cover
Contact Name
Tri Widayanti
Contact Email
triwida.oku@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
triwida.oku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health Sciences and Pharmacy Journal
ISSN : 26221268     EISSN : 25992015     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Sciences and Pharmacy is journal which is published by Institute of Health Science Surya Global Yogyakarta. This journal is focus on health sciences and pharmacy. It is published three times in year, that is on April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
Pendidikan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan santri tentang Scabies Setyorini, Andri; Lutfiah, Rahmiati; Hartiningsih, Sri Nur
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v6i3.746

Abstract

Scabies is a skin disease with a high incidence and prevalence worldwide, especially in tropical and subtropical climates. Islamic boarding school is a place that can facilitate the emergence of various skin diseases, one of which is scabies which can be caused by bad habits. Knowledge certainly has a role to play in prevention by practicing good personal hygiene. Providing health education can be used to improve health status. This study aims to determine the effect of health education on scabies on the level of knowledge of students at the Al I'tishom Islamic boarding school Gunung Kidul Yogyakarta. This research is a pre-experimental research with one group pre-post-test design. The population in this study were students aged 11-15 years at the Al I'tishom Islamic boarding school in Gunung Kidul Yogyakarta. The sample in this study amounted to 34 respondents who were determined using the Issac and Michael formula and the sample was taken using a simple random sampling technique. This study used the Wilcoxon Signed Rank Test. The result of this study is the level of knowledge students about scabies at the Al I'tishom Islamic boarding school Gunung Kidul Yogyakarta before health education about scabies was carried out was the majority in the sufficient category, namely as many as 28 respondents (80%), the level of knowledge of students about scabies at the Al I'tishom Islamic boarding school Gunung Kidul Yogyakarta after The majority of health education on scabies was conducted in the good category, namely 23 respondents (65.71%). The conclusion in this study was that there is an effect of Health education on scabies on the level of knowledge of students at Al I'tishom Islamic boarding school Gunung Kidul Yogyakarta.
Determination of Physical Chemical Properties and Antioxidant Potential of Bajakah Tampala Herbal Tea (Spatholobus littoralis Hassk) Hartanti, Lucky; Rafdinal, Rafdinal; Ashari, Asri Mulya; Apindiati, Rita Kurnia; Tavita, Gusti Eva; Fadliah Nur, Andi Denisa; Warsidah, Warsidah
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v6i3.764

Abstract

Herbal tea is one of the functional drinks, which is consumed for the purpose of preventing or treating disease. The number of side effects that arise from the consumption of drugs made from synthetic or chemical materials has led to a tendency for people to return to consuming herbal plants as a solution to health problems. The purpose of this study is to make tea from the roots of tampala (Spatholobus littoralis Hassk) and to test the physical and chemical properties, organoleptic examination and determination of antioxidant activity. Testing of physical and chemical properties including water content, ash content and pH of the preparation, organoleptic examination including taste and odor and color of the brewed solution and determination of antioxidant activity was carried out using the DPPH method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil). The results of the physicochemical test of tampala tea showed that a pH of 6.8, water content of 7.63%, ash content of 7.7%. On organoleptic examination, the tea using the brewed water showed a slightly sour taste, a characteristic wood smell and a brownish yellow color. Based on the physical and chemical character of the tampala herbal tea test results, it meets the requirements of SNI No. 3836 of the 2013 National Standardization Agency, while the antioxidant test results of the tampala herbal tea was obtained an IC50 value (Inhibition Concentration 50) of 89.63 ppm, included in the category of strong antioxidant potential, because it is in the category of strong antioxidant potential. in the range of 50-100 ppm.
Perforasi gaster: case report Rima Oktavia, Anissya; Arifin, Mohammad; Kosasih, Bay Hepi
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i2.981

