Articles
146 Documents
Pengaruh Budaya Sekolah 5S Terhadap Karakter Islami Siswa SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang
Hamdiyah, Liwa'ul;
Jumari
Tarbawi Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Peneltian Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v8i2.741
Budaya sekolah merupakan nilai-nilai serta tradisi-tradisi yang dibentuk dalam suatu organisasi sekolah dalam kurun waktu yang lama dan dijadikan acuan oleh seluruh warga sekolah sehingga mendorong munculnya sikap dan perilaku warga sekolah diantarnya dengan adanya 5S yaitu senyum, sapa, salam, sopan, dan santun. Oleh karena itu adanya penerapan budaya sekolah 5S maka akan membentuk suatu karakter Islami yang ada pada diri peserta didik. Karakter Islami merupakan sifat , budi pekerti yang bersifat keislaman pada diri seseorang peserta didik yang biasa disebut juga dengan akhlak mahmudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh budaya sekolah 5S (Senyum, sapa, salam, sopan, dan santun) terhadap pembentukan karakter Islami siswa kelas VIII di SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Ex Post Facto yang merupakan penelitian ketika variabel bebas (independen) telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat (dependen) dalam suatu penelitian, menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis yang diperoleh yaitu dengan nilai sig. 0,335. Nilai sig yang diperoleh tersebut > 0,05 sehingga hipotesis yang diterima adalah H0 dan Ha di tolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan budaya sekolah 5S terhadap pembentukan karakter Islami kelas VIII di SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng Jombang tidak terdapat pengaruh.
Pengaruh Metode Drill Terhadap Kemampuan Servis Pendek Permainan Bulu Tangkis Putra Ekstrakurikuler Smp Negeri 19 Palembang
M. Ricky Athallah;
M. Taheri Akhbar;
Daryono
Tarbawi Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Peneltian Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v8i2.1116
This research aims to determine the effect of the drill method on short serve ability in extracurricular men's badminton games Public Middle School 19 Palembang. The population in this study was male students extracurricular activities at SMP Negeri 19 Palembang numbered 14 people, while the sample. This research uses the Census or Total Sampling technique. Census Techniques or Total Sampling is a sampling technique where all. All members of the population are sampled. Method in this research Using experiments, this research also includes one group design techniques pre-test and post-test design with treatment 16 times with instruments in the form of short service test. The research results obtained show that ????ℎ???????????????????? greater than ???????????????????????? (5,000 > 2.40), thus it can be interpreted from Overall, using drill training has an influence which is significant in drill method training on short feather service ability Men's extracurricular badminton at SMP Negeri 19 Palembang
Pengaruh Evaluasi Hasil Belajar Terhadap Peningkatan Mutu KBM Mata Pelajaran Bahasa Arab Siswa Kelas II MA NW Keruak
Muhammad Yani;
Muhammad Imanuddin;
Husnul Khotimah
Tarbawi Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Peneltian Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v8i2.1149
Evaluasi hasil belajar merupakan salah satu mata rantai kegiatan yang harus mendapat perhatian guru dalam melakukan tugasnya sebagai pengelola program belajar-mengajar. Evaluasi hasil belajar bukan sekedar menilai seberapa besar hasil yang diperoleh siswa dalam melakukan kegiatan belajar-mengajar, akan tetapi evaluasi dapat juga digunakan untuk memperbaiki proses belajar-mengajar. Tegasnya evaluasi dapat dijadikan dasar untu memperbaiki pendidikan. Suatu pendapat mengatakan bahwa rancangan atau desain penelitian pada dasarnya merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan matang tentang hal-hal yang akan dilakukan terhadap kegiatan penelitian. Dan proses pemikiran dalam penelitian ini sangat ditentukan oleh tujuan penelitian itu sendiri, apabila suatu penelitian dapat diukur secara langsung dan dinilai dengan angka, maka penelitian itu dinamakan penelitian kuantitatif, sedangkan penelitian yang tidak dapat diukur atau dinilai dengan angka-angka disebut penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkkan bahwa evaluasi hasil belajar bahasa Arab dengan rata-rata 64, 02, standar deviasinya 8, 7 termasuk dalam kategori sedang/cukup dan mutu kegiatan belajar mengajar rata-rata 68, 9 standar deviasinya 8, 92 termasuk dalam kategori tinggi.Sesuai dengan hasil uji hipotesisi yang telah disajikan di atas, maka ditemukan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara hasil belajar terhadap peningkatan mutu KBM bidang studi bahasa Arab siswa kelas II MA NW Keruak dan hipotesisi alternatif yang ada pada bab III benar adanya.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan Serta Kaitannya Dengan Andragogi Kurikulum Merdeka Dalam Rangka Perkembangan Pendidikan
Muliadi , Erlan;
Zakaria, Muh.
Tarbawi Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Peneltian Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v8i2.1171
This journal reviews the phenomenon of the occurrence of Covid-19 which has sparked major changes in the world of education, namely changes in the learning process from face to face learning to online learning. The online learning process in the Covid era was manifested so that the learning process was not hampered and continued to run well and regularly. Even though Covid-19 has brought a way of learning with a different process and innovating, new things like this also sometimes don't match the results of their performance with what you want. The Covid-19 pandemic has led to a learning loss which is not the same in terms of acquiring student competencies and learning crises. So the existence of independent curriculum andragogy is an effort to restore the learning process by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology (KEMENDIKBUDRISTEK) to overcome educational problems during Covid-19. The purpose of making this article is to find out how the independent curriculum carries out its role in overcoming problems that occur in the process of implementing education due to the covid that hit. The type of research used is to use a literature study approach research method. Literature study is used because in this study it examines and studies materials from library data. The source of data from this study is from journals that describe the problem of being studied. The data analysis technique used to draw conclusions is inferential, namely a way of drawing conclusions from general things to specific things.
Analisis Model Discovery Learning Pada Pembelajaran Akidah Akhlak Terhadap Peningkatan Pemahaman Dan Karakter Peserta Didik
Munawir;
Nafilatus Sa’adah;
Reyhanatul Jannah
Tarbawi Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Peneltian Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v8i2.1211
This research aims to apply the Discovery Learning model in learning Aqidah Akhlak and its impact on increasing students' understanding and character. The research method used is descriptive qualitative and literature study. The research sample consisted of students at elementary school level in Surabaya. Based on the literature reviewed from several journals, the research results show that the application of the Discovery Learning model significantly increases students' understanding in learning Aqidah Akhlak. Apart from that, the Discovery Learning model also has a positive impact on the character of students. Students show improvements in character aspects such as curiosity, independence, cooperation, and problem-solving abilities. The findings of this research indicate that the Discovery Learning model is effective in increasing students' understanding and forming positive characters in learning Aqidah Akhlak. Therefore, it is recommended for educators to consider using the Discovery Learning model as an alternative learning approach that can enrich students' learning experiences and improve learning outcomes in the Aqidah Morals subject. Keyword: Discovery Learning; Character; Moral Creed; Effective.
Integration of Campus Culture Towards Islamic Character Values in Elementary Social Science Learning
Desy, Desy Anindia Rosyida;
Suyitno;
Chosinawarotin;
Erdawati
Tarbawi Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Peneltian Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v8i2.1265
Campus culture has a big influence on the formation of a student's character. As a student studying on an Islamic campus, you definitely have to have an Islamic character. The Islamic character formed from campus culture will reflect a student's personality, both in daily life and in the teaching and learning process. Character formation is very important to instill, especially in prospective elementary school teacher students. This is done through teaching activities in elementary school social studies learning. Elementary social studies is a subject that teaches how to interact with others. To provide good student interactions, good character is also needed, especially the Islamic character of students who will later become output from Balitar Islamic University. The research method used is descriptive qualitative. The results obtained from direct observations in the field show that campus culture is related to the formation of Islamic character through elementary social studies learning. The campus culture includes: dhikr and prayers every Friday morning, Ramadan festivals, covering the intimate parts, saying hello, praying before and after studying.
Fenomena Judi Online Sebagai Patologi Sosial Dilingkungan Mahasiswa Universitas Islam Negeri Bengkulu
Praditya, Arga Dwi;
Moch. Iqbal
Tarbawi Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Peneltian Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v8i2.1266
Indonesia dewasa ini darurat akan judi online yang dimana judi online ini banyak di mainkan oleh kalangan mahasiswa, adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Mendeskripsikan faktor terjerumusnya mahasiswa dalam judi online, mendeskripsikan dampak judi online pada mahasiswa, dan menganalisi fenomena judi online dilingkungan mahasiswa Universitas Islam Negeri Bengkulu. Sedangkan metodologi penelitian yang di gunakan berupa metodologi penelitian kualitatif deskriptif, dan library research (kepustakaan). Fenomena judi online ini memiliki faktor yang bisa mempengaruhi mahasiswa terlibat dalam judi online seperti ajakan, penasaran, kemudahan dalam mengakses serta mengharapkan kemenangan dan mendapat uang secara instan, selain itu terdapat dampak positif dan negatif yang dirasakan oleh mahasiswa. kemajuan internet dan teknologi banyak memberikan dampak dan faktor terhadap mahsyarakat terutama mahasiswa yang selalu berkecimpung di dunia internet dan teknologi, dan dari berkembangnya teknologi ini cukup memberikan sebuah permasalahan berupa judi online yang sedang marak di kalangan mahasiswa juga telah menjadi patologi sosial (penyakit masyarakat) serta memberikan dampak yang bisa dirasakan, serta menjadikan fenomena yang disebut fenomena judi online.
Penerapan Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) untuk Meningkatkan Kualitas dan Profesionalisme Guru
Femi Sri Wahyuni;
Pepen Supendi
Tarbawi Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Peneltian Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v8i2.1286
Sebagaimana yang tercantum dalam PMA 38 Tahun 2018 bahwa Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru yang selanjutnya disebut PKB Guru adalah pengembangan kompetensi bagi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan. Sepanjang karirnya guru ditunut untuk terus mengasah diri sebagai seorang pendidik professional yang adaptif dan inovatif. Tujuan dari program PKB adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap professional guru dalam mengemban tugas sebagai pendidik. Adanya fakta yang membuktikan bahwa banyak sekali guru yang kesulitan dalam meningkatkan kemampuan profesionalitasnya karena keterbatasan dalam segala hal, mulai dari wadah atau tempat mengembangkan diri, biaya dan juga kebijakan yang kurang mendukung dalam pengembangan diri. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dapat berjalan dengan baik memerlukan suatu manajemen yang baik pula. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan peneliti menujukkan bahwa penerapan manajemen dalam Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di Kecamatan Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat sudah dilaksanakan dengan baik. Perencanaan dalam PKB telah berjalan efektif terbukti dengan ditandai adanya perumusan tujuan yang ingin dicapai, pemilihan program dan identifikasi permasalahan, pengerahan sumber, serta pembagian urutan tanggungjawab pekerjaan kegiatan berdasarkan kepada kualitas dan etos kerja SDM secara adil. Pengorganisasian dalam pelaksanaan PKB juga sudah berjalan efektif dengan ditandai dari beberapa kriteria yang ada, antara lain pembagian tugas dalam PKB berdasarkan tupoksi dalam SK yang telah disahkan dan adanya kesesuaian tugas masing-masing guru.
Analisa Kadar Klorida Dengan Sampel Air Sumur Menggunakan Metode Titrimetri
Novita Anggraini
Tarbawi Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Tarbawi: Pendidikan Islam dan Isu-Isu Sosial
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v8i1.1288
Klorida merupakan anion yang mudah larut dalam sampel air dan merupakan anion anorganik utama yang terdapat dalam sampel perairan. Kelebihan ion klorida dalam air minum dapat merusak ginjal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar klorida pada air sumur dengan menggunakan metode titrimetri teknik Mohr. Sampel yang digunakan berupa air sumur. Sampel diberi indikator kemudian dilakukan titrasi menggunakan larutan standar perak nitrat sampai terjadi titik akhir titrasi (TAT) warna merah bata. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa kadar ion korida(Cl⁻) yang diperoleh yaitu untuk Sampel 01, 02, dan 03 yaitu 56 mg/L, 57,4 mg/L, dan 101,85 mg/L.
Manajemen Perubahan: Mengatasi Keengganan Guru Olahraga untuk Mengikuti Program Calon Guru Penggerak
Imas Nurwaningsih
Tarbawi Vol 9 No 1 (2024): Vol. 9 No. 1 (2024): Jurnal Peneltian Tarbawi: Jurnal Pendidikan Islam dan Isu-is
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37216/tarbawi.v9i1.1419
Guru penggerak memiliki peran krusial dalam mendorong perubahan dan peningkatan di lingkungan sekolah. Mereka adalah pemimpin pembelajaran yang aktif mengembangkan diri dan menginspirasi rekan guru untuk menerapkan pembelajaran berpusat pada murid. Meskipun begitu, guru olahraga seringkali enggan untuk mengikuti Program Calon Guru Penggerak (CGP), mungkin karena lebih memilih kegiatan lapangan daripada di dalam kelas, kesulitan beradaptasi dengan pelatihan dalam jaringan, atau karena harus mengelola banyak tugas di luar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di SMPN 14 Cilegon. Hasilnya menunjukkan bahwa keengganan guru olahraga terhadap CGP dapat diatasi melalui manajemen perubahan yang efektif, pemahaman mendalam tentang faktor-faktor yang menyebabkan keengganan, dan memberikan umpan balik yang jelas kepada peserta yang tidak lolos seleksi. Dengan mengatasi keengganan ini, kita dapat meningkatkan kualitas pengajaran olahraga dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik secara keseluruhan."