cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Analisis Kecerdasan musikal anak usia dini melalui kegiatan live music performances Rama, Rama Firdaus; Muhammad Nofan Zulfahmi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan musikal ialah suatu kecerdasan untuk mengetahui bentuk aktivitas musikal seperti halnya menikmati musik, dan mengingat irama lagu. Kecerdasan musikal pada anak usia dini perlu dikembangkan sejak dini. Adapun salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan kecerdasan musikal anak dapat melalui live music performances. Adapun tempat kegiatan Live Music Performances yaitu PAUD Among putra, Dealova caffe, Noms Choffe, dan Resto taman Joglo. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis kecerdasan musikal pada anak usi 0-6 tahun melalui live music performances di daerah Jepara. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan mengambil pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tiga indikator dengan mengambil data dari lembar observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian pada penelitian ini yaitu anak usia dini yang usianya 0-6 tahun menjadi informan buat mengetahui latar belakang dari permasalahan yang berjumlah satu anak perempuan. Reduksi data, display data dan yang terakhir diambil Kesimpulan merupakan analisis data yang digunakan. Adapun penjelasan hasil di penelitian ini menjelaskan bahwa analisis kecerdasan musikal anak melalui aktivitas live music performances sudah berkembang secara optimal. Hal tersebut terlihat dari tercapainya indicator yaitu anak sudah mampu bermain dengan alat musik, peka dengan suara musik, mampu mengekspresikan diri dengan menyanyi. Musical intelligence is the intelligence to know forms of musical activities such as enjoying music and remembering the rhythm of songs. Musical intelligence in young children needs to be developed from an early age. One way to improve children's musical intelligence is through live music performances. The venues for live music performances are PAUD Among Putra, Dealova Caffe, Noms Choffe, and Taman Joglo Resto. This research aims to analyze musical intelligence in children aged 0–6 through live music performances in the Jepara area. This research uses descriptive research methods and takes a qualitative approach. The data collection techniques used include three indicators: observation sheets, interview guides, and documentation. The research subjects in this study were young children aged 0–6 years who became informants to find out the background of the problem, which consisted of one girl. Data reduction, data display, and finally the conclusion drawn are the results of the analysis of the data used. The explanation of the results in this research explains that the analysis of children's musical intelligence through live music performance activities has developed optimally. This can be seen from the achievement of indicators, namely that children can play with musical instruments, are sensitive to the sound of music, and can express themselves by singing.
Permainan Montessori dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia Dini Sumiati, Ai; Andrisyah, Andrisyah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pada anak-anak Kelompok A RA Durrotul Qolbi Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi dilatarbelakangi rendahnya kemampuan berpikir logis anak-anak kelompok A karena kegiatan pembelajaran masih menggunakan lembar kerja Anak (LKA). Maka dari itu, pengembangan daya pikir anak harus dilakukan dengan cara yang berbeda supaya ada peningkatan dalam kemampuan berpikir logis salah satunya melalui permainan Montessori . Penelitian ini bertujuan untuk menstimulus anak dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Jenis Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 13 anak. Pengolahan data yang dilakukan menggunakan analisis data kualitatif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan permainan Montessori dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis anak. Terlihat pada indikator mengelompokan benda anak dapat mengelompokan sesuai kategorinya, anak sudah mulai mengenal gejala sebab akibat, hal yang menyebabkan anak terstimulus ini karena anak antusias serta bahagia ketika sedang melakukan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan permainan Montessori.   Research on children from Group A RA Durrotul Qolbi, South Cimahi District, Cimahi City, was motivated by the low logical thinking ability of group A children because learning activities still used Children's Worksheets (LKA). Therefore, developing children's thinking power must be done in different ways so that there is an increase in logical thinking abilities, one of which is through Montessori games. This research aims to stimulate children in learning activities to improve their logical thinking abilities. The research used is qualitative. The type of approach used is a qualitative-descriptive approach. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The research subjects consisted of 13 children. Data processing was carried out using qualitative data analysis, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this research show that Montessori games can improve children's logical thinking abilities. It can be seen from the indicators for grouping objects that children can group them according to their categories. children have begun to recognize the symptoms of cause and effect. The thing that causes children to be stimulated is that children are enthusiastic and happy when they are carrying out learning activities using Montessori games.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Konsentrasi Belajar Pada Anak Usia Dini melalui Permainan Pancing Ikan Zarty, Annisa Nurfitriani; Nurunnisa, Rita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar anak kelompok B di Kober Griya Alam Cimahi masih mengalami masalah konsentrasi seperti kurang fokus, mudah teralihkan perhatiannya sehingga ketika pembelajaran anak belum bisa menyelesaikan tugas yang diberikan guru dengan baik karena tidak fokus memperhatikan. Konsentrasi dalam proses belajar tentunya sangat diperlukan karena konsentrasi merupakan aspek yang penting dalam kegiatan belajar. Maka peniliti menggunakan media pancing ikan karena permainan ini dapat mengajarkan kepada anak untuk melatih konsentrasi juga kesabaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah melalui permainan pancing ikan dapat meningkatkan konsentrasi belajar pada anak usia dini di Kober Griya Alam. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Prosedur penelitian terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dianalisis dengan menggunakan nilai rata-rata dalam bentuk penyajian persentase. Subjek penelitian adalah peserta didik kelompok B2 yang berusia 5-6 tahun berjumlah 16 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi melalui permainan pancing ikan. Konsentrasi pada siklus I mencapai 53%, siklus II meningkat mencapai 61 %, dan meningkat lebih baik lagi pada siklus III mencapai 81%. Dapat disimpulkan permainan pancing ikan dapat meningkatkan konsentrasi belajar anak kelompok B2 di Kober Griya Alam.   Most of the group B children at Kober Griya Alam Cimahi still experience concentration problems such as lack of focus and being easily distracted, so when learning, children cannot complete the tasks the teacher gives well because they are not focused on paying attention. Concentration in the learning process is, of course, very necessary because concentration is an important aspect of learning activities. So researchers use fishing as a medium because this game can teach children to practice concentration and patience. This research aims to find out whether fishing games can increase learning concentration in young children at Kober Griya Alam. This research method is classroom action research, which is carried out in three cycles. The research procedure consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. Data collection techniques using observation were analyzed using average values in the form of a percentage presentation. The research subjects were 16 B2 students aged 5–6 years. The results of the study showed an increase in concentration through fishing games. Concentration in cycle I reached 53%, in cycle II it increased to 61%, and it increased even better in cycle III, reaching 81%. It can be concluded that the fishing game can increase the learning concentration of group B2 children at Kober Griya Alam.
Maumere (Gemu Fa Mire): Pembelajaran Tari Kreasi Baru untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia Dini Oktianingrum, Dwi Mustika; Komala, Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan kinestetik merupakan kecerdasan yang dimiliki oleh beberapa anak, kecerdasan ini melibatkan anggota tubuh seseorang untuk bergerak. Berdasarkan temuan dilapangan, kecerdasan ini belum sepenuhnya terstimulasi, karena sempat munculnya COVID-19 dan pembelajaran yang dilakukan cenderung lebih memperhatikan kepada aspek perkembangan kognitif. Solusi penelitian yaitu menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan tentunya berpusat pada kecerdasan kinestetik anak dengan pembelajaran tari. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kecerdasan kinestestik anak dengan mengimplementsikan pembelajaran tari kreasi baru Maumere (Gemu Fa Mire). Indikator penilaian dilihat dari 3 indikator yakni kelenturan, kecepatan dan koordinasi mata-kepala-tangan-kaki. Metode penelitian memakai deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu lima anak usia dini. Teknik pengumpulan pada penelitian ini melalui pengamatan, interaksi langsung (wawancara) dan dokumentasi. Analisis data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa selama observasi berlangsung dari pertemuan awal hingga akhir banyak mengalami peningkatan, terlihat dari awal pertemuan masih terdapat anak yang belum berkembang dalam 3 indikator, hingga akhirnya dapat mencapai keterangan berkembang sangat baik dalam kecerdasan kinestetik secara optimal.   Kinesthetic intelligence is a type of intelligence possessed by some children that involves using their body parts for movement. Field findings indicate that the emergence of COVID-19 and the emphasis on cognitive development have partially hindered the full stimulation of this intelligence. The research solution is to create an active and enjoyable learning environment targeting children's kinesthetic intelligence through dance-based learning. This research aims to enhance children's kinesthetic intelligence by implementing a new creative dance called Maumere (Gemu Fa Mire). The assessment indicators include flexibility, speed, and eye-head-hand-foot coordination. The research method employed is qualitative-descriptive. The research subjects consist of five young children. Data collection techniques include observation, direct interaction (interviews), and documentation. Data analysis is conducted using triangulation. The research results indicate that throughout the observation period, from the initial meeting to the end, there was significant improvement observed. Initially, some children were found to be lagging in all three indicators, but eventually, they were able to achieve excellent development in kinesthetic intelligence.
