cover
Contact Name
Hendra
Contact Email
agroteknikapolitani@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agroteknikapolitani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Agroteknika
ISSN : 26853353     EISSN : 26853450     DOI : -
Agroteknika adalah jurnal nasional untuk publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Agroteknika sebagai kajian ilmiah hasil penelitian pada bidang teknologi pertanian dengan ruang lingkup: mekanisasi pertanian, teknologi pangan, irigasi, teknologi budidaya tanaman pangan dan perkebunan, energi terbarukan, sistem informasi pertanian, sistem informasi geografis dan bioinformatika.
Arjuna Subject : -
Articles 191 Documents
Pendugaan Umur Simpan Susu Kambing Etawa Metode Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) dengan Pendekatan Kadar Air Kritis Juwitaningtyas, Titisari; Wahyuningrat, Ajeng
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.540

Abstract

Susu kambing etawa bubuk adalah produk olahan yang dibuat dari susu kambing etawa segar melalui proses pengeringan untuk mengurangi kadar air. Susu kambing memiliki nilai gizi tinggi yang mudah rusak karena mudah terkontaminasi oleh mikroba. Pengolahan susu menjadi bubuk adalah pilihan yang tepat karena membuat penyimpanan susu menjadi tahan lama. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar air awal, kadar air kritis, kadar air kesetimbangan, dan kadar lemak susu kambing etawa bubuk. Selain itu, penelitian ini untuk mengetahui umur simpan susu kambing etawa bubuk. Pendugaan umur simpan susu kambing etawa bubuk menggunakan metode Accelerated Shelf-life Testing (ASLT) dengan pendekatan Labuza dengan menggunakan lima jenis garam yaitu NaOH, MgCl2, K2CO3, NaCl, KCl dengan masing-masing RH 15%, 32%, 53%, 73%, dan 83%. Labuza digunakan untuk kerusakan produk pangan berdasarkan kadar air produk selama penyimpanan. Empat model persamaan yang digunakan untuk menentukan kurva ISA (Isotermi Sorpsi Air) yaitu Hasley, Caurie, Oswin, dan Chen-Clayton. Ketepatan kurva ISA yang dipilih dalam menentukan umur simpan adalah model Chen-Clayton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air awal susu kambing etawa bubuk sebesar 1,79%(b/b). Kadar air kritis susu kambing etawa bubuk pada RH 83% sebesar 4,27% (b/b), kadar lemak awal sebesar 8,68 % dan kadar lemak kritis 7,61%. Umur simpan yang iperoleh dengan kondisi RH 15%, 32%, 53%, 73%, 83% memiliki umur simpan secara berturut-turut sebagai berikut: 548 hari (18,2 bulan), 376 hari (12 bulan), 277 hari (9,2 bulan), 210 hari (7 bulan), dan 178 hari (5,9 bulan).
Identifikasi Risiko Produksi Melon Hidroponik di Kabupaten Lima Puluh Kota (Studi Kasus di PT Ladang Paloma) Oktarina, Nova; Zakaria , Rahmat Syahni; Paloma, Cindy
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.585

Abstract

Melon hidroponik merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. PT Ladang Paloma adalah pelopor budidaya melon hidroponik premium di Sumatera Barat. Namun, proses produksi komoditas ini menghadapi berbagai risiko yang dapat menyebabkan target panen tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber risiko pada proses produksi melon hidroponik di PT Ladang Paloma. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis data menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian mengidentifikasi sebanyak 26 sumber risiko dalam seluruh tahapan proses produksi diantaranya persiapan awal, penyemaian, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen.
Rancang Bangun dan Evaluasi Kinerja Sistem Irigasi Tetes Tenaga Surya untuk Budidaya Cabai Berkelanjutan Sari, Elok Kurnia Novita; Wijaya, Rizza; Nurcahyanti, Ira; Ulum, Sahrul
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.595

