cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
EVALUASI KONSEP RAMAH LINGKUNGAN PADA ARSITEKTUR DAN INTERIOR LOBBY HOTEL PASCA PANDEMI COVID-19 Fivanda, Fivanda; Ismanto, Adi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i2.22995.2023

Abstract

Perkembangan arsitektur dan interior dengan konsep ramah lingkungan terus meningkat seiring dengan kondisi global dan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan hidup yang berkelanjutan, termasuk dalam industri pariwisata seperti hotel. Pasca Covid-19, pariwisata resort menjadi salah satu industri yang paling diminati oleh masyarakat. Kawasan  puncak Bogor menjadi tujuan wisatawan lokal dan mancanegara karena akses yang dekat dan mudah dari kota Jakarta. Hal ini menjadi pertimbangan investasi industri pariwisata untuk terus meningkatkan sarana akomodasi hotel yang memenuhi kriteria yang sesuai dengan perkembangan bangunan berkonsep ramah lingkungan. Konsep ramah lingkungan harus didukung dengan pemanfaatan potensi lingkungan sekitarnya, dengan tagline konsep ‘hijau’ dan penerapan material yang ramah lingkungan direpresentasikan pada lobby interior bangunan hotel sebagai area utama yang memberikan kesan pertama pada pengunjung. Konsep interior ‘hijau’ bukan hanya dikategorikan area yang memiliki banyak tanaman dan penghijauan melainkan suatu bangunan dan ruang yang dampak digunakan sangat mengurangi memikirkan pertimbangan dalam mengurangi penggunaan energi hingga 20-25 persen dalam satu bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan parameter serta kriteria konsep interior ramah lingkungan pada objek penelitian lobby hotel bintang 5 di Kawasan Puncak, Cisarua dengan pemanfaatan potensi alam dan dibangun pasca pandemi. Dengan pengumpulan data melalui teknik purposive sampling dan menggunakan metode analisis terhadap evaluasi pasca pengguna (POE) dari pengguna hotel yaitu pengunjung dan karyawan hotel dengan usia produktif yang hasilnya dapat dijadikan acuan untuk desainer pada studi perancangan fasilitas sejenis. Variabel dari aspek interior dan bangunan lobby hotel dilakukan melalui sistem penilaian Greenship untuk Bangunan Baru versi 1.2 (GBCI, 2012) dan Greenship untuk Ruang Dalam Versi 1.0 (GBCI, 2012). Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa yang didapat dari metode purposive sampling telah memenuhi aspek green interior space pada rating GBCI sebanyak 78 poin prosentase 75.7% dengan kategori PLATINUM dari total 75 point minimum. Dapat diartikan bahwa dari segi konsep arsitektur dan interior serta keseluruhan aspek terapan interior ini dapat dikategorikan ramah lingkungan. Namun, diperlukan beberapa aspek yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan sehingga dapat mencapai poin maksimal dari 43 kriteria penilaian ramah lingkungan. Pada saat ini belum ada tagline “Green Design” mengenai konsep hijau pada objek penelitian hotel dan resort. Keterkaitan antara kondisi lingkungan dan iklim di sekitar bangunan hotel sangat mempengaruhi perwujudan konsep desain ramah lingkungan.
EVALUASI PENERAPAN SERTIFIKASI CHSE PADA LOBBY HOTEL RESORT DI CISARUA PUNCAK - BOGOR Ismanto, Adi; Fivanda, Fivanda
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i2.22998.2023

Abstract

Industri pariwisata dan perhotelan di Indonesia pada tahun 2022 diprediksi akan mengalami peningkatan seiring dengan kondisi global dan usaha pemerintah untuk menangani permasalahan pandemi Covid-19. Kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk sosial juga menjadi pertimbangan dalam dibukanya fasilitas publik termasuk hotel. Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, merupakan salah satu Kawasan yang diminati wisatawan karena aksesnya yang mudah dari Jakarta. Kawasan resort pegunungan yang dilengkapi dengan banyaknya fasilitas rekreasi dan relaksasi, membuka banyaknya peluang investasi untuk fasilitas akomodasi, salah satunya adalah The Botanica Sanctuary yang baru dibuka pada masa pandemi bulan Oktober 2021. Sejak pertama dibuka hingga kuartal ketiga tahun 2022, tingkat hunian hotel mencapai 80-100% terutama pada akhir minggu dan momen liburan.Beberapa kriteria tingginya tingkat okupansi dipengaruhi oleh lokasi dan juga penerapan standar kebersihan, Kesehatan, keamanan dan  ramah lingkungan atau CHSE yang diarahkan pemerintah dapat diterapkan dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dan kuantitatif terkait dengan bagaimana penerapan sertifikat CHSE dapat dilaksanakan pada hotel resort Botanica Sanctuary di Bogor, apa saja kriteria yang mempengaruhi kepercayaan pengguna untuk mau menggunakan sarana akomodasi di hotel tersebut sehingga dapat menjadi acuan parameter desainer dalam studi perancangan interior hotel resort. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi rekomendasi untuk masyarakat umum dalam memilih dan melakukan aktivitas di hotel. Hasil data analisis tersebut akan dijadikan acuan untuk konsep pengembangan standar penerapan CSHE sebagai solusi pariwisata di masa dan menuju akhir pandemi di era new normal. Melalui penelitian ini didapatkan hasil bahwa desain interior yang dihasilkan sangat berperan dalam pertimbangan mengurangi resiko paparan Covid-19 dengan persentase implementasi kriteria sebesar 88% (lebih besar dari minimal capaian 85%). Berdasarkan evaluasi penerapan standar dan pedoman CHSE didapatkan kesimpulan bahwa The Botanica Sanctuary pada area masuk telah memenuhi sepenuhnya (100%) standar CHSE yang dianjurkan pemerintah. Pada area lobby dan lounge penerapan tercapai sebesar 92,8%. Pada area kamar penerapan CHSE mencapai persentase sebesar 96,4% dengan kekurangan pada kamar terbebas vektor atau binatang pembawa penyakit, hal ini terjadi karena lokasi hotel di resort pegunungan dan banyaknya bukaan yang langsung ke alam, setidaknya ada kemungkinan hewan tersebut memasuki kamar.
APAKAH DIGITAL STRESS DAPAT MEMENGARUHI WORK ENGAGEMENT PADA KARYAWAN E-COMMERCE? Zamralita, Zamralita; Angesti, Nadya Ganis; Lie, Daniel
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i2.23650.2023

Abstract

Dunia tengah mengalami perubahan, dan perubahan terbesar terjadi di ranah penggunaan teknologi. Perkembangan industri organisasi, yang beberapa tahun terakhir ini marak adalah organisasi atau perusahaan berbasis digital, diantaranya di bidang bisnis e-commerce. Persaingan bisnis yang ketat dengan para kompetitor menjadi tantangan besar, dan untuk tetap bertahan dan bertumbuh bisnisnya diperlukan karyawan berkualitas guna mendorong laju keberhasilan organisasi. Karyawan yang bekerja dengan perasaan termotivasi dan terikat dengan pekerjaannya mampu memberikan hasil kerja yang optimal, dan hal ini dapat memberi keuntungan lebih besar pada perusahaan. Dalam ranah ilmu Psikologi, keterikatan karyawan dengan pekerjaannya dikenal dengan istilah work engagement. Karyawan yang engaged akan bersemangat dan senang ketika bekerja serta menikmati setiap prosesnya meskipun dengan tuntutan pekerjaan yang cukup banyak. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi work engagement yaitu digital stress yang diartikan sebagai fenomena stres yang muncul sebagai akibat dari ketidakmampuan karyawan beradaptasi dengan perkembangan sistem teknologi guna menyelesaikan tuntutan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak digital stress terhadap work engagement khususnya di kalangan karyawan e-commerce. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan partisipan sebanyak 218 karyawan e-commerce. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Utrecht Work Engagement Scale (UWES-17) serta Digital Stressor Scale (DSS). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa digital stress berpengaruh negatif terhadap work engagement (β = -0.291, p < 0.05) dan digital stress memberikan kontribusi sebesar 8.6% terhadap work engagement pada karyawan e-commerce.
MANFAAT PSIKOLOGIS KEGIATAN MEMASAK: ANALISIS TEMATIK Listiani, Disa Nisrina; Abidin, Zainal
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.23978.2023

Abstract

Memasak merupakan aktivitas yang awalnya berkembang sebagai mekanisme bertahan hidup. Seiring dengan perkembangan, ditemukan bahwa memasak memberikan banyak manfaat, termasuk manfaat psikologis. Penelitian-penelitian terdahulu sudah cukup banyak yang meneliti mengenai aktivitas memasak dalam konteks intervensi klinis, namun penelitian yang menggali mengenai manfaat psikologis yang diperoleh dari kegiatan memasak sehari-hari masih sulit ditemukan. Penelitan ini bertujuan untuk mengkaji manfaat psikologis yang didapatkan dari kegiatan memasak yang dilakukan dalam konteks sehari-hari. Partisipan dalam penelitian ini adalah tiga subjek yang dipilih melalui purposive sampling. Ketiga subjek memiliki latar belakang dan profesi yang berbeda-beda namun memiliki satu kesamaan yaitu hobi memasak. Wawancara dilakukan secara online melalui aplikasi Zoom. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis tematik. Hasil dan pembahasan dibagi ke dalam dua bagian, yaitu intrakasus subjek dan interkasus subjek. Tema umum yang didapatkan dari hasil wawancara adalah bahwa memasak memiliki manfaat psikologis yang banyak dan beragam, di antaranya: melatih mindfulness, mengurangi tingkat stres dan emosi negatif, melatih kontrol diri, meningkatkan self-worth dan memberikan makna hidup, serta dapat menjadi wadah untuk mengenali diri sendiri dan bersosialisasi dengan orang lain.
MANFAAT INTERVENSI BERBASIS PSIKOLOGI POSITIF TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS LANSIA Aryono, Marcella Mariska; Dani, Robik Anwar; Wicaksono, David Ary
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.25077.2023

Abstract

Peningkatan kesejahteraan psikologis lansia dapat dilakukan dengan berbagai bentuk intervensi. Tidak sedikit penelitian yang mencoba mengetahui efektifitas bentuk intervensi peningkatan kesejahteraan psikologis lansia. Oleh karena itu, peneliti ingin membahas lebih dalam beberapa literatur terkait dengan bentuk-bentuk intervensi yang berbasis pada psikologi positif yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis lansia. Rancangan yang digunakan untuk studi ilmiah ini adalah Literature Review. Hasil dari penelitian ini mengklarifikasi bahwa hanya sedikit penelitian yang membahas kesejahteraan psikologis pada lansia yang ditingkatkan melalui intervensi berbasis psikologi positif. Banyak penelitian yang lebih membahas para lansia dari permasalahan negatif seperti depresi, kesepian, dan hanya sepuluh penelitian yang menggunakan perspektif positif seperti kesejahteraan psikologis dan menggunakan desain penelitian eksperimental. Sedikitnya jumlah penelitian yang dievaluasi mungkin karena penelitian tentang pengaruh intervensi berbasis psikologi positif terhadap kesejahteraan psikologis pada lansia belum mendapat banyak perhatian.
PERAN BURNOUT SEBAGAI MEDIATOR PADA HUBUNGAN STRES DIGITAL DENGAN INTENSI KELUAR KERJA Puspita, Debora Dwi; Zamralita, Zamralita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.25674.2023

Abstract

This research is to see whether there is a role of digital stress on the turnover intention if mediated by burnout. Turnover intention is the intention of an employee to quit and leave the company, while digital stres is the pressure experienced by employees because of the increased of ICT systems used because of work system’s change from offline to online during the COVID-19 pandemic. This study was conducted with 115 participants using a non-probability sampling method where only 102 samples could be analysed further. Participants of this research is employees that had experience to the work from home working system and work from office with at least one year experience. This measurement of this research are turnover inten by Jung & Yoon (2013), digital stress scale by Fischer et al. (2021) dan burnout assessment tool (BAT) by Schaufeli et al. (2020. Data analysis was carried out using PROCESS and it was found that the correlation between digital stres and work intensity on employees was not significant, either without burnout or mediated by burnout. . Result of this research is digital stress and work intensity on employees were not significant, either without burnout or mediated by burnout. It because the most influence dimension on turnover intention is mental distance.   Penelitian ini untuk melihat apakah terdapat peranan stres digital terhadap intensi keluar kerja jika dimediasi oleh burnout. Intensi keluar kerja adalah niat seorang karyawan untuk berhenti dan keluar dari perusahaan. Stres digital adalah tekanan yang dialami oleh karyawan sebagai akibat dari penggunaan sistem Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) yang meningkat yang disebabkan oleh perubahan sistem kerja dari luring (luar jaringan) menjadi daring (dalam jaringan) selama masa pandemi COVID-19. pada dasarnya semua orang akan meninggalkan pekerjaannya dan tidak akan ada satu orang yang akan tinggal bersama dengan organisasi selamanya, terdapat faktor yang mempengaruhi untuk tetap tinggal atau keluar dari perusahaan sehingga sangatlah penting untuk mengetahui cara mengantisipasinya. Penelitian ini dilakukan dengan jumlah sampel 115 partisipan dengan menggunakan metode pengambilan sampel nonprobability sampling dimana hanya 102 sampel yang dapat dianalisa lebih lanjut. Partisipan pada penelitian ini adalah karyawan yang menjalankan sistem kerja dari rumah maupun kerja dari kantor minimal selama satu tahun. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah turnover inten dari Jung & Yoon (2013), digital stress scale dari Fischer et al. (2021) dan burnout assessment tool (BAT) dari Schaufeli et al. (2020). Analisa data dilakukan dengan menggunakan PROCESS dan didapatkan korelasi antara stres digital dan intensi keluar kerja pada karyawan tidak signifikan, baik tanpa dimediasi oleh burnout ataupun dengan mediasi burnout. Hasil penelitian menemukan, bahwa stres digital terhadap intensi keluar kerja pada karyawan tidak signifikan, baik tanpa dimediasi oleh burnout ataupun dengan mediasi burnout.
STUDI PADA KARYAWAN TEKNOLOGI INFORMASI: PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP KINERJA INDIVIDUAL DENGAN KETERIKATAN KERJA SEBAGAI MEDIATOR Haropis, Yahdi Fahlevi; Zamralita, Zamralita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.25675.2023

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji peran mediasi keterikatan kerja dalam hubungan persepsi dukungan organisasi dengan kinerja individual pada karyawan TI PT X. Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah persepsi dukungan organisasi, kinerja individual dan keterikatan kerja. Variabel-variabel tersebut memiliki definisi sebagai berikut: Persepsi dukungan organisasi sebagai persepsi karyawan tentang kepedulian dan penghargaan yang ditunjukkan organisasi pada kesejahteraan dan kontribusi mereka. Kinerja individual memiliki definisi sebagai perilaku atau tindakan yang relevan dengan tujuan organisasi. Keterikatan kerja memiliki definisi keadaan pikiran yang positif, memuaskan, dan berhubungan dengan pekerjaan yang dicirikan oleh vigor, dedication, dan absorption. Partisipan dalam penelitian ini adalah 168 karyawan TI di PT X yang berlokasi di Jakarta. Data diambil menggunakan teknik purposive sampling dan menggunakan alat ukur SPOS (Eisenberger et al., 1986), IWPQ (Koopmans et al., 2015) dan UWES-9 (Schaufeli et al., 2006). Setelah diuji dengan pengujian Baron & Kenny didapatkan hasil persepsi dukungan organisasi ke keterikatan kerja (β = 0.263, p ≤ 0.01), Keterikatan kerja ke kinerja individual (β = 0.339, p ≤ 0.00), Persepsi dukungan organisasi ke kinerja individual (β = 0.375, p ≤ 0.00), dan persepsi dukungan organisasi ke kinerja individual melalui KK (β = 0.286, p ≤ 0.00). Secara keseluruhan, hasil penelitian dengan menggunakan uji analisis regresi menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi memiliki pengaruh terhadap kinerja individual (β = 0.375, p ≤ 0.00). Dalam uji model mediator, Keterikatan kerja berperan sebagai partial mediator antara Persepsi dukungan organisasi dan kinerja individual (β = 0.286, p ≤ 0.00).
STREAMLINE MODERNE: PERKEMBANGAN GAYA MODERN ARSITEKTUR ART DECO DI KOTA BANDUNG TAHUN 1930-1950 Solikhah, Nafiah
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v8i1.26428.2024

Abstract

Awal abad ke-19 merupakan masa penting perkembangan arsitektur dan kota Bandung yang dilatarbelakangi oleh rencana pemerintah Belanda untuk memindahkan ibu kota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung (Bandoeng als hoofdstad van Indië). Kota Bandung mengalami perkembangan pesat pada periode tahun 1910-1940 dengan desain paling modern saat itu, yaitu Art Deco. Pada tahun 2014, kota Bandung ditetapkan oleh UNESCO sebagai kota dengan bangunan art deco terbanyak dan terlengkap di dunia. Periode akhir Art Deco dikenal dengan sebutan streamline juga berkembang di kota Bandung pada periode 1930-1950. Oleh karena itu, diperlukan adanya kajian tentang Streamline Moderne sebagai Perkembangan Gaya Modern Arsitektur Art Deco di Bandung pada periode tahun 1930-1950. Tujuan penelitian adalah untuk menggali perkembangan streamline moderne Art Deco di dunia sampai dengan pengaruh dan penyerapannya pada bangunan Art Deco di Kota Bandung serta pengaruhnya dalam perkembangan arsitektur modern di Indonesia. Paradigma penelitian yang digunakan adalah naturalistik dengan strategi penelitian kualitatif dalam bentuk pendekatan Interpretive-Historical Research. Tahapan yang dilakukan meliputi tahap Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan historiografi. Sampel diambil melalui purposive sampling dengan kriteria bangunan yang memiliki karakter Streamline moderne, yaitu: Vila Isola (sekarang kantor Rektorat UPI) dan Vila De Driekleur (sekarang Kantor Bank BTPN). Berdasarkan hasil studi, diketahui bahwa perkembangan arsitektur di kota Bandung pada periode tahun 1930-1950 didukung oleh pembangunan infrastrukur untuk mendukung aktivitas Pemerintahan Hindia Belanda. Beberapa Arsitek Belanda yang berkarier di Hindia Belanda mengembangkan konsep Arsitektur percampuran arsitektur barat dengan teknologi modern, kebudayaan timur, dan iklim tropis. Periode 1930-1950 sebagai Periode Late Art Deco/Streamline menjadi salah satu tonggak Perkembangan Arsitektur Modern Indonesia.
HUBUNGAN ANTARA INTOLERANCE OF UNCERTAINTY DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI Han, Vivi; Dariyo, Agoes
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i1.26461.2023

Abstract

Mahasiswa pada tahap akhir studinya harus menghadapi berbagai tantangan yang penuh ketidakpastian, seperti proses penyusunan tugas akhir, perencanaan karir, penyelesaian mata kuliah, dan lain-lain. Ketidakpastian dapat menimbulkan berbagai dampak psikologis seperti perasaan tidak menyenangkan, merasakan berbagai emosi negatif, stress, ketidakmampuan untuk mengambil keputusan, perubahan suasana hati, kecenderungan untuk menghindari situasi, meningkatnya rasa waspada, dan menganggap ketidakpastian sebagai hal yang negatif. Ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang penuh ketidakpastian, ia dapat mengembangkan intoleransi terhadap ketidakpastian, yaitu individu berusaha menghindari peristiwa yang tidak pasti. Oleh karena itu, dalam menghadapi ketidakpastian tersebut, kondisi kesejahteraan psikologis seseorang berperan besar dalam menentukan sanggupkah ia menghadapi berbagai ketidakpastian tersebut. Dalam menghadapi intolerance of uncertainty (IU), kesehatan fisik maupun psikologis memiliki peranan yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara intoleransi terhadap ketidakpastian dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang sedang menulis skripsi. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi non-eksperimental dengan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampelnya adalah Accidental Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Intoleransi Ketidakpastian (IUS-12) dan Skala Kesejahteraan Psikologis, serta melibatkan 100 responden (54 perempuan dan 46 laki-laki). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson menghasilkan skor r(100) = 0,029; p = 0,773, p > 0,5. Artinya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intoleransi terhadap ketidakpastian dengan kesejahteraan psikologis.
BURNOUT SEBAGAI MEDIATOR HUBUNGAN WORK-FAMILY CONFLICT DAN SUBJECTIVE WELL-BEING SELAMA PANDEMI COVID-19 PERAWAT YANG BERKELUARGA Angelia, Cindy; Suyasa , P. Tommy Y. S.; Lie , Daniel
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v7i3.26472.2023

Abstract

Meningkatnya jumlah pasien Covid-19 di Rumah Sakit X membuat tenaga kesehatan terutama perawat merasa kewalahan dan kelelahan yang dapat membuat perawat memiliki kepuasan hidup yang rendah karena hanya memiliki sedikit waktu untuk menikmati kehidupan sehari-harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan burnout sebagai mediator antara work-family conflict dengan subjective well-being selama masa pandemi COVID-19 pada perawat yang telah berkeluarga di Rumah Sakit X. Penelitian ini melibatkan 80 perawat yang telah berkeluarga dan bekerja di Rumah Sakit X dengan menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa Satisfaction With Life Scale (SWLS), Positive and Negative Affect Scale (PANAS), Work-Family Conflict Scale (WFCS), dan Burnout Assessment Tool (BAT). Penelitian ini dilakukan secara luring dan daring selama dua minggu. Dari analisis regresi menggunakan process bootstrap ditemukan hasil bahwa work-family conflict dapat memengaruhi burnout (ta = 8.4349; p = 0.0000), burnout dapat memengaruhi subjective well-being (tb = -2.8252; p = 0.0060), dan work-family conflict dapat memengaruhi subjective well-being (tc = -3.4740 >1.96;  p = 0.0008). Ketika burnout diposisikan sebagai mediator, pengaruh antara work-family conflict terhadap subjective well-being menjadi tidak signifikan (tc’ = -0.6710; p = 0.5042). Dengan demikian, burnout terbukti berperan sebagai mediator sempurna pada hubungan antara work-family conflict dengan subjective well-being.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue