cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
redaksi.jsgp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jsgp@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Latammacelling No. 9 B Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 26546477     DOI : https://doi.org/10.30605/jsgp
Core Subject : Education,
JSGP (Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, ISSN 2654-6477) is an academic publication media managed by the Faculty of Teacher Training and Education and published by Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Publishing research results and theoretical studies in the field of education, JSGP is a reference source as well as a means of publication for teachers, lecturers, students, school supervisors, policymakers, and education observers.
Articles 836 Documents
Implementasi Gaya Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar Novri Saputra Ramadan; Ilham Fahmi; Taufik Mustofa
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8603

Abstract

Kinerja guru menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan mutu pembelajaran di sekolah dasar Islam terpadu. Di tengah tuntutan transformasi kurikulum, perkembangan teknologi, pembelajaran berdiferensiasi, dan penguatan kompetensi abad ke-21, guru dituntut mampu beradaptasi secara profesional. Kondisi ini menegaskan pentingnya peran kepala sekolah dalam membangun kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menginspirasi, memotivasi, dan memberdayakan guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SDIT Nurul Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan kepemimpinan transformasional melalui keteladanan, pemberian motivasi, komunikasi terbuka, serta pemberdayaan guru dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan. Keteladanan kepala sekolah mendorong guru untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, dan berkomitmen terhadap tugas profesionalnya. Selain itu, dukungan dan pemberdayaan yang diberikan kepala sekolah meningkatkan kreativitas, kerja sama, serta kemampuan pedagogis guru. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berperan penting dalam meningkatkan kinerja guru dan membangun iklim sekolah yang suportif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.
Pengaruh Theory of Planned Behavior Guru PAUD Keagamaan dalam Menstimulasi Kemampuan Adversity Quotient (AQ) Anak Usia Dini Fatimah Az Zahro; Ali Formen
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8616

Abstract

Adversity Quotient (AQ) pada anak usia dini berperan penting dalam mendukung perkembangan kognitif, ketahanan diri, dan pembentukan karakter. Namun, stimulasi AQ dalam pembelajaran PAUD Keagamaan masih belum optimal karena guru belum sepenuhnya memiliki pemahaman, strategi pembelajaran, dan sumber daya pendukung yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku terhadap niat guru PAUD Keagamaan dalam menstimulasi AQ serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 109 guru PAUD Keagamaan dari 19 kecamatan di Kabupaten Cilacap yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Theory of Planned Behavior (TPB) yang telah tervalidasi dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap niat (R² = 68,7%; F = 76,671; p < 0,001). Secara parsial, kontrol perilaku terbukti sebagai faktor paling dominan (β = 0,446; p < 0,001) dibanding sikap (β = 0,242) dan norma subjektif (β = 0,246). Temuan ini mengindikasikan bahwa keyakinan akan kemampuan diri dan ketersediaan sumber daya lebih menentukan niat guru dibandingkan tekanan sosial. Oleh karena itu, peningkatan niat guru tidak cukup hanya dengan tekanan sosial, melainkan membutuhkan penguatan kompetensi teknis dan penyediaan sumber daya pendukung.
Identifikasi Kemampuan Prosedural dan Konseptual Siswa dalam Memecahkan Masalah Matematika dengan Model DINA Hendra Baharuddin; Riskawati Riskawati; Fitrawardani Fitrawardani
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.8930

Abstract

Kemampuan untuk memecahkan masalah matematika merupakan salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki peserta didik dalam pembelajaran matematika abad ke-21. Salah satu langkah dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika adalah dengan melakukan asesmen diagnostik kognitif menggunakan model DINA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas butir instrumen, mengetahui profil penguasaan atribut pada tingkat individu, dan mengetahui proporsi penguasaan setiap atribut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan melakukan evaluasi diagnosis kelemahan siswa pada pemecahan masalah matematika. Populasi penelitian adalah Siswa SMP N Tarowang kelas 9, dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen tes diagnostik yang bertujuan mendiagnosa kemampuan pemecahan masalah pada aspek prosedural dan konseptual. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan kerangka CDM model DINA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas instrumen pada parameter guessing termasuk kategori sedang, sedangkan slip masuk kategori baik. Reliabilitas instrumen dengan pendekatan classificacy accuracy termasuk sangat reliabel yakni sebesar 0.866. Terkahir, atribut yang paling sulit dikuasai adalah atribut A3 dengan proporsi (47%) tidak menguasai, sedangkan paling mudah adalah atribut A5 (5%) tidak menguasai. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan diagnostik berbasis CDM model DINA, dapat membantu guru dalam memahami profil kemampuan siswa secara lebih mendalam serta mendukung pengambilan keputusan pembelajaran yang lebih efektif dan berbasis kebutuhan peserta didik.
Manajemen Kurikulum PAUD dalam Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Pembelajaran Ladyduwi Nata; Audya Valentina; Dea Wulandari; Sheril Aulia; Evayolanda Saputri; Fahmi Fahmi
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8483

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk mengkaji manajemen kurikulum PAUD dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran guna meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan perkembangan anak secara optimal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan kurikulum yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Urgensi penelitian ini terletak pada masih ditemukannya kesenjangan antara konsep ideal manajemen kurikulum dengan praktik di lapangan, khususnya pada aspek inovasi pembelajaran dan pemanfaatan media yang belum optimal. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas stimulasi perkembangan anak secara menyeluruh, sehingga diperlukan kajian mendalam untuk memperoleh gambaran faktual sebagai dasar perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi pedoman wawancara, lembar observasi, dan dokumentasi perangkat pembelajaran seperti program tahunan, program semester, RPPH, serta dokumen evaluasi perkembangan anak. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru PAUD yang terlibat langsung dalam implementasi kurikulum. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan kurikulum dilakukan secara sistematis melalui penyusunan program tahunan, program semester, serta RPPH yang disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka; (2) pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara fleksibel, berbasis bermain, dan berpusat pada anak; (3) evaluasi pembelajaran dilakukan secara autentik melalui observasi perkembangan anak. Dengan demikian, manajemen kurikulum PAUD telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan peningkatan pada aspek inovasi pembelajaran dan pemanfaatan media agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan optimal.
Pengaruh Motivasi Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 18 Medan dengan Kemandirian Belajar sebagai Variabel Intervening Joan Christin Simbolon; Putri Kemala Dewi Lubis
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8564

Abstract

This study was conducted in response to the low economics learning achievement of eleventh-grade social science students at SMA Negeri 18 Medan, where many students had not yet reached the minimum mastery criterion. The study aimed to examine the direct and indirect effects of learning motivation and problem-solving ability on economics learning achievement through learning independence as an intervening variable. This research employed a quantitative approach with an ex post facto design. The population consisted of 107 eleventh-grade social science students, and all students were selected as the sample using a total sampling technique. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation of students’ economics scores. The questionnaire data were measured using a Likert scale. Data were analyzed using descriptive statistics, classical assumption tests, multiple regression, path analysis, and Sobel test with the assistance of IBM SPSS Statistics. The results showed that learning motivation and problem-solving ability had positive and significant effects on learning independence. Learning motivation, problem-solving ability, and learning independence also had positive and significant effects on economics learning achievement. In addition, learning independence was found to partially mediate the effects of learning motivation and problem-solving ability on economics learning achievement. These findings indicate that students with stronger learning motivation and better problem-solving ability tend to develop higher learning independence, which supports better economics learning achievement. The practical implication of this study is that economics teachers should strengthen active and contextual learning through problem-based tasks, independent assignments, learning reflection, and guided problem-solving activities. In conclusion, learning motivation, problem-solving ability, and learning independence are important internal factors that need to be developed together to improve students’ economics learning achievement.
Optimalisasi Evaluasi Pembelajaran dalam Mengembangkan Keterampilan Menulis Siswa SMP Asih Riyanti; Nurul Hasanah; Nurin Asiqin; Nasma Nasma; Muhammad Arul; Muhammad Refi Naldi
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8634

Abstract

Keterampilan menulis teks deskripsi merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengembangkan ide, menyusun struktur teks, dan menggunakan bahasa secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berfungsi sebagai alat penilaian, tetapi juga mampu membantu siswa memperbaiki kemampuan menulisnya secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan optimalisasi evaluasi pembelajaran dalam mengembangkan keterampilan menulis teks deskripsi siswa kelas VII F SMP Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan 27 siswa yang mengikuti penelitian. Proses evaluasi dilakukan melalui evaluasi formatif dalam pembelajaran menulis. Tugas menulis teks deskripsi dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tugas pertama sebagai data awal, dilanjutkan dengan evaluasi berupa umpan balik terhadap kesalahan siswa, dan tugas kedua sebagai tindak lanjut untuk mengukur peningkatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan hasil tugas siswa serta membandingkan persentase ketuntasan belajar berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM = 84) meningkat dari 40,7% pada tugas pertama menjadi 81,5% pada tugas kedua. Peningkatan tersebut diperoleh berdasarkan penilaian terhadap aspek struktur teks, pengembangan ide, dan penggunaan bahasa dalam penulisan teks deskripsi. Selain itu, hasil angket dan wawancara menunjukkan respons positif dari siswa dan guru, terutama dalam membantu siswa memahami kesalahan dan memperbaiki hasil tulisan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan evaluasi formatif berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan menulis teks deskripsi siswa secara bertahap dan terarah
Penerapan Metode SQ3R dalam Meningkatkan Reading Ability Siswa SMPN 4 Sibulue A.Tenrinia Asmanur; Ani Astuti; Andi Mulyani; Sukmawati Sukmawati; Kartika Kartika
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8649

Abstract

This study aimed to describe the implementation of the SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) method in reading instruction and to explore students’ and teacher’s perceptions of its use at SMPN 4 Sibulue. This research employed a qualitative descriptive approach involving twenty students and one English teacher selected through purposive sampling. Data were collected through classroom observation and in-depth interviews focusing on the procedural implementation of the SQ3R method and participants’ responses during the learning process. The research process covered three stages: pre-activities, which focused on observing classroom conditions during the initial implementation of SQ3R; while-activities, which examined the application of each SQ3R step and classroom interactions; and post-activities, which explored students’ and teacher’s perceptions of the method. The findings showed that SQ3R was implemented through systematic reading stages that helped students read texts in a more structured and purposeful way. Students were guided to preview the text, formulate or respond to questions, read to find relevant information, restate key points, and review their understanding. The method also encouraged students’ active participation and helped them focus on important information in the text. However, some students initially experienced difficulties in following the sequence of steps, particularly because the method required more time and repeated reading. Therefore, SQ3R can be considered a useful reading strategy when implemented with clear teacher guidance and gradual habituation.
Driving Teacher Leadership in Strengthening Literacy and Numeracy: A Case Study in Indonesian Primary Education Rini Rini; Hisban Thaha; St. Marwiyah
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8650

Abstract

This study investigated the role of the Guru Penggerak Program in strengthening literacy and numeracy at SDN 30 Mattirowalie, Palopo City, Indonesia. A qualitative case study design was employed to obtain an in-depth understanding of the implementation process within its real educational context. The research participants consisted of one school principal, one Guru Penggerak (Driving Teacher), four classroom teachers, and two students who were directly involved in the program. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observations, and document analysis. The data were analyzed using an interactive qualitative analysis model involving data condensation, data display, and conclusion drawing/verification, while triangulation and member checking were applied to ensure trustworthiness. The findings revealed that the Guru Penggerak Program contributed positively to the strengthening of literacy and numeracy practices through more student-centered learning, stronger teacher collaboration, and increased student engagement.The program encouraged the integration of literacy and numeracy activities into daily instruction and promoted innovative teaching strategies. However, several challenges were identified, including limited learning resources, differences in students’ ability levels, teacher adaptation difficulties, time constraints, and insufficient institutional support. To address these challenges, Driving Teachers implemented adaptive strategies such as instructional innovation, differentiated learning support, collaborative mentoring, resource optimization, and stakeholder involvement. The study offers empirical insight into how the Guru Penggerak Program can support foundational literacy and numeracy practices in primary schools, particularly through student-centered learning, collaborative school culture, and teacher leadership, while also emphasizing the need for sustained institutional support.
Teachers’ Classroom Management Strategies in Creating Inclusive Learning Environments in Indonesian Primary Schools Yanti Kahar; Muhaemin Muhaemin; Baderiah Baderiah
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8672

Abstract

This study aimed to analyze teachers’ classroom management strategies in creating inclusive learning environments at SDN 60 Salubattang. The study focused on the implementation of inclusive education, classroom management strategies, and the supporting and inhibiting factors influencing inclusive learning practices. This research employed a qualitative case study design. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation involving the principal, classroom teachers, subject teachers, students, and parents who were directly involved in inclusive learning activities. Data validity was ensured through triangulation, prolonged engagement, and member checking, while the data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The findings revealed that inclusive learning environments were created through integrated classroom management strategies, including differentiated instruction, adaptive classroom management, positive reinforcement, collaborative learning, and flexible assessment practices. These strategies worked together to accommodate students’ diverse academic abilities and learning needs, encourage active participation, and provide equal learning opportunities. Collaboration among teachers, parents, and school leaders also supported the implementation of inclusive learning, while positive peer interaction contributed to students’ social acceptance, cooperation, and classroom participation. However, the implementation of inclusive learning still faced several challenges, including limited educational facilities, insufficient instructional media, and limited teacher training related to inclusive education practices. This study concludes that teachers’ classroom management strategies are essential in strengthening inclusive learning environments in primary education and offers contextual insight into how inclusive classroom management is practiced in a suburban Indonesian primary school.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Manajemen Sekolah Berbasis Pendidikan Multikultural Uswatun Hasanah; Sayan Suryana; Khalid Ramdhani
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8685

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menciptakan manajemen sekolah yang mampu mengakomodasi keberagaman budaya, suku, agama, dan latar belakang peserta didik guna mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif, harmonis, dan berkeadilan. Latar belakang penelitian ini berawal dari pentingnya seorang pemimpin yang mampu mengakomodasi keragaman budaya, agama, dan sosial dalam lingkungan sekolah. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab strategis untuk menciptakan suasana sekolah yang inklusif, adil, dan berbasis keragaman. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan manajemen sekolah berbasis multikultural di SMA Negeri 5 Karawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SMA Negeri 5 Karawang menerapkan gaya kepemimpinan partisipatif dan demokratis dalam mengelola sekolah multikultural. Tindakan yang diambil meliputi pengembangan karakter berbasis toleransi, pelaksanaan kegiatan lintas budaya, dan penerapan kebijakan yang menjamin kesetaraan bagi seluruh anggota sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran multikultural melalui kolaborasi dengan guru, siswa, dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, manajemen sekolah berbasis nilai-nilai multikultural telah terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis, adaptif, dan berbasis karakter yang menjunjung tinggi toleransi dan menghormati perbedaan.