cover
Contact Name
Fredi Setiawan
Contact Email
fredi@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Farmasi
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : -
Core Subject : Health,
Berisikan berbagai kara ilmiah kefarmasian obat dan makanan, mulai terbit tahun 2016, terbit 4 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
UJI HEDONIK DAN KANDUNGAN PROTEIN COOKIES BUAH DURIAN (Durio zibenthinus L) KOMBINASI TEPUNG BIJI DURIAN Putri, Selomita Nabela; Winahyu, Diah Astika; Retnaningsih, Agustina
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.17774

Abstract

Durian memiliki kandungan senyawa seperti fibre, protein, carbohydrates,vitamin A, dan vitamin B1. Biji durian bisa dimanfaatkan sebagai tepung biji durian oleh karena itu tepung biji durian bias dijadikan cookies yang salah satunya jenis biskuit yang dibuat dari adonan lunak berkadar lemak tinggi, relatif renyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji hedonik pada cookies buah durian kombinasi tepung biji durian dengan menggunakan kandungan protein. Proses pembuatan cookies , mentega, gula halus, vanili bubuk, dicampurkan lalu dimixer, setelah itu campurkan tepung terigu,tepung biji durian, baking powder,susu bubuk, dan tepung maizena dimixer Kembali hingga rata, kemudian tambahkan telur dan daging buah durian di mixer Kembali hingga rata, adonan cookies dicetak sesuai selera lalu tambahkan chococip ,lalu adonan tersebut dipanggang sampai matang. Sediaan cookies di uji dengan uji hedonik, uji kadar air, dan uji kadar protein dengan metode kjedhal. Pada uji hedonik mendapatkan hasil yang paling disukai formulasi 3 karena memiliki rasa yang khas ke durian untuk para responden, responden yang dipakai pada uji hedonik yaitu 24 orang. Uji kadar air berpengaruh besar terhadap daya tahan bahan pangan, kadar air tersebut mendapatkan hasil rata-rata yaitu 1,65 % sampel cookies tersebut memenuhi persyaratan SNI 01-2973-1992 yaitu maksimal 5 %. Uji kadar protein dengan metode kjedhal pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap destruksi, destilasi dan tahap titrasi ,kadar protein mendapatkan hasildengan rata-rata 8,87 % protein tersebut memenuhi persyaratan SNI 01-2973- 1992 yaitu minimum 5%.
UJI PENGARUH FERMENTASI ECO ENZYME KULIT JERUK KEPROK (Citrus reticulate) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MENGGUNAKAN METODE DPPH Abdurrofi, Akrom; Iswandi, Iswandi; Widyasti, Jena Hayu
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.16524

Abstract

Fermentasi merupakan proses perubahan kimia pada suatu substrat organik melalui aksi enzim yang kemudian akan dihasilkan oleh mikroorganisme. Eco enzyme adalah cairan organik komplek yang berasal dari proses fermentasi sisa organik seperti sayur, buah, gula, dan air. Kulit jeruk keprok (Citrus reticulate) memiliki kandungan vitamin C yang dapat berperan sebagai antioksidan alami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kadar vitamin C, nilai IC50, aktivitas antiokisdan dan pengaruh fermentasi eco enzyme terhadap aktivitas antioksidan kulit jeruk keprok (Citrus reticulate). Penetapan kadar vitamin C dan uji aktivitas antioksidan eco enzyme kulit jeruk keprok dilakukan pada hasil fermentasi hari ke 1, 3, dan 5. Penetapan kadar vitamin C menggunakan spektrofotometeri UV-Vis dan Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode penangkapan radikal 2,2’-difenil-1 pikrilhidrazil (DPPH) dengan vitamin C sebagai pembanding. Data diolah menggunakan persamaan regresi linier untuk memperoleh nilai IC50. Data kemudian dianalisa dengan menggunakan aplikasi SPSS dengan  mentode one way ANOVA.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sampel eco enzime kulit jeruk keprok memiliki kandungan vitamin C, mulai dari 64,95±0,62 mg/g dalam sampel kontrol positif, 73,47±0,33 mg/g dalam sampel 1, 113,61±1,55 mg/g dalam sampel 2, dan 95,94±0,3 mg/g dalam sampel 3. sampel eco enzime kulit jeruk keprok memiliki nilai IC50 mulai dari 318,73±6,38 untuk sampel kontrol positif, 157,05±1,95 untuk sampel 1, 133,26±5,12 untuk sampel 2 dan 329,03±3,87 untuk sampel 3. Proses fermentasi pada sampel eco enzyme kulit jeruk keprok mempengaruhi aktivitas antioksidan dari sampel melalui perubahan kadar vitamin C pada sampel.
ANALISIS MUTU SOYGHURT INFUSA BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI MINUMAN PROBIOTIK Amelia, Widya Puspitasari; Mardianingrum, Richa; Susanti, Susanti
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.12035

Abstract

Soyghurt merupakan minuman probiotik yang berasal dari kedelai yang diolah kemudian difermentasi dengan menggunakan bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus. Infus bunga telang ditambahkan ke soyghurt untuk lebih meningkatkan kualitasnya. Bunga telang selain tinggi antioksidan juga dapat digunakan sebagai pewarna alami pada soyghurt. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh konsentrasi bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap kualitas soyghurt sebagai minuman probiotik. Penelitian terdiri dari infusa bunga telang, pembuatan soyghurt dan uji mutu soyghurt sesuai SNI 2981:2009 yang terdiri dari uji organoleptik, uji total asam dan uji bakteri asam laktat dengan penambahan infusa bunga telang (FI 1%, FII 3%, FIII 5%).  Berdasarkan hasil penelitian, seluruh formula memiliki ciri organoleptik yang hampir sama, antara lain rasa asam, aroma khas kedelai, warna ungu, dan tekstur kental. Total bakteri asam dan asam laktat hasil infus bunga telang soyghurt pada FI, FII, dan FIII memenuhi kriteria regulasi.
UJI AKTIVITAS ANTI OKSIDAN SEDIAAN SAMPO EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI PUTIH(Psidium guajava L)DENGAN METODE DPPH Atina, Atina; Wulandari, Shinta; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.17782

Abstract

Daun jambu biji putih (Psidium guajava L) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder diantaranya flavonoid, steroid, saponin, tanin dan minyak atsiri yang memiliki aktivitas antioksidan yang berperan dalam mencegah kerusakan rambut dan mempercepat pertumbuhan rambut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas anti oksidan sediaan sampo ekstrak daun jambu biji putih.Sampel daun jambu biji putih diekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%.Formulasi sampo ekstrak daun jambu biji putih dibuat 3 formulasi yaitu formulasi dengan ekstrak 0,5% (F I),formulasi dengan ekstrak 0,75% (F II)  dan formulasi dengan ekstrak1% (F III).Uji sifat fisik sampo meliputi uji organoleptis, uji pH, uji dengan metode DPPH menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 515 nm. Hasil uji organoleptis menunjukkan hasil pada ketiga formulasi berwarna coklat dengan aroma daun jambu biji putih, berbentuk cair dengan tekstur kental. Uji homogenitas menunjukkan hasil semua formulasi homogen. Uji pH menunjukkan hasil pada F1 yaitu7,69, F2 yaitu 7,82, F3 yaitu 7,89. Uji tinggi busa menunjukkan hasil pada F1 yaitu 9,46 cm , F2 yaitu 8,7 cm, F3 yaitu 8,36 cm. Penelitian ini menunjukkan hasil antioksidan dengan nilai pada ekstrak etanol daun jambu biji putih 1,26 µg/mL, sampo F I 4,58 µg/mL , F II 2,19 µg/mL , F III 1,67 µg/mL.Aktivitas anti oksidan pada ekstrak etanol daun jambu biji putih dan sediaan sampo ekstrak daun jambu biji putih termasuk ke dalam nilai IC50 yang sangat kuat yaitu<50 µg/mL
STANDARISASI MUTU SERBUK SIMPLISIA DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) Susilowati, Agustina; Nur’aini, Nanda Syta
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.12078

Abstract

Teh hijau mengandung flavonoid dan alkaloid yang dapat dimanfaatkan sebagai diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji parameter spesifik dan non spesifik seduhan daun teh hijau. Seduhan daun teh hijau distandarisasi dengan dua parameter uji yaitu uji parameter spesifik dan uji non spesifik. Hasil uji spesifik diketahui bahwa seduhan daun teh hijau mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin. Hasil uji non spesifik didapatkan hasil kadar abu 6,486%, kadar air 1,292%, kadar Pb 0,001%, kadar Cd tidak terdeteksi, serta uji cemaran mikroba didapatkan hasil yang terdiri dari uji ALT (Angka Lempeng Total) ≤1x103 koloni/gr dan AKK (Angka Kapang Khamir) didapatkan hasil ≤4x102 koloni/gr. Seduhan daun teh hijau berdasarkan uji parameter spesifik dan non spesifik memenuhi standarisasi mutu bahan baku sebagai teh, sehingga seduhan teh hijau ini dapat diproduksi dan layak untuk dikonsumsi.
STANDARISASI MUTU SIMPLISIA KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Wibowo, Fiko Bradi; Tutik, Tutik; Amalia, Putri
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.11857

Abstract

Standarisasi simplisia merupakan tahapan penting dalam pengembangan obat bahan alam dari tanaman, dilakukannya standarisasi diperlukan untuk menjamin aspek dari keamanan dan stabilitas ekstrak. Standarisasi simplisia harus dilakukan sebagai penjamin bahwa suatu simplisia tersebut telah terjamin kualitas dan mutunya. Standarisasi dalam menjamin keseragaman mutu dari bahan alam yang diformulasikan dalam suatu sediaan farmasi diperlukan untuk menjamin keseragaman mutu produk. Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) dari beberapa penelitian menunjukkan tinggi akan antioksidan, bahkan lebih dari umbinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan parameter nonspesifik dari standarisasi mutu simplisia kulit bawang merah (Allium cepa L.) apakah memenuhi persyaratan standarisasi simplisia Farmakope Herbal Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode sortasi basah, maserasi pada pelarut klorofom, akuades, etanol 96%, dan metode gravimetri. Hasil penelitian didapat susut pengeringan hasil 0,171% standar Farmakope Herbal Indonesia Tidak lebih dari 10%, kadar abu total 3,0% standar Farmakope Herbal Indonesia Tidak lebih dari 3,0%, kadar abu tidak larut asam 1,0% standar Farmakope Herbal Indonesia tidak lebih dari 1.0%, kadar sari larut air 8,0% standar Farmakope Herbal Indonesia tidak kurang dari 5,0%, dan kadar sari larut etanol 12,0% standar Farmakope Herbal   Indonesia Tidak kurang dari 4,0%.
FORMULASI DAN UJI SIFAT FISIK SEDIAN LIP CREAM KOMBINASI EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) DAN SARI BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) Fatmawati, Rindi; Retnaningsih, Agustina; Sembiring, Enny Rimita
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.17785

Abstract

Kosmetik dibagi menjadi dua jenis yaitu skincare dan dekoratif. Salah satu kosmetik dekoratif yang paling terkenal yaitu pewarna bibir. Warna merupakan hal yang paling utama dalam formulasi sediaan kosmetika khususnya dalam sediaan kosmetik dekoratif. Kandungan brazilin pada secang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami serta kandungan asam glutamat dan sukrosa pada buah tomat dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kelembaban bibir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi ekstrak etanol kayu secang dan sari buah tomat dapat dijadikan pewarna alami dan pelembab bibir, serta untuk mengetahui perbedaan warna konsentrasi dari kombinasi ekstrak etanol kayu secang dan sari buah tomat. Kayu secang diekstraksi dengan menggunakan etanol 96% selama 3X24 jam, sementara buah tomat hanya diambil sari buahnya. Kemudian dilakukan skrining fitokimia pada ekstrak etanol kayu secang dan sari buah tomat. Lip cream dibuat dalam 4 formulasi dengan konsentrasi ekstrak etanol kayu secang F1 2%, F2 4%, dan F3 6%, untuk konsentrasi tomat semua formulasi menggunakan konsentasi 5%. Kemudian sediaan lip cream dilakukan uji sifat fisik dengan hasil telah memenuhi syarat, seperti uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH (F0 6,40, F1 6,34, F2 6,37, F3 6,42), uji daya sebar (F0 5,70 cm, F1 5,73 cm, F2 5,63 cm , F3 5,76 cm), uji daya oles, uji stabilitas, dan uji kesukaan. Pada uji stabilitas lip cream mengalami perubahan, lip cream stabil dan tidak mengalami perubahan setelah minggu ke-4 sampai dengan bulan ke-3. Pada uji kesukaan F2 dipilih sebagai formulasi yang paling banyak disukai panelis. 
ANALYSIS OF HEMOGLOBIN (Hb) LEVELS IN FARMERS USING PESTICIDES IN LOA JANAN ULU VILLAGE ANALISIS KADAR HEMOGLOBIN (Hb) PADA PETANI YANG MENGGUNAKAN PESTISIDA DI DESA LOA JANAN ULU Laila, Siti Nurul; Farpina, Eka; Kusumawati, Nursalinda
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.11428

Abstract

Pestisida sebagai produk perlindungan tanaman dapat menimbulkan efek negatif pada petani yang menggunakan. Salah satu komponen darah yang menjadi parameter keracunan yaitu hemoglobin (Hb). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kadar hemoglobin pada petani yang menggunakan pestisida di Desa Loa Janan Ulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sampel dalam penelitian adalah petani di Desa Loa Janan Ulu yaitu 37 petani. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pemeriksaan yang digunakan yaitu cyanmethemoglobin. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariate. Hasil dari penelitian ini didapatkan karakteristik petani berdasarkan usia yang paling banyak adalah usia lansia (56-65 tahun), penggunaan APD tidak lengkap 28 petani, dosis pestisida sesuai anjuran sebanyak 31 petani dan lama penyemprotan pestisida < 5 jam. Rata-rata kadar hemoglobin terendah 9,8 gr/dL dan tertinggi 27,1 gr/dL. Persentase kadar hemoglobin berdasarkan standar nilai World Health organization (WHO) sebanyak 56,8%.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus SEDIAAN OBAT KUMUR DENGAN KOMBINASI DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) DAN DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrik D.C.) Kausar, Radho Al; Kurnia, Andi Akbar; Annisa, Devi Nur; Larasati, Ratri Mauluti
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.18134

Abstract

Kombinasi ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dan daun jeruk purut (Citrus hystrik D.C) memiliki senyawa metabolit skunder yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri diantaranya alkaloid, flavonoid, tanin, dan minyak atsiri. Pada penelitian ini tanaman tersebut diformulasikan menjadi sediaan obat kumur dengan menggunakan ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dan daun jeruk purut (Citrus hystrik D.C) pada sebuah formulasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dan daun jeruk purut (Citrus hystrik D.C) dapat diformulasikan menjadi sediaan obat kumur dan untuk mengetahui apakah formulasi sediaan obat kumur memiliki aktivitas antibakteri terhadap staphylococcus aureus. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium, daun sirih merah (Piper crocatum) dan daun jeruk purut (Citrus hystrik D.C) dimaserasi menggunakan pelarut etanol 96%, dibuat menjadi sediaan obat kumur dari kombinasi ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dan daun jeruk purut (Citrus hystrik D.C) sebagai antibakteri dengan variasi formulasi yaitu FI daun sirih merah 2% daun jeruk purut 1%, FII daun sirih merah 1% daun jeruk purut 2%, FIII daun sirih merah 2% daun jeruk purut 2% dengan evaluasi sediaan fisik dan pengujian aktivitas antibkteri dengan metode difusi dengan teknik sumuran. Didapatkan hasil pada penelitian ini ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dan daun jeruk purut (Citrus hystrik D.C) yang paling efektif sebagai antibakteri pada formulasi ke III dengan diameter rata-rata daya hambat sebesar 29,88 mm.
REVIEW: PENGARUH KONSENTRASI POLIMER PVA TERHADAP ELASTISITAS SEDIAAN MASKER GEL PEEL OFF Handayani, Retty; Humaedi, Salsabila Esa; Hindun, Siti
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 1 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.11705

Abstract

Masker gel peel off merupakan sediaan perawatan kulit dalam bentuk gel digunakan pada kulit dalam rentang waktu tertentu dapat mengering serta terbentuk lapisan film yang transparan, elastis mudah dikelupas. Tujuan review artikel ini untuk  mengetahui pengaruh variasi konsentrasi polimer PVA terhadap elastisitas sediaan masker gel peel off. Metode yang digunakan berupa penelusuran pustaka yang diterbitkan secara online dari berbagai web jurnal ataupun melalui mesin pencarian google diterbitkan 10 tahun terakhir. Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi organoleptis, homogenitas, daya sebar, waktu mengering, pH, viskositas, sedangkan uji elastisitas dilakukan dengan cara Sediaan ditimbang sebanyak 5 gram, dioleskan di atas kaca dengan ukuran 25 x 5 cm didiamkan selama 24 jam di suhu ruang hingga sediaan terbentuk lapisan film. Lapisan film diuji dengan alat texture analyzer. Lapisan film dijepit di kedua ujung, ditarik dengan beban sebesar 100 kg, dicatat panjang lapisan film sebelum putus dan panjang setelah putus. Evaluasi menunjukan semakin tinggi konsentrasi PVA yang digunakan, maka lapisan film semakin elastis tidak mudah pecah. kesimpulan dari review ini, dari kelima formula konsentrasi PVA pada 12% yang terdapat pada formula dengan ekstrak bekatul beras merah memiliki nilai elastisitas terbaik pada angka 8,8 cm. Adanya HPMC dalam formula ini membantu meningkatkan viskositas dan elastisitas sediaan.