cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
The Role of Teacher Working Groups in Supporting the Implementation of the Independent Curriculum in Teacher Professional Development Pramesti Arumingtyas; Kartika Chrysti Suryandari; Winarno Winarno
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109948

Abstract

Teaching skills are one of the focuses of teacher professional development in order to support the implementation of the Independent Curriculum. The objectives of this study are: 1) To describe the implementation of the independent curriculum in elementary schools, 2) To describe the efforts of the Teacher Working Group in supporting the implementation of the Independent Curriculum, 3) To describe the factors that influence the effectiveness of teacher professional training and development. This research method is descriptive qualitative. The research sample consisted of 59 teachers in elementary schools. Data collection methods were carried out through in-depth interviews, observation, and documentation. Data validity used data triangulation, method triangulation, and theory triangulation. Furthermore, the data were analyzed using the Miles and Huberman model with data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show: 1) The active involvement of teachers in the Teacher Working Group has a significant impact on improving the understanding of the Independent Curriculum concept and teaching skills in accordance with the curriculum. 2) Training combined with technical guidance and collaborative discussions accelerates teacher competency improvement in implementing the Independent Curriculum. 3) There are challenges related to the limitations of the training methods used, so diversification of training methods is needed to be more interactive and practice-based. These findings confirm that teacher working groups as a forum for developing teacher professionalism can create a positive collaborative atmosphere to support the implementation of the Independent Curriculum in elementary schools.
Pengembangan Media Pembelajaran Powerpoint Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Pengurangan Pada Siswa Kelas III SD Dalam Mata Pelajaran Matematika Samsiatun Nisa; Eva Rahmawati; Khitnassabita Imanisa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107498

Abstract

Understanding the concept of subtraction, especially the borrowing technique, remains a challenge for third-grade elementary students. This study aims to develop an interactive PowerPoint-based learning media to enhance students’ understanding of this concept. The research employed a modified ADDIE development model up to the Development stage. The media consists of four main modules: Basic Subtraction, Borrowing Technique, Problem-Solving Application, and Concept Evaluation, integrating multi-representational approaches, interactive features, formative feedback, and gamification elements. Expert validation results indicated that the media was in the "highly appropriate" category, and readability tests showed positive student responses regarding design and usability. Moreover, limited trial results suggested an improvement in students’ conceptual understanding of subtraction. Thus, this interactive PowerPoint media has the potential to serve as an effective alternative in elementary mathematics instruction.Pemahaman konsep pengurangan, khususnya teknik meminjam, masih menjadi tantangan bagi siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis PowerPoint untuk meningkatkan pemahaman konsep tersebut. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang dimodifikasi hingga tahap Development. Media yang dikembangkan memuat empat modul utama: Pengurangan Dasar, Teknik Meminjam, Aplikasi Pemecahan Masalah, dan Evaluasi Konsep, dengan pendekatan multirepresentasi, fitur interaktif, umpan balik formatif, serta elemen gamifikasi. Hasil validasi ahli menunjukkan media berada pada kategori “sangat layak” dan uji keterbacaan siswa menunjukkan respon positif terhadap tampilan dan kemudahan penggunaan. Selain itu, hasil uji coba terbatas mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman konsep pengurangan pada siswa. Dengan demikian, media PowerPoint interaktif ini berpotensi menjadi alternatif efektif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
A Review of English Needs for Attraction Actors at Bara Beach (ETP Case Study) Muh Yahya; Muh. Nur Rahmat Yasim
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.104972

Abstract

Sektor pariwisata semakin berkembang dan menghadapi tantangan terutama dalam komunikasi guna menunjang Peningkatan citra dan reputasi wisata kepada wisatawan asing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan pembelajar bahasa Inggris di sektor pariwisata dan tantangan yang dihadapi oleh pekerja di sektor pariwisata khususnya di Pantai Bara Kabupaten Bulukumba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-kuantitatif. Sumber data penelitian ini yaitu pemandu wisata, staf hotel, pengusaha lokal, dan penyedia layanan lainnya. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan kuesioner. Data dianalisis dengan dua prosedur yakni secara kualitatif untuk menghitung skala kuesioner, serta menggunakan tiga tahap (transkripsi, pengkodean, dan interpretasi) untuk menganalisis data wawancara. Temuan ini menjelaskan bahwa kebutuhan keterampilan komunikasi lisan berbahasa Inggris bagi pelaku daya tarik wisata di Pantai Bara sangat dibutuhkan guna memberikan dampak positif terhadap citra dan reputasi Pantai Bara sebagai destinasi wisata. Kelancaran, intonasi yang tepat, dan pengucapan berbahasa Inggris lisan yang jelas sangat penting untuk interaksi tatap muka dengan wisatawan mancanegara terutama tentang akomodasi, transportasi, kuliner, dan daya tarik wisata lokal sangat penting. Tantangan yang dihadapi pekerja di sektor pariwisata di tempat kerja mereka perlu menguasai kosakata khusus pekerjaan yang terkait dengan perhotelan, pengaturan perjalanan, dan atraksi lokal harus mengembangkan kefasihan percakapan yang kuat untuk menangani berbagai situasi, mulai dari obrolan ringan hingga menyelesaikan masalah pelanggan yang rumit.
Analisis Interaksi antara Tindakan Bullying dan Perkembangan Asertivitas pada Siswa Sekolah Dasar Maulida Aulia Rahman; Lina Siti Nurwahidah; Neni Nadiroti Muslihah; Risma Fitri Destiani; Nabella Alani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107362

Abstract

The prevalence of bullying behavior in elementary schools poses a significant threat to the development of students’ assertiveness, a vital component in fostering self-confidence and social resilience. This study seeks to examine the correlation between bullying incidents and the assertiveness development of students through a comprehensive literature review and an empirical case study involving sixth-grade students at SDN 1 Regol. Utilizing qualitative and quantitative methods including classroom observations, structured interviews, and questionnaires the findings reveal that the majority of students exhibit moderate levels of both bullying involvement and assertiveness. Notably, students subjected to higher levels of bullying tend to demonstrate lower assertiveness, while those with higher assertive capacities are more capable of articulating opinions and resisting unfair treatment. These results underscore the importance of assertiveness as a protective factor against bullying and advocate for its systematic cultivation through educational and character-building interventions from an early age. These findings affirm that enhancing students’ assertiveness can serve as an effective preventive strategy to reduce bullying in elementary school settings.Perilaku bullying yang marak terjadi di sekolah dasar berpotensi menurunkan kemampuan asertif siswa, yang sebenarnya sangat dibutuhkan dalam mengembangkan kepercayaan diri dan ketahanan sosial. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tindakan bullying dan perkembangan asertivitas siswa melalui tinjauan literatur serta studi kasus di kelas VI SDN 1 Regol. Penelitian yang dilakukan melakukan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan angket, ditemukan bahwa mayoritas siswa berada pada tingkat sedang dalam hal perundungan dan asertivitas, dengan kecenderungan bahwa siswa yang mengalami perundungan tinggi memiliki tingkat asertivitas rendah. Sebaliknya, siswa dengan kemampuan asertif tinggi lebih mampu mengekspresikan pendapat dan menolak perlakuan tidak adil. Kajian menunjukkan bahwa asertivitas berperan penting dalam membentuk ketahanan siswa terhadap perundungan, sehingga perlu dikembangkan melalui pendekatan edukatif dan karakter sejak dini. Hasil ini menegaskan bahwa peningkatan kemampuan asertif siswa dapat menjadi strategi preventif yang efektif dalam menurunkan tingkat perundungan di sekolah dasar.
Penerapan Inovasi Inkremental sebagai Strategi Berkelanjutan di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa: Perspektif Triple Bottom Line Rachmad Suwardi; Ngatemin Ngatemin; Emrizal Emrizal
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109058

Abstract

Perkembangan dunia industri di sektor jasa di era globalisasi terus meningkat, karena persaingan yang semakin berat dan menuntut Perusahaan untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di perusahaannya. Penelitian ini mengkaji penerapan inovasi inkremental sebagai strategi keberlanjutan di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa dari perspektif triple bottom line. Tujuannya adalah mengevaluasi penerapan keberlanjutan saat ini, memetakan tamu berdasarkan “sustainability concern” dan “sustainability practice,” serta merancang inovasi inkremental menggunakan Action Priority Matrix. Penelitian ini menggunakan pendekatan action research dengan metode kuantitatif dan kualitatif, pengumpulan data melalui survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis menggunakan analisis kuadran dan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan perlunya peningkatan keterlibatan tamu dalam program keberlanjutan dan mengidentifikasi segmen tamu dengan tingkat kepedulian dan praktik berbeda. Inovasi utama meliputi keran otomatis, inisiatif berbasis tamu, dan petunjuk visual di titik kontak tamu. Studi ini menyoroti berbagai inovasi untuk meningkatkan keberlanjutan hotel dengan penekanan pada keseimbangan antara usaha dan dampak dalam perencanaan strategi.
Implementasi Model Project Based Learning (PjBL) dengan Sentuhan Budaya untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta Didik Kelas V Aulia Latifah; Agung Nugroho; Ratih Febrianti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.105988

Abstract

Hasil Sumatif Tengah Semester Pendidikan Pancasila menyatakan 53,33% peserta didik tidak memenuhi KKTP dan kreativitas peserta didik tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas peserta didik dengan penerapan model Project Based Learning dengan sentuhan budaya. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pengumpulan data menggunakan teknik tes (rubrik penilaian kreativitas) dan non-tes (observasi, wawancara, dan analisis dokumen). Analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan hasil penerapan model PjBL dengan sentuhan budaya sebesar 95.55% pada guru dan 94,24% pada peserta didik, menunjukkan guru sudah mampu melaksanakan model tersebut dengan sangat baik dan peserta didik berperan aktif saat pembelajaran. Hasil kreativitas peserta didik menunjukkan peningkatan secara signifikan selama penelitian yaitu pada siklus I 78,67%, II 85,77%, dan III 91,15%. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model Project Based Learning dengan sentuhan budaya dapat meningkatkan kreativitas peserta didik.
Studi Literatur: Evaluasi Ragam Model Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar pada Mata Pelajaran Matematika Adiratna Dwi Utami; Agustina Tri Widyani; Dika Ristiningsih; Murwani Dewi Wijayanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107193

Abstract

The advancement of 21st century education demands mastery of higher-order thinking skills, especially critical thinking, but learning in elementary schools is still dominated by conventional approaches that are teacher-centered and lack active student involvement, making it less effective in developing these abilities. This study aims to evaluate learning models that effectively improve critical thinking skills among elementary school students. Using the narrative review method, this study analyzed the literature on the implementation of innovative learning approaches. The results showed that learning models such as Problem-Based Learning (PBL), Discovery Learning, and Project-Based Learning (PjBL), as well as cooperative strategies such as Jigsaw, Think Pair Share (TPS), Two Stay Two Stray (TSTS), Teams Games Tournament (TGT), and Make a Match proved to be effective in learning. These models can increase students' participation, collaboration, and logical and analytical thinking skills. Therefore, the application of diverse and innovative learning models is a strategic approach to strengthen critical thinking in elementary school mathematics education.Kemajuan pendidikan abad ke-21 menuntut penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi, khususnya berpikir kritis, namun pembelajaran di sekolah dasar masih didominasi pendekatan konvensional yang berpusat pada guru dan minim keterlibatan aktif siswa, sehingga kurang efektif dalam mengembangkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model pembelajaran yang secara efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa sekolah dasar. Dengan menggunakan metode tinjauan naratif, penelitian ini menganalisis literatur tentang penerapan pendekatan pembelajaran yang inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran seperti Problem-Based Learning (PBL), Discovery Learning, dan Project-Based Learning (PjBL), serta strategi kooperatif seperti Jigsaw, Think Pair Share (TPS), Two Stay Two Stray (TSTS), Teams Games Tournament (TGT), dan Make a Match terbukti efektif digunakan dalam pembelajaran. Model-model tersebut dapat meningkatkan partisipasi, kolaborasi, serta kemampuan berpikir logis dan analitis siswa. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran yang beragam dan inovatif merupakan pendekatan strategis untuk memperkuat pemikiran kritis dalam pendidikan matematika sekolah dasar.
Kemampuan Numerasi di Sekolah Dasar: Systematic Literature review Nadiatussalma Nadiatussalma; Anesa Surya
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107388

Abstract

Numeracy is an important skill for learners to master in understanding and solving daily life problems. This study aims to comprehensively review the literature on numeracy skills of primary school students. This research method is a systematic literature review (SLR). The scientific articles analyzed were articles published from 2020 - 2025 using the keywords numeracy skills, student numeracy factors, mathematical reasoning, and elementary school in the Google Scholar database. The results showed that the numeracy skills of primary school students are basic skills that are broader than ordinary mathematical calculations, including the application of numbers and mathematical symbols to solve various issues faced in everyday life, as well as the ability to analyze data in various formats. Various factors affect numeracy skills, namely cognitive and non-cognitive aspects (self-confidence, mathematical disposition, discipline), variations in student ability levels, lack of numeracy literacy-related training, as well as learning approaches and curricula that need to be adapted to the context of students' real lives.  Thus, it is necessary to improve efforts in developing primary school students' numeracy skills through innovative learning strategies by considering other factors that influence it.Kemampuan numerasi merupakan kemampuan yang penting untuk dikuasai peserta didik dalam memahami dan memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur tentang kemampuan numerasi siswa sekolah dasar dengan secara komprehensif. Metode penelitian ini adalah systematic literature review (SLR). Artikel ilmiah yang dianalisis merupakan artikel yang diterbitkan dari tahun 2020 – 2025 dengan menggunakan kata kunci kemampuan numerasi, faktor numerasi siswa, penalaran matematis, dan sekolah dasar pada database Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuam numerasi siswa sekolah dasar merupakan keterampilan dasar yang lebih luas dari perhitungan matematika biasa, meliputi penerapan angka serta simbol matematika untuk memecahkan berbagai isu yang dihadapi dalam keseharian, serta kemampuan dalam menganalisis data dalam beragam format. Berbagai faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan numerasi yaitu aspek kognitif dan non-kognitif (self eficacy, disposisi matematis, kedisiplinan), variasi dalam tingkat kemampuan siswa, minimnya latihan terkait literasi numerasi, serta pendekatan pembelajaran dan kurikulum yang perlu disesuaikan dengan konteks kehidupan nyata siswa.  Dengan demikian diperlukan upaya peningkatan dalam mengembangkan kemampuan numerasi siswa sekolah dasar melalui strategi pembelajaran yang inovatif dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang memengaruhinya.
Kontribusi Job Satisfaction terhadap Work Engagement pada Perawat di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Alfiah Rahmi Putri; Rida Yanna Primanita
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109577

Abstract

Perawat memiliki peran penting dalam menjaga mutu layanan kesehatan, termasuk di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Rendahnya work engagement perawat dapat menurunkan kualitas asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi job satisfaction terhadap work engagement. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional pada 84 perawat ASN dengan masa kerja minimal dua tahun yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian adalah Utrecht Work Engagement Scale (UWES-9) dan Job Satisfaction Survey (JSS). Data dianalisis dengan regresi linier sederhana menggunakan SPSS 26. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar perawat berada pada kategori sedang untuk job satisfaction dan work engagement. Job satisfaction berpengaruh signifikan terhadap work engagement, meskipun dengan kekuatan hubungan yang relatif rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan kerja dapat mendorong keterlibatan kerja, namun faktor lain juga perlu dipertimbangkan. 
Implementasi Model Problem Based Learning (PBL) dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Numerasi Siswa Kelas V Putri Sabiq Shidiqia Rabany; Agung Nugroho; Ratih Febrianti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107898

Abstract

Rendahnya kemampuan numerasi siswa sekolah dasar menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang relevan dengan konteks kehidupan dan budaya siswa untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan matematis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas V B di SD Negeri 1 Sokanegara dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang di kombinasikan dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek  penelitian adalah    kelas V B  tahun  ajaran 2024/2025  berjumlah  31 siswa.  Instrumen  penelitian yaitu lembar observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Sementara analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan numerasi siswa pada tahap awal hanya sebesar 13% (kategori kurang), kemudian meningkat pada siklus I menjadi 45% (kategori kurang), naik lagi pada siklus II menjadi 68% (kategori cukup), dan terus berkembang pada siklus III menjadi 77% (kategori cukup). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL dengan pendekatan CRT efektif dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue