cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
redaksi.jsgp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jsgp@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Latammacelling No. 9 B Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 26546477     DOI : https://doi.org/10.30605/jsgp
Core Subject : Education,
JSGP (Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, ISSN 2654-6477) is an academic publication media managed by the Faculty of Teacher Training and Education and published by Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Publishing research results and theoretical studies in the field of education, JSGP is a reference source as well as a means of publication for teachers, lecturers, students, school supervisors, policymakers, and education observers.
Articles 767 Documents
Implemantasi Program Homeschooling Komunitas di PKBM Anugerah Bangsa Semarang Salsabila, Huwaida; Kisworo, Bagus
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8045

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk mengkaji pelaksanaan program homeschooling komunitas di PKBM Anugerah Bangsa Semarang sebagai alternatif layanan pendidikan yang fleksibel dan inklusif bagi peserta didik yang tidak dapat mengakses pendidikan formal secara optimal. Homeschooling komunitas merupakan bentuk alternatif pendidikan bagi peserta didik dengan kebutuhan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi program homeschooling komunitas di PKBM Anugrah Bangsa Semarang. Hal ini penting dan menarik untuk dibahas serta didiskusikan saat ini karena homeschooling komunitas dapat menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan yang inklusif dan fleksibel. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek Penelitian ini antara lain kepala PKBM, Tutor, peserta didik, serta orang tua/wali peserta didik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian mengacu pada teknik analisis Miles and Huberman yang diawali dari adanya pengumpulan data sampai dengan penarikan kesimpulan/hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi homeschooling komunitas di PKBM Anugrah Bangsa dilaksanakan sesuai dengan karakteristik pendidikan non-formal, yaitu fleksibel, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan siswa. Metode pembelajaran yang diterapkan di PKBM Anugrah Bangsa bersifat berpusat pada siswa, sehingga memudahkan setiap siswa untuk beradaptasi dengan proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan homeschooling komunitas di PKBM Anugrah Bangsa memiliki potensi untuk menjadi model pendidikan alternatif yang relevan saat ini, terutama bagi peserta didik dengan kebutuhan belajar yang beragam. setelah adanya data yang telah dikumpulkan oleh peneliti dilakukan pengujian data melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber agar memastikan bahwa data yang telah diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.  
Pengaruh Media Pembelajaran Kooperatif Berbasis Learning Manajemen System SYAM-OK terhadap Hasil Belajar melalui Variabel Mediasi Keterlibatan dan Motivasi Mahasiswa Ridwan, Wardimansyah; Purnamasari, Fitry
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8058

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengevaluasi efektivitas media pembelajaran kooperatif berbasis LMS SYAM-OK dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa kependidikan melalui optimalisasi keterlibatan dan motivasi sebagai faktor mediasi di era digitalisasi Pendidikan. Pemanfaatan Learning Management System (LMS) di perguruan tinggi tidak selalu berdampak langsung pada peningkatan hasil belajar karena efektivitasnya sangat ditentukan oleh desain pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan dan motivasi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media pembelajaran kooperatif berbasis LMS SYAM-OK terhadap hasil belajar mahasiswa melalui keterlibatan dan motivasi sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain survei. Sampel berjumlah 200 mahasiswa yang dipilih melalui cluster sampling. Implementasi pembelajaran kooperatif dilakukan melalui diskusi sinkron menggunakan Google Meet yang terintegrasi dalam SYAM-OK. Data variabel SYAM-OK, keterlibatan, dan motivasi dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert (1–5) yang disusun peneliti, sedangkan hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai UAS. Analisis data menggunakan PLS-SEM melalui evaluasi model pengukuran dan model struktural. Hasil menunjukkan SYAM-OK berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan (β=0,430; p<0,001) dan motivasi (β=0,448; p<0,001). Keterlibatan (β=0,224; p=0,001) dan motivasi (β=0,518; p<0,001) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, serta terdapat pengaruh langsung SYAM-OK terhadap hasil belajar (β=0,190; p<0,001). Efek mediasi juga signifikan melalui keterlibatan (β=0,096; p=0,004) dan motivasi (β=0,232; p<0,001), dengan R² hasil belajar sebesar 0,660. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas LMS akan lebih optimal ketika didukung desain pembelajaran kooperatif sinkron yang terstruktur untuk memperkuat keterlibatan dan motivasi mahasiswa.
Pengembangan Alat Evaluasi HOTS Berbasis Games Edukatif Wayground Materi Konsep Dasar Perpajakan Siswa Kelas XI Akuntansi SMKN 1 Kemlagi Arya, Abella Rida; Pratiwi, Vivi
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8127

