Articles
249 Documents
Efektivitas Inovasi Media Komik “Jaker Titing” Terhadap Peningkatan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Stunting Di Kota Padang
Fitrayeni, Fitrayeni;
Iffah, Uliy;
Rachim, Dyan Permata
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afiasi.v10i1.481
Pendahuluan: Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting pada balita di Kota Padang sebesar 19,5%, sehingga melebihi target Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (11%). Salah satu upaya pencegahan adalah edukasi kesehatan bagi remaja sebagai calon orang tua agar menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Media komik dapat menjadi sarana efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan karena mengintegrasikan tokoh dan alur cerita, sehingga remaja dapat memahami pesan tanpa merasa digurui. Tujuan: Untuk mengetahui keefektifan inovasi media Komik “Jaker Titing” dalam meningkatkan pengetahuan santriwati Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau tentang stunting. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan penelitian quasy experiment. Model pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre test and post test with control group design. Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Perkampungan Minangkabau pada bulan Juli 2024 - Desember 2024. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata skor pada variabel pengetahuan dan sikap setelah dilakukan intervensi dibandingkan dengan sebelum intervensi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat sebesar 42% setelah responden mendapatkan edukasi mengenai tablet tambah darah, pernikahan dini, dan informasi terkait stunting melalui media komik stunting. Selain itu, skor rata-rata sikap responden juga mengalami peningkatan sebesar 35,49% setelah diberikan edukasi yang sama. Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan media komik stunting memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap risiko stunting. Hal ini didukung oleh nilai p-value sebesar 0,000, yang menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik. Dengan demikian, inovasi media komik dapat dijadikan sebagai metode edukasi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman remaja dalam upaya pencegahan stunting.
Hubungan Dukungan Organisasi, Beban Kerja dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Pegawai Dinas Kesehatan Kota Samarinda Tahun 2025
Fatimatuzzahra, Siti;
Adrianto, Ratno;
AR., Chaerunnisa;
Sumarni, Sumarni;
Masithah, Masithah
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afiasi.v10i1.485
Human resources played an important role in the management of an organization in achieving its goals, as an organization required human resources to manage the systems within it. The role of human resources in an organization was very important in determining whether the organization was effective or not. The effectiveness of human resources could be demonstrated by the processes that took place within the organization. One of these was through employee performance. Therefore, the sustainability of the organization depended on employee performance. This employee performance could be influenced by organizational support, workload, and work motivation. This research aimed to determine the relationship between organizational support, workload, and work motivation with the performance of employees at the Dinas Kesehatan Kota Samarinda. The research design was cross-sectional with a population of employees from the Dinas Kesehatan Kota Samarinda. The sample for this study consisted of 50 employees from the Dinas Kesehatan Kota Samarinda (proportional stratified random sampling). The instrument used in this research was a questionnaire. The statistical test employed was the Fisher exact test. The results of the bivariate analysis in this study indicated that there was a relationship between work motivation and employee performance (p=0.016). However, no relationship was found between organizational support and employee performance (p=0.423). Similarly, no relationship was found between workload and employee performance (p=0.216). The conclusion of this study was that there was a relationship between work motivation and the performance of employees at Dinas Kesehatan Kota Samarinda, while there was no relationship between organizational support and workload with employee performance. Recommendations for the agency included continuously improving employee performance, especially in aspects of good motivation, and for future researchers to further investigate with other variables or in different locations.
Pengaruh Promosi Kesehatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) melalui Media Video Terhadap Praktek Cuci Tangan Keluarga Pasien di Rumah Sakit MM Tahun 2024
Haryono, Yoyon Selamet;
Nurbaeti, Tayong Siti;
Wardani, Siti Pangarsi Dyah Kusuma
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afiasi.v10i1.489
Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) merupakan salah satu langkah sanitasi penting yang dilakukan dengan membersihkan tangan dan jari-jari menggunakan air dan sabun. Praktik CTPS yang benar dan teratur menjadi langkah pencegahan efektif dalam menjaga kesehatan individu dan masyarakat, terutama dalam situasi pandemi atau wabah penyakit menular. Edukasi dan promosi terkait CTPS perlu terus ditingkatkan untuk memastikan perilaku higienis ini diadopsi oleh seluruh lapisan masyarakat dalam hal ini adalah keluarga pasien RS MM Indramayu. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi experiment (kuasi eksperimen). Rancangan pendekatan kuasi eksperimen yang digunakan adalah one group pretest–posttest design. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh tingkat pengetahuan responden dengan kategori baik sebelum perlakuan sebanyak 27 responden (67,5%) dan setelah perlakuan mengalami peningkatan jumlah responden menjadi 35 responden (87,5%), dan tingkat pengetahuan responden dengan kategori kurang sebelum diberikan perlakuan sebanyak 13 responden (32,5%) dan setelah dilakukan perlakuan mengalami penurunan menjadi 5 responden (12,5%). Praktek pasien RS MM Indramayu tahun 2024 dengan kategori baik sebelum perlakuan sebanyak 18 responden (45,0%) dan setelah perlakuan mengalami peningkatan jumlah responden menjadi 30 responden (75,0%), dan tingkat praktek responden dengan kategori kurang sebelum diberikan perlakuan sebanyak 22 responden (55,0%) dan setelah dilakukan perlakuan mengalami penurunan menjadi 10 responden (25,0%).Terdapat pengaruh tingkat pengetahuan dan praktek cuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah diberikan perlakuan berupa media video edukasi pada keluarga pasien RS MM Indramayu. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan video CTPS serta untuk mengkaji efektivitasnya di berbagai kelompok demografis dan dalam situasi yang berbeda.
Hubungan Pemberian MPASI Dini Dan Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Di Kecamatan Patebon
Mustikaningrum, Ardian Candra;
Zuhroniyah, Siti
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afiasi.v10i1.493
Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Berdsarkan data tahun 2023bahwa terdapat balita 14,7% mengalami stunting di Kabupaten Kendal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemberian MP ASI dini dan penyakit infeksi dengan kejadian stunting. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu balita, dengan teknik proportional sampling berjumlah 110 responden balita usia 24- 59 bulan. Responden diukur tinggi badan kemudian dihitung status gizi berdasarkan indeks TB/U, dan kuesioner untuk variabel pemberian MP ASI dini dan penyakit infeksi. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pemberian MP ASI dini dengan kejadian stunting (p= 0,217), dan tidak ada hubungan antara penyakit infeksi dengan kejadian stunting (p= 0,582). Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pemberian MP ASI dini dan penyakit infeksi dengan kejadian stunting di Kabupaten Kendal (p>0,05)
Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Sanitasi Rumah Sehat Pada Masyarakat Pesisir Desa Dadap Indramayu Tahun 2024
Syaputra, Eko Maulana;
Luxiarti, Riantina;
Fitriyah, Sukhriyatun;
Rahmawati, Ade;
K., Sarinah Basri;
Ayati, Ayati;
Nadani, Marisa Sukma
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afiasi.v10i1.496
Kriteria rumah sehat terdiri dari beberapa faktor seperti kondisi rumah seperti bangunan, maupun sarana prasarana. Selain kondisi rumah, tersedianya sarana sanitasi rumah serta perilaku penghuni rumah. Untuk penerapan rumah sehat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya Tingkat pengetahuan penghuni rumah serta adanya sikap positif dari penghuni rumah untuk menciptakan kondisi rumah yang aman dan sehat agar terhindar dari bahaya kecelakaan maupun penyakit menular dan penyakit tidak menular. Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Desa dadap adalah sebagai nelayan, sehingga terdapat lingkungan sekitar rumah warga juga terlihat kumuh banyak barang-barang seperti jerigen, jaring dan peralatan nelayan lainnya yang berada di depan dan samping rumah. Hal ini berisiko menjadi tempat perindukan nyamuk ataupun vektor penyakit lainnya. Dari pengamatan yang dilakukan juga diketahui bahwa sebagian besar penghuni rumah masih membuang sampah ke selokan, beberapa masih jarang untuk membuka jendela. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap penerapan rumah sehat di Desa Dadap. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di masyarakat pesisir Desa Dadap, Kabupaten Indramayu. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2024. Populasi dalam penelitian ini yaitu sebanyak 232 responden dan sampel sebanyak 72 responden. Hasil analisis dengan menggunakan uji fisher’s exact didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan rumah sehat (p-value=0,667), dan tidak ada hubungan antara sikap dengan penerapan rumah sehat (p-value=0,412). Masyarakat Desa Dadap diharapkan dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tatanan rumah tangga agar tercipta lingkungan rumah yang sehat dan terhindar dari risiko penularan berbagai penyakit.
Analisis Praktik Menyusui Dan MPASI Pada Ibu Di Lingkungan Pangkabinanga Kabupaten Gowa
Idris, Fairus Prihatin;
Sididi, Mansur;
Sriwahyuni, Riska;
Arini, Sri;
Musdalivah, Musdalivah;
Janna, Miftahul;
Yakub, Rihhadatul Adzroo
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afiasi.v10i2.495
This study aims to identify and analyze the practices of breastfeeding and child care among mothers living in the Pangkabinanga neighborhood, Pangkabinanga Village, Pallangga District, Gowa Regency, in 2024. This research employs a quantitative approach with a descriptive method. The variables studied include the implementation of Early Initiation of Breastfeeding (IMD), the provision of breast milk including colostrum, and the provision of food or drinks before breastfeeding. The population in this study consists of all mothers with infants in the area, with a sample size of 28 respondents selected through total sampling. Data was collected through structured interviews using questionnaires. The results of the study show that the majority of mothers have practiced IMD (85.7%) and have breastfed their children (92.9%). As many as 85.7% of mothers provided colostrum, and 92.9% of children were not given food or drinks other than breast milk. However, some children stopped breastfeeding after 6 months (64.3%), while 14.3% are still being breastfed. The most common first food given other than breast milk is rice porridge (42.9%) and fruit (39.2%). These findings indicate that while breastfeeding practices are generally good, further interventions are needed to increase exclusive breastfeeding rates and prevent the provision of food or drinks other than breast milk before the appropriate time. This study is expected to provide input for health policies aimed at raising awareness about the importance of exclusive breastfeeding in the community.
Gambaran Pola Asuh Dan Status Gizi Balita Dari Ibu Yang Bekerja Di Wilayah Kerja Puskesmas Oepoi Kota Kupang
Nalle, Merci;
Nur, Marselinus Laga;
Aspatria, Utma;
Jutomo, Lewi
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afiasi.v10i2.500
Pola asuh merupakan interaksi antara orang tua dan anak yang melakukan hal pengasuhan seperti praktik pemberian makan, praktik kebersihan diri dan praktik perawatan kesehatan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran pola asuh dan status gizi dari ibu yang bekerja di wilayah kerja puskesmas Oepoi Kota Kupang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah survey dengan desain eksploratif melalui wawancara mendalam. Informan dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi dengan 10 informan utama (ibu yang bekerja) dan 4 informan pendukung (pengasuh, bapak dan nenek dari balita tersebut). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bekerja selama 8 jam atau lebih per hari, sehingga pola asuh anak balita dilakukan dengan bantuan anggota keluarga atau pengasuh. Praktik pemberian makan, kebersihan diri dan lingkungan, serta perawatan kesehatan balita bervariasi tergantung pada pemahaman dan dukungan lingkungan sekitar. Meskipun para ibu bekerja tetap berupaya memberikan asupan gizi yang cukup melalui makanan bergizi, keterbatasan waktu sering menjadi kendala dalam memantau langsung pertumbuhan dan perkembangan anak. Beberapa balita menunjukkan status gizi kurang, yang mengindikasikan adanya pengaruh dari pola asuh yang diterapkan. Diharapkan bagi kader agar dapat memberikan beberapa penyuluhan terkait peran kedua orang tua dalam mengasuh anak, variasi menu makanan bergizi yang murah, penggunaan media sosial sebagai informasi tentang stunting, bahaya tidak mencuci tangan sebelum memberi makan anak. Kata Kunci: pola asuh, status gizi, ibu bekerja, balita.
Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Untuk Imunisasi Dasar Lengkap Sebagai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat
Aspan, Siti Hadijah;
Kusumawati, Rindha Mareta;
Apriyani, Apriyani;
Wulandari, Kartina
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afiasi.v10i2.501
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pemenfaatan pelayanan kesehatan unutk imunisasi dasar lengkap pada balita di kelurahan Pulau Atas Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan desian penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi masyarakat Kelurahan Pulau Atas di Kota Samarinda. Pemilihan sampel responden dengan teknik incidental sampling dan mendapatkan 32 responden penelitian. Waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Maret tahun 2024. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dari 32 responden tersebut, hanya 21 responden yang membawa balitanya untuk mendapatkan imunisasi dasar lengkap di fasilitas kesehatan. Disarankan puskesmas melakukan sosisaliasi pentingnya imunisasi dasar lengkap pada penduduk di wilayah Kelurahan Pulau Atas RT.07 dan RT.01, agar cakupan imunisasi dapat sesuai target yang diharapkan.
Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Rasio Lingkar Pinggang Dan Lingkar Panggul Pada Lansia
Ramdhan, Reza Iman;
Rismayanthi, Cerika
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afiasi.v10i2.503
Dampak dari kemajuan teknologi dapat menimbulkan kegemukan yang dapat mulai dirasakan dari usia anak-anak sampai dengan usia tua. Sudah banyak kita ketahui bahwa kegemukan atau obesitas sangat erat sekali dengan kejadian suatu penyakit. Hal ini akan dirasakan lebih parah lagi apabila terjadi pada usia lansia. Pada usia lansia sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh sudah mengalami kemunduran fungsi dan kehilangan kemampuan untuk melakukan regenerasi bila ada kerusakan. Metode antropometris merupakan metode paling sederhana yang dapat dipakai untuk mengetahui obesitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Indeks massa tubuh dengan rasio lingkar pinggang dan panggul pada anggota kelompok senam lansia Mina Makarti Condong Catur Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian diskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subjek Penelitian berjumlah 61 orang yang ditentukan secara purposive sampling. Subjek penelitian adalah seluruh anggota kelompok senam lansia Mina Makarti Condong Catur Sleman Yogyakarta. Pada semua subjek diukur tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang dan lingkar panggul. Tinggi badan diukur dengan stadiometer, berat badan dengan timbangan berat badan dan ukuran lingkar diukur dengan metlen. Kemudian dihitung IMT dan ditentukan besar kecilnya risiko terhadap terjadinya suatu penyakit. Hasil analisa korelasi menggunakan Pearson menunjukkan bahwa nilai korelasi IMT dengan rasio lingkar pinggang dan panggul adalah 0,142 (p> 0,05). Berarti bahwa tidak terdapat hubungan antara IMT dengan rasio lingkar pinggang dan panggul.
Analisis Indikator Lama Rawat Pasien Pada Kasus Typhoid Di Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun Kabupaten Cirebon
Luxiarti, Riantina;
Aprilia, Viona Eki;
Syaripudin, Ahmad
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 2 (2025): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31943/afiasi.v10i2.504
Penyakit demam Typhoid disebabkan oleh infeksi kuman Salmonella typhi. Lama rawat merupakan jumlah hari pasien di rawat di rumah sakit, mulai hari masuk sampai dengan hari keluar atau pulang dan LOS di gunakan rumah sakit sebagai indikator pelayanan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2022 di Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun, terhadap 20 pasien kasus Typhoid pada tahun 2021 terdapat jumlah lama rawat sebanyak 75 hari diperoleh rata-rata lama rawat yaitu 4 hari, untuk pasien BPJS terdapat 13 pasien dan pasien umum terdapat 7 pasien. Di Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun belum mencapai standar lama rawat yaitu 6-9 hari1. Setiap jenis-jenis penyakit yang diderita oleh pasien sangat mempengaruhi rata-rata LOS. Jenis penelitian yang digunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini jumlah pasien dengan kasus Typhoid tahun 2021 yaitu 182 pasien dengan menggunakan teknik pengambilan simple random sampling jumlah sampel yang didapatkan adalah 125 pasien. Hasil penelitian ini didapatkan dengan total lama rawat 476 hari dengan rata-rata lama rawat (AvLOS) 4 hari/tahun. Untuk rata-rata lama rawat pasien BPJS kasus Typhoid di tahun 2021 yaitu 4 hari sedangkan pada pasien umum 3,2 hari dengan nilai standar Depkes yaitu 6-9 hari. Diharapkan rumah sakit melakukan audit medis dan merumuskan Clinical Pathway mengenai peningkatan lama rawat pasien pada kasus Typhoid sehingga mutu pelayanan kasus Typhoid dalam kategori efisien serta sesuai standar.