cover
Contact Name
Yufitri Mayasari
Contact Email
yufitrimayasrai@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yufitrimayasari@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JITEKGI Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi
ISSN : 16933079     EISSN : 26218356     DOI : -
Core Subject : Health,
Bidang ilmu Kedokteran Gigi yang disajikan dalam jurnal ini adalah meliputi Ilmu Konservasi Gigi, Periodontologi, Ortodontik, Ilmu Penyakit Mulut, Prostodontia, Ilmu Kedokteran Gigi Anak, Ilmu Bedah Mulut, Ilmu kesehatan Gigi Masyarakat & Pencegahan, serta bidang ilmu penunjang Kedokteran Gigi seperti Radiologi Dental, Biologi Oral, Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi, juga bidang ilmu kesehatan umum lain. Jurnal ini terbit berkala dua kali setahun (di bulan Mei dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 2 (2025): November 2025" : 9 Documents clear
Gambaran Radiografi Posisi Foramen Mentale Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin di RSKGMP UPDM(B) Kurniati, Novi; Rusdiwan, Haliga Azizyah
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i2.6015

Abstract

Latar Belakang: Foramen mentale merupakan struktur anatomi penting pada mandibula yang berperan dalam anestesi, pembedahan, dan pemasangan miniscrew. Kesalahan identifikasi posisi foramen mentale dapat menyebabkan cedera saraf dan gangguan sensorik. Variasi posisi foramen mentale dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin, sehingga pemahaman akurat sangat diperlukan dalam praktik klinis. Metode: Penelitian deskriptif observasional dengan desain potong lintang ini menggunakan 70 radiograf panoramik digital pasien di RSKGMP UPDM(B) yang memenuhi kriteria inklusi. Sebanyak 140 foramen mentale dianalisis menggunakan klasifikasi posisi horizontal menurut Al Jasser Nwoku serta pengukuran jarak vertikal dari alveolar crest dengan perangkat lunak AIS 2D App. Hasil: Mayoritas sampel berusia 17–25 tahun (85,7%) dan berjenis kelamin perempuan (77,1). Posisi foramen mentale terbanyak pada sisi kanan adalah posisi 4, sedangkan pada sisi kiri dominan posisi 3. Rata-rata jarak vertikal pada kelompok usia 17–25 tahun adalah 17,0–17,1 mm; pada laki-laki 17,7–17,9 mm; dan pada perempuan 16,7–16,8 mm. Kesimpulan: Posisi foramen mentale bervariasi menurut usia dan jenis kelamin serta tidak selalu simetris, namun umumnya terletak pada regio premolar kedua sesuai klasifikasi Al Jasser Nwoku.
Extraction of Mandibular Second Molar In A Former Drug Users, Alcohol Consumers, and Active Smokers Kusumastiwi, Pipiet Okti; Ardlina, Syifa’
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i2.6011

Abstract

Background: Extraction of Mandibular Second Molar Extraction in Former Drug Users, Alcohol Consumers, and Active Smoker has a high risk of complications. Case report and case treatment: A 34-year-old male presented with a non-restorable carious lesion on the lower right second molar (tooth 47) and requested extraction. The patient reported poor oral hygiene, active smoking, alcohol consumption, and a prior history of chlorpromazine abuse. The extraction was performed under Inferior Alveolar Nerve Block (IANB) using Lidocaine. Anesthesia lasted approximately one hour, after which pain resumed. Post-extraction healing was monitored over two months, during which the socket of tooth 47 showed delayed epithelial closure. Discussions: Alpha-adrenergic receptor blockade from chlorpromazine, hepatic cytochrome P450 enzyme alterations due to alcohol, systemic acidosis, and post-operative smoking are known to influence the efficacy of local anesthesia and impair healing. Nicotine-induced vasoconstriction and xerostomia further disrupt tissue regeneration. Despite the absence of acute complications, socket healing remained incomplete at 8 weeks post-extraction. Conclusion: This case emphasizes the importance of evaluating systemic and behavioral risk factors before extraction.
Hubungan Stunting dan Kejadian Karies Gigi pada Anak Stunting di Kabupaten Klaten Jawa Tengah-Indonesia Badruddin, Iwany Amalliah; Andarini, Lintang; Adiatman, Melissa; Bahar, Armasastra; Ramadhani, Atik; Darwita, Risqa Rina
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i2.5868

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah malnutrisi kronis pada anak yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Stunting tidak hanya dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik dan kognitif, namun juga lebih rentan mengalami karies gigi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara stunting dan kejadian karies gigi pada anak stunting usia 0-3 tahun di kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bahan dan Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan data primer dari program JUWITA 1000 HARTA oleh Puskesmas Juwiring. Sebanyak 264 anak yang mengalami stunting menjadi subjek dengan teknik purposive sampling. Status karies gigi diperiksa menggunakan kamera intraoral. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil dan Pembahasan: Dari 248 anak yang memenuhi kriteria, proporsi karies gigi 75% pada anak dengan kondisi sangat pendek (severely stunted), dan 53,9% pada pendek (stunted). Hubungan antara status stunting dan kejadian karies gigi adalah signifikan (p 0,01) dengan OR= 1,39 (95% CI; 1,11–1,74). Selain itu, faktor-faktor status ekonomi keluarga, tingkat pendidikan orang tua, dan pola makan anak juga menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kejadian karies gigi (p 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stunting dengan kejadian karies pada anak penderita stunting usia 0-3 tahun di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Diperlukan program pencegahan stunting untuk mencegah terjadinya kejadian karies gigi pada anak secara tidak langsung.
Penilaian Status Kesehatan Mulut pada Wanita Hamil Menggunakan Skor Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) Amaliah, Nurfitri; Harryadi, Carera Iva; Sanjaya, Maria Laurentia; Ameliana, Yemy; Widjaja, Jennifer
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i2.6102

Abstract

Latar Belakang: Masa kehamilan menyebabkan perubahan hormonal dan fisiologis yang dapat memengaruhi kebersihan rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersihan mulut berdasarkan skor Oral Hygiene Index Simplified (OHIS) pada ibu hamil menurut trimester kehamilan. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan sampel 16 ibu hamil. Pemeriksaan dilakukan untuk menentukan kategori OHIS yaitu baik (0,0–1,2), sedang (1,3–3,0), dan buruk (3,1–6,0). Hasil: Hasil menunjukkan bahwa pada kehamilan trimester kedua memiliki indeks kategori OHI-S terbanyak dengan interpretasi sedang sebanyak 4 (25%) dan perbandingan dengan trimester pertama dan ketiga masing-masing sebanyak 2 (12,5%) dan secara jumlah keseluruhan terlihat bahwa indeks OHI-S terbanyak ditemukan pada interpretasi sedang yaitu 8 (50%). Berdasarkan trimester, kecenderungan kebersihan mulut menurun seiring bertambahnya usia kehamilan. Trimester I menunjukkan proporsi kategori baik dan sedang yang seimbang, sedangkan pada trimester II dan III kategori sedang lebih dominan. Kesimpulan: Hasil ini menggambarkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki kebersihan mulut yang belum optimal dan memerlukan peningkatan kesadaran akan pentingnya perawatan gigi selama kehamilan untuk mencegah gangguan periodontal serta komplikasi kehamilan.
Pengaruh Perendaman Minuman Bersoda terhadap Kekuatan Tekan Resin Komposit Bulk-Fill Flowable Nathania, Cindy; Stefani, Rosita; Eddy, Eddy; Hadi, Steward
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i2.4823

Abstract

Latar Belakang: Resin komposit bulk-fill flowable semakin banyak digunakan sebagai material restorasi langsung pada kavitas kelas II. Di antara berbagai minuman, minuman bersoda merupakan salah satu yang paling sering dikonsumsi dan memiliki pH rendah yang dapat menyebabkan degradasi material restorasi serta memengaruhi sifat mekaniknya. Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi pengaruh perendaman dalam minuman bersoda terhadap kekuatan tekan resin komposit bulk-fill flowable. Metode: Sebanyak 54 sampel resin komposit bulk-fill flowable dari tiga merek (Beautifil Bulk Flowable, SDR flow+, Tetric N-Flow Bulk Fill) berbentuk silinder (diameter 2 mm; tinggi 4 mm) dibagi menjadi 3 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol direndam dalam saliva buatan, sedangkan kelompok perlakuan direndam dalam minuman bersoda selama 6 jam dan dalam saliva buatan selama 18 jam pada suhu 37°C selama 6 hari. Setelah perendaman, sampel diuji kekuatan tekannya menggunakan Universal Testing Machine. Hasil: Data berdistribusi normal dan homogen (p 0,05), dan tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok berdasarkan uji Two-Way ANOVA (p 0,05). Kesimpulan: Perendaman dalam minuman bersoda tidak berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tekan resin komposit bulk-fill flowable, yang menunjukkan ketahanan baik terhadap lingkungan asam.
Karakteristik Tindakan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Siswa Kelas 4-6 di SDN Tomang 01 Jakarta Hosana, Alexandra; Panjaitan, Caesary Cloudya; Goenawan, Goalbertus
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih perlu diperhatikan. Prevalensi di Indonesia terkait tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang tidak optimal masih tinggi. Tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang benar meliputi 3 aspek yaitu, menyikat gigi, menggunakan benang gigi, dan obat kumur. Namun, hanya 2,8% siswa Indonesia yang menyikat gigi dengan tepat dan 1,4% menggunakan benang gigi. Metode: Responden penelitian adalah siswa kelas 4-6 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tomang 01 Jakarta Barat. Penelitian ini bersifat deskriptif kepada 165 responden dengan penyebaran kuesioner tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut terdiri 16 pertanyaan. Hasil: Sebanyak 76 (46,1%) responden selalu menyikat gigi 2 kali sehari, sebanyak 81 (49,1%) responden tidak pernah menggunakan benang gigi, dan sebanyak 57 (34,5%) responden tidak pernah menggunakan obat kumur mengandung fluoride. Kesimpulan: Tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut siswa kelas 4-6 SDN Tomang 01 termasuk dalam kategori kurang baik berdasarkan kategori penggunaan benang gigi dan obat kumur.
Perbandingan Perubahan Warna Resin Komposit Nanofiller yang Direndam dalam Berbagai Macam Obat Kumur Permatasari, Rina; Difa, Suci Farah
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i2.5044

Abstract

Latar Belakang: Resin komposit nanofiller merupakan bahan restorasi estetis yang memiliki keunggulan memiliki partikel filler sangat kecil yang dapat memproduksi hasil pemolesan yang baik. Namun, resin komposit nanofiller memiliki kelemahan yaitu dapat mengalami perubahan warna salah satunya yang disebabkan oleh penggunaan obat kumur jangka panjang. Terdapat berbagai macam obat kumur diantaranya obat kumur bebas alkohol, beralkohol dan herbal. Metode: Tiga puluh sampel resin komposit nanofiller berbentuk lingkaran dengan diameter 10 mm dan tebal 2 mm dibagi secara acak menjadi tiga kelompok perendaman, obat kumur bebas alkohol CHX 0,2%, beralkohol Listerine Cool Mint, dan herbal daun sirih yang direndam selama 36 jam. Pengukuran perubahan warna menggunakan VITA EasyShade V. Analisis data menggunakan uji parametrik one-way ANOVA. Hasil: Analisis statistik one-way ANOVA dari perendaman resin komposit nanofiller pada ketiga kelompok obat kumur menunjukakan nilai Lightness yang tidak signifikan p=0,613 (p0,05),  Chroma yang tidak signifikan p=0,428 (p0,05),  Hue tidak signifikan p=0,130 (p0,05), Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan perubahan warna resin komposit nanofiller setelah direndam dalam berbagai macam obat kumur.
Perbandingan Jarak Chanthus Mata dan Subnation-Menton untuk Penentuan Dimensi Vertikal Oklusal pada Populasi Suku Aceh Sofya, Pocut Aya; Rahmayani, Liana; Andriany, Poppy; Novita, Cut Fera; Maulana, Diva
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i2.6167

Abstract

Latar Belakang: Salah satu prosedur penting dalam pembuatan gigi tiruan adalah menentukan Dimensi Vertikal Oklusal (DVO). DVO adalah jarak vertikal antara dua titik anatomi di rahang atas dan rahang bawah ketika gigi berkontak saat posisi oklusi sentrik. Dimensi vertikal adalah faktor utama perawatan gigi tiruan, sehingga dapat mengembalikan fungsi estetika, fungsi berbicara, dan fungsi pengunyahan yang optimal. Kesalahan dalam penentuan dimensi vertikal akan berdampak negatif pada pasien seperti adanya kontak prematur pada gigi, penurunan efisiensi pengunyahan, wajah terlihat lebih tua dan gangguan sendi temporomandibular. Penelitian ini akan mengukur salah satu dari parameter antropometri wajah yaitu, jarak chantus bagian luar mata kanan-chantus bagian dalam mata kiri pada mahasiswa FKG USK suku Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 46 subyek. Kedua jarak diukur dengan menggunakan vernier caliper digital dengan resolusi 0,01. Saat pengukuran pasien dalam posisi duduk tegak. Setiap jarak diukur sebanyak tiga kali dan dirata-ratakan Hasil: Hasil analisis dengan uji Independent T-test menunjukkan p-value=0,001 (p0,05) yang berarti terdapat perbedaan nilai rata-rata yang signifikan antara kedua jarak yang diukur. Kesimpulan:  Jarak chantus bagian luar mata kanan hingga chantus bagian dalam mata kiri tidak dapat digunakan sebagai metode penentuan DVO pada populasi mahasiswa FKG USK suku Aceh.
Potensi Pasta Gigi dengan Enzim Amyloglucosidase dan Glucose Oxidase terhadap Indeks Plak Pengguna Ortodonti Cekat Soesanto, Paulus Maulana Soesilo; Septiana, Adilah Triputri
Jurnal Ilmiah dan Teknologi Kedokteran Gigi (JITEKGI) Vol 21, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/jitekgi.v21i2.5857

Abstract

Latar belakang: Peranti ortodonti cekat dapat mempengaruhi komposisi mikrobiota rongga mulut, sehingga meningkatkan akumulasi plak. Salah satu cara menghilangkan plak adalah dengan menyikat gigi menggunakan pasta gigi dan teknik yang tepat. Metode: Penelitian eksperimental dengan 32 subyek. Subyek dibagi dua kelompok yaitu kelompok kontrol (pasta gigi biasa) dan kelompok perlakuan (pasta gigi dengan enzim). Pengukuran indeks plak menggunakan Orthodontic Plaque Index (OPI) pada permukaan gigi insisif, kaninus, premolar pertama, dan premolar kedua di rahang dan bawah. Tingkat penilaian indeks plak meliputi skala skor tertentu yang menggambarkan derajat akumulasi plak, mulai dari tidak adanya plak hingga plak yang menutupi area di sekitar bracket. sebelum dan sesudah menggunakan pasta gigi selama 3 hari. Hasil: Pada kelompok kontrol 10 subyek yang mengalami penurunan indeks plak dengan nilai negative rank 10 dan  6 subyek yang mengalami peningkatan indeks plak, dengan nilai positive rank sebesar 6. Terdapat perbedaan bermakna pada indeks plak kelompok perlakuan (p = 0,000), dan pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan bermakna (p = 0,438). Kesimpulan: Pasta gigi dengan kandungan enzim amyloglucoside dan glucose oxidase berpotensi menurunkan indeks plak pada pengguna ortodonti cekat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9