cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Pasir Kinetik sebagai Media Pembelajaran Dalam Meningkatkan Kretivitas Seni Rupa Anak Usia Dini Hernawati, Iceu; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas seni rupa yaitu kemampuan seni rupa yang memiliki ide yang baik dalam seni rupa atau disebut seni menggambar dan mewarnai. Dengan demikian, anak usia yang berada dalam masa golden age yang berusia 0-6 tahun. Anak usia dini sangat suka melakukan permainan, salah satunya pasir kinetik. Pasir Kinetik adalah permainan dari bahan pasir pantai dengan berwarna-warni dan tidak berbahaya dapat digunakan oleh anak. Maka peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas seni rupa anak usia dini melalui permainan pasir kinetik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di TPA Hati Bunda pada kelompok B, dengan subjek yang berjumlah empat anak, yaitu dua anak perempuan dan dua anak laki-laki. Analisis data penelitian menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan semua data observasi diatas hasil penelitian menunjukkan kreativitas seni rupa pada anak usia dini sangat berhasil. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak dapat membuat berbagai macam bentuk dengan tingkat perkemangan mulai berkembang sangat baik  yaitu empat anak. Anak memilih warna pasir kinetik yang tersedia dengan tingkat perkembangan berkembang sesuai harapan yaitu dua anak dan ada tingkat perkembangan berkembang sangat baik yaitu dua anak. Art creativity is the ability of art to have good ideas in fine arts or the art of drawing and coloring. Thus, children who are in the golden age are 0-6 years old. Early childhood likes to play games, one of which is kinetic sand. Kinetic Sand is a colorful and harmless game made of beach sand that can be used by children. So, researchers conducted a study that aims to increase the creativity of early childhood art through kinetic sand games. This study used a descriptive qualitative method. Data collection techniques were used by researchers using observation and documentation techniques. This research was carried out at the Hati Bunda TPA in group B, with a subject of four children, namely two girls and two boys. Analysis of research data using data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. Based on all the observation data above, the results of the study show that artistic creativity in early childhood is very successful. The results showed that children can make various shapes with the level of development starting to develop very well, namely four children. The child chooses the color of kinetic sand that is available with the level of development as expected which is two children and there is a very good level of development which is two children.
Belajar melalui Bermain: Seni sebagai Sarana Pembelajaran bagi Anak Usia Dini Nurlina, Nurlina; Bahera, Bahera
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini telah menekankan pentingnya pembelajaran seni melalui pendekatan bermain. Artikel ini menginvestigasi dampak integrasi seni dalam pembelajaran pada perkembangan anak usia dini, fokusnya terutama pada pengembangan keterampilan motorik halus, kreativitas, dan tanggapan emosional serta psikologis. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan seni sebagai sarana pembelajaran dalam konteks bermain bagi anak usia dini. Penelitian ini mengusung pendekatan studi literatur dengan meninjau referensi teori terkait yang relevan dengan isu yang telah diidentifikasi. Data dikumpulkan melalui pencarian literatur menggunakan database Google Scholar karena ketersediaannya yang mencakup berbagai publikasi ilmiah yang relevan dengan peran seni sebagai alat pembelajaran bagi anak usia dini dalam konteks bermain. Dalam tinjauan literatur, disimpulkan bahwa pembelajaran seni melalui bermain memberikan dampak positif pada pertumbuhan holistik anak-anak. Integrasi seni dalam pembelajaran tidak hanya meningkatkan keterampilan motorik halus dan kreativitas, tetapi juga membantu anak-anak mengatasi stres dan meningkatkan kesejahteraan emosional mereka. Temuan dari analisis literatur menekankan pentingnya mempertimbangkan pendekatan pembelajaran yang holistik dalam pendidikan prasekolah. Implikasi praktis dari analisis ini mendukung integrasi seni dalam kurikulum pendidikan prasekolah untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang merangsang dan mendukung perkembangan anak-anak secara menyeluruh.
Modifikasi Media Big Book Berbasis Metode Montessori untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Anak Kelompok B Yuliana, Vena; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca tidak hanya membaca huruf tapi dapat diawali dengan membaca gambar kemudian dilanjutkan dengan membaca huruf dan kalimat. Membaca permulaan bagi anak terbatas pada pengucapan lambang bunyi huruf, kata dan kalimat dalam bentuk sederhana. Media pembelajaran big book dapat dijadikan pilihan untuk menumbuhkan minat baca anak usia dini. Dalam big book, anak tidak hanya bisa melihat gambar yang penuh warna tetapi juga bisa membaca tanpa ada perasaan bosan dengan materi bacaan yang dibaca. Modifikasi big book yang telah disesuaikan dengan ciri metode montessori dilengkapi dengan gambar yang erat dengan kehidupan anak, seperti hewan, tumbuhan dll. Tujuan penelitian mendeskripsikan modifikasi media big book berbasis metode montessori dalam peningkatan membaca permulaan pada kelompok B. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini melibatkan kepala sekolah, 2 guru kolompok B dann 14 anak usia 5-6 tahun. Teknik analisis data : observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian di lapangan menunjukan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B di Tk Quranikids School
Keterlibatan Ayah dalam Mengasuh Terhadap Kesejahteraan Psikologis Ibu dan Anak Mauluddia, Yulia
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, masih ada pandangan yang menganggap bahwa kewajiban dalam mengasuh anak semata-mata menjadi tanggung jawab seorang ibu. Fenomena ini menjadi salah satu penyebab sejumlah kasus yang melibatkan gangguan kesehatan mental pada ibu serta perasaan kesepian yang dialami oleh anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterlibatan ayah dalam mengasuh terhadap kejahteraan psikologis ibu dan anak. Metode penelitian ini menggunakan metode systematic literature review. Systematic Literature Review (SLR). Metode ini melibatkan tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam mengasuh dapat memenuhi kebutuhan psikologisnya yaitu kesehatan mental seorang Ibu akan terjaga dan ibu juga akan merasa sejahtera. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan memberikan dukungan psikologis anak yaitu menjadikan kepribadian yang positif, memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada anak, pengalaman depresi yang lebih rendah, tingkat tekanan emosional yang lebih minim, dan lebih sedikit beban psikologis yang mereka alami. Penelitian ini mengungkapkan pentingnya keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga, memberikan wawasan mendalam mengenai dampak positifnya terhadap kesejahteraan psikologis istri sebagai ibu dan juga berpengaruh signifikan pada perkembangan psikologis anak-anak.
Meningkatkan Kemampuan Jasmani Anak Usia Dini melalui Permainan Lompat Tali Komariah, Komariah; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan jasmani pada anak usia 4-5 tahun melalui permainan lompat tali. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan dari suatu fenomena yang ada. Subjek penelitian 10 peserta didik di PAUD Anggrek Mekar Lembang. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menganalisis data dari hasil pengamatan di lapangan dan wawancara selama penelitian dilakukan model analisis yang digunakan analis deskiptif dengan pengumpulan data wawancara dan observasi. Kemampuan jasmani sangat penting dalam menstimulus fisik motorik anak, yang pada akhirnya kekuatan dan kelenturan otot anak dapat lebih terlatih. Permainan merupakan hal yang mengasyikkan karena melalui bermain anak dapat melatih daya imajinasinya. melakukan aktivitas gerak fisik yang berkaitan dengan kebugaran jasmani, sehingga tampak selalu aktif bergerak dan selalu ingin bermain. Agar bisa tumbuh dan berkembang secara baik, anak memerlukan aktivitas fisik yang cukup dalam berbagai bentuk permainanyang bersifat memacu penggunaan otot-otot besar Ada banyak pihak yang dapat membantu perkembangan melakukan aktivitas gerak fisik yang berkaitan dengan kebugaran jasmani anak selain orang tua di rumah yaitu seorang guru di sekolah. Dalam rangka mengemban tugas dan tanggung jawab untuk mengoptimalkan kebugaran jasmani anak diperlukan suatu upaya yang dilakukan oleh guru agar perkembangan anak dapat berkembang secara optimal, upaya tersebut dapat dimulai dengan pemahaman guru melalui penerapan permainan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan yang berkaitan dengan kebugaran jasmani anak diantaranya adalah permainan lompat tali. Hasil penelitian ini terlihat anak sudah mampu melakukan berbagai gerakan terutama dalam berjalan, berlari, tolakan, dan kelincahan gerak, sehingga otot anak menjadi lebih kuat dan berkembangnya kemampuan fisik motorik anak.
Lego sebagai Aktivitas Permainan dalam Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Rohaendah, Ida; Zahro, Ifat Fatimah; Rakhman, Anita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosial emosional pada anak yaitu proses menyesuaikan diri terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan sendiri. Perkembangan sosial emosional anak usia dini dapat meningkat saat melakukan aktivitas sehari-hari. Kegiatan yang dapat meningkatkan sikap sosial emosional salah satunya dengan permainan lego. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan perkembangan sosial emosional pada anak usia dini melalui permainan lego. Penelitian ini dilaksanakan di Pos PAUD Miana V pada kelompok A, dengan subjek yang berjumlah tiga anak laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti menggunakan teknikobservasi dan dokumentasi. Analisis data untuk deskriptif kualitatif penelitian yaitu reduksi data, penyajian, penarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan sosial emosional pada anak dapat meningkat dengan sangat baik dan berhasil, dalam permainan lego anak-anak sangat senang dan menjadi akrab dengan berbagi mainan lego bersama teman-temannya. Sikap mandiri lainnya yaitu anak berbagi, Menyusun lego, merapikan permainan lego yang sudah digunakan, memainkan peran setelah lego disusun, dan bercerita sesama teman sebaya akan membuat apa dari permainan lego. Dari pertemuan ke-1 sampai dengan pertemuan ke-8 terjadi perkembangan pada perkembangan sosial emosional dengan teman pada anak usia dini melalui permainan lego. Dapat disimpulkan juga bahwa penelitian ini berhasil.   Socio-emotional adjustment in children is the process of adjusting to the environment in daily life that is done alone. The socio-emotional development of early childhood can increase when doing daily activities. One of the activities that can increase emotional and social attitudes is playing Lego. The purpose of the study was to determine the increase in social-emotional development in early childhood through Lego games. This research was conducted at the Miana V PAUD Post in Group A, with 3 boys as the subjects. This study used the descriptive-qualitative method. Data collection techniques are used by researchers using observation and documentation techniques. Data analysis for descriptive qualitative research is data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results showed that social and emotional development in children could increase very well and successfully. In Lego games, children were very happy and became familiar with sharing Lego toys with their friends. Other independent attitudes include sharing with children, arranging Legos, tidying up the Lego games that have been used, playing roles after the Legos have been arranged, and telling stories about what their peers will make of Lego games. From the 1st meeting to the 8th meeting, there was a development in social-emotional development with friends in early childhood through Lego games. It can also be concluded that this research was successful.
Strategi Pengembangan Kecakapan Berbahasa Anak Speech Delay Herliawati, Lia; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan bahasa anak berkembang sesuai dengan stimulasi yang diberikan dari lingkungannya, kecakapan berbahasa pada anak ditandai dengan anak dapat berbicara dengan jelas dan dapat dimengerti sehingga memudahkan anak dalam berkomunikasi. Namun tidak sedikit hambatan yang dihadapi anak seperti hambatan keterlambatan berbicara atau Speech delay. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan kecakapan berbahasa pada anak speech delay. Artikel ini menggunakan metode studi literatur berdasarkan sumber bacaan dari karya tulis dan hasil penelitian yang telah dipublikasi. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan mengumpulkan beberapa sumber bacaan dari beberapa artikel mengenai strategi pengembangan berbahasa anak. Data yang diperoleh dianalisis dengan strategi analisis isi sehingga mendapatkan kesimpulan. Berdasarkan analisis hasil penelitian terdahulu menyebutkan bahwa dampak dari keterlambatan bicara pada anak dapat menyebabkan anak menjadi cenderung diam, sulit berkomunikasi dan merespon lingkungan disekitarnya, belum mampu berbicara dengan jelas sehingga sulit untuk bersosialisasi. Untuk itu perlu dirancang strategi yang dapat mengembangkan kecakapan berbahasa anak speech delay melalui kegiatan:  melatih anak berbicara dengan jelas, perlahan dan diulang-ulang, saat berbicara selalu memperhatikan kosakata dan tata bahasa yang diucapkan, dan melibatkan anak dalam setiap percakapan dengan mengontrol dan memperbaiki pengucapan anak yang masih keliru.   Children's language development develops through the stimulation provided by their environment. Language skills in children are characterized by being able to speak clearly and understandably, making it easier for children to communicate. However, children face quite a few obstacles, such as speech delays. This research describes teachers' strategies for developing language skills in speech-dead children. This article uses a literature study method based on reading sources from written works and published research results. The data collection technique used in this research is a literature study by collecting several reading sources from several articles regarding children's language development strategies. The data obtained was analyzed using a content analysis strategy to obtain conclusions. Based on the analysis of previous research results, it is stated that the impact of delayed speech on children can cause children to tend to be silent, have difficulty communicating and responding to the environment around them, and are not yet able to speak clearly, making it difficult to socialize. For this reason, it is necessary to design strategies that can develop the language skills of speech-delayed children through activities: training children to speak, slowly, and repeatedly when speaking, always paying attention to the vocabulary and grammar spoken, and involving children in every conversation by controlling and correcting pronunciation. a child who is still mistaken.
Quizizz: Lembar Kerja Anak untuk Meningkatkan Kemam-puan Berpikir Simbolik Anak Usia Dini Rohaeni, Neni; Nurunnisa, Rita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan kognitif khususnya kemampuan berpikir simbolik pada anak kelompok B di TK Al-Hikmah masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya stimulus dan media pembelajaran yang diberikan guru. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti menggunakan media lembar kerja anak melalui aplikasi quizizz. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan media lembar kerja anak menggunakan aplikasi quizizz untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dijadikan metode dalam penelitian ini. Subyek penelitian adalah anak kelompok B di TK Al-Hikmah, dengan jumlah tujuh anak. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan atau verifikasi. Penelitian dilakukan selama lima kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukan dari tujuh anak yang diteliti, tiga anak sudah berkembang sangat baik dan tiga anak sudah berkembang sesuai harapan dan satu anak yang mulai berkembang, karena masih membutuhkan arahan dari guru. Dalam kegiatan tersebut anak mampu menyebutkan simbol bilangan dari 1 sampai 10, mengasosiasikan bilangan dengan simbol bilangan, menggunakan simbol bilangan untuk menghitung dan menyajikan berbagai benda berupa gambar dan hurufmelalui media tersebut.  Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa melalui media lembar kerja anak menggunakan aplikasi quizizz meningkat dalam perkembangan berpikir simbolik setelah dilakukan penelitian di TK Al-Hikmah.   Cognitive abilities, especially symbolic thinking skills, in group B children in Al-Hikmah Kindergarten are still low. This is due to the lack of stimulus and learning media provided by the teacher. To overcome this, researchers used children's worksheets through the Quizizz application. The purpose of this study was to describe the application of children's worksheets using the Quizizz application to improve symbolic thinking skills. Descriptive research with a qualitative approach is used as the method in this study. The research subjects were group B children in Al-Hikmah Kindergarten, with a total of seven children. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data analysis technique in this study uses qualitative analysis, namely data reduction, data display, conclusion, or verification. The research was conducted in five meetings. The results showed that of the seven children studied, three have developed very well, three have developed as expected, and one is starting to develop because they still need direction from the teacher. In this activity, children can name number symbols from 1 to 10, associate numbers with number symbols, use number symbols to count and present various objects in the form of pictures and letters through the media. Based on the results of the study, it was found that the use of children's worksheets using the Quizizz application increased the development of symbolic thinking after research was carried out at Al-Hikmah Kindergarten.
Nilai Karakter Islami dalam Metode Pembiasaan Pada Bulan Ramadhan untuk Anak Usia Dini Nurdianti, Nurdianti; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa kanak-kanak merupakan masa awal pembentukan karakter. Anak memiliki potensi besar pada masa ini yang harus dikembangkan agar dapat tumbuh dengan sempurna. Mempunyai perilaku yang baik dan taat kepada Tuhan akan dapat bersikap baik pula kepada sesama, anggota keluarga dan anggota masyarakat merupakan sikap dasar yang harus dimiliki seorang anak. Oleh karena itu, nilai karakter islami pada Pendidikan Anak Usia Dini dilakukan oleh guru karena anak akan cenderung mendengarkan perintah gurunya, padahal peran orang tua lebih penting dalam pembiasaaan karakter islami anak dirumah. Maka dari itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi nilai karakter dengan metode pembiasaan pada bulan suci Ramadhan pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini sebanyak lima orang dari TK Bina Ihsani Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat. Adapun teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, dokumentasi tidak lupa catatan lapangan dengan analisis deskriptif. Analisis penelitian ini menggunakan reduksi, display data, dan simpulan. Hasil dari berhasil, hasil penelitian menunjukan bahwa nilai karakter islami pada anak yang ditanamkan di sekolah selama Bulan Suci Ramadhan yaitu mengenalkan puasa Ramdahan kepada anak-anak, membiasakan mengikuti gerakan tata cara shalat serta do’a atau bacaan tarawih bersama-sama, serta mengajarkan arti dari puasa itu sendiri.   Childhood is the initial period of character formation. Children have great potential at this time, which must be developed to grow perfectly. Having good behavior and being obedient to God will also allow you to be kind to others, family members, and community members, which is a basic attitude that a child must have. Therefore, the value of Islamic character in early childhood education is carried out by teachers because children tend to listen to their teacher's orders, even though the role of parents is more important in accustoming children to Islamic character at home. Therefore, this research aims to determine the implementation of character values using the habituation method in early childhood during the holy month of Ramadan. This research uses a qualitative descriptive research method. The subjects of this research were five people from Bina Ihsani Kindergarten, Sindangkerta District, West Bandung Regency. The data collection techniques are interviews, observation, documentation, and not forgetting field notes with descriptive analysis. This research analysis uses reduction, data display, and conclusions. As a result of this success, the research results show that Islamic character values in children are instilled in schools during the Holy Month of Ramadhan, namely introducing children to the Ramdahan fast, getting used to following prayer movements and prayers or reciting tarawih together, and teaching the meaning of fasting itself.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bahasa Reseptif Melalui Permainan Ular Tangga Pada Anak Usia Dini Nurhayati, Nurhayati; Windarsih, Chandra Asri; Andrisyah, Andrisyah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berkomunikasi berbahasa merupakan modal awal bagi guru dan murid untuk melakukan interaksi. Selain itu aspek perkembangan bahasa merupakan hal penting yang harus distimulasi sejak usia dini dengan adanya bahasa untuk memberikan ide, perasaan, pikiran atau menginformasikan kepada anak usia dini. Dalam hal menyimak pada umumnya anak usia dini masih mengalami kesukaran. Faktor tersebut adalah kurangnya kreativitas guru di sekolah untuk memberikan stimulus pada anak usia dini yang sesuai dengan kemajuan zaman saat ini. Salah satu permainan untuk menstimulus bahasa reseptif anak yaitu ular tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak usia dini melalui permainan ular tangga. Metode penelitian mengunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian kelompok A secara sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pembelajaran menggunakan permainan ada empat orang berkembang sangat baik (BSB). Setelah distimulus kemampuan bahasa anak meningkat sebanyak delapan orang peserta didik yang mempunyai kemampuan bahasa berkembang sangat baik (BSB) pada hasil akhir observasi.   The ability to communicate in language is the initial capital for teachers and students to interact. Aspects of language development are important things that must be stimulated from an early age. With the presence of language, we can convey ideas, feelings, thoughts, or information in early childhood. But in general, early childhood still has difficulty in terms of listening to orders from teachers. This factor is the lack of creativity of teachers in schools to provide stimulus to early childhood and language skills that are most important in today's era. The purpose of this study was to improve early childhood receptive language skills through snakes-and-ladders games. The method used in this research is descriptive-qualitative. The research subjects were Group A students, with sampling. Data collection was obtained through observation, interviews, and documentation—data analysis using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data collection was obtained through observation, interviews, and documentation. The results showed that game snakes and ladders can improve early childhood receptive language. Four students' ability to speak very well after participating in the activity increased by eight students who knew their language developed very well at the end of the observation.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue