cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN FINGER PAINTING DI KELOMPOK A Yani Handayani; Ririn Hunafa Lestari
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i3.p%p

Abstract

The physical abilities of children at the golden age develop rapidly and rapidly, especially in fine motor skills that coordinate arm muscles with coordination of the eye. However, there is one school based on observations obtained that fine motor skills of children are still below average, due to lack of stimulus and monotonous learning such as relying on child worksheets and coloring pictures, so researchers research finger painting activities with classroom action research methods. The subjects were 4-5 years old RA Al-hikmah. Data collection techniques used in this study is an observation with data analysis using qualitative data analysis. Based on the results of the study, 93% of the results obtained that the fine motor skills of children increased through activities provided such as the provision of colorful color porridge so that children are interested in participating in these activities.Kemampuan fisik anak pada usia keemasan berkemabang dengan pesat dan cepat, khususnya pada motorik halus yang mengkoordinasikan otot lengan dengan korrdinasi mata. Akan tetapi terdapat satu sekolah yang berdasarkan hasil pengamatan diperoleh kemampuan motorik halus anak masih di bawah rata-rata, dikarenakan kurangnya stimulus dan pembelajaran yang monoton seperti mengandalkan lembar kerja anak serta mewarnai gambar, sehingga peneliti melakukan penelitian melalui kegiatan finger painting dengan metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun RA Al-hikmah. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi dengan análisis data menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil yaitu 93% bahwa kemampuan motorik halus anak meningkat melalui kegiatan yang diberikan seperti penyediaan bubur warna yang berwarna-warni, agar anak tertarik mengikuti kegiatan tersebut.
BUKU PANDUAN KEGIATAN SAINS PLANTING FUN UNTUK MEMFASILITASI PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN Martriana, Tita; Muslihin, Heri Yusuf; Mulyana, Edi Hendri
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i4.p%p

Abstract

The research problem was obtained when conducting a preliminary study in RA Al-Huda Tasikmalaya, the constraints of the teacher in compiling and implementing learning activities had an impact on the development of fine motoric children. The method used in this research, namely the Development of EDR (Educational Design Research) types uses the Generic EDR (McKenney & Reeves) model, which has stage 1) Exploration and Analysis stage; 2) Design and Construction stage; 3) the Evalution and Reflection stage with mixed method data analysis and collection techniques in the form of observation, interviews, documentation, and expert judgment.The results of this study are in the form of a manual Planting Fun science activities containing material and steps of activities to facilitate the development of fine motoric children and facilitate teachers in conducting scientific approaches to children through the scientific process of observing, asking, gathering information, reasoning, and communicating. Based on the results of the validation by the material, pedagogical, and product expert team that this activity handbook is suitable for use in PAUD as a basis for the teacher's hand to facilitate the development of fine motor children in aspects of wrist use, the use of the fingers and eye and hand coordination.Permasalahan penelitian didapat saat melakukan studi pendahuluan di RA Al-Huda Tasikmalaya, adanya kendala guru dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan pembelajaran berdampak pada perkembangan motorik halus anak. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu Pengembangan jenis EDR (Educational Design Research) menggunakan model Generik EDR (McKenney & Reeves), yang mempunyai tahapan 1) tahap Exploration and Analysis; 2) tahap Design and Construction; 3) tahap Evalution and Reflection dengan analisis data mixed method dan teknik pengumpulan berupa observasi, wawancara, dokumemtasi, dan expert judgement. Hasil dari penelitian ini berupa buku panduan kegiatan sains Planting Fun berisi materi dan langkah-langkah kegiatan untuk memfasilitasi perkembangan motorik halus anak serta memfasilitasi guru dalam melakukan pendekatan saintifik kepada anak melalui proses ilmiah mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Berdasarkan hasil validasi oleh tim ahli materi, pedagogik, dan produk bahwa buku panduan kegiatan ini layak digunakan di PAUD sebagai dasar pegangan guru untuk memfasilitasi perkembangan motorik halus anak pada aspek penggunaan pergelangan tangan, penggunaan jari-jemari tangan serta koordinasi mata dan tangan.
PENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MERONCE DENGAN LIMBAH KERTAS KORAN DI TK PGRI CIKETUG Leni Karimah; Muhammad Kosim Sirodjudin; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i4.p%p

Abstract

Fine motor skills are seen as important for AUD because they can create experiences that can arouse self-confidence and positive attitudes for optimal child development. Fine motor skills for AUD can be improved using meronce through newsprint waste media. From observations and observations, it is known that Group B TK PGRI Ciketug students lacked their creativity in meronce activities. This is seen from the work of students who are on average the same as the example given by the supervisor. This study aims to determine the fine motor development of children through the use of newspaper waste media in Group B at TK PGRI Ciketug. This type of research is PTK. The research was conducted at TK PGRI Ciketug including research subjects, namely Group B students of 20 children. The object of research is fine motor skills. Data collection techniques include observation and documentation. The data analysis technique was carried out in a quantitative descriptive manner. This research was conducted in 2 cycles. From the results of the study, the increase of Prasiklus, Cycle I and Cycle II respectively. In the pre-cycle stage there were 4 children (20%) who could categorize well, in cycle I there was 13 children (65%) who could categorize well, and then in cycle II, there were 18 children (90%) categorized as good.Kemampuan motorik halus dipandang penting bagi AUD dikarenakan dapat menciptakan pengalaman yang dapatmembangkitkan rasa percaya diri dan sikap positif untuk perkembangan anak secara optimal.Motorik halus untuk AUD dapat ditingkatkan dengan cara kegiatan meronce melalui media limbah kertas koran. Dari hasil pengamatan dan observasi, diketahui siswa Kelompok B TK PGRI Ciketug kurang menunjukkan kreatifitasnya  dalam kegiatan meronce. Hal tersebut dilihat dari hasil karya siswa yang rata-rata sama dengan contoh yang diberikan pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik halus anak melalui pemanfaatan media limbah kertas koran pada Kelompok B di TK PGRI Ciketug.  Jenis penelitian ini merupakan PTK. Penelitian ini dilakukan di TK PGRI Ciketug meliputi subjek peneliti yaitu siswa Kelompok B sejumlah 20 anak. Objek penelitian adalah kemampuan motorik halus. Teknik pengumpulan data meliputi observasidan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Dari hasil penelitian memperlikhatkan peningkatan dari Prasiklus, Siklus I dan Siklus II secara berturut-turut. Pada tahap prasiklus terdapat 4 anak (20%) yang dapat meronce dikategorikanbaik, pada siklus I terdapat 13 anak (65%) yang dapat meronce dikategorikan baik, dan selanjutnya pada siklus II terdapat 18 anak (90%) dikategorikan baik.
PENERAPAN PERMAINAN MoBIS TERHADAP “PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA DINI Istiqomah Istiqomah; Heni Nafiqoh
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i4.p%p

Abstract

This study ‘aims to ‘determine the fine motor ‘development of ‘early ‘childhood through the MoBIS game. The problem faced is the lack of stimulation of fine motor’development of children because it is focused on academic learning such as calistug so that educational games that support child development are less desirable. The method that the researchers used for this study was a qualitative descriptive method with data ‘collection ‘techniques through direct observation with objects of early 5-6 years as many as 15 people.Data collection ‘techniques used were interview techniques, field observations and documentation.. The ‘results ‘showed that children can improve fine motor development by arranging a series of MoBIS into an intact form, in addition to improving fine motor skills with this game children can practice independently and increase their creativity. With this game children become more interested and eager to follow lessons. Researchers hope that this research can provide benefits to educators or parents that there are unique and beneficial games to practice the child's fine motor development.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan motorik halus anak usia dini melalui permainan MoBIS. Permasalahan yang hadapi adalah kurang terstimulusnya perkembangan motorik halus anak karena terfokus kepada pembelajaran akademik seperti calistug sehingga permainan edukatif yang menunjang perkembangan anak kurang diminati. Metode yang peneliti gunakan untuk penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi secara langsung dengan objek anak usia ‘dini 5-6 tahun sebanyak 15 orang. Analisis data yang ‘digunakan adalah analisis tematik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara, observasi lapangan serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak dapat meningkatkan perkembanganmotorik halus dengan cara menyusun beberapa rangkaian MoBIS menjadi suatu bentuk yang utuh, selain dapat meningkatkan motorik halus dengan permainan ini anak dapat berlatih mandiri serta meningkatkan daya kreativitasnya. Dengan permainan ini anak menjadi lebih tertarik dan bersemangat untuk mengikuti pembalajaran. Peneliti berharap bahwa penelitian ini bisamemberikan manfaat kepada para pendidik atau orang tua bahwa ada permainan unik dan bermanfaat untuk melatih ‘perkembangan ‘motorik ‘halus anak.
PENERAPAN METODE PARENTING NABAWIYAH UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN MORAL ANAK DI KELOMPOK USIA 4-6 TAHUN Nani Nurlia; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i3.p%p

Abstract

An expression of wisdom says, To advance the nation because of morals, the morals are damaged, the nation is destroyed. The success or failure of a nation in achieving its life goals depends on whether that nation is committed to moral values or not. Hope lies on the shoulders of two educational pillars, namely parents and educational institutions. Families and schools alike have experienced significant changes that affect the parenting and teaching patterns of children. For Muslims, guidelines for parenting are available, that is Prophetic Parenting which is based on the lives of the Prophets and Friends. Researchers used a qualitative descriptive research method that aims to describe the implementation of the application of the Prophetic parenting method. Data collection techniques used observation and interviews. The data analysis was carried out before, during, and after the researchers conducted field research by reducing and presenting the data. TPA Bani Shaleh uses the prophetic parenting method as part of the institutional curriculum as an effort to improve children's moral intelligence. The learning is expressed in the form of thematic activities or parenting activities. The obstacles that affect the learning process of children are very complex, it takes good cooperation between institutions, parents, and the community to create a harmonious and warm atmosphere for children's development in all aspects.Suatu ungkapan hikmah mengatakan, Maju bangsa karena akhlak, akhlak rusak hancurlah bangsa. Sukses tidaknya suatu bangsa mencapai tujuan hidupnya tergantung atas committed tidaknya bangsa itu terhadap nilai-nilai akhlak. Harapan terletak dipundak dua pilar pendidikan, yaitu orang tua dan lembaga pendidikan. Pihak keluarga dan sekolah sama-sama sudah mengalami  perubahan yang signifikan sehingga mempengaruhi pola asuh dan pola didik terhadap anak. Bagi kaum muslimin, telah tersedia panduan pengasuhan, itulah Parenting Nabawiyah yang berpijak pada kehidupan para Nabi dan Sahabat. Peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan penerapan metode parenting nabawiyah Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan terus menerus dan berlangsung secara bersama selama penelitian berlangsung, meliputi pengumpulan data, reduksi data,dan penarik kesimpulan. TPA Bani Shaleh menggunakan metode parenting nabawiyah menjadi bagian dari kurikulum lembaga sebagai upaya dalam meningkatkan kecerdasan moral anak. Pembelajarannya dituangkan dalam bentuk kegiatan tematis ataupun kegiatan pengasuhan. Kendala yang berpengaruh dalam proses pembelajaran anak sangatlah kompleks, dibutuhkan kerjasama yang baik antara lembaga, orangtua, dan masyarakat untuk menciptakan suasana yang harmonis dan hangat bagi perkembangan anak dalam seluruh aspek.
MENGEMBANGKAN KECERDASAN KINESTETIK MELALUI KREASI TARI TOKECANG PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Rina Permana; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

Intelligence is a gift from Allah SWT. to every human being. Every child born has their intelligence, this research is about developing kinesthetic intelligence in Paud Al-Izdihar. Because his kinesthetic intelligence is underdeveloped, for example in gymnastics, his movements do not increase so that the child becomes bored. The problems faced in early childhood education are that children do not like gymnastics or dancing, they are engrossed in toys or playing with their friends. So the researcher proposed research on the creation of the tokecang dance to develop kinesthetic intelligence using the classroom action research method carried out in two cycles, namely cycle I and cycle II. Using observation, interview, and documentation techniques. After the data was collected, it was analyzed using qualitative descriptive analysis. The population of this research data is students. The research was conducted in group B with 6 children consisting of 3 boys and 3 girls. At the beginning of the study, children who had not developed (BB) were 66.67%, children who began to develop (MB) were 33.33%. After conducting the research, it was shown that: children who began to develop in their kinesthetic intelligence were: 16.67% MB (Starting to Develop), 50% BSH (Developing according to expectations), 16.67% BSB (Developing Very Well). Thus it can be concluded that developing this tokecang dance creation has made a good contribution to children such as: starting to move the body, hands, feet, and head in a coordinated manner to improve kinesthetic intelligence. Kecerdasan merupakan anugrah dari Allah Swt. kepada setiap manusia. Setiap anak lahir mempunyai kecerdasannya masing-masing, penelitian ini mengenai mengembangkan kecerdasan kinestetik di Paud Al-Izdihar. Sebab kecerdasan kinestetiknya kurang berkembang misalnya dalam kegiatan senam, gerakannya tidak bertambah sehingga anak menjadi jenuh. Permasalahan yang dihadapi di Paud tersebut yaitu anak kurang menyukai senam atau tarian, mereka asyik dengan mainan atau bermain dengan teman-temannya. Maka peneliti mengajukan penelitian kreasi tari tokecang untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan II siklus yaitu siklus I dan siklus II. Menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul di analisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Populasi data penelitian ini adalah siswa. Penelitian dilaksanakan pada kelompok B jumlah anak 6 orang terdiri 3 laki-laki dan 3 perempuan. Pada awal penelitian anak yang Belum Berkembang (BB) 66,67 %,  anak yang Mulai Berkembang (MB)  33,33 %. Setelah melakukan penelitian menunjukan bahwa: anak yang mulai berkembang dalam kecerdasan kinestetiknya yaitu: 16,67% MB (Mulai Berkembang), 50% BSH (Berkembang Sesuai Harapan), 16,67% BSB (Berkembang Sangat Baik). Dengan demikian dapat disimpulkan mengembangkan kreasi tari tokecang ini telah memberikan kontribusi yang baik pada anak seperti: mulai menggerakan badan, tangan, kaki, dan kepala secara terkoordinasi untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik. 
MEDIA PEMBELAJARAN POP UP BOOK DALAM MENINGKATKAN ASPEK BAHASA ANAK USIA DINI Nidha Putri Reswari; T Effendy Suryana; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i5.p%p

Abstract

This article is motivated by the low development of "language in group B children in kindergarten" Plus Sumur Bandung, seen from the lack of activeness of children in expressing something, conveying ideas and ideas, asking questions, answering questions, repeating simple sentences and retelling what has been heard . The purpose of this study is to examine whether using Pop Up Book media can improve language aspects in group B children, the method used in this study "is a qualitative descriptive method. The Subjects in this study were all children aged 5-6 years who were in the Group B Tk Plus Sumur Bandung. Analysis of the data used is thematic analysis. During the research the data collection was carried out using research techniques in the form of interviews, observation and documentation. The results of the study showed that there was a development in the language aspects of children aged 5-6 years in the children of "group B in Tk" Plus Sumur Bandung when the teacher used the Pop Up Book learning media using the story telling method.Artikel ini dilatar belakangi oleh rendahnya perkembangan”bahasa pada anak kelompok B di TK”Plus Sumur Bandung, terlihat dari kurangnya keaktifan anak dalam mengungkapkan sesuatu, menyampaikan ide dan gagasan, bertanya, menjawab pertanyaan, mengulang kalimat sederhana maupun bercerita kembali apa yang telah di dengar. Tujuan dari Penelitian ini  adalah untuk mengkaji apakah dengan pengunaan media Pop Up Book dapat meningkatkan aspek bahasa pada anak kelompok B, metode yang digunakan dalam penelitian ini”adalah metode deskriptif kualitatif. Adapun Subjek dalam Penelitian ini adalah seluruh anak usia 5-6 tahun yang ada di kelompok B Tk Plus Sumur Bandung. Analisis data yang digunakan yaitu analisis tematik. Selama penelitian berlangsung pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penelitian berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ditunjukan bahwa adanya perkembangan aspek bahasa anak usia 5-6 tahun pada anak”kelompok B di Tk”Plus Sumur Bandung ketika guru menggunakan media pembelajaran Pop Up Book dengan menggunakan metode bercerita.
PENERAPAN KEBERSIHAN PADA ANAK USIA DINI MELALUI ANIMASI UNTUK PENGENALAN VIRUS COVID 19 Vina Fazriah; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

This article aims to find out how to apply cleanliness through animation, especially in early childhood education, in the early 2020s the world including Indonesia was hit by a deadly virus, the COVID 19. The virus is why it is very important to introduce the COVID 19 virus to children through animation? why do we have to apply cleanliness? this is what makes researchers interested in conducting this research. The method used in this research is descriptive qualitative method with qualitative data analysis. This study uses a descriptive method because it only describes and analyzes the event data obtained, by collecting data from library research and field research via online WhatsApp because of the PSBB situation. The results of this study indicate that by introducing and providing knowledge through animation about the COVID 19 virus to children, children will understand the current situation that the COVID 19 virus is very dangerous, and applying hygiene by always washing hands has many benefits for the health of the body and avoiding bacteria. This article is expected to be a reference source and add other knowledge for teachers, especially for parents in the application of personal hygiene to avoid the COVID 19 virus which in early 2020 was in an emergency condition.Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara menerapkan kebersihan melalui animasi khususnya dalam jenjang PAUD, pada awal 2020  dunia termasuk Indonesia sedang dilanda virus yang mematikan yaitu virus covid 19. Mengapa sangat penting mengenalkan virus covid 19  kepada anak dengan melalui animasi ? mengapa juga kita harus menerapkan kebersihan ? hal ini yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  kualitatif dengan analisis data kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif karena  hanya menggambarkan dan menganalisis data kejadian yang di peroleh, dengan teknik pengumpulan data penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan via online whatsapp karena situasi PSBB. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dengan mengenalkan dan memberi pengetahuan melalui animasi tentang virus covid 19 kepada anak,  anak akan memahami situasi saat ini bahwa virus covid 19 itu sangat berbahaya, serta menerapkan kebersihan dengan selalu mencuci tangan mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh dan terhindar dari  bakteri.  Artikel ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi dan menambah pengetahuan lainnya bagi guru khususnya bagi orang tua dalam penerapan kebersihan diri untuk menghidari virus covid 19 yang pada tahun awal 2020 ini sedang dalam kondisi darurat
PENERAPAN KONSEP EDUTAINMENT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS BERMAIN SAMBIL BELAJAR PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Rustam, Dani Sandita; Windarsih, Chandra Asri
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i1.p%p

Abstract

In learning the edutainment method in building creativity while playing in the paud age group 5-6 years. Based on the phenomena that researchers found in the field, it was found that in building play creativity while learning by using the edutainment method, it can enhance children's creative power while playing. Play activities can be in the form of APE that has been provided by the school or from the findings of children in the environment around the school. This study aims to determine the effect of the edutainment method on the creativity of early childhood aged 5-6 years through beramin. Play creativity research data obtained by researchers by observation, interviews and documentation. Through qualitative descriptive research. This study involved 8 children who were vulnerable aged 5-6 years and educators in Al-Manar PAUD. This research use desciptive qualitative approach. The results of this study describe the increase in children's creativity in playing while learning. This research is expected to be able to provide a reference for educators to stimulate children in order to practice children's play creativity with what children find in the surrounding environment.Metode pembelajaran edutainment bertujuan untuk meningkatkan kreativitas  bermain sambil belajar di paud kelompok usia 5-6 tahun. Berdasarkan fenomena yang peneliti temukan di lapangan, diperoleh bahwa dalam membangun kreativitas bermain sambil belajar dengan menggunakan metode edutainment, dapat meningkatkan daya kreatif anak saat sedang bermain. Kegiatan bermain dapat berupa alat peraga edukatif (APE)yang telah di sediakan sekolah atau dari hasil temuan anak di lingkungan sekitar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode edutainment terhadap kreativitas dan bermain sambil belajar di paud kelompok usia 5-6 tahun melalui bermain. Data yang diperoleh peneliti yaitu dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan melibatkan anak yang berjumlah 8 orang yang memiliki rentang usia 5-6 Tahun dan tenaga pendidik yang ada di PAUD Al-Manar. Penelitian ini menggunakan metode edutainment teknik analisis deskriftif kualitatif, adalah menganalisis, menggambarkan, dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawacara atau pengamatan mengnai masalah yang diteliti yang terjadi di lapangan, menurut Braun & Clarke (dalam Heriyanto, 2019). Hasil penelitian ini mendeskripsikan peningkatan kreativitas anak dalam bermain sambil belajar. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan referensi bagi pendidik untuk menstimulus anak guna melatih kreativitas bermain anak dengan apa yang anak temukan di lingkungan sekitar.
PERAN GURU DAN ORANG TUA TERHADAP PEMBELAJARAN DAN KEGIATAN BELAJAR DI RUMAH MELALUI DARING (ONLINE) DI TK MUTIARA NUSANTARA BANDUNG Novia Maryani Nadeak; Chandra Asri Windarsih
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

The study in this study is about learning activities during the virus corona disease epidemic and the consequences of being a student at school today.  The purpose of the research is to describe the role of teachers and parents to support activities in early childhood education. The research method used is qualitative with a case study approach. The subjects of this research were the homeroom teacher of class A at Mutiara Nusantara Kindergarten who was considered one person, the TK A group students planned for 11 people, as well as the parents of the Kindergarten A group. The research instrument is to collect data through the interview, observation, documentation uses analytical-qualitative. The results of the study show: The role of parents and the teachers are very basic in supporting the process of children learning at home, both of them must build collaboration to maximize children's learning activities at home. The teacher's creativity in presenting interesting and fun online learning will greatly determine the amount of children’s attention to online learning activities.Kajian dalam penelitian ini adalah mengenai kegiatan pembelajaran pada masa pendemi corona virus disease  dan konsekuensi menjadi peserta didik di sekolah saat ini. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan  peran guru dan peran orangtua untuk mendukung kegiatan pembelajaran pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun subjek dari penelitan ini adalah  guru wali kelas A di TK Mutiara Nusantara yang berjumlah satu orang, peserta didik kelompok TK A yang berjumlah 11 orang, serta para orang tua kelompok TK A.Dimana teknik pengumpulan data peneliti melaluiobservasi,wawancara dan dokumentasianalisis data yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Peranan guru dan orang tua memang sangat mendasar dalam mendukung proses anak belajar di rumah.  Keduanya harus membangun kolaborasi demi memaksimalkan kegiatan belajar anak. Kreativitas guru dalam menghadirkan pembelajaran daring (online) yang menarik dan menyenangkan akan sangat menentukan besarnya atensi anak terhadap kegiatan belajar daring (online).

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue