cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 368 Documents
Uji Stabilitas Formulasi Emulgel Ekstrak Etanol 96% Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) Oklyan, Risny; Taufiqurrahman, Muh
Majalah Farmasetika Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i1.68138

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki potensi sebagai bahan aktif obat herbal. Namun, pemanfaatannya masih terbatas dan sering berakhir sebagai limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas fisik sediaan emulgel ekstrak etanol 96% kulit bawang merah dengan berbagai konsentrasi ekstrak. Emulgel diformulasikan menggunakan basis karbopol 940 dan dilakukan uji organoleptis, pH, daya sebar, daya lekat, serta viskositas.Hasil uji organoleptis menunjukkan adanya perubahan warna sediaan menjadi semakin coklat seiring peningkatan konsentrasi ekstrak, tanpa memengaruhi bau maupun konsistensi semi solid. Nilai pH seluruh formula masih berada dalam rentang aman sesuai SNI (4,5–8,0) dan pH kulit (4,5–7,5). Uji daya sebar menunjukkan peningkatan diameter sebar sejalan dengan penurunan viskositas, sedangkan uji daya lekat mengalami penurunan dengan bertambahnya konsentrasi ekstrak. Formula tanpa ekstrak (F0) memiliki viskositas tertinggi, sedangkan penambahan ekstrak menurunkan viskositas secara bertahap. 
Artikel Review: Parameter dalam pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) evaluasi penerapan Computer System Validation (CSV) Salim, Prayoga Drajat Pangestu; Megantara, Sandra; Maknun, Shofiyah Durin
Majalah Farmasetika Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i1.69580

Abstract

Industri farmasi diwajibkan untuk mematuhi pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) sebagai upaya menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas produk, termasuk dalam pengelolaan sistem komputerisasi melalui penerapan Computerized System Validation (CSV). Kajian berkala terhadap sistem CSV dilakukan untuk memastikan bahwa sistem komputerisasi tetap berada dalam kondisi tervalidasi, beroperasi sesuai dengan tujuan penggunaannya, serta memenuhi ketentuan regulatori yang berlaku, seperti CPOB 2024, GMP Annex 11, USP <1058>, dan ISO/IEC 27001. Penelaahan mencakup aspek pengendalian perubahan (change control), penanganan penyimpangan (deviation review), tinjauan keamanan dan pengelolaan akses sistem, evaluasi audit trail, verifikasi mekanisme backup–restore, serta pemantauan kinerja dan keandalan sistem secara berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan tidak ditemukannya indikasi penyimpangan operasional, penurunan performa sistem, maupun risiko terhadap integritas dan keamanan data. Seluruh aktivitas pengelolaan perubahan dan pemeliharaan sistem dilaksanakan secara terencana, terdokumentasi, dan tervalidasi dengan baik, termasuk penerapan Disaster Recovery Plan (DRP) yang mendukung kesinambungan operasional. Selain itu, sistem komputerisasi telah memenuhi prinsip ALCOA+ (Attributable, Legible, Contemporaneous, Original, Accurate, Complete, Consistent, Enduring, dan Available), sehingga menjamin akurasi, keterlacakan, serta perlindungan data dari akses yang tidak sah. Secara keseluruhan, kajian ini menunjukkan bahwa sistem komputerisasi di industri farmasi dapat beroperasi secara andal dan stabil serta selaras dengan persyaratan CPOB, GMP, dan ISO/IEC 27001 dalam mendukung kegiatan produksi dan pengawasan mutu. 
Identifikasi Alkaloid Ekstrak Etanol dan Fraksi Kulit Carica pubescens dengan Kromatrografi Lapis Tipis Pratiwi, Yunia; Dewi, Ratna Sari
Majalah Farmasetika Vol. 11 No. 2, Tahun 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.69882

Abstract

Tanaman Carica pubescens merupakan komoditas dataran tinggi yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Optimalisasi pemanfaatan limbah kulit buah Carica memerlukan data ilmiah mengenai kandungan metabolit sekunder, khususnya golongan alkaloid yang memiliki aktivitas farmakologis luas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kualitatif senyawa golongan alkaloid pada ekstrak etanol dan fraksi kulit buah Carica (Carica pubescens) menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Ekstraksi dilakukan secara remaserasi dengan etanol 70%, dilanjutkan fraksinasi bertingkat (n-heksan, etil asetat, dan air). Analisis KLT menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak metanol-kloroform (0,5:9,5) dengan pembanding piperin serta pereaksi semprot Dragendorff. Hasil analisa ekstrak etanol dan fraksi etil asetat menunjukkan hasil respon positif alkaloid dengan terbentuknya bercak jingga kecokelatan, dengan nilai Rf 0,94 serupa dengan nilai Rf baku pembanding piperin. Berdasarkan hasil profil kromatografi mendukung dugaan keberadaan senyawa golongan alkaloid secara kualitatif.
Pemanfaatan Aloe Vera sebagai Solusi Baru dalam Perawatan Hidrasi dan Regenerasi pada Kulit : Literature Review Iskandar, Benni; Zalianti, Amelia; Nayla Shafiya, Arifa; Luthfia Meirizka, Fathina; Gideon, Briandy; Nurliza, Era; Ananda, Fhilein; Vania Asshaf, Hanifa; Deriska, Tasya; Khairi Muhtadi, Wildan; Arif, Muhammad
Majalah Farmasetika Vol. 11 No. 2, Tahun 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.69148

Abstract

Aloe vera atau tanaman lidah buaya merupakan salah satu bahan alam yang banyak dimanfaatkan dalam industri kosmetik karena kandungan senyawa bioaktifnya yang berpotensi meningkatkan hidrasi dan mendukung regenerasi kulit. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan Aloe vera sebagai bahan aktif kosmetik dalam sediaan liquid dan semisolid, khususnya gel, lotion, emulgel dan krim. Metode yang digunakan adalah studi literatur pencarian dengan mesin pencarian basis data “PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar” terhadap artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2025 sebagai artikel utama, dengan dukungan referensi tambahan hingga sepuluh tahun terakhir. Total sebanyak (n=15) artikel utama berhasil melewati proses sreening sesuai dengan kriteria yang ditetapkan pada review ini, kemudian keseluruhan artikel dianalisis berdasarkan jenis sediaan, parameter evaluasi fisikokimia, efektivitas hidrasi kulit, serta potensi regenerasi kulit. Hasil review menunjukkan bahwa sediaan gel Aloe vera merupakan bentuk yang paling dominan dan efektif, dengan pH yang sesuai dengan pH fisiologis kulit, stabil secara fisik, serta mampu meningkatkan kelembapan kulit dan menurunkan kehilangan air transepidermal. Selain itu, Aloe vera juga menunjukkan aktivitas biologis yang mendukung regenerasi kulit melalui efek antiinflamasi dan antioksidan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Aloe vera memiliki potensi yang kuat sebagai bahan aktif kosmetik berbasis liquid dan semisolid dan layak dikembangkan lebih lanjut dalam formulasi kosmetik modern berbahan alam.
Evaluasi Aktivitas Antiinflamasi Nanoemulsi Teripang (Stichopus variegatus) Secara In Vitro dengan Metode Denaturasi Bovine Serum Albumin Hermawati, Ema; Ismyama, Dian Farida; Christian, Yulius Evan; Chandra, Pra Panca Bayu
Majalah Farmasetika Vol. 11 No. 2, Tahun 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.69257

Abstract

Teripang atau dikenal juga dengan sebutan gamat (Stichopus variegatus) merupakan bahan alam kelautan yang banyak dimanfaatkan di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia. Teripang berpotensi dikembangkan di bidang obat maupun bidang kosmetik, karena mengandung berbagai macam bioaktif.  Salah satu kandungan teripang adalah saponin yang berpotensi memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi dan aktibakteri. Tantangan dari pembuatan produk kosmetik yang terbuat dari bahan aktif bahan alam adalah stabilitas dan penetrasi bahan aktif ke dalam kulit. Teknologi nanopartikel digunakan untuk meningkatkan stabilitas dan bioavabilitas bahan aktif. Ekstrak teripang diperoleh melalui metode maserasi dengan rendemen 5,3%. Kadar saponin pada ekstrak teripang yang ditetapkan secara kuantitatif menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan kadar sebesar 6,14 mg/g sampel. Nanoemulsi ekstrak teripang diformulasikan menggunakan metode gelasi ionik dengan kitosan sebagai polimer pembentuk. Hasil karakterisasi menunjukkan ukuran partikel rata-rata 733,7 nm, polydispersity index (PDI) 0,584, serta zeta potensial +29,14 mV, yang mengindikasikan stabilitas koloid yang baik. Aktivitas antiinflamasi diuji menggunakan metode denaturasi Bovine Serum Albumin (BSA) dan diperoleh nilai IC₅₀ sebesar 144,34 bpj, yang menunjukkan kemampuan penghambatan denaturasi protein.
Evaluasi Kualifikasi Pelanggan dan Kewajaran Pesanan Ubat Qadrah (Utang-Piutang) Berdasarkan Cara Distribusi Obat yang Baik Stevani, Adhela Bherti; -, Suwaldi Martodihardjo; -, Sri Purwaningsih Purwaningsih
Majalah Farmasetika Vol. 11 No. 2, Tahun 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.64515

Abstract

Obat-obatan adalah salah satu aspek terpenting dari implementasi layanan medis. Memastikan bahwa Obat-obatan adalah salah satu aspek terpenting dari implementasi layanan medis. Memastikan bahwa kualitas obat dipertahankan dari tingkat produksi hingga pasien membutuhkan kepastian mengenai kualitas distribusi obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis klasifikasi konsumen dan ketersediaan pesanan narkoba di PBF Tirta Husada Farma Patra. Studi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif non-kualitatif, non-eksperimental. Dalam penelitian ini, dapat dipastikan bahwa distribusi obat sesuai dengan standar kualitas dan keamanan yang ditentukan.
Formulasi dan Evaluasi Sleeping Mask Ekstrak Biji Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera L) dan Biji Kopi Robusta (Coffea Robusta L) dengan Variasi Konsentrasi Karbopol 940 sebagai Gelling Agent Dari, Dewi Wulan; Tresia Butar-Butar, Maria Elvina; Febria Leswana, Nurillahi
Majalah Farmasetika Vol. 11 No. 2, Tahun 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.66017

Abstract

Sleeping mask merupakan skincare yang digunakan dimalam hari saat sebelum tidur. Kandungan antioksidan pada bahan alami dapat menghambat radikal bebas mencegah penuaan dini. Didalam biji kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) terdapat kandungan flavonoid sebagai antioksidan yang memiliki fungsi untuk memperbaiki sel-sel yang rusak. Kopi robusta (Coffea robusta L.) memiliki kandungan kafein sebagai antioksidan dan mempunyai aroma khas kopi yang menenangkan sehingga kedua bahan alam tersebut cocok dikombinasikan. Dalam penelitian ini diformulasikan karbopol 940 sebagai gelling agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi sifat fisik pada sediaan gel sleeping mask ekstrak biji kurma ajwa dan biji kopi robusta dengan variasi konsentrasi terbaik gelling agent. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Biji kurma ajwa dan kopi robusta diekstraksi dengan cara maserasi dalam etanol 96%. Penelitian ini menggunakan 3 variasi konsentrasi karbopol 940 yaitu F1 (0,5%), F2 (1%), dan F3 (1,5%). Uji evaluasi sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, uji pH, viskositas, dan uji stabilitas fisik. Hasil penelitian menunjukkan ketiga variasi karbopol 940 memenuhi semua kriteria uji evaluasi fisik dan hasil uji One Way ANOVA pada daya lekat, pH, dan viskositas menunjukan perbedaan yang signifikan antara kelompok karena nilai signifikasi lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05.
Penerapan Pengendalian Mutu pada Produk Rantai Dingin dalam Validasi Pengiriman Distribusi Obat Anggi, Joseph Fide; Hadisaputri, Yuni Elsa
Majalah Farmasetika Vol. 11 No. 2, Tahun 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v11i2.69913

Abstract

Pedagang Besar Farmasi (PBF) bertanggung jawab menjaga mutu produk farmasi sesuai dengan ketentuan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Salah satu hal penting yang diatur adalah pengawasan terhadap produk rantai dingin yang peka terhadap suhu. Pengendalian mutu harus dilakukan sejak tahap penerimaan, penyimpanan, hingga pendistribusian ke konsumen. Untuk menjamin kualitas produk selama proses pengiriman, dilakukan validasi pengiriman produk rantai dingin yang bertujuan memastikan bahwa produk tetap berada dalam rentang suhu yang ditetapkan demi keselamatan pasien. Pengujian ini menggunakan coolbox sebagai media pengiriman untuk menilai berapa lama suhu dapat dipertahankan serta menentukan waktu pengkondisian sebelum produk dipindahkan. Dalam pengujian digunakan empat ice pack, dan suhu dipantau selama 24 jam menggunakan thermo logger dengan interval pencatatan setiap 10 menit, kemudian data dianalisis menggunakan aplikasi Testo Comfort Software Basic 5.0. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa coolbox dengan empat ice pack mampu menjaga suhu paling lama, yaitu hingga 18 jam ± 2,044.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2, Tahun 2026 (In Press) Vol 11, No 1 (2026) Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Vol 9, No 1 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue