cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
redaksi.jsgp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jsgp@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Latammacelling No. 9 B Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 26546477     DOI : https://doi.org/10.30605/jsgp
Core Subject : Education,
JSGP (Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, ISSN 2654-6477) is an academic publication media managed by the Faculty of Teacher Training and Education and published by Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Publishing research results and theoretical studies in the field of education, JSGP is a reference source as well as a means of publication for teachers, lecturers, students, school supervisors, policymakers, and education observers.
Articles 783 Documents
Pengembangan Panduan Guru Paud dalam Implementasi Karakter Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Siti Soleha; Nita Priyanti; Irma Yuliantina
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8319

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan panduan aplikatif serta kurangnya kolaborasi terstruktur antara sekolah dan orang tua dalam pembentukan karakter anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa panduan guru PAUD dalam mengimplementasikan nilai karakter Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Produk yang dihasilkan berbentuk buku panduan praktis dan sistematis yang memuat konsep dasar karakter, langkah-langkah implementasi dalam kegiatan pembelajaran, serta instrumen pemantauan dan evaluasi yang dapat digunakan guru secara langsung di kelas.. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model 4-D (define, design, develop, disseminate). Penelitian dilakukan di TK Negeri Tegal, Jakarta Pusat dengan melibatkan guru PAUD sebagai subjek penelitian, serta ahli materi dan ahli media sebagai validator. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, observasi, dan angket respon guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kebutuhan guru terhadap panduan mencapai 81,11%; (2) hasil validasi ahli materi sebesar 94% dan ahli media sebesar 95% dengan kategori sangat layak; serta (3) respon guru terhadap kepraktisan produk mencapai 91,5% dengan kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa panduan yang dikembangkan memiliki tingkat validitas dan kepraktisan yang tinggi serta mudah digunakan dalam implementasi pembelajaran. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan produk panduan berbasis pembiasaan karakter yang aplikatif, terstruktur, dan kontekstual untuk PAUD, yang tidak hanya memperkaya kajian pendidikan karakter secara konseptual tetapi juga memberikan solusi praktis bagi guru dalam mengintegrasikan nilai karakter ke dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari serta memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua.
Pemanfaatan Sejarah Lokal Tugu Perjuangan Wonorejo sebagai Sumber Belajar IPS Eka Wanda Febriati; Siti Ekowati Rusdini
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8417

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah pentingnya pemanfaatan sejarah lokal Tugu Perjuangan Wonorejo sebagai sumber belajar IPS untuk meningkatkan pemahaman, kepedulian, dan karakter cinta sejarah pada peserta didik melalui pembelajaran yang kontekstual. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah masih cenderung berfokus pada penggunaan buku teks sehingga kurang mengaitkan materi dengan lingkungan sekitar peserta didik. Pemanfaatan sejarah lokal sebagai sumber belajar dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan sejarah lokal Tugu Perjuangan Wonorejo sebagai sumber belajar IPS, respon guru dan peserta didik terhadap pembelajaran berbasis sejarah lokal, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru IPS dan peserta didik kelas VIII SMPN 1 Pringapus. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sejarah lokal dilakukan melalui pengemasan materi dalam bentuk media video pembelajaran yang mengintegrasikan dokumentasi nyata dengan animasi. Pembelajaran berlangsung secara kontekstual melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup. Respon guru dan peserta didik menunjukkan hasil yang positif, ditandai dengan meningkatnya keaktifan, pemahaman, serta munculnya sikap bangga dan nasionalisme. Meskipun demikian, terdapat kendala dalam hal keterbatasan waktu, pengembangan media, serta kesiapan guru. Dengan demikian, pemanfaatan sejarah lokal melalui media video dapat menjadi alternatif sumber belajar yang efektif dalam pembelajaran IPS.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Canva Whiteboard terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SMP Riska Fitria; Muhammad Nazil Iqdami
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8468