Quizizz: Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini: Penelitian Tindakan Kelas Kelompok B di PAUD Cemerlang Alfiyanti, Riska; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat belajar anak tidak dapat berkembang dengan baik jika tidak didukung dengan stimulus yang dapat memicu minat. Untuk meningkatkan minat belajar anak pasca pandemi Covid-19 ini perlu adanya media pembelajaran yang inovatif  dan menarik salah satunya yaitu media permainanQuizizz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan peningkatan minat belajar anak setelah diterapkannya pembelajaran menggunakan media permainan Quizizz. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model desain Kemmis dan Mc Taggart yang langkah penelitiannya meliputi rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitiannya yaitu kelompok B sebanyak 18 orang anak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan dianalisis menggunakan statistika deskriptif dengan menggunakan rumus nilai rata-rata dalam bentuk persentase. Hasil dari penelitian ini adalah meningkatnya motivasi belajar pada anak dengan kategori nilai paling baik yaitu berkembang sangat baik (BSB). Pada kondisi awal/ prasiklus belum terdapat anak dengan kategori nilai bekembang sangat baik (BSB).   Children's interest in learning cannot develop well if it is not supported by stimuli that can trigger interest. To increase children's interest in learning after the COVID-19 pandemic, there is a need for innovative and interesting learning media, one of which is the Quizizz game media. This research aims to determine the process and increase children's interest in learning after implementing learning using the Quizizz game medium. The research uses the Classroom Action Research (PTK) method with the Kemmis and McTaggart design model, whose research steps include planning, action, observation, and reflection. The research subjects were group B, 18 children. The data collection technique in this research used observation and was analyzed using descriptive statistics using the average value formula in percentage form. The results of this research show increased learning motivation in children with the best score category, namely very well developed (BSB). In the initial/pre-cycle conditions, there were no children with very good development (BSB) scores.
Peran Orang Tua dalam Mengelola Emosi Anak Usia Dini melalui Bermain Nadiatulfath; Kurniati, Euis
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya peran orang tua dalam mengelola emosi anak usia dini melalui kegiatan bermain. Hal ini berkaitan dengan emosi anak yang berkembang dengan baik berperan penting dalam interaksi sosial dan kemampuan merespons situasi secara efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi orang tua dalam mendukung perkembangan emosional anak melalui bermain. Pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur digunakan untuk menganalisis berbagai penelitian terdahulu. Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah dan laporan penelitian yang relevan, diterbitkan dalam 10 tahun terakhir, menggunakan kata kunci yang relevan. Analisis dilakukan melalui metode analisis konten untuk mengidentifikasi peran orang tua, kegiatan bermain, dan strategi dalam mengelola emosi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif orang tua dalam bermain dapat meningkatkan kesejahteraan emosional anak, mengembangkan keterampilan sosial, dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran orang tua yang responsive dan keterlibatan aktif dalam kegiatan bermain dapat membantu anak-anak mengelola emosi dengan lebih efektif, yang penting untuk perkembangan emosional mereka sepanjang hidup.   The ability to communicate in language is the initial capital for teachers and students to interact. Aspects of language development are important things that must be stimulated from an early age. With the presence of language, we can convey ideas, feelings, thoughts, or information in early childhood. But in general, early childhood still has difficulty in terms of listening to orders from teachers. This factor is the lack of creativity of teachers in schools to provide stimulus to early childhood and language skills that are most important in today's era. The purpose of this study was to improve early childhood receptive language skills through snakes-and-ladders games. The method used in this research is descriptive-qualitative. The research subjects were Group A students, with sampling. Data collection was obtained through observation, interviews, and documentation—data analysis using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data collection was obtained through observation, interviews, and documentation. The results showed that game snakes and ladders can improve early childhood receptive language. Four students' ability to speak well after participating in the activity increased by eight students who knew their language developed very well at the end of the observation.
Urgensi Kebijakan Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus Natalia, Deasy Natalia; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yang menjadi alasan penting dalam penelitian ini adalah kurangnya pengetahuan dalam hal asesmen pada pendidik dalam menangani anak berkebutuhan khusus atau implementasi asesmen. Maka dari itu penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pentingnya asesmen sebagai rancangan tindak lanjut dari proses identifikasi.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur (studi kepustakaan). Jenis data yang digunakan oleh peneliti adalah data sekunder yaitu data yang sudah ada sebelumnya dan dengan sengaja dikumpulkan oleh peneliti untuk digunakan agar dapat melengkapi kebutuhan penelitian. Data yang sudah diperoleh  lalu dikompulasi, dianalisis dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai studi literatur.  Hasil dari penelitian adalah sebuah asesmen dimana ini merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh pendidik terhadap anak berkebutuhan khusus dan akan menjadi gambaran utama untuk menentukan pembelajaran, program pembelajaran individual, evaluasi dan laporan terhadap orang tua juga asesmen selanjutnya dapat mengantisipasi hambatan-hambatan yang terjadi di lapangan agar proses pembelajaran tetap mampu dilaksanakan dengan maksimal. An important reason for this research is the lack of knowledge regarding assessments among educators in dealing with children with special needs or the implementation of evaluations. Therefore, this research aims to determine the importance of assessment as a follow-up design to the identification process. The method used in this research is a literature study (library study). The type of data used by researchers is secondary data, namely data that previously existed and was deliberately collected by researchers to be used to complete research needs. The data that has been obtained is then compiled, analyzed, and concluded to obtain conclusions regarding the literature study. The result of the research is an assessment, which is an important thing that educators must do with children with special needs and will be the main picture for determining learning, individual learning programs, evaluations, and reports to parents, as well as further assessments to anticipate obstacles that occur in the field so that the learning process can still be carried out optimally.
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini melalui Kegiatan Movie Day dengan Media Audio Visual Supartiningrum, Ella; Nafiqoh, Heni; Andrisyah, Andrisyah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan tahapan pendidikan yang sangat penting bagi perkembangan anak. Anak membutuhkan rangsangan perkembangan termasuk perkembangan bahasa ekspresif.Media yang digunakan untuk pengembangan bahasa adalah media audio visual sebagai cara anak belajar berkomunikasi dengan lingkungan secara verbal dan non verbal. Permasalahan penelitian ini berawal dari guru masih menggunakan metode ceramah sebagai akibatnya keaktifan peserta didik dalam mengungkapkan bahasanya belum terlihat jelas, peneliti memilih kegiatan movie day sebagai pendekatan pembelajaran agar anak terstimulus dalam bahasa ekspresifnya. Metode yang dipergunakan merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan topik penelitian kelas B di PAUD Al Muslimun  yang berjumlah 12 anak. Teknik pengumpulan data memakai teknik observasi partisipasi untuk mengetahui permasalahan kemudian secara terstruktur peneliti melakukan wawancara pada anak. Sedangkan analisis data menggunakan teknik pengumpulan data, display data serta pembuktian data. Hasil dari penelitian memberikan petunjuk bahwa kegiatan movie day dapat melatih anak terampil dalam berbahasa ekspresif walaupun tidak semua anak mampu mengembangkan keterampilannya. Data yang diperoleh selama penelitian bisa disimpulkan bahwa anak akan lebih tertarik serta lebih simple  menerima akses materi pendidikan melalui media audio visual sehingga anak mampu mengembangkan kemampuan bahasa ekspresifnya. Ini terlihat dari hasil nilai capaian perkembangannya menunjukkan nilai perubahan yang bisa memenuhi kriteria berkembang sangat baik. Early childhood education is a critical stage of education for children's development. Children need developmental stimulation, including the development of expressive language. The media used for language development is audio-visual media as a way for children to learn to communicate with the environment verbally and non-verbally. The problem with this research began with the teacher still using the lecture method, as a result of which the students' activeness in expressing their language was not yet clearly visible. The researcher chose movie day activities as a learning approach so that children were stimulated in their expressive language. The qualitative descriptive research method with a class B research topic at PAUD Al Muslimun, totaling 12 children. The data collection technique uses participant observation techniques to find out the problem. Then, in a structured manner, the researcher conducts interviews with the children. Meanwhile, data analysis uses data collection techniques, data display, and data verification. The results of the research provide indications that movie day activities can train children to be skilled in expressive language, although not all children can develop these skills. The data obtained during the research can conclude that children will be more interested and easier to receive access to educational material through audio-visual media so that children can develop their expressive language skills. This can be seen from the results of the development achievement values, showing the value of changes that can meet the criteria for developing very well.