Abstract

Penelitian ini penting untuk mengembangkan alat evaluasi HOTS berbasis game edukatif Wayground agar pembelajaran konsep dasar perpajakan pada siswa kelas XI Akuntansi lebih interaktif, efektif, dan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran Kurikulum Nasional pendekatan Deep Learning saat ini membutuhkan alat evaluasi kontekstual dengan berpikir tingkat tinggi (HOTS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat evaluasi HOTS berbasis games edukatif Wayground materi konsep dasar perpajakan. Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development) model pengembangan ADDIE. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli evaluasi dan grafis, dan angket respon siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui tingkat kelayakan produk. Prosedur pengembangan terdiri atas tahap analisis masalah dan kebutuhan siswa, perancangan produk, pengembangan melalui validasi ahli dan uji coba terbatas, implementasi produk jadi, dan evaluasi pada setiap tahap untuk menyempurnakan produk. Subjek penelitian adalah 34 siswa kelas XI Akuntansi di SMKN 1 Kemlagi yang telah menerima materi konsep dasar perpajakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat evaluasi yang dikembangkan telah memenuhi kriteria sangat layak dengan hasil rata-rata 92% validasi ahli evaluasi dan 94% ahli grafis. Penelitian ini menghasilkan 35 soal yang telah dinyatakan valid berdasarkan hasil pengujian dan memperoleh respon positif dari siswa. Alat evaluasi ini mampu memberikan penilaian secara otomatis, memberikan feedback kepada siswa, dan menghasilkan penilaian yang objektif, sehingga evaluasi pembelajaran menjadi lebih menarik, bermakna, dan memanfaatkan teknologi digital secara optimal.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Menggunakan Board Game untuk Meningkatkan Akademik Hardiness Siswa Farida, Ilma; Hariyadi, Sigit
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8171

Abstract

Urgensi penelitian ini dilakukan karena rendahnya ketahanan akademik siswa dalam menghadapi tekanan belajar menuntut inovasi layanan bimbingan yang efektif dan menarik, seperti penggunaan board game dalam bimbingan kelompok, untuk meningkatkan academic hardiness secara signifikan dan berkelanjutan. Berbagai temuan menunjukkan bahwa academic hardiness siswa masih rendah, sehingga siswa mudah mengalami stres akademik dan kesulitan menghadapi tuntutan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok menggunakan board game dalam meningkatkan academic hardiness siswa SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experimental model pretest-posttest control group design. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria siswa yang memiliki tingkat academic hardiness rendah. Sampel penelitian terdiri dari 12 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (n = 6) dan kelompok kontrol (n = 6). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pemberian pretest dan posttest pada kedua kelompok menggunakan skala academic hardiness berdasarkan teori Kobasa (1982) dengan validitas 0,272–0,623 dan reliabilitas Alpha Cronbach 0,826. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan skor pretest dan posttest serta uji N-Gain untuk mengetahui tingkat peningkatan setelah perlakuan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi kelompok eksperimen sebesar 0,027 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pretest dan posttest, sedangkan kelompok kontrol memperoleh nilai signifikansi 0,854 > 0,05 sehingga tidak terdapat perbedaan signifikan. Hasil uji N-Gain menunjukkan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 0,3573 dengan kategori sedang, sedangkan kelompok kontrol sebesar -0,0359 dengan kategori rendah. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok menggunakan board game efektif dalam meningkatkan academic hardiness siswa, sehingga dapat direkomendasikan sebagai alternatif media layanan yang inovatif dan menarik bagi konselor atau guru BK dalam upaya meningkatkan academic hardiness siswa secara lebih optimal.
Pengaruh Media Pembelajaran Poster terhadap Kemampuan Menulis Aksara Sunda Kelas VII di SMP Santa Lusia Megawati, Megawati; Ropiah, Opah
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8174

Abstract

The urgency of this research is to determine the effectiveness of posters as a learning media in improving the ability of seventh-grade students to write Sundanese script. The preservation of Sundanese script as part of local cultural heritage requires effective instructional strategies, as many junior high school students still experience difficulties in writing Sundanese characters accurately and systematically. This study aims to examine the effect of poster-based learning media on the Sundanese script writing ability of seventh-grade students at SMP Santa Lusia. The research employed a quantitative pre-experimental method using a one-group pretest–posttest design. The population consisted of all Grade VII students at SMP Santa Lusia, and the sample was Class VII-A comprising 30 students, selected through simple random sampling. The sampling criteria included active enrollment in Grade VII and participation in the complete learning process during the study. Data were collected through observation, written tests (pretest and posttest), and documentation. The research instrument was an essay-based writing test that had undergone validity testing. Data analysis techniques included validity testing, normality testing using the Shapiro–Wilk test, and hypothesis testing using a paired samples t-test. The results showed that the mean pretest score was 64.7 (minimum 20; maximum 94), while the mean posttest score increased to 85.2 (minimum 70; maximum 100). The Shapiro–Wilk test indicated that the data were normally distributed (Sig. > 0.05). The paired samples t-test revealed a significance value of 0.000 (Sig. 2-tailed < 0.05), indicating a statistically significant difference between pretest and posttest scores. Therefore, poster-based learning media significantly improve students’ ability to write Sundanese script.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Youtube Edukasi terhadap Pemahaman Konsep IPS Siswa SMP Irianingtyas, Edna Fitriani; Kaluge, Laurens; Sulistyo, Sulistyo
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8199

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman konsep IPS siswa di Kabupaten Nabire akibat dominasi metode konvensional, yang menuntut adanya inovasi model pembelajaran digital untuk mengatasi abstraksi materi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbantuan YouTube Edukasi terhadap pemahaman konsep IPS siswa, serta meninjau pengaruhnya berdasarkan aspek gender. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen (quasi-experimental design) dengan rancangan non-equivalent control group design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII SMP di Kabupaten Nabire, dengan sampel sebanyak 200 siswa yang diambil melalui teknik cluster random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes objektif berbentuk pilihan ganda untuk mengukur pemahaman konsep yang telah divalidasi, dan data dianalisis menggunakan statistik inferensial MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari penerapan model PBL berbantuan YouTube Edukasi terhadap peningkatan pemahaman konsep IPS siswa dibandingkan dengan model konvensional. Selain itu, ditemukan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan pada pemahaman konsep antara siswa laki-laki dan perempuan, serta tidak terdapat efek interaksi antara model pembelajaran dengan gender. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi model berbasis masalah dengan media visual YouTube dapat menjadi solusi efektif bagi pendidik di wilayah Papua untuk menciptakan pembelajaran yang inklusif, meminimalisir bias gender, dan memperkuat struktur kognitif siswa dalam memahami fenomena sosial yang kompleks.
Pengembangan dan Validasi Media Pembelajaran Akuntansi Keuangan Berbasis Aplikasi Edcounting-App Berbantuan Construct 3 Hayuningjati, Reksi; Susanti, Susanti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8201

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah menyediakan media pembelajaran akuntansi keuangan berbasis aplikasi Edcounting-App dengan bantuan Construct 3 yang valid, interaktif, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan siswa dalam mempelajari akuntansi. Selama proses pembelajaran tentu membutuhkan sarana dan prasarana untuk mendukung pembelajaran yang lebih menyenangkan, misalnya penggunaan media pembelajaran. Seiring perkembangan generasi dan kemajuan teknologi, penggunaan media pembelajaran perlu disesuaikan dan dimodifikasi lagi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbantuan software construct 3 pada mata pelajaran akuntansi keuangan kelas XI, mengetahui kelayakan media yang dikembangkan, serta mengetahui respon peserta didik terhadap media pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket terbuka dan tertutup. Penelitian ini juga menggunakan beberapa teknik analisis data seperti wawancara, lembar telaah para ahli, lembar validasi para ahli, dan angket respon peserta didik. Media pembelajaran interaktif yang dikembangkan dilakukan telaah dan validasi oleh ahli materi, ahli media, serta ahli bahasa. Selanjutnya dilakukan uji coba terbatas pada 20 peserta didik kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK Negeri di Surabaya. Hasil validasi ahli diperoleh kriteria sangat layak dengan rata-rata peresentase kelayakan untuk ahli materi sebesar 91,25%, peresentase kelayakan untuk ahli media 98%, serta peresentase kelayakan untuk ahli bahasa sebesar 90%. Sedangkan untuk respon peserta didik diperoleh kriteria sangat baik dengan peresentase sebesar 98%. Berdasarkan uraian tersebut, maka diperoleh hasil akhir bahwa produk media pembelajaran interaktif berupa aplikasi android berbantuan software construct 3 sangat layak untuk dijadikan media pembelajaran dalam proses pembelajaran dengan rata-rata ≥ 61%.
Effectiveness of Problem-Based Learning Model on Cognitive Learning Outcomes and Science Self-Efficacy (SSE) Putri, Marsha Hemalia; Inayah, Nailil; Yanti, Aning Wida; Rochmawati, Rizka Novia
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8207

Abstract

Students’ cognitive learning outcomes and Science Self-Efficacy (SSE) are important factors influencing success in science learning. However, many students still demonstrate low confidence and limited understanding of Ecology, indicating the need for innovative learning models. This study aims to analyze the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model on cognitive learning outcomes and students' SSE in Ecology at the junior high school level. This study employed a quantitative approach with a one-group posttest-only design. The population consisted of seventh-grade students at Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Saudi Arabia. Using simple random sampling, 22 students from class VII B were selected as the research sample. Data were collected using test and non-test instruments, namely an essay test to measure cognitive learning outcomes and a Science Self-Efficacy (SSE) questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test as a prerequisite test, and a one-sample t-test for hypothesis testing. The results showed that the average score for students' cognitive learning outcomes was 89.59, and the average score for SSE was 84.86, with both distributions normal (Sig. > 0.05). The t-test results (Sig. = 0.000 < 0.05) showed that applying the PBL model significantly improved students' cognitive learning outcomes and SSE. The highest cognitive indicator was found in C6 (create), at 92.4%, followed by C5 (evaluate), at 73.4%. In addition, the most dominant dimension of SSE is Magnitude at 75%. The results of this study indicate that the PBL model is effective on students' cognitive learning outcomes and SSE in Ecology material.
Penerapan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Menggunakan Teknik Kelompok Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Yahya, Yahya; Mataputun, Yulius; Masreng, Robert; C. Tanta, C. Tanta; Gultom, Monika; Albaiti, Albaiti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8221

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada diskrepansi tajam antara proyeksi anggaran tunjangan profesi guru nasional sebesar Rp110 triliun dengan rendahnya kinerja riil di lapangan, serta kondisi sosiogeografis dan keamanan ekstrem di wilayah Papua yang memerlukan model kepemimpinan instruksional yang adaptif dan humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan supervisi akademik kepala sekolah menggunakan teknik kelompok untuk meningkatkan profesionalisme guru di SD Negeri Guninggame, Kabupaten Lanny Jaya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan supervisi akademik teknik kelompok secara sistematis yang mencakup empat tahap, yaitu: (1) perencanaan, dengan menyusun program supervisi berdasarkan kebutuhan guru dan kondisi sekolah; (2) pelaksanaan, melalui kegiatan kelompok seperti diskusi kelompok, observasi teman sejawat, dan demonstrasi mengajar yang dilaksanakan secara partisipatif dan humanis; (3) evaluasi, dengan melakukan penilaian terhadap proses dan hasil pelaksanaan supervisi untuk mengetahui tingkat keberhasilan serta kendala yang dihadapi; dan (4) tindak lanjut, melalui pembinaan lanjutan berupa pelatihan internal yang dilaksanakan secara kolaboratif. Di samping itu, pelaksanaan supervisi akademik teknik kelompok masih menghadapi beberapa hambatan, yaitu keterbatasan waktu, perbedaan tingkat pemahaman guru, serta keterbatasan sarana pendukung. Namun demikian, program ini didukung oleh komitmen kepala sekolah yang tinggi dan motivasi guru yang kuat. Secara keseluruhan, penerapan supervisi akademik teknik kelompok memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru, terutama dalam penguatan kompetensi pedagogik, pengembangan profesional secara berkelanjutan, peningkatan kedisiplinan kerja, serta penguatan etika dan tanggung jawab profesi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bidang manajemen pendidikan, khususnya pada penguatan praktik supervisi akademik di sekolah dasar.
Pelaksanaan Pemantauan dan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Putra, Eka; Mataputun, Yulius; Kurniawan, Diki; Hutabarat, Ida M.; Wahyudin, Urip; Sampebua, Mingsep Rante
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8222

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kondisi geografis dan sosiologis Kabupaten Lanny Jaya sebagai daerah tertinggal, di mana tantangan kedisiplinan guru, keterbatasan kompetensi pedagogik, dan minimnya kelengkapan administrasi pembelajaran menjadi hambatan utama dalam mencapai standar nasional pendidikan. Penguatan peran supervisi kepala sekolah menjadi sangat mendesak untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berkualitas di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pemantauan serta supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai upaya strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah SD Negeri Yokobak sebagai informan kunci, serta guru-guru di SD Negeri Yokobak sebagai informan utama untuk memvalidasi dampak supervisi terhadap kinerja mereka. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Supervisi akademik dilaksanakan dengan pendekatan bantuan profesional yang adaptif terhadap kendala geografis; (2) Manajemen tugas pendidik mengandalkan kekuatan komitmen sosial dan budaya gotong royong; (3) Pengelolaan sarana prasarana menggunakan skala prioritas keselamatan dan kebutuhan dasar belajar; (4) Pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip manajemen berbasis realitas yang mengutamakan efisiensi logistik daerah pegunungan; (5) Pelaksanaan supervisi memberikan dampak sistemik pada peningkatan kedisiplinan, kreativitas dalam memanfaatkan alam sebagai media belajar, serta transformasi strategi pembelajaran dari konvensional menjadi kontekstual. Kesimpulannya, supervisi yang konsisten dan adaptif mampu meningkatkan profesionalisme guru di daerah terpencil meskipun di tengah keterbatasan fasilitas.