cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
redaksi.jsgp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jsgp@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Latammacelling No. 9 B Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 26546477     DOI : https://doi.org/10.30605/jsgp
Core Subject : Education,
JSGP (Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, ISSN 2654-6477) is an academic publication media managed by the Faculty of Teacher Training and Education and published by Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Publishing research results and theoretical studies in the field of education, JSGP is a reference source as well as a means of publication for teachers, lecturers, students, school supervisors, policymakers, and education observers.
Articles 767 Documents
Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas dalam Meningkatkan Kompetensi Sosial Emosional Siswa Ansi, Sadly; Irianto, Petrus; Hutabarat, Ida Mariati; Masreng, Robert; Gultom, Monika; Mangolo, Ewendi W.
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8254

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada urgensi kebutuhan akan model supervisi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga kolaboratif dan efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis kelas dalam meningkatkan kompetensi sosial emosional siswa di SMP Negeri 1 Malagai, Distrik Malagai, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah dan seluruh guru di SD Negeri Guninggame. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, peserta didik, serta komite/ketua adat. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik, dan member checking. Hasil Penelitian: (1) implementasi PPK berbasis kelas dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran; pada perencanaan guru mengintegrasikan nilai karakter dan indikator sosial-emosional dalam tujuan, materi, dan strategi, pada pelaksanaan dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan kelas, aktivitas kooperatif, serta pengelolaan kelas yang menekankan disiplin positif, sedangkan evaluasi dilakukan melalui observasi sikap, refleksi sederhana, dan tindak lanjut pembinaan yang realistis sesuai kondisi sekolah. (2) nilai-nilai lokal setempat diintegrasikan sebagai konteks pembelajaran dan pembiasaan (misalnya kebersamaan, saling menolong, penghormatan terhadap aturan/adat kampung) sehingga memperkuat pengalaman sosial siswa di kelas. (3) faktor pendukung utama meliputi komitmen guru, budaya kebersamaan, dukungan komunitas, dan komunikasi sekolah dan orang tua; sementara faktor penghambat dominan mencakup keterbatasan listrik/internet, sarana belajar, beban administrasi, serta tantangan kedisiplinan yang berdampak pada ruang perencanaan dan dokumentasi penilaian. (4) implementasi PPK berbasis kelas berimplikasi pada penguatan kompetensi sosial emosional siswa, terutama kesadaran diri, pengelolaan emosi, empati/kepedulian sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa pada konteks 3T Papua Pegunungan, keberhasilan PPK lebih ditentukan oleh konsistensi praktik keteladanan, pembiasaan, dan pengalaman sosial yang kontekstual daripada kelengkapan administrasi semata.
Analisis Penerapan Teori Belajar Kognitivisme dalam Pembelajaran Reading Comprehension Bahasa Inggris Siswa Ramadani, Kharista Putri; Hidayati, Lutfy Ummu; Candadila, Radinsa Yola; Puji, Winantu; Ali, Ahmad; Yusuf, Arief Rahman
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8270

Abstract

Pembelajaran reading comprehension dalam konteks EFL sering kali masih berorientasi pada pemahaman literal sehingga kurang mengoptimalkan proses berpikir tingkat tinggi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teori belajar kognitivisme dalam pembelajaran reading comprehension pada siswa kelas XI di MAN 1 Madiun serta mengkaji dampaknya terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi pembelajaran, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen perangkat pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi teknik serta triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip kognitivisme diterapkan melalui aktivasi skemata pada tahap prabaca, penggunaan strategi pemrosesan informasi seperti skimming, scanning, identifikasi ide pokok, dan penarikan inferensi pada tahap saat membaca, serta refleksi metakognitif pada tahap pascabaca. Implementasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan siswa dalam memahami struktur teks, menafsirkan makna implisit, dan memonitor pemahaman secara mandiri. Meskipun demikian, penguatan strategi metakognitif belum sepenuhnya optimal akibat keterbatasan kosakata dan variasi scaffolding yang masih terbatas. Secara keseluruhan, penerapan teori kognitivisme terbukti memperkuat keterlibatan kognitif siswa dan meningkatkan kualitas pemahaman membaca secara analitis.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap Kreativitas Mengajar Guru Sekolah Dasar Agustina, Rizky; Harapan, Edi; Rahman, Andi
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8273

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional dan Kurikulum Merdeka Belajar terhadap kreativitas mengajar guru sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh Kepemimpinan Transformasional kepala sekolah dengan kreativitas mengajar guru; (2) Pengaruh Kurikulum Merdeka dengan kreativitas mengajar guru; (3) Pengaruh Kepemimpinan Transformasional kepala sekolah dan Kurikulum Merdeka terhadap kreativitas mengajar guru di SD kecamatan ilir Barat 1 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Penelitian ini dilakukan SD Negeri wilayah Palembang kecamatan ilir barat 1 dengan responden 84 guru. Instrument penelitian berupa angket. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Uji validitas menggunakan validitas konstruks sedangkan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas, uji heteroskedastisitas, dan uji multikolinearitas, serta data dianalisis menggunakan Teknik regresi liner berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap kreativitas mengajar guru dengan nilai korelasi sebesar 0,588, (2) ada hubungan yang positif dan signifikan antara kurikulum merdeka belajar terhadap kreativitas mengajar guru dengan nilai korelasi sebesar 0,614, (3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan kurikulum merdeka belajar terhadap kreativitas mengajar guru dengan nilai korelasi sebesar 44%, sedangkan sisanya sebesar 55,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak disebutkan di dalam penelitian ini.
Efektivitas Penggunaan Quizizz Sebagai Media Evaluasi Interaktif pada Materi Informatika di SMP Negeri 1 Sanrobone Kania, Asih Suci; Pratiwi, Aktifa; Hayati, Riza Sativani; Nasir, Nasir
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.7963

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan Quizizz sebagai media evaluasi interaktif dalam meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan hasil belajar siswa pada materi Informatika di SMP Negeri 1 Sanrobone. Pembelajaran Informatika di sekolah menengah pertama menghadapi tantangan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang efektif, interaktif, dan mampu meningkatkan keterlibatan siswa. Evaluasi yang masih didominasi metode konvensional cenderung kurang menarik dan belum sepenuhnya mendukung karakteristik pembelajaran Informatika yang menekankan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir logis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Quizizz sebagai media evaluasi interaktif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Informatika di SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dan desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sanrobone. Instrumen penelitian berupa tes pretest dan posttest serta angket respons siswa. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, perhitungan N-Gain, dan uji t berpasangan dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 61,9 meningkat menjadi 84,3 pada posttest, disertai penurunan standar deviasi dari 9,8 menjadi 7,6. Temuan ini mengindikasikan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan dan pemerataan pemahaman siswa setelah penerapan Quizizz. Dengan demikian, Quizizz terbukti efektif digunakan sebagai media evaluasi interaktif dalam pembelajaran Informatika di SMP dan berpotensi meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran berbasis teknologi.
Hubungan Academic Self Efficacy dengan Academic Resilience : Tinjauan Berdasarkan Coping Strategy Siswa SMP Walisongo 1 Semarang A'yun, Shabrina Qurrota; Amin, Zakki Nurul
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8236

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk memahami hubungan antara academic self-efficacy dan academic resilience berdasarkan coping strategy siswa guna meningkatkan kemampuan siswa dalam menghadapi tekanan dan tantangan akademik di SMP Walisongo 1 Semarang. Penelitian ini penting dilakukan karena siswa pada jenjang sekolah menengah pertama sering menghadapi berbagai tekanan akademik yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi efikasi diri akademik dan empat dimensi strategi koping terhadap resiliensi akademik pada siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional pada 117 siswa kelas VII dan VIII yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala resiliensi akademik, efikasi diri akademik, dan strategi koping yang mencakup dimensi problem-focused engagement, problem-focused disengagement, emotion-focused engagement, dan emotion-focused disengagement. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi hierarkis untuk mengetahui kontribusi bertahap masing-masing variabel terhadap resiliensi akademik. Hasil menunjukkan bahwa efikasi diri akademik berpengaruh signifikan terhadap resiliensi akademik pada model pertama (R² = 0.141; p < 0.001). Pada model kedua setelah empat dimensi koping dimasukkan, nilai R² meningkat menjadi 0.305 (ΔR² = 0.164; p < 0,001). Namun, hanya koping berfokus pada emosi (emotion-focused engagement) yang signifikan (β = 0.333; p < 0.001), sedangkan ketiga dimensi lainnya tidak signifikan. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya penguatan efikasi diri akademik dan keterampilan regulasi emosi dalam upaya meningkatkan resiliensi akademik siswa SMP melalui intervensi pendidikan.
Implementasi Kompetensi Profesional Guru dalam Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Siallagan, Renhad Pebfrianto; Mataputun, Yulius; Masreng, Robert; Kusdianto, Kusdianto; Waromi, Juliana; Hutabarat, Ida M.
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8252

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat literasi di Kabupaten Lanny Jaya, dengan angka buta aksara mencapai 68,56%, serta tuntutan transformasi pendidikan melalui Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 yang menekankan pembelajaran mendalam (deep learning). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kompetensi profesional guru dalam mewujudkan pembelajaran bermakna di SMA Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi guru bersertifikat pendidik dengan masa tugas minimal dua tahun, kepala sekolah sebagai pengelola, serta siswa Orang Asli Papua (OAP). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru telah diimplementasikan dengan cukup baik. Guru mampu menguasai materi, mengaitkannya dengan konteks kehidupan siswa, serta menerapkan pembelajaran yang partisipatif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, guru memahami karakteristik dan cara belajar siswa, serta berupaya mengintegrasikan kurikulum secara kontekstual. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan keprofesian berkelanjutan telah dilakukan, meskipun masih terbatas oleh fasilitas, akses pelatihan, dan beban administratif. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, komitmen guru, dan kerja sama antar guru. Sementara itu, hambatan utama mencakup keterbatasan sarana, kondisi geografis, dan minimnya pelatihan berkelanjutan. Implementasi kompetensi profesional guru berdampak positif terhadap pembelajaran bermakna, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan siswa, pemahaman materi, serta kemampuan mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi profesional guru yang kontekstual dan adaptif berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadi kunci terwujudnya pembelajaran bermakna.
Peran Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Pembelajaran Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Prayitno, Prayitno; Irianto, Petrus; Hutabarat, Ida Mariati; Lumbantobing, Happy; Kusdianto, Kusdianto; Waromi, Juliana
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8253

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada perlunya mengeksplorasi model kepemimpinan di wilayah dengan tantangan ekstrem, di mana keterbatasan infrastruktur berupa status blank spot internet dan ketersediaan listrik tenaga surya yang hanya sebesar 500 watt menuntut resiliensi manajerial agar kualitas pembelajaran tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMAN Tiomneri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan telaah dokumen Subjek penelitian ini melibatkan delapan informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri dari satu orang Kepala Sekolah (KS), satu orang Wakil Kepala Sekolah (WK) bidang kurikulum, dan enam orang guru . Analisis data dilakukan dengan model interaktif (reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan), sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta didukung member check dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan kepemimpinan pembelajaran melalui lima tanggung jawab utama, yaitu: 1) mendefinisikan dan mengkomunikasikan visi misi sekolah dengan menyelaraskan arah program sekolah, penegasan target kerja, dan penguatan komitmen guru agar pembelajaran tetap berorientasi pada tujuan; 2) mengoordinasikan kurikulum melalui fasilitasi perencanaan perangkat ajar, rapat/kerja kurikulum, koordinasi lintas mata pelajaran, serta dorongan inovasi pembelajaran yang kontekstual; 3) melaksanakan supervisi pembelajaran melalui kunjungan kelas, umpan balik, pendampingan, dan tindak lanjut perbaikan perangkat serta praktik mengajar; 4) memantau kemajuan belajar peserta didik melalui evaluasi hasil belajar, pembahasan capaian, serta program remedial dan pengayaan sebagai dasar perbaikan pembelajaran; dan 5) memelihara iklim belajar positif dengan penguatan disiplin, budaya kolaborasi, komunikasi kerja, serta dukungan pembinaan yang mendorong guru terus berkembang. Faktor pendukung mencakup dukungan komite/orang tua, komitmen guru, forum MGMP sekolah, pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar, dan motivasi peserta didik. Secara ilmiah, penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan praktik kepemimpinan pembelajaran pada konteks SMAN Tiomneri sebagai sekolah menengah atas negeri di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Implementasi Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Budaya Sekolah Suparman, Suparman; Mataputun, Yulius; Tanta, C.; Albaiti, Albaiti; Hutabarat, Ida M.; Wahyudin, Urip
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8255

Abstract

Kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya sekolah yang kondusif, disiplin, dan berkarakter, terutama pada sekolah di wilayah dengan keterbatasan sarana, prasarana, serta kondisi geografis yang menantang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menciptakan budaya sekolah di SMP Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode partisipatif. Subjek penelitian terdiri dari 12 informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. Instrumen utama adalah peneliti (human instrument) yang didukung pedoman wawancara terstruktur, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, waktu, serta peningkatan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengimplementasikan kompetensi manajerial melalui enam aspek utama. Pertama, perencanaan sekolah dilakukan secara sistematis dan partisipatif dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan. Kedua, penciptaan budaya dan iklim sekolah yang kondusif melalui pembiasaan disiplin, keteladanan, serta penanaman nilai kebersamaan dan tanggung jawab. Ketiga, pengelolaan guru dan staf dilakukan secara optimal melalui pembagian tugas, pembinaan, dan motivasi kerja. Keempat, pengelolaan kurikulum dan pembelajaran diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan. Kelima, pengelolaan sistem informasi dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keenam, pemanfaatan teknologi informasi digunakan untuk mendukung pembelajaran dan manajemen sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan dukungan teknologi, implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah secara umum memberikan kontribusi positif dalam membentuk budaya sekolah yang tertib, harmonis, berkarakter, serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Berwawasan Multikultural Dalam Pencegahan Intoleransi Di Lingkungan Sekolah Swarso, Edi; Mataputun, Yulius; Masreng, Robert; Tanta, C.; Albaiti, Albaiti; Gultom, Monika
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8256

Abstract

  Tantangan intoleransi saat ini menjadi ancaman serius bagi integritas pendidikan nasional, di mana realitas empiris menunjukkan adanya peningkatan jumlah pelajar yang terpapar paham eksklusivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dalam pencegahan intoleransi dengan fokus spesifik pada SMAN 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal, di mana data primer digali melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan kunci yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data diintegrasikan melalui observasi partisipatif dan studi dokumentasi, sementara keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah SMAN 1 Tiom telah menerapkan kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dengan membawa perubahan, menginspirasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan yang diwujudkan melalui pemberian contoh dan sikap dalam bertindak sehari-hari. Melalui penerapan visi multikultural dan kecerdasan budaya ke dalam gaya kepemimpinan yang inklusif, partisipatif dan integrasi antara keteladanan personal, komunikasi organisasi yang terbuka, dan penegakan keadilan yang non-diskriminatif, kepala sekolah berhasil menciptakan budaya sekolah yang harmonis dan inklusif dengan saling menghargai, menerapkan persamaan hak laki-laki dan perempuan serta memberikan kesempatan yang sama. Dengan melibatkan siswa secara konsultif, kolaboratif dan dipimpin oleh anak dalam pengambilan kebijakan sekolah maupun pelaksanaan kegiatan sekolah mampu mencegah intoleransi di sekolah. Faktor pendukung kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dari iklim organisasi, kurikulum, dan sarana sekolah yang memadai sedangkan faktor penghambatnya aspek kognitif, sikap individu dan kurangnya sosialiasi pendidikan multikultural ditengah masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam kajian kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dalam pencegahan intoleransi dari perspektif Papua Pegunungan.
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Budaya Sekolah terhadap Kinerja Guru Subadra, Desi; Lian, Bukman; Putra, Muhammad Juliansyah
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8272

Abstract

Urgensi penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sejauh mana kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah berperan dalam meningkatkan kinerja guru SD di Kecamatan Ilir Barat I Palembang guna mendukung mutu pendidikan yang lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) Pengaruh kepemipinan kepala sekolah dengan kinerja guru; (2) Pengaruh budaya sekolah dengan kinerja guru; dan (3) Pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri wilayah Ilir Barat I Palembang dengan sampel 4 sekolah yang berbeda. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah sampel yang akan diteliti peneliti adalah jumlah 84 guru dari keempat sekolah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional, yang dimana Sampling adalah cara pengumpulan data apabila yang diselidiki hanya elemen sampel dari suatu populasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus Slovin. Instrument penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan angket atau kuesioner. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Uji validitas menggunakan validitas konstruks sedangkan uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Uji prasyarat analisis menggunakan uji heteroskedastisitas, uji normalitas, dan uji multikolinieritas serta data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 58,9%, (2) Budaya sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 61,4%, dan (3) Kepemimpinan kepala sekolah dan budaya sekolah berpengaruh secara bersama-sama terhadap kinerja guru sebesar 45,2%.