cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2023)" : 85 Documents clear
Representasi Maskulinitas Lelaki Abad 21 dalam Lirik Lagu Pop Indonesia Naufal Allam Gumelar; Aprilia Rizki Arifah; Chafit Ulya
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2828

Abstract

Konsep maskulinitas dapat bergeser sesuai dengan kondisi budaya dan sosial. Konsep baru maskulinitas tergambarkan pada banyak kebudayaan. Salah satunya pada lirik lagu sebuah musik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan representasi maskulinitas lelaki abad 21 dalam lirik lagu pop Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode dalam penelitian ini adalah analisis isi pada lirik lagu. Data penelitian dikumpulkan dari lagu pop berjudul “Komang” karya Raim Laode, “Duka” dari Last Child, dan “Rumah Singgah” karya Fabio Asher. Pemilihan lagu tersebut didasarkan pada Top Spotify Indonesia tahun 2023. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara simak dan catat. Teori maskulinitas yang digunakan, yaitu teori maskulintas Janet Saltzman Chafetz. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat 3 ciri maskulinitas yang merepresentasikan lelaki abad 21, yaitu ciri emosional, intelektual, dan karakter pribadi. Representasi emosional, yang di dalamnya terdapat dua temuan yakni lelaki dengan kontrol emosi stabil dan tidak stabil dalam tiga lagu top Indonesia tersebut. Selanjutnya ciri dimensi intelektual dalam temuan ini ditemukan bahwa laki-laki berpikir logis. Selain dimensi di atas, juga terdapat ciri dimensi karakter pribadi yang terdiri dari karakter pribadi egois, karakter pribadi bangga, dan karakter pribadi moral. Persepsi terhadap maskulinitas diharapkan mampu lebih inklusif dan reflektif. Tentunya agar terjadi kesetaraan gender dalam kehidupan sehari-sehari.
"Menjadi Yang Lain" Sebuah Pertahanan Identitas dalam Cerpen Ratu Kecantikan Karya Danthy Margareth Nurlailatul Qadriani; Abdul Jabaru Hidi; Monika Sari; Suci Pratiwi M. Daut; Vivi Riana Pangestu; Nurmin Suryati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2829

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pertahanan ego tokoh utama dalam cerpen Ratu Kecantikan karya Danthy Margareth. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Sumber data dalam penelitian ini cerpen Ratu Kecantikan karya Danthy Margareth yang dimuat di harian Jawa Pos 29 Mei 2022. Data diperoleh dengan teknik baca, catat, dan analisis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa struktur kepribadian tokoh utama terdiri dari id, ego, dan superego. Id mempengaruhi tokoh utama untuk mencapai kepuasan diri dengan menampilkan kepribadian yang berbeda. Ego mendukung tokoh utama untuk menghilangkan kecemasan yang terjadi ketika dirinya menjadi pribadi yang lain. Superego mempengaruhi tokoh utama dalam mengimbangi kedua kepribadiannya pada waktu tertentu. Sistem pertahanan ego tokoh utama berusaha menjaga keseimbangan hubungannya dengan id dan superego. Ketika kecemasan mulai hadir, ego berusaha mempertahankan diri atau menampilkan mekanisme pertahanan ego. Secara tidak langsung, tokoh utama menahan semua dorongan yang dapat mengancam atau mengecilkan dorongan tersebut menjadi bentuk yang dapat diterima. Mekanisme pertahanan ego yang dilakukan tokoh utama yaitu represi, penyangkalan, rasionalisasi, dan sublimasi.
Benturan Ideologi Tvone dan Kompas Tv dalam Konstruksi Pemberitaan Korupsi Soedarsono M; Ibnu Hajar; Musriani Musriani; Kaharuddin Kaharuddin; Muhammad Musawir
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2918

Abstract

Fairclough berpendapat bahwa analisis tekstual adalah analisis teks yang terkandung dalam wacana. Sebuah teks dipandang sebagai domain yang mengekspresikan pemahaman dan pengalaman penulis tentang teks itu sendiri. Teks terbuka untuk berbagai interpretasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis konflik ideologi dalam wacana berita korupsi di kanal YouTube, media berita TvOne dan Kompas Tv. Ada tiga tahapan untuk menganalisis wacana dari perspektif Norman Fairclough: deskripsi, interpretasi, dan ekplanasi. Pendekatan penelitian yang digunakan meliputi pendekatan metodologis yaitu pendekatan deskriptif-kualitatif dan pendekatan teoritis analisis wacana kritis Norman Fairclough. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan bahwa TvOne dan Kompas Tv mengalami penyusunan kosakata kembali . Selain itu, metafora lebih umum digunakan saat membangun wacana berita di TvOne. Kedua aspek kosakata tersebut dimaksudkan untuk menekankan dan mengaburkan makna yang sebenarnya. Selain kosakata, analisis tekstual juga meliputi aspek tata bahasa dengan mendayagunakan ketransitifan dan kalimat positif-negatif.
Comparing The Argumentative Essay Formats of Indonesian and Korean Students Using the Toulmin Model Yanuarius Yanu Dharmawan; Helena Verusha Ali; Bayu Andika Prasatyo; Amaliah Amaliah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2922

Abstract

This study's overarching goal is to dissect and contrast the organizational framework of persuasive compositions generated by Indonesian and Korean (South Korean) pupils who are acquiring English as a secondary language, utilizing the Toulmin model as a theoretical framework for argument assessment. The research sample consisted of five participants from Indonesia, five participants from Korea, five female participants from Indonesia, and five female participants from Korea. Typically, individuals originate from diverse educational and vocational contexts. The articles generated by the authors served as the focal point of an analysis that employed elements of the Toulmin framework. The research's findings imply that there is no appreciable difference between men's and women's levels of reasoning in the two countries. It was evident that a discernible distinction among the participants was the absence of counterargument sections in certain individuals. This study holds significant importance in terms of examining the impact of cultural factors inherent in each nation and its language on the principles of argumentative writing. The results obtained from the investigation conducted in this research. can be employed to improve pedagogical strategies and facilitate the development of writing curricula that are culturally appropriate. It is anticipated that future investigations will facilitate the examination of additional linguistic and cultural attributes, as well as the broadening of the research's purview to encompass a more heterogeneous cohort hailing from a greater array of nations, as well as persons with differing levels of scholarly attainment.
Thanking Expression Used By The Characters In The Luca Movie (A Pragmatic Analysis) Richa Yusrin Fanida; Koesoemo Ratih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2938

Abstract

This study seeks to explain the type of thank-you expression categories and establish the strategy of thank-you expression employed by the character in the movie Luca. The method used in this study was descriptive qualitative. This study used English utterances with thanking expressions as data. The data was documented. Types of thanking expressions were evaluated using Hymes (1972), and strategies of thanking expression were analyzed using Aijmer (1996). In this research, eight types of thank-you expressions were found. The study indicated that 33% of participants acknowledged a major favor, 17% acknowledged a favor, and 11% dismissed a service, ended the conversation, and used irony, sarcasm, or bluntness. 6% of data reveals thanking someone, making them feel good, and negative requests. Moreover, there are four strategies for saying thank you expressions. The data revealed 67% of the data shows thanking somebody explicitly, 17% stressing one's gratitude, 11% showing appreciation of the act, and 6% showing emotion.
Bentuk dan Makna dalam Ritual Pembuatan Kapal Pinisi di Kabupaten Bulukumba Yusuf Yusuf; Haryeni Haryeni; Ita suryaningsih; Indarwati Indarwati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2943

Abstract

Studi ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna dalam ritual pembuatan kapal pinisi di Kabupaten Bulukumba. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah tukang kayu, pemilik kapal, dan tokoh adat yang terlibat dalam proses pembuatan kapal pinisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual pembuatan kapal pinisi di Kabupaten Bulukumba memiliki bentuk dan makna yang sangat dipengaruhi oleh budaya lokal. Bentuk ritual ini terdiri dari serangkaian tahapan, mulai dari pemilihan kayu hingga peluncuran kapal. Setiap tahapan dilakukan dengan penuh perhatian dan didasarkan pada keyakinan spiritual yang kuat. Makna dalam ritual pembuatan kapal pinisi juga sangat penting bagi masyarakat Bulukumba. Ritual ini merupakan simbol kelanjutan tradisi maritim dan cara hidup masyarakat pesisir. Kapal pinisi dianggap sebagai simbol keberanian, kekuatan, dan kesuksesan dalam mengarungi kehidupan di laut. Selain itu, ritual ini juga memiliki makna keagamaan. Masyarakat Bulukumba percaya bahwa kapal pinisi memiliki roh dan jiwa yang harus dihormati. Oleh karena itu, proses pembuatan kapal pinisi dilakukan dengan penuh rasa hormat dan keramat. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman tentang budaya dan tradisi lokal di Kabupaten Bulukumba. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dan masyarakat setempat dalam upaya melestarikan dan mengembangkan budaya maritim di wilayah ini.
How is The Grammatical Relation of Batak Toba Wedding Ceremony? Usman Sidabutar; Mulyadi Mulyadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2946

Abstract

This article discusses grammatical relations in Toba Batak language. Toba Batak language has formal markings, both predicates and arguments that show the relationship between clause elements, and the coding of words in the language. arguments are integrated syntactically. This research uses descriptive qualitative research. Qualitative is used to investigate an issue in order to gain a clear understanding of a particular phenomenon. The main data of this research are sentences. Sentence data in this study were obtained through traditional Toba Batak documents, namely 'marhata sinamot' which is commonly used Grammatical relations have an important role and function to identify the correctness of the syntactic process because they are considered to connect arguments with clauses. The grammatical relationship and the semantic role of the Toba Batak language are S = A/P and S = P/A. That is, the Toba Batak language treats S as A and S as P. A language is said to be of ergative type if the patient (P) of a transitive verb is treated with or coreferential with the subject (S) in an intransitive clause and different from the agent (A) of the verb transitive.
Representasi Identitas Masyarakat Laut dalam Kumpulan Cerita Pendek Nelayan Itu Berhenti Melaut Mike Wijaya Saragih; Teguh Prasetyo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2958

Abstract

Kumpulan cerpen Nelayan itu Berhenti Melaut karya Safar Banggai merupakan kumpulan dari 12 cerpen yang hampir seluruhnya erat dengan latar laut dan kemaritiman. Penceritaan yang diusung pun beragam dari beberapa sudut pandang di masing-masing cerpen. Namun demikian, hampir seluruhnya menyinggung perihal masyarakat laut yang dalam beberapa cerpen disebut sebagai masyarakat Bajo. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan bentuk-bentuk representasi identitas masyarakat laut khususnya masyarakat Bajo yang digambarkan dalam kumpulan cerpen Nelayan itu Berhenti Melaut karya Safar Banggai. Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek yang mendefinisikan kembali masyarakat laut dengan narasi dikotomis untuk melihat kehidupan masyarakat laut dan peradabannya. Melalui analisis struktural serta penggunaan konsep identitas dan pendekatan sosiologis, dikotomi tersebut digunakan untuk merumuskan representasi identitas masyarakat laut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukannya lima bentuk representasi identitas masyarakat laut di dalam kumpulan cerpen ini, seperti masyarakat laut sebagai penghuni laut; masyarakat laut menjaga laut dan tradisi laut; masyarakat laut selalu setia terhadap laut; masyarakat laut dan tradisi mistik; serta masyarakat laut tidak tunduk pada batasan daratan.
Pengembangan Parsing PCPATR Sebagai Preservasi Bahasa dan Sastra Banjar Novia Winda; Ali Muhammad
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2961

Abstract

Banjar Mantra is part of the Banjar language and literature in the form of words recited orally by certain people. Mantras are considered to have magical powers for supernatural powers and curses. This study aims to develop a sentence parsing device as a Language and Literature Preservation of Banjar using a sentence parsing application (parse PC-PATR). Parse PC-PATR is a sentence parsing application that will produce a pattern tree to represent the syntactic structure of sentences based on the Banjar language grammars. The problem in this research is that the mantra corpus uses the old genre of Banjarese language and literature. Words in the old genre are currently not widely used in communication by the Banjar people. On the other hand, the absorption of Arabic also presents its own problems. Finally, it is difficult to find the availability of experts who still preserve the Banjar mantra. This research used the ADDIE method with 20 Banjar mantras as test sentences and involved 3 committees of linguists as examiners. The research results showed that the naturalness of the test sentences was as low as 6%. The average parsing tree suitability percentage is 98%. This shows that the sentence parser is acceptable even though the naturalness of the test sentences is only 18% on average.
An Analysis of the Enola Holmes 2 Movie From A Perspective of Feminist Theory Dika Putra Pamungkas; Abdillah Nugroho
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2969

Abstract

This research took the ''Enola Holmes 2'' movie as the object of research regarding the analysis of feminism contained in the movie. Feminism is still a very important issue for women to voice gender equality and rights with men. This research aims to find out the characteristics of the main character Enola Holmes and find out how the main character reflected feminism. The method used in this research is qualitative research method to solve the problem formulation in ''Enola Holmes 2'' movie. The data taken for this research is in the form of transcripts of conversations in the ''movie Enola Holmes 2''. In addition to being unlike other women at the time, Enola exhibits traits like bravery and tenacity in the movie. She also has dreams of becoming a detective, which is something that few women do. Enola, who was undervalued due to her ambition and undervalued due to her gender, was able to realize her aspirations and rose to fame as a well-known female detective. The movie ''Enola Holmes 2'' proves that feminism is not just about seeking the right to gender equality but also about the value of supporting fellow women and protecting other women.