cover
Contact Name
Tri Widayanti
Contact Email
triwida.oku@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
triwida.oku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health Sciences and Pharmacy Journal
ISSN : 26221268     EISSN : 25992015     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Sciences and Pharmacy is journal which is published by Institute of Health Science Surya Global Yogyakarta. This journal is focus on health sciences and pharmacy. It is published three times in year, that is on April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
Kerasionalan penggunaan obat pasien sindrom koroner akut di rumah sakit XYZ Banten Aisyah, Rizka; Hardiana, Iyan; Nurngaini, Ika Yulianti; Tasmin, Taufani
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i2.671

Abstract

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian yang utama. Banyak pasien yang mangalami kematian akibat penyakit jantung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kerasionalan penggunaan obat berdasarkan (tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis) pada pasien Sindrom Koroner Akut (SKA) di Instalasi Rawat Inap Rumah SakitS XYZ Banten Periode Januari-Desember 2016.Penelitian dilaksanakan di RS XYZ Banten dengan jenis penelitian menggunakan deskriptif dengan melihat data rekam medis pasien sindrom koroner akut dengan rancangan desain retrospektif, serta pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling total sampling Januari-Desember 2016. Berdasarkan hasil penelitian, diagnosis penyakit SKA yang paling banyak adalah Unstable Angina Pectoris (UAP) sebanyak 36 orang (49,32%), Kategori umur yang paling banyak di diagnosa SKA yaitu 46-55 th sebanyak 29 orang (39,73%). Pasien SKA yang paling banyak dengan diagnosis ST Elevation Myocard Infark (STEMI) sebanyak 23 orang (31,51%), dan Non-ST Elevation Myocard Infark (N-STEMI) sebanyak 14 orang (19,18%). Berdasarkan jenis kelamin laki-laki 52 orang (71,23%) dan perempuan 21 orang (28,77) dan ditemukan kejadian Drug Related Problem dengan kategori penggunaan obat tanpa indikasi sebanyak 2 pasien (7,59%). Kerasionalan penggunaan obat SKA pada pasien berdasarkan kriteria tepat indikasi (100%), tepat obat (100%), tepat pasien (100%), dan tepat dosis (92,41%). Kerasionalan penggunaan obat pada pasien sindrom koroner akut sudah rasional. Kata kunci: Rasionalitas pengobatan; sindrom koroner akut
Keluhan Computer Vision Syndrom (CVS) pada karyawan BBTKLPP Yogyakarta Mumtaz, Muhammad Azriel; Tursilowati, Sri Yuni
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i2.698

Abstract

Menurut Kementrian Kesehatan RI 2019, computer vision syndrom (CVS) yaitu kumpulan gejala pada mata dan juga leher akibat penggunaan komputer atau layar monitor yang berlebihan. Layar monitor atau VDT (Visual Display Terminal) merupakan sekumpulan alat, termasuk komputer, laptop, smartphone, tablet dan konsol. Adanya keluhan subyektif yang mengarah pada kelelahan mata setelah penggunaan komputer seperti mata gatal, mata panas, mata kemerahan, penglihatan kabur, hingga sakit kepala dengan lama penggunaan komputer 2-6 jam serta jarak pandang sulit dikontrol sesuai standar OSHA (46-61) cm untuk bekerja dan yang menjadi titik berat adalah faktor individu dan komputer. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan durasi penggunaan komputer dan jarak pandang mata terhadap komputer dengan keluhan Computer Vision Syndrome (CVS) pada karyawan BBTKLPP Yogyakarta tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional, dengan menggunakan pendekatan survei analitik. Total populasi sebanyak 106 aparatur sipil negara BBTKLPP Yogyakarta dan diambil 84 sampel dengan pengambilan metode purposive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner CVS-Q kemudian dianalisis dengan uji statistik Chi-Square. Nilai signifikan durasi dengan timbulnya keluhan computer vision syndrom (CVS) 0.013 < 0.05 dan jarak pandang dengan dengan timbulnya keluhan computer vision syndrom (CVS) sebesar 0.026 < 0.05. Secara simultan mempunyai hubungan dengan timbulnya keluhan computer vision syndrom (CVS) pada karyawan BBTKLPP Yogyakarta. Hal tersebut dapat dibuktikkan nilai signifikan < 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan durasi dengan timbulnya keluhan computer vision syndrom (CVS) dan ada hubungan jarak pandang dengan timbulnya keluhan computer vision syndrom (CVS).
Pemanfaatan serbuk biji pepaya dalam pengolahan air Sungai Manunggal Kota Yogyakarta Kumalasari, Vita
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i1.914

Abstract

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta tahun 2021 air Sungai Manunggal Kota Yogyakarta termasuk dalam kategori cemar berat, dengan kandungan COD 31,14 mg/L, BOD 10,88 mg/L, nitrit 0,59 mg/L dan total coliform 6.325.000 MPN/100 mL pada titik pantau Jembatan Mangkukusuman. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan COD, BOD, nitrit dan total coliform dalam air Sungai Manunggal melebihi baku mutu kelas II menurut Peraturan Gubernur DIY Nomor 20 Tahun 2008, sehingga jika akan digunakan harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Kandungan senyawa aktif alkaloid, flavonoid, glikosida antrakinon, tanin, triterpenoid atau steroid, saponin dalam serbuk biji pepaya menjadikannya berpotensi sebagai biokoagulan dan desinfektan alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dari serbuk biji pepaya pada konsentrasi 6 gr/L, 6,5 gr/L dan 7 gr/L dalam menurunkan kandungan COD, BOD, nitrit dan total coliform dalam sampel air Sungai Manunggal. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan Pretest-Posttest Control Group Design, kemudian dihitung efisiensinya. Sampel air yang digunakan diambil dari Sungai Manunggal pada titik pantau jembatan Mangkukusuman Kota Yogyakarta. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk biji pepaya dengan dosis 6 gr/mL, 6,5 gr/mL dan 7 gr/mL efektif menurunkan kandungan nitrit dan total Coliform, tetapi tidak efektif menurunkan kandungan COD dan BOD dalam sampel air Sungai Manunggal Kota Yogyakarta. Kata kunci : Biokoagulan; desinfektan; serbuk biji pepaya
Kajian potensi interaksi obat pada peresepan diabetes melitus Zulfa, Ilil Maidatuz; Rumangkang, Rizky Kurnia
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i1.940

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi yang terus meningkat. Komplikasi dan komorbid yang = banyak muncul pada penderita DM menyebabkan pengobatan dengan polifarmasi tidak dapat dihindari. Adanya polifarmasi akan meningkatkan potensi interaksi obat (IO) yang kemungkinan dapat meningkatkan reaksi obat merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kejadian IO pada peresepan DM di salah satu apotek di Kota Surabaya, Jawa Timur. Potensi IO dari 116 lembar resep dianalisis menggunakan online interaction checker drugs.com. Prevalensi, keparahan, mekanisme, serta manifestasi potensi IO dianalisis secara deskriptif. Dari jumlah lembar resep tersebut potensi IO ditemukan pada 67 lembar resep (57,7%) sebanyak 124 potensi kejadian. Mayoritas potensi IO adalah interaksi farmakodinamik (93,6%) dan memiliki keparahan moderat (87,1%). Kombinasi obat berpotensi IO yang paling banyak diresepkan adalah metformin dan glimepiride yaitu sebanyak 32,3% yang memiliki manifestasi peningkatan hipoglikemi. Pengontrolan kadar gula darah pasien DM secara rutin sangat diperlukan untuk mencegah timbulnya resiko yang tidak diinginkan karena hipoglikemia. Selain itu, dalam pelayanan resep diabetes hendaknya informasi tentang monitoring kadar gula darah dan gejala hipoglikemia disampaikan kepada pasien terkait tingginya potensi IO dengan manifestasi peningkatan resiko hipoglikemia. Kata kunci: Diabetes melitus; interaksi obat; peresepan.
Implementasi pelayanan lanjut usia Puskesmas Mergangsan Ispandiyah, Woro; Endartiwi, Sri Sularsih
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i1.957

