cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 539 Documents
Imunomodulator Zinc (Zn) Terhadap Pertumbuhan Parasitemia Pada Mencit BALB/C Yang diinfeksi Plasmodium Berghei ANKA Ariwidiani, Ni Nyoman; Widyan, Rosnalia Nyoman; Ratulangi, Wulan Ratia
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.2975

Abstract

Background: Malaria infection is a disease with significant mortality, especially in tropical and subtropical areas. The rupture of infected red blood cells will stimulate the role of the immune system, CD4+ T cells will release IFN-γ cytokines that play a role in stimulating the activation of CD8+ T lymphocytes, which play a role in controlling parasitemia. Zinc is known to be involved in T cell signaling that can increase the expression of IFN-γ cytokines that play a role in parasite elimination. Methods: 20 minutes after being infected with P. berghei ANKA, were divided into 4 groups. Group 1-2 were given zinc as therapy with a concentration of 10mg/ml with a dose of 50mg/kgBW and 100mg/kgBW. Group 3 was a negative control (NC) given 0.5% sodium carboxylmethyl cellulose (CMCNa). Group 4 was a positive control treated with dihydroartemisinin-piperaquine (DHP) with a concentration of 187.2 mg/kgBW. Therapy was given for 4 days of observation, and parasitemia was observed every day after 24 hours of the first administration until the 4th day after administration. Results: Significant results were obtained in the parasitemia inhibition analysis after zinc administration on day 3 (p = 0.027) and day 4 (p = 0.001). Based on the results of the analysis, it was shown that zinc has anti-malarial activity that can inhibit the growth of parasitemia in test mice. Conclusion: Zinc as an antimalarial showed effectiveness in reducing parasitemia in BALB/c mice infected with P. berghei ANKA.
Gambaran Faktor Penyebab Klaim Pending Rawat Inap Pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di RSUD Kota Malang Ni'mah, Faidatun; Ardhiati, Anggi; Hariyanto, Subi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.3141

Abstract

Latar Belakang: Pemerintah bertanggung jawab dalam penyelenggaraan layanan kesehatan bermutu melalui rumah sakit, termasuk dalam pelaksanaan program JKN yang mencakup layanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Rumah sakit mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan melalui sistem INA-CBGs yang memverifikasi klaim berdasarkan prosedur medis, kode, dan administrasi; namun jika terjadi klaim pending yang membutuhkan verifikasi tambahan, hal ini dapat mengganggu arus kas rumah sakit sehingga penting untuk mengidentifikasi penyebabnya agar efisiensi sistem klaim dapat ditingkatkan. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor penyebab klaim pending rawat inap pasien JKN di RSUD Kanjuruhan Malang. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan lokasi penelitian terletak di RSUD Kanjuruhan Malang. Populasi yang digunakan yaitu berkas klaim pending rawat inap periode Januari – Juli 2024 sebanyak 913 berkas sedangkan sampel penelitian diambil dengan simple random sampling sebanyak 278 berkas. Variabel penelitian yaitu faktor penyebab klaim pending berdasarkan aspek administrasi, koding, dan medis serta instrumen penelitian menggunakan lembar checklist. Hasil: Penyebab klaim pending rawat inap dari aspek administrasi sebesar 29 berkas (10%), aspek koding sebesar 91 berkas (33%), dan aspek medis sebesar 158 (57%). Penyebab klaim pending pada aspek administrasi disebabkan oleh Potensi readmisi, Hak kelas rawat tidak sesuai, Berkas klaim belum terlampir, Tidak melampirkan laporan operasi dan hasil pemeriksaan penunjang, GL JR tidak dijamin, Ketidaklengkapan pengisian tanggal masuk dan keluar rumah sakit, dan Potensi rujukan self referral. Penyebab klaim pending pada aspek koding disebabkan oleh Kode tidak sesuai dengan kaidah pengkodean klinis dan BA Kesepakatan, Ketidaktepatan pemberian kode ganda, Ketidaktepatan penulisan kode diagnosis dan tindakan, dan Ketidaktepatan penegakan diagnosa utama dan diagnosa sekunder. Penyebab klaim pending pada aspek medis disebabkan oleh Kurangnya penjelasan penunjang penguat dan tata laksana pada diagnosa, Ketidaksesuaian diagnosa dengan kriteria gejala klinis berdasarkan PNPK, Kurangnya informasi hasil baca penunjang, Kurangnya informasi indikasi rawat inap, Kurangnya informasi terkait kejadian baru atau sequele, dan Kurangnya eviden terapi. Kesimpulan: Faktor dominan dari penyebab klaim pending adalah pada aspek medis, saran untuk rumah sakit yaitu memastikan kelengkapan dokumen, keakuratan kode diagnosis dan prosedur, serta penanganan medis sebelum mengajukan klaim ke BPJS Kesehatan. Kata kunci : Klaim Pending, Rumah Sakit, JKN.
Hubungan Paparan Media Sosial dan Konsumsi Fast Food terhadap Status Gizi pada Remaja Madrasah Aliyah Negeri Kota Yogyakarta Astuti, Evy Yuly; Fitriani, Rosmauli Jerimia
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.3155

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Masa remaja merupakan fase transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, serta peningkatan kebutuhan zat gizi akibat percepatan pertumbuhan. Pada masa ini, remaja rentan mengalami masalah gizi yang dipengaruhi oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan energi, rendah serat, kurang buah dan sayur, serta kebiasaan melewatkan sarapan. Salah satu pola konsumsi yang banyak ditemukan pada remaja saat ini adalah konsumsi fast food. Konsumsi fast food secara berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi dan penumpukan lemak tubuh. Selain itu, media sosial juga berperan dalam membentuk perilaku makan remaja melalui paparan iklan makanan dan tren makanan populer yang mendorong peningkatan konsumsi fast food Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional atau potong lintang. Sebanyak 228 responden dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner paparan media sosial, Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk konsumsi fast food, serta timbangan digital dan stadiometer untuk mengukur status gizi. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paparan media sosial dan status gizi (p=0,436) . Selain itu, konsumsi fast food juga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi, (p= 1,000) Kesimpulan: Penelitian ini mengindikasikan bahwa tingkat paparan media sosial serta frekuensi konsumsi fast food tidak memberikan dampak yang berarti terhadap status gizi.
Perbandingan PEG, α-CD, dan SLS dalam Preparasi Serum Lipemik pada Pemeriksaan AST Nurhaliza, Siti; Riyani, Ani; Nurhayati, Dewi; Kurnaeni, Nani
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.3247

Abstract

Background: Lipemic serum can interfere with AST testing, resulting in falsely elevated values. The addition of alpha-cyclodextrin (α-CD), polyethylene glycol (PEG), and sodium lauryl sulfate (SLS) can bind to fats in lipemic serum, thereby clarifying the serum. This study aims to compare the activity of AST enzyme in pooled serum with pooled lipemic serum after adding PEG 1.5%, α-CD 1.5%, and SLS 5%, as well as the differences in AST enzyme activity between pooled lipemic serum supplemented with PEG 1.5%, α-CD 1.5%, and SLS 5%. Method: Experimental, by preparing lipemic serum using egg yolk to achieve a triglyceride level of 1500.8 mg/dL, then treated with PEG 1.5%, α-CD 1.5%, and SLS 5%, incubated for 30 minutes at 4°C, centrifuged at 3000 rpm for 10 minutes, and the AST enzyme activity was measured using the Kinetic-IFCC method and compared with pooled serum. Results: The ANOVA test results showed a significant difference in AST enzyme activity between pooled serum samples and untreated lipemic serum. However, when lipemic serum was treated with PEG 1.5%, α-CD 1.5%, and SLS 5%, no significant difference was observed compared to pooled serum. Additionally, there was no significant difference in AST enzyme activity between lipemic serum supplemented with PEG 1.5%, α-CD 1.5%, and SLS 5%. Conclusion: These three flocculants can be used to treat lipemic serum to obtain more accurate AST activity test results.
Hubungan Kondisi UKS Sekolah dengan Pelaksanaan Peran Perawat Sekolah Baeda, Abd. Gani; Susanti, Risqi Wahyu; Saputri, Ekawati Wahyu
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.3258

Abstract

Background: The school as a place where the teaching and learning process takes place must become a “Health Promoting School”, meaning that the school can improve the health status of its school community. School Health Services (UKS) can improve the health status of students and create a healthy environment. This study aims to determine the relationship between the condition of school UKS and the implementation of the role of school nurses in the implementation of health education, health services, and the development of a healthy school environment (Trias UKS) in elementary school students in Kolaka Regency. Methods: Written in 3-5 sentences, Results: there was no relationship between the condition of the UKS and the role of school nurses with a p value (0.287). This is because even though the condition of the school UKS is in poor condition, school nurses still perform their role well. Obstacles faced by UKS officers include lack of facilities and infrastructure, lack of awareness of students, parents, and teachers about health, and long distances. Conclusion: This study concludes that although UKS officers perform well, challenges especially related to facilities and health awareness need to be addressed. The development of training and improvement of infrastructure are expected to increase the effectiveness of the role of UKS nurses in providing health services in the school environment
Edukasi Gizi Media Booklet Tentang “Upaya Pencegahan Stunting” Terhadap Karakteristik Pengetahuan dan Sikap Calon Ibu dan Ibu BADUTA Farinda, Nandira Putri; Mardiana, Mardiana; Eliza, Eliza; Nilawati, Nurul Salasa; Sadiq, Ahmad; Yulianto, Yulianto
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.3292

Abstract

Stunting merupakan kondisi yang menggambarkan dampak dari defisiensi zat gizi, infeksi, tidak tepatnya stimulasi yang ditandai dengan tinggi badan tidak sesuai dengan usianya. Protein hewani memiliki peran krusial dalam mencegah stunting karena kandungan asam amino esensial. Pengetahuan dan sikap ibu juga menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan stunting. Edukasi menggunakan media visual seperti booklet diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan mendorong perubahan sikap ibu. Penelitian ini bertujuan mengetahui edukasi gizi media booklet tentang “upaya pencegahan stunting” terhadap karakteristik pengetahuan dan sikap calon ibu dan ibu baduta di Puskesmas Merdeka Palembang. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif melalui desain one group pre-test and post-test. Sampel 34 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariat menunjukkan sebesar 85.3% ibu berada dalam kategori dewasa awal, pendidikan tinggi 79.4%, status tidak bekerja 88.2%. Analisis bivariat menunjukkan setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap terhadap karakteristik ibu, umur terhadap pengetahuan (32.4% menjadi 2.9%), umur terhadap sikap (2.9% menjadi 0.0%), pendidikan terhadap pengetahuan (32.4% menjadi 2.9%), pendidikan terhadap sikap (2.9% menjadi 0.0%), pekerjaan terhadap pengetahuan (32.4% menjadi 2.9%), pekerjaan terhadap sikap (2.9% menjadi 0.0%). Edukasi menggunakan media booklet menunjukkan adanya peningkatan terhadap pengetahuan dan sikap ibu.
Efektivitas Ekstrak Daun Cempedak (Artocarpus champeden) Pada Penurunan Kadar Kolesterol Total Tikus Wistar (Rattus novergicus L) Obesitas Yang Diinduksi Diet Aterogenik Modifikasi Viantry, Paramita; Sargowo, Djangan; Khudori, Muhtar; Rasidah, Fida
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.3315

Abstract

Background: Total cholesterol is an abnormality of blood lipoproteins that can lead to hyperlipidemia and atherosclerosis. Cempedak leaf extract (Artocarpus champeden) contains secondary metabolites such as flavonoids, saponins, steroids, and tannins, which have antioxidant, anti-inflammatory, and anti-hyperlipidemic effects. Methods: Experimental research, pre-post test control group design. The research sample was 25 male white rats of the Wistar strain, 2 months old and with an average body weight of 110 grams. Then divided into 5 groups, namely a positive control modified atherogenic diet, a negative control base, treatment 1 modified atherogenic diet + Cempedak Leaf Extract 120mg/KgBW, treatment 2 modified atherogenic diet + Cempedak Leaf Extract 360mg/KgBW, and treatment 3 modified atherogenic diet + Cempedak Leaf Extract 480mg/KgBW for 14 days. Results: Based on the statistical data analysis of the Paired Sample T-Test, the results were obtained at P1 (p=0.006), P2 (p=0.000), and P3 (p=0.000) where p<0.05 indicated that there was a significant effect (decrease) in total cholesterol levels before and after being given Cempedak Leaf Extract (Artocarpus champeden). Conclusion: Administration of Cempedak Leaf Extract (Artocarpus champeden) has an effect on reducing total cholesterol levels in obese male white Wistar rats induced by an atherogenic diet.
Hubungan Lama Pengobatan Pasien TB Paru terhadap Rasio Monosit dan Limfosit (MLR) di Puskesmas Islamiah, Sohibatul; Resnhaleksmana, Ershandi; Diarti, Maruni Wiwiin; Urip, Urip
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.3320

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is a chronic infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, primarily affecting the lungs. TB treatment consists of two phases: intensive (initial) and continuation, which are carried out for a minimum of 6 months. One immunological indicator that can be used to monitor the response to TB therapy is the monocyte-to-lymphocyte ratio (MLR). Methods: This study used a quantitative approach with accidental sampling. The sample size was 30 pulmonary TB patients. Data were analyzed using the Spearman's Rho test. Results: Pulmonary TB patients were predominantly female (70%) and aged <46 years (83.3%). In the initial phase of treatment (months 1–2), the average monocyte count was 0.4, lymphocyte count 2.2, and MLR 0.20. In the continuation phase (months 3–6), the average monocyte count was 0.4, lymphocyte count 4.1, and MLR 0.1. Spearman's test results showed a significant relationship between treatment duration and MLR (r = -0.84; p = 0.000), with a negative correlation and very strong correlation. Conclusion: There is a significant relationship between the duration of pulmonary TB treatment and the MLR ratio, with the longer treatment duration tending to decrease.
Evaluasi Ketersediaan Dan Aksesibilitas Pelayanan Kesehatan Bagi Pasien Tuberkulosis Paru Diwilayah Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah Langitan, Rosamey Elleke; Parwata, Ni Made Ridla Nilasanti
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.3361

Abstract

Tuberkulosis merupakan satu dari sepuluh penyebab utama kematian di dunia. Indonesia berada di urutan ketiga negara dengan penyakit TBC tertinggi setelah India dan China. Pemerintah Indonesia berupaya mengeliminasi TBC pada 2030 dengan target laju insiden 65 per 100.000 penduduk dan angka kematian enam per 100.000 penduduk. Demikian pula halnya tuberkulosis paru diwilayah Kota Palu, Sulawesi Tengah menduduki urutan pertama tertinggi dengan jumlah kasus 718 pada tahun 2023. Penyakit TB Paru tidak hanya menimbulkan beban kesehatan yang besar, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang serius bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Dalam upaya mengatasi masalah ketersediaan dan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi pasien tuberkulosis paru menjadi faktor kunci yang harus mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam hal ini petugas kesehatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuntitatif dengan wawancara mendalam kepada berbagai pemangku kepentingan terkait, seperti petugas kesehatan, pasien, dan keluarga pasien. Hasil penelitian menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dalam akses terhadap pelayanan kesehatan TBC, termasuk kurangnya fasilitas kesehatan yang memadai, jarak geografis yang jauh, serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang TBC. Selain itu, ketersediaan obat-obatan dan peralatan diagnostik juga menjadi perhatian utama. Studi ini memberikan wawasan yang berharga untuk perbaikan sistem pelayanan kesehatan TBC di wilayah ini, dengan menekankan perlunya upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi pasien. Hasil penelitian ini diharapkan dapat: Memberikan gambaran nyata tentang ketersediaan fasilitas kesehatan dan aksesibilitas layanan TB di Kota Palu. Kata kunci: Ketersediaan; Aksesibiltas Yankes: TB Paru
Pengaruh Kadar Gula Darah Terhadap Risiko Terjadinya Infeksi Saluran Kemih Pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kediri Putri, Lilia Danina; Diarti, maruni Wiwin; Pauzi, Iswari Wiwin; Tatontos, Erin Yustin
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v20i2.3363

Abstract

Background : Hyperglycemia creates a urinary environment conducive to bacterial growth, especially when accompanied by decreased immune function and impaired bladder emptying. The presence of glucose in the urine (glucosuria) promotes bacterial proliferation, increasing the risk of urinary tract infections (UTIs). Although diabetes mellitus (DM) cases are relatively high at Kediri Public Health Center, research examining the relationship between blood glucose levels and UTI risk remains limited. Therefore, it is important to assess whether elevated blood glucose levels influence the risk of UTIs in DM patients. Objective: To determine the effect of blood glucose levels on the risk of urinary tract infections in diabetic patients. Method: This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. A total of 30 diabetic patients with blood glucose levels >200 mg/dL were selected as respondents. Their urine samples, which met the inclusion and exclusion criteria, were examined using purposive sampling technique. Urine analysis was conducted using the urine sediment method to detect the presence of bacteria as an indicator of urinary tract infection (UTI). The data were analyzed using the Chi-Square test. Result: Out of 30 respondents, 23 respondents tested positive for urinary tract infection (UTI) based on bacterial findings in the urine sediment. The Chi-Square test results showed a p-value of 0.002 (p < 0.05), indicating a statistically significant relationship between blood glucose levels and the incidence of UTI. Conclusion: Blood glucose levels have an effect on the incidence of urinary tract infections (UTIs) in diabetic patients.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 2 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue