cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 355 Documents
Evaluasi Salep Simplisia Daun Kembang Sepatu yang Memiliki Potensi Terhadap Pertumbuhan Rambut Arinata, I Ketut Teguh; Sudira, I Wayan; Samsuri, Samsuri; Merdana, I Made; Dharmayudha, Anak Agung Gde Oka
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.59421

Abstract

Berbagai studi mengenai potensi kembang sepatu sebagai tanaman obat yang memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan rambut telah dilaporkan. Pada penelitian ini dibuat formulasi sediaan topikal yaitu salep dari simplisia daun kembang sepatu dengan bahan dasar hidrokarbon. Pengujian dilakukan untuk melihat kualitas fisik dari sediaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi simplisia terhadap perolehan kualitas salep yang baik serta melihat potensi pembuatan salep menggunakan bahan dasar simplisia daun kembang sepatu. Simplisia daun kembang sepatu dicampur dengan bahan dasar salep hidrokarbon yaitu vaselin alba sehingga membentuk formulasi dengan konsentrasi simplisia yang bervariasi. Pengujian yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan cycling test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perubahan secara organoleptik, tidak homogen, pH 6 yang sesuai dengan pH kulit, daya sebar di bawa standar menyebabkan konsistensi padat, tiga dari empat formulasi lolos standar daya lekat, dan hasil cycling test menunjukkan semua formulasi stabil pada proses penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan konsentrasi simplisia daun kembang sepatu berpengaruh terhadap kualitas salep. Namun, sediaan salep tersebut belum memenuhi standar homogenitas dan daya sebar.
Pengembangan Formula Granul Effervescent Ekstrak Kulit Melinjo (Gnetum gnemon) Sebagai Antioksidan Alami Sagita, Novaliana Devianti; Sani, Afifah Rusyda; Supriadi, Dadih; Sutoro, Meylani; Zaelani, Diki; Pratama, Reza
Majalah Farmasetika Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.62308

Abstract

Fokus pada kesehatan dan pencegahan penyakit telah mendorong pengembangan produk berbahan dasar alami dengan aktivitas antioksidan. Kulit buah melinjo (Gnetum gnemon) mengandung senyawa antioksidan seperti alkaloid, flavonoid, dan saponin, tetapi pemanfaatannya masih minim. Mengembangkan dan mengevaluasi formulasi granul effervescent ekstrak kulit melinjo, serta mengukur aktivitas antioksidannya. Penelitian eksperimental ini menggunakan metode granulasi basah. Tahapan penelitian meliputi skrining fitokimia, formulasi, evaluasi sifat fisik granul, dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Evaluasi mencakup parameter seperti organoleptik, waktu larut, kadar air, laju alir, sudut istirahat, kompresibilitas, pH, tinggi buih, dan volume sedimentasi. Skrining fitokimia menunjukkan adanya alkaloid, flavonoid, dan saponin pada ekstrak kulit melinjo. Semua formula granul memiliki sifat fisik yang memenuhi standar dengan laju alir 4-10 gram/detik), sudut istirahat (20°<α<40°), indeks kompresibilitas (<20%), serta dengan waktu larut rata-rata kurang dari 5 menit dan stabilitas suspensi yang baik dengan pH 5-7. Nilai IC50 menunjukkan aktivitas antioksidan dengan rentang 35,324–40,321 µg/mL, termasuk kategori sangat kuat. Granul effervescent berbasis ekstrak kulit melinjo memiliki potensi sebagai minuman kesehatan dengan aktivitas antioksidan yang baik. Ditunjukkan oleh sifat fisik yang sesuai dan aktivitas antioksidan yang kuat dan F2 memiliki aktivitas antioksidan IC50 paling tinggi sebesar 40,321 ± 0,324 µg/mL dan termasuk kategori sangat kuat.
Formulasi dan Uji Nilai SPF (Sun Protection Factor) Sediaan Gel Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica.L) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Ramlah, Ramlah Ramlah; Arantika, Jane; Deswiaqsa , Kathina
Majalah Farmasetika Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.60061

Abstract

Tabir surya merupakan produk kosmetik yang mengandung bahan fisik atau kimia untuk  mencegah atau mengurangi penyerapan sinar matahari oleh lapisan kulit. Salah satu senyawa alami yang membantu tabir surya melindungi jaringan tanaman dari radiasi matahari adalah senyawa fenolik yang terdapat pada tumbuhan pegagan (Centella asiatica.L). Menggunakan metode eksperimental, penelitian ini melibatkan proses determinasi, penyiapan sampel, sokhletasi dengan pelarut etanol 70%, dan pengujian ekstrak. Selanjutnya, sediaan gel terdiri dari tiga formula yang berbeda dalam konsentrasi  ekstrak daun pegagan masing-masing 3%, 5%, dan 7%. Selama 28 hari, sediaan gel yang telah jadi dievaluasi dengan diperoleh bahwa ketiga formula memenuhi uji stabilitas fisik seperti uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, serta daya lekat. Nilai SPF ditentukan dengan spektrofotometri UV-Vis dengan didapatkan hasil dari ketiga variasi konsentrasi 3%,5%,7% memiliki nilai SPF yang memenuhi standar minimal.
Analisis Kebutuhan Tenaga Kefarmasian Di Depo Farmasi BPJS RSUD Al-Ihsan Tahun 2024 Dengan Metode Workload Indicator Staffing Need (WISN) Saepudin, Annisa Hafizhah; Febriana, Ellin; Fauzia, Intan
Majalah Farmasetika Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.63857

Abstract

Rumah Sakit adalah fasilitas kesehatan yang melakukan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dengan tujuan meningkatkatkan kualitas hidup pasien. Rumah sakit terdiri dari berbagai Instalasi salah satunya adalah Instalasi farmasi yang menunjang terwujudnya pelayanan yang bermutu di rumah sakit. Sumber daya manusia yang kompeten dan terampil merupakan peran penting yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pelayanan kefarmasian di rumah sakit, yaitu apoteker dan tenaga vokasi farmasi sehingga tujuan pelayanan kefarmasian yang bermutu dapat tercapai dengan baik. Oleh karena itu jumlah sumber daya manusia di dalam pelaksanaan pelayanan kefarmasian di rumah sakit harus seimbang dengan beban kerja yang dimiliki karena beban kerja yang berlebih dapat menyebabkan turunnya kualitas pelayanan yang dapat berdampak pada mutu rumah sakit sendiri. Metode Workload Indicator Staffing Need (WISN) menjadi salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis jumlah kebutuhan SDM di fasilitas kesehatan. Analisis kebutuhan apoteker dan tenaga vokasi farmasi (TVF) di Depo Farmasi BPJS RSUD Al-Ihsan dilakukan dengan metode WISN dan hasil yang didapatkan jumlah kebutuhan apoteker adalah 12-13 apoteker dengan rasio WISN-nya adalah 0,56, sedangkan jumlah kebutuhan TVF adalah 99 TVF dengan rasio WISN-nya adalah 0,08. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka rasio WISN memiliki nilai < 1 yang menunjukkan jumlah SDM apoteker dan TVF belum mencukupi beban kerja yang ada sehingga RSUD Al-Ihsan perlu melakukan pertimbangan kembali terkait jumlah, penempatan, maupun beban kerja yang dimiliki Depo Farmasi BPJS agar pelayanan kefarmasian tetap dilaksanakan secara maksimal dalam mewujudkan pelayanan yang bermutu bagi pasien RSUD Al-Ihsan.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian di UPTD Puskesmas Purwoyoso Kota Semarang setyawan, adjie surya; Martarahardja, Sawaldi; Hariati, Hariati
Majalah Farmasetika Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i3.64517

Abstract

Pelayanan kefarmasian yang berkualitas menjadi aspek yang penting dalam peningkatan utu layanan di sebuah Puskesmas. Karakteristik pasien dan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di UPTD Puskesmas Purwoyoso, Kota Semarang, adalah tujuan dari penelitian ini.  Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif non-eksperimenal dengan mengumpulkan 96 pasien atau keluarga pasien yang melakukan penebusan resep dari Mei hingga Juni 2025. Karakteristik responden didiomnasi oleh perempuan sebanyak 60,42% dengan rentan usia 46 – 55 tahun (25%, pendidikan SMA sebanyak 49,38% dan menjadi ibu rumah tangga (32,29%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien sangat puas dengan pelayanan kefarmasian di Puskesmas Purwoyoso, dengan skor kepuasan rata-rata 95,21%. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian di Puskesmas Purwoyoso masih membutuhkan evaluasi berkala pada aspek kehandalan dalam memberikan informasi obat.
Narrative Review: Analisis Mapping Suhu di Ruang Penyimpanan Pedagang Besar Farmasi (PBF) Bonor, Toga; Ahadi, Husna Muharram; Mulyasyari, Ade Irma; Pratiwi, Rimadani
Majalah Farmasetika Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.62328

Abstract

Obat merupakan aspek penting dalam menunjang derajat kesehatan manusia, sehingga memerlukan penjagaan kualitas obat dari hulu ke hilir yang salah satunya penyimpanan. Ruang penyimpanan perlu dilakukannya pemantauan untuk menjaga kualitas dari obat yang disimpan. Kajian literatur ini membahas mapping suhu yang dilakukan pada ruang penyimpanan berbagai PBF (Pedagang besar Farmasi) di kota Bandung dan Jakarta. Metode tinjauan literatur menggunakan narrative review. Artikel yang dicari menggunakan basis data Google Scholar dan Pubmed serta dibatasi terkait dengan tahun terbit dari tahun 2015-2025. Dari hasil review artikel yang dilakukan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan fluktuasi suhu yang menjadi faktor penting dalam ruang penyimpanan seperti posisi barang, jumlah barang, posisi ruangan, kuantitas cahaya masuk, dan kelembaban. Posisi dan jumlah barang berperan pada kepadatan ruangan yang berpengaruh pada kelembaban dan sirkulasi udara. Posisi ruangan berperan pada jumlah alat yang digunakan untuk mengontrol suhu. Kuantitas cahaya masuk berperan pada tingkat kelembaban ruangan. Semua faktor tersebut saling mendukung untuk mendapatkan ruangan dengan suhu dengan nilai fluktuatif yang cenderung kecil.
Evaluasi Kelengkapan Resep di Apotek X Kota Bandung Periode Februari 2025 Raptania, Callista Najla; Eka Pitaloka2, Dian Ayu
Majalah Farmasetika Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i3.64153

Abstract

Evaluasi kelengkapan resep merupakan salah satu pelayanan farmasi klinik untuk mencegah terjadinya medication error sehingga menjamin keamanan, efektivitas, dan rasionalitas terapi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelengkapan resep berdasarkan aspek administratif, farmasetik, dan klinis di Apotek X Kota Bandung pada periode Februari 2025. Penelitiani ini menggunakan metode desktriptif observasional dengan pendekatan retrospektif terhadap 75 resep yang dianalisis berdasarkan kriteria kelengkapan resep dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 73 Tahun 2016. Hasil menunjukkan bahwa persentase aspek administratif untuk nama pasien, nama dokter, dan alamat dokter, serta tanggal penulisan resep sebesar 100%, sedangkan berat badan (41,33%) dan jenis kelamin (58,67%) masih sering diabaikan. Persentase aspek farmasetik untuk nama dan jumlah obat sebesar 100%, namun kekurangan ditemukan pada pencantuman bentuk (66,67%) dan kekuatan sediaan (96%). Persentase aspek klinis untuk aturan dan cara pakai obat tercantum pada seluruh resep, tidak ditemukan duplikasi obat, tetapi interaksi obat terjadi pada 74,67% resep, terutama pada pasien dengan polifarmasi. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan peningkatan kesadaran terkait pencantuman data yang lengkap serta mengoptimalkan peran Apoteker dalam pengkajian resep. Evaluasi secara sistematis diperlukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian serta menjamin keselamatan pasien.
Aktivitas Antibakteri Sediaan Obat Kumur Ekstrak Etanol Bunga Tembelekan (Lantana Camara L.) Terhadap Streptococcus Mutans Dan Streptococcus Viridans Sari, Melia; Nasution, Ahmad Faisal; Khairah, Miftahul -; Sirait, Rosida P. R.
Majalah Farmasetika Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i4.65641

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam menentukan status kesehatan seseorang. Salah satu masalah umum adalah karies gigi, yang seringkali kurang mendapat perhatian karena tidak bersifat fatal. Karies disebabkan oleh beberapa faktor seperti mikroorganisme, bentuk gigi, makanan, dan waktu paparan. Salah satu mikroorganisme utama penyebab karies adalah bakteri Streptococcus mutans dan Streptococcus viridans. Tanaman tembelekan (Lantana camara L.) telah diketahui mengandung senyawa kimia seperti terpenoid, steroid, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk membuat sediaan obat kumur dari ekstrak etanol bunga tembelekan dan menguji efektivitas antibakterinya terhadap Streptococcus mutans dan Streptococcus viridans. Penelitian bersifat eksperimental melalui beberapa tahapan: pengumpulan sampel, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak, karakteristik simplisia, skrining fitokimia, formulasi obat kumur, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode cakram. Analisis data menggunakan uji one way anova untuk mengetahui perbandingan efektivitas antibakteri serta uji lanjutan Tukey HSD. Hasil menunjukkan zona hambat terhadap S.mutans dan S. viridans masuk kategori kuat untuk F1 dan F2, sangat kuat untuk F3. Uji statistik menunjukkan hasil signifikan (p<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ekstrak etanol bunga tembelekan dapat diformulasikan dalam sediaan obat kumur yang efektif menghambat pertumbuhan S. mutans dan S. viridans, khususnya pada konsentrasi 10% dan 15%. 
Pengaruh Metode Kokristalisasi Terhadap Laju Disolusi Asam Mefenamat Dengan Menggunakan Asam Sitrat Sebagai Koformer Rosdianto, Rizzqi Septiprajaamalia
Majalah Farmasetika Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i4.64634

Abstract

Asam mefenamat merupakan obat antiinflamasi non steroid (AINS) yang memiliki kelarutan rendah dalam air, sehingga dapat mempengaruhi laju disolusinya. Kokristalisasi merupakan salah satu metode yang dapat meningkatkan kelarutan dan disolusi zat aktif melalui interaksi dengan koformer. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh metode kokristalisasi terhadap laju disolusi asam mefenamat dengan menggunakan asam sitrat sebagai koformer. Kokristalisasi dilakukan dengan metode Liquid-Assisted Grinding (LAG) menggunakan etanol 96% sebagai pelarut. Karakterisasi hasil kokristal dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) untuk mengidentifikasi interaksi molekuler, Differential Scanning Calorimetry (DSC) untuk analisis termal, Powder X-Ray Diffraction (PXRD) untuk melihat perubahan kristalinitas, dan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengamati morfologi partikel. Hasil karakterisasi menunjukkan adanya perubahan spektrum FTIR yang mengindikasikan pembentukan ikatan hidrogen antara asam mefenamat dan asam sitrat. Analisis DSC menunjukkan perubahan titik lebur, menandakan terbentuknya fase baru. Data PXRD mengungkapkan perubahan pola difraksi yang mengindikasikan munculnya perbedaan struktur kristalinitas dibandingkan dengan komponen murninya. Hasil SEM menunjukkan perubahan morfologi partikel yang lebih homogen dan berukuran lebih kecil. Uji disolusi menunjukkan bahwa KKAM 1:2 secara signifikan meningkatkan laju disolusi dibandingkan bentuk murninya. Dengan demikian, metode kokristalisasi menggunakan LAG dengan asam sitrat sebagai koformer terbukti efektif dalam meningkatkan laju disolusi asam mefenamat. 
Review: Metodologi Deteksi Bahan Tidak Halal pada Kosmetik dan Makanan Musfiroh, Ida; Nurhaliza, Muthiah; Maharani, Anisa
Majalah Farmasetika Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i4.65072

Abstract

Kehalalan merupakan aspek penting untuk menjamin produk obat maupun kosmetik yang digunakan di masyarakat agar aman dari bahan yang dinyatakan haram secara syariat Islam. Artikel ini memaparkan berbagai metode analisis untuk mendeteksi bahan tidak halal, khususnya turunan babi seperti daging, minyak, dan gelatin dalam berbagai macam sampel. Pendekatan yang digunakan adalah studi literatur terhadap artikel ilmiah tahun 2015 hingga 2025. Sebanyak 46 artikel yang memenuhi kriteriia inklusi dianalisis dalam artikel ini. Metode yang dikaji diantaranya metode PCR dan variannya (RT-PCR, konvensional PCR, LAMP), spektroskopi (FTIR, ATR-FTIR, H-NMR, NIR), kromatografi dan Mass Spektrometri (HPLC, LC-MS/MS, GC-MS), metode cepat dan inovatif (OENS). Hasil kajian menunjukkan bahwa metode PCR memiliki sensitivitas tinggi dalam mendeteksi DNA, metode FTIR yang dikombinasikan dengan kemometrik efektif membedakan sumber gelatin, dan metode GC-MS dapat mendeteksi lemak babi dalam sampel campuran. Metode baru seperti LAMP dengan AuNP-oligoprobe juga dapat dijadikan pilihan karena dapat mendeteksi visual tanpa perlu alat mahal. Meskipun telah banyak kemajuan secara metode, penelitian mengenai autentikasi halal pada kosmetik masih terbatas dan perlu penelitian lebih lanjut. Artikel ini memaparkan keunggulan dan keterbatasan masing-masing metode agar dapat menjadi referensi penting untuk pengembangan uji kehalalan di masa mendatang, terutama kosmetik yang masih jarang diteliti kehalalannya. 

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Vol 9, No 1 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue