cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Implementasi Penggunaaan Media Puzzle Untuk Mengenal Lambang Bilangan Pada Anak Kelompok A Nuraida, Lilis; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena kemampuan mengenal lambang bilangan pada kelompok A usia 4-5 tahun di TK Atta’zhimiyah rata-rata belum berkembang. Hasil analisis observasi yang dilakukan oleh peneliti bahwa kurangnya kemampuan mengenal lambang bilangan pada peserta didik disebabkan dalam penyampaian belajar yang kurang menarik, maka diperlukan pembelajaran yang dapat menstimulus dalam meningkatkan kemampuan mengenal bilangan pada peserta didik secara optimal salah satunya dengan penggunaan media puzzle. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan media puzzle dalam kegiatan pembelajaran mengenalkan lambang bilangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa data yg digunakan peneliti mengacu kepada teorinya Miles dan Huberman yang menjelaskan bahwa analisis data terdiri dari Data Collection, Data Reduction, Data display, Conclusing drawing atau verification.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi media puzzle untuk mengenalkan lambang bilangan pada anak kelompok A TK Atta’zhimiyah sudah berhasil dan baik, dengan didasarkan pada konsep pembelajaran berkelompok dengan menggunakan media puzzle anak mampu berhitung dengan benda-benda yang ada dirumahnya.   This research was conducted because the ability to recognize number symbols in group A aged 4-5 years at Atta'zhimiyah Kindergarten has not yet developed on average. The results of the analysis of observations carried out by researchers show that the lack of ability to recognize number symbols in students is caused by less interesting learning delivery, so learning is needed that can stimulate optimally increasing the ability to recognize numbers in students, one of which is by using puzzle media. This research aims to describe the use of puzzle media in learning activities to introduce number symbols. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection was obtained through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used by researchers refers to the theory of Miles and Huberman which explains that data analysis consists of Data Collection, Data Reduction, Data display, Concluding drawing, or verification.  The results of the research show that the implementation of puzzle media to introduce number symbols to group A children at Atta'zhimiyah Kindergarten has been successful and good, based on the concept of group learning using puzzle media, children can count with objects in their home.
Stimulasi Kemampuan Motorik Kasar Anak melalui Media Loose Part pada Anak Usia Dini Riyani, Siti Dewi; Andrisyah, Andrisyah; Nurcahyani, Ratna Dwi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media loose part saat ini sangat mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Melalui media loose part anak diberikan kebebasan untuk bermain dengan benda-benda konkrit atau nyata. Adapun manfaat media loose part ini sangat berpengaruh pada perkembangan anak usia dini, salah satunya yaitu kemampuan motorik kasar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stimulasi kemampuan motorik kasar anak melalui media loose part pada anak kelompok B di PAUD Al-hafijh. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan sampel data anak kelompok B usia 5-6 tahun berjumlah 13 anak. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penenelitian menunjukkan bahwa kemampuan motorik kasar anak dapat meningkat melalui media loose part seperti kemampuan kelincahan, kelenturan, keseimbangan dan meningkatnya kemampuan koordinasi mata, tangan dan kaki. Hal ini terlihat ketika guru menstimulasi kemampuan motorik kasar anak yaitu harus menciptakan suasana yang menyenangkan dengan menggunakan media yang menarik bagi anak, dengan demikian kemampuan motorik anak akan terstimulasi dengan baik. Anak dapat bergerak bebas, berkereasi dan menciptakan karya baru dengan media loose part yang terlah disediakan guru. Orang tua dapat bersinergi dengan guru untuk menyiapkan bahan-bahan loose part di rumah. The use of loose-part media is currently very easy to find in the surrounding environment. Through loose-part media, children are given the freedom to play with concrete or real objects. The benefits of this loose part media are very influential on the development of early childhood, one of which is the child's gross motor skills. This study aims to determine the stimulation of children's gross motor skills through loose part media in group B children in PAUD Al-Hafijh. This study uses a qualitative descriptive methodology with observation, interviews, and documentation techniques with 13 children in group B aged 5-6 years as sample data. Data processing uses data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that children's gross motor skills can be improved through loose part media such as agility, flexibility, balance, and eye, hand, and foot coordination skills. This can be seen when the teacher stimulates the child's gross motor skills, which is to create a pleasant atmosphere by using media that is attractive to children, thus the child's motor skills will be well stimulated. Children can move freely, be creative, and create new works with the loose part media provided by the teacher. Parents can work together with teachers to prepare loose part materials at home.
Media Ular Tangga sebagai Media Pembelajaran terhadap Pengembangan Kosakata Anak Usia Dini Putri, Tasya Kania; Komala, Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kefasihan kosakata sangat penting bagi anak usia dini, karena dengan banyaknya pembedaharaan kosakata yang dimiliki, akan berpengaruh pada kemampuan berbicaranya, akan tetapi pembelajaran mengenai kosakata ini dirasa kurang menyenangkan bagi anak. Hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor baik dari guru maupun media dan metode pembelajaran yang digunakan sebagai pendukungnya. Sehingga dengan adanya media ular tangga ini dapat membantu anak dalam proses pembelajaran mengenai pengembangan kosakata, maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penerapan media ular tangga dalam mengembangkan kosakata anak kelompok B di Pos PAUD Al-Ikhlas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B usia 5-6 tahun sebanyak lima orang anak dan teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui teknik observasi, pengolahan data yang telah dikumpulkan, dianalisis menggunakan reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Penerapan media ini dilakukan dengan cara membiarkan anak menyusun setiap ular tangga sesuai dengan urutan huruf lalu anak memainkannya dan menjadi bidak utama untuk melewati setiap kotak yang terdapat kosakata, lalu anak membaca setiap kata yang telah dilewatinya. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan adanya penerapan media ular tangga dapat membantu anak dalam mengembangkan kosakatanya sehingga anak sudah mampu memahami dan menyebutkan setiap kata dengan benar yang terdapat dalam media ular tangga.   Vocabulary fluency is very important for early childhood because the amount of vocabulary they have will affect their speaking ability, but learning about this vocabulary is not fun for children. This is caused by several factors, both from the teacher and the media and learning methods used to support it. So the snake and ladder media can help children learn about vocabulary development; therefore, this study aims to determine the process of applying snake and ladder media to developing group B vocabulary at the Al-Ikhlas PAUD Post. This study used the descriptive-qualitative method. The subjects in this study were children in group B aged 5-6 years as many as 5 people and the data collection techniques in this study were through observation techniques, processing the collected data, analyzing using data, displaying data, and drawing conclusions. The application of this medium is done by letting the child arrange each ladder according to the order of the letters, then playing it and becoming the main pawn to pass each box that contains vocabulary, and then the child reads every word he passes. Based on the results of this study, show that the application of snake ladder media can help children develop their vocabulary so that children are able to understand and correctly pronounce every word contained in snake ladder media.
Pengembangan Media Boneka Tangan terhadap Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini melalui Metode Bercerita Berbasis Tema Maryati, Seli; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini diantaranya kemampuan berbahasa lisan. Akan tetapi kemampuan berbahasa pada anak berbeda-beda. Seperti pada penelitian yang di laksanakan di TK Al-Hikmah tidak semua anak mempunyai kematangan yang sama, pada penelitian tersebut diperoleh data bahwa rendahnya perkembangan bahasa dalam kelancaran berbicara yaitu salah satunya tidak mau bersuara ketika mengucapkan kata, dan di perlukan motivasi ketika berbicara. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti mengembangkan media boneka tangan untuk meningkatkan bahasa ekspresif pada anak. Metode penelitian menggunakan Research and Developlment R&D dengan menggunakan prosedur pengembangan Borg & Gall. Subjek penelitian ini  adalah anak kelompok A sebanyak 15 anak. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan angket. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriftif dan analisis data statistik deskriftif kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari penilaian kualitas produk berupa saran, dan masukan para ahli Data kuantitatif berupa jumlah skor yang dihitung menggunakan teknik statistik dari hasil penilaian angket. Validitas kelayakan dari ahli materi, dan media memperoleh rata-rata persentase 69% dan 72% dengan kategori layak. Penilaian guru terhadap media boneka tangan sangat baik dengan nilai persentase 75%. Adapun peningkatan kemampuan bahasa ekspresif dengan nilai persentase 85% dalam kategori Berkembang Sangat Baik. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan boneka tangan melalui bercerita dinyatakan layak.   Early childhood mastery of expressive language development includes oral language skills. However, children's language abilities vary. As in the research conducted at Al-Hikmah Kindergarten, not all children have the same maturity. In this research, data was obtained that the low level of language development in speaking fluency was that one did not want to make a sound when saying words and needed motivation when speaking. Based on these problems, researchers developed hand puppet media to improve expressive language in children. The research method uses research and development R&D using Borg & Gall development procedures. The subjects of this research were 15 group A children. Data collection techniques use interview, observation, and questionnaire techniques. Data were analyzed using descriptive qualitative data analysis techniques and quantitative descriptive statistical data analysis. Qualitative data is obtained from product quality assessments through suggestions and input from experts. Quantitative data is in the form of total scores calculated using statistical techniques from the results of questionnaire assessments. The feasibility validity of material experts and media obtained an average percentage of 69% and 72% in the appropriate category. The teacher's assessment of hand puppet media is very good, with a percentage score of 75%. There is an increase in expressive language skills, with a percentage value of 85% in the Very Well Developed category. The research results showed that the development of hand puppets through storytelling was declared feasible.
Penggunaan Papan Flanel Angka sebagai Media Pembelajaran terhadap Kecerdasan Logika Matematika Anak Usia Dini Diana, Aan; Aprianti, Ema; Azhar, Aghnia Farrassyania
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi rasa jenuh yang dialami anak usia dini dalam pembelajaran. Pembelajaran kurang kreatif dan bervariasi, sehingga berpengaruh pada kecerdasan logika matematikanya. Tenaga pendidik harus memiliki inovasi dan kreatif membuat media belajar menyenangkan untuk menstimulus kecerdasan logika matematika anak. Maka, diperlukan media menyenangkan yang dapat meningkatkan kecerdasan logika matematika, yaitu menggunakan media papan flannel angka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah media papan flannel angka dapat meningkatkan kemampuan logika matematika anak kelompok B. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan subjek penelitian lima peserta didik di TK Plus Al-Hikmah. Alat dan bahan penelitian yang digunakan berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan lembar ceklis. Berdasarkan Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan logika matematika anak dengan menggunakan media papan flannel angka dalam mengenal angka 1-20 cukup baik. Hal ini terlihat adanya peningkatan dari pertemuan ke-1 sampai ke-5 mengalami peningkatan dengan capaian perkembangan Berkembang Sesuai Harapan, sehingga anak dapat mengenal bentuk angka 1-20. Dapat disimpulkan bahwa media papan flannel angka dapat meningkatkan kecerdasan logika matematika pada anak usia 5-6 tahun. The research was motivated by the boredom experienced by young children in learning. Learning is less creative and varied, affecting their mathematical logic intelligence. Educators must be innovative and creative in making learning media fun to stimulate children's mathematical logic intelligence. So, fun media is needed to increase mathematical logic intelligence, namely using number flannel board media. This research aimed to find out whether the number flannel board media could improve the mathematical logic skills of group B children. The research method used was a qualitative descriptive method with five students at Kindergarten Plus Al-Hikmah as research subjects. The research tools and materials used were observations, interviews, documentation, and checklist sheets. Based on the research results, show that there is an increase in children's mathematical logic by using the number flannel board media in recognizing numbers 1-20 quite well. This can be seen as an improvement from the 1st to the 5th meeting with the development achievement Developing According to Expectations so that children can recognize the shape of the numbers 1-20. It can be concluded that number flannel board media can improve mathematical logic intelligence in children aged 5–6 years.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Pengembangan Permainan Modifikasi Congklak Aisyah, Ai; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengamati peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui alat bantu media permainan modifikasi congklak yang dimodifikasi pada tema pembelajaran tanaman.  Pada observasi lapangan ditemukan beberapa anak yang belum optimal terstimulasi motorik halusnya  dengan baik. Untuk itu peneliti melakukan percobaan dengan menganalisis berdasarkan kebutuhan  di lapangan . Permasalahan  penelitian ini  berkaitan dengan  bagaimana hasil peningkatan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui  media permainan modifikasi congklak?. Tujuannya untuk mengidentifikasi seberapa banyak hasil peningkatan  motorik halus dengan menggunakan permainan modifikasi congklak. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan  (Research and Development). Sasaran subjek penelitian kepada 10 orang anak dengan  usia 5-6 tahun di RA Attijaniyah. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dan analisis data kuantitatif melalui statistik deskriptif. Hasil Observasi berdasarkan penelitian diperoleh  peningkatan kemampuan motorik halus anak uisa 5-6 tahun di RA Attijaniyahsejumlah 89%. Hal ini memberikan arti bahwa melalui permainan modifikasi congklak kemampuan motorik halus anak dapat meningkat dengan baik. Jika dikonversikan dengan  data kualitatif media yang digunakan memperoleh peningkatan terhadap kemampuan motorik anak. This research was conducted to observe the improvement in fine motor skills of children aged 5-6 years through the Congklak modified game media tool altered on the theme of plant learning.  During field observations, it was found that several children had not yet optimally stimulated their fine motor skills. For this reason, researchers conducted experiments by analyzing based on needs in the field. The problem of this research is related to the results of improving the fine motor skills of children aged 5-6 years through the modified congklak game media. The aim is to identify how much fine motor skills can be improved by using the modified congklak game. The research was carried out using the Research and Development method. The target research subjects were 10 children aged 5-6 years at RA Attijaniyah. Data collection techniques were obtained from the results of observations, interviews, and documentation using qualitative descriptive data analysis techniques and quantitative data analysis through descriptive statistics. Observation results based on research showed an increase in the fine motor skills of children aged 5-6 years at RA Attijaniyah by 89%. This means that through the congklak modification game, children's fine motor skills can improve well. If converted with qualitative data, the media used results in an increase in children's motor skills.
PENGARUH METODE BERCERITA TERHADAP KEMAMPU-AN PROSOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN : PENGARUH METODE BERCERITA TERHADAP KEMAMPU-AN PROSOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN Astuti, Isna Arifah Dwi; Rizqiyani, Revina; Hasanah, Uswatun; Nihwan, Nihwan
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilatar belakangi oleh kemampuan prososial anak yang belum berkembamg secara optimal. Guru yang mengajar belum menggunakan metode bercerita seperti menggunakan alat peraga dan audio visual. Permasalahan tersebut didasari oleh faktor terbatasnya penggunaan media di RA Al-Islamiyah, sehingga anak kurang antusias dalam mengikuti kegiatan dikarenakan kegiatan metode bercerita yang diterapkan kurang menarik serta anak merasa bosan, dengan ini peneliti menyajikan kegiatan metode bercerita dengan cara berbeda yang dapat mengembangkan kemampuan prososial anak yaitu menggunakan metode bercerita dengan alat peraga dan audio visual. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode penelitian Eksperimen dengan desain penelitian Quasi-Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak-anak RA Al-Islamiyah, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah Kelompok A1 dan Kelompok A2. Instrument pengumpulan data untuk kemampuan prososial anak berupa lembar observasi. Analisis data menggunakan uji non parametrik (Uji Mann Whitney). Berdasarkan hasil dari penelitian hipotesis serta analisis data yang telah dilakukan yaitu bahwa penggunaan metode bercerita berpengaruh terhadap kemampuan prososial anak. Hal ini dapat diketahui dari perolehan jumlah nilai skor pre-test dan post-test. Maka nilai sig 0,00 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan prososial anak usia 4-5 tahun di RA Al-Islamiyah.   Research is motivated by children's prosocial abilities, which have not yet developed optimally. Teachers who teach rarely use storytelling methods such as props and audiovisuals. Teachers focus more on the available media, such as storybooks. This problem is based on the limited use of media in Ra Al-Islamiyah, so children are less enthusiastic about participating in activities because the storytelling methods used are less interesting and children feel bored. The researcher presents storytelling method activities in different ways that can develop children's prosocial abilities—namely, using storytelling methods with props and audiovisuals. This method is designed with an educational concept that combines elements of creativity, fun, adventure, motivation, skills, and others. The type of research used is field research using experimental research methods with a quasi-experimental research design. The population in this study were all Ra Al-Islamiyah children, while the samples in this study were Group A1 and Group A2. The data collection instrument for children's prosocial abilities is an observation sheet. Data analysis used non-parametric tests (the Mann-Whitney test). Based on the results of hypothesis research and data analysis that has been carried out, it is known that the use of the storytelling method influences children's prosocial abilities. This can be seen from the total score of the pre-test and post-test. So the sig value is 0.00 < 0.05, so Ho is rejected and Ha is accepted. So it can be concluded that there is an influence of the storytelling method on the prosocial abilities of children aged 4-5 years at RA Al-Islamiyah.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANAK KELOMPOK A MENGENAL ANGKA 1-10 DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA CELEMEK MULTIGUNA (CEMUNA) DI TK. AT-TAQWA TANGGULUN GARUT Khalif, Syah Khalif Alam; Agustini, Rini Mulyani
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diawali dengan anak belum mampu mengenal angka 1-10 dan proses pembelajaran yang membosankan dan tidak menarik, konsep mengenal angka dapat ditingkatkan apabila media pembelajaran digunakan dengan cara yang menarik. Berdasarkan hal tersebut membuat peneliti mencoba menganalisis penggunaan media celemek multiguna (cemuna) sebagai media pada kegiatan pembelajaran mengenal angka. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal angka 1-10 menggunakan media celemek multiguna (cemuna) pada anak kelompok A di TK. At-Taqwa Tanggulun Garut. Metode penelitian yang diterapkan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah anak kelompok A sebanyak 14 anak. Wawancara untuk mengumpulkan data, observasi dan dokumentasi digunakan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif, yaitu reduksi data, data yang ditunjukkan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dalam enam kali pertemuan melalui media cemuna terbukti anak dapat mempraktekan menyebutkan lambang bilangan, mengurutkan angka, mencocokkan lambang angka 1-10 dengan jumlah item dan menghitung item sesuai dengan angka dari apa yang disampaikan oleh guru. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengenal angka 1-10 jika anak-anak diberikan alat-alat pendidikan yang mutakhir, salah satunya adalah dengan menggunakan media celemek multiguna (cemuna). This research begins with children not being able to recognize numbers 1–10, and the learning process is uninteresting. The concept of knowing numbers can be improved if learning media is used interestingly. Based on this, the researchers tried to analyze the use of multi-purpose aprons  as media in learning to recognize numbers. The purpose of this study was to determine the increase in the ability to recognize numbers 1–10 using multipurpose aprons in group A children in kindergarten. At-Taqwa Tanggulun Garut. The research method applied is a qualitative-descriptive approach. The subjects in the study were 14 children in group A. Interviews were used to collect data, observation, and documentation. Data analysis in this study used qualitative analysis, namely data reduction, data shown by conclusions, or verification. The results of the research in six meetings through Cemuna Media proved that children could practice saying number symbols, sorting numbers, matching the number symbols 1–10 with the number of items, and counting items according to the numbers conveyed by the teacher. Based on this, it can be concluded that the ability to recognize numbers 1–10 increases if children are given the latest educational tools, one of which is using multipurpose aprons.
Eksistensi Bahasa Dayak dalam Pengenalan Lambang Bilangan Bagi Anak Usia Dini Ervina, Ervina; Rahmasari, Annisa; Aghnaita, Aghnaita; Saudah, Saudah; Hidayati, Sri; Afifah , Neela; Muzakki, Muzakki
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa daerah merupakan bahasa yang harus dilestarikan terutama Bahasa Dayak Kalimantan Tengah. Bahasa Dayak merupakan suatu hal yang urgent untuk dikenalkan kepada anak karena mengingat anak yang masih dalam usia dini sehingga mudah untuk diberikan pembelajaran dalam memaksimalkan tumbuh kembang anak sejak dini dan dapat mempengaruhi perkembangan anak. Khususnya pada anak usia dini yang membutuhkan pengetahuan dasar tentang pendidikan muatan lokal dengan mengenalkan Bahasa Dayak agar anak ikut serta dalam melestarikan bahasa daerah dan dapat membantu anak dalam bersosialisasi di lingkungan masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengkaji terkait eksistensi Bahasa Dayak dalam pengenalan lambang bilangan bagi anak usia dini di TK Al-Firdaus Palangka Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 1 guru kelas kelompok B. Pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan dalam mengumpulkan data mengenai proses dalam pengenalan lambang bilangan bagi anak di sekolah dalam Bahasa Dayak. Hasil penelitian yang diperoleh mengungkapkan bahwa penerapan metode bernyanyi dalam pengenalan lambang bilangan Bahasa Dayak pada anak usia dini dapat membantu perkembangan bahasa dan daya ingat anak karena pada pembelajaran yang ditanamkan setiap hari, sehingga dapat membantu menstimulasi otak, merangsang daya ingat dan mengajarkan serta dapat melestarikan Bahasa Dayak yang baik bagi anak usia dini. Regional languages are languages that must be preserved, especially the Dayak language of Central Kalimantan. The Dayak language is urgent to introduce to children because, considering that children are still at an early age, it is easy to provide learning to maximize children's growth and development from an early age and can influence children's development. Especially for young children who need basic knowledge about local content education, introducing the Dayak language so that children participate in preserving regional languages can help children socialize in the community. The research aims to examine the existence of the Dayak language in the introduction of number symbols for young children at the Al-Firdaus Palangka Raya Kindergarten. The research method used was descriptive-qualitative, with subject 1 being the group B class teacher. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation, which was carried out to collect data regarding the process of introducing number symbols for children at school in the Dayak language. The research results obtained reveal that the application of the singing method in the introduction of Dayak language number symbols in early childhood can help the development of children's language and memory because of the learning that is embedded every day, so it can help stimulate the brain, stimulate memory, and teach and preserve the Dayak language, which is good for young children
Analisis Water Safari Games sebagai Game Edukatif dalam Pengenalan Hewan dan Tumbuhan Berbahasa Inggris untuk Anak Usia Dini Fadillah, Nida Nur; Musthafa, Bachrudin; Kurniawati, Leli
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan kosakata Bahasa Inggris pada anak usia dini merupakan aspek yang penting, karena Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang digunakan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Anak yang memiliki bekal kemampuan Bahasa Inggris akan mampu bersaing secara global di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan “Water Safari Games” sebagai game edukatif dalam memperkenalkan kosakata Bahasa Inggris terkait hewan dan tumbuhan kepada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain analisis konten. Objek penelitian adalah Water Safari Games yang memiliki 12 misi permainan, yang difokuskan pada dua misi pertama setiap tema. Teknik pengumpulan data meliputi studi dokumentasi dan observasi terhadap audio, teks, visual yang ada dalam permainan. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri atas pengumpulan, pemilahan, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Water Safari Games dalam memperkaya kosakata Bahasa Inggris anak memiliki instruksi yang jelas dan lingkungan permainan yang menarik. Namun, penting adanya pengawasan dari orang tua atau pendidik untuk memastikan penggunaan yang aman. Kesimpulannya, Water Safari Games berpotensi menjadi game edukatif yang bermanfaat dalam pembelajaran Bahasa  Inggris bagi anak usia dini, khususnya untuk anak usia lima tahun ke atas. Introducing English vocabulary to children in early childhood is crucial, as English is an international language used in various sectors, including education. Children with a foundation in English skills will be able to compete globally. This study aims to analyze the effectiveness of "Water Safari Games" as an educational game in introducing English vocabulary related to animals and plants to children in early childhood. The research method used is qualitative, with a content analysis design. The object of the study is Water Safari Games, which has 12 game missions focused on the first two missions of each theme. Data collection techniques include documentation studies and observations of the audio, text, and visuals in the game. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, which consists of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that Water Safari Games enriches children's English vocabulary through clear instructions and an engaging game environment. However, parents or educators need to supervise to ensure safe use. In conclusion, Water Safari Games has the potential to be a beneficial educational game in English learning for children in early childhood, especially those aged five and above

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue