cover
Contact Name
Khambali
Contact Email
khambali1989@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
goldenagejournal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
GOLDEN AGE: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : 25498371     EISSN : 25805843     DOI : -
Core Subject : Education,
This journal is managed by the Early Childhood Education Teacher Education Study Program which focuses on research results related to early childhood education. This journal is published 2 (two) times a year, in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
Pengembangan Literasi Bahasa Anak Usia Dini Resti Yulia; Delfi Eliza
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v5i1.8437

Abstract

This study aims to describe the development of language literacy in early childhood, which is one of the skills needed in the 21st century. Early childhood is the focus of instilling 21st century skills because at this age it is the foundation age for the development of all aspects of child development. The development of aspects of child development will help children to have life skills and skills so that they can interact well in their environment. One aspect of child development that will help children in their interactions is language development. The method used in this research is literature review with sources of journals, articles and books. The literature review method was chosen with the aim of obtaining an in-depth theoretical picture of early childhood language literacy. Language literacy is one of the skills that must be possessed by early childhood. The results of the study found that the definition of language literacy is conventionally interpreted as literacy which has an effect on rigid development such as learning to read and write while sitting neatly and writing on the table. Nowadays, the definition of language literacy development has developed into literacy skills that are adapted to children's language development. Therefore, at the level of language literacy development in AUD, the expertise of teachers is needed in packaging learning and the school environment as a source and media for student learning.Keywords: Literacy; Development of Language Literacy; Early Childhood. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan literasi berbahasa pada anak usia dini, yang merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan pada Abad 21. Usia dini menjadi fokus menanamkan kecakapan abad 21 karena pada usia ini merupakan usia pondasi pengembangan semua aspek perkembangan anak. Pengembangan aspek perkembangan anak akan membantu anak memiliki keterampilan dan kecakapan hidup agar dapat berinteraksi dengan baik di lingkungannya. Salah satu  aspek perkembangan anak yang akan membantu anak dalam interaksinya adalah perkembangan bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literature dengan sumber jurnal, artikel dan buku. Metode kajian literatur dipilih dengan tujuan mendapatkan gambaran teoritis secara mendalam tentang litarasi berbahasa anak usia dini. Literasi berbahasa merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh anak usia dini. Hasil kajian menemukan bahwa definisi literasi bahasa secara konvensional ditafsirkan sebagai kemampuan baca tulis berefek pada pengembangan yang kaku seperti belajar membaca dan menulis dengan duduk rapi dan menulis diatas meja. Pada zaman sekarang definisi pengembangan literasi bahasa mengalami perkembangan menjadi kemampuan baca tulis yang disesuaikan dengan perkembangan bahasa anak. Oleh sebab itu, dalam tataran pengembangan literasi bahasa pada AUD diperlukan kepiawaian guru dalam mengemas pembelajaran dan lingkungan sekolah sebagai sumber dan media belajar siswa.Kata Kunci: Literasi; Pengembangan Literasi Berbahasa; Anak Usia Dini.
Analisis Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun Di Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Janggala Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya Desti Fitriani; Taopik Rahman; Heri Yusuf Muslihin
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v5i1.7874

Abstract

This study examines the physical motor development of early childhood during the Covid-19 pandemic in JanggaIa Village, Sukaraja District, Tasikmalaya Regency.  With a qualitative descriptive approach method with observation, interview and documentation study methods.  The purpose of this research is to describe how the development of gross motor skills of early childhood during this pandemic.  The results of this study are that many children during the pandemic prefer to play outside the home rather than indoors because they feel bored with the online school which makes their gross motor skills develop very well and according to the standard level of achievement of children's development, namely at the age of 4-5 years.Keywords: Rough Motoric; Early Childhood; Covid-19.  Abstrak Masa golden age terjalin pada saat anak diIahirkan hingga usia delapan tahun. Pada masa ini tumbuh kemang anak melaju sangat pesat, sehingga butuh stimuIasi yang efesien dari orang tua serta lingkungannya. Perkembangan fisik motorik anak usia dini ialah proses tumbuh kembang yang berkesinambungan, terjalin secara signifikan pada pembentukan tulang, perkembangan gerakan otot dan saraf yang sesuai dengan rentang umurnya yang nantinya mempengaruhi keterampilan gerak anak. Penelitian ini mengulas mengenai perkembangan fisik motorik anak usia dini di masa pandemi Covid-19 di Desa JanggaIa Kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Tujuan penelitian yaitu untuk mendesripsikan bagaimana pertumbuh kembangan motorik kasar anak usia dini pada masa pandemi ini. Hasil dari penelitian ini yaitu banyak anak ketika pandemi lebih memilih bermain diluar rumah daripada di dalam rumah karena merasa bosan dengan adanya sekolah online yang membuat motorik kasarnya berkembang sangat baik dan sesuai standar tingkat pencapaian perkembangan anak, yaitu di usia 4-5 tahun.Kata Kunci: Motorik Kasar; Anak Usia Dini; Covid-19.
Persepsi Orang Tua Terhadap Penentuan Sekolah Bilingual Jenjang Paud Dan SD Pada Masa Pandemi Covid-19 Heru Pratikno
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v5i1.7994

Abstract

This study aims to determine how much parents want to enroll their children in bilingual schools at the PAUD and SD levels during the current pandemic. The data collection method used in this study was a questionnaire given to parents. Then, the data will be analyzed using descriptive quantitative methods. The results of this study indicate that most parents keep their children enrolled in school, especially at the elementary school level. The schools he was aiming for were varied, ranging from bilingual schools, public schools, or Islamic schools. However, there are also parents who postpone their children to go to school, both at the PAUD and SD levels. The reason is that they are worried about their children's health because they are still in the atmosphere of the COVID-19 pandemic.Keywords: Parents' Perceptions, Determination of Bilingual Schools, in the Age of COVID-19.  Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui seberapa besar keinginan orang tua memasukkan anak mereka ke sekolah bilingual jenjang PAUD dan SD pada masa pandemi seperti sekarang ini. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diberikan kepada orang tua. Kemudian, data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua tetap memasukkan anak mereka ke sekolah, terutama di jenjang SD. Sekolah yang ditujunya pun beragam, mulai dari sekolah bilingual, sekolah negeri, atau sekolah Islam. Namun, ada pula orang tua yang menunda anaknya untuk masuk sekolah, baik jenjang PAUD maupun SD. Alasannya adalah mereka khawatir akan kesehatan anaknya karena masih dalam suasana pandemi COVID-19.Kata Kunci: : Persepsi Orang Tua, Penentuan Sekolah Bilingual, di Masa COVID-19
Analisis Keterampilan Motorik Halus pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Tunas Bangsa Kabupaten Ciamis Desti Nur Maretiani; Taopik Rahman; Heri Yusuf Muslihin
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v5i1.7879

Abstract

The purpose of this study was to determine the condition of the fine motor skills of children aged four to five years in TK Tunas Bangsa Ciamis Regency. This study used a qualitative approach with descriptive methods with the number participants of five children aged four to five years, male and female, of whom three were male and two were female, who were involved in fine motor skills research. Data collection techniques used observation sheets, interviews and documentation, while for data analysis techniques used descriptive. Based on the results of interviews with teachers, that the fine motor skills of children aged four to five years at TK Tunas Bangsa Ciamis District are still low. It is advisable to pay more attention to the fine motoric development of children when the child is writing and taught to hold a pencil properly and correctly so that the child can do well according to the achievement of the age of four to five years, and parents should always accompany the child when studying at home and can give stimulus to children well.Keywords: Fine Motor Skills; Fine Motor Skills; Early Childhood. AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi keterampilan motorik halus anak usia empat sampai lima tahun di TK Tunas Bangsa Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif dengan jumlah partisipan lima orang anak berusia empat sampai lima tahun berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang diantaranya berjenis kelamin laki-lakinya tiga orang dan berjenis kelamin perempuannya dua orang yang dilibatkan dalam penelitian keterampilan motorik halus. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan deskriptif. Berdasarkan dari hasil wawancara kepada guru, untuk keterampilan motorik halus pada anak usia empat sampai lima tahun di TK Tunas Bangsa Kabupaten Ciamis masih rendah. Disarankan untuk lebih di perhatikan lagi dalam perkembangan motorik halus anak ketika anak sedang menulis dan diajarkan memegang pensil yang baik dan benar sehingga anak dapat melakukannya dengan baik sesuai pencapaian usia empat sampai lima tahun, dan bagi orang tua sebaiknya selalu mendapingi anak ketika belajar dirumah dan dapat memberi stimulus pada anak dengan baik.Kata Kunci: Keterampilan Motorik Halus; Motorik Halus; Anak Usia Dini
Penerapan Tontonan Nussa dan Rara terhadap Pembentukan Karakter Tanggung Jawab Siti Alifi Istigfari Dagama; Alfian Ashshidiqi Poppyariyana; Ibnu Hurri
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v5i1.8104

Abstract

The purpose of this study was to : 1) determine the application of the nussa and rarra shows on the character-building of children's responsibility. 2) know the process of implementing the nussa and rara shows on the character-building of children's responsibility. 3) knowing the factors that influence the application of the nussa and rara shows on the character-building of children's responsibility. This study uses a qualitative method. The research design that will be used is a case study. The sample to be used in this study were children aged 5-6 years in Aisyiyah Bustanul Athfal 7 Kindergarten with a total sample of 3 students. The results obtained are that in practice there is a value of responsibility in 1) being responsible for the task given 2) being responsible for himself, 3) being responsible for personal property and other people's belongings 4) tidying up toys after use 5) ask and apologize if you make a mistake 6) want to admit that he was wrong. In the application process, the teacher distributed the video of Nussa and Rarra's film. Then the parents accompany and direct the children when watching the film Nussa and Rarra. There are 2 factors that influence its application, namely supporting factors and inhibiting factors.Keywords: Watching Nussa and Rara; Character Responsibility; Early Childhood. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui penerapan tontonan nussa dan rarra terhadap pembentukan karakter tanggung jawab anak. 2) mengetahui proses penerapan tontonan nussa dan rarra terhadap pembentukan karakter tanggung jawab anak. 3) mengetahui faktor yang mempengaruhi penerapan dari tontonan nussa dan rarra terhadap pembentukan karakter tanggung jawab anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Desain penelitian yang akan digunakan yaitu dengan studi kasus. Dengan sampel yang akan digunakan pada penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 7 dengan jumlah sampel sebanyak 3 orang siswa. Hasil penelitian yang didapat yaitu, pada penerapannya terdapat nilai tanggung jawab dalam 1) bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan 2) bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. 3) bertanggung jawab terhadap barang milik pribadi dan barang milik orang lain 4) membereskan barang\mainan setelah digunakan 5) meminta dan memberi maaf jika melakukan kesalahan 6) mau mengakui bahwa dirinya salah. Pada proses penerapannya guru membagikan video film Nussa dan Rarra. Kemudian orang tua mendampingi dan mengarahkan anak Ketika menonton film Nussa dan Rarra. Faktor yang mempengaruhi penerapannya ada 2 faktor yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Kata Kunci: Tontonan Nussa dan Rara; Karakter Tanggung Jawab; Anak Usia Dini. 
Penanganan Gangguan Konsentrasi pada Anak dengan GPPH di PAUD Inklusi Eka Aviandini Nurhidayah; Ikin Asikin; Helmi Aziz
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v5i1.8167

Abstract

kindergarten. At-Taqwa Kindergarten is one of the inclusive schools for early childhood appointed by the Bandung City Education Office. Currently, in At-Taqwa Kindergarten, there are two GPPH children. This research use qualitative-descriptive method. The principals and teachers of inclusive classes are subjects of this research, while the object how to handling concentration disorders in ADHD children. Collect data using interviews, observation, and documentation techniques. The research data will be analyzed using data collection, reduction, presentation, and conclusion. The results is handling concentration disorders in ADHD children in AT-Taqwa Kindergarten was by making individual learning programs, providing special assistant teachers, managing classes by the main teacher, and collaborating with school social workers. Research on learning concentration in ADHD children describe the behavior of learning concentration disorders behaviour and the treatment given to overcome them. However, this study has not examined services for children with special needs from inclusive school management policies.Keywords: Impaired Concentration; ADHD; Inclusive School. AbstrakTujuan penelitan ini adalah mengkaji penanganan gangguan konsentrasi pada anak dengan GPPH yang diberikan sekolah inklusi. TK At-Taqwa merupakan salah satu sekolah inklusi bagi anak usia dini yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kota Bandung. Saat ini di TK At-Taqwa terdapat dua orang anak GPPH. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Data penelitian akan dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahapan selanjutnya adalah analisis data melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukan penanganan gangguan konsentrasi pada anak dengan GPPH di TK AT-Taqwa dilakukan dengan pembuatan program pembelajaran individual, menyediakan guru pendamping khusus, pengelolaan kelas oleh guru utama dan melakukan kerjasama dengan pekerja sosial sekolah. Penelitian mengenai konsentrasi belajar pada anak GPPH telah dilakukan untuk menggambarkan perilaku gangguan konsentrasi belajar yang terjadi dan perlakuan yang diberikan untuk mengatasinya. Namun penelitian tersebut belum mengkaji mengenai pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus dari sudut kebijakan pengelolaan sekolah inklusi.Kata Kunci: Gangguan Konsentrasi, GPPH, PAUD Inklusi.
Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini Asri Cahayanengdian; Renti Oktaria; Ari Sofia
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v5i1.6377

Abstract

This study aims to determine the percentage level of parents perceptions of Early Childhood Education in District of East Bandar Jaya. The method of research used is descriptive method with quantitative approach.  The population in this study amounted to 315 parents (mothers) and sample in this study amounted to 63 parents (mothers) who send their children to kindergartens in the District of  East Bandar Jaya. Sample taken using by Cluster Random Sampling techniques, the data collection in this study was caried out using questionnaire. While the data were analyzed using descriptive statistics. The results of the research on parents perceptions of Early Childhood Education in District of East Bandar Jaya showed that perception of parents in the high category that 70 percen.Keywords: Early Childhood Education; Parental Perception.  AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat persentase persepsi orang tua terhadap pendidikan anak usia dini di Kelurahan Bandar Jaya Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 315 orang tua (ibu) dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 63 orang tua (ibu) yang menyekolahkan anaknya di TK se-Kelurahan Bandar Jaya Timur. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik kuesioner. Sedangkan data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian persepsi orang tua terhadap pendidikan anak usia dini di Kelurahan Bandar Jaya Timur menunjukan bahwa persepsi orang tua berada dalam kategori tinggi  yaitu 70 persen. Kata Kunci: Pendidikan Anak Usia Dini; Persepsi Orang Tua.
ANALISIS TERHADAP KEBAHAGIAAN IBU DENGAN ANAK USIA DINI Gitta Suganda; Retno Hanggarani Ninin
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v5i2.7687

Abstract

The purpose of this study was to understand the determinants of happiness for parents with young children. This study used a qualitative approach to semi-structured interviews. There were five subjects, and the participant criteria in this study was a married woman with children aged 2-5 and directly participating in childcare. Obtained results about the factors that determine the mother’s happiness, namely: 1) When children get better care than what they (mothers) got as a child. 2) Parent consciously, healthily, happily, and not promote negative emotions in children. 3) Understand, master, and enjoy parenting challenges. 4) Establish close and flexible relationships with children. 5) Be able to respond to children's bad behavior constructively towards the mother-child relationship. 6) Successfully carry out their role with confidence so that there was no need to compare themself with others or compare their children with other children. 7) Accept all abilities and limitations as a mother. 8) When children grow up healthy, happy, and adaptive.Keywords: Happiness, Early Childhood, Mother.   Abstrak Peneliti ingin melihat hal-hal apa saja yang menjadi penentu kebahagiaan orang tua dengan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif menggunakan wawancara semi terstruktur. Subyek berjumlah lima orang dengan kriteria partisipan dalam penelitian ini adalah wanita menikah, memiliki anak berusia 2-5 tahun, dan sehari-hari terlibat langsung dalam pengasuhan anak. Didapatkan hasil mengenai hal-hal yang menjadi penentu kebahagiaan menjadi ibu yaitu: 1) Ketika anak mendapat pengasuhan yang lebih baik dari apa yang mereka (ibu) dapatkan sewaktu kecil. 2) Dapat mengasuh secara sadar, sehat, bahagia, dan tidak mengedepankan emosi negatif pada anak. 3) Dapat memahami, menguasai sekaligus menikmati tantangan-tantangan pengasuhan. 4) Menjalin hubungan yang akrab dan fleksibel dengan anak. 5) Dapat menyikapi perilaku anak yang tidak baik dengan konstruktif terhadap relasi ibu-anak. 6) Dapat berhasil menjalani perannya dengan percaya diri sehingga tidak perlu membandingkan diri sendiri dengan orang lain atau membandingkan anak dengan anak lain. 7) Dapat menerima segala kemampuan dan keterbatasan diri sebagai ibu. 8) Ketika anak tumbuh dengan sehat, bahagia, dan adaptif.Kata Kunci: Kebahagiaan, Anak usia dini, Ibu.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DI RA MIFTAHUL HUDA PADA MASA PANDEMIC COVID-19 Tita Agustini; Zaharuddin Zaharuddin
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v5i2.8512

Abstract

The purpose of this study was to find out how the Blended Learning method in Early Childhood was. The subject in this study was RA Mifatahul Huda in January 2021. This study used a qualitative research method with a case study approach, namely to find out a clear picture of the Blended Learning learning method. The results of this study indicate that the use of the Blended Learning learning method at RA Miftahul Huda is going well and is a learning method that can be implemented in schools during the COVID-19 pandemic which is spreading in Indonesia, especially in the village of Pasirmulya, Majalaya, Karawang. The use of the Blended Learning method at RA Miftahul Huda was positively responded by parents because many parents recommended it because with this way of learning face-to-face learning can be carried out.Keywords: Blended Learning; Covid-19; Pandemic. AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana metode Blended Learning pada Anak Usia Dini. Subjek pada penelitian ini adalah RA Mifatahul Huda pada bulan Januari 2021. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus yaitu untuk mengetahui gambaran jelas tentang metode pembelajaran Blended Learning. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Blended Learning di RA Miftahul Huda berjalan dengan baik dan menjadi sebuah metode pemebelajaran yang dapat diimplementasikan di sekolah pada masa pandemic Covid-19 yang sedang menyebarluas di Indonesia khususnya di Desa Pasirmulya, Majalaya, Karawang. Penggunaan metode Blended Learning di RA Miftahul Huda direspons positif oleh orang tua karena banyak orang tua yang merekomendasikannya dengan cara pembelajaran tatap muka bisa dijalankan. Kata Kunci:  Blended Learning; Covid-19; Pandemi.
KETERLIBATAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN Muhammad Arifin Sitorus
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 2 (2021): Golden Age : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ga:jpaud.v5i2.8772

Abstract

This study uses a qualitative approach which aims to determine the involvement of parents and teachers in planning, implementing, and evaluating role-playing learning in early childhood at RA Al-Ikhlash Marindal I. Data collection techniques were carried out by interview and document study. Data analysis techniques to explain the data were obtained by reducing the data, presenting the data, and drawing conclusions. From the results of the study, it can be concluded that parents and teachers are involved in the preparation of role playing activity plans, the process of implementing learning parents are involved as observers for the benefit of reflecting on learning related to child development, assessment of role playing learning using various assessments based on the needs of the aspects being assessed.Keywords: Role Playing Learning; Parent; Teacher.  Abstrak Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui keterlibatan orang tua dan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran bermain peran pada anak usia dini di RA Al-Ikhlash Marindal I. Teknik pengumpulan data dilakuakan dengan wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data untuk menjelaskan data itu diperoleh yaitu dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa orang tua dengan guru terlibat dalam penyusunan rencana kegiatan bermain peran, proses pelaksanaan pembelajaran orang tua terlibat sebagai observer untuk kepentingan merefleksi pembelajaran terkait perkembangan anak, penilaian pembelajaran bermain peran dengan menggunakan penilaian yang beragam berdasarkan bebutuhan aspek yang dinilai.Kata Kunci: Pembelajaran Bermain Peran; Orang Tua; Guru.

Page 8 of 20 | Total Record : 200