini kemampuan dasar dalam proses berpikir dan pembentukan kepribadian anak sedang berkembang dengan pesat. Untuk menunjang hasil pendidikan yang berkualitas, diperlukan stimulasi yang optimal dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak usia dini seperti nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional dan seni. Salah satu aspek perkembangan usia dini yang penting untuk distimulasi adalah aspek perkembangan kognitif. Aspek perkembangan kognitif adalah aspek perkembangan intelektual yang berorientasi pada kemampuan berpikir logis dan simbolis yang dimulai dari penyerapan informasi berupa pengetahuan dan pemahaman anak usia dini sampai kemampuan untuk memecahkan masalah. Setelah mengadakan penelitian kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media kerikil warna rasa keingintahuan anak meningkat cukup baik, hal ini ditandai dengan banyaknya pertanyaan atau meningkat keberanian anak untuk bertanya pada guru pada hal-hal yang membuat anak penasaran akan suatu bentuk atau konsep. Khususnya berkenaan dengan media kerikil warna, setelah dilakukan penelitian hasil pre-test rasa keingintahuan anak pada mengenal bentuk geometri 8,36 dan setelah diadakan perlakuan (treatmen) dengan menggunakan media kerikil warna (post-test) hasilnya adalah 13,36  jadi dapat ditarik kesimpulan dari data tersebut terjadi kenaikan yang cukup signifikan yaitu 5,00 Jadi kesimpulannya adalah bahwa penggunaan media kerikil warna cukup efektif
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI Pipit Rahmawati; Nurwuni Nurwuni; Agus Sumitra
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i2.p%p

Abstract

Fine motor skills are the ability to control movements through the coordination of the nervous system, fibrils, and muscles such as fingers and hands. Fine motor skills also play an important role in the process of developing cognitive abilities in early childhood. This research is to look at ways to develop motor skills in early childhood. The study was conducted using qualitative descriptive (single case multi site case study design) involving 2 teachers. Data is collected through observation and interviews, then analyzed by thematic. The results showed that fine motor development research was conducted using the assignment method in four ways: (i) Providing tools and materials, (ii) providing direction and opportunities for training, (iii) spending children with individuals and groups, (iv) Successful improve their motor skills. This lesson shows how to use it can be used in developing fine motor skills at early childhood.Keterampilan motorik halus (untuk selanjutnya disingkat Kemampuan motorik halus) adalah kemampuan untuk mengontrol gerakan melalui kegiatan koordinasi saraf sistem, fibril, dan otot seperti jari dan tangan. Kemampuan motorik halus  juga dipandang sebagai sangat faktor penting dalam proses pengembangan kemampuan kognitif pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana mengembangkan Kemampuan motorik halus. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif (desain studi kasus multi situs kasus tunggal) yang melibatkan 2 guru. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara tematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Kemampuan motorik halus dilakukan menggunakan metode penugasan dalam empat cara: (i) Menyediakan alat dan bahan, (ii) memberikan arahan dan peluang untuk latihan, (iii) mengamati anak-anak secara individu dan dalam kelompok, (iv) mengevaluasi pengembangan Kemampuan motorik halus mereka secara berkelanjutan. Pelajaran ini menunjukkan bahwa keempat cara ini dapat digunakan sebagai alternatif dalam mengembangkan Kemampuan motorik halus. 
KONSEP PENDIDIKAN ANAK MENURUT AL-QUR’AN DALAM TAFSIR IBNU KATSIR Anisa Rohmawati; Ronny Mugara; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i3.p%p

Abstract

Children are the fruit of life for parents as the next generation. Every parent would want a child who is righteous and righteous. Many parents today are less ready to educate children and are not in accordance with the Qur'an. So a correct understanding of the education of children in accordance with the Qur'an is still needed. Among the verses in the Qur'an relating to the concept of education to children is the QS. Lukman: 12-19. The purpose of this study was to determine the concept of children's education, and how to deal with the challenges of the times based on the concept of children's education according to Ibn Kathir. This research uses a qualitative approach. For data collection the authors use the Literature method with primary and secondary data sources, using reference books, which are related to research problems. The data analysis technique is by reading and also analyzing primary and secondary source data by skimming, paragraph statements and document statements. The concept of education in the interpretation of Ibn Kathir according to the QS. Lukman: 12-19 are: a) giving wisdom and commands of gratitude to God, b) prohibition of shirk, c) filial piety to both parents, d) every bad and good is rewarded, e) the command to establish prayer, f) the prohibition so that not arrogant.Anak adalah buah kehidupan bagi kedua orangtua sebagai generasi penerus. Setiap kedua orangtua pasti menginginkan putra putri yang sholih dan shalihah. Banyak kedua orangtua sekarang yang kurang siap dalam mendidik anak dan tidak sesuai dengan Al-Qur’an. Maka pemahaman yang benar akan pendidikan terhadap anak yang sesuai dengan Al-Qur’an masih diperlukan. Diantara banyak ayat dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep pendidikan terhadap anak adalah QS. Lukman : 12-19. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk menemukan konsep pendidikan anak, dan cara menghadapi tantangan zaman berdasarkan cara pembinaan anak menurut Ibnu Katsir. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif. Untuk pengumpulan data penulis menggunakan metode Literatur dengan sumber data primer dan sekunder, menggunakan rujukan buku-buku, yang berkaitan dengan masalah penelitian. Teknik analisi data yaitu dengan mebaca juga menganalisis data sumber primer dan sekunder dengan cara: skimming, paragraph statement dan dokument statement. Adapun konsep pendidikan dalam Tafsier Ibnu katsir menurut QS. Lukman : 12-19 adalah: a)pemberian hikmah dan perintah rasa syukur kepada Allah, b)larangan syirik, c)berbakti kepada kedua orangtua, d)setiap keburukan dan kebaikan ada balasannya, e)perintah mendirikan shalat, f)larangan agar tidak sombong.
Mengembangkan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini Melalui Tebak Gambar Nur Hanifah, Tasya Menik; Atika, Ayu Rissa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i3.p196-204

Abstract

Based on the phenomena that researchers found in the field, it was found that through guessing pictures, it can stimulate children to develop receptive language through the activities of simply mentioning characteristics based on images, writing, and re-mentioning letters from a picture, mentioning the prefix letters of a word. This activity can be used by using a variety of thematic based images such as animals, fruits, vegetables, objects, and other things related to the child's environment. This study aims to describe the development of children's receptive language. Through qualitative descriptive research. This research involved 15 children with the age of 5-6 years and educators in Harapan Bunda Kindergarten. The results of this study describe the development of receptive language in children aged 5-6 years through guessing games. This research is expected to be able to provide a reference for educators to stimulate children to practice receptive language skills and improve vocabulary in recognizing objects in the environment for children 5-6 years.Berdasarkan fenomena yang peneliti temukan dilapangan, diperoleh bahwa melalui permainan tebak gambar, dapat menstimulus anak untuk mengembangkan bahasa reseptif melalui kegiatan menyebutkan ciri-ciri berdasarkan gambar secara sederhana, menulis dan menyebutkan kembali huruf dari sebuah gambar, menyebutkan huruf awalan dari sebuah kata. Kegiatan ini dapat digunakan dengan menggunakan berbagai macam gambar berdasarkan tematik seperti  binatang, buah, sayur, benda dan hal lain yang berkaitan dengan lingkungan anak dapat dijadikan media tebak gambar anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengembangan bahasa reseptif anak. Melalui penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini melibatkan anak yang berjumlah 15 orang dengan rentan usia 5-6 Tahun dan pendidik di TK Harapan Bunda. Hasil penelitian ini mendeskripsikan perkembangan bahasa reseptif anak berusia 5-6 Tahun mealui permainan tebak gambar. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan referensi bagi pendidik untuk menstimulus anak guna melatih kemampuan bahasa reseptif dan meningkatkan kosa kata dalam mengenal benda-benda yang ada di lingkungan sekitar untuk anak 5-6 Tahun.
PEMANFAATAN LIMBAH BOTOL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK Marwati, Marwati; Nurhayati, Sri; Windarsih, Chandra Asri
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i2.p%p

Abstract

The principle of the learning process of children with medium media intermediaries easy, inexpensive and stimulating creativity is very diverse. Child creativity is born with various abilities to bring out imaginative ideas. The child is faced with real media. Smart and creative children are not only formed from birth but need direction, for example, to give a stimulus that can develop his imagination ideas and emerge child creativity. Utilization of plastic bottle waste is one of the activities to improve creativity. This research aims to increase the child's copyright through bottle waste media. Research with PTK method is conducted in group A TKIT Al Fidaa Kabupaten Bekasi. The results explained that the utilization of bottle waste encourages increased creativity of group A. Waste bottles can be a media source of learning in KINDERGARTEN. In addition to inexpensive, easy can also foster a process of creativity and innovation for teachers to Teaching and learning activities in the classroom.Prinsip proses belajar anak  dengan perantara media belajar yang mudah, murah dan merangsang kreativitas sangat beragam. Kreativitas anak terlahir dengan berbagai kemampuannya mengeluarkan ide-ide yang imajinatif. Anak dihadapkan pada media yang nyata. Anak yang cerdas serta kreatif tidak hanya terbentuk dari lahirnya saja, melainkan perlu pengarahan, contohnya memberi rangsangan yang dapat mengembangkan ide-ide imajinasinya dan muncul kreativitas anak. Pemanfaatan limbah berbahan botol plastik adalah salah satunya kegiatan untuk meningkatkan kreativitas. Penelitian ini bertujuan yaitu meningkatnya daya cipta anak melalui media limbah botol. Penelitian dengan metode PTK ini dilakukan di Kelompok A TKIT Al Fidaa Kabupaten Bekasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah botol mendorong peningkatan kreativitas siswa kelompok A. Limbah botol dapat menjadi sumber media  belajar di TK. Selain murah, mudah juga  dapat menumbuhkan proses kreativitas serta inovasi  bagi guru untuk melakukan proses kegiatan belajar mengajarnya di kelas.
ALAT PERMAINAN EDUKATIF DARI BARANG BEKAS UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN ANAK USIA DINI Lina Yulianti; T Effendy Suryana; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i4.p%p

Abstract

This research is motivated by the low intelligence of children in group B in Tunas Bangsa PAUD, Cianjur.  because in the learner uses media from the store that almost every day uses that media.  This study aims to improve children's intelligence, by changing their learning, which is to improve quality learning by using media or educational game tools.  In this case educational equipment made using used goods that are easily found and does not require large costs.  This study uses a descriptive qualitative method, and the subject of research is children to PAUD Tunas Bangsa in B group in Cianjur.  with the method of observation, interviews and documentation of the data collection techniques used.  And data collection techniques use data collection, data education, data display, and drawing conclusions.  As for the results of this study aimed at the development of the intelligence of children in group B in PAUD Tunas Bangsa Kab.Cianjur when teachers in their learning use the media or educational toys from used goods.  So that makes children creative and smart. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kecerdasan anak pada kelompok B di PAUD Tunas Bangsa Kab.Cianjur. karena dalam pembelajaranya mengunakan media yang dari toko yang hampir setiap harinya mengunakan media itu-itu saja. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan anak , dengan cara merubah pembelajaranya, yaitu meningkatkan pembelajarannya yang berkualitas dengan mengunakan media atau alat permainan edukatif. Dalam hal ini alat permaiann edukattif yang dibuat memanfaatkan barang bekas yang mudah ditemukan dan tidak memerlukan biaya besar. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif, dan subjek penelitian yiatu anak anak ke PAUD Tunas Bangsa pada kelompok B Kab.Cianjur . dengan observasi, wawancara dan dokumentasi itulah teknik pengumpulan data yang digunakan. Dan teknik pengumpulan data mengunakan pengumpulan data, redukasi data, display data, dan penarik kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini menujukan adanya perkembangan pada kecerdaan anak pada kelompok B di PAUD Tunas Bangsa Kab.Cianjur saat guru dalam pembelajaranya mengunakan media atau alat permainan edukatif dari barang bekas. Sehingga menjadikan anak yang kreatif dan cerdas.
PENERAPAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BERBASIS EKOLOGI MENUJU SEKOLAH HIJAU PADA LEMBAGA PAUD Ammy Ramdhania; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i4.p%p