Abstract

Peningkatan jumlah lansia di Yogyakarta menjadikan perhatian pemerintah dengan berbagai peraturan yang dikeluarkan sebagai jaminan kesehatan lansia. Kebijakan tersebut salah satunya diimplementasikan dalam Puskesmas sebagai pemberi pelayanan lansia terintegrasi. Puskesmas Mergangsan Yogyakarta menjalan pelayanan lansia. Namun pada masa Endemi Covid-19 mengalami penurunan capaian. Tujuan penelitian untuk menganalisis implementasi kebijakan pelayanan lanjut usia masa endemi Covid-19 di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif (mix method) dengan desain konvergen. Studi Kuantitaf dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 60 pasien lanjut usia yang berkunjung di Puskesmas Mergangsan Yogyakarta. Studi kualitatif dilakukan dengan wawancara pada informan terdiri 1 penanggung jawab program, 1 pelaksana lapangan dan 3 pasien lansia. Analisis data kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa mayoritas pasien lansia merasakan kepuasan dalam mendapatkan layanan lansia dan sejalan dengan hasil study kualitatif yang mana implementasi kebijakan pada masa endemi covid-19 sudah dilakukan dengan baik, walaupun masih terdapat pasien yang kurang tertib dalam melaksanakan peraturan baru dan terlibat aktif dalam kegiatan skrining kesehatan. Penelitian ini menunjukkan pentingnya implementasi kebijakan lansia integrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan lansia dan kualitas kesehatan untuk lansia di Puskesmas.
Pengetahuan dan pola makan dengan status gizi siswa SMA Negeri 1 Banguntapan Fitri Anikasari; Anggoro, Sarni
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.960

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan dengan mewawancarai 10 responden dari kelas XI IPS 3, didapatkan hasil 1 siswa telah mengetahui tentang pengetahuan gizi, sedangkan 9 siswa lainnya belum mengetahui tentang pengetahuan gizi. Diketahui pula, dari 10 siswa ini jarang mengkonsumsi sayur dan buah-buahan, dan sering konsumsi makanan cepat saji. Setelah dikaji lebih lanjut terdapat 1 siswa yang tergolong obesitas dan 2 gizi kurang. Sudah banyak penelitian yang mengkaji tentang hubungan pengetahuan dan pola makan dengan status gizi, namun masing-masing daerah biasanya memiliki karakterisitik tersendiri terkait tema tersebut, dengan ini perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan pengetahuan dan pola makan dengan status gizi siswa di SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul. Tujuan penelitian, untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pola makan dengan status gizi pada Siswa SMA Negeri 1 Banguntapan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 109 siswa kelas XI IPS Negeri 1 Banguntapan Bantul Yogyakarta. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner, timbangan injak, Microtosie. Analisa data menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan status gizi dengan nilai p-value (0,026)<(0,05) dan tidak ada hubungan antara pola makan dengan status gizi dengan nilai p-value (0,921)>(0,05). Disimpulkan dari penelitian yang dilakukan yakni ada hubungan antara pengetahuan dengan status gizi siswa dan tidak adanya hubungan antara pola makan dengan status gizi siswa SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul
Evaluasi penggunaan antikoagulan pasien Covid-19 di RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta Anggraeni, Dyah
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i1.973

Abstract

ABSTRAK Corona virus pertama kali dilaporkan di Wuhan, provinsi Hubei Cina. Penyakit Covid-19 disebabkan oleh infeksi virus novel corona yang dinamakan Severe Acute Respiratory Syndrom Corona Virus-2 (SARS-CoV-2). Menurut WHO pada Desember 2021, total kasus COVID-19 global saat ini mencapai 266,504,411 kasus. Antikoagulan profilaksis diberikan selama pasien Covid-19 dirawat. Jika kondisi pasien membaik, dapat mobilisasi aktif dan penilaian ulang tidak didapatkan risiko trombosis yang tinggi, maka antikoagulan profilaksis dapat dihentikan. Desain penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional deskriptif-analitik dengan pengambilan data secara retrospektif, dengan pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Populasi yang didapat sejumlah 164 pasien, untuk sampel sebanyak 116 menggunakan rumus slovin. Hasil yang didapatkan adalah jumlah pasien terbanyak berjenis kelamin laki-laki 66 (56,89%). Usia terbanyak adalah 45-59 tahun sebanyak 80 pasien (68,96%). Length Of Stay terbanyak adalah kurang dari 10 hari 83 pasien (71,55%). Dengan penyakit penyerta terbanyak DM sebanyak 25 orang (33,33%). Penggunaan Antikogulan terbanyak adalah heparin sebanyak 112 (96,55%) dengan durasi kurang dari 7 hari. Untuk penggunaan antikoagulan terbanyak adalah heparin dengan rute pemberian sub kutan dengan dosis 2 x1 CC. Regimen penggunaan antikogulan adalah Tidak Tepat sebanyak 27 (23,3%) pasien dan Tepat sebanyak 89 (76,7%) pasien. Hubungan ketepatan regimen dengan perbaikan klinis (D-Dimer, APTT DAN PPT) diuji secara chi-square dengan tingkat kemaknaan 5 % dan didapatkan hasil D-Dimer p=0,00, APTT p=0,235, PPT p=0,272 dan efek samping p= 0,196, Dimana p<0,05 ada hubungan antara ketepatan regimen dengan pebaikan klinik D-Dimer dan p>0,05 tidak hubungan antara ketepatan regimen antikogulan dengan perbaikan APTT, PPT dan efek samping. Kata kunci: Antikoagulan; Covid-19; Evaluasi; PKU Muhammadiyah
Efektivias temu ireng (Curcuma aeruginosa) terhadap lama kematian cacing gilik Fardani, Nabil Radif; Zulfa, Fajriati; Irmarahayu, Agneta; Setyaningsih, Yuni; Ubaidillah, Ubaidillah
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i1.976

Abstract

Infeksi cacing merupakan penyakit yang paling sering terjadi di dunia, salah satunya adalah askariasis. Pengobatan askariasis dengan menggunakan obat antelmintik dapat menimbulkan berbagai efek negatif. Penggunaan tanaman berkhasiat merupakan salah satu alternatif untuk meminimalkan adanya efek negatif karena pemberian obat sintetis, salah satunya adalah rimpang temu ireng (Curcuma aeruginosa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui LT100 dari berbagai konsentrasi ekstrak etanol temu ireng terhadap A. galli secara in vitro. Jenis penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan desain post-test control group design only. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol temu ireng yang diuji dengan konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dan 75% yang diuji efektivitasnya terhadap kematian cacing A. galli, dan dibandingkan dengan kelompok kontrol positif pirantel pamoat 1% dan kontrol negatif NaCl 0,9% dengan 4 kali pengulangan. Hasil menunjukkan dengan uji repeated ANOVA dan didapatkan P<0,05 yang dilanjutkan dengan uji post-hoc didapatkan hasil tidak signifikan pada sebagian kelompok. LT100 didapat pada tiap konsentrasi yaitu pada konsentrasi 10% selama 9,96348 jam, konsentrasi 20% selama 7,49469 jam, konsentrasi 30% selama 6,87317 jam, konsentrasi 40% selama 7,18526 jam, konsentrasi 50% selama 6,54932 jam, konsentrasi 75% selama 4,53529 jam, dan kontrol positif pirantel pamoat 1% selama 4,10065 jam. Kesimpulannya bahwa Nilai LT100 paling cepat dari ekstrak temu ireng (C. aeruginosa) adalah pada konsentrasi 75% dengan waktu 4 jam, 32 menit, dan 32 detik, dibandingkan dengan kontrol positif pirantel pamoat 1% yaitu 4 jam, 6 menit, dan 6 detik. Hal ini disebabkan karena adanya senyawa tanin, saponin, monoterpene, dan seskuiterpene dalam ekstrak temu ireng. Kata kunci: Antelmintik; Ascaridia galli; Curcuma aeruginosa; lethal time
Efektivitas ekstrak daun kunyit (Curcuma longa Linn.) sebagai antifungi terhadap Trichophyton rubrum Sungkar, Mustofa Lukman; Setyaningsih, Yuni; Razi, Fachri; Zulfa, Fajriati
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i1.994

Abstract

Trichophyton rubrum, salah satu jamur dermatofita yang umum ditemukan di Indonesia, menghadirkan tantangan besar yang memerlukan solusi efektif. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian yang berfokus pada sifat antijamur dari ekstrak daun kunyit (Curcuma longa Linn.) menawarkan potensi yang menjanjikan untuk mengobati infeksi kulit dermatofit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas ekstrak etanol daun kunyit sebagai antijamur terhadap pertumbuhan Trichophyton rubrum secara in-vitro. Menggunakan pendekatan eksperimental dengan desain post-test-only control group, berbagai konsentrasi ekstrak daun kunyit (10%, 20%, 30%, dan 40%) diperiksa bersama kontrol negatif dan positif (aquades dan ketokonazol 2%). Diameter zona hambat pertumbuhan pada media Sabouraud Dextrose Agar diukur dengan menggunakan metode sumur. Analisis menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan signifikansi statistik (P <0,05), diikuti dengan uji Post Hoc Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan potensi penghambatan ekstrak daun kunyit terhadap pertumbuhan jamur, dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% menunjukkan kekuatan penghambatan ringan, dan 40% menunjukkan kekuatan penghambatan sedang. Variasi hasil dipengaruhi oleh konsentrasi ekstrak dan waktu inkubasi. Khususnya, konsentrasi yang paling efektif adalah 40%, menunjukkan diameter zona hambat berukuran sedang sebesar 8,3625 mm pada 24 jam dan 7,84 mm pada 48 jam, melampaui konsentrasi lainnya. Khasiat ini dapat dikaitkan dengan adanya senyawa seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenol, dan triterpenoid dalam ekstrak daun kunyit, yang secara kolektif berkontribusi terhadap sifat antijamurnya. Kata kunci: Ekstrak daun kunyit; metode sumuran; Tricophyton rubrum; zona hambat
Analisis efektivitas biaya terapi anemia pada pasien hemodialisis GGK di RS X Purnomo, Lenis Sufiya; Dewi, Lucia Vita Inandha; Hanifah, Inaratul Rizkhy
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i1.995

Abstract

Pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK) yang menjalani hemodialisis akan mengalami komplikasi anemia, maka membutuhkan terapi anemia yaitu terapi tunggal Asam Folat dan terapi kombinasi Asam Folat –Eritropoietin (EPO). Meskipun terdapat perbedaan dari segi biaya dan efektivitas, keduanya masih menjadi pilihan utama dalam pengobatan. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa terapi kombinasi terbukti lebih efektif dari terapi tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terapi mana yang lebih cost effective.Pengambilan data sudah dilakukan bulan Agustus 2023, dengan sampel pasien anemia yang terdiagnosa GGK dan sedang menjalani hemodialisis di bulan Januari-Desember 2022. Data diambil secara retrospektif dari rekam medis dan billing. Analisis efektivitas biaya dilakukan dengan menghitung biaya medis langsung, efektivitas terapi, nilai Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER) serta dilakukan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan terapi kombinasi Asam Folat-Eritropoietin (EPO) lebih efektif dengan persentase sebesar 53% dibandingkan dengan terapi tunggal Asam Folat sebesar 46%. Rata-rata biaya medis terapi tunggal sebesar Rp911.835,00 dan terapi kombinasi Asam Folat-Eritropoietin (EPO) sebesar Rp1.155.769,00 dengan nilai ACER Rp2.183.119,00. Maka disimpulkan terapi kombinasi paling cost effective dengan nilai ICER Rp3.593.961,00 per persen aktivitas. Kata kunci: Anemia; asam folat; eritropoietin

Page 10 of 17 | Total Record : 166