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar IPA siswa SMP sehingga diperlukan penerapan model Problem Based Learning berbantuan Canva Whiteboard untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Perkembangan teknologi digital mendorong pembelajaran yang lebih inovatif dan berpusat pada peserta didik. Namun, pembelajaran IPA di sekolah masih sering bersifat monoton sehingga menyebabkan rendahnya keterlibatan dan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan modul dan menggali sejauh mana Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Canva Whiteboard terhadap Hasil Belajar IPA Siswa SMP. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan bentuk nonequivalent control group design yang melibatkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan angket untuk validasi ahli, dan tes pretest posttest untuk mengukur peningkatan hasil belajar peserta didik. Data dianalisis menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas untuk mengetahui kelayakan soal tes sebelum diujikan ke kelas, uji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat sebelum ke uji hipotesis, serta uji hipotesis menggunakan uji Mann Whitney melalui aplikasi SPSS untuk mengetahui sejauh mana pengaruhnya. Populasi penelitian yaitu kelas VII dan sampelnya kelas VII A dan VII B, untuk teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan yaitu instrument tes untuk mengukur kemampuan peserta didik. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran berbasis PBL berbantuan Canva Whiteboard memperoleh hasil validasi sangat layak dengan nilai Aiken’s V sebesar 0,79 untuk ahli materi dan 0,99 untuk ahli model pembelajaran. Hasil uji pengaruh menunjukkan nilai signifikansi 0,005 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas control. Nilai rata-rata posttest kelas eksperimen 89,82 lebih tinggi dari kelas kontrol 78,21. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning berbantuan Canva Whiteboard berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VII.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kedisiplinan Guru terhadap Kinerja Guru Sekolah Dasar Nunuk Juniati
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8486

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya permasalahan kinerja guru di sekolah, seperti rendahnya disiplin dalam melaksanakan tugas, belum optimalnya persiapan pembelajaran, serta lemahnya pengawasan dan kepemimpinan kepala sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan sarana belajar, tetapi juga pada kualitas kinerja guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran. Kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh kompetensi individu, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kedisiplinan guru dalam menjalankan tugas profesionalnya. Studi ini tujuannya guna: 1) mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah pada kinerja guru; 2) mengetahui pengaruh kedisiplinan guru pada kinerja guru.; 3) mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah serta kedisiplinan guru bersama-sama pada kinerja guru. Berdasarkan pada tujuan studi maka desain studi ini ialah penelitian kuantitatif bersama metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Cibinong yang berjumlah 323 orang dan tersebar di 64 sekolah Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner tertutup yang disusun berdasarkan indikator masing-masing variabel. Analisis data dalam penelitian ini terdiri atas analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kedisiplinan guru berpengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Gaya kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi 0,014 < 0,05, sedangkan kedisiplinan guru juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi 0,026 < 0,05. Secara simultan, gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kedisiplinan guru memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi 0,004 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin efektif gaya kepemimpinan kepala sekolah dan semakin tinggi tingkat kedisiplinan guru, maka semakin meningkat pula kualitas kinerja guru. Dengan demikian, peningkatan kinerja guru dapat dioptimalkan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah yang efektif dan pembentukan budaya disiplin di lingkungan sekolah.
Pengaruh Pendekatan Metakognitif terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Keaktifan Siswa Sardan Rahman; Hasan Hamid; Yumiati Yumiati
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8528

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya penerapan pendekatan metakognitif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, dengan mempertimbangkan tingkat keaktifan belajar sebagai faktor yang memengaruhi efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan metakognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari keaktifan siswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMK Negeri 2 Kota Ternate. Sampel penelitian dipilih sebanyak dua kelas yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah masing-masing 23 siswa, total sampel berjumlah 46 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan pemecahan masalah dan angket keaktifan siswa. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pendekatan metakognitif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa; keaktifan siswa berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis, Dengan demikian, pendekatan metakognitif efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis, khususnya pada siswa dengan tingkat keaktifan tinggi. Pendekatan metakognitif dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis. Implikasi dari temuan ini adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa tidak hanya fokus pada aspek kognitif (seperti penguasaan konsep dan prosedur), tetapi juga harus memperhatikan aspek afektif seperti keaktifan dan motivasi.
Persepsi Guru terhadap Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Merdeka di SMK Widya Praja Ungaran Elen Pramudita Rahma Wardani; Anis Susanti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8531

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan penerapan pendekatan pembelajaran mendalam oleh guru dalam mendukung efektivitas Kurikulum Merdeka di SMK Widya Praja Ungaran. Kurikulum Merdeka mengadopsi pendekatan deep learning melalui tiga komponen utama yaitu meaningful learning, mindful learning, dan joyful learning yang keberhasilannya bergantung pada tingkat pemahaman guru di SMK berbasis vokasi. Penelitian ini menganalisis persepsi guru jurusan MPLB di SMK Widya Praja Ungaran terhadap deep learning, implementasinya, serta tantangan dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru MPLB dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum yang dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran dan pemahaman terhadap kurikulum. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi. Analisis data menggunakan software NVivo dengan mengikuti model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan triangulasi untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru masih bertingkat dan belum selaras dengan tim pengembang kurikulum. Mindful learning paling menonjol yang diterapkan dengan asesmen awal, diferensiasi, refleksi, dan pengulangan materi. Joyful learning diterapkan melalui hubungan interpersonal dan permainan dalam pembelajaran, meski sering terhambat oleh fluktuasi motivasi siswa. Meaningful learning diterapkan dengan mengaitkan materi terhadap dunia kerja, namun penerapannya belum merata karena kurang sinkronisasi kebijakan lintas mata pelajaran. Tantangan yang dihadapi meliputi ketidakseragaman wawasan guru, keterbatasan sarana dan prasarana, serta resistensi sebagian guru terhadap perubahan. Sehingga, implementasi deep learning di vokasi memerlukan kolaborasi antara rancangan kebijakan kurikulum, kesiapan guru, dan lingkungan sekolah yang suportif secara keseluruhan
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa melalui Model Problem Based Learning dengan Pendekatan Deep Learning Maria Nency Lumban; Rini Herliani; Andri Zainal; Weny Nurwendari; Tuti Sriwedari
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8547

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI Akuntansi sehingga diperlukan penerapan model Problem Based Learning dengan pendekatan Deep Learning untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kritis, dan bermakna di SMK Negeri 6 Medan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi di kelas XI Akuntansi SMK Negeri 6 Medan, yang terlihat dari kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, seperti kurang aktif bertanya, berdiskusi, dan mengemukakan pendapat, serta masih rendahnya ketuntasan hasil belajar siswa yang belum mencapai batas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan sekolah yaitu 85. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Deep Learning yang menekankan pada mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa kelas XI Akuntansi SMK Negeri 6 Medan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dengan pendekatan Deep Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Persentase aktivitas belajar siswa meningkat dari 53,12 % pada siklus I menjadi 87,50% pada siklus II. Selain itu, nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 82,00 pada siklus I menjadi 95,71 pada siklus II, sedangkan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 81,25% menjadi 93,75% dengan ketentuan KKTP sebesar 85. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dengan pendekatan Deep Learning efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas XI Akuntansi SMK Negeri 6 Medan.
Pengembangan E-Learning Berbasis Moodle untuk Meningkatkan Efektifitas Pembelajaran Informatika Khaula Syamsa Maydina; Jan Wantoro
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8583

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran informatika melalui pemanfaatan E-Learning berbasis Moodle yang mendukung pembelajaran yang fleksibel, interaktif, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21. Pembelajaran Informatika di SMKN 4 Sukoharjo saat ini masih didominasi oleh metode konvensional, sehingga pemanfaatan media digital masih terbatas dan belum optimal dalam mendukung kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media e-learning berbasis Moodle pada materi Sistem Komputer bagi siswa kelas X serta menguji tingkat kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, validasi ahli (media dan materi), serta penilaian pengguna melalui angket dan tes. Setelah diuji oleh para ahli media dengan skala likert, penelitian ini mendapatkan hasil dengan kriteria sangat layak yaitu 94,44%. Sedangkan pengujian dengan menggunakan uji Aiken’s V mendapatkan hasil 0,875 dengan validitas “Tinggi”. Uji yang dilakukan oleh ahli media mendapatkan hasil 93,33% dengan kategori “Sangat Layak”. Selanjutnya dilakukan uji coba pada 36 siswa kelas X Tata Busana pada mata pelajaran informatika yang mendapatkan hasil 0.873. selain itu, uji coba yang dilakukan oleh siswa menggunakan uji Mann-Whitney mendapatkan hasil 0.04 yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan antara hasil belajar atau efektivitas di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan e-learning berbasis Moodle ini memenuhi kriteria dengan kategori “excellent” dan score 83,3 sehingga layak digunakan oleh siswa sebagai media pembelajaran. Implementasi platform ini terbukti menciptakan lingkungan belajar yang interaktif dan fleksibel, memudahkan guru dalam pengelolaan konten digital, serta meningkatkan kemampuan siswa dalam mengakses materi dan evaluasi secara mandiri. Secara keseluruhan, penerapan e-learning berbasis Moodle efektif dalam mentransformasi pembelajaran Informatika menjadi lebih dinamis dan terstruktur.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif dengan Model Auditory Intellectually Repetition pada Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Haifa Salsabila Az-zahra; Jan Wantoro
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8587

Abstract

Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di SMK Negeri 1 Blora masih didominasi oleh metode ceramah dan modul tertulis, sehingga pemanfaatan media pembelajaran interaktif belum optimal dalam mendukung keaktifan, kemandirian, dan pemahaman siswa. Gap penelitian ini terletak pada masih terbatasnya pengembangan media pembelajaran KKA berbasis Android yang mengintegrasikan model Auditory Intellectually Repetition (AIR), khususnya pada materi Rekayasa Prompt untuk Kreasi Konten dalam konteks pembelajaran kejuruan bidang Desain Komunikasi Visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Android bernama EDU-KKA dengan model AIR. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji kelayakan media, validitas fungsional, dan respons pengguna terhadap media yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC), yang meliputi tahap concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Subjek penelitian terdiri atas 35 peserta didik kelas XI DKV 3 SMK Negeri 1 Blora. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, penilaian ahli materi, penilaian ahli media, uji fungsionalitas black box, dan uji respons pengguna menggunakan System Usability Scale (SUS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media EDU-KKA memperoleh persentase kelayakan sebesar 91,67% dari ahli materi dan 93,59% dari ahli media dengan kategori sangat layak. Uji fungsionalitas memperoleh persentase 97,33% dengan kategori sangat valid, sedangkan uji respons pengguna memperoleh skor SUS 83,5 dengan kategori excellent. Dengan demikian, media EDU-KKA layak digunakan sebagai media pendukung pembelajaran KKA yang lebih interaktif, terstruktur, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital serta berpotensi meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi Rekayasa Prompt untuk Kreasi Konten.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran ELPSA Berbantuan Quizizz Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMA Made Dwi Raka Adnyani; Ni Nyoman Parwati; I Gusti Putu Sudiarta
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8594

Abstract

Kemampuan penalaran matematis siswa perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan kemampuan berpikir logis, menghubungkan konsep, dan menyelesaikan masalah matematika secara sistematis. Hal ini diperkuat oleh hasil TKA tahun 2025 yang menunjukkan rata-rata nilai matematika siswa di Provinsi Bali sebesar 38,94, sehingga menjadi indikasi awal perlunya penguatan pembelajaran matematika. Pentingnya kemampuan penalaran matematis juga dilihat dari tujuan Kurikulum Merdeka yaitu sebagai salah satu kompetensi yang perlu dimiliki siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan melalui penerapan model pembelajaran seperti model pembelajaran ELPSA berbantuan Quizizz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran ELPSA (Experience, Language, Picture, Symbols, Application) berbantuan Quizizz terhadap kemampuan penalaran matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian jenis eksperimen semu dengan desain post-test only control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAS Karya Wisata Singaraja dengan jumlah keseluruhan yaitu 145 siswa. Terdapat dua kelas yang diambil sebagai sampel penelitian yang dipilih dengan teknik cluster random sampling yaitu kelas X 2 sebagai kelas eksperimen sebanyak 34 siswa dan kelas X 3 sebagai kelas kontrol sebanyak 35 siswa. Kelas eksperimen diberi penerapan model pembelajaran ELPSA berbantuan Quizizz dan kelas kontrol diberi penerapan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan penalaran matematis yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t (independent samples t-test) setelah memenuhi uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil analisis data diperoleh rata-rata nilai tes kemampuan penalaran matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol berturut-turut sebesar 71,82 dan 64,00. Dengan hasil uji t diperoleh nilai signifikansi p = 0,004, p < 0,05 yang berarti hal ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran ELPSA berbantuan Quizizz lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional