cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Management Jalan Nafas Pada Pasien Obesitas Yang Menjalani Pembedahan Dengan Teknik General Anestesi: Systematic Literature Review Ayuni, Siska Putri; Suandika, Made; Jerau, Emiliani Elsi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.207

Abstract

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko penting yang dapat menimbulkan tantangan signifikan pada manajemen jalan napas selama pembedahan dengan general anestesi. Perubahan anatomi dan fisiologi pada pasien obesitas, seperti penurunan kapasitas residu fungsional, peningkatan jaringan adiposa di leher dan dada, serta gangguan fungsi paru, meningkatkan risiko kesulitan ventilasi dan intubasi serta komplikasi perioperatif. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur terkait manajemen jalan napas pada pasien obesitas yang menjalani pembedahan dengan teknik anestesi umum. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA, melibatkan 10 artikel yang terbit pada tahun 2019–2025 dan telah dinilai kualitasnya menggunakan instrumen JBI. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasien obesitas berisiko lebih tinggi mengalami desaturasi, hipoksemia, ventilasi masker sulit, serta komplikasi pasca ekstubasi. Beberapa faktor prediktor kesulitan jalan napas antara lain lingkar leher, jarak tiromental, serta skor Mallampati, sedangkan teknik intervensi seperti preoksigenasi dengan posisi kepala naik, penggunaan high-flow nasal cannula, videolaringoskop, dan ventilasi non-invasif terbukti efektif dalam menurunkan risiko komplikasi. Studi ini juga menekankan pentingnya kolaborasi tim anestesi, persiapan alat bantu jalan napas, serta strategi ekstubasi yang hati-hati. Kesimpulannya, manajemen jalan napas yang komprehensif dan berbasis bukti pada pasien obesitas sangat penting untuk meminimalkan komplikasi intraoperatif maupun pascaoperatif, serta meningkatkan keselamatan pasien.
Gambaran Komplikasi Pasca Pembedahan dengan Teknik Anestesi Spinal di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soedirman Kebumen Krisdayanti; Martyarini Budi; Roro Lintang Suryani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.208

Abstract

Latar belakang : jumlah tindakan pembedahan terus meningkat secara global setiap tahunnya. Anestesi spinal merupakan salah satu teknik yang umum digunakan, terutama pada pembedahan tubuh bagian bawah. Meski efektif, teknik ini memiliki risiko komplikasi pascaoperasi, seperti hipotensi, hipotermi, shivering, mual muntah pascaoperasi (PONV), bradikardi, dan sakit kepala akibat tusukan duramater (PDPH). Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan komplikasi yang terjadi pasca pembedahan dengan teknik anestesi spinal di RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Metode: desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Februari 2025 dengan jumlah responden sebanyak 105 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, dengan penilaian menggunakan monitor, termometer, dan lembar observasi. Analisis dilakukan secara univariat dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa komplikasi terbanyak adalah hipotensi (41%), diikuti PONV (37,1%), shivering (36,2%), dan hipotermi (22,9%). Komplikasi lainnya yaitu bradikardi (13,3%) dan PDPH (11,4%). Kesimpulan : penelitian ini menunjukkan bahwa komplikasi pasca anestesi spinal masih sering ditemukan, terutama berupa hipotensi, PONV, dan shivering. Oleh karena itu, pemantauan ketat selama fase pemulihan sangat penting untuk mencegah risiko yang lebih serius dan meningkatkan keselamatan pasien.
Hubungan Pemanfaatan Buku Kia Dengan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Putri, Sylvia; Nidatul Khofiyah; Luluk Rosida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.209

Abstract

Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah karena tingginya angka kematian ibu dan bayi, yang menempatkan Indonesia di posisi tiga besar tertinggi di kawasan ASEAN. Salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu adalah minimnya pengetahuan dan sikap ibu hamil terkait informasi serta langkah yang perlu diambil selama masa kehamilan ketika menghadapi tanda bahaya kehamilan. Buku KIA merupakan salah satu bentuk strategi untuk memberdayakan masyarakat, terutama keluarga dalam menjaga kesehatan serta mengakses pelayanan kesehatan ibu dan anak yang bermutu. Penggunaan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) secara optimal dapat menjadi salah satu metode dalam pelaksanaan kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Godean 1. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dengan total 88 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuosioner. Berdasarkan hasil Uji Chi-square untuk hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan didapatkan hasil P=0,000 <0,05 dengan hasil OR 57,000,  Sedangkan untuk hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan sikap Ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di dapatkan hasil P=0,000<0,05 dengan hasil OR 16,520 yang menunjukkan bahwa ada hubungan pemanfaatan Buku KIA dengan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya pemanfaatan buku KIA untuk mendeteksi dini tanda bahaya kehamilan.
Analisis Inovasi Terapi Sujok Warna Dan Musik Panting Dalam Mengurangi Kecemasan Pasien Infark Miokard Akut Di ICCU RSUD A.M. Parikesit Kharisma Intan Agipratiwi; Zulmah Astuti; Slamet Purnomo; Taufik Septiawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.213

Abstract

Latar belakang: Infark Miokard Akut (IMA) adalah suatu kondisi gawat darurat jantung yang tidak hanya memengaruhi aspek fisik tetapi juga psikologis pasien, terutama kecemasan. Kecemasan yang tidak ditangani dapat memperburuk status klinis dan menghambat proses pemulihan. Pendekatan non-farmakologis seperti Terapi Sujok Warna dan Terapi Musik Panting menawarkan intervensi alternatif dalam asuhan keperawatan holistik untuk mengurangi tingkat kecemasan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan kombinasi Terapi Sujok Warna dan Terapi Musik Panting dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien yang didiagnosis Infark Miokard Akut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif analitik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intervensi terapi warna sujok dan musik panting terhadap tingkat kecemasan pada pasien Infark Miokard Akut di ICCU. Intervensi dilakukan selama empat hari berturut-turut, dengan durasi 15 menit per sesi. Tingkat kecemasan diukur dengan menggunakan instrumen Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) pada pretest dan posttest. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan secara bertahap, dari sedang, ringan, hingga normal setelah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Terapi Sujok Warna dan Terapi Musik Panting efektif dalam menurunkan kecemasan pada pasien Infark Miokard Akut. Intervensi ini dapat menjadi pilihan terapi keperawatan yang holistik dan mandiri dalam pengaturan perawatan intensif. Kesimpulan: Penerapan Terapi Sujok Warna dan Terapi Musik Panting memberikan dampak yang signifikan dalam menurunkan kecemasan pada pasien dengan Infark Miokard Akut (NSTEMI) di ICCU.
Hubungan Pola Makan Dan Body Image Terhadap Status Gizi Remaja Di SMAN 18 Makassar Nani Apriani Natsir Djide; Masdalis
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.215

Abstract

Remaja, terutama remaja perempuan, termasuk kelompok yang berisiko tinggi mengalami masalah gizi karena kebiasaan makan yang tidak sehat dan pandangan negatif terhadap citra tubuh mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola makan, body image, status gizi, serta hubungan keduanya terhadap status gizi remaja di SMAN 18 Makassar. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 97 siswa yang dipilih secara simple random sampling dan memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Body Shape Questionnaire (BSQ) untuk body image, Adolescent Food Habits Checklist (AFHC) untuk pola makan, serta pengukuran antropometri untuk status gizi (IMT/U). Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan cukup (51,5%) dan body image positif (54,6%). Terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan status gizi (p<0,05), dimana pola makan kurang berhubungan dengan status gizi kurus (67,4%) dan pola makan cukup berhubungan dengan status gizi normal (80%). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara body image dan status gizi (p<0,05), dimana body image negatif berhubungan dengan status gizi kurus (63,6%), sedangkan body image positif berhubungan dengan status gizi normal (77,4%). Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi gizi pada remaja melalui perbaikan pola makan dan peningkatan persepsi positif terhadap citra tubuh guna mencegah masalah gizi sejak remaja.
Hubungan Perilaku Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Siswi SMAN 1 Kota Mungkid Annisa Lia Qurani; Fayakun Nur Rohmah; Herlin Fitriana Kurniawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.218

Abstract

Perilaku remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam program pencegahan dan tentunya dalam mengatasi anemia pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya hubungan perilaku konsumsi tablet fe dengan anemia pada remaja SMA N 1 Kota Mungkid. Metode penelitian menggunakan cross-sectional dengan teknik purposive sampling disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner perilaku konsumsi tablet tambah darah dan alat pengukuran hemoglobin. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perilaku konsumsi negatif dengan mengalami anemia sebanyak 29 siswi (43.9%). Responden yang memiliki perilaku konsumsi tablet FE positif dengan tidak mengalami anemia sebanyak 20 siswi (30.3%) sedangkan perilaku konsumsi positif dengan mengalami anemia sebanyak 6 siswi (9.1%). Perilaku konsumsi tablet FE negatif dengan tidak mengalami anemia sebanyak 11 siswi (16.7%). Diketahui bahwa mayoritas siswi sebanyak 60,6% berperilaku negatif terhadap konsumsi tablet fe dan sebanyak 53% siswi mengalami anemia. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (p<0,05) dengan uji chi square, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku konsumsi tablet Fe angka kejadian anemia di SMA N1 Kota Mungkid. Sehingga disarankan agar remaja lebih memahami mengenai manfaat dan dampak dari konsumsi tablet Fe agar dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe secara teratur sebagai pencegahan anemia.
Pengaruh Pemberian Selimut Aluminium Foil Terhadap Peningkatan Suhu Tubuh Pada Pasien Hipotermia Pasca Anestesi Di Recovery Room Di RSUD Ajibarang Diah Febri Cahyani; Roro Lintang Suryani; Tophan Heri Wibowo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.221

Abstract

Hipotermia pasca anestesi sering terjadi dan dapat menyebabkan komplikasi seperti masalah jantung, infeksi, dan masa inap yang lebih lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh selimut aluminium foil terhadap peningkatan suhu tubuh pada pasien hipotermia pasca-anestesi di RSUD Ajibarang. Penelitian ini menerapkan desain pra-eksperimen (one-group pre-test post-test) dengan sampel 20 responden yang diambil melalui purposive sampling. Data dikumpulkan lewat kuesioner dan observasi, lalu dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebanyak 95% responden (19 orang) mengalami hipotermia ringan. Berdasarkan uji Wilcoxon (p = 0,000), ditemukan adanya pengaruh signifikan dari penggunaan selimut aluminium foil. Kesimpulannya, selimut ini terbukti efektif dalam menaikkan suhu tubuh pasien pasca anestesi di RSUD Ajibarang.
Hypnobreastfeeding Sebagai Upaya Menurunkan Kecemasan Pada Ibu Post Partum Sunarti, Sunarti; Mutmainna Kamaruddin; Andi Sulastri; Andi Basniati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.223

Abstract

Masa kehamilan, persalinan, nifas dan menyusui merupakan periode yang sangat rentan terhadap gangguan mood salah satunya adalah post partum blues. Gangguan ini ditandai dengan kecemasan yang berdampak negatif pada motivasi, kepercayaan diri, serta keberhasilan dalam menyusui. Tujuan: untuk mengetahui efektivitas terapi hypnobreastfeeding dalam mengurangi tingkat kecemasan pada ibu post partum.Metode: penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen analitikal observasional dengan pendekatan randomized control trial (RCT). Desain yang digunakan adalah completely randomized experimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang bersalin di Puskesmas Batua dan sedang menjalani rawat gabung dalam 48 jam pertama pada bulan Juni-Juli 2025. Teknik pengambilan sampel dengan cara randomisasi (simple random sampling). Subjek dalam penelitian yaitu semua ibu post partum pada 48 jam pertama baik primi maupun multi yang bersalin dengan spontan. Hasil dan Pembahasan: Hasil uji normalitas data dengan menggunakan uji kolmogrov-smirnov dengan nilai p 0.000, sehingga analisi data menggunakan uji statistik mann Whitney. Berdasarkan hasil uji beda antara kelompok hypnobreastfeeding dan kelompok kontrol nilai p 0.002 <0,005. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap kecemasan antara kelompok yang diberikan intervesi hypnobreastfeeding dengan kelompok kontrol. Kesimpulan: Hypnobreastfeeding terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan yang dialami selama masa kehamilan dan setelah melahirkan. Hasil analisis data menggunakan Man Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap kecemasan antara kelompok yang diberikan intervensi dengan kelompok yang tidak diberikan intervensi hypnobreastfeeding. Karakteristik dalam subjek penelitian terdistribusi secara merata dalam kelompok diseluruh kelompok sehingga faktor paritas tidak mempengaruhi hasil penelitian sebagai faktor perancu.
Gambaran Kejadian Transient Neurological Symptoms Pada Pasien Pasca Sectio Caesarea Dengan Anestesi Spinal Winaldi; Amin Susanto; Asmat Burhan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.225

Abstract

Angka kematian ibu secara global masih tinggi, dengan 287.000 kasus tercatat pada tahun 2020. Sebagian besar disebabkan oleh komplikasi obstetri seperti perdarahan, infeksi, dan preeklampsia. SC merupakan prosedur yang semakin sering dilakukan untuk menangani persalinan berisiko tinggi, termasuk di Indonesia, yang mencapai 25,9% pada tahun 2023. Anestesi spinal menjadi pilihan utama karena efektif dan relatif aman, namun tetap memiliki risiko komplikasi, salah satunya TNS. TNS ditandai dengan nyeri sementara di punggung, gluteus, atau tungkai bawah pasca tindakan, yang dapat menghambat pemulihan dan kenyamanan ibu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kejadian TNS pada pasien pasca SC dengan anestesi spinal di RSUD Cilacap. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel berjumlah 88 pasien, dipilih melalui consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi dan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS), lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa 36,4% pasien mengalami TNS. Kejadian paling banyak ditemukan pada usia 26–40 tahun (75%), status ASA II (62,5%), tanpa riwayat operasi (68,8%), serta penggunaan bupivacaine (59,4%). Nyeri terbanyak berada pada kategori sedang-berat. TNS masih menjadi komplikasi yang cukup tinggi pada anestesi spinal pasca sectio caesarea. Faktor usia, status ASA, riwayat operasi, jenis anestesi lokal, dan jumlah tusukan turut berperan. Diperlukan peningkatan keterampilan teknis serta edukasi pasien untuk pencegahan dan penanganan TNS yang lebih optimal.
Gambaran Dukungan Suami Pada Ibu Hamil Dalam Kesiapan Persalinan di UPT Puskesmas Pahandut Palangka Raya Amiyani Kristina; Aprilia Putri Dinati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.236

Abstract

Persalinan adalah sesuatu hal yang fisiologis yang akan terjadi pada setiap wanita. Sebagian persalinan dapat berjalan lancar, tetapi bukanlah berarti tanpa bahaya karena perubahan keadaan dapat terjadi setiap saat yang membahayakan ibu maupun janin. Persiapan persalinan yang dilakukan oleh ibu sangat dipengaruhi oleh dukungan suami. Dukungan suami dapat mengurangi kecemasan dalam menghadapi persalinan dan ibu hamil merasa tenang dan memiliki mental yang kuat. Apabila tidak ada dukungan suami tingkat kecemasan ibu meningkat serta adanya ketidakmampuan ibu untuk menangani permasalahan yang dialami selama kehamilan. Berdasarkan hasil wawancara sebagian ibu hamil mengatakan tidak mendapat dukungan dari suami secara emosional seperti suami tidak mendengarkan keluhan yang ibu rasakan dan suami tidak perduli jika ibu sedang sedih dan hanya mendapatkan sedikit dukungan dari suami seperti membantu sedikit mengerjakan pekerjaan rumah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Gambaran Dukungan Suami Pada Ibu Hamil Dalam Kesiapan Persalinan. Metode Penelitian yang digunakan adalah Deskriptif dan memaparkan peristiwa yang terjadi. Pada penelitian ini  teknik pengambilan sampel yaitu Purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian dari 45 responden, didapatkan bahwa dukungan suami secara umum terbanyak yaitu pada kategori baik yaitu 34 responden (75.6%), kategori cukup yaitu 11 responden (24.4%) dan tidak ada dalam kategori kurang. Hasil dari penelitian bahwa dukungan suami secara umum terbanyak yaitu pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan suami dapat terus meningkatkan dukungan terutama pada ibu hamil agar dapat mengurangi kecemasan dalam menghadapi persalinan.