cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Interaction of Demonstration Learning Model with Learning Motivation in The Development of Critical Thinking Skills in Elementary School Mathematics Learning in Ngrampal-Sragen Dwi Saraswati; Riyadi Riyadi; Sandra Bayu Kurniawan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109960

Abstract

The development of critical thinking skills requires the selection of learning models that can appropriately achieve learning goals. The purpose of the study was to prove the interaction between demonstration learning model with learning motivation towards the development of critical thinking skills in mathematics learning. This type of research is quasi-experimental, using quantitative data analysis. The study population is the third grade elementary school students in the district Ngrampal, Sragen. Sampling using cluster random sampling. Data collection with tests. The data were analyzed by variance analysis test of two different cell paths and further test of variance analysis. The results showed a summary of Anava obtained Fhitung(11.844) > Ftable (3.91), can be interpreted there is an interaction between the demonstration learning model with learning motivation. Variance follow-up test results, namely: marginal mean for criteria: High 85.37, medium 84.77, and low 83.77 and the results of comparative analysis between cell lines, namely: , Fcount (11.982) > Ftable (6.08); , Fcount (11.946) > Ftable (6.08); , Fcount (57,639) > Ftable (6.08), it can be interpreted that motivation for all criteria has an influence on the demonstration learning model in the development of critical thinking skills. The conclusion of the study is that there is an interaction between the demonstration learning model with learning motivation in the development of critical thinking skills.
Profil Murid Berorientasi Literat Sains dan Problem Solver di Sekolah Dasar Sri Muslihah; Kartika Chrysti Suryandari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107463

Abstract

Scientific literacy and problem solving are essential 21st-century competencies; however, results from PISA and TIMSS indicate that Indonesian students still perform poorly in these areas. This study aims to describe the profile of elementary school students oriented toward scientific literacy and problem solving, using a mixed methods approach conducted at a public elementary school in Kebumen District from April to June 2025. The participants consisted of fifth-grade students and their teacher. Data were collected through interviews, observations, and questionnaires using instruments validated by academic supervisors. The research procedure included planning, qualitative and quantitative data collection, and triangulation. Qualitative data were analyzed thematically, while quantitative data were analyzed descriptively using percentages and means. Results showed that 89% of students and 93% of teachers perceived students' scientific literacy and problem-solving abilities as still low, supported by qualitative findings indicating a lack of student independence in both aspects. Therefore, it is recommended that elementary schools develop integrated and contextual learning programs to enhance these competencies more effectively.Literasi sains dan problem solving merupakan kompetensi penting abad ke-21, namun hasil PISA dan TIMSS menunjukkan bahwa kemampuan murid Indonesia dalam kedua aspek ini masih rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil murid sekolah dasar yang berorientasi pada literasi sains dan pemecahan masalah, dengan pendekatan kombinasi (mixed methods) di salah satu SD negeri di Kecamatan Kebumen pada April–Juni 2025. Peserta terdiri dari murid dan guru kelas V. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan angket, menggunakan instrumen yang telah divalidasi oleh dosen pembimbing. Prosedur penelitian mencakup perencanaan, pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif, serta triangulasi. Analisis data kualitatif dilakukan secara tematik, sedangkan data kuantitatif dianalisis deskriptif menggunakan persentase dan rerata. Hasil menunjukkan 89% murid dan 93% guru menilai kemampuan literasi sains dan problem solving masih rendah, yang diperkuat oleh temuan kualitatif mengenai kurangnya kemandirian murid dalam kedua aspek tersebut. Oleh karena itu, disarankan sekolah dasar mengembangkan pembelajaran yang terintegrasi dan kontekstual untuk meningkatkan kemampuan tersebut secara optimal.
Langkah Kecil, Harapan Besar: Afirmasi Positif untuk Self-Esteem Remaja Residivis di LPKA Kelas II Payakumbuh Kharisma Safitri; Yuninda Tria Ningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.105389

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian afirmasi positif terhadap self-esteem pada remaja residivis di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Payakumbuh. Pendekatan yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari empat remaja laki-laki berstatus residivis yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Afirmasi positif diberikan kepada kelompok eksperimen selama 18 hari. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan signifikan pada skor self-esteem kelompok eksperimen, yang dibuktikan melalui perbedaan gain score dan uji Mann-Whitney. Temuan ini mendukung teori self-affirmation, yang menyatakan bahwa afirmasi diri dapat meningkatkan integritas dan persepsi diri positif. Afirmasi positif terbukti efektif dengan nilai alpha 0,05 sebagai metode intervensi untuk meningkatkan self-esteem dan direkomendasikan untuk diterapkan dalam program pembinaan psikologis di LPKA.
Studi Literatur: Implementasi Media PhET Simulation dalam Pembelajaran IPAS Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Filzah Dea Salsabillah; Ratna Hidayah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107320

Abstract

In 21st-century education, interactive media such as PhET Simulations play a crucial role in enhancing students critical thinking skills. This study aims to examine students critical thinking abilities in IPAS (Integrated Science and Social Studies) learning through the implementation of interactive media like PhET Simulations. The approach used is descriptive qualitative with a literature study method through the analysis of reference sources to obtain research data, namely research articles and books relevant to the research objectives. Data sources can be obtained through both printed and electronic media. The results indicate that the use of interactive media such as PhET Simulations consistently improves students critical thinking skills. The interactive visualizations provided by PhET Simulations support the development of high-level critical thinking among students. However, limited technology and unequal digital access remain significant obstacles. This study concludes that the implementation of PhET Simulations in IPAS learning is necessary to foster the enhancement of students critical thinking skills.Pada pembelajaran abad ke-21 media interaktif seperti PhET Simulation berperan penting dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPAS melalui implementasi media interaktif seperti PhET Simulation. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur melalui pengkajian sumber-sumber referensi untuk mendapatkan data penelitian yaitu artikel penelitian dan buku-buku yang relevan dengan tujuan penelitian. Sumber data dapat diperoleh melalui media cetak dan elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media interaktif seperti PhET Simulation secara konsisten mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Visualisasi interaktif dalam PhET Simulation membantu siswa dalam mendorong keterampilan berpikir kritis yang tinggi. Namun, terbatasnya teknologi dan akses digital yang belum merata menjadi hambatan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi media PhET Simulation dalam pembelajaran IPAS diperlukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Profil Perilaku Bullying Siwa SMP dan Implikasi bagi Layanan Informasi Plaudius Januari Wago; Maria Erlinda; Kristinus Sembiring
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109312

Abstract

Bullying didefinisikan sebagai tindakan agresif berulang yang disengaja terhadap korban yang lemah, sejauh mana karakteristik spesifik dari perilaku bullying di kalangan siswa SMP saat ini menimbulkan tantangan dan mengharuskan adanya pergeseran strategi dalam layanan informasi dan konseling sekolah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil perilaku bullying siswa kelas VII-E UPTD SMP Negeri 11 Kota Kupang Tahun Pelajaran 2024/2025 dan implikasinya bagi layanan informasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas VII-E sebanyak 32 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket perilaku bullying yang mengukur tiga aspek, yaitu bullying fisik, bullying verbal, dan bullying psikologis. Analisis data dilakukan menggunakan teknik kecenderungan pusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata perilaku bullying secara keseluruhan adalah 135,94, yang berada pada kategori tinggi (rentang skor 126–163). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perilaku bullying pada siswa kelas VII-E berada pada kategori tinggi di seluruh aspek yang diteliti.
Media Audiovisual Storytok sebagai Inovasi Pembelajaran Menulis Teks Narasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Pamekasan Adilla Zilfana Safira; Mochamad Arifin Alatas; Liana Rochmatul Wachidah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107187

Abstract

This research is motivated by the low interest and motivation of students in writing narrative texts caused by conventional learning methods and the lack of media that is interesting and relevant to students' digital world. This research aims to describe the use of TikTok-based StoryTok audiovisual media in learning to write narrative texts for class VIII students at SMP Negeri 6 Pamekasan. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation and interviews. The research subjects were class VIII students, while the objects focused on the process and results of learning to write narrative texts through audiovisual media. The research results show that using StoryTok can increase students' interest and participation in writing, because this media is interactive, visual, and close to their daily lives. Apart from that, it is easier for students to understand narrative structure elements such as plot, characters and setting through creative audiovisual presentations. Technical obstacles such as internet access and application usage skills can be overcome through mentoring. The conclusion of this research is that StoryTok media is an effective digital learning innovation for improving narrative writing skills contextually, creatively and sustainably.Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya minat dan motivasi siswa dalam menulis teks narasi yang disebabkan oleh metode pembelajaran konvensional dan kurangnya media yang menarik serta relevan dengan dunia digital siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media audiovisual StoryTok berbasis TikTok dalam pembelajaran menulis teks narasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Pamekasan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Pamekasan, sedangkan objeknya difokuskan pada proses dan hasil pembelajaran menulis teks narasi melalui media audiovisual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan StoryTok mampu meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam menulis, karena media tersebut bersifat interaktif, visual, dan dekat dengan keseharian mereka. Selain itu, siswa lebih mudah memahami unsur struktur narasi seperti alur, tokoh, dan latar melalui penyajian audiovisual yang kreatif. Kendala teknis seperti akses internet dan keterampilan penggunaan aplikasi dapat diatasi melalui pendampingan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa media StoryTok merupakan inovasi pembelajaran digital yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis narasi secara kontekstual, kreatif, dan berkelanjutan.
Optimalisasi Literasi Digital melalui Model Project Based Learning (PJBL) dalam Pembelajaran Teks Deskrispi pada Siswa Kelas VII SMP Darussalam Pamekasan Linda Safitri; Mochamad Arifin Alatas
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107349

Abstract

The development of digital technology demands innovative learning strategies, one of which is integrating digital literacy into Indonesian language instruction. This study aims to describe the optimization of digital literacy through the Project-Based Learning (PJBL) model in teaching descriptive texts to seventh-grade students at SMP Darussalam Pamekasan. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation to illustrate the process and impact of implementing PJBL based on digital literacy. The data were analyzed descriptively through data reduction, data presentation, and drawing conclusions based on patterns found in the field. The results indicate that the application of PJBL integrated with digital literacy enhances students' active participation in accessing, analyzing, and producing contextual and creative language content. Students become more engaged in the learning process, demonstrate improved language skills, and are able to think critically and collaborate effectively in completing projects. This model also fosters digital competencies relevant to 21st-century challenges. The study concludes that the integration of PJBL and digital literacy is an innovative and effective strategy for sustainably improving the quality of Indonesian language learning.Perkembangan teknologi digital menuntut adanya strategi pembelajaran yang inovatif, salah satunya dengan mengintegrasikan literasi digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan optimalisasi literasi digital melalui model Project Based Learning (PJBL) dalam pembelajaran teks deskripsi pada siswa kelas VII SMP Darussalam Pamekasan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggambarkan proses serta dampak penerapan PJBL berbasis literasi digital.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan literasi digital dalam pembelajaran teks deskripsi melalui model PJBL pada siswa kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mereduksi data, menyajikan data, serta menarik kesimpulan berdasarkan pola-pola temuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PJBL yang dikolaborasikan dengan literasi digital dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam mengakses, menganalisis, dan menghasilkan konten bahasa yang kontekstual dan kreatif. Siswa menjadi lebih terlibat dalam pembelajaran, menunjukkan peningkatan keterampilan berbahasa, serta mampu berpikir kritis dan bekerja kolaboratif dalam menyelesaikan proyek. Model ini juga mendorong keterampilan digital yang relevan dengan tantangan abad ke-21. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi PJBL dan literasi digital merupakan strategi inovatif dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia secara berkelanjutan. 
Profil Minat Belajar Siswa SMP dan Implikasi bagi Program Bimbingan Belajar Filisianus Junasius Moman; Yohanes Demon Doni; Kristinus Sembiring
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109540

Abstract

Minat belajar merupakan kecenderungan dalam diri seseorang yang menunjukkan rasa ketertarikan dan antusiasme dengan perhatian yang tinggi terhadap suatu objek atau aktivitas. Implikasi bagi bimbingan belajar dipahami sebagai sumbangan dari hasil penelitian ini bagi program bimbingan belajar pada siswa agar dapat membantu siswa untuk meningkatkan minat belajar. Tujuan penelitian untuk mengetahui: Profil minat belajar siswa kelas VIII D UPTD SMP Negeri 10 Kupang tahun pelajaran 2024/2025 dan implikasi profil minat belajar bagi program bimbingan belajar siswa kelas VIII D UPTD SMP Negeri 10 Kupang tahun pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan alat pengumpul data berupa angket minat belajar siswa. Populasi penelitian dan sampel berjumlah 30siswa dengan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data penelitian menggunakan rumus kecenderungan pusat. Hasil analisis data penelitian menunjukkan skor rata-rata profil sebesar 93,5333 berada pada rentangan skor 80–103 termasuk kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa profil minat belajar siswa kelas VIII D UPTD SMP Negeri 10 Kupang dan implikasinya bagi program bimbingan belajar tahun pelajaran 2024/2025 termasuk dalam kategori tinggi.
Is It Making the Grade? A Review of Cambridge Global English 4 for Primary Learners Metria Dicky Putra; Andi Cahyuni Candrawati; Tuti Alawia Rumadan; Lusi Nurhayati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.105190

Abstract

Buku ajar bahasa Inggris memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan tuntutan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Cambridge Global English 4 Learner’s Book berdasarkan kriteria evaluasi buku ajar dari Cunningsworth (1995). Penelitian ini menggunakan metode analisis dokumen dengan mengacu pada delapan aspek evaluasi, termasuk tujuan dan pendekatan, desain, isi linguistik, keterampilan berbahasa, topik, metodologi, buku guru, serta kesesuaian kurikulum. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa buku ini mengadopsi pendekatan komunikatif berbasis kompetensi dengan integrasi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam konteks tematik yang relevan. Buku ini dirancang secara menarik, mengusung nilai global, dan mendorong berpikir kritis serta kreativitas, namun masih kurang dalam representasi budaya lokal dan pendalaman aspek kosakata.Secara keseluruhan, Cambridge Global English 4 merupakan sumber pembelajaran yang komprehensif dan selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka untuk digunakan di sekolah dasar Indonesia.
Penerapan Teknologi Augmented Reality (AR) dalam Pembelajaran Interaktif Mengenal Alam dan Lingkungan Sekitar Annisa Fatwa Artsiana; Fahma Hanum Sari; Candra Efendi; Dewi Indrapangastusi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107223

Abstract

Augmented Reality (AR) has great potential in revolutionizing conventional learning methods, especially in introducing nature and the surrounding environment in a more interactive and immersive way to students. This study aims to examine the application of AR technology in learning to increase interactivity and immersive experiences for students in understanding nature and the surrounding environment. The literature review method is used in this study to collect, analyze, and process relevant data or information from various scientific sources related to the application of AR technology in the context of interactive learning about nature and the environment. Based on various study sources, the application of AR in learning shows that this technology has the potential to increase motivation and strengthen students' understanding, especially regarding nature and environmental issues. AR can also stimulate students' critical thinking skills towards a problem, making AR a more effective medium for a deeper learning experience. Thus, the application of AR technology provides an innovative solution to introduce students to nature and the surrounding environment in a creative and interactive way. Augmented Reality (AR) memiliki potensi besar dalam merevolusi metode pembelajaran konvensional, khususnya dalam memperkenalkan alam dan lingkungan sekitar secara lebih interaktif dan imersif kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi AR dalam pembelajaran dapat meningkatkan interaktivitas dan pengalaman imersif peserta didik dalam memahami alam dan lingkungan sekitar. Metode kajian pustaka digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengolah data atau informasi relevan dari berbagai sumber ilmiah terkait penerapan teknologi AR dalam konteks pembelajaran interaktif mengenai alam dan lingkungan. Berdasarkan berbagai sumber kajian, penerapan AR dalam pembelajaran menunjukkan bahwa teknologi ini berpotensi mampu meningkatkan motivasi dan memperkuat pemahaman peserta didik, khususnya terkait isu alam dan lingkungan. AR juga dapat merangsang kemampuan berpikir kritis peserta didik terhadap suatu masalah sehingga memungkinkan AR sebagai media yang lebih efektif untuk pengalaman belajar yang lebih mendalam. Dengan demikian, penerapan teknologi AR memberikan solusi inovatif untuk memperkenalkan peserta didik pada alam dan lingkungan sekitar mereka dengan cara yang kreatif dan interaktif.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue