cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Hubungan Self Efficacy dan Pola Tidur Dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Akhir di STIKES Eka Harap Palangka Raya Anggri Saharani Tambunan; Meilitha Carolina; Nia Pristina
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.185

Abstract

Self efficacy adalah keyakinan individu tentang kemampuannya untuk mencapai hasil yang diinginkan, sementara pola tidur mencakup kebiasaan tidur yang meliputi durasi, kualitas, dan konsistensinya, yang berpengaruh pada fungsi kognitif, emosional, dan fisik. Mahasiswa yang berada dalam rentang usia 19-23 tahun, sering menghadapi stressor selama pendidikan tinggi, terutama pada mahasiswa tingkat akhir yang sering mengalami stres akademik akibat ketidakseimbangan antara tuntutan tugas dan kemampuan untuk menyelesaikannya. Terdapat hubungan erat antara Self efficacy dan pola tidur dengan stres akademik, di mana kedua faktor tersebut memengaruhi kinerja akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasional menggunakan desain penelitian cross-sectional. Sampel berjumlah 139 mahasiswa tingkat akhir program studi sarjana keperawatan dan sarjana kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji spearman’s rho didapatkan p value <0,05, maka Ha diterima sehingga ada hubungan self efficacy dengan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir dan ada hubungan pola tidur dengan stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya self efficacy meningkatkan stres akademik dan pola tidur buruk berkontribusi pada meningkatnya stres akademik.
Faktor Sosiodemografi Dan Dukungan Suami Berpengaruh Pada Kecemasan Antenatal Di Wilayah Gamping Yogyakarta Sofi Widayaningjati, Sofi; Rizki Wijhati, Ellyda; Ismarwati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.186

Abstract

Kecemasan dapat muncul selama masa kehamilan, akibat perubahan fisik dan hormonal yang dapat meningkatkan risiko gangguan psikologis. Kecemasan merupakan respons terhadap ancaman harga diri atau identitas individu. Berbagai faktor seperti usia, jumlah kehamilan, latar belakang pendidikan, status pekerjaan, tingkat ekonomi, dan dukungan suami memiliki pengaruh terhadap kondisi psikologis ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor usia, paritas, pekerjaan, pendidikan, penghasilan dan dukungan suami terhadap tingkat kecemasan ibu hamil di Puskesmas Gamping I dan II. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian berlangsung selama kurang lebih satu bulan, terhitung dari akhir April hingga pertengahan Mei 2025. Sampel berjumlah 111 ibu hamil yang dipilih melalui teknik random sampling dari total populasi 201 ibu hamil. Instrumen pengukuran kecemasan menggunakan skala PASS. Uji analisis chi-square. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan oleh berbagai faktor sosiodemografis, meliputi usia, paritas, tingkat pendidikan, status pekerjaan, penghasilan (p <0,05) dan paritas primigravida memiliki proporsi tertinggi pada tingkat kecemasan asimptomatik (p=0,031). Dukungan suami menunjukkan terdapat hubungan signifikan oleh berbagai bentuk, terdiri dalam bentuk emosional, penilaian, instrumental, dan informasi (p < 0,05), di mana bentuk dukungan penilaian yang kurang mendukung memiliki proporsi tertinggi pada tingkat kecemasan gejala ringan–sedang (p = 0,044).
Hubungan Self Efficacy Dengan Interaksi Sosial Teman Sebaya Pada Perilaku Merokok Remaja Di SMAS Nusantara Palangka Raya Saputra, Agustin; Dwi Agustian Faruk Ibrahim; Wenna Araya
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.187

Abstract

Perilaku merokok pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tekanan teman sebaya dan tingkat self-efficacy yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan interaksi sosial teman sebaya terhadap perilaku merokok remaja di SMAS Nusantara Palangka Raya. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 31 responden yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur self-efficacy dan interaksi sosial teman sebaya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat lemah antara self-efficacy dan interaksi sosial teman sebaya terhadap perilaku merokok, dengan koefisien korelasi -0,179 dan nilai signifikansi 0,335 (p > 0,05), yang berarti tidak ada hubungan signifikan antara kedua variabel tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa self-efficacy yang tinggi tidak selalu cukup untuk melawan pengaruh lingkungan sosial yang kuat. Oleh karena itu, penting bagi pihak sekolah untuk memperhatikan dinamika sosial siswa, baik di dalam maupun di luar sekolah, sebagai bagian dari upaya pencegahan perilaku merokok pada remaja.
Hubungan Konsumsi Junk Food Dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Remaja Putri: Tinjauan Implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 Pasal 50 Siti Arifah; Maulidya Puteri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.188

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang terjadi tanpa adanya kelainan anatomis dengan gejala nyeri pada perut bagian bawah dan pinggang. Salah satu faktor risiko yang diduga berperan adalah konsumsi junk food, dengan kandungan lemak yang tinggi dalam junk food dapat memicu meningkatnya hormon prostaglandin sehingga menyebabkan kontraksi pada uterus. World Health Organization (WHO) tahun 2020 menjelaskan angka kejadian dismenore di dunia sangat tinggi, yaitu 1.769.425 atau sekitar 90% wanita yang mengalami dismenore, di Indonesia sebesar 64,25% dengan rincian 54,89% dismenore primer dan 9,36% adalah dismenore sekunder, di Kota Yogyakarta sebesar 52% dan pada daerah Kabupaten Sleman sebesar 88,64% dan 11,36% mengatakan tidak mengalami dismenore. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi junk food dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 siswi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 38 siswi. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar anamnesa untuk mengetahui kejadian dismenore primer dan kuesioner Food Frequency Quistionnaire (FFQ) untuk mengukur frekuensi konsumsi junk food siswi. Hasil penelitian menggunakan uji Fisher’s Exact Test didapatkan hasil p-value=0,632 (p-value >0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi junk food dengan kejadian dismenore primer pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 2 Gamping. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan referensi bagi remaja putri, orang tua, tenaga kesehatan, serta pihak sekolah dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang untuk menjaga kesehatan reproduksi.
Hubungan Usia Dan Lama Operasi Dengan Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Post General Anestesi Di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Hilda Nesa Dwiningrum; Tophan Heri Wibowo; Wilis Sukmaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.189

Abstract

Pulih sadar post anestesi umum merupakan tahap penting pada post operasi. Penelitian ini dilakukan di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga, untuk melihat bagaimana usia dan durasi operasi memengaruhi waktu pemulihan kesadaran pasien setelah anestesi umum. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 185 responden yang dipilih melalui quota sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan Aldrete Score. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia dewasa (19-59 tahun) yaitu 136 responden dan sebagian besar menjalani operasi berdurasi sedang (60-120 menit), yaitu 78 responden. Dan sebagian besar pasien (134 responden) menunjukkan pemulihan kesadaran yang cepat. Analisis statistik menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia (p=0,000; rsp = 0,445) dan durasi operasi (p=0,000; rsp = 0,461) dengan waktu pemulihan kesadaran. Hubungan ini bersifat positif sedang, yang artinya semakin tua usia pasien dan semakin lama durasi operasi, semakin lambat waktu yang dibutuhkan untuk pulih sadar.
Hubungan Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Hiperurisimia Pada Pra Lansia Dan Lansia Di Ranting Aisyiyah Karangkajen, Mergangsan Yogyakarta Najwa Azzahra; Siti Arifah; Yekti Satriandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.190

Abstract

Hiperurisimia adalah keadaan di mana kadar asam urat dalam darah meningkat, sering kali tanpa disadari, dan dapat menyebabkan masalah sendi seperti gout arthritis. Keadaan ini semakin menjadi perhatian khususnya pada orang-orang yang berusia lanjut, karena fungsi metabolisme tubuh cenderung menurun serta adanya peningkatan faktor risiko seperti konsumsi makanan yang kaya purin dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisimia pada pralansia dan lansia di Ranting Aisyiyah Karangkajen, Mergangsan, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, yaitu penelitian desktiptif analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah warga Ranting Aisyiyah Karangkajen Mergangsan Yogyakarta berjumlah 35 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner baku  food recall 1 x 24 jam dan IPAQ. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dengan nomor etik No.4360/KEP-UNISA/IV/2025. Hasil analisis Chi Squere pada hubungan pola makan dengan kejadian hiperurisimia didapatkan hasil P value 1.000 (1.000 > 0,05) artinya tidak ada hubungan yang signifikan, dan pada hubungan aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisimia didapatkan hasil P value 0,435 (0,435 > 0,05) artinya tidak ada hubungan yang signifikan. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kejadian hiperurisimia pada pralansia dan lansia di Ranting Aisyiyah Karangkajen, Mergangsan, Yogyakarta.
Perbedaan Efektivitas Durasi Video Laringoskopi Dan Laringoskopi Langsung Dalam Intubasi Urutan Cepat Pada Pasien Bedah Di RSD Gunung Jati Kota Cirebon Syabilla Afifuddin Suat; Made Suandika; Rahmaya Nova Handayani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.191

Abstract

Intubasi urutan cepat merupakan tindakan penting dalam proses anestesi umum untuk mengamankan jalan anpas secara cepat, sehingga risiko aspirasi dan hipoksia dapat dicegah. Pemilihan alat intubasi yang tepat berperan dalam keberhasilan prosedur ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas durasi intubasi urutan cepat menggunakan video laringoskopi dan laringoskopi langsung pada pasien bedah di RSD Gunung Jati Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan desain analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 100 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok, 50 pasien menggunakan video laringoskopi dan 50 pasien menggunakan laringoskopi langsung. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 96,0% pasien yang diintubasi dengan laringoskopi langsung berhasil melakukan intubasi kurang dari 60 detik, sedangkan pada video laringoskopi hanya 82,0%. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0,026 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah laringoskopi langsung lebih efektif dalam hal durasi intubasi urutan cepat dibandingkan video laringoskopi. Pemilihan alat tetap harus disesuaikan dengan kondisi klinis pasien.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Persalinan Prematur Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Mifta; Andri Nur Sholihah; Nidatul Khofiyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.192

Abstract

Latar Belakang: Persalinan prematur merupakan salah satu penyebab utama kematian neonatal dan morbiditas jangka panjang pada bayi. Banyak faktor yang dapat memicu persalinan prematur, baik yang berasal dari kondisi ibu, kehamilan, janin, maupun lingkungan. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian persalinan prematur di RS PKU Muhammadiyah Gamping, khususnya faktor usia ibu, paritas, riwayat abortus, dan ketuban pecah dini (KPD). Metode: penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan case control. Populasi diambil dari seluruh ibu bersalin 2023-2024 yang berjumlah 1052 dan sampel berjumlah 290 responden dengan menggunakan rumus slovin dan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis serta dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk melihat hubungan antar variable. Hasil: analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat. Pada hasil uji bivariat didapatkan faktor risiko yang memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian persalinan prematur yaitu usia (p-value = 0,000). faktor risiko yang tidak memiliki pengaruh yang signifikan dengan kejadian persalinan prematur yaitu paritas (p-value = 0,347), riwayat abortus (p-value = 0,157), dan ketuban pecah dini (p-value = 0,749) . Kesimpulan: adanya hubungan antara usia dengan kejadian persalinan premature dan tidak adanya hubungan antara paritas, riwayat abortus, dan ketuban pecah dini dengan persalinan prematur.
Gambaran Faktor - Faktor Waktu Pulih Sadar Pada Pasien Post General Anestesi Di RSUD dr. Soedirman Kebumen Reivita Amelia; Danang Tri Yudono; Magenda Bisma Yudha
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.193

Abstract

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 140 juta orang di seluruh dunia menjalani operasi setiap tahun, dengan 1,2 juta di antaranya terjadi di Indonesia saja. General anestesi merupakan metode umum untuk menghilangkan rasa sakit dan kesadaran sementara selama prosedur bedah. Sejumlah variabel, termasuk usia, jenis kelamin, IMT, kondisi fisik ASA, dan jenis operasi, memengaruhi waktu pemulihan setelah anestesi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami faktor – faktor yang memengaruhi waktu pemulihan.Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik faktor - faktor yang mempengaruhi masa pemulihan pasien di RSUD Dr. Soedirman Kebumen pasca anestesi umum. Metode : Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain deskriptif pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel purposif sampling digunakan untuk memilih sampel penelitian, yang mencakup pasien yang menjalani operasi dengan anestesi umum. Aldrete score dan rekam medis pasien digunakan mengumpulkan data melalui observasi untuk variabel-variabel berikut: usia, jenis kelamin, IMT, status fisik ASA, dan jenis operasi. Distribusi frekuensi dan persentase digunakan dalam analisis data untuk mengkarakterisasi variabel-variabel yang memengaruhi waktu pemulihan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan faktor yang mempengaruhi lama waktu sadar kembali adalah umur 26-35 tahun sebanyak 26 (23,4%) responden, jenis kelamin perempuan 65 (58,6%) responden, IMT normal 87 (78,4%) responden, ASA II 69 (62,2%) responden, dan jenis operasi kecil 59 (53,2%) responden. Kesimpulan : Sejumlah faktor fisiologis dan prosedural memengaruhi waktu pemulihan setelah anestesi umum. Risiko masalah pascaoperasi dapat dikurangi dan pemulihan dipercepat dengan penggunaan anestesi yang tepat dan pemantauan yang optimal.
Hubungan Anemia Pada Kehamilan Dengan Insiden BBLR Di RSUD Wates Kulonprogo Dinda Fatikasari; Belian Anugrah Estri; Rosmita Nuzuliana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.194

Abstract

Anemia dalam kehamilan dapat mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan. Ibu hamil dengan anemia bisa melahirkan bayi prematur dan bayi berat lahir rendah (BBLR). Kejadian BBLR dipengaruhi oleh faktor ibu dan faktor janin, yang mempengaruhi BBLR dilihat dari faktor gizi ibu maka BBLR dipengaruhi oleh anemia yang kekurang energi kronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia pada kehamilan dengan insiden BBLR. Penelitian ini menggunakaan Case Control Design dengan Korelasi dengan 73 bayi dengan pengambilan sample secara teknik Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder atau rekam medis dengan menggunakan Uji Sparman Rank. hasil penelitian diperoleh pada kelompok kasus atau BBLR, mayoritas ibu tidak mengalami anemia dengan persentase 43,2% (16 dari 37 ibu). Sedangkan pada kelompok control atau tidak BBLR mayoritas responden juga tidak mengalami anemia yakni sebesar (91,7%). Meskipun mayoritas tidak anemia, proporsi ibu yang mengalami anemia pada kelompok BBLR masih cukup tinggi dibandingkan kelompok tidak BBLR. hasil uji sparman rank didapatkan hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,005) yang berarti hipotesis nol (Ho) ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan tingkat anemia pada kehamilan dengan inseden BBLR di RSUD Wates Kulonprogo. Penelitian ini dapat diharapkan kepada seluruh ibu supaya tetap menjaga kesejahteraan janin dan bayi dalam kehamilan dengan melakukan pemerikasaan ANC Terpadu di puskesmas terdekat yang bekerja sama RSUD Wates Kulonprogo