cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Inovasi Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar Sheiyla Anggraeni Indayana; Dewi Indrapangastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107440

Abstract

This literature review purpose to evaluate the effectiveness of Augmented Reality (AR)-based learning media in improving learning outcomes in Natural and Social Sciences (IPAS) in elementary schools. The problem raised is students' difficulties in understanding abstract concepts due to the minimal use of visual and interactive media. A total of 16 articles from nationally and internationally accredited journals published between 2020 and 2025 were analyzed using content analysis techniques. The results of the study indicate that AR media is consistently able to improve conceptual understanding, learning motivation, and student learning outcomes. This media is also in line with the characteristics of 21st-century learning that emphasizes the integration of digital technology. This study concludes that AR is a promising learning medium to support meaningful and engaging IPAS learning at the elementary school level. This study also recommends further development of AR-based learning models that are contextualized to the characteristics of elementary school students and the national curriculum.Kajian literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Permasalahan yang diangkat adalah kesulitan siswa dalam memahami konsep-konsep abstrak akibat minimnya penggunaan media visual dan interaktif. Sebanyak 16 artikel jurnal terakreditasi nasional dan internasional yang terbit antara tahun 2020–2025 dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa media AR secara konsisten mampu meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan hasil belajar siswa. Media ini juga sejalan dengan karakter pembelajaran abad ke-21 yang menekankan integrasi teknologi digital. Kajian ini menyimpulkan bahwa AR merupakan media pembelajaran yang menjanjikan untuk mendukung pembelajaran IPAS yang bermakna dan menarik di tingkat sekolah dasar. Kajian ini juga merekomendasikan pengembangan lebih lanjut terhadap model pembelajaran berbasis AR yang kontekstual dengan karakteristik siswa sekolah dasar dan kurikulum nasional.
Profil Kepribadian Penderita Diabetes Mellitus pada Etnis Minangkabau: Studi Deskriptif Psikologi Kesehatan Rida Yanna Primanita; Miranda Khairul; Alfian Yanda Putra
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.114846

Abstract

Diabetes Mellitus sebagai penyakit metabolik kronis yang semakin banyak terjadi di Sumatera Barat dipengaruhi oleh faktor fisiologis, gaya hidup dan dinamika karakteristik kepribadian, jenis kelamin dengan kebiasaan sehari-hari masyarakat Minangkabau yang membentuk prilaku kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe kepribadian berdasarkan Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) dan jenis kelamin pada penderita Diabetes Mellitus dalam populasi Minangkabau dari perspektif psikologi kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan 235 partisipan sesuai kriteria. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner MBTI versi Indonesia dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas partisipan adalah perempuan (63%). Dimensi kepribadian dominan meliputi Introversion, Sensing, Feeling, dan Judging, dengan tipe ISFJ dan ISTJ paling banyak ditemukan. Laki-laki cenderung lebih dominan pada introversion dan feeling, sedangkan perempuan pada sensing dan judging. Simpulan penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman kepribadian dalam konteks budaya Minangkabau untuk memahami perilaku kesehatan penderita Diabetes Mellitus.
Peran Teknologi Informasi Dalam Perkembangan Literasi Numerasi Peserta Didik Jenjang Sekolah Dasar Di Era Digital Dhesta Youlandi Rahayu Sulistiyawati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91608

Abstract

Era digital memmberikan kemudahan akses informasi yang hanpir tidak ada batasan. Fenomena tersebut berpengaruh dalam berbagai bidang, khususnya bidang pendidikan. Literasi dan numerasi menjadi alternatif terbaik dalam pembelajaran supaya tersampaikan secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran teknologi informasi dalam pengembangan literasi dan numerasi pada jenjang sekolah dasar di era digital. Jenis penelitian yang dilipih adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi memiliki peran yang cukup banyak dalam mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di era digital. Teknologi informasi memberikan kemudahan akses informasi dan menyediakan platform belajar online serta game edukasi. Guru dapat menilai kemampuan peserta didik dengan tes yang tersedia dalam platform tersebut. Namun, tantangan yang harus dihadapi adalah kesenjangan digital guru maupun peserta didik. Dengan begitu, diperlukan pelatihan untuk mengembangkan kemampuan penggunaan teknologi dan sosialisasi berbagai jenis platform belajar online.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika Materi Bilangan Cacah Sampai 100 Kelas lll Ditinjau dari Gaya Belajar Kolb Elma Kusuma Wardani; Moch Salimi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107279

Abstract

Students often experience learning difficulties due to lack of focus during learning, caused by concentration disorders from the environment and internal conditions such as fatigue or stress. The purpose of this study is to analyze the learning difficulties experienced by students in learning mathematics division of integers up to 100 in terms of Kolb's learning style. The method used is a literature study by reviewing various journals and books. The research found that: 1) Factors of students' learning difficulties in division of enumerated numbers to 100 in class lll are influenced by internal and external factors. 2) Kolb's learning style (diverger, assimilator, converger, and accommodator) can overcome students' learning difficulties in the material of dividing integers up to 100. Thus, to overcome students' learning difficulties in learning mathematics division of integers up to 100, Kolb's learning style can be used according to each student's ability.Siswa sering mengalami kesulitan belajar karena kurang fokus saat pembelajaran, disebabkan oleh  gangguan konsentrasi dari lingkungan dan kondisi internal seperti lelah atau stres. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran matematika materi pembagian bilangan cacah sampai 100 ditinjau dari gaya belajar kolb. Metode yang digunakan merupakan studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal dan buku. Penelitian membukitkan bahwa: 1) Faktor kesulitan belajar siswa dalam materi pembagian bilangan cacah sampai 100 kelas lll dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. 2) Gaya belajar kolb ( diverger, assimilator, converger, dan accommodator ) dapat mengatasi kesulitan belajar siswa dalam materi pembagaian bilangan cacah sampai 100. Dengan demikian untuk mengatasi kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran matematika materi pembagian bilangan cacah sampai 100, gaya belajar kolb dapat digunakan dilihat sesuai dengan kemampuan siswa masing-masing. 
Pengembangan Media Pembelajaran Seni Kuliner Berbasis Prize untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Tata Boga Siti Sutanti; Erli Mutiara; Ajeng Inggit Anugerah; Dian Agustina Dalimunthe
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107453

Abstract

Culinary Arts is one of the Culinary Arts Education courses that studies the art of making food garnishes. Prezi learning media is a media that makes it easier for students to learn Culinary Arts. This study aims to: 1) Develop Prize-based Culinary Arts media; 2) Determine student responses to Prize-based Culinary Arts media. Research method research and development (R&D). Research period March-May 2025. Prize-based Culinary Arts Media was validated by two (2) expert lecturers and two (2) expert lecturers in media. The sample size was 100 Culinary Arts Education students class of 2024 as media users. Data collection used a questionnaire. The data analysis technique was descriptive qualitative. The results of the study showed that the media can be disseminated and implemented in Culinary Arts courses. The results of the validation by material experts and media experts stated that the Prezi learning media was included in the very feasible category with an average value of 94.57 percent. The students' response to this media was also very good, with an average value of 82.50%, indicating that Prize-based media is effective and well received in culinary arts learning. This research recommendation is used as teaching material for lecturers in Culinary Arts learning to provide a variety of learning atmospheres for students to continue to foster high learning interest and motivation.Seni Kuliner merupakan matakuliah Pendidikan Tata Boga yang mempelajari tentang seni membuat garnish makanan, dapat dipelajari dengan lebih mudah melalui media pembelajaran Prezi. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengembangkan media Seni Kuliner berbasis Prize; 2) Mengetahui respon mahasiswa terhadap media Seni Kuliner berbasis Prize. Metode penelitian research and development (R&D). Waktu Penelitian Maret-Mei 2025. Media Seni Kuliner Berbasis Prize divalidasi oleh dua (2) orang Dosen ahli materi dan dua (2) orang Dosen ahli media. Jumlah sampel 100 orang mahasiswa Pendidikan Tata Boga angkatan 2024 sebagai pengguna media. Pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dapat disebarluaskan dan di implementasikan pada mata kuliah Seni Kuliner. Hasil validasi  ahli materi dan ahli media, menyatakan media pembelajaran Prezi termasuk kategori sangat layak dengan nilai rerata 94,57 persen. Respon mahasiswa terhadap media ini juga sangat baik, dengan nilai rerata 82,50%, menunjukkan bahwa media berbasis Prize efektif dan diterima dengan baik dalam pembelajaran seni kuliner. Rekomendasi  penelitian  ini  digunakan  sebagai  bahan  ajar  dosen  dalam  pembelajaran Seni Kuliner  untuk  memberikan  variasi  suasana  belajar  bagi  mahasiswa  untuk tetap menumbuhkan minat belajar dan motivasi belajar yang tinggi
Analisis Validitas Konstruk Soal Asesmen Madrasah Bahasa Indonesia Kelas XI MA: Perspektif Taksonomi Bloom. Albaburrahim Albaburrahim; Febriana Nikmatul Khair; Liana Rochmatul Wachidah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107312

Abstract

Madrasah assessment questions as an evaluation instrument for learning to measure students' thinking skills need to ensure that the questions are by what will be measured and with the learning indicators. This study aims to determine the validity of the Indonesian language madrasah assessment questions in terms of the Bloom taxonomy perspective, construct and describe the role of teachers in ensuring valid questions. The method used is qualitative research with data in the form of Indonesian language assessment questions for class XI, MA Matsaratul Huda and indicators on the grid. Data analysis was carried out by comparing the suitability of the cognitive level in the assessment questions with the cognitive level in the indicators in the grid based on Bloom's taxonomy. The results of the study showed that out of ten exam questions, eight questions were valid in terms of construction because they had a match between their cognitive levels. Therefore, a re-evaluation is needed so that the questions have high quality, so that they can measure the abilities of students. This shows the importance of teachers in understanding the preparation of evaluation instruments so that learning objectives can be achieved properly.Soal asesmen madrasah sebagai instrumen evaluasi pembelajaran untuk mengukur kemampuan berpikir siswa perlu dipastikan bahwa soal tersebut sudah sesuai dengan apa yang akan diukur dan sesuai dengan indikator pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan soal asesmem madrasah Bahasa Indonesia secara konstruk perspektif taksonomi bloom dan mendeskripsikan peran guru dalam menjamin soal yang valid. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan data berupa soal asesmen Bahasa Indonesia kelas XI MA Matsaratul Huda dan indikator pada kisi-kisi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan kesesuaian level kognitif pada soal asesmen dengan level kognitif pada indikator dalam kisi-kisi yang berdasar pada taksonomi bloom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh soal ujian terdapat delapan soal yang valid secara kontruksi karena memiliki kesesuaian antara level kognitifnya. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi kembali agar soal memiliki kualitas yang tinggi sehingga dapat mengukur kemampuan yang dimiliki siswa. Hal tersebut menunjukkan pentingnya guru dalam memahami penyusunan instrumen evaluasi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Literature Review: Media Edutaintment Labirin sebagai Sarana untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa SD Hafidz Fauzi Maruf; Fina Ainnur Rohmah; Muhammad Khadhiq; Titi Nur Rohmah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107328

Abstract

Elementary school students' learning interest has been declining due to the increasing prevalence of digital distractions. To address this challenge, the edutainment approach offers a promising solution by combining educational content with engaging, interactive experiences. This study aims to explore the effectiveness of maze media as an edutainment tool to enhance learning interest among elementary students. The method used is a literature review of 10 selected articles that met specific inclusion criteria. The findings show that maze media helps improve students’ problem-solving abilities, increases motivation, and encourages active participation in learning, especially in mathematics. It also facilitates concept understanding through fun and meaningful learning activities. Overall, the study concludes that maze media is a viable and innovative educational alternative that meets the cognitive and emotional needs of elementary school students in the digital era.Minat belajar siswa sekolah dasar terus mengalami penurunan akibat meningkatnya distraksi digital, yang menuntut inovasi pembelajaran yang lebih menarik dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas media labirin sebagai sarana edutainment dalam meningkatkan minat belajar siswa SD. Hasil kajian literatur terhadap 10 artikel menunjukkan bahwa media labirin terbukti mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, keterlibatan aktif, dan minat belajar siswa, terutama dalam pembelajaran matematika. Media ini juga dinilai valid dan praktis diterapkan dalam kelas, serta menciptakan suasana belajar yang interaktif, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan kognitif siswa. Penerapan media labirin berbasis digital maupun konvensional juga berhasil meningkatkan pemahaman konsep melalui pengalaman belajar yang partisipatif. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa media labirin layak dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran di sekolah dasar, meskipun diperlukan studi lanjutan dengan cakupan yang lebih luas dan pendekatan yang lebih sistematis.
Profil Kinerja Guru Bk Menurut Persepsi Guru Mata Pelajaran di SMA Katolik Sint Carolus Kupang Maria Anjelia Boe; Yohanes Demon Doni; Maria Erlinda
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109371

Abstract

Meskipun secara normatif guru Bimbingan dan Konseling memiliki kedudukan sejajar dengan guru mata pelajaran serta memegang peran penting dalam membantu peserta didik mengembangkan potensi diri secara optimal, namun berdasarkan hasil observasi masih ditemukan berbagai kendala dalam pelaksanaan layanan BK di sekolah, seperti kurangnya pemahaman siswa terhadap kegiatan pengembangan diri, keterbatasan dukungan sistem, serta minimnya kolaborasi antara guru BK dan guru mata pelajaran, sehingga efektivitas layanan bimbingan dan konseling belum sepenuhnya tercapai.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kinerja guru BK menurut persepsi guru mata pelajaran di SMA Katolik Sint Carolus Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel penelitian ini berjumlah 33 guru mata pelajaran di SMA Katolik Sint Carolus Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025. Alat pengumpul data yang digunakan berupa angket. Analisis data menggunakan teknik analisis kecenderungan pusat. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kinerja guru BK di SMA Katolik Sint Carolus Kupang secara umum dinilai sangat baik oleh guru mata pelajaran dengan nilai sebesar 32,303 yang termasuk dalam kategori tinggi. Dapat disimpulkan bahwa guru BK di SMA Katolik Sint Carolus Kupang telah melaksanakan sebagian besar tugas dan tanggung jawabanya sesuai dengan standar yang berlaku.
Pengembangan Media Augmented Reality (AR) Menggunakan Assemblr EDU Berbasis Problem-Based Learning (PBL) Pada Materi Gravitasi Iga Dinata Zata Amani; Subuh Anggoro; Masanori Fukui
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.105860

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep gravitasi yang bersifat abstrak dan menimbulkan miskonsepsi, karena belum optimalnya pemanfaatan media pembelajaran visual dan interaktif dalam proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah pengembangan media Augmented Reality (AR) menggunakan Assemblr EDU berbasis Problem-Based Learning (PBL) yang valid serta layak digunakan untuk materi gravitasi sekolah dasar kelas IV. Jenis penelitian yang digunakan adalah R&D menggunakan model 4D. Model ini memiliki 4 tahap, yaitu Define, Design, Develop, Disseminate. Media yang dikembangkan berupa media AR yang menampilkan visualisasi gravitasi dalam bentuk 3D. Hasil penelitian menunjukan media AR yang dikembangkan memenuhi kategori kelayakan dengan rata-rata validasi ahli materi 88,5% dan validasi ahli media 80%. Hasil uji coba pengembangan produk mendapat respon 93,3% dan siswa 92,06% dengan kategori sangat baik. Hal tersebut menunjukan bahwa media AR layak digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran sains.
Tantangan Pemahaman Konsep Pecahan pada Siswa Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Zidan Muhabib; Arief Budhiman; Fita Permata Sari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107495

Abstract

The low ability of elementary school students to understand fractions is one of the causes of poor overall mathematics achievement in Indonesia. This study aims to identify the types of difficulties, contributing factors, and learning approaches used to overcome difficulties in learning fractions through a systematic literature review. A review of 15 scientific articles published between 2020 and 2025 revealed that students struggle to visualize fractions as parts of a whole, compare fractions, and understand the relationship between numerators and denominators. The most dominant contributing factors include weak foundational numeracy skills, low motivation to learn, and the use of procedural teaching methods that lack contextual relevance. Meanwhile, approaches such as educational games, visual representations, interactive digital media, and realistic learning have proven effective in significantly improving understanding of fraction concepts. From these results, it can be concluded that efforts to improve fraction understanding should focus on conceptual and contextual learning supported by interactive media relevant to the characteristics of elementary school students.Rendahnya kemampuan siswa Sekolah Dasar dalam memahami konsep pecahan menjadi salah satu penyebab lemahnya pencapaian matematika secara keseluruhan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kesulitan, faktor penyebab, serta pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam mengatasi kesulitan belajar pecahan melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian terhadap 15 artikel ilmiah terbitan tahun 2020–2025 yang dianalisis menggunakan prosedur PRISMA menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memvisualisasikan pecahan sebagai bagian dari keseluruhan, membandingkan pecahan, dan memahami hubungan antara pembilang dan penyebut. Faktor penyebab yang paling dominan meliputi lemahnya pemahaman numerasi dasar, minimnya motivasi belajar, dan penggunaan metode pembelajaran prosedural yang tidak kontekstual. Kajian juga menemukan bahwa pendekatan berbasis visual, digital, permainan edukatif, dan Realistic Mathematics Education (RME) secara konsisten efektif meningkatkan pemahaman siswa. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa upaya peningkatan pemahaman pecahan perlu difokuskan pada pembelajaran yang bersifat konseptual, kontekstual, dan didukung oleh media interaktif yang relevan dengan karakteristik siswa Sekolah Dasar.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue