cover
Contact Name
Pandan Yudhapramesti
Contact Email
pandanpramesti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kajian.jurnalisme@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kajian Jurnalisme
ISSN : 25490559     EISSN : 25491946     DOI : -
Jurnal Kajian Jurnalisme (JKJ), ISSN 2549-0559 (cetak), ISSN 2549-1946 (online), diterbitkan oleh Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran Indonesia pertama kali pada bulan Juli 2017. Pada edisi pertama Jurnal Kajian Jurnalisme terbit dalam format online dan cetak. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang mengharuskan setiap jurnal yang diterbikan oleh lembaga pendidikan tinggi harus disajikan dalam bentuk elektronik journal, pada edisi kedua dan seterusnya, jurnal ini terbit sepenuhnya dalam format jurnal elektronik atau format online menggunakan Open Journal System (OJS). Jurnal Kajian Jurnalisme bergabung dengan Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJIKI), terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Media Agenda on Yogyakarta Sultanate Succession Kharisma Nasionalita; Catur Nugroho
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 1 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i1.24071

Abstract

Yogyakarta is a province with special status in Indonesia, bound by unique local political rules. According to The Mandate of Law Number 13 of 2012 concerning the Privileges of Yogyakarta, the position of Governor and Deputy Governor must be filled by the determined leaders of the palace. Yogyakarta's local politics went under the spotlight when Sultan Hamengku Buwono crowned his eldest daughter to be the successor to the palace's leadership in his Sabdatama (Kings Order). National regulation does not mention the gender of the Governor and Deputy Governor while in the internal court of the Yogyakarta palace, the position of a leader must be occupied by men. The issue gained intensive national media attention throughout March-May 2015, particularly by Kompas, Republika, and Kedaulatan Rakyat. This research aims to measure the media agenda related to the issue of the Sultanate succession on three selected newspapers. Through the quantitative content analysis method, this research dissects how the media places and emphasizes this issue. The purpose of this research is to identify how issues are prioritized through news content.  There are 62 news articles selected from the period March-May 2015. The result of the research shows that all media emphasizes the Sultanate issue in different ways.  There is a distinction between the local newspaper Kedaulatan Rakyat and the national newspaper (KOMPAS and Republika). The local newspaper put monarchy issue in the second rank while the national newspaper set constitutional issues such as the polemic prerequisite of Yogyakarta Governor and Deputy Governor in second place.
Wacana Budaya Suku Sasak di Desa Sade dalam Detik.com Regita Nada Yalatama; Nuryah Asri Sjafirah; Rinda Aunillah
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 5, No 1 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v5i1.31320

Abstract

Desa Sade dalam pemberitaan media seringkali diwacanakan sebagai desa yang memegang teguh adat dan istiadat setempat. Budaya Desa Sade dalam pemberitaan media dianggap sebagai budaya yang tidak tergerus modernisasi. Padahal, dua penelitian terkait etnografi budaya Suku Sasak menyatakan bahwa budaya Suku Sasak di Desa Sade dinilai telah tergerus modernisasi. Detik.com merupakan salah satu media online yang mempublikasikan berita terkait tempat wisata Desa Sade sebagai desa dengan budaya yang masih asli dan belum tergerus modernisasi. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis model Norman Fairclough untuk menganalisis wacana budaya Suku Sasak dalam pemberitaan Desa Sade, yang juga berkaitan dengan wacana detik.com dalam merepresentasikan budaya Suku Sasak. Analisis dilakukan dengan menguji tiga tahap, yaitu level teks, level praktik wacana dan level sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa detik.com dalam merepresentasikan budaya Suku Sasak hanya menampilkan citra positif dari Desa Sade. Pada level teks, detik.com memengaruhi pembaca terkait budaya Suku Sasak yang dianggap unik sebagai bagian dari wacana poskolonial. Pada level praktik wacana, produksi berita Desa Sade pada portal berita detik.com ditujukan untuk memajukan budaya Indonesia. Sementara pada level sosiokultural, aspek makro memengaruhi detik.com dalam merepresentasikan budaya Suku Sasak di Desa Sade. Maka, detik.com ketika mewacanakan budaya Suku Sasak dalam pemberitaan Desa Sade, merepresentasikan citra positif untuk mempromosikan Desa Sade yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.
Proses Kreatif Desain Grafis Halaman Muka Harian Republika Natalia Endah Hapsari
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 1 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i1.27288

Abstract

Surat kabar saat ini menghadapi tantangan berat agar dapat mempertahankan pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Harian Republika mengolah desain grafis halaman muka untuk menarik minat khalayak. Masalah penelitian ini adalah mencari jawaban atas pertanyaan bagaimana proses Harian Republika mengolah berita menjadi grafis menarik lewat desain wajah halaman muka surat kabar ini serta mengetahui proses kerja sama antara redaksi dan desain. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan studi kasus yang merupakan bagian dari metode kualitatif yang bertujuan mendalami kasus tertentu dengan melibatkan pengumpulan beragam sumber informasi. Sedangkan, kasus yang diangkat terkait proses kreatif di balik desain grafis Harian Republika. Dalam tahap analisis data, penulis menggunakan metode deskriptif agar lebih dapat menggambarkan proses pengolahan pesan dari berita-berita yang dipilih hingga akhirnya menjadi visual yang menarik serta mengungkap tahapan kerja sama yang dilakukan tim redaksi dan desain untuk menghasilkan desain yang mampu menarik perhatian khalayak pada halaman muka Republika. Simpulan dari hasil penelitian diketahui bahwa isu yang menyentuh rasa kemanusiaan serta mempengaruhi hajat hidup orang banyak menjadi syarat utama untuk diangkat serta kemudian diolah menjadi ilustrasi khusus yang mendominasi halaman muka. Selain itu, kerjasama solid yang berlangsung intens meski dilakukan dalam situasi nonformal antara tim desain dan redaksi menjadi inti keberhasilan mengolah grafis menarik di halaman muka surat kabar Republika.
Pola Pemberitaan Konservasi Harimau Sumatera di Media Massa Online Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin; Herlina Agustin; Achmad Abdul Basith
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 5, No 1 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v5i1.31699

Abstract

Konservasi Harimau Sumatera menghadapi ancaman perburuan dan perdagangan, yang berakibat pada kematian satwa dilindungi. Sejumlah media online memberikan perhatian pada kasus-kasus ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penekanan isu, seleksi narasumber, dan intensitas pemberitaan konservasi Harimau Sumatera yang dilakukan oleh Kompas.com, Tribunnews.com dan Mongabay.co.id sepanjang periode 2015-2018 dengan menggunakan metode analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pola penekanan isu, ketiga media memberi penekanan pada aspek penegakan hukum dan kronologi peristiwa, sedangkan aspek konservasi kurang menonjol. Kompas.com dan Tribunnews.com kurang mengangkat proses pengadilan, sedangkan Mongabay.co.id mengangkat isu tersebut dengan penekanan pada sikap kritis pada tuntutan dan vonis pengadilan ditinjau dari UU Nomor 5 Tahun 1990. Pola seleksi narasumber, Kompas.com dan Tribunnews.com cenderung mewawancarai pihak aparat berwajib sebagai narasumber utamanya, sedangkan pihak NGO konservasi Harimau Sumatera kurang mendapatkan tempat dalam berita. Adapun Mongabay.co.id lebih berimbang dalam mewawancarai aparat dan NGO. Selain sebagai sumber utama, aparat berperan mempersuasi khalayak untuk berpartisipasi dalam usaha konservasi Harimau Sumatera, adapun pihak NGO lebih banyak mengkritisi lemahnya penegakan hukum. Adapun pada pola intensitas pemberitaan, pemberitaan Kompas.com dan Tribunnews.com terhenti pada tahap penegakan hukum dan bahasan konflik antara Harimau Sumatera dan manusia. Hal tersebut bertentangan dengan prinsip jurnalisme lingkungan, yaitu keberlanjutan peliputan. Sementara Mongabay.co.id lebih menyajikan peliputan lebih lengkap dan berimbang.
Cirebon Radio: Adaptasi Jurnalisme Penyiaran Lokal di Era Konvergensi Afiaty Fajriyah Ningrum; Justito Adiprasetio
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 2 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i2.27825

Abstract

Konvergensi merupakan integrasi mendalam dari pengetahuan, alat, dan semua bidang kegiatan manusia yang relevan. Konvergensi juga mengubah ekosistem fisik atau sosial masing-masing seperti membuka tren, jalur, dan peluang baru dalam fase proses berikutnya. Konvergensi sebagai kondisi yang tidak terelakkan kemudian juga merembet pada aspek media massa di lingkup internasional, nasional bahkan media dengan lingkup lokalitas tertentu. Studi ini mengelaborasi bagaimana kultur konvergensi pada akhirnya juga coba diaplikasikan oleh media penyiaran lokal Cirebon Radio di kota yang bukan menjadi pusat media di Indonesia. Studi ini berupaya mendemonstrasikan bagaimana media penyiaran swasta yang tidak tergolong mayor di Indonesia dapat turut serta terkena imbas dari kultur konvergensi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Cirebon Radio di tengah konvergensi beradaptasi dengan cara melakukan penyatuan alur kerja jurnalisme untuk berita siaran radio dan berita online dalam ruang redaksi; menerapkan konsep multiskilled journalist dan resource sharing dalam membuat produk jurnalisme berupa berita; melakukan konvergensi dalam tingkat teknologi; dan melakukan upaya perluasan audiens, melakukan perubahan ke arah tiga dimensi konvergensi pada ruang redaksinya: struktural; peliputan informasi; dan penyajian dan pengkisahan berita, serta menerapkan interaktivitas ketiga sebagai bentuk interaksinya dengan pengguna.
Intimidasi Terhadap Jurnalis Daerah Ditinjau dari Faktor Pendorong dan Implikasi Psikologis Imam Nuraryo
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 1 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i1.24134

Abstract

Para jurnalis rentan menghadapi kekerasan dan intimidasi. Kekerasan terhadap insan pers, justru di era reformasi ini cenderung semakin meningkat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis kekerasan yang menimpa pada para jurnalis lokal,  faktor-faktor yang mendorong terjadinya intimidasi pada wartawan lokal, dan implikasinya pada wartawan tersebut di Kota “A” . Kajian konseptual yang mendasari penelitian ini adalah konsep kekerasan verbal dan non verbal. Pemikiran dari Pierre Bourdieu mengenai kekerasan simbolik yang merupakan hasil dari relasi kuasa juga digunakan dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para jurnalis dari daerah tersebut sering menerima intimidasi berupa bentakan, cacian, teriakan, tamparan bahkan pengusiran. Para jurnalis tersebut bahkan sering mendapatkan teror melalui SMS dan ancaman pembunuhan.  Faktor yang mendorong adanya kekerasan pada jurnalis adalah karena para jurnalis itu sendiri seringkali ceroboh dan bertindak gegabah dalam peliputan. Implikasi dari bentuk intimidasi ini adalah trauma secara psikologis, rasa dendam dan perasaan cemas yang berlebih. Saran dari hasil penelitian ini perlunya peningkatan kompetensi dalam peliputan bagi para jurnalis daerah, pemahaman dalam upaya perlindungan hukum bagi para jurnalis saat meliput, dan pelatihan dalam pengendalian emosi serta trauma sebagai akibat dari perlakuan intimidasi.
Komodifikasi Wacana Islami pada Pemberitaan Media Cetak Harian Fajar Mifda Hilmiyah; Nursafika Nursafika
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 5, No 1 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v5i1.30932

Abstract

Media cetak Harian Fajar memuat konten-konten Islami di dalam pemberitaannya untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat yang mayoritas beragam Islam. Namun, setiap elemen dalam struktur redaksi memiliki kepentingan. Adanya kepentingan ini membuat pemberitaan menjadi fakta yang tidak bebas nilai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan konten Islami yang dikemas dalam pemberitaan serta mengetahui ideologi yang memengaruhi konstruksi pemberitaan di Harian Fajar. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis model van Leewen yang menampilkan exclusion dan inclusion. Pertama, exclusion berupa pasivasi, nominalisasi dan penggantian anak kalimat. Kedua, inclusion yaitu memasukkan informasi sebagai strategi merepresentasikan individu ataupun kelompok berupa, diferensiasi-indeferensiasi, objektivasi-abstraksi, nominasi-kategorisasi, nominasi-identifikasi, determinasi-indeterminasi, asimilasi-individualisasi, dan asosiasi-disasosiasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pemaknaan teks Harian Fajarmemiliki ideologi ekonomi, kekuasaan dan aqidah. Ideologi ekonomi terkait dengan konstruksi iklan di Harian Fajar menjadi sebuah pemberitaan. Harian Fajar mempertimbangkan nilai-nilai berita, yaitu menarik, kebaruan, dan penting bagi masyarakat sesuai interpretasi jurnalis. Redaksi Harian Fajar mengkonstruksi terkait akidah. Harian Fajar juga menyediakan informasi dengan tema-tema Islami bukan hanya untuk berdakwah kepada pembaca tetapi, meningkatkan loyalitas pembaca. Media memiliki kekuasaan memproduksi kelas melalui konten-konten yang menarik perhatian masyarakat.Secara keseluruhan, hasil teks dalam penelitian ini akan mengarah pada komodifikasi konten.
Potensi Pengembangan Agregator Berita dengan Konsep Slow Technology Berbasis Human Centered Ilham Fariq Maulana; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 1 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i1.27606

Abstract

Jurnalisme digital di Indonesia saat ini menempatkan kecepatan penyajian dan distribusi berita menjadi faktor utama bagi para audiens atau khalayak berita. Keberadaan dari agregator berita seperti LINE Today dianggap bisa menyajikan berita dengan isu aktual dan berbagai topik yang telah terkurasi serta menyaring berita agar lebih berkualitas. Namun, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, tetap ditemui sejumlah isu mengenai agregator berita seperti berita yang repetitif, bias, dan tidak relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah mampu menawarkan ide pengembangan melalui konsep slow technology dengan menempatkan manusia di tengah teknologi untuk mengisi debat akademis mengenai kekurangan dari sajian berita agregator berita. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan strategi penelitian studi kasus dengan desain single case, kemudian analisis menggunakan model pattern-matching untuk melibatkan perbandingan pola yang diprediksi dan atau efek dengan yang telah diamati secara empiris, dan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sejumlah potensi untuk mengembangkan agregator berita didasarkan dari integrasi peran antar stakeholder dengan memperkenalkan kesadaran keseimbangan antara meningkatnya kecepatan teknologi informasi dan komunikasi dengan kecepatan pemrosesan informasi manusia yang lebih terbatas. Penelitian ini mengisi gap mengenai isu dan masalah yang kerap ditemui dari news aggregator sehingga mampu memberikan solusi konstruktif melalui potensi desain ICT yang mencerminkan nilai-nilai manusia, seperti kepercayaan, integritas, dan kejujuran.
Peran Pers Sebagai Aktor Gerakan Digital Tagar #SolidaritasUntukNTT di Twitter Gema Nusantara Bakry; Ika Merdekawati Kusmayadi
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 5, No 1 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v5i1.33458

Abstract

Peristiwa banjir bandang yang diakibatkan Siklon Seroja telah mengundang perhatian dan simpati masyarakat Indonesia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk berkontribusi dalam upaya penanggulangan dampak yang diterima oleh masyarakat NTT. Salah satu upaya yang dilakukan oleh masyarakat adalah mengampanyekan gerakan sosial digital #SolidaritasUntukNTT di Twitter. Gerakan sosial digital melalui pesan-pesan tertentu dapat menggugah kesadaran bagi penggunanya. Untuk mengetahui efektivitas penyebaran pesan dalam gerakan sosial digital dapat divisualisasikan menggunakan metode Social Network Analysis (SNA).  Penelitian ini bertujuan untuk memvisualisasikan peran pers dalam mendistribusikan pesan gerakan sosial digital dengan tagar #SolidaritasUntukNTT. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis jaringan sosial dengan teori graf di Twitter. Hasil analisis dan visualisasi jaringan dilakukan di aplikasi Gephi dengan algoritma Yifan Hu untuk melihat distribusi pola pesan dan peran pers pada tagar #SolidaritasUntukNTT. Penelitian ini menggambarkan tipe jaringan two mode yang terdiri dari interaksi antara individu dan organisasi dengan pola komunikasi radial personal network yang memiliki ciri jaringan terbuka dan kohesivitas yang rendah dengan arah relasi directed dan asimetris. Analisis peran pers diukur melalui sentralitas aktor untuk mengetahui degree centrality, closeness centrality, betweenness centrality dan eigenvector centrality. Aktor @vice_id diketahui sebagai aktor yang memiliki degree dan eigenvector centrality tertinggi dibandingkan dengan aktor pers lainnya. Aktor @idntimes dan @detikcom memiliki nilai closeness dan betweenness centrality yang lebih tinggi dari media lainnya. Analisis jaringan sosial memberikan pemahaman terkait distribusi pesan dalam media sosial untuk mengetahui efektivitas pesan yang didistribusikan oleh beberapa aktor jaringan, khususnya peran pers dalam mengampanyekan gerakan sosial di media. Oleh karena itu, metode SNA dapat digunakan untuk penelitian jurnalisme data. 
Penerapan Kode Etik Jurnalistik dalam Penulisan Berita Kriminal pada Media Online Infobekasi.co.id Riesma Winora; Dadang Rahmat Hidayat; Abie Besman
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 2 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i2.29323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan kode etik jurnalistik pada proses peliputan dan pemuatan berita kriminal pada situs berita Infobekasi.co.id. Dalam penelitian ini, peneliti memfokuskan pada penerapan pasal 3, pasal 4, pasal 5 dan pasal 8 Kode Etik Jurnalistik. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini difokuskan untuk mengkaji penerapan kode etik pada beberapa aspek seperti kebijakan redaksi, praktek produksi berita dari perencanaan hingga pemuatan berita kriminal, pemahaman jurnalis tentang kode etik, hingga menganalisis 12 konten berita kriminal yang dimuat antara 1 Februari hingga 31 Maret 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Infobekasi.co.id telah melakukan upaya penerapan kode etik jurnalistik dalam rangka menjaga reputasi media, meskipun beberapa aspek tersebut tidak sesuai dengan kode etik khususnya dalam aspek penulisan berita. Peneliti menyarankan agar Infobekasi.co.id harus memahami kode etik jurnalistik beserta pasal-pasalnya dalam praktik jurnalistik. Selain itu, jurnalis Infobekasi.co.id harus memiliki sertifikasi kompetensi jurnalis untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme jurnalis yang bertujuan untuk menghindari penyalahgunaan profesi.

Page 6 of 12 | Total Record : 119