ANALISIS PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PRODUK BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING KELAS 1 SDN PANDEAN LAMPER 03 SEMARANG Khusna Zuhaida; Purnamasari, Veryliana; Saputro, Susilo Adi; Muniarti, Ngurah Ayu Nyoman
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya implementasi konsep pembelajaran yang memerdekakan siswa menjadi alasan dalam penelitian ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dan dampak dari pembelajaran berdiferensiasi produk berbasis Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif  deskripstif. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Subyek penelitian ini adalah guru kelas dan siswa kelas I B dengan didasarkan oleh tujuan penelitian (purosive sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Pembelajaran berdiferensiasi produk dilaksanakan dengan menentukan kategori pemetaan siswa menggunakan asesmen diagnostik kognitif. Pembelajaran diferensiasi ini dilakukan dengan berbasis PBL di mana dengan mengikuti syntaks PBL. 2) Dampak positif: proses pembelajaran diikuti siswa dengan bersemangat dan lebih aktif. Siswa dapat mengasah kemampuan berpikir kritis dalam pemecahan masalah. Siswa memiliki ruang bagi dirinya dan  mampu mengeksplor diri. Siswa mengetahui cara bekerja sama. Sedangkan dampak negatifnya siswa menganggap pembelajaran berdiferensiasi ini membeda-bedakan siswa. Di samping itu, kelas menjadi kurang kondusif.   The lack of implementation of learning concepts that liberate students is the reason for this research. Therefore, this research aims to determine the implementation and impact of differentiated product learning based on Problem-Based Learning (PBL). This research uses descriptive qualitative methodology. Data was collected using observation, documentation, and interview techniques. The subjects of this research were class teachers and class I B students based on the research objectives (purposive sampling). The results of this research show that: 1) Product differentiated learning is carried out by determining student mapping categories using cognitive diagnostic assessments. This differentiation learning is carried out on a PBL basis which follows the PBL syntax. 2) Positive impact: students participate in the learning process enthusiastically and more actively. Students can hone critical thinking skills in problem-solving. Students have space for themselves and can explore themselves. Students know how to work together. Meanwhile, the negative impact is that students think that differentiated learning differentiates students. Besides that, the class becomes less conducive.
Playmate Sensory Path sebagai Media Pembelajaran dalam Mengembangkan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini Rusmania, Annisa; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan motorik kasar anak usia  5-6 tahun belum optimal, misalnya melompat ke berbagai arah, berlari sambil melompat tanpa terjatuh. Bahkan anak itu belum begitu kuat untuk melompat dengan lincah. Maka dari itu permainan Playmate Sensory Path sangat bermanfaat bagi perkembangan motorik kasar anak. Anak dilatih melompat, mengangkat satu kaki tanpa jatuh, karena itu, tujuan dari peneliti ini adalah untuk mengetahui perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Jenis pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data dan penarikan kesimpulan. Adapun subjek penelitian ini adalah guru dan anak usia 5-6 tahun di RA Raudhatul Bannat dengan jumlah tiga anak laki-laki dan tujuh anak perempuan. Hasil penelitian terbukti bahwa perkembangan motorik kasar anak dengan Playmate Sensory Path terlihat meningkat, sehingga proses meningkatkan perkembangan motorik kasar anak dapat mencapai hasil yang diinginkan. Berdasarkan hasil diatas, hal ini terlihat dari perkembangan motorik kasar anak saat kondisi awal, sebelum diberi tindakan menggunakan media Playmate Sensory Path anak masih ragu untuk mengangkat satu kaki tanpa jatuh. Akan tetapi setelah diberi tindakan menggunakan media Playmate Sensory Path, perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun dapat meningkat. This research is motivated by the fact that the gross motor development of children aged 5–6 years is not yet optimal, for example, jumping in various directions or running while jumping without falling. Even the child wasn't strong enough to jump so nimbly. Therefore, the Playmate Sensory Path game benefits children's gross motor development. Children are trained to jump and lift one leg without falling; thus, this researcher aims to determine the gross motor development of children aged 5–6 years. This research method uses descriptive qualitative. The type of data collection in this research uses observation, interview, and documentation techniques. The data analysis techniques used are data reduction and concluding. The subjects of this research were teachers and children aged 5–6 years at RA Raudhatul Bannat with three boys and seven girls. The research results proved that the gross motor development of children with Playmate Sensory Paths appeared to increase so that the process of improving children's gross motor development could achieve the desired results. Based on the results above, this can be seen from the child's gross motor development in the initial condition; before being given action using the Playmate Sensory Path media, the child was still hesitant to lift one leg without falling. However, after being given action using Playmate Sensory Path media, the gross motor development of children aged 5–6 years can increase.  

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue