cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Meningkatkan Kreativitas Seni Rupa Anak Usia Dini Melalui Media Playdough di RA Ceding Ayu Ranggayoni, Russy; Yusra, Yusra
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kreativitas membentuk seni rupa di RA Ceding Ayu belum berkembang, karena pembelajaran yang digunakan oleh guru adalah menggambar, mewarnai, dan mengunting. Selain itu media yang digunakan kurang menarik karena menggunakan bahan bekas seperti kardus dan koran yang sering di pakai berulang kali. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kreativitas seni rupa anak perlu media pembelajaran yang menarik, salah satunya dengan menggunakan media playdough. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas seni rupa anak usia dini melalui penggunaan media playdough. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas pada anak usia 5-6 tahun (Kelompok B1) yang terdiri dari 15 anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi. Setelah data diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas seni rupa anak dapat ditingkatkan melalui media playdough. Pada kegiatan pra-siklus, tidak ada anak yang berkembang sesuai harapan atau sangat baik. Pada Siklus I, 13% anak belum berkembang, 53% mulai berkembang, 27% berkembang sesuai harapan, dan 7% berkembang sangat baik. Pada Siklus II, terjadi peningkatan signifikan dengan 53% anak berkembang sangat baik, 40% berkembang sesuai harapan, 7% mulai berkembang, dan tidak ada anak yang belum berkembang.   Creativity in creating fine arts at RA Ceding Ayu has not yet developed, because the lessons used by teachers are drawing, coloring, and editing. Apart from that, the media used is less attractive because it uses used materials such as cardboard and newspapers, which are often used repeatedly. Therefore, to increase children's fine arts creativity, they need interesting learning media, one of which is using playdough media. This research aims to increase the fine arts creativity of young children through the use of playdough media. The research method used was Classroom Action Research on children aged 5-6 years (Group B1), consisting of 15 children. The data collection technique in this research is observation. After the data was obtained, it was analyzed using descriptive statistics with percentage techniques. The research results show that children's fine arts creativity can be increased through playdough media. In pre-cycle activities, no child developed as expected or very well. In Cycle I, 13% of children were not yet developing, 53% were starting to develop, 27% were developing as expected, and 7% were developing very well. In Cycle II, there was a significant increase, with 53% of children developing very well, 40% developing as expected, 7% starting to develop, and there were no children who had not yet developed.
Pembiasaan Apel Pagi sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Disiplin Anak Usia Dini Nurfitriani, Hayatun; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan kurikulum merdeka adalah penerapan metode pembelajaran yang berkaitan dengan pembentukan karakter. Oleh karena itu, salah satu bentuk implementasi kurikulum merdeka adalah kegiatan pembiasaan apel pagi. Apel pagi merupakan kelanjutan dari upaya membentuk perilaku disiplin anak. Sebelumnya, tingkat disiplin anak masih kurang terstimulasi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi kurikulum merdeka untuk meningkatkan kedisiplinan anak melalui kegiatan apel pagi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah  kualitatif deskriptif. Jenis pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi dan wawancara dengan teknik analisis data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian yaitu anak usia 5-6 tahun dengan jumlah lima anak. Hasil penelitian menunjukan tingkat kedisiplinan 5 anak sudah meningkat, hal ini dilihat dari :1) anak datang kesekolah tepat waktu, (2) berpakaian sesuai atribut, (3) berbaris memasuki ruang kelas, (4) bertanggung jawab terhadap tugas, (5) tertib berdo’a (6) membuang sampah pada tempatnya. Hal ini diperoleh setelah dilakukan kegiatan pembiasaan apel pagi yang dilaksanakan 30 menit sebelum masuk kelas. Guru harus konsisten membuat aturan, menerapkannya pada anak dan menciptakan tokoh teladan. Penanaman disiplin melalui  pembiasaan apel pagi sangat relevan dan berkaitan dengan upaya peningkatan disiplin anak. Penanaman disiplin dengan kegiatan pembiasaan Apel pagi di TK Negeri Pembina Cimahi sudah terlaksana dengan baik.   The application of the independent curriculum is the application of learning methods related to character formation. Therefore, one way to implement the independent curriculum is the morning assembly habituation activity. Morning assembly is a continuation of efforts to shape children's disciplinary behavior. Previously, children's level of discipline was still not well stimulated. This research aims to determine the implementation of the independent curriculum to improve children's discipline through morning assembly activities. The method used in the research is descriptive qualitative. The data collection methods used are observation and interview techniques, data analysis techniques, data reduction, and conclusions. The research subjects were children aged 5-6 years, with a total of five children. The results of the research show that the level of discipline of 5 children has increased; this can be seen from (1) children coming to school on time, (2) dressing according to the attributes, (3) lining up to enter the classroom, (4) being responsible for their assignments, (5) being orderly, (6) praying, and (7) throwing away rubbish in its place. This was obtained after the morning assembly habituation activity was carried out 30 minutes before entering class. Teachers must consistently make rules, apply them to children, and create role models. Instilling discipline through the habit of morning assembly is very relevant and related to efforts to improve children's discipline. The instilling of discipline with the morning assembly activity at the Pembina Cimahi State Kindergarten has been carried out well.
Implementasi Media Panggung Boneka untuk Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Anak Usia Dini Nurhidayah, Siti Dida; Zahro, Ifat Fatimah; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menumbuhkan rasa percaya diri pada anak usia dini sangat penting, agar anak dapat percaya diri dalam setiap tindakan, dapat bebas melakukan hal-hal yang disukai, serta dapat berinteraksi dengan orang lain. Berdasarkan hal tersebut, media yang menarik dan memberi suasana pembelajaran yang menyenangkan, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aspek perkembangan rasa percaya diri pada anak yaitu dengan menggunakan media panggung boneka. Adapun tujuan yang dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi media panggung boneka untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak kelompok A di TK Darussalam. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 11 orang anak usia 4-5 tahun. Teknik dalam mengumpulkan informasi selama penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses untuk mengolah data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian telah menunjukan bahwa implementasi media panggung boneka dilakukan dengan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Penelitian dilakukan selama delapan kali pertemuan terdapat hasil dari implementasi media panggung boneka untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak Kelompok A di TK Darussalam. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menumbuhkan rasa percaya diri pada anak dapat dikembangkan bila anak mendapatkan pembelajaran yang menyenangkan seperti media panggung boneka. Growing self-confidence in early childhood is very important so that children can be confident in every action, be free to do things they like, and interact with other people. Based on this, media that is interesting and provides a fun learning atmosphere is urgently needed to improve aspects of the development of self-confidence in children, namely by using puppet stage media. The objectives achieved in this study were to find out the implementation of the puppet stage media to foster self-confidence in group A children at Darussalam Kindergarten. This research method uses descriptive qualitative. The subjects in this study were 11 children aged 4-5 years. Techniques for collecting information during research are observation, interviews, and documentation. The processes for processing the data in this study are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the research results, it has been shown that the implementation of puppet stage media is carried out by planning, implementing, and evaluating. The research was conducted during eight meetings, and there were results from the implementation of puppet stage media to foster self-confidence in Group A children at Darussalam Kindergarten. Based on the results of the study, it can be concluded that growing self-confidence in children can be developed if children have fun learning such as puppet stage media.
Deskripsi DESKRIPSI PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK KELOMPOK B DI TK PELITA KABUPATEN BONEBOLANGO PROVINSI GORONTALO: DESKRIPSI PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK KELOMPOK B DI TK PELITA KABUPATEN BONEBOLANGO PROVINSI GORONTALO Sari, Mita; Sodik, Nurul Aini MM; Sumirat, Elva M
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya masalah perkembangan sosial emosional anak di tk pelita yang masih kurang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang perkembangan sosial emosional anak di TK Pelita Kabupaten Bonebolango. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif sebagai jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini melibatkan guru, anak, dan orangtua. Dalam penelitian ini, analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dan diskusi menunjukkan bahwa setiap anak mulai menunjukkan kerja sama dengan teman, mengembangkan sikap dan emosi sosial ketika mulai berinteraksi dengan orang lain. Setiap anak mulai berempati terhadap teman sebayanya setelah merasakan apa yang dialami dan diderita orang lain. Mereka juga mulai menunjukkan empati terhadap orang lain dengan memahami perasaan orang lain.   This research was motivated by the problem of the social-emotional development of children in Pelita Kindergarten, which was still less effective. This research aims to get an overview of the social-emotional development of children at Pelita Kindergarten, Bonebolango Regency. This research uses a descriptive approach as a type of qualitative research. This research collects data through observation and interviews. This research involved teachers, children, and parents. In this research, data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusion. The results of research and discussions show that every child begins to cooperate with friends and develops social attitudes and emotions when they start interacting with other people. Every child begins to empathize with their peers after feeling what other people have experienced and suffered. They also begin to show empathy for others by understanding other people's feelings.
Dampak Kegiatan Menggunting Dengan Pola terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Anak Usia Din Nurjanah, Nurjanah; Andrisyah, Andrisyah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuh kembangnya anak sangat di pengaruhi oleh semakin berkembangnya motorik halus pada anak. Anak-anak sering mengalami kendala ketika jari-jarinya digerakkan pada saat melakukakan kegiatan seperti menggunting dan menggambar. Sebagian anak terlihat mengalami keterlambatan dalam keterampilan motorik halusnya dalam kegiatan menggunting, Dari penelitian ini ditemukan ada 15 anak dari total 18 anak yang belum mampu menggunting tanpa pola, yang mana hanya mampu menggunting bebas seperti menggunting kertas kecil-kecil, menggunting pinggir kertas dan menggunting lurus. Oleh karena itu perkembangan motorik halus sebaiknya dikembangkan pada keseharian anak melalui pembelajaran yang diberikan oleh guru melalui kegiatan mengguntingTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kegiatan menggunting dengan pola terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok A. Pada Kelompok A di RA Syech Qurro Al-alawi di Desa Cikampek Utara Kecamatan Kota Baru Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan desain dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Wawancara, oservasi dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data penelitian ini. Analisis Data tahapan analisis miles and Huberman melalui tahapan reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kemampuan menggunting dengan pola setelah dilakukan pertemuan selama 5 kali dengan hasil penelitian menunjukkan menggunting dengan pola memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik halus anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan dilakukan kegiatan menggunting dengan pola secara bertahap dapat memberikan dampak positif terhadap kemampuan motorik halus pada anak kelompok A.   A child's growth and development are greatly influenced by the development of fine motor skills in children. Children often experience problems moving their fingers when doing activities such as cutting and drawing. Some children appear to experience delays in their fine motor skills in cutting activities. From this research, it was found that there were 15 children out of a total of 18 children who were not able to cut without a pattern, and who were only able to cut freely, such as cutting small pieces of paper, cutting the edge of the paper, and cutting straight. Therefore, fine motor development should be developed in children's daily lives through learning provided by teachers through cutting activities. This research aims to determine the impact of patterned cutting activities on the fine motor skills of group A children. In Group A at RA Syech Qurro Al-alawi in North Cikampek Village, Kota Baru District, Karawang Regency. This research uses a qualitative design with a qualitative descriptive approach. Interviews, observations, and documentation are the data collection techniques for this research. Data analysis of the Miles and Huberman analysis stages through data reduction, data display, and verification stages. The results of the research showed that there was an increase in the ability to cut with patterns after 5 meetings, with the results of the research showing that cutting with patterns had a positive impact on the development of children's fine motor skills. This research concludes that carrying out cutting activities in a gradual pattern can have a positive impact on fine motor skills in group A children.
Implementasi Media Panggung Boneka Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Interaksi Sosial Anak Usia Dini Lestari, Sri; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari riset ini adalah kemampuan sosial yang rendah sehingga tidak memiliki sikap kerjasama, dan sikap bersosialisasi. Media pembelajaran yang tidak menarik menjadi salah satu sebab anak kurang percaya diri. Media belajar untuk meningkatkan kemampuan sosial yang menyenangkan yaitu panggung boneka interaktif. Riset ini bertujuan untuk menelaah penerapan media panggung boneka interaktif, dalam meningkatkan kemampuan sosial anak. Metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 10 orang anak usia 5-6 tahun dan 1 guru. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan wawancara. Data dikaji melalui reduksi data dan penyajian serta penarikan kesimpulan. Hasil riset menunjukkan penerapan media panggung boneka interaktif bisa meningkatkan kemampuan sosial anak kelompok B. Hasil akhir observasi kemampuan sosial mendapati enam anak yang berkembang sesuai harapan, dua anak mulai berkembang dan dan dua anak belum berkembang.   The background of this research is low social skills so they do not have cooperative and social attitudes. Learning media that is not interesting is one of the reasons why children lack self-confidence. A fun learning medium to improve social skills is the interactive puppet stage. This research examines the application of interactive puppet stage media in enhancing children's social skills. The method used in this research is descriptive-qualitative. The research subjects were 10 children aged 5–6 years and 1 teacher. Data was collected through observation and interviews. Data was studied through data reduction presentation and conclusion. The research results show that the application of interactive puppet stage media can improve the social skills of group B children. The final results of observing social skills found that six children were developing according to expectations, two children were starting to develop, and two children were not yet developing.
Practical Life: Penerapan Karakter Mandiri Anak Usia Dini Ikhsan, Syifa Nurul; Wikanengsih, Wikanengsih; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai-nilai karakter yang ditanamkan pada anak sejak kecil akan menjadi potensi untuk berkembang sebagai bekal kehidupan selanjutnya. Salah satu nilai karakter yang harus ditanamkan sejak dini yaitu mandiri. Karakter mandiri berarti berusaha membentuk sikap seseorang agar tidak bergantung pada orang lain. Pembentukan karakter ini bisa menggunakan practical life yang dijadikan program pembiasaan pada lembaga anak usia dini. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang implementasi practical life yang ada di Raudhatul Athfal (RA) Al-Mathroh untuk mengembangkan kemandirian anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah anak kelompok A yang berjumlah 13 orang, lima orang anak laki-laki dan delapan orang anak perempuan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan langkah-langkah menurut Miles dan Hubermen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi practical life di RA Al-Mathroh untuk mengembangkan karakter mandiri dilakukan pada kegiatan pembelajaran sehari-hari. Kegiatan yang dilakukan adalah membuka dan menyimpan sepatu pada tempatnya, mencuci dan mengeringkan tangan, mengerjakan tugas sendiri, merapikan kembali peralatan yang telah digunakan dan menyimpan alat serta media yang telah digunakan.   The character values instilled in children from childhood will have the potential to develop as provisions for later life. One of the character values that must be instilled from an early age is independence. An independent character means trying to shape a person's attitude so that they do not depend on other people. This character formation can use practical life, which is used as a habituation program in early childhood institutions. Therefore, the aim of this research is to obtain an overview of the implementation of practical life at Raudhatul Athfal (RA) Al-Mathroh to develop children's independence. This research uses a qualitative descriptive method. The research subjects were 13 group A children, five boys and eight girls. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Data analysis uses steps according to Miles and Huberman, namely data collection, data reduction, data presentation, and data verification. The results of this research show that the implementation of practical life at RA Al-Mathroh to develop independent character is carried out in daily learning activities. Activities carried out are removing and storing shoes in their place, washing and drying hands, doing tasks themselves, tidying up used equipment, and storing tools and media that have been used.
Kartu Pintar Multifungsi: Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Usia Dini melalui Finger Painting Oktaviani, Wiwi; Atika, Ayu Rissa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu media pembelajaran kartu pintar multifungsi finger painting dapat meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada anak. Maka, tujuan penelitian, mengetahui kelayakan media kartu pintar untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B terdiri dari lima anak TK Ulil Albab dan 10 anak TK Plus Al-Hikmah. Metode penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan angket. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif dan analisis data statistik deskriptif kuantitatif.  Data tersebut diperoleh dari penilaian kualitas produk berupa saran dan masukan para ahli. Data kuantitatif berupa jumlah nilai yang dihitung menggunakan teknik statistik melalui hasil penilaian angket. Validitas kelayakan dari ahli materi dan media memperoleh persentase 68% dan 88% dengan kategori layak dan sangat layak. Sedangkan validasi guru mendapat nilai persentase 72% dengan kategori Layak. Adapun peningkatan kemampuan berpikir simbolik memperoleh persentase 83% dalam kategori BSB. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan media kartu pintar multifungsi finger painting dinyatakan layak.   One of the learning media for multifunctional finger painting smart cards can improve children's symbolic thinking abilities. So, the research aims to determine the suitability of smart card media to improve symbolic thinking abilities. The research subjects were 15 children from group B, consisting of five childrens from Ulil Albab Kindergarten and 10 from Plus Al-Hikmah Kindergarten. Research and Development (R&D) research method with the Borg and Gall development model. Data collection techniques use interview, observation, and questionnaire techniques. Data were analyzed using descriptive qualitative data analysis techniques and quantitative descriptive statistical data analysis. This data is obtained from product quality assessments in the form of advice and input from experts. Quantitative data is in the form of total scores calculated using statistical techniques through questionnaire assessment results. The feasibility validity from material and media experts obtained 68% and 88% in the feasible and very feasible categories. Meanwhile, teacher validation received a percentage score of 72% in the decent category. Meanwhile, increasing the ability to think symbolically obtained a percentage of 83% in the BSB category. The research results show that the development of multifunctional finger painting smart card media is declared feasible.
Media Smart Card: Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Keaksaraan Awal Anak Usia Dini Fuadah, Reska; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i1.21494

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi karena masih rendahnya kemampuan keaksaraan awal anak kelompok B di RA Ar-Ridho. Rata-rata anak belum mampu mengenal dan membedakan huruf. Media smart card sangat tepat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan awal. Peneliti menyediakan media sebagai solusi tujuan penelitian dalam meningkatkan kemampuan keaksaraan awal melalui media smart card yang menyenangkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok B berjumlah 15 anak, 10 laki-laki dan lima perempuan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah kualitatif yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan media smart card untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan awal anak berhasil meningkat pada pertemuan ke-4. Dalam penelitian ini dilakukan selama empat kali pertemuan dan sekitar dua anak yang masih belum berkembang (BB) dalam menyebutkan simbol-simbol huruf, tiga anak yang mulai berkembang (MB) dalam menyebutkan kelompok gambar yang memiliki bunyi atau huruf awal yang sama, adapun dua anak bisa berkembang sangat baik (BSB) dalam menyebut namanya sendiri, dan delapan anak yang berkembang sesuai harapan (BSH) dengan mampu membaca kata dengan lengkap. Hal ini menunjukan bahwa dengan menggunakan media smart card dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan awal pada Anak Usia 5-6 tahun.   This research was motivated by the low initial literacy skills of group B children at RA Ar-Ridho. The average child is not yet able to recognize and differentiate letters. Smart card media is very appropriate for improving early literacy skills. Researchers provide media as a solution to research objectives in improving early literacy skills through fun smart card media. The research method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The subjects of this research were 15 group B children, 10 boys and five girls. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The data analysis used is qualitative, namely data reduction, data presentation, and conclusion. Based on the results of observations, it shows that smart card media to improve children's early literacy skills was successful in improving at the 4th meeting. This research was carried out over four meetings, and around two children were still not yet developed in naming letter symbols; three children were starting to develop in naming groups of pictures that had the same initial sound or letter, for two children, they can develop very well in saying their name, and eight children are developing according to expectations by being able to read words completely. This shows that using smart card media can improve early literacy skills in children aged 5-6 years.
Seni Kriya: Penggunaan Barang Bekas dalam Meningkatkan Ke-mampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Farida, Ida; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i1.22268

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan sebuah bentuk layanan pendidikan untuk anak dengan rentang  usia 0-6 tahun, dimana bentuk pembelajaran yang diberikan menitikberatkan pada pemberian stimulasi agar sesuai dengan capaian perkembangan berdasarkan usianya. Melalui pembelajaran yang menarik maka aspek perkembangan yang harus distimulasi dapat tercapai diantaranya adalah motorik halus. Oleh karena itu peneliti memilih seni kriya menggunakan  barang bekas sebagai bentuk media pembelajaran yang menarik  dengan bahan murah dan mudah didapat di lingkungan sekitar anak,  selain itu dapat mengembangan imajinasi, kreativitas serta melatih otot halus anak agar lebih terampil dan luwes. Metode penelitian yang peneliti pakai adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari 10 orang  peserta  didik kelompok B di TK Asih Putera dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data dan display data, setelah data diperoleh kemudian diolah menggunakan tabel. Hingga diperoleh hasil penelitian bahwa seni kriya menggunakan bahan bekas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Semula dipertemuan kesatu tidak ditemukan anak dengan capaian berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik, hingga setelah pertemuan ketujuh terdapat delapan anak dengan capaian berkembang sesuai rarapan dan dua anak berkembang sangat baik. Early childhood education is a form of educational service for children aged 0-6 years, where the form of learning provided emphasizes the provision of stimulation to suit the developmental achievements based on their age. Through interesting learning, the developmental aspects that must be stimulated can be achieved, including fine motor skills. Therefore, the researcher chose craft art using used goods as a form of interesting learning media with cheap and easily obtained materials in the child's environment, in addition to being able to develop imagination and creativity and train children's fine muscles to be more skilled and flexible. The research method used by the researcher is descriptive qualitative, with research subjects consisting of 10 students in group B at Asih Putera Kindergarten with observation, interview, and documentation data collection techniques. The data analysis techniques used are data collection, data reduction, and data display. After the data is obtained, it is then processed using a table. Until the study results were obtained, it was believed that craft art using used materials could improve children's fine motor skills. Initially, at the first meeting, no children were found with the achievement of Developing According to Expectations and Developing Very Well, until after the seventh meeting, when there were eight children with the accomplishment of developing according to Expectations and two children with developing very well.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue