cover
Contact Name
Annik Megawati
Contact Email
annikmegawati33@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.farmasi.cendekiautama@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Cendekia Journal of Pharmacy
ISSN : 25992163     EISSN : 25992155     DOI : -
Core Subject : Health,
Cendekia Journal of Pharmacy published by the Program Studi Farmasi STIKES Cendekia Utama Kudus with registered number ISSN 2599-2163 (Print) and for ISSN (Online) is 2599-2155. This journal is published twice a year, in November and May.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN VAKSINASI DAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MASAYARAKAT DI DESA TANJUNGREJO Heni Setyoningsih; Oktarina Puspitasari; Hasty Martha Wijaya

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.436

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona jenis baru, bermula Ketika kasus pneumonia yang penyebabkan tidak diketahui muncul di Wuhan pertama kali ditemukan pada akhir Desember tahun 2019 di Wuhan hal ini ditandai dengan adanya 44 orang yang mengalami pneumonia berat di kota Wuhan. Setelah dilakukan penelitian penyebabnya mulai terindentifikasi dan didapatkan kode genetiknya yaitu virus corona. Gejala Covid-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Cara terbaik untuk penanggulangan dan pencegah penyakit ini adalah menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan vaksin juga salah satu cara paling efektif dan ekonomis untuk mencegah penyakit menular. Tingkat pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan sangat diperlukan sebagai dasar masyarakat dalam menunjukkan perilaku pencegahan covid-19, Covid-19 ini dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan droplet, rekomendasi dasar yang disarankan oleh WHO untuk menghindari resiko penularan virus Covid-19 ini adalah dengan melakukan kepatuhan penerapan protokol kesehatan. Hal tersebut untuk mengetahu tingkat pengetahuan dengan kepatuhan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat non eksperimental dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling, teknik analisa data prospektif dari penelitian ini menggunakan Chi-Square untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 119 responden memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan karakteristik umur terbanyak 26-45 tahun (72,3%), jenis kelamin terbanyak pada perempuan (58,0%),tingkat pendidikan terbanyak SD (39,5%), pekerjaan terbanyak buruh (47,1%), tingkat pengetahuan cukup (85,7%), kepatuhan vaksin patuh (86,6%), kepatuhan penerapan protokol kesehatan (98,3%), tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan vaksinasi didapatkan nilai signifikan (0,079) dan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan penerapan protokol kesehatan didapatkan nilai signifikan (0,560). 
PENGARUH KOMBINASI BAHAN PELICIN MAGNESIUM STEARAT DAN TALK DALAM PEMBUATAN TABLET GLIMEPIRID DENGAN TEKNIK PENCAMPURAN INTERAKTIF Ilham Kuncahyo; Siti Aisiyah; Shabrina Nindya Hutami; RR Sri Wulandari

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.419

Abstract

Homogeneity is one of the primary challenges in the formulation of tablets containing low-dose drugs such as glimepiride. The interactive mixing technique, in which the drug is adhered to a host carrier, has been developed as an innovative approach to address this issue. One of the essential excipients required in tablet manufacturing is a lubricant. The use of micronized lubricants, namely magnesium stearate and talc, plays a critical role in determining the outcome of the compression process of interactive mixture tablets. This study aimed to investigate the effect of magnesium stearate and talc as lubricants on the physical quality and dissolution behavior of glimepiride interactive mixture tablets. Five formulations were prepared using different proportions of magnesium stearate and talc: F1 (magnesium stearate : talc) = 1,25 : 0,75; F2 = 0,5 : 1,5; F3 = 0,25 : 1,25; F4 = 1,5 : 0,5; and F5 = 1 : 1. The host carrier was prepared by mixing Avicel PH 101 and lactose in a 1:1 ratio, followed by granulation using polyvinylpyrrolidone (PVP) as a binder. The lubricants were then blended with the host particles onto which glimepiride had been adhered, and the mixture was subsequently compressed using the direct compression method. The resulting tablets were evaluated for physical quality parameters, including friability, hardness, disintegration time, and dissolution. The data obtained from each formulation were statistically analyzed using SPSS version 12.0. The results demonstrated that all five formulations met the homogeneity requirements, with coefficient of variation (CV) values of less than 5%. The combination of magnesium stearate and talc significantly affected the physical quality and dissolution behavior of glimepiride interactive mixture tablets. Formula 4, which contained the highest proportion of magnesium stearate and the lowest proportion of talc compared to F1, F2, F3, and F5, produced tablets with greater hardness, reduced friability, prolonged disintegration time, and a slower dissolution rate.
Front Matter Cendekia Journal of Pharmacy Vol. 10 No. 2 Tahun 2026 Sri Fitrianingsih

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.439

Abstract

FORMULASI SLEEPING MASK EKTRAK AIR TEH HIJAU (Camellia Sinesis L) DENGAN VARIAN CARBOPOL 940 DAN AKTIVITAS SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP propinibacterium acne Taufik Turahman; Ghani Nurfiana Fadma Sari

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.425

Abstract

Sleeping mask merupakan salah satu produk perawatan kulit yang diaplikasikan pada malam hari dengan penggunaan yang mudah dan praktis. Daun teh hijau (Camellia sinensis L.) berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam pembuatan sleeping mask karena mengandung senyawa seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin yang memiliki sifat antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk menilai aktivitas antibakteri ekstrak daun teh hijau terhadap Propionibacterium acnes serta mengkaji pengaruh variasi konsentrasi bahan pembentuk gel, yaitu Carbopol 940, terhadap kualitas fisik sediaan. Ekstrak daun teh hijau diperoleh dengan teknik maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan sleeping mask diformulasikan dalam tiga variasi kadar Carbopol 940 (0,5%; 1%; dan 1,5%) serta satu formula kontrol negatif dengan konsentrasi Carbopol sebesar 1%. Pengujian yang dilakukan meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, viskositas, stabilitas, serta aktivitas antibakteri terhadap P. acnes menggunakan metode difusi cakram. Data hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun teh hijau dapat diformulasikan menjadi sediaan sleeping mask pada berbagai konsentrasi, yang ditunjukkan oleh stabilitas sediaan yang secara umum tidak mengalami perubahan. Pada konsentrasi 5%, ekstrak menunjukkan aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat sebesar 59,25 mm. Perbedaan konsentrasi Carbopol berpengaruh terhadap karakteristik fisik sediaan, seperti viskositas, pH, daya sebar, dan daya lekat. Aktivitas antibakteri dari sleeping mask ditunjukkan melalui diameter zona hambat pada masing-masing formula, yaitu FI sebesar 9,07 mm, FII sebesar 7,30 mm, dan FIII sebesar 6,37 mm.
HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN TERHADAP LAYANAN TELEFARMASI DI APOTEK X KOTA DENPASAR Ni Putu Dewi Agustini; Fitria Megawati; I Gusti Ayu Dwi Cahyani Yuda; Ni Luh Santhi Utami Wiryani; Yulia Pratiwi

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.433

Abstract

Telefarmasi merupakan layanan kefarmasian oleh apoteker yang terdaftar melalui pemanfaatan teknologi komunikasi kepada pasien dari jarak jauh. Kesediaan penggunaan telefarmasi ini didukung dengan adanya persepsi pasien mengenai telefarmasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan pengetahuan dan persepsi pasien mengenai layanan telefarmasi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini merupakan pasien yang berkunjung ke Apotek X KOTA DENPASAR dengan kriteria inklusi berusia 17 tahun dan kriteria eksklusi yaitu tidak mengisi kuesioner secara lengkap. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling.  Data diambil melalui pengisian kuesioner langsung oleh responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien di Apotek X Kota Denpasar memiliki pengetahuan yang baik (55%) dan persepsi yang positif (96%) mengenai telefarmasi. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan persepsi (p = 0,000) dengan kekuatan hubungan cukup dan arah hubungan positif (r = 0,479). 
PEMANFAATAN LIMBAH PELEPAH PISANG SEBAGAI MEMBRAN SELULOSA RAMAH LINGKUNGAN UNTUK ADSORPSI PB (II): STUDI OPTIMASI Rohmatun Nafi'ah; Muslikah Muslikah; Endra Pujiastuti

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.429

Abstract

Banana sheath waste contains a high cellulose content and has potential to be utilized as an environmentally friendly adsorbent for heavy metal wastewater treatment. This study aimed to investigate the effect of pH variation and contact time on the adsorption capacity of Pb(II) ions using polyethylene glycol (PEG) 8%-modified banana sheath cellulose membrane. Cellulose was extracted from banana sheath (Musa paradisiaca) through alkaline treatment and bleaching processes, followed by the synthesis of cellulose acetate membrane using the phase inversion method with the addition of 8% PEG. Membrane characterization was carried out using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), while Pb(II) concentration analysis was performed using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Adsorption experiments were conducted at pH variations of 4, 5, and 8 and contact times of 5, 10, and 15 min. FTIR analysis confirmed the presence of characteristic cellulose functional groups, including O–H, C–O, and C–O–C, indicating the successful incorporation of PEG into the membrane matrix. The adsorption results showed that the optimum condition was achieved at pH 8 with an adsorption capacity of 4.992 mg/g, while the optimum contact time was obtained at 15 min with an adsorption capacity of 4.890 mg/g. The increased adsorption capacity under alkaline conditions was attributed to the reduced competition between H? ions and Pb(II) ions for binding to the active sites of the adsorbent. Based on these findings, PEG-modified banana sheath cellulose membrane demonstrates promising potential as an environmentally friendly and low-cost alternative adsorbent for Pb(II) heavy metal removal.
FORMULA MASKER GEL PEEL OFF DENGAN EKSTRAK ETANOL UMBI BIT MERAH (Beta vulgaris L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Munifatul Lailiyah; Sony Andika Saputra; Ida Kristianingsih; Asih Imulda Hari Purwani; Erfan Tri Prasongko; Dyah Aryantini; Fatma Khoirunisak

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.430

Abstract

Umbi Bit merah (Beta vulgaris L.) memiliki pigmen betasianin yang merupakan derivat dari betalain. Betasianin merupakan pigmen yang berwarna merah sampai ungu yang dikenal memiliki sifat antioksidan. Senyawa ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kosmetik, misalnya produk masker gel peel-off. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi potensi ekstrak etanol umbi bit merah dalam diformulasikan menjadi masker gel peel-off dan juga kegiatan antioksidannya. Proses ekstraksi umbi bit merah menggunakan metode maserasi dengan etanol 70%. Masker gel peel-off dibuat dalam tiga konsentrasi ekstrak yang berbeda, yaitu 10% (F1), 15% (F2), dan 20% (F3). Evaluasi mutu fisik yaitu: uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, waktu mengering, serta uji iritasi. Pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan semua formulasi memenuhi mutu fisik, dengan formulasi terbaik adalah F3 yang berwarna merah kecoklatan, berbentuk semisolid, beraroma khas mawar, dan homogen. Nilai pH sebesar 5,13 ± 0,05, daya sebar 5,53 ± 0,05 cm, daya lekat 15,95 ± 0,57 detik, dan waktu mengering 22,33 ± 0,57 menit. Uji iritasi menunjukkan bahwa sediaan tersebut aman dan tidak menimbulkan iritasi. Pengujian aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH dengan nilai IC50 sebesar 15,19 ± 0,01 ppm untuk ekstrak, untuk vitamin C sebagai kontrol memiliki nilai IC50 2,58 ± 0,01 ppm. Hasil penelitian menunjukkan pada ekstrak memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Kesimpulannya, ekstrak umbi bit merah (Beta vulgaris L.) dapat dibuat menjadi masker gel peel-off dengan memiliki mutu fisik yang baik dan mempunyai aktivitas antioksidan dengan kategori sangat kuat.