cover
Contact Name
Laila Uthomah
Contact Email
lailauthomah248@gmail.com
Phone
+622678403140
Journal Mail Official
jurnal.psikologi@ubpkarawang.ac.id
Editorial Address
Jalan Ronggo Waluyo Sirnabaya, Puseurjaya, Kec. Telukjambe Tim., Kabupaten Karawang, Jawa Barat 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
ISSN : 25281038     EISSN : 25809598     DOI : https://doi.org/10.36805/psikologi
Jurnal Psychopedia Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang is a peer-reviewed scientific journal in psychology published by the faculty of Psychology, UBP Karawang. JPUBP: Jurnal Psychopedia Psikology UBP Karawang contains the results of research with quantitative or qualitative approaches that seek to understand the psychological process of individuals, groups, and communities the psychological process of individuals, groups, and the communities, in the context of psychology.
Articles 186 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORAL DISENGAGEMENT PADA NARAPIDANA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIA KARAWANG Nuram Mubina; Nur Ainy Sadijah; Randwitya Ayu Ganis; Arif Rahman Hakim; Aini Wandari; Fauzan Azhar Alhadi
Psychopedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v7i2.3427

Abstract

The purpose of this research is to see how empathy, cynicism trait, moral identity, and locus of control influence moral disengagement. The method used in this study is an associative quantitative method with the sampling technique used is a saturated sample, namely making the entire population as a sample, where there are 89 prisoners in the Karawang Class IIA Penitentiary who are all taken as research respondents. Data collection used five Likert model scales, namely the empathy scale, cynicism trait, moral identity, locus of control, and moral disengagement scale. Data analysis in this study used multiple and simple regression analysis. Based on the results of data analysis, it shows that empathy, trait cynicism, moral identity, and locus of control simultaneously have an influence on moral disengagement for perpetrators of sexual crimes in Karawang Class IIA Penitentiary with a value of 39.4%. Furthermore, empathy and locus of control partially have an influence on moral disengagement, while the cynicism trait and moral identity have no influence on moral disengagement. Keywords: Emphathy, trait cynicism, moral identity, locus of control, moral disengagement Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh empati, trait cynicism, moral identity, dan locus of control terhadap moral disengagement. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif asosiatif dengan teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu menjadikan seluruh populasi sebagai sampel, di mana terdapat 89 narapidana dalam Lembaga Pemasyarkatan Klas IIA Karawang yang keseluruhannya diambil sebagai responden penelitian. Pengambilan data menggunakan lima skala model likert yaitu skala empati, trait cynicism, moral identity, locus of control, dan skala moral disengagement. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan sederhana. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa empati, trait cynicism, moral identity, dan locus of control secara simultan memiliki pengaruh terhadap moral disengagement pada pelaku kejahatan seksual di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Karawang dengan nilai sebesar 39,4%. Selanjutnya empati dan locus of control secara parsial memiliki pengaruh terhadap moral disengagement, sedangkan trait cynicism dan moral identity tidak memiliki pengaruh terhadap moral disengagement. Kata kunci: Empati, trait cynicism, moral identity, locus of control, moral disengagement.
MODEL WORK-LIFE BALANCE DALAM PENINGKATAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA PEREMPUAN BEKERJA YANG MENJALANI PERAN GANDA Sulis Mariyanti; Lita Patricia Lunanta; Aisyah Ratnaningtyas
Psychopedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v7i2.3428

Abstract

Women who have multiple roles hope to live a balanced life. On the one hand, as an employee, she tries to be engaged in her work to a maximum performance. On the other hand, personal matters, household domestic tasks can be completed satisfactorily to make them happy. One of the efforts that can be made by women who have multiple roles to remain engaged in their work is to balance their personal affairs with their work or work-life balance. The purpose of this study was to determine the effect of work-family balance on the work engagement of working women who have multiple roles. This research method is quantitative-causal comparative with a purposive sampling technique, involving 201 working and married mothers in Indonesia. The work-life balance measurement tool refers to the theory of Greenhaus et.al (2002) with 21 valid items (range (r) ≥ 0.3) and reliability (α) = 0.905. The work engagement scale uses the Utrecht Employee Engagement Scale (UWES) from Schaufeli and Bakker (UWES) adapted from Titien (2016) with 28 valid items and reliability (α) = 0.922. The results of this study indicate that there is an effect of work-life balance on work engagement in working women who have multiple roles with a significant value (p) of 0.000 (p <0.05), with a simple linear regression equation Y = 1.138 + 0.614 X1. Work-Life Balance contributes 51.5% to Employee Engagement. More working women who have multiple roles feel a low work life balance (62.7%) and also more have low work engagement (61.7%). Keywords: Work-life balance, work engagement, women, work, multiple roles, Indonesia Perempuan yang menjalani peran ganda berharap dapat menjalani kehidupannya dengan seimbang. Di satu sisi, sebagai karyawati, ia berupaya bisa engaged terhadap pekerjaannya hingga berkinerja maksimal. Di sisi lain urusan pribadi, tugas domestik rumah tangga pun dapat diselesaikan dengan memuaskan hingga membuatnya bahagia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh perempuan yang menjalani peran ganda agar tetap engaged terhadap pekerjaannya adalah dengan tetap menyeimbangkan urusan pribadinya dengan pekerjaannya atau work-life balance. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh work-family balance terhadap work engagement perempuan bekerja yang menjalani peran ganda. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif-kausal komparatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 201 ibu bekerja dan telah menikah di wilayah Indonesia. Alat ukur work-life balance mengacu pada teori Greenhaus et.al (2002) dengan 21 item valid (rentang (r) ≥ 0,3) dan reliabilitas (α) = 0,905. Skala work engagement menggunakan Utrecht Employee engagement Scale (UWES) dari Schaufeli dan Bakker (UWES) yang diadaptasi dari Titien (2016) dengan 28 item valid dan reliabilitas (α) = 0,922. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh work-life balance terhadap work engagement pada perempuan bekerja yang menjalani peran ganda dengan nilai signifikan (p) sebesar 0,000 (p < 0,05), dengan persamaan regresi linier sederhana Y= 1,138 + 0,614 X1. Work-Life Balance berkontribusi 51,5% terhadap Employee Engagement. Perempuan bekerja yang menjalani peran ganda lebih banyak yang merasakan work life balance rendah (62,7%) dan juga lebih banyak yang memiliki work engagement rendah (61,7 %) Kata Kunci: Work-life balance, work engagement, perempuan, bekerja, peran ganda, Indonesia
WORK VALUE PADA KARYAWAN DITINJAU DARI BUDAYA ETNIS FLORES Debi Angelina Br Barus
Psychopedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v7i2.3822

Abstract

This study aims to determine differences in work values in terms of ethnic Flores. The subjects in this study were 127 employees who came from the Flores ethnicity. This study uses a comparative quantitative research approach. The results showed that there were differences in the work value of employees in terms of ethnicity on the island of Flores. This is evident from the results of statistical tests, namely the significance test < 0.05, which is 0.000 < 0.05. This is also evident from the results of the mean (average) b test for each ethnic group. Where the mean value (average) of the ethnic Sikka Krowe 157.13 the value is higher and the lowest mean value (average) is the ethnic Flotim with a value of 145.55. Keywords: Work value, Flores island ethnicity, employess Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai kerja ditinjau dari etnis Flores. Subjek dalam penelitian ini adalah 127 karyawan yang berasal dari etnis Flores . Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif komperatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan work value (nilai kerja) karyawan ditinjau dari etnis yang ada di pulau flores. Hal ini terbukti dari hasil uji statistik yaitu uji signifikansi < 0.05 yaitu 0.000 < 0.05. Hal ini juga terbukti dari hasil uji mean (rata-rata)b tiap etnis berbeda. Dimana nilai mean (rata-rata) dari etnis Sikka Krowe 157.13 nilainya lebih tinggi dan nilai mean (rata-rata) terendah ada pada etnis Flotim dengan nilai 145.55. Kata Kunci: Work value, Etnis pulau Flores, Karyawan
PERILAKU PROSOSIAL SISWA REGULAR DI SEKOLAH INKLUSIF: BAGAIMANA PERAN PERSEPSI IKLIM SEKOLAH? Dea Manolini Putri; Isrida Yul Arifiana; Suroso
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 1 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v8i1.5536

Abstract

This research was conducted to determine the relationship between perceptions of school climate and the prosocial behavior of regular students in inclusive schools. The research will be conducted on a subject of 209 regular students at SMP X Kota Surabaya, and data collection will be carried out online. The measuring instrument used in this study uses a school climate perception scale and a prosocial behavior scale with the Likert scale model. The data obtained were analyzed using Spearman's rho correlation analysis technique. The results of the study state that there is a positive and very significant relationship between prosocial behavior and perceptions of school climate, which means that the more positive a perception of school climate is, the higher the prosocial behavior of regular students in inclusive schools. Keywords: Perceptions of school climate, prosocial behavior, inclusive schools Penelitian ini dilakukan guna mengetahui hubungan antara persepsi iklim sekolah dan perilaku prososial siswa reguler di sekolah inklusif. Penelitian akan dilakukan pada partisipan subjek sebanyak 209 siswa regular di SMP X Kota Surabaya dan pengambilan data dilakukan secara online. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala persepsi iklim sekolah dan skala perilaku prososial dengan model skala likert. Data yang diperoleh di analisis menggunakan teknik analisa korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat hubungan positif dan sangat signifikan antara perilaku prososial dan persepsi iklim sekolah, yang artinya bahwa semakin positif suatu persepsi iklim sekolah maka perilaku prososial yang dimiliki siswa reguler di sekolah inklusif akan semakin tinggi. Kata Kunci: Persepsi iklim sekolah, perilaku prososial, sekolah inklusif
TAMAN KOTA DAN KESEHATAN MENTAL: ANALISIS FREKUENSI MENGUNJUNGI TAMAN LAPANGAN BANTENG JAKARTA Yoga Aji Nugraha; Tsurrayya Syarif Zain; Melisa Kurnia Asfitri; Welan Mauli Angguna
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 1 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v8i1.5537

Abstract

Several phenomena that occur at this time such as those that occur in Bandung and Surabaya and even Jakarta about revitalizing city parks because of its relation to improving mental health of urban communities. A number of studies have examined this relationship, even with several factors and mediation in the utilization of city parks. In this study the frequency of visiting city parks became the factor studied in relation to improving mental health in urban communities. The study design was non-experimental with correlation analysis. The study was conducted on 62 participants who used the city park with incidental sampling techniques. The results of the study show that the more frequent the city park visits, the more the mental health of urban communities will be increased with a significance of .033 with p = .000 and p <.05. Keywords: Mental health, urban communities, frequency of visits, city parks Beberapa fenomena saat ini seperti yang terjadi di Bandung dan Surabaya bahkan Jakarta yaitu tentang revitalisasi taman kota karena dikaitkan dengan peningkatan kesehatan mental masyarakat perkotaan. Sejumlah penelitian telah mengkaji hubungan tersebut, bahkan dengan beberapa faktor dan mediasi dalam pemanfaatan taman kota. Dalam penelitian ini frekuensi mengunjungi taman kota menjadi faktor yang diteliti dalam kaitannya dengan peningkatan kesehatan mental masyarakat perkotaan. Desain penelitian adalah non eksperimen dengan analisis korelasi. Penelitian dilakukan terhadap 62 partisipan yang menggunakan taman kota dengan teknik sampling insidental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin sering berkunjung ke taman kota maka kesehatan mental masyarakat perkotaan akan semakin meningkat dengan signifikansi 0,033 dengan p = 0,000 dan p < 0,05. Kata Kunci: Kesehatan mental, masyarakat perkotaan, frekuensi kunjungan, taman kota
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GRIT PADA MAHASISWA PSIKOLOGI DI UNIVERSITAS BUANA PERJUANGAN KARAWANG Linda Mora; Arif Rahman Hakim; Wahyu Wahidin
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 1 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v8i1.5538

Abstract

The success of students in completing lectures can be influenced by several factors, one of which is the persistence (grit) that each student has. The purpose of this study was to look at the factors that influence grit in psychology students at Buana Perjuangan University, Karawang. The research uses quantitative methods, data collection uses 4 scales, namely Grit using the short version of the adaptation scale from Angela Lee Duckworth, with aspects of namely consistency of interest (Passion) and persistence of effort (Perseverance), work life balance using the work life balance scale from Fisher, et al which has been adapted by Gunawan, et al. Psychological capital uses the Psychological Capital Questionnaire (PCQ) scale, from Avey, et al which measures 4 dimensions of psychological capital, namely self-efficacy, optimism, hope, and resilience, as well as the social support used in this study is The Multidimensional Scale of Perceived Social Support compiled by Zimet et al consists of 12 items that measure the source of aspects, namely family, friends, and special people. Data analysis used multiple linear regression calculations and the results obtained were work life balance, and psychological capital had a significant effect on grit, but social support had no effect on psychology students' gritKeywords: Work life balance, psychological capital, social support, grit Keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan perkuliahan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah adanya kegigihan (grit) yang dimiliki setiap mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi grit pada mahasiswa psikologi di Universitas Buana Perjuangan Karawang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif, pengambilan data menggunakan 4 skala, yaitu Grit menggunakan skala adaptasi dari Angela Lee Duckworth versi pendek, dengan aspek dari yaitu konsistensi minat (Passion) dan ketekunan usaha (Perseverance), work life balance menggunakan skala work life balance dari Fisher, dkk yang telah diadaptasi oleh Gunawan, dkk. Psychological capital menggunakan skala Psychological Capital Questionnaire (PCQ), dari Avey, dkk yang mengukur 4 dimensi modal psikologis yaitu efikasi diri, optimisme, harapan, dan resiliensi, serta dukungan sosial yang digunakan dalam penelitian ini adalah The Multidimentional Scale of Perceived Social Support yang disusun oleh Zimet dkk terdiri dari 12 items yang mengukur sumber aspeknya, yaitu keluarga, teman-teman, dan orang yang spesial. Analisis data menggunakan perhitungan regresi linier berganda dan hasil yang diperoleh adalah work life balance, dan psychological capital memiliki pengaruh signifikan terhadap grit, namun dukungan sosial tidak memiliki pengaruh terhadap grit mahasiswa psikologi. Kata Kunci: Work life balance, modal psikologis, dukungan sosial, grit
GAMBARAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PEGAWAI DI BIDANG PENDIDIKAN DINIYYAH DAN PONDOK PESANTREN DI KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI JAWA TENGAH Mutiya Aziza; Nadya Ariyani Hasanah Nuriyyatiningrum; Khairani Zikrinawati
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 1 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v8i1.5540

Abstract

Psychological well-being is defined as an individual's perception of one's psychological health based on fulfilling the criteria for positive psychological functioning, to realize goals in life that involve thoughts and feelings as well as the ability to actualize oneself well so as to optimize one's potential and abilities at work. Psychological well-being has dimensions that include self-acceptance, positive relationships with others, autonomy/independence, purpose in life, personal growth, and environmental mastery. This research is a survey research using a qualitative approach to phenomenological studies. The technique used to collect research data is to conduct in-depth interviews with informants, with data analysis used is content analysis. The results of this study indicate that employees in the education sector of diniyyah and Islamic boarding schools are good. Someone can be said to have good psychological well-being if someone is able to fulfill positive psychological functions. Whether or not the psychological well-being of an employee is influenced by the process of evaluating life experience while being an employee in a company, because the success or failure of a company's performance is determined by the human resources involved in it. Keywords: Psychological well-being, employee Psychological well-being didefinisikan sebagai persepsi individu mengenai kesehatan psikologis seseorang berdasarkan pemenuhan kriteria fungsi psikologi positif, untuk mewujudkan tujuan dalam hidupnya yang melibatkan pikiran dan perasaan serta kemampuan untuk mengaktualisasikan dirinya dengan baik sehingga dapat mengoptimalkan potensi dan kemampuannya di tempat kerja. Psychological well-beingmemiliki dimensi yang meliputi penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi/kemandirian, tujuan hidup, pengembangan diri, dan penguasaan terhadap lingkungan. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi fenomenologi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah dengan melakukan wawancara mendalam pada narasumber, dengan analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil dari penelelitian ini menunjukkan bahwa pegawai di bidang pendidikan diniyyah dan pondok pesantren adalah baik. Seseorang dapat dikatakan memiliki psychological well-being yang baik apabila seseorang mampu memenuhi fungsi psikologi positif. Baik atau tidaknya kesejahteraan psikologis seorang karyawan dipengaruhi oleh proses evaluasi pengalam hidup selama menjadi karyawan di sebuah perusahaan, karena sukses atau tidaknya kinerja perusahaan ditentukan oleh sumber daya manusia yang terlibat didalamnya. Kata Kunci: Kesejahteraan psikologis, employee
PENGARUH ATTACHMENT STYLE TERHADAP CELEBRITY WORSHIP PADA DEWASA AWAL PENGGEMAR SELEBRITI KOREA DI KARAWANG Wina Lova Riza; Puspa Rahayu Utami Rahman; Ririn Widiyanti
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 1 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v8i1.5541

Abstract

Celebrity worship is excessive obsessive behavior towards idol celebrities, one of the influencing factors is attachment style, the level of security experienced in interpersonal relationships. The purpose of this study was to examine the effect of attachment style on celebrity worship in early adulthood Korean celebrity fans in Karawang. The method in this study uses a quantitative method, with the sampling technique used in this study is quota sampling (non-probability). Based on the Lemeshow formula with a minimum count of 96 respondents needed, 172 early adult respondents were Korean celebrity fans in Karawang as the research sample. Analysis of research data using simple linear regression test to determine the value of the celebrity worship variable (Y) which is influenced by the attachment style variable (X). The results obtained with a significant value of 0.000 <0.05. So the hypothesis of this study is that Ha is accepted and H0 is rejected, which means that there is an influence between attachment style to celebrity worship in early adulthood Korean celebrity fans in Karawang. The results of the coefficient of determination test obtained indicate that attachment style contributes 28.1% influence on celebrity worship and the other 71.9% is influenced by other variables not examined in this study.Keywords: Celebrity worship, attachment styles, early adulthood Celebrity worship adalah perilaku obsesi berlebih terhadap selebriti idola, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah attachment style yaitu tingkat keamanan yang dialami dalam hubungan interpersonal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh attachment style terhadap celebrity worship pada dewasa awal penggemar selebriti Korea di Karawang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling kuota (nonprobability). Berdasarkan rumus Lemeshow dengan hasil hitungan minimal 96 responden yang dibutuhkan, di dapatkan 172 orang responden dewasa awal penggemar selebriti Korea di Karawang sebagai sampel penelitian. Analisis data penelitian menggunakan uji regresi linier sederhana untuk mengetahui besaran nilai variabel celebrity worship (Y) yang di pengaruhi oleh variabel attachment style (X). Hasil yang di dapat dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Maka hipotesis penelitian ini adalah Ha diterima dan H0 ditolak, yang berarti terdapat pengaruh antara attachment style terhadap celebrity worship pada dewasa awal penggemar selebriti Korea di Karawang. Hasil dari uji koefisien determinasi yang diperoleh menunjukkan bahwa attachment style memberikan sumbangan pengaruh sebesar 28,1% terhadap celebrity worship dan 71,9% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti di penelitian ini. Kata Kunci: Celebrity worhsip, attachment styles, dewasa awal
HUBUNGAN INTOLERANSI KETIDAKPASTIAN DENGAN KECEMASAN PADA PARA PEKERJA YANG MENGALAMI PHK Sonny Christian Josua; Maria Nugraheni Mardi Rahayu
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 1 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v8i1.5542

Abstract

Layoffs have many impacts, one of which is the loss of income for the head of the family and has other negative impacts, such as a shaken economy that can disrupt the mental health of some families. The purpose of this study was to determine the relationship between intolerance of uncertainty and anxiety in workers during the Covid-19 pandemic in the age range of 18-40 years. The research method that will be used is a correlational quantitative research method, the sampling technique used is purposive sampling, and the distribution of the IUS-12 and STAI questionnaires. The results of this study, for workers who were laid off between March 2020-March 2022, there was a significant positive correlation (r = 0.376; Sig. (2-tailed) = 0.037 (p <0.05)) between intolerance of uncertainty and anxiety which means the higher the intolerance of uncertainty, the higher the anxiety, and vice versa. The level of correlation between the two variables is in the sufficient category (r = 0.376). Intolerance of uncertainty is a factor that causes anxiety that arises in individuals affected by layoffs. For further research, it can expand its social network so that it can find the appropriate number of participants and can become representative results and save time.Keywords: Intolerance of uncertainty, anxiety, layoffs PHK memberikan banyak dampak, salah satunya adalah hilangnya pendapatan bagi kepala keluarga serta menimbulkan dampak negative lainnya, seperti ekonomi yang terguncang dapat mengganggu kesehatan mental dari sebagian keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara intoleransi ketidakpastian dengan kecemasan pada para pekerja selama pandemi Covid-19 dalam rentang usia 18-40 tahun. Metode penelitian yang akan digunakan adalah metode penelitian kuantitatif korelasional, teknik sampling yang digunakan purposive sampling, serta penyebaran kuesioner IUS-12 dan STAI. Hasil penelitian ini, para pekerja yang terkena PHK antara Maret 2020-Maret 2022, terdapat korelasi positif yang signifikan (r = 0,376; Sig. (2-tailed) = 0,037 (p<0,05)) antara intoleransi ketidakpastian dengan kecemasan yang secara yang berarti semakin tinggi intoleransi ketidakpastian maka semakin tinggi juga kecemasan, begitu pula sebaliknya. Tingkat korelasi antar dua variabel tersebut adalah kategori cukup (r = 0,376). Intoleransi ketidakpastian menjadi faktor yang menimbulkan kecemasan yang muncul pada individu yang terkena PHK. Untuk penelitian selanjutnya, dapat memperluas jaringan sosialnya agar bisa menemukan jumlah partisipan yang sesuai serta dapat menjadi hasil yang representatif dan menghemat waktu.Kata Kunci: Intoleransi ketidakpastian, kecemasan, PHK
PERAN DUKUNGAN SOSIAL DAN OPTIMISME TERHADAP SCHOOL WELL BEING PADA REMAJA Nita Rohayati; Cempaka Putrie Dimala; Dinda Aisha
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 1 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v8i1.5545

Abstract

The emergence of the concept of school well-being provides a reference to the ideal school concept that is able to promote the well-being of its students. However, implementing this concept is not easy. School well-being is the subjective assessment by students of how their school meets their basic needs. These basic needs dimensions include having, loving, being, and health. Incorporating perceived social support and optimism into school well-being is a positive action. This study aims to examine the simultaneous role of perceived social support and optimism on school well-being among adolescents. The population of this study consisted of adolescents in the city of Karawang, with a sample of 203 individuals. The sampling technique used was quota sampling. The data in this study were analyzed using multiple linear regression. The results of this study indicate that the relationship between perceived social support, optimism, and school well-being is found to be significant with a significance value of 0.000. R-square value is 0.235, meaning that 23.5% of the variation in school well-being is influenced by perceived social support and optimism, while the remaining 76.5% is due to other unmeasured variables in this study. Keywords: Adolescents, optimism, perceived social support, school well-being Hadirnya konsep school well-being memberikan referensi mengenai konsep sekolah ideal yang mampu menyejahterakan siswanya. Namun demikian untuk mengimplementasikan konsep tersebut tidaklah mudah. School well-being ialah penilaian yang berisifat subjektif oleh siswa terhadap bagaimana sekolahnya yang akan memenuhi kebutuhan dasarnya. Dimensi kebutuhan dasar tersebut ialah having, loving, being, dan health. Memasukkan dukungan sosial dan optimisme ke dalam school well-being merupakan tindakan positif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran simultan dukungan sosial dan optimismee terhadap school well-being pada remaja. Populasi dalam penelitian ini merupakan remaja di kota Karawang dengan sampel sebanyak 203 orang. Adapun teknik pengambilan sampel adalah dengan metode quota sampling. Data dianalisis dengan menggunakan Regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan optimisme berpengaruh terhadap school well-being dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Nilai Rsquare sebesar 0,235; artinya sebesar 23,5% variasi pada school well being dipengaruhi oleh dukungan sosial dan optimisme, sisanya sebesar 76,5% disebabkan oleh variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian ini. Kata Kunci: Dukungan social, optimisme, remaja, school well-being

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 1 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 2 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 9 No. 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 9 No 1 (2024): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 2 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 8 No. 2 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 1 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 7 No. 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 1 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 7 No. 1 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 6 No 2 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 6 No. 2 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 6 No. 1 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 6 No 1 (2021): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 5 No 2 (2020): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 5 No 1 (2020): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 4 No 2 (2019): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 4 No 1 (2019): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 3 No 2 (2018): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 3, No 2 (2018): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 3, No 1 (2018): PSIKOLOGI Vol 3 No 1 (2018): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 2, No 2 (2017): PSIKOLOGI Vol 2 No 2 (2017): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 2 No 1 (2017): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 2, No 1 (2017): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 1, No 2 (2016): Psychopedia Vol 1 No 2 (2016): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 1, No 1 (2016): Psychopedia Vol 1 No 1 (2016): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang More Issue