cover
Contact Name
Artyasto
Contact Email
artyasto.jatisidi@budiluhur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
artyasto.jatisidi@budiluhur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Avant Garde
ISSN : 2338431X     EISSN : 2657151X     DOI : -
Core Subject : Social,
Avant Garde : Jurnal Ilmu Komunikasi is scientific journal published by the Communication Studies Program, Univ. Budi Luhur, twice a year on Juni & December. The publication of this journal is intended as a medium of information exchange, knowledge based on development, and the study of Communication Sciences and its relation to various other scientific disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 178 Documents
Pengaruh Gaya Komunikasi Storytelling Nadia Omara Terhadap Minat Menonton Kisah Horor Wawak Dian Septiani; Didi Permadi; Ike Desi Florina
Avant Garde Vol 14, No 1 (2026): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v14i1.4564

Abstract

Nadia Omara adalah konten kreator yang dikenal dengan teknik storytelling horor yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh gaya komunikasi storytelling Nadia Omara terhadap minat menonton audiens pada konten Kisah Horor Wawak di YouTube. Penelitian ini menggunakan Narrative Paradigm Theory dari Walter Fisher (1987) yang menekankan bahwa kekuatan narasi yang koheren dan bermakna mampu membentuk keterlibatan, kepercayaan, serta respons audiens terhadap suatu pesan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif untuk menjelaskan hubungan antarvariabel secara terukur. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner berbasis skala Likert kepada 100 responden. Data penelitian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji linearitas, analisis regresi linear sederhana, uji ANOVA, dan uji t dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel serta hubungan antara variabel gaya komunikasi storytelling dan minat menonton bersifat linear. Secara empiris, gaya komunikasi storytelling Nadia Omara terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menonton audiens. Pengaruh tersebut tercermin melalui peningkatan frekuensi dan intensitas menonton, partisipasi aktif dalam kolom komentar, serta kecenderungan audiens untuk merekomendasikan konten kepada orang lain. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa gaya komunikasi storytelling memiliki peran penting dalam membangun keterlibatan antara konten kreator dan audiens di era media digital. Narasi yang terstruktur, logis, dan mampu menggugah emosi terbukti dapat meningkatkan minat menonton audiens terhadap konten YouTube.
Pengaruh Konten Tari di TikTok terhadap Kesadaran Pelestarian Tari Tradisional pada Generasi Z Maulina Azahra; Sarwo Edy; Ike Desi Florina
Avant Garde Vol 14, No 1 (2026): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v14i1.4531

Abstract

Fenomena tari tradisional yang semakin terancam punah, menjadi pendorong utama dalam penelitian ini. Menurunnya minat generasi muda terhadap tari tradisional disebabkan oleh ketertarikan yang lebih besar pada tari modern yang dianggap lebih mengikuti tren saat ini. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi digital, khususnya platform media sosial seperti TikTok dapat dipergunakan untuk menyebarkan konten budaya termasuk tari tradisional secara cepat dan luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana konten tari di media sosial TikTok dapat memengaruhi sikap generasi Z supaya sadar akan pelestarian tari tradisional. Penelitian ini dilandaskan pada Teori Uses and Effects dan menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan teknik survei. Terdapat 100 responden generasi Z yang tinggal di Kabupaten Tegal diberikan kuesioner untuk diisi guna mengumpulkan data penelitian ini. Aplikasi SPSS versi 27 kemudian dipergunakan untuk menganalisis data yang telah terkumpul. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dan hubungan yang searah antara konten tari di TikTok terhadap kesadaran generasi Z di Kabupaten Tegal tentang pelestarian tari tradisional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media sosial khususnya TikTok memiliki potensi sebagai sarana yang efektif dalam mendukung upaya pelestarian budaya salah satunya tari tradisional. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pendidik, konten kreator, seniman, serta lembaga kebudayaan dapat memanfaatkan TikTok sebagai edukasi dan promosi budaya khususnya tari tradisional dengan cara lebih menarik serta sesuai dengan karakteristik generasi Z. Namun, upaya tersebut akan lebih optimal jika didukung oleh faktor eksternal yang relevan, seperti pendidikan seni budaya, pengaruh dari lingkungan sosial, serta pengalaman budaya melalui kegiatan ekstrakurikuler maupun komunitas sanggar seni.
Resepsi Penonton terhadap Nilai Pelestarian Penyu dalam Film Dokumenter Pulau Oar Muhammad Iqbal Naufal
Avant Garde Vol 14, No 1 (2026): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v14i1.4569

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui resepsi penonton terhadap nilai pelestarian penyu dalam film dokumenter Pulau Oar yang berjudul Konservasi Di Ujung Kulon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode analisis Stuart Hall. Data di peroleh melalui proses wawancara mendalam terhadap penonton film Konservasi Di Ujung Kulon yang merupakan warga dari Kelurahan Petukangan Utara. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis resepsi yaitu dominant reading, negotiated reading dan oppositional reading untuk dapat mengetahui penerimaan dan pemaknaan penonton terhadap pesan di dalam film. Berdasarkan hasil wawancara, informan dapat memaknai film dokumenter Konservasi di Ujung Kulon sebagai media yang memberikan pemahaman terhadap pelestarian penyu dalam menjaga pelestarian ekosistem laut. Melalui viasualisasi kegiatan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang menyelenggarakan kegiataan program turtle camp dapat memberikan gambaran mengenai upaya konservasi penyu beserta pelestarian lingkungan laut. Pemaknaan informan cenderung berada pada posisi dominant reading. Informan dapat menerima pesan yang disampaikan sesuai degan harapan pembuat film yaitu pentingnya menjaga habitat laut untuk menjaga pelestarian ekosistem laut. Pemaknaan ini terlihat dengan adanya kesadaran informan mengenai fungsi penyu dalam menjaga pelestarian ekosistem laut. Sehingga, hasil penelitian menunjukan bahwa film dokumenter tidak hanya dipahami sebagai sumber informasi dan hiburan namun juga dimaknai sebagai media edukasi yang mampu membangun kesadaran dan kepedulian penonton terhadap isu lingkungan. Melalui pemaknaan tersebut, informan cenderung mendukung upaya pelestarian penyu dan ekosistem laut.
Kpopfication dalam Kampanye Tagar #TolakPPN12Persen di Media Sosial Grishiella Patricia Liwang; Brigitta Revia Sandy Fista; Putra Aditya Lapelelo
Avant Garde Vol 14, No 1 (2026): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v14i1.4547

Abstract

Fenomena Kpopfication menunjukkan bagaimana budaya penggemar K-Pop tidak lagi terbatas pada aktivitas hiburan, tetapi juga digunakan untuk mengomunikasikan isu sosial dan kebijakan publik di media digital. Salah satu contohnya terlihat dalam kampanye tagar #TolakPPN12Persen di media sosial X yang memanfaatkan simbol, bahasa dan praktik fandom (basis penggemar) untuk menyuarakan penolakan terhadap kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk Kpopfication yang muncul dalam kampanye tagar #TolakPPN12Persen serta menjelaskan peran praktik fandom (basis penggemar) sebagai strategi komunikasi dalam aktivisme digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap 20 unggahan yang dipilih secara purposive berdasarkan penggunaan tagar, keterkaitan dengan komunitas K-Pop, serta tingkat interaksi yang tinggi di media sosial X selama periode 17–31 Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen Kpopfication yang paling dominan adalah mobilisasi fandom (90%) dan simbol fandom (80%), diikuti merchandise atau tiket (30%), donasi (20%), dan petisi (5%). Praktik Kpopfication diwujudkan melalui penggunaan lightstick, foto idol, istilah fandom, merchandise, serta personalisasi isu melalui referensi harga tiket konser dan aktivitas penggemar. Temuan juga menunjukkan bahwa Kpopfication berfungsi sebagai strategi komunikasi yang meningkatkan visibilitas isu, memperluas partisipasi digital, dan mendorong mobilisasi kolektif melalui mekanisme connective action. Dengan demikian, budaya fandom tidak hanya berperan sebagai identitas budaya populer, tetapi juga sebagai medium mobilisasi sosial dalam aktivisme digital kontemporer.
Informal Political Communication and the Construction of Students’ Narratives on Women Politicians in Southeast Asia Laurence Lingat Ramos
Avant Garde Vol 14, No 1 (2026): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v14i1.4578

Abstract

Keterwakilan politik perempuan telah berkembang secara global, namun persepsi terhadap politisi perempuan masih dibentuk oleh narasi bergender yang menetap. Penelitian ini mengkaji bagaimana komunikasi politik informal memengaruhi narasi mahasiswa tentang perempuan dalam politik di kawasan Asia Tenggara. Berlandaskan Konstruksionisme Sosial dan Teori Framing Entman, penelitian ini mengonseptualisasikan narasi politik sebagai konstruksi sosial yang terbentuk melalui praktik komunikatif dan dibingkai oleh frame yang secara selektif mendefinisikan masalah, mendiagnosis penyebab, serta menyarankan evaluasi. Desain penelitian kualitatif diterapkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan 21 mahasiswa dari tujuh negara Asia Tenggara. Data dikumpulkan melalui purposive dan quota sampling, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan kerangka Braun dan Clarke. Indikator analitis yang meliputi atribusi sumber, keselarasan frame, dan pengaruh interaksional diterapkan untuk menginterpretasikan bagaimana narasi dibangun melalui komunikasi sehari-hari. Temuan menunjukkan bahwa media sosial dan jaringan interpersonal menjadi sumber informasi politik utama, menciptakan lingkungan komunikasi hibrida di mana paparan informasi bersifat algoritmik sekaligus diperkuat secara sosial. Framing bergender tetap bertahan di berbagai konteks, dengan politisi perempuan kerap dievaluasi berdasarkan emosionalitas, penampilan, dan peran relasional dibandingkan kompetensi. Frame-frame ini semakin diperkuat melalui peminjaman diskursif dan interaksi berulang dalam jaringan pertemanan, sehingga menormalisasi pandangan progresif maupun tradisional. Variasi lintas budaya menunjukkan bahwa meskipun beberapa negara memperlihatkan kesadaran kritis terhadap bias gender, negara lain masih mempertahankan stereotip yang halus atau terlembagakan yang dibentuk oleh faktor budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi politik informal berperan krusial dalam memperkuat narasi politik bergender, dan upaya kesetaraan gender perlu memprioritaskan penguatan keterlibatan media secara kritis serta penantangan bias dalam ruang komunikasi sehari-hari.
Analisis Semiotik Terhadap Iklan Aqua Indonesia Dalam Perspektif Theory Of Lies Umberto Eco Jiddan Alkasyaaf; Nawiroh Vera; Artyasto Jatisidi
Avant Garde Vol 14, No 1 (2026): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v14i1.4554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna kemurnian dalam iklan Aqua versi “100% Murni” melalui perspektif Theory of Lies Umberto Eco. Iklan sebagai bentuk komunikasi persuasif tidak hanya menyampaikan informasi produk, tetapi juga membangun realitas simbolik melalui sistem tanda visual dan verbal. Klaim “100% Murni” serta representasi alam pegunungan yang ideal menjadi fokus kajian untuk melihat bagaimana makna kemurnian diproduksi dan berpotensi menghadirkan “kebenaran semu”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika berdasarkan kerangka Umberto Eco, khususnya kategori lying (kebohongan literal), pretending (kepura-puraan), dan falsifying (pemalsuan konteks). Objek penelitian adalah iklan Aqua versi tahun 2024 yang dianalisis melalui observasi terhadap elemen visual seperti warna, simbol alam, komposisi gambar, serta elemen verbal berupa slogan dan narasi. Proses analisis data mengikuti model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi secara berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan membangun makna kemurnian melalui mekanisme semiotik yang kompleks. Pada kategori lying, klaim “100% Murni” menghadirkan kesan kemurnian absolut yang secara faktual tidak sepenuhnya terlepas dari proses industrial. Pada kategori pretending, visualisasi alam yang sangat ideal menciptakan asosiasi emosional antara produk dan kemurnian alam. Sementara itu, pada kategori falsifying, terjadi seleksi dan penghilangan konteks industrial sehingga realitas tampil lebih natural dan sederhana. Penelitian ini menegaskan bahwa iklan tidak sekadar merepresentasikan realitas, tetapi memproduksi mitos kemurnian melalui strategi simbolik yang persuasif.
Pengaruh User-Generated Content dan Influencer Marketing terhadap Brand Awareness Mykonos di TikTok Irma Ajeng Agustian; Muhammad Toyib Amali
Avant Garde Vol 14, No 1 (2026): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v14i1.4595

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mendorong perusahaan untuk memanfaatkan berbagai strategi pemasaran digital guna meningkatkan kesadaran merek (brand awareness). Dua strategi yang banyak digunakan adalah User-Generated Content (UGC) dan influencer marketing karena dinilai mampu memperluas jangkauan informasi serta meningkatkan keterlibatan audiens terhadap merek. Namun, hasil penelitian sebelumnya terkait pengaruh kedua variabel tersebut terhadap brand awareness masih menunjukkan temuan yang beragam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh UGC dan marketing influencer terhadap brand awareness pada merek parfum lokal Mykonos di TikTok. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatif. Populasi penelitian terdiri dari 686.900 pengikut akun TikTok resmi Mykonos, dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10%. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring berskala Likert dan dianalisis melalui regresi linier berganda menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marketing influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand awareness, sedangkan UGC tidak memiliki pengaruh signifikan secara parsial. Meskipun demikian, secara simultan UGC dan marketing influencer terbukti berpengaruh signifikan terhadap brand awareness. Temuan ini mengindikasikan bahwa marketing influencer memiliki peran yang lebih dominan dalam membangun kesadaran merek karena didukung oleh kredibilitas, daya tarik, dan kemampuan influencer dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Selain itu, hasil penelitian juga mendukung penerapan Elaboration Likelihood Model (ELM), khususnya jalur periferal, yang menjelaskan bahwa karakteristik sumber pesan dapat memengaruhi pembentukan kesadaran merek pada konteks pemasaran digital.
Pengaruh Intensitas Kustomisasi Avatar Roblox terhadap Pembentukan Personal Branding Digital Generasi Z Pitra Ramdani
Avant Garde Vol 14, No 1 (2026): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v14i1.4557

Abstract

Perkembangan ruang digital membuat pembentukan citra diri tidak lagi hanya terjadi di media sosial konvensional, tetapi juga pada platform game seperti Roblox. Pada platform Roblox terdapat fitur kustomisasi avatar yang memungkinkan pemain menampilkan gaya, karakteristik, dan keunikan diri. Generasi Z sebagai kelompok yang aktif bermain Roblox memanfaatkan avatar bukan sekadar karakter permainan, melainkan sebagai representasi identitas diri di dunia virtual. Namun, proses kustomisasi avatar belum tentu dimaknai sebagai upaya pembentukan personal branding digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas kustomisasi avatar Roblox terhadap pembentukan personal branding digital Generasi Z. Metode yang diaplikasikan adalah kuantitatif kausalitas guna mengidentifikasi tingkat pengaruh variabel (X) terhadap (Y). Partisipan penelitian berjumlah 100 responden dari Generasi Z yang memiliki akun Roblox aktif dan telah melakukan kustomisasi avatar. Data dihimpun melalui distribusi kuesioner dengan memanfaatkan platform Google Forms. Kajian ini didasarkan pada teori Uses and Gratifications yang berasumsi bahwa individu secara aktif mengonsumsi media guna mencukupi kebutuhan hiburan, identitas, akses informasi, serta interaksi sosial. Temuan studi mengindikasikan bahwa intensitas kustomisasi avatar berpengaruh signifikan terhadap pembentukan personal branding, dibuktikan melalui Sig. < 0,05 sehingga hipotesis diterima. Nilai R Square sebesar 0,666 menandakan bahwa variabel intensitas kustomisasi avatar berkontribusi sejumlah 66,6% terhadap pembentukan personal branding.