Abstract

Perforasi gaster merupakan suatu keadaan yang ditandai dengan destruksi pada dinding gaster yang mengakibatkan adanya hubungan antara lumen gaster dan kavum peritoneum. Dua faktor utama yang terlibat dalam etiologi adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDS) dan Helicobacter pylori (H. pylori). Diagnosis dan tatalaksana yang tepat diperlukan dalam menangani kasus ini. Jenis studi ini adalah laporan kasus yang bertujuan untuk menggambarkan kasus perforasi gaster pada seorang pasien berusia 82 tahun. Studi ini dilakukan di RSUD R.A.A Soewondo Pati dan subjek dalam studi ini yaitu seorang perempuan berusia 82 tahun yang datang ke IGD dengan keluhan nyeri seluruh lapang abdomen. Nyeri perut dirasakan seperti ditusuk-tusuk, memberat bila bergerak atau batuk. Laporan kasus ini cenderung memperhatikan permasalahan dan gambaran penatalaksanaanya terutama di RSUD R.A.A Soewondo Pati terhadap kasus yang ditemukan. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang, pasien didiagnosis dengan peritonitis et causa perforasi organ berongga. Gejala paling umum yang dapat muncul adalah distensi dan nyeri pada abdomen. Alat pemeriksaan berupa pemeriksaan fisik, pemeriksaan tanda vital, pemeriksaan rectal touche, pemerikaan penunjang laboratorium dan radiologi pada pasien. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil laporan kasus menunjukkan kasus peritonitis gaster pada perempuan berusia 82 tahun dengan diagnosis akhir pasien adalah peritonitis et causa perforasi gaster dan dilakukan tatalaksana laparotomi dan didapatkan adanya perforasi corpus gaster berukuran ±2x1 cm dan dilakukan penutupan pada bagian yang mengalami perforasi. Tindakan pembedahan yang dilakukan memberikan perbaikan pada gejala.
Tatalaksana terkini krisis tiroid: case report Irawan, Budi; Mulyono, Eddy; Suprabowo, Salomo Hizkia; Mulyadi, Ezra Michael; Ghufira, Nanda
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i2.983

Abstract

Krisis tiroid merupakan kegawatdaruratan dalam bidang endokrin yang paling sering dijumpai dengan angka morbiditas dan mortalitas yang sangat tinggi. Tercatat kurang dari 10% insiden krisis tiroid dari total pasien tirotoksitosis yang dirawat di rumah sakit, namun krisis tiroid ini angka mortalitasnya sebesar 20-30%. Penanganan pada kasus ini dengan tujuan membatasi produksi hormon tiroid yang berlebihan dengan cara menekan produksi atau merusak jaringan tiroid. Jenis penelitian ini adalah laporan kasus yang cenderung memperhatikan permasalahan dan gambaran penatalaksanaanya terutama di RSUD R.A.A Soewondo Pati terhadap kasus yang ingin ditemukan. Subjek dalam laporan kasus ini yaitu seorang perempuan berusia 53 tahun datang ke IGD RSUD RAA Soewondo Pati dengan keluhan demam. Alat pemeriksaan berupa pemeriksaan fisik dan alat pemeriksaan laboratorium. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan kriteria Burch dan Wartofsky. Hasil analisis diperoleh skor kriteria Burch dan Wartofsky thermoregulatory dysfunction 37,9C skor +10, cardivascular HR 112x/mnt skor +10, atrial fibrilation skor +10, congestive heart failure Absent skor 0, gastrointestinal-hepatic dysfunction moderate skor +10, central nervous system disturbance skor +10, precipitating event skor 0, didapatkan total skor >45. Pada pemeriksaan EKG didapatkan gambaran atrial fibrilasi. Pada pemeriksaan penunjang darah lengkap didapatkan trombositopenia, leukositosis, hiponatremi, hipokloremia, CKMB 45 (<25), TSH <0,10 (0,25-0,50), total T3 3,51 (0,9-2.33), total T4 195,9 (57,9-150,6), eosinofil 0,10 (2-4%), neutrofil 74,90 (50-70%), limfosit 14,2 (25-40%), monosit 10,70 (2-8%). Pengelolaan secara agresif dilakukan secara intensif dengan pemantauan ketat di intensive care unit (ICU).
Manajemen krisis Myasthenia: case report Mulyadi, Ezra Michael; Sari, Naomi Ditya; Dewi, Hapsari Kartika; Mufadhdhal, Raihan Adham; Suprabowo, Salomo Hizkia
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i2.984

Abstract

Miastenia gravis (MG) merupakan sebuah kondisi autoimun yang diakibatkan oleh antibodi pada asetilkolin (ACh) dimana mempengaruhi kerja dari otot skelet pada tautan otot saraf. Hal ini dapat mengakibatkan kelemahan kerja otot, termasuk kerja dari otot pernafasan. Komplikasi yang dapat terjadi dari MG salah satunya yakni krisis myasthenia yang mengarah terjadinya kegagalan pernafasan. Prevalensi kasus ialah 2-7 kasus tiap 10.000 orang dengan kejadian lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan kasus myasthenia gravis (MG) pada seorang pasien berusia 38 tahun. Penelitian ini merupakan laporan kasus yang berfokus pada gambaran penatalaksanaan dan permasalahan di RSUD R.A.A. Soewondo Pati terhadap kasus yang diteliti. Subjek dalam laporan ini adalah seorang perempuan berusia 38 tahun yang datang ke instalasi gawat darurat (IGD) dengan riwayat perawatan rutin untuk myasthenia gravis (MG). Pasien mengeluhkan sesak napas, kesulitan menelan, serta kelemahan pada seluruh tubuh. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisik, tes Wartenberg, dan tes menghitung (counting test). Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif. Hasil laporan menunjukkan bahwa dari pemeriksaan fisik, kondisi umum pasien tampak lemah dengan Glasgow Coma Scale (GCS) E4M6V5. Tanda-tanda vital mencatat tekanan darah 154/90 mmHg, denyut jantung 95 kali/menit, laju pernapasan 26 kali/menit, suhu tubuh 36,6°C, dan saturasi oksigen 95%. Pada Wartenberg test dan counting test, hasil pemeriksaan menunjukkan hasil positif. Pemeriksaan status neurologis mengungkapkan adanya gangguan pada saraf okulomotorius berupa ptosis yang disertai diplopia. Adapun perawatan yang telah dijalani oleh pasien meliputi pemberian Mestinon dan Metilprednisolon.
Embolisme paru pada gagal jantung: case report Yakin, Moh Niko Fajrul; Mulyono, Eddy; Wicaksono, Haryo Nindito; Mufadhdhal, Raihan Adham; Akbar, Alpin Maulana
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i2.986

Abstract

Emboli paru merupakan peristiwa infark jaringan paru akibat tersumbatnya pembuluh darah arteri pulmonalis akibat peristiwa emboli. Emboli Paru dan gagal jantung akut tidak hanya memiliki gambaran klinis yang mirip namun juga memiliki banyak faktor risiko dan mekanisme patofisiologi yang sama. Evaluasi pasien gagal jantung dengan dugaan emboli paru akut adalah tantangan karena adanya tumpang tindih gejala dan tanda dari kedua gangguan tersebut. Peningkatan risiko VTE pada gagal jantung disebabkan oleh dua faktor utama, yaitu penurunan aliran darah yang disebabkan oleh rendahnya curah jantung dan kelainan hemostasis. Jenis penelitian ini adalah laporan kasus yang dilaksanakan berdasarkan Surat Uji Etik yang dikeluarkan oleh UPT RSUD R.A.A Soewondo Pati No. 800/4192/0110 pada tanggal 21 Desember 2023. Laporan ini dilakukan di RSUD R.A.A Soewondo Pati dengan subjek seorang laki-laki berusia 60 tahun yang telah menjalani terapi farmakologis. Alat pemeriksaan yang digunakan meliputi pemeriksaan fisik, EKG, dan CT-Scan Thoraks. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis deskriptif untuk menggambarkan temuan dari laporan kasus ini. Hasil laporan satu kasus menunjukkan bahwa pasien didiagnosis sebagai emboli paru dengan gagal jantung. Penanganan pada kasus ini dengan memberikan terapi tatalaksana ceftriaxone 1x2gr, Forixstra 1x 2,5mg, Digoxin 2x 0,25mg, Aspilet 1x80mg, Miniaspi 1x80 mg, Nitrocaf 1x2,5 mg, Lansoprazole 1x30mg. Pasien emboli paru dengan gagal jantung mungkin memerlukan agen dengan campuran vasopresor dan sifat inotropik seperti norepinefrin, epinefrin, atau dopamin.
Ensefalitis dengan status epileptikus: case report Permana, Muhammad Rizal; Sunaryo, Sunaryo; Yakin, Moh Niko Fajrul; Aditya, Klinandhi Jason; Kosasih, Bay Hepi
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i2.988

Abstract

Ensefalitis adalah suatu proses inflamasi pada parenkim otak yang biasanya merupakan suatu proses akut. Ensefalitis merupakan hasil dari inflamasi parenkim otak yang dapat menyebabkan disfungsi serebral. Status Epilepticus (SE) pada keadaan ensefalitis memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan SE karena etiologilain. Jenis penelitian ini adalah laporan kasus. Laporan kasus ini cenderung memperhatikan permasalahan dan gambaran penatalaksanaanya, terhadap kasus yang ingin. Studi ini dilaksanakan berdasarkan surat uji etik yang dikeluarkan oleh UPT RSUD R.A.A Soewondo Pati No. 800/4192/013 pada tanggal 21 Desember 2023. Subjek dalam laporan kasus ini yaitu seorang seorang laki-laki usia 23 tahun dibawa keluarganya datang ke IGD dengan keluhan penurunan kesadaran. Alat pemeriksaan yang dilakukan yakni pemeriksaan fisik, pemeriksaan neurologis, dan pemerikaan penunjang laboratorium dan radiologi pada pasien. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil laporan kasus menunjukkan diagnosa status epilepticus. Pasien kemudian diberikan antikonvulsan fenitoin untuk kontrol kejang. Selain pengobatan SE itu sendiri, perlu juga dilakukan pengobatan terhadap penyebabnya, dalam hal ini mencakup antimicrobial. Idealnya, punksi lumbal harus dilakukan segera pada pasien yang diduga mengalami infeksi otak, dan pengobatan empiris segera dimulai setelahnya.
Tiga besar prioritas penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) Apriliyan, Afandi Setia; Wahyono, Tri Yunis Miko; Kusnadi, Bai
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i2.1197

Abstract

Berdasarkan data pada Oktober 2023, Kota Bogor mengidentifikasi 7 kasus penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I): 260 kasus campak, 3 kasus rubella, 1 kasus tetanus neonatorum, 3 kasus pertusis, 1 kasus klinis difteri, dan 94 kasus hepatitis B. Studi epidemiologi, termasuk analisis situasi, diperlukan untuk memahami masalah PD3I, termasuk penyebab dan faktor yang mempengaruhi, serta menentukan prioritas masalah kesehatan. Analisis situasi dilakukan di Kota Bogor, menggunakan studi assessment dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penilaian menggunakan PAHO-adoapted Hanlon yang melibatkan 14 responden dari Dinas Kesehatan Kota Bogor dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Bogor. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan kuesioner, regulasi, dan laporan melalui sumber primer dan sekunder. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan responden. Hasil penilaian mengidentifikasi tiga masalah prioritas utama untuk PD3I di Kota Bogor: Campak, Hepatitis B, dan Tetanus Neonatorum. Campak dipilih sebagai masalah prioritas untuk PD3I. Terdapat 340 kasus campak terkonfirmasi pada bulan November dengan angka insidensi sebesar 32,3 per 100.000 penduduk, 9 kali lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Tantangan termasuk keterlibatan kader kesehatan yang tidak memadai dalam deteksi, pelatihan PD3I yang tidak mencukupi untuk staf Puskesmas karena keterbatasan anggaran dan tingginya pergantian, penolakan masyarakat terhadap imunisasi karena keyakinan tertentu, dan kurangnya studi tentang masalah tersebut. Campak memerlukan perhatian segera. Rekomendasi untuk meningkatkan deteksi dini dan pengendalian risiko, memastikan rasio tenaga kesehatan dan pelatihan, mengalokasikan anggaran untuk pelatihan surveilans PD3I dan surveilans berbasis masyarakat, serta melakukan studi di daerah berisiko tinggi.
Tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan HIV/AIDS pada era pandemi Covid-19 Kurniawati Sambodo, Dwi; Aulia, Siska; Mahmudah, Ani Mashunatul; Wardani, Wahyu Tusi; Murti, Daniek Yulia Setya
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v6i3.1225

Abstract

Human imunodeficiency Virus (HIV) dan Acqured Immune Defficiency (AIDS) telah menjadi masalah darurat global. Didapati data bahwa di seluruh dunia 35 juta orang hidup dengan HIV dan 19 juta orang tidak mengetahui status HIV mereka. Corona Virus Disease (Covid-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Hingga saat ini belum ada studi yang mengaitkan HIV dengan inveksi SARS-CoV-2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pandemi Covid-19 terhadap kepatuhan minum obat ARV pada pasien HIV/AIDS di RSUD Dr. Darsono Kabupaten Pacitan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yang melibatkan pengukuran data kuantitatif dan analisis statistik terhadap objek penelitian. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan media kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa Asymp (2 tailed) menunjukkan hasil 1,00 dengan dasar pengambilan keputusan jika Asymp Sig < 0,05 maka hipotesis diterima dan jika Asymp Sig > 0,05 maka hipotesis ditolak dan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kepatuhan pengobatan HIV/AIDS pada sebelum dan saat pandemi Covid-19 di RSUD Dr. Darsono Kabupaten Pacitan.
Evaluasi penggunaan obat antibiotika pada pasien anak penderita penyakit pneumonia Ramdani, Robby; Kartidjo, Pudjiastuti; P Suherman, Linda; Septiani, Vina; Islamiyah, Alfi Nurul; Rahmi, Adinda
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.977

Abstract

Pneumonia merupakan infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan berbagai mikroorganisme, pneumonia menjadi kematian utama pada balita di seluruh dunia. Antibiotika merupakan terapi utama untuk penyakit pneumonia. Penggunaan antibiotika yang tepat ialah penggunaan antibiotika yang efektif dengan meminimalkan kemungkinan terjadinya resistensi, peningkatan efek terapeutik, serta dapat meminimalkan biaya obat. Penggunaan antibiotika dikatakan rasional apabila memenuhi beberapa kriteria diantaranya yaitu tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat rute pemberian dan tepat interval waktu. Pemberian penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan peningkatan efek samping dan toksisitas antibiotik, pemborosan biaya dan tidak tercapainya tujuan terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan obat antibiotika pada pasien anak penderita penyakit pneumonia. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan mengumpulkan data sekunder berupa rekam medis pasien pneumonia anak, dengan total sampel 54 yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki merupakan jenis kelamin terbanyak yang menderita pneumonia, sedangkan kelompok usia dengan jumlah penderita paling banyak adalah balita. Antibiotik tunggal yang paling banyak digunakan oleh pasien adalah seftriakson sebanyak 10 pasien (18,52%) sedangkan untuk antibiotik kombinasi adalah injeksi ampisilin dan gentamisin sebanyak 13 pasien (24,07%) Ketepatan penggunaan antibiotik dengan parameter 5T untuk kasus pneumonia anak di instalasi rawat inap Rumah Sakit Dustira diperoleh hasil ketepatan indikasi 100%, ketepatan pemilihan obat (100%), ketepatan dosis (100%), ketepatan rute pemberian (100%), dan ketepatan interval waktu pemberian (100%)