Abstract

Concern for the environment can be explored from an early age. Based on ecology, learning can be an exciting new innovation, in accordance with the character of the child and gives students freedom of learning. Child-centered learning activities, facilitated by the teacher make learning meaningful for students. Through ecological activities, children come into contact with nature, increasing their concern for the environment and the natural environment. Invite him to wisely manage the natural environment as their best friend, and as a source of varied learning materials. Towards the concept of a green school, an PAUD institution includes ecological activities in extracurricular activities aimed at providing opportunities for children to explore their curiosity. One of the problems is because of the limited time a child has at playtime so extra time is needed to get to know the ecology of their environment. Extracurricular role in developing social behavior, personality, talents and abilities, outside ordinary school hours. The study was conducted at the CERAH Eco School institution with descriptive qualitative research methods, with data collection techniques in interviews, direct observation and documentation, then triangulation of data for wetness was carried out. The results of the study found that children were very enthusiastic about outdoor activities. Learning becomes more meaningful, enjoyable, and their energy is channeled. This causes the level of concentration when learning increases, social behavior and care for the environment higher.Kepedulian terhadap lingkungan dapat digali sejak usia dini. Berbasiskan ekologi, pembelajaran bisa menjadi sebuah inovasi baru yang menarik, sesuai karakter anak dan memberikan kebebasan belajar pada anak didik. Kegiatan pembelajaran berpusat pada anak, difasilitasi oleh guru menjadikan pembelajaran bermakna bagi anak didik. Melalui kegiatan ekologi, anak-anak bersentuhan dengan alam, meningkatkan kepeduliannya pada lingkungan dan alam sekitar. Mengajaknya untuk bijak mengelola lingkungan alam sebagai sahabat mereka, dan sebagai sumber bahan belajar yang bervariatif. Menuju konsep sekolah hijau, sebuah lembaga PAUD memasukkan  kegiatan ekologi dalam kegiatan ekstrakurikuler bertujuan memberikan kesempatan pada anak-anak untuk mengeksplorasi keingintahuannya. Salah satu permasalahannya karena terbatasnya waktu anak pada jam bermain sehingga diperlukan waktu tambahan untuk mengenal ekologi lingkungannya. Ekstrakurikuler berperan dalam mengembangkan perilaku sosial, kepribadian, bakat dan kemampuannya, diluar jam sekolah biasa. Penelitian dilakukan di lembaga PAUD CERAH Eco School dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data secara wawancara, observasi  langsung dan dokumentasi, lalu dilakukan triangulasi data untuk kebasahan. Hasil dari penelitian didapat bahwa anak-anak  ternyata sangat antusias dengan kegiatan di alam terbuka. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan energi mereka tersalurkan. Hal ini menyebabkan tingkat konsentrasi saat belajar meningkat, perilaku sosial dan kepedulian pada lingkungan semakin tinggi.
Kindergarten Teachers' Perception of Outbound Activities in influencing multiple intelligence of early childhood Muhammad Andri Setiadi; Mubiar Agustin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i4.p%p

Abstract

The main occupation in childhood is playing. Therefore, education in early childhood is done with a variety of fun games. Outbound activities are one alternative learning activities for early childhood. This activity consists of various games that are fun and have benefits in early childhood development. Teachers as instructors must have knowledge related to the right games in outbound activities to be appropriate in helping the child's growth and development. This study aims to reveal the kindergarten teacher's perception of outbound activities in influencing the complex intelligence of early childhood in the form of linguistic intelligence, mathematics, music, visual-spatial, naturalist, interpersonal, and intrapersonal. This research is a survey research with quantitative approach. The population and sample in this study were kindergarten and PAUD teachers in Greater Bandung. The sample technique used is snowball sampling. The questionnaire used to obtain data was arranged using a Likert scale. Research data were analyzed using proportion analysis and mode analysis. The results showed the interpretation of teachers' perceptions of outbound activities in influencing compound intelligence of early childhood is positive.Pekerjaan utama pada masa kanak-kanak adalah bermain. Oleh karena itu pendidikan anak usia dini dilakukan dengan berbagai permainan yang menyenangkan. Kegiatan outbond adalah salah satu laternative kegiatan pembelajaran untuk anak usia dini. Kegiatan ini terdiri dari berbagai permainan yang menyenagkan serta memiliki manfaat dalam perkembangan anak usia dini. Guru sebagai pengajar harus memiliki pengetahuan terkait permainan yang tepat dalam kegiatan outbond agar sesuai dalam membantu tumbuh kembang anak.Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan persepsi guru taman kanak-kanak terhadap kegiatan outbond dalam mempengaruhi kecerdasan majemuk anak usia dini berupa kecerdasan linguistik, matematika, music, visual-spasial, naturalis, interpersonal, serta intrapersonal.  Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah guru taman kanak-kanak dan PAUD di Bandung Raya. Teknik sample yang digunakan adalah snowball sampling. Angket yang digunakan untuk memperoleh data di susun menggunakan skala likert. Data penelitian di analisis menggunakan analisis proporsi dan analisis mode. Hasil penelitian menunjukan interpretasi persepsi guru terhadap kegiatan outbond dalam mempengaruhi kecerdasan majemuk anak usia dini bernilai positif.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue