cover
Contact Name
Fredi Setiawan
Contact Email
fredi@malahayati.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.analisfarmasi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Analis Farmasi
ISSN : 2503233X     EISSN : 26567598     DOI : -
Core Subject : Health,
Berisikan berbagai kara ilmiah kefarmasian obat dan makanan, mulai terbit tahun 2016, terbit 4 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
UJI SIFAT FISIK FORMULASI SEDIAAN SAMPO EKSTRAK BIT MERAH (BETA VULGARIS L.) DAN UJI ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH Asrini, Dhana Putri; Retnaningsih, Agustina; Sembiring, Enny Rimita
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20414

Abstract

Buah Bit merah (Beta vulgaris L.) termasuk dalam keluarga Chenophodiaceae. Kandungan yang dimiliki sebagian besar vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, fosfor, potasium, elektrolit, enzim, karotenoid, silika, protein, karbohidrat dan Kandungan senyawa antioksidan terdiri dari senyawa flavonoid (350-2760 mg/kg), betasianin (840-900 mg/kg), betanin (300- 600mg/kg), asam askorbat (50-868 mg/kg), dan karotenoid (0,44 mg/kg).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada sampo ekstrak etanol buah bit merah dengan pereaksi DPPH secara spektrofotometri UV-Vis. Sampel buah bit merah diesktrasi dengan metode maserasi. Pengujian sifat fisik sampo esktrak bit merah dilakukan uji organoleptik, uji homogenitas, uji tinggi busa, uji pH dan uji hedonik. Selain itu, sampo esktrak bit merah dilakukan uji aktivitas antioksidan dengan pereaksi DPPH. Hasil uji sifat fisik sampo pada semua uji memenuhi persyatan dengan standar (SNI 06-2692-1992). Hasil nilai IC50 pada formulasi 1, 68,91 ppm pada formulasi 2, 42,74 ppm dan pada formulasi 3, 40,60 ppm. Kesimpulan penelitian ini, sampo esktrak bit merah memenuhi persyaratan uji sifat fisik dan uji aktivitas antioksidan memiliki kategori sangat kuat dan kuat (IC50 < 50 ppm, 50-100ppm).
UJI HEDONIK DAN UJI KADAR PROTEIN PADA COOKIES IKAN PATIN (Pangasius sp) DENGAN METODE KJELDAHL Lestari, Anindya Tri; Winahyu, Diah Astika; Wulandari, Shinta
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20419

Abstract

Cookies merupakan salah satu jenis makanan ringan yang diminati masyarakat. Protein yang juga merupakan zat gizi makro mempunyai fungsi sebagai bagian kunci semua pembentukan jaringan tubuh. Ikan patin merupakan jenis makanan sehat yang rendah lemak  jenuh, tinggi protein yang baik dikonsumsi oleh segala usia. Ikan patin juga merupakan sumber penting asam lemak omega 3, selenium dan taurin yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan sel otak terutama     bagi balita dan anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein yang terkandung didalam cookies ikan patin dengan metode kjehdahl. Ikan patin dikeringkan menggunakan oven hingga menjadi tepung. Cookies dibuat dengan formulasi penambahan tepung ikan yang berbeda disetiap formulasi 6% (f1), 12% (f2), 18% (f3). Cookies kemudian dilakukan uji organoleptik, uji hedonik, dan metode kjeldahl. Hasil uji organoleptik menunjukkan cookies memiliki rasa manis dan gurih, warna kuning keemasan, tekstur renyah dan lembut, dan beraroma cookies. Hasil uji hedonik menunjukkan hasil rata rata cookies yang disukai terdapat pada formulasi 3. Uji protein menunjukkan hasil pada tepung ikan 11,15%, (f0) 2,22 %, (f1) 3,76 %, (f2) 5,98 %, (f3) 7,38 %. Hasil uji protein menunjukkan cookies ikan patin mengandung protein dan pada F3 cookies memiliki kandungan protein yang paling tinggi.
Literatur Review : Senyawa Bioaktif sebagai Inhibitor Enzim Diabetes Melitus Agustin, Laela Sonia; Amin, Saeful -
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20245

Abstract

AbstrakDiabetes melitus merupakan penyakit metabolik jangka panjang yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah, yang dapat disebabkan oleh kurangnya produksi insulin atau resistensi terhadap kerja insulin. Salah satu pendekatan dalam terapi diabetes adalah dengan menghambat enzim ­penting yang mengatur kadar glukosa darah, seperti Sodium-Glucose Cotransporter 2 (SGLT-2), Glycogen Synthase Kinase-3 Beta (GSK-3β), Aldosa Reduktase (AR), dan Protein Tirosin Fosfatase 1B (PTP1B). Berbagai senyawa bioaktif dari sumber alam telah menunjukkan potensi sebagai inhibitor enzim-enzim tersebut. Studi in silico, in vitro dan in vivo yang dilakukan menunjukkan bahwa senyawa flavonoid, terpenoid, dan polifenol dari tanaman seperti Caesalpinia crista L., Smallanthus sonchifolius, Caesalpinia sappan L., Syzygium polyanthum, Crocus sativus L., dan Orthosiphon stamineus Benth. berinteraksi secara kuat dengan target enzim. Senyawa seperti 3,4-Dicaffeoylquinic acid, kaempferol-7-O-glucoside, luteolin, quercetin, dan sinensetin menunjukkan afinitas tinggi serta efek farmakologis dalam menurunkan kadar glukosa darah. Artikel ini merangkum studi terbaru mengenai mekanisme kerja senyawa bioaktif sebagai inhibitor enzim diabetes dan pendekatan in silico untuk pengembangan terapi yang lebih aman dan efektif. Kata kunci: Diabetes melitus, inhibitor enzim, senyawa bioaktif, in silico
Uji Cemaran Bakteri Coliform Pada Minuman Teh Seduhan Yang Dijual Di Simpur Center Bandar Lampung Dengan Metode Most Probable Number (MPN) Purnama, Robby Candra; Octonariz, Vito Zhafran
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 1 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i1.20474

Abstract

Minuman teh seduhan merupakan salah satu terobosan baru dalam penjualan teh berbagai rasa untuk semakin menarik minat para konsumen. Minuman teh seduhan dapat mengalami kerusakan secara mikrobiologi seperti layaknya pada makanan dan minuman lainnya melalui berbagai faktor. Faktor tersebut salah satunya adalah air. Indikator adanya pencemaran air oleh bakteri patogen penyebab penyakit ialah Coliform. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 bahwa untuk syarat bakteriologis air yang melalui atau tanpa melalui proses pengolahan batas kandungan E. coli atau faecal coli didalam 100 ml sampel air sebanyak 0 (tidak ada) dan batas kandungan total bakteri Coliform didalam 100 ml air adalah sebanyak 0 (tidak ada). Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian uji cemaran bakteri Coliform pada minuman teh seduhan yang dijual di Simpur Center Bandar Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya jumlah bakteri Coliform pada minuman teh seduhan yang dijual di Simpur Center Bandar Lampung sesuai dengan Persyaratan BPOM 2012 tidak lebih dari 2 APM/100 ml. Pengujian dilakukan dengan metode Most Probable Number (MPN). Metode ini merupakan uji deret tabung yang menyuburkan pertumbuhan Coliform sehingga diperoleh nilai untuk menduga jumlah Coliform dalam sampel uji. Sampel yang diuji adalah minuman teh seduhan yang diambil dari 4 pedagang minuman teh seduhan. Dari keempat sampel yang diambil positif 100 % tercemar Coliform dan cemaran Coliform melebihi batas Cemaran yang ditetapkan oleh Kepala Badan POM RI Nomor HK.00.06.1.52.4011 yaitu dibawah 2APM/ 100 ml.
EVALUASI FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus kunth) DENGAN VARIASI BASIS SALEP Kurniawan, Ivan; Purnama, Robby Candra; Octonariz, Vito Zhafran
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23203

Abstract

Tanaman herbal merupakan tumbuhan obat yang daunnya banyak dikonsumsi menjadi sayuran. Saponin, tanin, flavonoid yang mempunyai kegiatan antioksidan sendiri sebagai akibatnya bisa meningkatkan kecepatan proses penyembuhan luka. Kandungan senyawa flavonoid, saponin serta tanin tersebut diduga mampu mempercepat penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan salep menggunakan ekstrak daun kenikir dengan variasi basis salep serta uji fisik sediaan salep. Sediaan salep dibuat dengan menggunakan tiga basis. Sediaan salep dievaluasi fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji iritasi kulit. Hasil uji organoleptik, sediaan salep memiliki bentuk lembek, berwarna hijau pekat dan berbau khas daun kenikir. Hasil uji pH berada pada rentang 4,5-6,5, uji daya sebar berada pada rentang diameter 5-7, uji daya lekat yaitu tidak kurang dari >4 detik dan uji iritasi kulit meliputi bintik kemerahan, ruam dan bengkak. Dari penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun kenikir dapat dibuat sediaan salep dengan variasi basis salep dan berdasarkan uji fisik sediaan salep semua formulasi dinyatakan memenuhi persyaratan.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, PENENTUAN TOTAL FENOLIK DAN FLAVONOID FRAKSI DAN EKSTRAK DAUN KUNYIT (Curcuma longa L.) Rahayuningsih, Dwinata; Marlina, Dian; Nopiyanti, Vivin
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.20437

Abstract

Antioksidan adalah senyawa kimia yang menyumbangkan elektron ke radikal bebas agar menjadi tidak reaktif. Antioksidan alam yang bisa dimanfaatkan yaitu daun kunyit (Curcuma longa L.). Kandungan flavonoid dalam daun kunyit bertindak sebagai antioksidan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui aktivitas antioksidan, kadar fenolik total dan flavonoid total pada fraksi n-heksana, etil asetat dan air ekstrak daun kunyit. Daun kunyit dimaserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang didapatkan dilanjutkan difraksinasi dengan n-heksana, etil asetat dan air serta dilakukan aktivitas antioksidan dengan DPPH. Fraksi dan ekstrak dianalisis kadar flavonoid total dengan AlCl3 dan fenolik total dengan folin-ciocalteu, Pengujian menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil pengujian antioksidan dengan IC50 ekstrak, fraksi n-heksana, etil asetat dan air yaitu 41,11 ± 0,09, 130,62 ± 0,07, 32,35 ± 0,03, 100,30 ± 0,2 ppm. Kadar flavonoid total pada ekstrak, fraksi n-heksana, etil asetat dan air  sebesar 39,79 ± 0,33, 10,38 ± 0,26, 42,00 ± 0,56, 12,91 ± 0,14 mg QE/g. Kadar fenolik total pada ekstrak, fraksi n-heksana, etil asetat dan air sebesar 140,74 ± 0,21, 55,41 ± 0,19, 303,86 ± 0,99, 63,88 ± 0,56 mg GAE/g.
ANALISIS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) MENGGUNAKAN METODE DPPH DENGAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Kausar, Radho Al; Retnaningsih, Agustina
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23270

Abstract

Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat atau menghambat reaksi oksidasi. Antioksidan alami banyak terdapat pada buah-buahan, biji-bijian, sayur-sayuran dan daun-daunan. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbing L) menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan DPPH. Flavanoid, fenol, alkaloid, tanin dan kumarin merupakan kandungan senyawa aktif yang terdapat di dalam daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Flavanoid berperan sebagai antioksidan alami karena menangkap radikal bebas dengan membebaskan atom hidrogen dari gugus hidroksilnya. Ekstraksi dengan metode seduhan pada suhu 500C dan waktu 10 menit dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) kemudian di uji aktivitas antioksidannya secara kuantitatif untuk memperoleh nilai IC50 menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 515 nm dengan asam askorbat sebagai baku pembanding dibuat dalam kosentrasi 4 ppm, 6 ppm, 8 ppm, 10 ppm dan 12 ppm. Hasil IC50 yang diperoleh pada asam askorbat yaitu 16,06 ppm dan pada ekstrak daun belimbing wuluh 1.115,53 ppm. Aktivitas antioksidan pada ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) termasuk kedalam nilai IC50 yang sangat lemah yaitu >200 ppm.
DETEKSI KUALITATIF RHODAMIN B PADA PEMANIS MERAH ES CINCAU DENGAN METODE KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Rahman, Adam Aulia; Rhamadianto, Muhamad Iqbal
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23293

Abstract

Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetis dari golongan xanthene yang penggunaannya dalam bahan pangan telah dilarang karena memiliki sifat toksik dan karsinogenik. Meskipun demikian, zat ini masih kerap disalahgunakan untuk memberikan warna merah yang menarik pada berbagai produk makanan dan minuman tradisional. Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi secara kualitatif keberadaan Rhodamin B pada pemanis merah yang digunakan dalam minuman es cincau dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Sampel pemanis dikumpulkan dari sejumlah pedagang es cincau di wilayah Bandung Raya sebagai representasi pasar lokal. Ekstraksi sampel dilakukan dengan pelarut metanol, kemudian analisis dilakukan pada plat silika gel GF254 dengan fase gerak n-butanol : etil asetat : amonia (10:4:5). Hasil pengamatan di bawah sinar ultraviolet 254 nm menunjukkan bahwa dua dari lima sampel menghasilkan noda berfluoresensi merah muda dengan nilai Rf yang identik dengan standar Rhodamin B (0,78). Temuan ini mengindikasikan bahwa sebagian produk masih mengandung pewarna sintetis terlarang tersebut. Metode KLT terbukti merupakan teknik analisis yang sederhana, efisien, dan ekonomis untuk deteksi kualitatif Rhodamin B pada produk pangan tradisional.
Optimasi Sediaan Lotion dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) Ningrum, Della Puspita; Fitriawati, Anna; Ardiyantoro, Bagas
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.21940

Abstract

Penelitian Antioksidan dan Optimasi formula lotion
UJI SIFAT FISIK DAN ANTIBAKTERI SEDIAAN BALSEM STIK KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI DAN MINYAK SERAI SEBAGAI PEREDA NYERI Kencana, Yola; Retnaningsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23272

Abstract

Balsem merupakan produk farmasi yang memiliki kegunaan yaitu bisa menghangatkan tubuh dan meredakan nyeri pada sendi dan aroma yang  membuat relaks. Zat aktif yang digunakan untuk  sediaan balsem adalah ekstrak daun kemangi dan minyak serai. Daun kemangi  mengandung senyawa fitokimia. Minyak serai memiliki komponen senyawa kimia utama yaitu sitronelal, sitronelol, dan geraniol  sehingga memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun kemangi dan minyak serai dapat memiliki uji fisik yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri. Formulasi sediaan balsem stik ekstrak daun kemangi dan minyak serai  dibuat bervariasi yaitu F1 (5%), F2 (7%), dan F3 (9%). Sediaan  balsem stik dilakukan pengujian uji sifat fisik dan uji antibakteri. Dari uji sifat fisik balsem stik menghasilkan tekstur setengah padat, berwarna hijau olive, memiliki aroma menthol dan minyak serai, tidak terdapat butiran kasar, memiliki pH yang memenuhi syarat karena sesuai dengan pH kulit manusia yaitu berada pada kisaran 4,5 – 6,5 menempel dengan baik, tidak menumbulkan adanya iritasi, memiliki daya sebar yang memenuhi syarat sediaan semisolid yaitu 3-5 cm. Nilai rata rata zona hambat uji antibakteri pada F1 (6.98 mm), F2 (8.53 mm), dan F3 (10.41 mm). Uji antibakteri sediaan balsem stik kombinasi ekstrak  daun kemangi dan minyak serai memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.