Abstract

Permasalahan keterbatasan ketersediaan air dan tingginya biaya energi untuk irigasi menjadi tantangan utama dalam budidaya cabai. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem irigasi tetes berbasis solar cell sebagai solusi efisiensi penggunaan air dan energi terbarukan. Sistem yang dikembangkan terdiri atas panel fotovoltaik, pompa DC, controller dengan timer otomatis, jaringan pipa lateral, serta emitter tetes yang terhubung pada setiap polybag tanaman cabai. Berdasarkan hasil perhitungan, untuk memenuhi kebutuhan tanaman cabai diperlukan pompa dengan kapasitas 0,2 hp, panel surya 26,3 WP, Solar charge controller 30 A dan baterai dengan daya 67,5 watt. Pengujian debit air pada pompa dapat dikatakan mampu memenuhi kebutuhan air tanaman cabai dengan rata-rata debit yaitu 394,8 ml/menit untuk 48 tanaman. Parameter yang diamati meliputi debit emtter, kestabilan distribusi air, konsumsi energi, dan respon pertumbuhan tanaman cabai. Hasil rata – rata dari pengujian debit emitter 24 sampel tanaman menghasilkan nilai 197,4 ml selama 5 menit. Hasil Keseragaman air mendapatkan nilai rata-rata sebesar 89,01%, di mana nilai ini termasuk dalam kriteria sangat baik. Selain itu, penggunaan energi surya berhasil mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional hingga 100%, sehingga menekan biaya operasional. Pertumbuhan tanaman cabai menunjukkan respon positif dengan tingkat kesegaran daun lebih baik dibandingkan dengan penyiraman manual. Dengan demikian, sistem irigasi tetes berbasis solar cell terbukti efektif, efisien, dan berpotensi mendukung budidaya cabai berkelanjutan di daerah dengan keterbatasan energi dan air.
Analisis Sifat Fisik-Kimia Tanah terhadap Pertumbuhan Vegetatif dan Kandungan Klorofil Tanaman Lada Irman, Irman; Khodijah, Nyayu Siti; Zasari, Maera
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.601

Abstract

Lada (Piper nigrum L.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, terutama sifat fisik dan kimia yang menentukan ketersediaan hara dan kemampuan tanaman melakukan fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat fisik-kimia tanah pada lahan lada di Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengevaluasi pertumbuhan vegetatif tanaman melalui jumlah daun dan lebar tajuk, serta mengkaji keterkaitannya dengan kandungan klorofil. Penelitian dilaksanakan pada lahan bertekstur pasir berlempung dengan metode pengamatan deskripitis analisis kimia tanah dan pertumbuhan tanaman. Analisis laboratorium, meliputi pengukuran pH, kandungan C-organik, N, P, K, Ca, Mg, serta kapasitas tukar kation. Sampel penelitian digunakan sebanyak 120 pohon tanaman lada aksesi lokal Nelungkup umur tiga tahun, kadar klorofil A, B, dan total klorofil ditentukan dengan metode spektrofotometri. Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah memiliki pH sangat asam (4,9), kandungan C-organik (1,07%), N-total (0,15%), P-tersedia, Ca, Mg, serta KTK tergolong rendah, sehingga berpotensi membatasi pertumbuhan. Jumlah daun per cabang berkisar 92,92–112,67 helai dengan lebar tajuk 97,58–110,00 cm, dan total klorofil tercatat 21,46–25,25 mg/L. Analisis statistik menunjukkan hubungan lemah antara lebar tajuk dan jumlah daun (R²=0,064), serta hubungan sedang antara jumlah daun maupun lebar tajuk dengan kandungan klorofil (R²=0,331). Temuan ini walaupun masih lemah menunjukkan adanya potensi hubungan positif antara kondisi tanah dengan pertumbuhan vegetative dan efisiensi fotosintesis tanaman lada, sehingga diperlukan strategi pengelolaan tanah seperti pengapuran, penambahan bahan organik, dan pemupukan berimbang untuk meningkatkan produktivitas.
Respons Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Panjang Polong Ungu (Vigna unguiculata (L.) Walp) Oktavia, Syeni Krisdinanti; Kanny, Putri Irene; Azmi, Tubagus Kiki Kawakibi
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.613

Abstract

Tanaman kacang panjang polong ungu memerlukan ketersediaan hara serta kondisi lingkungan yang mendukung agar mampu mencapai pertumbuhan dan hasil optimum. Salah satu pendekatan pemupukan yang lebih ramah lingkungan adalah penggunaan pupuk hayati, seperti pupuk hayati yang digunakan pada penelitian ini mengandung mikroorganisme Pantoea dispersa, Azospirillum sp., Aspergillus niger, Streptomyces sp., dan Penicillium oxalicum, yang berperan dalam penambatan nitrogen, pelrutan fosfat, serta dekomposisi bahan organik. Mikroba tersebut berfungsi memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan nutrisi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi respons pertumbuhan dan produktivitas kacang panjang polong ungu terhadap pemberian pupuk hayati. Kegiatan penelitian berlangsung pada Maret hingga Juni 2025 di Kebun Percobaan Kampus F7 Universitas Gunadarma, Jakarta Timur. Rancangan percobaan yang diterapkan ialah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) nonfaktorial dengan lima taraf dosis pupuk hayati, yaitu 0, 5, 6,5, 8, 9,5 g/polybag. Dalam penelitian ini digunakan 8 ulangan. Setiap perlakuan terdiri atas 2 sampel pada setiap ulangan, sehingga diperoleh 40 satuan percobaan dengan total 80 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap jumlah polong, bobot 100 biji, dan bobot polong kering. Perlakuan 9,5 g/polybag menghasilkan yang terbaik, sehingga menghasilkan nilai tertinggi pada ketiga parameter tersebut sehingga dapat dianggap sebagai dosis paling efektif dalam meningkatkan hasil kacang panjang polong ungu.
Karakteristik Mutu Frozen Yogurt dengan Perbedaan Konsentrasi Sari Bit (Beta vulgaris L.) Putri, Regina Mahardika Oktaviani; Fizriani, Atia; Rahmina, Fathya
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.614

Abstract

Frozen yogurt merupakan salah satu hidangan penutup yang cukup diminati masyarakat. Frozen yogurt dibuat dari campuran yogurt dan bahan yang digunakan dalam pembuatan es krim yang kemudian dibekukan sehingga memiliki karakteristik menyerupai es krim. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi sari bit terhadap karakteristik mutu frozen yogurt dan untuk menentukan konsentrasi optimum berdasarkan parameter kimia, fisik dan organoleptik. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan konsentrasi sari bit pada 4 taraf yaitu penambahan sari bit 10%, 15%, 20%, dan 25% yang dilakukan sebanyak 3 kali ulangan percobaan. Hasil yang didapatkan adalah penambahan sari bit dengan konsentrasi berbeda berpengaruh nyata terhadap kadar air, total padatan, betasianin, warna, overrun dan kecepatan leleh. Konsentrasi penambahan sari bit 25% menghasilkan kadar air 43,19%, total padatan 57,44%, betasianin 4,29 mg/100g, overrun 19,24%, kecepatan leleh 13,17 menit, kadar lemak 3,80%, sifat organoleptik warna dan tekstur berada dalam kategori suka, sedangkan rasa dan keseluruhan berada dalam kategori netral.
Aplikasi Oleogel Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Kombinasi Gelator Cocoa Butter dan Beeswax dalam Pembuatan White Chocolate Spread Kurniaditya, Viki; Bumi, Salsabila Amalia Putri; Prasetya, Bintang Galang Indra
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.616

Abstract

Virgin coconut oil (VCO) merupakan minyak nabati dengan potensi besar pada bidang pangan dan kesehatan. Salah satu tantangan dalam pengaplikasian VCO yaitu sifatnya yang cair pada suhu kamar. Hal ini mengakibatkan ketidakstabilan struktur produk yang dihasilkan. Pembentukan oleogel dengan bantuan kombinasi oleogelator seperti lemak kakao/ cocoa butter dan lilin lebah/ beeswax dapat menjadi solusi untuk memperbaiki dan meningkatkan karakteristik fisikokimia oleogel virgin coconut oil. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai konsentrasi kombinasi gelator tersebut terhadap karakteristik fisikokimia oleogel virgin coconut oil pada pembuatan selai cokelat putih/ white chocolate spread. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dan data dianalisis dengan One Way Analysis of Variance (ANOVA). Analisis uji sampel menggunakan Universal Testing Machine, metode DPPH (2,2-Diphenyl-1- Picrylhydrazyl), polarized light microscope, sentrifugasi, slip melting point, scanning electron microscope, hingga analisis profil tekstur. Hasil penelitian menunjukan kombinasi Beeswax (BW) dan Cocoa Butter (CB) sebagai oleogelator memengaruhi struktur kristal pada selai cokelat. Peningkatan konsentrasi BW menyebabkan kristal berbentuk jarum lebih banyak, kristal lebih padat dengan ukuran lebih panjang, terdistribusi merata, dan oleogel VCO yang dihasilkan lebih stabil. Kekerasan, dan titik leleh oleogel VCO meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi BW dalam oleogelator. Oleogel VCO terbaik diperoleh dari kombinasi 9% BW dan 1% CB (BW9CB1) yang berpengaruh nyata terhadap kekerasan, kohesivitass dan adhesivitas. Hasil tersebut memperkuat penggunaan oleogel VCO dengan kombinasi BW dan CB dapat meningkatkan tekstur produk akhir selai cokelat putih.
Rancang Bangun Mesin Penyebar Fruit Leather Aplikatif sebagai Dukungan Teknis Hilirisasi Pisang di Lampung Fauziah, Wahyu Kamilatul; Melidawati, Melidawati; Gustian, Hendri; Marni, Husniati; Karfiandi, M. Yusfiar; Ferdiana, Dwi
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.622

Abstract

Pisang merupakan komoditas hortikultura unggulan di Lampung dengan produksi tinggi. Penanganan pascapanen masih terbatas, menyebabkan kehilangan hasil 20-30%. Diversifikasi menjadi fruit leather dapat meningkatkan nilai tambah. Produk ini belum diproduksi secara lokal, meskipun permintaan pasar global terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan menguji kinerja mesin penyebar fruit leather yang aplikatif untuk mendukung hilirisasi pisang secara berkelanjutan. Metode menggunakan pendekatan rekayasa. Tahapan meliputi perancangan CAD, pembuatan purwarupa, dan pengujian kinerja. Mesin terdiri dari rangka, sistem transmisi, dan mekanisme penyebar puree buah. Parameter uji mencakup kapasitas produksi, keseragaman ketebalan, dan laju penyebaran puree buah. Hasil menunjukkan kapasitas produksi 41 lembar/jam, hampir dua kali lipat dibanding dengan manual (21 lembar/jam). Keseragaman ketebalan meningkat (koefisien variasi 5.5% vs 17.1%) dan laju penyebaran puree buah rata-rata 258 cm2/menit. Mesin ini berpotensi meningkatkan efisiensi proses produksi fruit leather dan memberikan dukungan teknis awal bagi pengembangan produk olahan pisang pada skala UMKM sebagai bagian dari upaya hilirisasi pisang.
Pengaruh Fermentasi SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) terhadap Kandungan Fenolik dan Aktivitas Antioksidan dalam Teh Fiana, Nora; Julia, Hilda; Jamaluddin, Anisah
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.623

Abstract

Kombucha adalah minuman fermentasi teh yang kaya senyawa bioaktif dan berdampak positif pada kesehatan. Teh hijau (Camellia sinensis) digunakan sebagai substrat karena mengandung fenolik dan antioksidan tinggi. Penelitian ini mengevaluasi perubahan sifat fisikokimia, kandungan fenolik, aktivitas antioksidan, dan asam organik selama fermentasi 18 hari dengan SCOBY pada 37°C. Analisis dilakukan terhadap pH, keasaman, Brix, warna, serta kandungan fenolik total dan spesifik (Folin–Ciocalteu dan HPLC), dan aktivitas antioksidan (FRAP & DPPH). Hasil menunjukkan kandungan fenolik total menurun dari 0,41 mg/mL menjadi 0,25 mg/mL, sedangkan aktivitas FRAP meningkat dari 3,79 mg/mL menjadi 4,02 mg/mL, dan DPPH sedikit menurun dari 85,90% menjadi 81,39%. Fermentasi menurunkan sebagian besar senyawa fenolik spesifik, termasuk asam kafeat (0,95 → 0,55 µg/mL), katekin, dan (-)-epicatechin gallate, sedangkan asam p-kumarat stabil (≈0,06 µg/mL) dan kafein menurun (78 → 46 µg/mL). Asam asetat dan tartarat meningkat. Secara keseluruhan, fermentasi mengubah senyawa bioaktif, meningkatkan aktivitas reduktif (FRAP), dan menghasilkan asam organik berperan dalam rasa.
Evaluasi Aktivitas Antioksidan dan Karakteristik Sensori Tea Infusion Berbasis Cascara dengan Penambahan Jahe, Lemon, dan Daun Mint Azkiyah, Lailatul; Masahid, Ardiyan Dwi; Fitrania, Fathika; Abiyyuddin, M. Farras; Brihatsama, Brihatsama; Pamujiati, Agustia Dwi
Agroteknika Vol 8 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i4.630

Abstract

Cascara merupakan kulit buah kopi kering yang terdiri atas lapisan pulp dan mucilage yang terpisah selama proses pulping. Meskipun mengandung senyawa bioaktif, seperti polifenol, pemanfaatan cascara dalam produk minuman masih terbatas karena karakteristik sensori yang belum sepenuhnya memenuhi preferensi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan, kadar total polifenol, dan karakteristik sensori hedonik dari formulasi tea infusion berbahan cascara, yang dipadukan dengan jahe, lemon, dan daun mint. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap satu faktor dengan enam tingkat konsentrasi cascara (% b/v), yaitu A0 (0%), A1 (1%), A2 (2%), A3 (3%), A4 (4%), dan A5(5%), masing-masing dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi aktivitas antioksidan, total polifenol, serta atribut sensori hedonik (warna, aroma, rasa, dan penerimaan keseluruhan). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi penambahan cascara pada konsentrasi 1-5% (b/v) tidak berpengaruh nyata terhadap aktivitas antioksidan, dan total polifenol (p>0,05), namun menunjukkan kecenderungan peningkatan nilai secara deskriptif dibandingkan kontrol, dengan aktivitas antioksidan sebesar 32,80-36,02% dan total polifenol pada 40,94-46,51mg GAE/g. Hasil uji sensori hedonik menunjukkan bahwa penambahan cascara berpengaruh nyata terhadap atribut rasa, dan penerimaan keseluruhan. Penentuan perlakuan terbaik dilakukan menggunakan metode De Garmo dengan pembobotan pada parameter atribut sensoris. Hasilnya menunjukkan bahwa A5 (5% b//v) merupakan perlakuan terbaik dengan nilai bobot tertinggi (0,78) yang mencerminkan keseimbangan terbaik antara atribut fungsional dan sensori. Hasil ini menunjukkan bahwa cascara berpotensi dimanfaatkan sebagai minuman fungsional berbasis tea infusion dengan karakteristik sensori yang dapat diterima konsumen.